![]() |
| PAI KUA Pengadegan, Jumanto, saat kegiatan pengajian rutin ibu-ibu Aisyiyah Ranting Melung yang di Balai Pertemuan Melung Larangan, Kecamatan Kejobong, Jumat (23/1/2026) lalu (Foto: Jumanto) |
Purbalingga–Semangat menuntut ilmu dan kebersamaan tampak begitu kuat dalam kegiatan pengajian rutin ibu-ibu Aisyiyah Ranting Melung yang dilaksanakan setiap hari Jumat di Balai Pertemuan Melung Larangan, Kecamatan Kejobong, Jumat (23/1/2026). Meski sebagian besar peserta telah memasuki usia senja, antusiasme mereka untuk terus belajar dan memperdalam ilmu agama tidak pernah surut.
Pengajian kali ini menghadirkan dua narasumber inspiratif dari Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Pengadegan, Endon Sukriyati dan Jumanto, yang akrab disapa Kak Jumbo. Keduanya menyampaikan materi yang relevan dengan kebutuhan jamaah, disampaikan dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami.
BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search?q=jumanto
![]() |
| PAI KUA Pengadegan, Endon Sukriyati, saat kegiatan pengajian rutin ibu-ibu Aisyiyah Ranting Melung yang di Balai Pertemuan Melung Larangan, Kecamatan Kejobong, Jumat (23/1/2026) lalu (Foto: Jumanto) |
Menurut Jumanto, Endon Sukriyati menyampaikan tausiyah tentang amalan-amalan di bulan Rajab dan Sya’ban sebagai bekal spiritual dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Jamaah diajak mempersiapkan diri sejak dini, baik secara ibadah maupun mental, agar Ramadan dapat dijalani dengan lebih bermakna.
Sementara itu, Kak Jumbo membawakan materi bertema “Semangat Mengaji di Usia Senja”. Dalam penyampaiannya, ia memberikan motivasi kepada para peserta untuk tetap semangat belajar Al-Qur’an.
"Saya sampaikan juga, beberapa tips mendidik anak dan cucu di tengah tantangan era digital," ucapnya kepada para jamaah.
BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/PENGADEGAN
Gaya penyampaian yang ekspresif, interaktif, dan penuh kehangatan membuat suasana pengajian terasa hidup dan penuh keakraban.
Kegiatan pengajian ditutup dengan doa bersama, memohon kepada Allah SWT agar anak dan cucu menjadi generasi yang sholeh, sholehah, serta ahli ibadah. Pengajian ini menjadi bukti bahwa semangat menuntut ilmu dan menebar kebaikan tidak mengenal batas usia, sekaligus menjadi sumber ketenangan dan kebahagiaan di masa senja.(*)
Editor: Imam Edi Siswanto


Tidak ada komentar:
Posting Komentar