
Menanam untuk Surga: Lingkungan Sehat, Amal Berlipat
Oleh: Imam Edi Siswanto
KHUTBAH
PERTAMA
اْلحَمْدُ لِلَّهِ
الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى
الدِّيْنِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيْدًا
أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلهَ
إِلاَّاللَّهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ
أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ:
فَيَا عِبَادَ اللَّهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ
بِتَقْوَى اللَّهِ وَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ:
يَآأَيُّهَا
الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا اتَّقُوْا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ
إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ،
وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ: اِتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ
تَمْحُهَا وَخَالِقِ
النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ.
Jama’ah
Jumat rahimakumullah,.
Kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah
memberikan kita berbagai macam nikmat, terutama nikmat iman, Islam, dan
kesempatan untuk hadir dalam majelis yang mulia ini.
Kita bershalawat serta mengucapkan
salam kepada Nabi besar Muhammad ﷺ, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh umat
beliau yang istiqamah di jalan Islam hingga hari kiamat.
Jama’ah Jumat rahimakumullah,
Islam
adalah agama yang sempurna, mencakup seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam
hal menjaga dan merawat lingkungan hidup.
Allah
Subhanahu wa Ta’ala telah menciptakan bumi ini sebagai tempat tinggal yang
penuh dengan keseimbangan. Bumi adalah amanah kita, menjaga lingkungan berarti
bukti ketaatan dan sebagai tanda Iman kita kepada Allah SWT.
Allah berfirman dalam surat
Ar-Rahman ayat 7-8:
اَلَّا تَطْغَوْا فِى الْمِيْزَانِ وَالسَّمَاۤءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيْزَانَۙ -
"Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan),
supaya kamu jangan merusak keseimbangan itu."
Ayat ini menegaskan bahwa kita
sebagai manusia dilarang merusak keseimbangan alam. Perusakan hutan, pencemaran
udara, dan pemborosan sumber daya alam adalah bentuk kerusakan yang sangat
bertentangan dengan nilai-nilai Islam.
Nabi Muhammad ﷺ juga mengajarkan
pentingnya menjaga alam. Beliau bersabda:
حَدَّثَنَا بَهْزٌ،
حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ زَيْدٍ قَالَ: سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ
مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنْ
قَامَتِ السَّاعَةُ وَبِيَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيلَةٌ، فَإِنْ اسْتَطَاعَ أَنْ لَا
يَقُومَ حَتَّى يَغْرِسَهَا فَلْيَفْعَلْ
“Saya mendengar Anas bin Malik
berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: Jika kiamat hendak
terjadi dan di tangan kalian ada biji tumbuhan, maka jika kalian sanggup
menanamnya sebelum benar-benar terjadi kiamat, lakukanlah”. (HR. Ahmad No. 12981).
Hadis ini menunjukkan bahwa
penghijauan dan menanam pohon adalah perbuatan yang sangat mulia, bahkan dalam
situasi yang tampak tidak lagi berguna.
Jama’ah yang dirahmati Allah,
Kita hari ini menyaksikan berbagai bencana alam: banjir, longsor, kekeringan,
dan suhu ekstrem. Ini semua sering kali merupakan akibat dari kerusakan
lingkungan yang dilakukan oleh tangan manusia sendiri. Allah telah mengingatkan
kita dalam surat Ar-Rum ayat 41:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."
Maka, mari kita renungkan: Sudahkah
kita menjaga lingkungan? Sudahkah kita menanam pohon atau malah menebang pohon
sembarangan? Sudahkah kita membuang sampah pada tempatnya?
Jama’ah Jumat yang dimuliakan Allah,
Sebagai umat Islam, mari kita wujudkan kepedulian terhadap lingkungan dengan langkah-langkah
nyata:
- Menanam pohon di sekitar rumah, kantor atau masjid,
- Mengurangi penggunaan plastik,
- Tidak membakar sampah sembarangan,
- Menjaga kebersihan sungai dan tempat umum,
- Mengajak keluarga dan anak-anak kita untuk mencintai
alam.
Semua ini adalah bagian dari amal
saleh yang akan dicatat sebagai pahala oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Rasulullah ﷺ bersabda:
عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ
اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا إِلاَّ كَانَ مَا
أُكِلَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةٌ وَمَا سُرِقَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةٌ وَلاَ يَرْزَؤُهُ
أَحَدٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةٌ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ
Artinya, “Dari sahabat Jabir ra, ia
berkata, Rasulullah saw bersabda, ‘Tiada seorang muslim yang menanam pohon
kecuali apa yang dimakan bernilai sedekah, apa yang dicuri juga bernilai
sedekah. Tiada pula seseorang yang mengurangi buah (dari pohon-)nya melainkan
akan bernilai sedekah bagi penanamnya sampai hari Kiamat,’” (Imam Zakiyuddin
Abdul Azhim Al-Mundziri, At-Targhib wat Tarhib minal Haditsisy Syarif, [Beirut,
Darul Fikr: 1998 M/1418 H], juz III, halaman 304).
Semoga kita termasuk orang-orang yang mencintai bumi ini sebagaimana Nabi kita
mengajarkannya.
بَارَكَ اللَّهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْآنِ
الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَيَاتِ وَذِكْرِ
الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتُهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ
الْعَلِيْمُ وَقُلْ رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ
KHUTBAH KE 2
اْلحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ،
أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلهَ إِلاَّاللَّهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وأَشْهَدُ أَنَّ
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ:
فَيَا عِبَادَ اللَّهِ أُوْصِيْكُمْ
وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ
الْكَرِيْمِ:
يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا اتَّقُوْا اللَّهَ حَقَّ
تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
اْلحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ
لِلْمُسْلِميْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ والْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ
قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ
فَيَاقَاضِيَ الْحَاجَاتِ.
اللَّهُمَّ إِنَّا
نَسْئَلُكَ عِلْمًا نَفِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً.
رَبَّنَا آتِنَا فِي
الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ
الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ
لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ