Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri PENGADEGAN. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri PENGADEGAN. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Mei 2025

Wujudkan Keluarga Maslahat, PAI Pengadegan Langkah Bersama Muslimat dan Fatayat NU Larangan

PAI KUA Pengadegan, Munas Afifi dan Ahmad Afandi saat mengisi acara GKM dengan ibu-ibu Pimpinan Anak Ranting (PAR) Muslimat dan Fatayat NU Desa Larangan, Pengadegan, Jumat (2/5/2025) (Foto: Ahmad Afandi)

Purbalingga- Dalam upaya mewujudkan keluarga yang maslahat dan berdaya, Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Pengadegan menggandeng Ranting Muslimat dan Fatayat NU Desa Larangan dalam sebuah kegiatan kolaboratif yang sarat nilai keagamaan dan sosial.

Gerakan Keluarga Maslahat (GKM) yang berlangsung di Majelis Taklim Muslimat dan Fatayat NU, Jumat (2/5/2025) kemarin ini, menjadi wujud nyata sinergi antar elemen masyarakat dalam membangun ketahanan keluarga berbasis nilai-nilai Islam, sekaligus mempererat ukhuwah di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. 
 
BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/2025/05/gerakan-keluarga-maslahat-menggema-di.html

PAI KUA Pengadegan, Munas Afifi dan Ahmad Afandi yang mengisi acara tersebut menceritakan bahwa kegiatan GKM dihadiri lebih dari 50 ibu-ibu dari Pimpinan Anak Ranting (PAR) Muslimat dan Fatayat NU Desa Larangan Pengadegan. 

Suasana acara GKM dengan ibu-ibu Pimpinan Anak Ranting (PAR) Muslimat dan Fatayat NU Desa Larangan, Pengadegan, Jumat (2/5/2025) (Foto: Ahmad Afandi)

Munas Afifi mengatakan bahwa GKM bertujuan untuk mewujudkan keluarga sakinah yang fokus pada pencegahan masalah-masalah sosial dalam keluarga, seperti perceraian, pernikahan usia anak, hingga stunting.

Disampaikan materi tentang ciri-ciri Keluarga Maslahat, seperti adanya pasangan suami istri yang sah dan memiliki sifat saleh dan salihah, anak-anak yang sehat, berakhlak mulia dan sehat jasmani rohani. Dan adanya hubungan harmonis dalam keluarga dan masyarakat, serta kondisi ekonomi keluarga yang cukup.

Ahmad Afandi saat kepenyuluhan menjelaskan pula tentang lima pilar utama pembentuk keluarga sakinah, yaitu Zawaj (adanya pasangan suami-istri yang sah), janji kokoh (komitmen pernikahan yang kuat), mu’asyarah bil ma’ruf (perlakuan yang baik antar pasangan), musyawarah keluarga (komunikasi dan keputusan bersama), saling ridha (menerima dan mendukung satu sama lain).

Dia mengutip sebuah hadits.
اربع من سعادة المرء ان تكون زوجته صالحة. واولاده ابرارا. ورزقه في بلده. وخلطاءه صالحين
“Empat perkara termasuk kebahagiaan seseorang, mempunyai isteri yang solihah, putera puterinya solih solihah, rezekinya di daerahnya sendiri,pergaulannya dengan orang-orang solih,”

Gerakan Keluarga Maslahat berikutnya akan dilaksanakan di Desa Bedagas Kecamatan Pengadegan, dan mereka berharap kegiatan tersebut manfaat untuk mewujudkan Keluarga Maslahat atau keluarga sakinah.(*) 

Kontributor: Ahmad Afandi
Editor: Imam Edi Siswanto

Kamis, 28 Agustus 2025

Bimbingan Calon Pengantin KUA Pengadegan Digelar Secara Virtual

Gambar
PAI KUA Pengadegan, melakukan bimbingan secara virtual pada Pasangan calon pengantin, Anjasworo Pangestu dari Karanganyar, Jawa Tengah dan Efa Triana dari Pengadegan, Rabu, (27/8/2025) (Foto: Tangkapanlayar)

Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Pengadegan, melakukan bimbingan secara virtual pada pasangan calon pengantin, Anjasworo Pangestu asal Karanganyar, Jawa Tengah yang saat ini bekerja di Jakarta dan Efa Triana dari Desa Pasunggingan, Rabu, (27/8/2025) kemarin.

Kegiatan ini difasilitasi oleh PAI Pengadegan, Ahmad Afandi, dan Penghulu Muda KUA Pengadegan Faishal Nur Amin. 

Dielaskan oleh Afandi, peserta Bimwin mendapatkan materi cukup mendalam seputar fondasi membangun keluarga sakinah, tujuan pernikahan dalam Islam, kewajiban suami istri, kesehatan reproduksi, pola pengasuhan anak, serta fungsi dan peran keluarga dalam masyarakat.

"Tujuan pernikahan dalam Islam bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan biologis, namun juga untuk membangun kehidupan yang penuh kasih sayang, ketentraman, dan tanggung jawab, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadits," ucapnya kepada peserta Bimwin..

Ia berharap, pasangan calon pengantin dapat memasuki jenjang pernikahan dengan pemahaman yang matang, baik secara spiritual, emosional, maupun sosial, demi mewujudkan keluarga yang harmonis dan berkualitas.

Berikut ringkasan materi Bimwin yang disampaikan.

Tujuan Perkawinan dalam Islam

“وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ”

Artinya: “Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” QS. Ar-Rum: 21

1. Menjaga Fitrah dan Menyalurkan Naluri secara Halal
2. Menjaga Kesucian dan Kehormatan

“وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ ۝ إِلَّا عَلَىٰ أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ ۝ فَمَنِ ابْتَغَىٰ وَرَاءَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْعَادُونَ”

Artinya: “Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tidak tercela. Barang siapa mencari di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” 
QS. Al-Mu’minun: 5–7

3. Melanjutkan Keturunan
 
“وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَجَعَلَ لَكُم مِّنْ أَزْوَاجِكُم بَنِينَ وَحَفَدَةً”

Artinya: “Dan Allah menjadikan bagimu istri-istri dari jenismu sendiri, dan menjadikan bagimu dari istri-istrimu itu anak-anak dan cucu-cucu…” 
QS. An-Nahl: 72

4. Menciptakan Ketenangan dan Kebahagiaan

“الدُّنْيَا مَتَاعٌ، وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ”

Artinya: “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita (istri) yang salehah.”
(HR. Muslim, no. 1467)

5. Membangun Keluarga Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah

Kembali kepada QS. Ar-Rum: 21 “…agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang…”

Kemudian di akhiri dengan sebuah hadits

أَرْبَعٌ مِنْ سَعَادَةِ اْلمَرْءِ: Empat macam dari kebahagiaan manusia.
أَنْ تَكُوْنَ زَوْجَتُهُ صَالِحَةً: Istrinya salehah.
وَأَوْلاَدُهُ أَبْرَارًا: Anak-anaknya berbakti/saleh.
وَخُلَطَائُهُ صًالِحِيْنَ: Teman-temannya adalah orang-orang saleh (yang baik).
وَأَنْ يَكُوْنَ رِزْقُهُ فِى بَلَدِهِ: Dan rezekinya (mata pencahariannya) berada di negerinya sendiri.(*)
  
Kontributor: Afandi Akhmad
Editor : Imam Edi Siswanto 

Senin, 26 Januari 2026

PAI KUA Pengadegan Dorong Ibu-Ibu Aisyiyah Ranting Melung Semangat Mengaji di Usia Senja

PAI KUA Pengadegan, Jumanto, saat kegiatan pengajian rutin ibu-ibu Aisyiyah Ranting Melung yang di Balai Pertemuan Melung Larangan, Kecamatan Kejobong, Jumat (23/1/2026) lalu (Foto: Jumanto)

Purbalingga–Semangat menuntut ilmu dan kebersamaan tampak begitu kuat dalam kegiatan pengajian rutin ibu-ibu Aisyiyah Ranting Melung yang dilaksanakan setiap hari Jumat di Balai Pertemuan Melung Larangan, Kecamatan Kejobong, Jumat (23/1/2026). Meski sebagian besar peserta telah memasuki usia senja, antusiasme mereka untuk terus belajar dan memperdalam ilmu agama tidak pernah surut.

Pengajian kali ini menghadirkan dua narasumber inspiratif dari Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Pengadegan, Endon Sukriyati dan Jumanto, yang akrab disapa Kak Jumbo. Keduanya menyampaikan materi yang relevan dengan kebutuhan jamaah, disampaikan dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search?q=jumanto

PAI KUA Pengadegan, Endon Sukriyati, saat kegiatan pengajian rutin ibu-ibu Aisyiyah Ranting Melung yang di Balai Pertemuan Melung Larangan, Kecamatan Kejobong, Jumat (23/1/2026) lalu (Foto: Jumanto)

Menurut Jumanto, Endon Sukriyati menyampaikan tausiyah tentang amalan-amalan di bulan Rajab dan Sya’ban sebagai bekal spiritual dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Jamaah diajak mempersiapkan diri sejak dini, baik secara ibadah maupun mental, agar Ramadan dapat dijalani dengan lebih bermakna.

Sementara itu, Kak Jumbo membawakan materi bertema “Semangat Mengaji di Usia Senja”. Dalam penyampaiannya, ia memberikan motivasi kepada para peserta untuk tetap semangat belajar Al-Qur’an.

"Saya sampaikan juga, beberapa tips mendidik anak dan cucu di tengah tantangan era digital," ucapnya kepada para jamaah.

BACA:  https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/PENGADEGAN

Gaya penyampaian yang ekspresif, interaktif, dan penuh kehangatan membuat suasana pengajian terasa hidup dan penuh keakraban.

Kegiatan pengajian ditutup dengan doa bersama, memohon kepada Allah SWT agar anak dan cucu menjadi generasi yang sholeh, sholehah, serta ahli ibadah. Pengajian ini menjadi bukti bahwa semangat menuntut ilmu dan menebar kebaikan tidak mengenal batas usia, sekaligus menjadi sumber ketenangan dan kebahagiaan di masa senja.(*)

Kontributor: Jumanto (PAI KUA Pengadegan)
Editor: Imam Edi Siswanto

PAI KUA Pengadegan Jumanto, Tanamkan Karakter Mulia Sejak Dini di MIN 3 Purbalingga

PAI KUA Pengadegan, Jumanto, saat kegiatan Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Purbalingga, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Selasa (20/1/2026) lalu.  (Foto: Jumanto)

Purbalingga–Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Purbalingga, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, menggelar kegiatan Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada Selasa (20/1/2026) lalu. 

Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Karakter Mulia dengan Mengambil Hikmah Peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW” sebagai upaya menanamkan nilai-nilai keislaman dan akhlak mulia kepada peserta didik sejak usia dini. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/PENGADEGAN

Acara diawali dengan sambutan Kepala Madrasah MIN 3 Purbalingga, dilanjutkan sambutan dari H. Acmadi, S.Ag., M.Pd. Dalam sambutannya, disampaikan pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi peserta didik sebagai generasi penerus bangsa. Isra Mi’raj menjadi momentum reflektif untuk memperkuat karakter disiplin, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap ibadah. 

Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Purbalingga, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Selasa (20/1/2026) lalu.  (Foto: Jumanto)

Kegiatan ini menghadirkan Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Pengadegan
, Jumanto, S.Psi, yang dikenal sebagai pencerita inspiratif  dan akrab disapa Kak Jumbo. 

Dengan gaya penyampaian yang interaktif, komunikatif, dan penuh ekspresi, Kak Jumbo mengisahkan peristiwa Isra Mi’raj secara menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak. 

Suasana semakin hidup dengan adanya sesi tanya jawab serta pembagian hadiah bagi siswa yang mampu menjawab pertanyaan, sehingga menumbuhkan semangat belajar dan keberanian tampil.

Pada sesi penutup, seluruh siswa dan orang tua diajak untuk berdoa bersama dengan membaca Surat Ibrahim ayat 40, sebagai bentuk harapan dan doa agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang istiqamah dalam menjalankan ibadah salat.

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doa kami.”

Kegiatan Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW
 yang ikuti oleh siswa RA Diponegoro dan siswa MIN 3 Purbalingga, dewan guru, serta wali siswa RA Diponegoro ini, semakin semarak dengan penampilan bakat siswa MIN 3 Purbalingga yang menampilkan kreativitas dan potensi mereka di hadapan para hadirin.  ini berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh antusiasme. 

Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai disiplin, cinta kasih, serta kemandirian dapat tertanam dalam kehidupan sehari-hari peserta didik, baik di lingkungan madrasah maupun di tengah keluarga dan masyarakat.(*) 

Kontributor: Jumanto (PAI KUA Pengadegan)
Editor : Imam Edi Siswanto



Rabu, 30 Juli 2025

Cegah Bullying: Gema Braling dan Pepeling Ulama, Teguhkan Komitmen Madrasah Ramah Anak di MIMA NU Karangjoho

PAI KUA Pengadegan, Ahmad Afandi pada acara Gema Braling (Gerakan Madrasah Menangani Bullying) dan Pepeling Ulama (Penyuluh Peduli Bullying–Unit Layanan Penyuluh Agama) di MI Ma’arif NU Karangjoho, Rabu (30/7/2025)

Purbalingga-MI Ma’arif NU Karangjoho kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan penuh kasih melalui kegiatan Anti-Bullying bersama Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan AGama (KUA) Pengadegan, Rabu (30/7/2025).

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/Anti%20Bullying

Kegiatan sinergi yang dikemas dalam Gema Braling (Gerakan Madrasah Menangani Bullying) dan Pepeling Ulama (Penyuluh Peduli Bullying–Unit Layanan Penyuluh Agama) ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa madrasah tentang dampak buruk bullying serta menumbuhkan budaya saling menghargai di lingkungan sekolah.

Dalam sesi utama, PAI KUA Pengadegan, Ahmad Afandi menekankan pentingnya menanamkan nilai saling menghargai, empati, serta menolak segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun verbal. Menurutnya, suasana belajar yang positif hanya dapat tercipta jika seluruh warga madrasah menjaga lisan dan sikap.

Sementara itu, Munas Afifi mengangkat topik "Menumbuhkan Kasih Sayang dan Menghormati Orang Tua serta Guru", dengan pesan utama bahwa pribadi yang penuh cinta kasih tidak akan terlibat dalam tindakan perundungan. 

Ia mengajak para siswa untuk membentuk karakter mulia yang membawa kedamaian, baik di rumah maupun di madrasah.

Kepala MI Ma’arif NU Karangjoho, Aris Jatmiko, S.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada pihak KUA atas kerja sama dalam kegiatan ini. 

Ia menegaskan bahwa madrasah memiliki tanggung jawab moral dan spiritual untuk mendidik anak-anak agar bebas dari pengaruh bullying.

"Kami ingin menanamkan pada anak-anak sejak dini bahwa bullying bukanlah hal yang bisa ditoleransi. Dengan adanya sosialisasi ini, kami berharap siswa lebih memahami dampak buruk perundungan dan termotivasi untuk menjadi pelopor kebaikan," ucapnya.

Antusiasme peserta tampak jelas dalam sesi tanya jawab. Para siswa aktif berbagi pendapat, bahkan menceritakan pengalaman pribadi tentang bagaimana membangun persahabatan yang sehat dan saling mendukung.

Sebagai langkah lanjutan, MI Ma’arif NU Karangjoho berencana menjadikan sosialisasi anti-bullying sebagai agenda rutin tahunan. 

Harapannya, kegiatan ini mampu membentuk budaya madrasah yang positif, inklusif, dan penuh kasih, di mana setiap siswa merasa aman dan dihargai.

Kontributor: Ahmad Afandi (PAI KUA Pengadegan)
Editor: Imam Edi Siswanto

Rabu, 03 September 2025

Malam Hari, PAI KUA Pengadegan Gelar Bimwin Secara Virtual

PAI KUA Pengadegan Ahmad Afandi melakukan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) secara virtual pada Pasangan calon pengantin, Selasa (2/9/2025) kemarin malam (Foto: Afandi Ahmad

Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Pengadegan, Ahmad Afandi kembali melakukan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) secara virtual. Kali ini dengan pasangan calon pengantin, Salis Nur Hanafi dari Kemangkon dan Kariresa Winanti Timur dari Pasunggingan.

Menurutnya, kedua pasangan calon pengantin (catin) tersebut tidak bisa melakukan Bimwin pada waktu kerja, dikarenakan calon pengantin pria yang berprofesi sebagai anggota Polisi berada dalam tugas. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/2025/08/bimbingan-calon-pengantin-kua.html

“Keduanya sama-sama ada kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan, maka kami menyesuaikan jadwal catin untuk melakukan Bimwin secara virtual di malam hari,” katanya melalui chat watshapp kepada D’japri PD IPARI Purbalingga, Selasa (2/9/2025) malam.

Afandi menjelaskan pula, bahwa setiap pasangan catin wajib mengikuti Bimwin. Karenanya pelayanan tetap harus berjalan agar semua bisa berjalan lancar.

Pelayanan secara offline di KUA atau secara virtual untuk materi Bimwin sama saja yakni untuk mendapatkan materi yang cukup mendalam seputar fondasi membangun keluarga sakinah.

Dalam materinya Ia menjelaskan Tujuan pernikahan dalam Islam, kewajiban suami istri, kesehatan reproduksi, pola pengasuhan anak, serta fungsi dan peran keluarga dalam masyarakat.

"Tujuan pernikahan dalam Islam adalah untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah dan Rahmah, mandiri, tangguh dan berkualitas” ucapnya

Untuk itu, Ia berharap, pasangan calon pengantin dapat memasuki jenjang pernikahan dengan pemahaman yang komprehensif atau menyeluruh seputar perkawinan.(*)

Kontributor: Afandi Akhmad
Editor : Imam Edi Siswanto

Minggu, 02 Maret 2025

Pengertian Wakaf Oleh Ahmad Afandi

EDISI 02 : RAMADHAN 1446 H

Ilustrasi: Ikrar wakaf di Kecamatan Pengadegan pada Selasa 31 Desember 2024, (FOTO: Dok. Ahmad Afandi) 


Melansir dari ahmadafandimadura.blogspot.com, Ahmad Afandi, Penyuluh Agama Islam KUA Pengadegan, bahwa Secara bahasa wakaf berasal dari kata waqafa-yaqifu-waqfan yang berarti berhenti atau menahan.

Sementara menurut istilah (fikih), wakaf adalah menahan pokok harta benda wakaf dan menyalurkan manfaat atau hasilnya. (Tim Badan Wakaf Indonesia, Buku Pintar Wakaf, Jakarta, tanpa tahun terbit, halaman 6).

https://www.bwi.go.id/wp-content/uploads/2019/09/Undang-undang-No.-41-2004-Tentang-Wakaf.pdf 

Dalam Pasal 1 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 menyebutkan, wakaf adalah perbuatan hukum wakif untuk memisahkan dan/atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya guna keperluan ibadah dan/atau kesejahteraan umum menurut syariah.

Wakaf juga boleh menggunakan uang atau melalui uang. Hal ini berdasarkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang Wakaf Uang yang ditetapkan pada 11 Mei 2022 silam. MUI memutuskan lima poin terkait wakaf uang ini.

Pertama, wakaf uang adalah wakaf yang dilakukan seseorang, kelompok orang, lembaga atau badan hukum dalam bentuk uang tunai. 

Kedua, termasuk ke dalam pengertian uang adalah surat-surat berharga. 

Ketiga, wakaf uang hukumnya jawaz (boleh).

Keempat, wakaf uang hanya boleh disalurkan dan digunakan untuk hal-hal yang dibolehkan secara syar’i. 

Kelima, nilai pokok wakaf uang harus dijamin kelestariannya, tidak boleh dijual, dihibahkan, dan/atau diwariskan.

Penulis,

Ahmad Afandi, S.H. Penyuluh Agama KUA Pengadegan, Bidang Wakaf

Anggota Jurnalis Tim Efektif Media Sosial Penyuluh Agama Islam

Editor : Imam Edi Siswanto

Jumat, 20 Juni 2025

Penyuluh Agama Islam dan SMP N 2 Karangreja Gaungkan Anti Perundungan


Siswa-Siswi SMP Negeri 2 Karangreja saat mengikuti acara Sosialisasi Anti Perundungan oleh PAI KUA Karangreja di Aula SMP N 2 Karangreja, Senin, (17/6/2025) lalu. (Foto: Eva Lutfiati Khasanah)
 
Purbalingga-Dalam rangka menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari praktik perundungan, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Karangreja gelar Sosialisasi Anti Perundungan di Aula SMP Negeri 2 Karangreja pada Senin, 17 Juni 2025 lalu.

Kolaborasi antara SMPN 2 Karangreja dan PAI KUA Karangreja diacara tersebut menghadirkan narasumber PAI KUA Pengadegan Jumanto yang dikenal dengan Kak Jumbo.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search?q=karangreja

Dalam materinya Jumanto menjelaskan tentang perundungan dari berbagai sisi, termasuk dalam sudut pandang ajaran Islam.

Menurutnya, bahwa perundungan adalah perilaku menyakitkan yang terjadi secara berulang dan disengaja, baik secara fisik, verbal, emosional, maupun melalui media digital.

"Dampaknya tidak hanya pada korban, tapi juga pelaku dan lingkungan sekitar. Dampaknya bisa sangat panjang, mulai dari penurunan prestasi belajar, kecemasan, depresi, hingga trauma. Dan Islam mengajarkan kasih sayang dan saling menghormati, bukan menyakiti," jelasnya di hadapan para siswa kelas VII dan VIII beserta para guru pendamping.


PAI KUA Pengadegan saat menyampaikan materi kepenyuluhan bagi Siswa-Siswi SMP Negeri 2 Karangreja pada acara Sosialisasi Anti Perundungan oleh PAI KUA Karangreja di Aula SMP N 2 Karangreja, Senin, (17/6/2025) lalu. (Foto: Eva Lutfiati Khasanah)

Ia menjelaskan dalam prespektif agama yang menyentuh nilai kemanusiaan dan etika sosial, bahwa ajaran Islam sangat tegas melarang perbuatan yang merendahkan atau menyakiti sesama.

“Islam mengajarkan kita untuk saling menyayangi, menghormati, dan tidak saling menyakiti. Firman Allah dalam Al-Qur'an dan hadis Nabi Muhammad SAW jelas menekankan pentingnya menjaga lisan dan perbuatan agar tidak melukai perasaan orang lain. Setiap individu berhak mendapatkan perlakuan yang adil dan dihormati,” ucapnya.

Kegiatan ini semakin hidup dengan adanya sesi interaktif, di mana siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan bertanya. Diskusi berlangsung aktif dan penuh semangat, mencerminkan kepedulian siswa terhadap isu ini.

Selain itu, Ia juga membekali peserta dengan Tips dalam menghadapi perundungan, termasuk keberanian untuk melapor dan memberikan dukungan kepada korban.

Di akhir acara, para siswa dan guru menyatakan komitmennya untuk menolak segala bentuk perundungan dan menjaga suasana sekolah yang harmonis.

Guru Bahasa Inggris SMP N 2 Karangreja memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini.

"Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Penyuluh Agama Islam atas bimbingan dan pencerahannya. Kegiatan ini sangat relevan dan penting untuk membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia dan peduli terhadap sesama," ungkapnya.

Ia berharap kegiatan serupa terus dilakukan secara berkala. Dengan sosialisasi ini, diharapkan kesadaran kolektif akan pentingnya lingkungan sekolah yang aman, penuh empati dan kasih sayang, sehingga mendukung tumbuh kembang siswa secara optimal.

Kontributor : Eva Lutfiati Khasanah (PAI KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto

Selasa, 29 April 2025

PAI Kemenag Purbalingga Aktif Layani Masyarakat di MPP Purbalingga

PAI Kankemenag Purbalingga KUA Pengadegan Munas Afifi aktif melayani masyarakat, Senin (28/4/2025). (Foto: Munas Afifi)

Purbalingga – Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Purbalingga Imam Edi Siswanto dari KUA Kalimanah dan Rahyanto Dwi Nugroho dari KUA Bukateja aktif melayani masyarakat, Selasa (29/4/2025).

Melalui jadwal piket yang terstruktur dari Kemenag Purbalingga di Mal Pelayanan Publik (MPP) Purbalingga, para petugas secara aktif hadir memberikan berbagai layanan keagamaan kepada masyarakat.

Kehadiran Kemenag di MPP ini, menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang terintegrasi, efisien dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/2025/04/tiga-pesan-jaga-aqidah-silaturahim-dan.html

Setiap hari kerja, masyarakat dapat dengan mudah menjumpai petugas Kemenag di gerai MPP nomor 23 loket W. Mereka siap memberikan informasi dan konsultasi pengurusan dokumen terkait layanan keagamaan.

Beberapa layanan yang rutin diberikan antara lain informasi mengenai pendaftaran haji dan umrah, konsultasi pernikahan, informasi pendidikan keagamaan, hingga layanan terkait zakat, infaq dan wakaf.

“Kami melayani konsultasi haji, tamu dari Kecamatan Mrebet Ibu Anne” kata Munas Afifi PAI KUA Pengadegan yang bertugas pada Senin, (28/4/2025) kemarin.

Anne, mengaku mendapat pelayanan cukup baik dan memuaskan. ”Pelayanan sangat baik, membantu dan informasinya terbuka,” akunya dalam catatan buku kunjungan MPP Purbalingga loket 23 Kankemenag Purbalingga.

PAI Kankemenag Kabupaten Purbalingga KUA Kalimanah Imam Edi Siswanto dan KUA Bukateja Rahyanto Dwi Nugroho saat bertugas di MPP Purbalingga, Selasa (29/4/2025).

Kehadiran petugas yang ramah dan responsif ini disambut baik oleh masyarakat yang merasa terbantu dengan kemudahan akses layanan di satu lokasi. Info lanjut kunjungi Pelayanan Terpadu Satu Pintu Online (PTSP Online) https://ptsp.kemenagpurbalingga.id/.

Keterlibatan aktif petugas Kemenag di MPP merupakan upaya untuk mendekatkan diri dengan masyarakat dan meningkatkan kualitas pelayanan.

Hal ini juga menjadi sarana bagi para petugas untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat, memahami kebutuhan mereka, dan memberikan pelayanan yang lebih personal.

Sinergi antara Kemenag dan Pemerintah Daerah Kabupaten Purbalingga melalui MPP ini diharapkan dapat menjadi kontribusi positif bagi Pemerintah Daerah dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang keagamaan.

Keberadaan gerai pelayanan Kemenag di MPP Purbalingga bukan hanya sekadar memberikan kemudahan administratif, tetapi juga menjadi ruang interaksi yang positif antara masyarakat dan pemerintah.

Petugas Kemenag yang bertugas tidak hanya memberikan layanan formal, tetapi juga membuka diri untuk berdiskusi dan memberikan pemahaman terkait isu-isu keagamaan.

Kolaborasi ini, semakin memperkuat citra Kemenag sebagai lembaga yang dekat dengan masyarakat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Sebagai informasi, sekilas tentang MPP kabupaten Purbalingga bahwa MPP dirancang oleh KemenPANRB (Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) sebagai bagian dari perbaikan menyeluruh dan transformasi tata kelola pelayanan publik.

Menggabungkan berbagai jenis pelayanan pada satu tempat, penyederhaan dan prosedur serta integrasi pelayanan pada Mal Pelayanan Publik akan memudahkan akses masyarakat dalam mendapat berbagai jenis pelayanan, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada penyelenggara pelayanan publik. Informasi lanjut klik https://mpp.purbalinggakab.go.id/web.(*)

Kontributor: Imam Edi Siswanto

Jumat, 30 Januari 2026

PAI Kemenag Purbalingga, Lakukan Trauma Healing bagi Korban Banjir Desa Serang dan Sangkanayu

Penyuluh Agama Islam (PAI) Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Jumanto (Kak Jumbo) sekaligus anggota IPARI Purbalingga hadir memberikan trauma healing berbasis spiritual dan kemanusiaan kepada korban musibah banjir bandang, di Rumah Qur’an Iftitah Sambas, Desa Serang, Kamis (29/1/2026) kemarin.(Foto: Istimewa)

Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Jumanto (Kak Jumbo) sekaligus anggota IPARI Purbalingga yang tergabung dalam Tim Trauma Healing Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga hadir memberikan trauma healing berbasis spiritual dan kemanusiaan kepada korban musibah banjir bandang, di Rumah Qur’an Iftitah Sambas, Desa Serang, Kamis (29/1/2026) kemarin.

Jumanto menjelaskan bahwa, di tengah keterbatasan pengungsian warga terdampak banjir bandang, sebagai penyuluh agama, Ia memandu langsung sesi pendampingan psikososial dengan pendekatan yang hangat dan menyentuh.

“Saya mulai dengan dongeng reflektif berjudul “Cintai Ibuku, Cintai Bumiku”, yang mengajak anak-anak dan orang tua memahami musibah sebagai pengingat untuk kembali mencintai sesama dan menjaga alam sebagai amanah Allah SWT,” jelasnya. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/PENGADEGAN

Dengan bahasa sederhana, Kak Jumbo menanamkan nilai keimanan dan ekoteologi bahwa gunung, pepohonan, dan tanah bukan milik manusia, melainkan titipan Tuhan yang harus dirawat bersama.

Puluhan anak-anak dan dewasa mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian. Senyum mulai merekah di wajah anak-anak, sementara para orang tua tampak lebih tenang dan terbuka.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi relaksasi dan muhasabah, diawali istighfar dan doa bersama. Dalam renungannya, Jumanto menegaskan bahwa kehadiran penyuluh agama bukan hanya untuk menyampaikan ceramah, tetapi hadir mendampingi umat di saat paling rapuh, menguatkan batin, dan menumbuhkan harapan. 

Penyuluh Agama Islam (PAI) Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Jumanto (Kak Jumbo) foto bersama tim trauma healing berbasis dan korban musibah banjir bandang, di Rumah Qur’an Iftitah Sambas, Desa Serang, Kamis (29/1/2026) kemarin.(Foto: Istimewa)

Kata-kata yang disampaikan menggugah emosi para penyintas. Tangis haru pun pecah, diiringi pelukan dan doa bersama. Sejumlah warga mengaku merasa lebih ringan dan kuat setelah mengikuti pendampingan tersebut.

Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah (PD) Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Purbalingga, Khikam Aziz menekankan pentingnya peran aktif dan aya responsive PAI.

“Melalui peran aktif Penyuluh Agama Islam dan IPARI Purbalingga, kegiatan ini menjadi bukti bahwa dakwah dapat menjelma menjadi sentuhan kemanusiaan,” ucap Khikam Aziz.

Tidak hanya menguatkan iman, tetapi juga membantu memulihkan luka batin dan menanamkan kesadaran untuk bangkit bersama pascabencana, dalam semangat Kemenag Asri dan kepedulian ekologis.(*)

Kontributor: Khikam Aziz dan Jumanto
Editor: Imam Edi Siswanto

Purbalingga Carnival 2026, Kemenag Purbalingga Tampilkan Layanan dan Budaya

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga saat memberikan gunungan buah dan sayuran kepada Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif dan ...