Tampilkan postingan dengan label SARYONO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SARYONO. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Juli 2026

KUA Karangreja Dampingi Nazhir dalam Sidang Tim Pemeriksaan Tanah Wakaf Desa Gondang oleh BPN Purbalingga, Ini Hasilnya

Tim dari BPN Purbalingga saat melakukan verifikasi data di hadapan Kepala Desa Gondang dan Nazhir di Aula Balai Desa Gondang, Rabu (22/7/2026). (Foto: saryono)


Purbalingga-Kantor Urusan Agama (KUA) Karangreja melalui Program Wis Teratasi (Wakaf Ikhlas Tertib Administrasi) kembali melaksanakan pendampingan kepada para nazhir dalam Sidang Tim dan Pemeriksaan Tanah Wakaf di Desa Gondang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Rabu (22/7/2026).

Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Karangreja, Saryono menceritakan, kegiatan tersebut dihadiri oleh Tim ATR/BPN Kabupaten Purbalingga, Pemerintah Desa Gondang, Nazhir Organisasi Nahdlatul Ulama, serta Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Karangreja sebagai bentuk sinergi lintas instansi dalam mendukung percepatan sertifikasi tanah wakaf.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGREJA

Sidang tim merupakan salah satu tahapan penting dalam proses penerbitan sertifikat tanah wakaf. Agenda pemeriksaan meliputi pencocokan hasil pengukuran, pemeriksaan kesesuaian tata ruang wilayah, penelusuran riwayat tanah, serta pengecekan lokasi terhadap bidang-bidang tanah wakaf yang diajukan. Seluruh tahapan dilakukan secara teliti guna memastikan kesesuaian antara data administrasi dengan kondisi riil di lapangan. 

Foto Bersama Petugas Tim ATR/BPN Kabupaten Purbalingga (baju putih) Pemerintah Desa, Nazhir dan Penyuluh Agama KUA Karangreja usai verifikasi berkas, Rabu (22/7/2026). (Foto: saryono)


Melalui Program Wis Teratasi, KUA Kecamatan Karangreja memberikan pendampingan kepada Nazhir Organisasi Nahdlatul Ulama mulai dari penyusunan berkas, pengajuan permohonan, pengukuran, hingga pelaksanaan sidang tim.

Kolaborasi antara ATR/BPN Kabupaten Purbalingga, Pemerintah Desa Gondang, Nazhir Organisasi Nahdlatul Ulama, dan KUA Kecamatan Karangreja diharapkan dapat mempercepat proses sertifikasi tanah wakaf sehingga seluruh aset wakaf memiliki perlindungan hukum yang kuat dan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan ibadah, pendidikan, sosial, dan kemaslahatan umat.(*)

Kontributor : Saryono (PAI KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto

Jumat, 10 Juli 2026

Peaceful Muharram 1448 H: ASN Kementerian Agama Kecamatan Karangreja Santuni Tujuh Anak Yatim

Peaceful Muharram 1448 Hijriah, Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama Kecamatan Karangreja menggelar kegiatan Santunan Anak Yatim Piatu di Masjid Besar Nurul Huda, Desa Karangreja, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Kamis (9/7/2026).(Foto: Saryono)

Purbalingga-Dalam rangka menyemarakkan Peaceful Muharram 1448 Hijriah, Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama Kecamatan Karangreja menggelar kegiatan Santunan Anak Yatim Piatu di Masjid Besar Nurul Huda, Desa Karangreja, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Kamis (9/7/2026).

Pada kesempatan tersebut, panitia menyerahkan santunan kepada tujuh anak yatim yang berasal dari berbagai desa di Kecamatan Karangreja, yaitu:
  1. Ainun Salsakila Ayunda (Desa Gondang)
  2. Dina Nur Afifah (Desa Gondang)
  3. Rizkia Humara Putri (Desa Serang)
  4. Yasmin Azka Mazaya (Desa Siwarak)
  5. Dian Muslihah Rahmawati (Desa Karangreja)
  6. Nandra (Desa Tlahab Lor)
  7. Almahira Zezan Syauqia (Desa Kutabawa)  

 

Susana acara kegiatan Santunan Anak Yatim Piatu di Masjid Besar Nurul Huda, Desa Karangreja, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Kamis (9/7/2026).(Foto: Saryono)

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh ASN Kementerian Agama Kecamatan Karangreja yang terdiri atas unsur KUA Kecamatan Karangreja, para kepala madrasah, guru madrasah, guru pendamping, serta tujuh anak yatim beserta pendampingnya. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Peaceful Muharram 1448 H yang dilaksanakan secara serentak di lingkungan Kementerian Agama. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGREJA

Sebelum pelaksanaan santunan di tingkat kecamatan, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti kegiatan Peaceful Muharram 1448 H yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga secara daring melalui Zoom. 

Setelah mengikuti rangkaian acara tersebut bersama-sama, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan santunan di Masjid Besar Nurul Huda.

Rangkaian kegiatan di tingkat Kecamatan Karangreja diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan dari Ketua Panitia Pelaksana, Abdul Ra'ub, doa bersama, dan diakhiri dengan penyerahan santunan kepada para penerima manfaat.

Dalam sambutannya, Abdul Ra'ub menyampaikan bahwa kegiatan Santunan Anak Yatim Piatu merupakan wujud nyata kepedulian keluarga besar ASN Kementerian Agama Kecamatan Karangreja terhadap anak-anak yatim, sekaligus implementasi semangat Peaceful Muharram 1448 H.

"Semoga santunan yang diberikan dapat membawa kebahagiaan dan manfaat bagi anak-anak yatim," ucapnya. 

Ia menyampaikan juga ucapan terima kasih kepada seluruh ASN Kementerian Agama Kecamatan Karangreja yang telah berpartisipasi dan bergotong royong sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik.(*)

Kontributor : Saryono (PAI KUA Karangreja)
Editor: Imam edi Siswanto



Rabu, 08 Juli 2026

WIS TERATASI KUA Karangreja: Tujuh Bidang Tanah Wakaf Desa Gondang Kini Bersertifikat

Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Purbalingga, Moch. Adcha (Kanan) saat menyerahkan 7 (tujuh) bidang sertifikat tanah wakaf kepada PAI KUA Karangreja, Saryono, Selasa (7/7/2026) kemarin. (Foto: Saryono)

Purbalingga-Sebanyak tujuh bidang tanah wakaf yang berada di Desa Gondang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, resmi memperoleh Sertifikat Tanah Wakaf melalui Program WIS TERATASI (Wakaf Ikhlas Tertib Administrasi) yang dilaksanakan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karangreja. Penyerahan sertifikat di Ruang Pelayanan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Purbalingga, Selasa (7/7/2026) kemarin.

Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Karangreja, Saryono, menuturkan bahwa Kepala BPN Kabupaten Purbalingga, Moch. Adcha, secara langsung menyerahkan tujuh sertifikat tanah wakaf kepadanya selaku Nazhir Wakaf Organisasi Kecamatan Karangreja.

 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGREJA 

 

Penerbitan tujuh sertifikat tersebut merupakan hasil kolaborasi antara KUA Kecamatan Karangreja, Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Purbalingga, Pemerintah Desa Gondang, para wakif, dan nazhir dalam mewujudkan tertib administrasi perwakafan. 

 

Program WIS TERATASI hadir sebagai inovasi pelayanan untuk mempercepat proses legalisasi tanah wakaf sehingga seluruh aset wakaf memiliki perlindungan hukum yang jelas.

 

Dalam prosesnya, KUA Kecamatan Karangreja melakukan pendampingan secara menyeluruh, mulai dari pendataan tanah wakaf, pemeriksaan dan kelengkapan dokumen administrasi, penyusunan Akta Ikrar Wakaf (AIW), penginputan data pada Sistem Informasi Wakaf (SIWAK), hingga pengajuan sertifikasi kepada Badan Pertanahan Nasional. 

 

Pendampingan tersebut dilakukan agar proses sertifikasi dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

Ia menyampaikan bahwa sertifikasi tanah wakaf merupakan langkah penting untuk menjaga amanah wakif sekaligus memberikan kepastian hukum terhadap aset yang telah diwakafkan. Menurutnya, tanah wakaf yang telah bersertifikat akan lebih terlindungi dari potensi sengketa maupun penyalahgunaan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat dalam jangka panjang.

 

"Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi para nazhir dan masyarakat untuk segera mensertifikatkan tanah wakaf lainnya, sehingga seluruh aset wakaf memiliki legalitas yang kuat dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi umat," harapnya.(*)


Kontributor : Saryono (PAI KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto

Jumat, 01 Mei 2026

Zahid Khasani: Remaja Saat Ini, Penentu Wajah Bangsa di Masa Mendatang

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga H. Zahid Khasani, (tengah), Kasi Bimas Islam sekaligus Ketua Panitia Moh. Nur Hidayat (dua dari Kanan), Kepala KUA Karangreja Abdul Ra’ub (dua dari Kiri), Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum Khoirur Rosid (Kanan), serta Khikam Aziz sebagai fasilitator BRUS (Kiri), pada acara Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) kembali digelar di MTs Ma’arif NU 15 Siwarak, Kecamatan Karangreja, Kamis (30/4/2026) kemarin. (Foto: Saryono) 

Purbalingga–Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga H. Zahid Khasani, menegaskan bahwa remaja saat ini merupakan penentu wajah bangsa di masa mendatang. 

Menurutnya, pembinaan generasi muda tidak cukup hanya melalui pendidikan formal, tetapi harus diimbangi dengan penguatan nilai keagamaan, akhlak, dan karakter. 

Demikian diungkapkan pada kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) kembali digelar di MTs Ma’arif NU 15 Siwarak, Kecamatan Karangreja, Kamis (30/4/2026) kemarin. 

Program ini diikuti oleh 59 peserta sebagai bagian dari upaya pembinaan generasi muda agar tumbuh menjadi remaja yang berkarakter, berakhlak, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGREJA 

Ia menyebut BRUS sebagai langkah strategis dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.

 Fasilitator BRUS, Khikam Aziz (Kanan berkopiah), saat mengisi acara Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) kembali digelar di MTs Ma’arif NU 15 Siwarak, Kecamatan Karangreja, Kamis (30/4/2026) kemarin. (Foto: Saryono) 


Ia juga memberikan motivasi kepada para peserta agar berani memiliki cita-cita tinggi dan memperjuangkannya dengan sungguh-sungguh. “Jangan pernah takut bercita-cita. Gantungkan cita-cita setinggi langit dan perjuangkan dengan sungguh-sungguh. Man jadda wa jadda, siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil,” pesannya.

Kegiatan tersebut dihadiri pula oleh Kasi Bimas Islam sekaligus Ketua Panitia Moh. Nur Hidayat, Kepala KUA Karangreja Abdul Ra’ub, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum Khoirur Rosid, serta Khikam Aziz sebagai fasilitator BRUS. 

Sementara itu, Moh. Nur Hidayat menjelaskan bahwa BRUS merupakan bentuk nyata perhatian Kementerian Agama dalam pembinaan generasi muda. Ia menekankan bahwa masa remaja adalah fase penting dalam pembentukan jati diri, sehingga membutuhkan pendampingan yang tepat agar tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan negatif.

“Melalui BRUS, kami ingin memberikan bekal kesiapan mental, sosial, dan spiritual kepada para remaja agar lebih siap menghadapi masa depan,” ucapnya.

Kegiatan diawali dengan doa yang dipimpin oleh Kepala KUA Karangreja Abdul Ra’ub, memohon kelancaran dan keberkahan seluruh rangkaian acara. Selanjutnya, Khoirur Rosid menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai BRUS sangat relevan dalam memperkuat pendidikan karakter siswa di madrasah.

Dalam sesi materi, Khikam Aziz menyampaikan tema “Konsep Remaja Islami”. Ia menjelaskan bahwa remaja Islami adalah mereka yang mampu menyeimbangkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual dengan berlandaskan nilai-nilai Islam. Menurutnya, karakter tersebut tidak hanya tampak dari penampilan, tetapi juga tercermin dalam sikap, pola pikir, dan pergaulan sehari-hari.

 Fasilitator BRUS, Khikam Aziz (tengah), foto bersama usai mengisi acara Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) kembali digelar di MTs Ma’arif NU 15 Siwarak, Kecamatan Karangreja, Kamis (30/4/2026) kemarin. (Foto: Saryono) 

“Remaja Islami adalah remaja yang cerdas, berakhlak, menjaga kehormatan diri, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman hidup,” ucapnya.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Para peserta aktif mengikuti sesi materi, diskusi interaktif, hingga refleksi bersama. Suasana hangat dan komunikatif terlihat dari semangat siswa dalam menyimak dan berpartisipasi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa MTs Ma’arif NU 15 Siwarak mampu tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan tangguh, serta siap membawa perubahan positif bagi masyarakat, bangsa, dan agama.(*)

Kontributor : Saryono (PAI KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto
 

Selasa, 28 April 2026

Siswa SMA N 1 Karangreja Saksikan Langsung Akad Nikah dan Pelajari Syarat Rukun Nikah

Siswa-siswi SMA Negeri 1 Karangreja  foto bersama Kepala KUA Karangreja, Abdul Ra’ub, usai mengikuti kegiatan pembelajaran luar kelas dengan mengikuti penyuluhan tentang syarat dan rukun nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Karangreja dan menyaksikan prosesi akad nikah di Ben Dina Hills Karangreja, Selasa (28/4/2026). (Foto: Saryono)

Purbalingga-Siswa-siswi SMA Negeri 1 Karangreja mengikuti kegiatan pembelajaran luar kelas dengan mengikuti penyuluhan tentang syarat dan rukun nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Karangreja dan menyaksikan prosesi akad nikah di Ben Dina Hills Karangreja serta, Selasa (28/4/2026).

Kegiatan ini merupakan pembelajaran kontekstual yang bertujuan memberikan pemahaman kepada para siswa tentang tata cara pelaksanaan akad nikah secara langsung, sekaligus mengenalkan syarat dan rukun nikah menurut syariat Islam dan ketentuan hukum negara.

Kegiatan diawali dengan menyaksikan langsung prosesi akad nikah di Ben Dina Hills Karangreja. Para siswa melihat secara langsung rangkaian pelaksanaan akad nikah mulai dari kehadiran calon mempelai, wali nikah, dua orang saksi, penghulu, hingga prosesi ijab kabul yang berlangsung khidmat. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGREJA 

Melalui pengamatan langsung tersebut, siswa memperoleh gambaran nyata tentang pelaksanaan akad nikah sesuai tuntunan agama.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan di KUA Karangreja dengan sesi penyuluhan mengenai syarat dan rukun nikah. Materi disampaikan oleh Kepala KUA Karangreja, Abdul Ra’ub, dan Penyuluh Agama Islam KUA Karangreja, Shofa Nailin Na’im. 

Penyuluh Agama Islam KUA Karangreja, Shofa Nailin Na'im saat sedang memberikan penyuluhan tentang Syarat dan Rukun Nikah, Selasa (28/4/2026). (Foto: Saryono)
Dalam penyuluhan tersebut, para siswa diberikan penjelasan mengenai rukun nikah yang meliputi calon suami, calon istri, wali nikah, dua orang saksi, dan ijab kabul sebagai unsur utama sahnya pernikahan dalam Islam.

Kepala KUA Karangreja, Abdul Ra’ub, menjelaskan bahwa pernikahan merupakan ibadah yang sakral dan harus dipahami dengan baik sejak dini. Menurutnya, generasi muda perlu dibekali pengetahuan yang benar agar kelak memahami bahwa pernikahan bukan sekadar seremoni, tetapi juga amanah dan tanggung jawab besar.

“Pernikahan bukan hanya menyatukan dua orang, tetapi juga menyatukan tanggung jawab dan amanah. Karena itu, anak-anak perlu memahami sejak dini bahwa pernikahan harus dipersiapkan dengan ilmu, kesiapan, dan kedewasaan,” ujar Abdul Ra’ub.

Ia juga menegaskan pentingnya pencatatan nikah di KUA agar pernikahan tidak hanya sah secara agama, tetapi juga memiliki kekuatan hukum secara negara.

Penyuluh Agama Islam KUA Karangreja, Shofa Nailin Na’im, menyampaikan bahwa kesiapan menikah tidak cukup hanya didasari perasaan, tetapi juga harus dibarengi kesiapan mental, spiritual, dan sosial.

“Menikah bukan hanya soal cinta, tetapi juga soal tanggung jawab, kedewasaan, dan kesiapan membangun keluarga yang harmonis. Karena itu, generasi muda harus menyiapkan diri dengan pendidikan dan akhlak yang baik,” jelas Shofa Nailin Na’im.

Sementara itu, guru Pendidikan Agama Islam SMA Negeri 1 Karangreja, Syifaul Mannan, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi metode pembelajaran yang efektif karena siswa dapat memahami materi fikih secara langsung melalui pengalaman nyata.

Kegiatan ini disambut antusias oleh para siswa karena memberikan pengalaman baru yang tidak hanya menambah wawasan keagamaan, tetapi juga menanamkan pemahaman tentang pentingnya mempersiapkan pernikahan secara matang.(*)

Kontributor : Saryono (PAI KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto

Rabu, 22 April 2026

Program WIS TERATASI Tembus 15 Bidang: Pengajuan Sertifikat Wakaf Desa Gondang Mulai Diverifikasi

Dari kanan, Penyuluh Agama Islam KUA Karangreja, Ngamali dan Saryono dan petugas ukur dari BPN dibdampingi perangkat desa, Nazhir di halaman Balai Desa Gondang foto bersama usai  pengukuran tanah wakaf, Selasa (21/4/2026) kemarin. (Foto: Saryono)

Purbalingga-Program WIS TERATASI (Wakaf Ikhlas Tertib Administrasi) KUA Kecamatan Karangreja kembali menunjukkan hasil. Sebanyak 15 bidang tanah wakaf milik organisasi keagamaan di Desa Gondang, Kecamatan Karangreja, mulai diproses pengajuan sertifikat wakaf melalui kegiatan verifikasi lapangan dan pengukuran, Selasa (21/4/2026) kemarin.

Kegiatan tersebut didampingi langsung oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Karangreja, Saryono, bersama Nazhir Organisasi, Ngamali, perangkat Desa Gondang, serta petugas pengukuran dari Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Purbalingga. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGREJA

Verifikasi dilakukan dengan mencocokkan data administrasi, mengecek batas-batas tanah, dan melakukan pengukuran di lapangan. Langkah ini dilakukan agar seluruh bidang tanah wakaf yang diajukan memiliki legalitas dan kepastian hukum.

Saryono menyampaikan bahwa Program WIS TERATASI bertujuan membantu nazhir dan masyarakat agar aset wakaf tertib administrasi dan terhindar dari potensi sengketa.

“Di Desa Gondang tahun ini terdapat 15 bidang tanah wakaf yang diajukan. Kami mendampingi sejak proses pendataan, pengumpulan berkas, hingga verifikasi lapangan agar pengajuan sertifikat berjalan lancar,” ujarnya.

Nazhir Organisasi, Ngamali, mengaku terbantu dengan adanya pendampingan dari KUA Kecamatan Karangreja. Menurutnya, proses sertifikasi wakaf menjadi lebih mudah dipahami dan diharapkan seluruh bidang segera memperoleh sertifikat.

Kepala Desa Gondang, Amin Musthofa, juga mendukung penuh program tersebut. Ia berharap seluruh tanah wakaf di Desa Gondang segera memiliki sertifikat agar legalitasnya jelas dan manfaatnya terus dirasakan masyarakat.(*) 

Kontributor : Saryono (PAI KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto

Kamis, 09 April 2026

Penyuluh Agama Islam KUA Karangreja Tegaskan Nasioanalisme sebagai Syarat Izin Operasional TPQ Nurul Fattah Siwarak

PAI KUA Karangreja saat menyampaikan materi Nasionalisme kepada Dewan Asatid TPQ Nurul Fattah Siwarak di Ruang Kelas TPQ, Kamis (9/4/2026). (Foto: Saryono)

Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Karangreja, Saryono, Ngamali, dan Shofa Nailin Na’im dalam pendampingan lanjutan pengajuan izin operasional Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Nurul Fattah Siwarak menekankan menyatakan loyalitas terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai syarat utama dalam penerbitan izin operasional, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan lembaga pendidikan keagamaan nonformal oleh penyuluh agama Islam. 
 
BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGREJA

Kegiatan ini bertujuan untuk membantu pengelola TPQ dalam melengkapi persyaratan administrasi sekaligus memastikan terpenuhinya komitmen ideologis sebagai dasar dalam pengajuan izin operasional.
 
Mereka menegaskan bahwa TPQ tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter generasi yang berakhlak dan berwawasan kebangsaan.

Pendampingan lanjutan ini dihadiri oleh penyuluh agama Islam dari KUA Karangreja yaitu Saryono, Ngamali, dan Shofa Nailin Na’im, serta diikuti oleh seluruh dewan asatidz TPQ Nurul Fattah Siwarak yang tampak antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan.

Menurut Saryono dalam arahannya bahwa, Komitmen terhadap Pancasila, UUD 1945, dan NKRI bukan hanya formalitas administrasi, tetapi menjadi landasan utama dalam mendidik santri agar memiliki sikap moderat, toleran, dan cinta tanah air.

“TPQ harus mampu mengajarkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin serta menjadi garda terdepan dalam mencegah masuknya paham radikalisme.” Tegasnya.

Selain itu, para pengelola TPQ juga menyatakan kesanggupan untuk mengimplementasikan nilai-nilai Islam yang damai dan inklusif dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan dewan asatidz, Ustadz Manto, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan oleh penyuluh.

“Kami sangat berterima kasih atas bimbingan dan pendampingan dari KUA Karangreja. Kami berharap pendampingan ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar proses perizinan berjalan lancar dan TPQ kami semakin berkembang,” ungkapnya.

Pendampingan dilakukan secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, serta pengecekan langsung kelengkapan berkas yang diperlukan. Para peserta juga diberikan kesempatan untuk berkonsultasi terkait kendala yang dihadapi dalam proses pengajuan izin operasional.(*)

Kontributor : Saryono (PAI KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto

Rabu, 08 April 2026

PD IPARI Purbalingga: Dari Halal Bihalal Hingga Porseni Tingkat Karesidenan Banyumas Mei 2026

Penampilan kolaborasi Group Hadroh Al Fiyar dan iringan orgen tunggal Arin Hidayat pada acara Halal Bihalal PD IPARI Purbalingga di Hasa Hall d’Pari Resto, Perumahan Grand Faza Babakan, Slatri, Kecamatan Kalimanah, Rabu (8/4/2026).(Foto: Saryono)

Purbalingga-Semangat kebersamaan dan kehangatan terasa kental dalam kegiatan Halal Bihalal Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Purbalingga di Hasa Hall d’Pari Resto, Perumahan Grand Faza Babakan, Slatri, Kecamatan Kalimanah, Rabu (8/4/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para penyuluh agama Islam untuk mempererat silaturahmi pasca Hari Raya Idulfitri sekaligus memperkuat soliditas dalam menjalankan tugas pembinaan keagamaan di tengah masyarakat.

Suasana religius langsung terasa sejak awal acara melalui penampilan kolaborasi Group Hadroh Al Fiyar bersama pengiring musik Arin Hidayat. Lantunan shalawat yang menggema menghadirkan nuansa syahdu sekaligus membangun semangat kebersamaan di antara para peserta. 

Sosialisasi e-PA (Elektronik Penyuluh Agama) Islam oleh Staf Bimas Islam, Rokhani, pada acara Halal Bihalal PD IPARI Purbalingga di Hasa Hall d’Pari Resto, Perumahan Grand Faza Babakan, Slatri, Kecamatan Kalimanah, Rabu (8/4/2026).(Foto: Saryono)

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh M. Miftahul Fikri yang menambah kekhidmatan, disusul doa oleh Umar Abdul Fattah yang memohon keberkahan dan kelancaran seluruh rangkaian acara.

Ketua Panitia Pelaksana, Arin Hidayat, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi tradisi tahunan, melainkan juga sebagai sarana memperkuat ukhuwah dan meningkatkan sinergi antar penyuluh agama.

Hal senada disampaikan oleh Ketua PD IPARI Kabupaten Purbalingga, Khikam Aziz, saat membuka acara secara resmi. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersamaan serta meningkatkan profesionalitas penyuluh agama sebagai garda terdepan dalam membina umat. 

Pengasuh Pondok Pesantren Muftahussholihin Banjarnegara, KH. Zahid Khasani, saat menyampaikan tausiyah pada acara Halal Bihalal PD IPARI Purbalingga di Hasa Hall d’Pari Resto, Perumahan Grand Faza Babakan, Slatri, Kecamatan Kalimanah, Rabu (8/4/2026).(Foto: Saryono)

“Melalui kebersamaan ini, kita perkuat komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan juga diisi dengan sosialisasi e-PA (Elektronik Penyuluh Agama) Islam oleh Staf Bimas Islam, Rokhani, yang menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pelaporan kinerja guna mendukung transparansi dan akuntabilitas.

Puncak acara diisi dengan tausiyah oleh KH. Zahid Khasani, Pengasuh Pondok Pesantren Muftahussholihin Banjarnegara.

Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa “puncak akal setelah iman adalah kemampuan seseorang dalam menyebarkan kasih sayang,” yang menjadi refleksi penting bagi para penyuluh untuk mengedepankan pendekatan humanis dalam berdakwah. 

Sekretaris PD IPARI Kabupaten Purbalingga, Edi Rujito, saat memimpin rapat koordinasi PD IPARI Purbalingga usai acara Halal Bihalal PD IPARI Purbalingga di Hasa Hall d’Pari Resto, Perumahan Grand Faza Babakan, Slatri, Kecamatan Kalimanah, Rabu (8/4/2026).(Foto: Saryono)

Sebagai penutup, dilaksanakan rapat koordinasi yang dipimpin oleh Sekretaris PD IPARI Kabupaten Purbalingga, Edi Rujito, dengan agenda penyampaian hasil Rapat Kerja PD IPARI serta persiapan pelaksanaan Porseni tingkat Karesidenan Banyumas yang direncanakan berlangsung pada bulan Mei mendatang. Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah yang semakin mempererat hubungan kekeluargaan antar peserta.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para penyuluh agama semakin solid dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam membina umat serta menyebarkan nilai-nilai keagamaan yang menyejukkan di tengah masyarakat.(*) 

Kontributor: Saryono (PAI KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto

Tiga Kunci Akhlak Mulia: Pesan KH. Zahid Khasani untuk Penyuluh Agama

Pengasuh Pondok Pesantren Miftahussholihin Sigaluh Banjarnegara, KH. Zahid Khasani, S.Pd.I, saat menyampaikan tausiyah himah silaturahmi Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI)  Purbalingga di D’Pari Resto, Rabu (8/4/2026) (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Pengasuh Pondok Pesantren Miftahussholihin Sigaluh Banjarnegara, KH. Zahid Khasani, S.Pd.I, menyampaikan pesan inspiratif tentang pentingnya akhlak mulia dalam kehidupan sosial saat mengisi tausiyah hikmah Halal bihalal Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Purbalingga di d’Pari Resto, Rabu (8/4/2026)

Kegiatan tersebut, menjadi momentum mempererat silaturahmi pasca-Lebaran sekaligus penguatan nilai-nilai dakwah bagi para penyuluh agama.

Dalam tausiyahnya, KH. Zahid Khasani menegaskan bahwa akhlak mulia merupakan inti ajaran Islam yang harus tercermin dalam interaksi sosial sehari-hari. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/2026/04/jaga-silaturahmi-dan-terus-bergerak.html 

Ia menyampaikan bahwa terdapat tiga indikator utama manusia berakhlak mulia sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW, yang jika diamalkan akan mengantarkan seseorang pada kemuliaan di sisi Allah SWT. 

Ia mengutip hadist, 

رَØ£ْسُ الْعَÙ‚ْÙ„ِ بَعْدَ الْØ¥ِيمَانِ بِاللَّÙ‡ِ عَزَّ ÙˆَجَÙ„َّ Ù…ُدَارَاةُ النَّاس

"Puncak kecerdasan setelah iman kepada Allah 'Azza wa Jalla adalah bermudarah (bersikap ramah/menjalin hubungan baik) dengan manusia." (HR. Baihaqi).


Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Al-Baihaqi ini menegaskan bahwa setelah keimanan kepada Allah SWT, inti dari kecerdasan manusia terletak pada kemampuan mudarah, yakni bersikap bijak, ramah, dan mampu menjalin hubungan baik dengan sesama.

Dalam konteks Halal Bihalal PD IPARI Purbalingga, pesan ini menjadi sangat relevan sebagai fondasi membangun harmoni antar penyuluh agama Islam. 

Ia menegaskan bahwa kecerdasan sosial tersebut bukan sekadar etika, melainkan bagian dari implementasi nyata keimanan dalam kehidupan sehari-hari.

Indikator pertama adalah kemampuan untuk memaafkan orang yang menzalimi. Menurutnya, memberi maaf kepada orang yang berbuat jahat atau menyakiti merupakan bentuk kelapangan hati yang tinggi. Sikap ini melatih pengendalian emosi sekaligus membersihkan hati dari dendam.

Kedua, tetap memberi kepada orang yang pelit. KH. Zahid menjelaskan bahwa membalas sikap kikir dengan kebaikan merupakan wujud akhlak yang luhur. Tindakan ini tidak hanya memutus rantai keburukan, tetapi juga menumbuhkan nilai keikhlasan dalam berbagi.

Ketiga, menyambung silaturahmi kepada orang yang memutuskan hubungan. Ia menekankan pentingnya menjaga hubungan sosial, bahkan dengan mereka yang menjauh atau mengabaikan. Menjalin kembali silaturahmi menjadi langkah menjaga persatuan dan memperkuat ukhuwah di tengah masyarakat.

Melalui pesan tersebut, KH. Zahid Khasani berharap para penyuluh agama di Kabupaten Purbalingga mampu mengamalkan ketiga indikator akhlak mulia tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya sebagai penyampai dakwah, penyuluh juga diharapkan menjadi teladan (role model) yang mampu memberikan layanan terbaik dan membawa nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.(*)

Kontributor: Fitriana Pusporin, Saryono, Zamroni Irham
Editor: Imam Edi Siswanto

Selasa, 31 Maret 2026

PAI KUA Karangreja Dampingi TPQ dan MDT Nurul Fattah Siwarak Ajukan Izin Operasional

Tampak dari depan gedung TPQ dan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Nurul Fattah Desa Siwarak, Karangreja, Selasa (31/3/2026). (Foto: Saryono)
Purbalingga-Komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan terus ditunjukkan oleh KUA Karangreja melalui peran aktif Penyuluh Agama Islam (PAI). Salah satunya dengan memberikan pendampingan kepada TPQ dan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Nurul Fattah Desa Siwarak dalam proses konsultasi pengajuan izin operasional, Selasa (31/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di kantor TPQ dan MDT Nurul Fattah tersebut berjalan dengan suasana hangat dan komunikatif. Para dewan asatidz tampak antusias mengikuti jalannya konsultasi, aktif berdiskusi, serta menggali berbagai informasi terkait persyaratan dan kesiapan lembaga. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGREJA

Dalam pendampingan tersebut, PAI KUA Karangreja, Saryono, memaparkan sejumlah aspek penting yang harus dipenuhi, mulai dari kelengkapan administrasi, struktur organisasi, kurikulum pembelajaran, hingga kesiapan sarana dan prasarana. 

Ia menegaskan bahwa izin operasional bukan sekadar formalitas, melainkan awal dari tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas pendidikan dan ketertiban administrasi.

Selain itu, Saryono juga menyoroti pentingnya kesiapan sumber daya manusia, termasuk keberadaan operator lembaga di era digital. Menurutnya, hampir seluruh layanan kini berbasis elektronik sehingga lembaga harus mampu beradaptasi dalam pengelolaan data dan pelaporan secara online. 

Ia juga mengingatkan agar pengelola tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan sebelum benar-benar siap. 

juga menegaskan bahwa lembaga yang telah memiliki izin operasional harus siap terlibat aktif dalam berbagai kegiatan, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten, serta mengikuti pembinaan melalui BADKO LPQ.

PAI KUA Karangreja, Saryono (kanan)saat di TPQ dan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Nurul Fattah Desa Siwarak, Karangreja, Selasa (31/3/2026). (Foto: Saryono)
Sementara itu, perwakilan dewan asatidz, Ustadz Amin, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan. Ia mengaku kegiatan ini memberikan pemahaman yang lebih jelas sebagai bekal dalam mempersiapkan lembaga ke depan. 

“Kami sangat berterima kasih atas bimbingan yang diberikan. Ini menjadi bekal bagi kami untuk mempersiapkan lembaga agar lebih siap ke depannya, ” ungkapnya.

Di akhir kegiatan, pihak TPQ dan MDT Nurul Fattah sepakat untuk menggelar musyawarah internal guna menentukan langkah terbaik terkait pengajuan izin operasional.

Melalui pendampingan ini, KUA Karangreja menegaskan perannya sebagai mitra strategis dalam penguatan lembaga pendidikan keagamaan, tidak hanya dalam aspek administratif, tetapi juga dalam peningkatan kualitas dan kesiapan kelembagaan secara menyeluruh.(*)

Kontributor : Saryono (Penyuluh Agama Islam KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto
 

Pujianto dan MA Zaenal Abidin: Silaturahmi Menguat, Kedamaian Rumah Menjadi Fondasi Masyarakat

PAI Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Pujianto dan Moh Agus Zaenal Abidin, dalam program Lentera Hati yang disiarkan melalui LPPL Gem...