Tampilkan postingan dengan label NIA MELAWATI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NIA MELAWATI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Oktober 2026

Nia Melawati: Islam KTP atau Islam Sejati?

Nia Melawati, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, saat siaran radioa dalam program Lentera Hati yang disiarkan melalui LPPL Gema Soedirman 96,3 FM, pekan lalu. (Foto: Nia M) 

Islam KTP atau Islam Sejati?
(Menghidupkan Iman dalam Akidah, Ibadah, dan Akhlak)
Oleh: Nia Melawati
Editor: Imam Edi Siswanto


PURBALINGGA – Nikmat terbesar yang patut disyukuri seorang Muslim bukan hanya harta, kesehatan, jabatan, maupun berbagai kenikmatan dunia, tetapi juga nikmat iman dan Islam. Sebab, iman dan Islam menjadi landasan dalam menjalani kehidupan agar setiap nikmat, ujian, amanah, dan kesalahan dapat disikapi sesuai tuntunan Allah SWT.

Demikian disampaikan Nia Melawati, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, pekan kemarin dalam program Lentera Hati yang disiarkan melalui LPPL Gema Soedirman 96,3 FM. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search?q=siaran+radio 

Nia mengangkat tema “Islam KTP atau Islam Sejati”, sebagai bahan refleksi agar umat Islam tidak berhenti pada identitas, tetapi menghadirkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, iman memberikan keyakinan bahwa kehidupan memiliki tujuan dan setiap amal akan mendapatkan balasan dari Allah SWT. Sementara Islam memberikan pedoman dalam membangun hubungan dengan Allah, sesama manusia, maupun seluruh makhluk ciptaan-Nya.

Kekayaan, jabatan, ilmu, dan kesehatan memang merupakan nikmat yang patut disyukuri. Namun, semua itu belum tentu menghadirkan ketenangan dan keselamatan hakiki apabila tidak dibarengi iman. 

Sebaliknya, iman dan Islam mengajarkan seorang Muslim untuk bersyukur ketika mendapatkan nikmat, bersabar ketika menghadapi ujian, bertanggung jawab ketika menerima amanah, serta segera bertaubat ketika melakukan kesalahan.

Islam Bukan Sekadar Identitas
PAI yang bertugas di KUA Kertanegara ini, mengajak pendengar untuk merenungkan satu pertanyaan penting: Apakah menjadi Muslim cukup hanya dengan memiliki identitas sebagai seorang Islam?

Jawabannya tentu tidak. Islam bukan hanya identitas, tetapi harus menjadi nilai yang hidup dalam diri dan tercermin dalam perilaku.

Identitas menunjukkan siapa seseorang, sedangkan penghayatan terhadap Islam menunjukkan bagaimana nilai-nilai agama benar-benar diyakini dan diamalkan. Karena itu, seorang Muslim tidak cukup hanya mengaku beriman, tetapi perlu membuktikan keimanannya melalui keyakinan, ibadah, akhlak, dan perilaku sosial.

Iman harus hidup dalam akidah, yaitu keyakinan yang kokoh kepada Allah SWT. Islam harus diwujudkan dalam syariah, melalui ketaatan terhadap aturan dan tuntunan agama. 

Sementara itu, keimanan dan ketaatan tersebut harus tercermin dalam akhlak, baik dalam hubungan dengan keluarga, masyarakat maupun lingkungan.
Menjadikan Islam Pedoman Hidup

Tema “Islam KTP atau Islam Sejati” pada akhirnya bukan untuk memberikan label kepada seseorang, melainkan menjadi cermin untuk melakukan introspeksi diri. Setiap Muslim perlu bertanya kepada dirinya sendiri: sejauh mana Islam telah memengaruhi cara berpikir, berbicara, beribadah, bekerja, bermuamalah, dan memperlakukan orang lain?

Menjaga nikmat iman dan Islam berarti terus belajar, memperbaiki ibadah, memperkuat akidah, memperindah akhlak, serta berusaha menghadirkan nilai-nilai Islam dalam setiap aktivitas kehidupan.

Dengan demikian, Islam tidak berhenti sebagai identitas yang tertulis dalam administrasi, tetapi menjadi pedoman hidup yang nyata. Seorang Muslim diharapkan mampu menjadi pribadi yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, memiliki kehidupan yang terarah, serta memberikan manfaat bagi sesama.

Melalui materi tersebut, Nia Melawati mengajak masyarakat untuk senantiasa mensyukuri nikmat iman dan Islam dengan cara menjaganya, mengamalkannya, dan menghadirkannya dalam kehidupan sehari-hari. 

Sebab, menjadi Muslim bukan sekadar tentang siapa kita menurut identitas, tetapi tentang bagaimana nilai Islam benar-benar hidup dalam diri dan terpancar melalui amal serta akhlak.

Siaran radio tersebut dapat diakses melalui https://jogjastreamers.com/mobile/detail.php?radio=98 pada pukul 05.30 WIB dan Ba'da Adzan Maghrib setiap hari.(*) 

Jumat, 01 Mei 2026

BRUS SMK Ma’arif NU Bobotsari Cetak Remaja Berakhlak dan Siap Songsong Masa Depan Cerah

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga H. Zahid Khasani, (nomor tiga dari Kiri), foto bersama usai acara Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di MTs SMK Ma’arif NU Bobotsari, Kamis (30/4/2026) kemarin. (Foto: Asih Nur Utami) 

Purbalingga–Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) kembali digelar sebagai upaya pembinaan karakter generasi muda. Kali ini, kegiatan berlangsung di SMK Ma’arif NU Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, Kamis (30/4/2026), dengan mengusung tema “Remaja Berakhlak, Generasi Berkualitas, Cerdas dan Masa Depan Cerah.”

Kegiatan ini diikuti oleh 57 peserta yang terdiri dari 37 siswa perempuan dan 20 siswa laki-laki. Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga H. Zahid Khasani, jajaran Seksi Bimbingan Masyarakat Islam beserta tim, Kepala KUA Kecamatan Bobotsari, Kepala SMK Ma’arif NU Bobotsari, fasilitator BRUS, serta para Penyuluh Agama Islam KUA Bobotsari.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/BOBOTSARI 

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan pembukaan oleh MC Nur Asih Utami dan pembacaan doa oleh Penyuluh Agama Islam, Ustadz Rikin. 

Selanjutnya, laporan kegiatan disampaikan oleh Kasi Bimas Islam, Moh Nur Hidayat, yang menjelaskan bahwa BRUS bertujuan membentuk remaja berakhlak mulia, memiliki kecerdasan emosional, serta kesiapan menghadapi tantangan masa depan.

Fasilitator BRUS Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Nia Melawati, saat mengisi acara Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di MTs SMK Ma’arif NU Bobotsari, Kamis (30/4/2026) kemarin. (Foto: Asih Nur Utami) 

Sambutan dari pihak sekolah disampaikan oleh Arif Romadhon yang mewakili Kepala SMK Ma’arif NU Bobotsari. Ia mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini sebagai bentuk sinergi dalam membangun karakter siswa yang berakhlak dan berkualitas.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani, dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan secara resmi, menekankan pentingnya membentuk remaja yang sehat secara fisik dan mental. Menurutnya, remaja yang baik ditandai dengan akhlak mulia, kemampuan mengendalikan diri, aktif dalam kegiatan positif, serta semangat dalam menuntut ilmu.

Ia juga menjelaskan ciri-ciri orang hebat, yakni memiliki integritas, tanggung jawab, serta mampu memberikan manfaat bagi orang lain. Selain itu, pola pikir berkembang (growth mindset), disiplin dalam mengelola waktu, serta semangat belajar yang tinggi menjadi kunci dalam meraih kesuksesan.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh fasilitator BRUS Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Nia Melawati. Materi disampaikan secara interaktif, sehingga peserta lebih mudah memahami pentingnya menjadi remaja yang berakhlak, cerdas, serta memiliki visi masa depan yang jelas.

Melalui kegiatan BRUS ini, diharapkan para siswa mampu mengimplementasikan nilai-nilai yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tumbuh menjadi generasi yang berkualitas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi masa depan dengan penuh optimisme.(*)

Kontributor: Nur Asih Utami (PAI KUA Bobotsari)
Editor: Imam Edi Siswanto

Jumat, 13 Maret 2026

Hindari Pinjol dan Judol Menjelang Lebaran, PAI KUA Kertanegara Edukasi Literasi Keuangan Syariah Melalui Siaran Radio

PAI KUA Kertanegara, Nia Melawati saat memberikan edukasi litrerasi keuangan syariah melalui siaran radio FM Gema Soedirman Purbalingga pada program Siraman Qolbu Ramadhan, Jumat (13/03/2026).(Foto: Dok: Nia Melawati)

Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) Kankemenag Purbalingga, Nia Melawati memberikan edukasi literasi keuangan syariah melalui siaran radio Gema Soedirman Purbalingga pada program Siraman Qolbu Ramadhan. Tema yang diusung adalah “Hindari Pinjol dan Judol Menjelang Lebaran”. Jumat (13/03/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Nia Melawati mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola keuangan, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri yang sering kali diiringi dengan meningkatnya kebutuhan konsumsi.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/NIA%20MELAWATI

Ia menekankan bahwa fenomena pinjaman online (pinjol) ilegal dan judi online (judol) saat ini semakin marak dan kerap menjadi jalan pintas yang justru menjerumuskan masyarakat pada permasalahan ekonomi yang lebih berat.

Menurut Nia, edukasi terkait pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol) sangat penting untuk dilakukan karena masih banyak masyarakat yang belum memahami risiko besar di balik kedua praktik tersebut. Minimnya literasi keuangan sering kali membuat masyarakat mudah tergoda oleh tawaran pinjaman yang cepat dan instan tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjangnya.

“Pinjol ilegal dapat menjerat masyarakat pada bunga yang tinggi, tekanan penagihan, hingga permasalahan ekonomi keluarga,” jelasnya.

Sementara itu, judi online bukan hanya merugikan secara finansial, tetapi juga dapat merusak mental, memicu konflik dalam rumah tangga, mendorong seseorang melakukan tindakan kriminal, sehingga dampak negatifnya bukan hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga banyak pihak.

Lebih dari itu, dari sisi keagamaan, praktik tersebut menjauhkan seseorang dari nilai-nilai ketakwaan. Riba dan judi jelas dilarang dalam Islam karena mengandung unsur kezaliman, ketidakadilan, serta merusak tatanan kehidupan. Ketika hal ini dibiarkan dan dianggap biasa, maka yang terancam bukan hanya kondisi ekonomi, tetapi juga kualitas iman dan moral umat.

Melalui edukasi ini, masyarakat diajak untuk memahami prinsip keuangan syariah yang menekankan pada sikap hidup sederhana, menghindari utang yang tidak mendesak, serta menjauhi praktik yang mengandung unsur riba, gharar, dan maisir.

“Kebahagiaan dalam merayakan Lebaran tidak harus diukur dengan kemewahan, melainkan dengan keberkahan, kebersamaan, dan rasa syukur,” ungkapnya. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KERTANEGARA

Selain itu, Nia juga menyampaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan saat berhutang ketika memang tidak ada jalan lain untuk melakukannya, diantaranya;

  1. berhutang hanya untuk kebutuhan mendesak, bukan untuk gengsi atau memenuhi keinginan,
  2. sebelum berhutang, dipastikan ada kemampuan untuk membayar karena membayar hutang hukumnya wajib,
  3. berhutang yang tidak mengandung unsur riba/gharar/maysir baik itu hutang secara langsung di lembaga keuangan atau perbankan, maupun berhutang secara online,
  4. memiliki niat yang kuat untuk melunasi hutang ketika sudah mampu untuk mengembalikannya.

Ia berharap, menjelang Lebaran kebutuhan ekonomi meningkat sehingga sebagian orang mencari jalan pintas untuk mendapatkan uang secara cepat. Oleh karena itu, melalui edukasi ini masyarakat diingatkan agar lebih bijak dalam mengelola keuangan, menghindari praktik yang dilarang dalam Islam, serta mengutamakan prinsip kehati-hatian, keberkahan, dan tanggung jawab dalam setiap aktivitas ekonomi.(*)

Kontributor : Nia Melawati, S.Sy (PAI KUA Kertanegara)
Editor: Imam Edi Siswanto

Kamis, 09 Oktober 2025

Majelis Taklim Padang Kahuripan, Program KUA Kertanegara dalam Menguatkan Spiritualitas dan Kemandirian Ekonomi Umat

PAI KUA Kertanegara, Musalim Ridlo (kiri) sebagai Pendamping Program PEU Berbasis KUA dan Nia Melawati (kana) pada pertemua dengan para jamaah Padang Kahuripan di KUA Kertanegara, Rabu (8/10/2025). (Foto: Nia Melawati)


Purbalingga-Kantor Urusan Agama (KUA) Kertanegara kembali menggelar pertemuan kedua Program Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis KUA melalui Majelis Taklim (MT) Padang Kahuripan yang diikuti oleh para penerima manfaat program dan Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kertanegara di Aula Balai Nikah setempat, Rabu (8/10/2025).

PAI KUA Kertanegara, Musalim Ridlo sebagai pihak pendamping sekaligus yang menginisiasi lahirnya Majelis Taklim berbasis kewirausahaan menjelaskan bahwa, MT Padang Kahuripan adalah wadah pembinaan berkelanjutan bagi para peserta pendamping program Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis KUA. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KERTANEGARA

Sebagai majelis talim rintisan KUA Kertanegara, nama Padang Kahuripan mengandung filosofi mendalam.

Padang berarti tempat yang luas dan terbuka, melambangkan ruang belajar dan berkarya yang inklusif bagi seluruh umat. Sementara Kahuripan berarti kehidupan atau sumber penghidupan. 

Suasana Majelis Talim Padang Kahuripan di KUA Kertanegara, Rabu (8/10/2025). (Foto: Nia Melawati)

Maka, Padang Kahuripan dimaknai sebagai ruang tumbuh bagi kehidupan yang penuh berkah, tempat para anggota menumbuhkan iman, ilmu, dan kemandirian ekonomi secara seimbang.

“Melalui Majelis Taklim Padang Kahuripan, peserta akan mendapatkan penguatan spiritual sekaligus motivasi kewirausahaan yang berlandaskan nilai-nilai Islam,” jelasnya.

Menurtnya, program pemberdayaan ekonomi umat tidak hanya berhenti pemberian bantuan modal, tetapi juga berlanjut pada pembinaan ruhani dan karakter.

Ke depan, lanjutnya, Majelis Taklim Padang Kahuripan akan diarahkan untuk memperoleh izin operasional resmi dari Kementerian Agama, sehingga dapat menjadi majelis taklim binaan KUA yang berorientasi pada penguatan iman, ukhuwah, dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Dan ia berharap, agar semangat pemberdayaan dan kemandirian umat terus terjaga. Kolaborasi antara penyuluh, peserta, dan lembaga KUA dapat menjadi contoh nyata bagaimana dakwah Islam tidak hanya menyentuh aspek ibadah, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai kerja keras, kejujuran, dan keberkahan dalam kehidupan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, PAI Kertanegara lainya, Nia Melawati, berkesempatan mengisi materi tentang etika bisnis dalam Islam dan literasi keuangan bagi pelaku UMKM.

Ia menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, amanah, dan keadilan dalam berbisnis, serta mengelola keuangan dengan perencanaan yang baik agar usaha yang dijalankan membawa keberkahan.

Nia berharap, para jamaah semakin termotivasi dari mustahiq menjadi muzaki yang bisa membantu teman-teman pelaku usaha mikro lainnya.

Kontributor : Musalim Ridlo
Editor : Nia Melawat/Ima Edi Siswanto

Selasa, 16 September 2025

SIDA NGOPI MAS: Inovasi KUA Kertanegara Dekatkan Diri dengan Umat Lewat Dakwah dan Dialog Kemasjidan

Pegawai KUA) Kecamatan Kertanegara bersama takmir usai acara SIDA NGOPI MAS foto bersama di halaman masjid Jami’ Baiturokhim Desa Krangean, Kertanegara, Jumat (12/9/2025). (Foto: Musalim Ridlo)

Purbalingga – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kertanegara terus berinovasi dalam mendekatkan diri kepada masyarakat melalui program unggulannya bertajuk SIDA NGOPI MAS (Silaturahmi Dakwah dan Ngobrol Perihal Kemasjidan).

Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 12 September 2025 lalu, di Masjid Jami’ Baiturokhim, Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara.

Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala KUA, Penghulu, staf, dan Penyuluh Agama Islam (PAI) ini menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara KUA dan masyarakat, khususnya para takmir masjid. 

Kepala KUA Kertanegara sekaligus Ketua BKM Kecamatan Kertanegara, Haifan Najah (kanan) dengan takmir masjid Jami’ Baiturokhim Desa Krangean, Kertanegara, Jumat (12/9/2025). (Foto: Musalim Ridlo)

Dalam sambutannya, Kepala KUA Kertanegara sekaligus Ketua BKM Kecamatan Kertanegara, Haifan Najah, S.Sos.I menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan umat dalam kehidupan beragama.

Ia juga mendorong takmir masjid untuk aktif menyelenggarakan kegiatan yang bermanfaat langsung bagi jamaah.

BACA : https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KERTANEGARA 

“Masjid harus menjadi tempat yang ramah untuk semua kalangan anak-anak, lansia, hingga penyandang disabilitas. Selain itu, pengelolaan keuangan juga harus transparan dan akuntabel,” pesan Haifan.

Tak hanya itu, Haifan juga menyampaikan sosialisasi program Gerakan Sadar Pencatatan Nikah (GAS) dari Kementerian Agama sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat.

Sebagai penutup sambutan, Haifan secara simbolis menyerahkan Surat Keterangan Masjid, mushaf Al-Qur’an, dan alat shalat kepada takmir masjid yang diwakili oleh Bapak Abdul Syakur.

Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan Shalat Jumat. Bertindak sebagai khatib adalah Ustadz Suristam, pegawai KUA Kertanegara. Dalam khutbahnya yang bertema “Nabi Muhammad SAW Sang Pembawa Rahmat”, ia mengajak jamaah untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW.

“Sebagai umatnya, kita harus menebarkan kasih sayang kepada sesama manusia, tanpa membedakan agama, ras, maupun latar belakang. Bahkan kepada alam semesta,” ujarnya dalam khutbah.

Setelah shalat Jumat, kegiatan dilanjutkan dengan sesi dialog interaktif bersama pengurus Masjid Jami’ Baiturokhim. Dalam kesempatan itu, Ketua Takmir Masjid menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan program KUA Kertanegara.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tapi juga menjadi wadah komunikasi yang mendekatkan KUA dengan umat,” ungkapnya.

Sebagai informasi, SIDA NGOPI MAS merupakan program rutin KUA Kertanegara yang digelar setiap Jumat Pahing. Program ini dilaksanakan siang hari dengan mengunjungi masjid-masjid di wilayah Kertanegara.

Sebelumnya, pada pagi harinya, KUA juga memiliki program internal bernama JUNGKATAN (Jum'at Pahing Kajian dan Kesehatan), yang ditujukan bagi seluruh pegawai sebagai sarana pembinaan rohani dan jasmani sebelum memulai pelayanan.

KUA Kertanegara menegaskan bahwa seluruh program tersebut merupakan bentuk nyata dari komitmen dalam memberikan pelayanan prima, serta memperkuat sinergi antara lembaga keagamaan dan masyarakat. 


Dengan pendekatan yang lebih humanis dan komunikatif, KUA Kertanegara ingin hadir tidak hanya sebagai institusi formal, tetapi juga sebagai sahabat umat dalam kehidupan beragama.(*)

Kontributor : Musalim Ridlo
Editor : Nia Melawati/Imam Edi Siswanto

Kamis, 24 Juli 2025

Mengapa Pencatatan Nikah di KUA Itu Penting Oleh Nia Melawati

PAI KUA Kertanegara Nia Melawati (Grafis : Nia M)

Perkawinan adalah ikatan suci yang memiliki dimensi hukum, sosial, dan spiritual. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 pasal 1 mendefinisikan Perkawinan ialah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Sementara itu, Kompilasi Hukum Islam (KHI) dalam Pasal 2 Buku I Bab I menegaskan bahwa perkawinan dalam Islam adalah akad yang sangat kuat (mitsaqan ghalizhan) untuk menaati perintah Allah, dan pelaksanaannya merupakan bentuk ibadah. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search?q=nia+melawati

Dari kedua perspektif hukum tersebut, baik negara maupun agama memiliki pandangan yang selaras bahwa tujuan utama pernikahan adalah membentuk keluarga sakinah yang dilandasi nilai-nilai ketuhanan dan moralitas.

Pernikahan Bahagia Dimulai dari Proses yang Benar
Pernikahan yang membawa kebahagiaan dan keberkahan tentu harus dimulai dengan proses yang baik, sah, dan jelas. Islam maupun negara telah mengatur pernikahan agar sejalan dengan maqashid al-syariah, yakni tujuan-tujuan utama syariat Islam.

  1. Menjaga agama (ḥifẓ ad-dīn)
  2. Menjaga jiwa (ḥifẓ an-nafs)
  3. Menjaga akal (ḥifẓ al-‘aql)
  4. Menjaga keturunan (ḥifẓ an-nasl)
  5. Menjaga harta (ḥifẓ al-māl)

Salah satu upaya untuk menjaga tujuan-tujuan tersebut adalah melalui pencatatan pernikahan secara resmi di Kantor Urusan Agama (KUA).

Risiko Pernikahan Sirri: Banyak yang Tidak Dipahami
Sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum menyadari pentingnya pencatatan nikah secara hukum. Fenomena pernikahan sirri masih marak terjadi, bukan hanya karena penyalahgunaan ajaran agama, tetapi juga karena:

  • Minimnya pemahaman tentang hukum pernikahan
  • Faktor ekonomi dan anggapan bahwa menikah di KUA itu mahal
  • Adat istiadat yang masih kuat
  • Keinginan untuk menyembunyikan status (misalnya dalam praktik poligami)

Padahal, pernikahan sirri memiliki dampak negatif yang serius, di antaranya: 

  • Istri dan anak tidak memiliki perlindungan hukum jika terjadi sengketa
  • Anak kesulitan mendapatkan akta kelahiran atau identitas hukum
  • Rentan ditinggalkan tanpa tanggung jawab
  • Berpotensi terjadinya poligami terselubung
  • Tidak bisa menuntut hak secara perdata

Peran Penyuluh Agama dalam Edukasi Pernikahan
Dalam hal ini, penyuluh agama Islam memiliki peran strategis sebagai jembatan antara regulasi negara dan pemahaman masyarakat. Melalui pendekatan langsung, ceramah, bimbingan pranikah, dan pemanfaatan media sosial, penyuluh agama harus terus: 

  • Mensosialisasikan pentingnya pencatatan nikah
  • Mengedukasi masyarakat tentang hukum dan dampak nikah sirri
  • Mendekatkan layanan KUA agar lebih terbuka, murah, dan mudah diakses

Kontributor : Nia Melawati, S.Sy (PAI KUA Kertanegara)
Editor: Imam Edi Siswanto

Rabu, 14 Mei 2025

Kepala Kankemenag Purbalingga Branding KUA Menjadi Eco Office

Kepala Kankemenag Purbalingga H. Zahid Khasani pada acara Pelepasan Purna Tugas Drs. H. Nurdin Setiyadi dan Pindah Tugas Alfiat, S.Sy oleh PD IPARI dan PC APRI Kankemenag Kabupaten Purbalingga di PM Colaboration Purbalingga, Rabu (14/5/2025) (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga–Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Purbalingga terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pelayanan publik yang tidak hanya profesional, tetapi juga peduli lingkungan.

Kepala Kankemenag Purbalingga, H. Zahid Khasani, menegaskan bahwa seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) di wilayah Kabupaten Purbalingga untuk menjadi kantor yang ramah lingkungan atau eco office.

Komitmen ini disampaikannya dalam acara Pelepasan Purna Tugas Drs. H. Nurdin Setiyadi dan Pindah Tugas Alfiat, S.Sy yang diselenggarakan oleh PD IPARI dan PC APRI Kemenag Purbalingga di PM Collaboration Purbalingga, Rabu (14/5/2025).

BACA:
https://iparipurbalingga.blogspot.com/2025/05/dilepas-dengan-doa-dan-haru-nurdin-dan.html
https://iparipurbalingga.blogspot.com/2025/05/urab-mendoan-inovasi-kemenag.html

"Eco office adalah langkah nyata menuju lingkungan kerja yang bersih, nyaman, dan sehat, serta menjadi bentuk kepedulian kita terhadap kelestarian lingkungan," ujar Zahid Khasani.

Menurutnya, Eco office ini tidak hanya akan berdampak pada kenyamanan kerja pegawai, tetapi juga membangun citra positif Kementerian Agama di mata masyarakat.

Dengan menerapkan prinsip-prinsip ramah lingkungan, KUA diharapkan menjadi percontohan kantor pemerintah yang berorientasi pada pelestarian lingkungan yang keberlanjutan.

Selain itu, eco office juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian pegawai terhadap isu-isu lingkungan, serta mendorong produktivitas dan suasana kerja yang lebih baik.(*)

Kontributor : Imam Edi Siswanto dan Nia Melawati
Editor : Imam Edi Siswanto

Teladan yang Lurus dan Rendah Hati: Kesan Mendalam untuk Nurdin Setiyadi di Akhir Pengabdian (Kesan dan Pesan)

 

Drs. H. Nurdin Setiyadi diacara Pelepasan Purna Tugas Drs. H. Nurdin Setiyadi dan Pindah Tugas Alfiat, S.Sy oleh PD IPARI dan PC APRI Kankemenag Kabupaten Purbalingga di PM Colaboration Purbalingga, Rabu (14/5/2025) (Foto: Imam Edi Siswanto)

H. Zahid Khasani - Kepala Kankemenag Purbalingga
“Bapak Nurdian Setiyadi adalah sosok yang patut menjadi teladan dan telah mengabdi selama 33 tahun, sejak tahun 1992 sampai tahun 2025.

Untuk Pak Nurdin Setiyadi, selamat memasuki purna tugas, maturnuwun, syukron jazilah. Beliau patut menjadi teladan, tidak pernah ada kasus hukum, orangnya humble (rendah hati), murah senyum, sumeh dan senang menjaga silaturahmi.”

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/2025/05/dilepas-dengan-doa-dan-haru-nurdin-dan.html?sc=1747227916428#c9058242219316655480

Khikam Aziz – Ketua PD IPARI Purbalingga:
"Beliau adalah sosok pemimpin yang selalu membuka ruang dialog dan musyawarah. Tidak pernah memaksakan kehendak, justru menjadi pembimbing yang penuh keteladanan bagi kami semua.

Bapak Nurdin dikenal sebagai pribadi yang ‘lempeng tapi santai’ artinya taat aturan, teliti, namun tetap bersahaja. Di bawah kepemimpinannya, segala sesuatu berjalan lancar dan tepat waktu tanpa tekanan berlebihan.

Kami mendoakan semoga beliau senantiasa diberi kesehatan, keberkahan, panjang umur, dan terus memberi manfaat bagi masyarakat."


H. Agus Musalim – Ketua PC APRI Purbalingga:
"Selamat kepada Bapak Nurdin Setiyadi atas purna tugasnya setelah 33 tahun mengabdi di Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga.

Beliau adalah pemimpin yang sabar, tulus, dan penuh semangat hingga masa akhir jabatannya. Melalui bimbingan beliau, kami di KUA bisa bekerja dengan baik dan profesional.

Beliau sosok yang amanah, dan kami merasa sangat terbantu selama beliau menjabat. Kami mohon maaf atas segala khilaf selama kebersamaan kita. Terima kasih atas keteladanan dan dedikasi yang luar biasa."


Imam Edi Siswanto – Ketua Tim Efektif Media PAI Kankemenag Purbalingga:
“Beliau adalah pemimpin yang baik, sabar dan tenang, dan dekat dengan para Penyuluh Agama.

Diucapkan banyak terimakasih atas semua bimbingan dan arahanya kepada kami selama ini. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan Rahmat, Hidayah dan InayahNYA kepada Bapak Nurdin Setiyadi dan keluarga serta sehat selalu, aamiin.”


Artanti Laili Zulaiha – Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar:
"Pak Nurdin adalah pemimpin yang mampu mengayomi dan memfasilitasi kami, para penyuluh, dalam menjalankan tugas dengan maksimal.

Beliau dikenal tegas, namun tetap semedulur, dekat dengan semua tanpa membedakan. Sosoknya tenang, namun pasti.

Kami ucapkan selamat purna tugas, semoga persaudaraan ini langgeng selamanya. ‘Seduluran selawase’."


Ngato Urokhman – PAI KUA Mrebet 2:
"Kesan kami, beliau orang yang tenang tapi pasti. Pesan kami: إن تنصروا الله ينصركم 'In tanshurullaaha yanshurkum' . “Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Allah akan menolongmu”.

Semoga setiap langkah beliau selalu dalam lindungan dan keberkahan-Nya, aamiin."
(*)

Kontributor : Imam Edi Siswanto
dan Nia Melawati
Editor : Imam Edi Siswanto

Dilepas dengan Doa dan Haru: Nurdin dan Alfiat Tinggalkan Kesan Mendalam di Kemenag Purbalingga

Kepala Kankemenag Purbalingga H. Zahid Khasani pada acara Pelepasan Purna Tugas Drs. H. Nurdin Setiyadi dan Pindah Tugas Alfiat, S.Sy oleh PD IPARI dan PC APRI Kankemenag Kabupaten Purbalingga di PM Colaboration Purbalingga, Rabu (14/5/2025) (Foto: Edi Trisnanto)

Purbalingga-Doa terbaik dan rasa haru mewarnai acara Pelepasan Purna Tugas Drs. H. Nurdin Setiyadi dan Pindah Tugas Alfiat, S.Sy oleh Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) dan Pengurus Cabang Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PC APRI) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Purbalingga di PM Colaboration Purbalingga, Rabu (14/5/2025). 

Ketua PD IPARI Purbalingga Khikam Aziz diacara Pelepasan Purna Tugas Drs. H. Nurdin Setiyadi dan Pindah Tugas Alfiat, S.Sy oleh PD IPARI dan PC APRI Kankemenag Kabupaten Purbalingga di PM Colaboration Purbalingga, Rabu (14/5/2025) (Fot: Edi Trisnanto)

Sambuta perdana oleh Ketua PD IPARI Purbalingga, Khikam Aziz mengatakan bahwa Nurdin Setiyadi adalah sosok yang “lempeng” (red: lurus) dan Santai (red: bersahaja).

“Lempeng maksudnya taat aturan dan teliti. Santai yang dimaksud adalah kerja keras tanpa, ada tekanan, taat aturan dan program bisa berjalan dengan baik dan selesai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan,” ucapnya.

Ia mendoakan untuk mantan Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam ini agar senantiasa diberi kesehatan, keberkahan, panjang umur dan selalu memberi manfaat kepada masyarakat.

Untuk Alfiat, Ia mengucapkan terimakasih atas pengabdianya dan selamat pindah tugas ke Wonosobo.

“Semoga senantiasa sukses di tempat baru dan dapat melaksanakan tugas hingga akhir masa tugasnya, semoga kami bisa meneladani kesalehan Beliau,” katanya menutup kata sambutanya.

Senada dengan Ketua PD IPARI Purbalingga, Ketua APRI Purbalingga, Agus Musalim mengucapkan selamat atas purna tugas dan pengabdianya di Kemenag Purbalingga. 

Ketua PC APRI Purbalingga H. Agus Musalim diacara Pelepasan Purna Tugas Drs. H. Nurdin Setiyadi dan Pindah Tugas Alfiat, S.Sy oleh PD IPARI dan PC APRI Kankemenag Kabupaten Purbalingga di PM Colaboration Purbalingga, Rabu (14/5/2025) (Fot: Edi Trisnanto)

“Beliau telah berkhidmat selama 33 tahun di kantor Kementerian agama Kabupaten Purbalingga. Terimakasih untuk bimbingan dan arahan Bapak. Dan Kami mohon maaf selama bekerja, kami banyak merepotkan Bapak karena berkonsultasi di malam hari,” ucapnya penuh haru.

Dan kepada Bapak Alfiat, sambungnya, Kami merasa kehilangan semoga di tempat tugas yang baru semakin sukses dan berkah.

Sementara itu, Nurdin Setiyadi menyampaikan ucapan terimakasih yang tulus dan permohonan maaf kepada semua keluarga besar dilingkungan Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, PD IPARI dan PC APRI Purbalingga.

Drs. H. Nurdin Setiyadi diacara Pelepasan Purna Tugas Drs. H. Nurdin Setiyadi dan Pindah Tugas Alfiat, S.Sy oleh PD IPARI dan PC APRI Kankemenag Kabupaten Purbalingga di PM Colaboration Purbalingga, Rabu (14/5/2025) (Fot: Imam Edi Siswanto)

“Kami ucapkan terimakasih atas kerjasamanya antara Kepala KUA, Penghulu dan Penyuluh Agama. Dan selamat kepada Penyuluh Agama Islam yang telah berprestasi juara 3 PAI Award tingkat Provinsi Jateng 2025,” ucapnya.

Ungkapan syukur yang mendalam juga disampaiakn. “Alhamdulillah semua tugas berjalan lancar dan sukses. Untuk Pak Alfiat, selamat bertuga di tempat yang baru,” ucpanya.


Selanjutnya Kepala Kankemenag Purbalingga H. Zahid Khasani saat sambutan dan pembinaanya mengatakan Nurdian Setiyadi adalah sosok yang patut menjadi teladan dan telah mengabdi selama 33 tahun (1992-2025). 

Drs. H. Nurdin Setiyadi dan Alfiyat, S.Sy (nomor 3 dan 4 dari kanan) diacara Pelepasan Purna Tugas Drs. H. Nurdin Setiyadi dan Pindah Tugas Alfiat, S.Sy oleh PD IPARI dan PC APRI Kankemenag Kabupaten Purbalingga di PM Colaboration Purbalingga, Rabu (14/5/2025) (Fot: Edi Trisnanto)

“Untuk Pak Nurdin Setiyadi, selamat memasuki purna tugas, maturnuwun, syukron jazilah. Beliau patut menjadi teladan, tidak pernah ada kasus hukum, orangnya humble (red: rendah hati), murah senyum, sumeh dan senang silaturahmi,” ucapnya.

Untuk Pak Alfiat, yang bertugas di Purbalingga tahun 2023 dari April dan akan pindah tugas di Wonosobo, lanjutnya, semoga hal baik yang diperoleh di Purbalingga dapat diterapkan di Wonosobo.(*)

Kontributor: Fitriana Pusporini, Wagino
Editor: Imam Edi Siswanto

Jumat, 09 Mei 2025

Safari Jumat Perdana BKM Kertanegara: Menyatukan Ibadah, Ilmu, dan Kepedulian Sosial

Ketua BKM, Haifan Najah ( kiri ) saat memberikan bantuan Mushaf Al-Qur'an untuk Masjid Al Hidayah, diterima oleh ketua takmir Masjid Tohiri, Jumat (9/5/2025) (Foto: Nia Melawati)


Purbalingga-Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Kecamatan Kertanegara memulai langkah baru dalam membumikan peran strategis masjid melalui kegiatan Safari Jumat yang pertama kali digelar di Masjid Jami’ Al-Hidayah, Dusun Jaer, Adiarsa, Kertanegara, Jumat (9/5/2025).

Kegiatan ini menjadi titik awal dari rangkaian program pembinaan dan pemberdayaan masjid yang lebih intensif di wilayah tersebut.

Safari Jumat ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan manajemen kemasjidan yang telah dilaksanakan pada 30 Oktober 2024 lalu. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/2025/05/gerakan-keluarga-maslahah-mewujudkan.html

Program ini tak hanya menyoroti aspek ibadah, namun juga menekankan pentingnya fungsi sosial masjid sebagai pusat kegiatan umat.

Ketua BKM, Haifan Najah foto bersama Takmir Masjid Al Hidayah dan PAI KUA Kertanegara, Jumat (9/5/2025) (Foto: Nia Melawati)

Ketua BKM, Haifan Najah, menegaskan bahwa masjid idealnya tak hanya menjadi tempat ibadah, namun juga ruang belajar dan tempat bertumbuhnya masyarakat.

"Masjid perlu dilengkapi fasilitas seperti perpustakaan, dan dibuat senyaman mungkin agar jamaah merasa betah. Inilah bagian dari upaya kami meningkatkan kesejahteraan masjid dan jamaahnya," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, BKM juga menyerahkan wakaf 10 mushaf Al-Qur’an sebagai simbol komitmen terhadap penguatan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

Melalui Safari Jumat ini, BKM berharap jalinan silaturahmi dengan para takmir masjid dan masyarakat dapat semakin erat.

Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana mendengar langsung aspirasi serta kebutuhan nyata dari
lingkungan sekitar masjid, demi terciptanya kemaslahatan yang lebih luas. 

Hadir dalam dalam pelaksanaan Safari Jumat perdana ini, Penyuluh Agama Islam KUA Kertanegara Nia Melawati, Musalim Ridho, Kuseri, Nur Salim, Eni Subekti dan Farida Hanun yang bertugas sebagai Khotib Jumat.

Mereka juga menyampaikan kepenyuluhan tentang ketakmiran dan berdialog dengan masyarakat  yang menyampaikan keluh kesahnya diacara “Juguran” acara tersebut.(*)

Menurut Nia Melawati, Penyuluh Agama Islam memiliki peran dalam memberikan edukasi keagamaan yang relevan dan menyentuh kebutuhan masyarakat. Mendorong kolaborasi antara takmir masjid dan instansi terkait, dalam hal peningkatan layanan keagamaan dan sosial.

Dan menggali potensi dan permasalahan umat secara langsung, agar bisa dicarikan solusi berbasis nilai-nilai Islam. Kemudian menguatkan moderasi beragama, serta mendorong masjid menjadi ruang yang inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.(*)

Kontributor: Nia Melawati
Editor: Imam Edi Siswanto

 

Pujianto dan MA Zaenal Abidin: Silaturahmi Menguat, Kedamaian Rumah Menjadi Fondasi Masyarakat

PAI Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Pujianto dan Moh Agus Zaenal Abidin, dalam program Lentera Hati yang disiarkan melalui LPPL Gem...