Tampilkan postingan dengan label Kaligondang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kaligondang. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 September 2026

IES dan Wagino: Hak dan Kewajiban Suami Istri, Kunci Membangun Keluarga Sakinah (Siaran Radio)

PAI Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Imam Edi Siswanto (Kiri) dan Wagino saat siaran radio bertema “Hak dan Kewajiban Suami Istri: Kunci Membangun Rumah Tangga Sakinah.” di LPPL Gema Soedirman 96,3 FM, dalam program Lentera Hati “Sejukkan Hati Cerahkan Hari”. Rabu (23/9/2026) (Foto: IES)

Purbalingga-Membangun keluarga sakinah bukan berarti menciptakan rumah tangga yang tidak pernah menghadapi persoalan. Justru, keluarga sakinah adalah keluarga yang mampu menghadapi berbagai persoalan dengan komunikasi yang baik, kasih sayang, tanggung jawab, dan berpedoman pada nilai-nilai agama.
 
Hal tersebut menjadi pokok pembahasan dalam dialog Penyuluh Agama Islam (PAI) Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Imam Edi Siswanto dan Fauzan Wagino yang bertema “Hak dan Kewajiban Suami Istri: Kunci Membangun Rumah Tangga Sakinah.” melalui siaran radio LPPL Gema Soedirman 96,3 FM, dalam program Lentera Hati “Sejukkan Hati Cerahkan Hari”, pada Rabu (23/9/2026) lalu.

“Kalau kita berbicara tentang keluarga sakinah, sebenarnya seperti apa keluarga sakinah itu?” tanya Imam membuka pembahasan.

Wagino menjelaskan bahwa konsep keluarga sakinah dapat dipahami melalui QS. Ar-Rum ayat 21, yang menerangkan bahwa Allah SWT menciptakan pasangan agar manusia memperoleh ketenteraman serta menjadikan di antara pasangan rasa mawaddah dan rahmah.

“Jadi, pernikahan bukan sekadar menyatukan dua orang dalam satu rumah. Pernikahan adalah amanah untuk membangun ketenteraman, cinta, kasih sayang, dan kehidupan bersama,” jelas Imam menyela perbincangan.

Menurut Imam, salah satu persoalan yang sering muncul dalam rumah tangga adalah ketika suami dan istri lebih sibuk menuntut hak daripada menjalankan kewajiban. Padahal, Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 228 menegaskan bahwa perempuan memiliki hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang patut.

Memasuki pembahasan tentang kewajiban suami, Wagino menjelaskan bahwa suami memiliki tanggung jawab memberikan nafkah sesuai kemampuan dan ketentuan syariat. Hal ini antara lain ditegaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 233.

“Namun, tanggung jawab suami bukan hanya persoalan uang. Keluarga juga membutuhkan perlindungan, perhatian, bimbingan, komunikasi, dan keteladanan,” ungkap Wagino.

Imam kemudian menambahkan bahwa seorang suami tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga perlu hadir secara emosional dalam kehidupan keluarga. “Kadang yang dibutuhkan istri bukan sesuatu yang mahal, tetapi didengarkan, dihargai, dan ditemani,” ujarnya.

Imam juga mengingatkan bahwa kepemimpinan suami dalam rumah tangga merupakan amanah dan tanggung jawab, bukan alasan untuk bersikap sewenang-wenang. Rasulullah SAW bersabda:

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik terhadap keluargaku.” (HR. Tirmidzi)

Sementara itu, Wagino menjelaskan bahwa istri juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga kehormatan diri dan keluarga, menjaga amanah rumah tangga, membangun komunikasi yang baik, serta bekerja sama dengan suami dalam mendidik anak dan menjalankan kehidupan keluarga.

“Namun, pembahasan tentang kewajiban istri tidak boleh digunakan untuk membenarkan perlakuan yang tidak baik terhadap perempuan,” tegas Wagino.

Imam menambahkan, bahwa Islam justru memerintahkan suami untuk memperlakukan istrinya dengan baik, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. An-Nisa ayat 19: “Wa ‘asyiruhunna bil ma’ruf”, yang berarti, “Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut.”

Pada bagian akhir dialog, Imam dan Wagino, PAI yang tergabung dalam Ikatan Penyuluh Republik Indonesia (IPARI) ini, menekankan pentingnya komunikasi dalam menyelesaikan konflik rumah tangga. Persoalan sederhana dapat menjadi besar apabila disampaikan dengan emosi dan saling menyalahkan.

“Jangan mengatakan, ‘Kamu memang tidak pernah peduli keluarga.’ Lebih baik sampaikan, ‘Saya khawatir ketika kamu pulang terlambat dan tidak memberi kabar. Kalau nanti terlambat, tolong kabari saya,’” kata Wagino memberikan contoh.

Menurut mereka, membangun keluarga sakinah membutuhkan kebiasaan untuk saling mendengar, menghormati, bermusyawarah, menjaga aib pasangan, dan tidak mudah menyelesaikan persoalan dengan emosi.

Dialog tersebut ditutup dengan pesan bahwa hak dan kewajiban suami istri harus berjalan beriringan. Jangan terlalu sibuk menghitung apa yang menjadi hak diri sendiri, tetapi pastikan kewajiban terhadap pasangan telah ditunaikan dengan penuh tanggung jawab.

“Keluarga sakinah bukan keluarga yang bebas dari masalah, tetapi keluarga yang menghadapi masalah dengan iman, komunikasi, kasih sayang, dan tanggung jawab,” tambah Imam.

Siaran radio dapat diakses melalui https://jogjastreamers.com/mobile/detail.php?radio=98 pada pukul 05.30 WIB dan Ba'da Adzan Maghrib setiap hari.(*)
 
Pewarta: imam Edi Siswanto

Minggu, 21 Desember 2025

Penyuluh Agama KUA Kaligondang Isi Khutbah Jumat di Masjid Ar-Rabbani Polres Purbalingga

PAI KUA Kaligondang, Wagino, S.H., M.H., melaksanakan khutbah Jumat di Masjid Ar-Rabbani Polres Purbalingga pada Jumat, 19 Desember 2025. (Foto: Istimewa)

Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kaligondang, Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Wagino, S.H., M.H., melaksanakan khutbah Jumat di Masjid Ar-Rabbani Polres Purbalingga pada Jumat, 19 Desember 2025 lalu. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan keagamaan sekaligus penguatan nilai-nilai spiritual bagi anggota kepolisian dan jamaah masjid.

Khutbah Jumat tersebut merupakan wujud kolaborasi yang telah terjalin cukup lama antara Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga dengan Polres Purbalingga. Sinergi ini bertujuan untuk memperkuat pembinaan mental dan keagamaan, khususnya di lingkungan kepolisian, agar nilai-nilai religius dapat senantiasa terinternalisasi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Dalam khutbahnya, Wagino menyampaikan pesan-pesan keislaman yang menekankan pentingnya keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Ia juga mengingatkan pentingnya integritas, profesionalisme, serta tanggung jawab moral dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.

Selain itu, materi khutbah mengajak jamaah untuk senantiasa berbakti kepada kedua orang tua, menjaga ukhuwah Islamiyah, serta menampilkan akhlakul karimah dalam kehidupan pribadi maupun sosial. 

"Nilai-nilai tersebut menurut saya relevan bagi seluruh jamaah, khususnya anggota kepolisian yang mengemban amanah besar dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," katanya saat di konfirmasi D'Japri melalui Whatsapp, Ahad (21/12/2025).

Kegiatan khutbah Jumat berlangsung dengan khidmat dan tertib. Jamaah yang hadir terdiri dari anggota Polres Purbalingga, termasuk Kapolres Purbalingga. 

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga dan Polres Purbalingga semakin kuat dalam membangun karakter aparatur negara yang religius, berintegritas, dan berakhlak mulia.(*)

Kontributor: Wagino (PAI KUA Kaligondanag)
Editor: Imam Edi Siswanto

Senin, 08 Desember 2025

Laporan PAI KUA Kaligondang: Masjid Asasun Najah di Sidareja Roboh, Kerugian Diperkirakan Capai Rp 100 Juta


Kondisi Masjid Asasun Najah di RT 16 RW 6, Desa Sidareja, Kecamatan Kaligondang, yang roboh pada Senin, 08 Desember 2025 sekitar pukul 12.00 WIB. (Foto: Wagino)

Purbalingga-Masjid Asasun Najah yang berada di RT 16 RW 6, Desa Sidareja, Kecamatan Kaligondang, dilaporkan roboh pada Senin, 08 Desember 2025 sekitar pukul 12.00 WIB.

Informasi tersebut disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kaligondang, Wagino, yang melakukan peninjauan langsung di lokasi kejadian. 
 
BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/Kaligondang

Dalam laporannya, Wagino menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari Takmir dan warga bahwa, peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba, tanpa adanya hujan lebat, angin kencang, ataupun faktor cuaca ekstrem lainnya. 
Kondisi Masjid Asasun Najah di RT 16 RW 6, Desa Sidareja, Kecamatan Kaligondang, sebelum roboh (Foto: Istimewa)

“Dugaan sementara, robohnya bangunan dipicu oleh konstruksi yang kurang kuat sehingga struktur masjid tidak mampu menopang beban dan akhirnya ambrol,” katanya.
 
Ia juga menyampaikan bahwa kerugian akibat kejadian ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp 100 juta.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Karena pada saat kejadian, masjid dalam keadaan kosong dan tidak digunakan untuk aktivitas jamaah,” jelasnya.

Hal ini turut mengurangi potensi risiko cedera meski keruntuhan bangunan terbilang cukup signifikan.

Wagino menambahkan bahwa warga sekitar bersama kepala desa dan tokoh masyarakat segera melakukan pengecekan lokasi serta mengamankan area reruntuhan untuk mencegah risiko tambahan, termasuk kemungkinan runtuhan susulan.

Ia menegaskan pentingnya pemeriksaan lebih lanjut serta pembangunan konstruksi yang lebih kuat guna menjaga keselamatan fasilitas ibadah di masa mendatang.(*)

Kontributor: Wagino (PAI KUA Kaligondang
Editor: Imam Edi Siswanto

Senin, 24 November 2025

Laporan PAI Kaligondang di Lapangan: Hujan Lebat Sebabkan Banjir di Dusun 2 Penolih, Akses Jalan Desa Sempat Terputus

Area sawah dan jalan desa di Dusun 2 Desa Penolih yang tergenang banjir akibat air hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Kaligondang pada Ahad, 23 November 2025 kemarin. (Foto: Wagino) 

Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kaligondang, Wagini melaporkan bahwa, hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Kaligondang pada Ahad, 23 November 2025 kemarin, menyebabkan banjir di Dusun 2 Desa Penolih.

“Curah hujan tinggi yang berlangsung sejak malam hingga dini hari membuat air sungai dan saluran permukaan meluap ke jalan desa serta area persawahan di sekitarnya,” katanya.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/Kaligondang

Melubernya air ke badan jalan mengakibatkan akses ke desa tidak dapat dilalui warga maupun pengguna jalan lainnya. Arus air yang cukup deras membuat warga harus berhati-hati, bahkan memilih menunggu hingga air surut untuk dapat melintas kembali dengan aman.

“Kendati banjir menggenangi ruas jalan dan sebagian lahan persawahan, alhamdulillah air tidak sampai memasuki permukiman penduduk. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” ucapnya.

Warga setempat, sambungnya, juga bergerak cepat bergotong royong membantu pengaturan lalu lintas, mengamankan area sekitar, serta memastikan lingkungan tetap dalam kondisi waspada.

Situasi berangsur kondusif setelah intensitas hujan menurun dan ketinggian air perlahan surut. Pemerintah desa mengimbau warga untuk tetap berhati-hati selama musim hujan dan memperhatikan potensi bencana yang dapat timbul sewaktu-waktu.(*)

Kontributor: Wagino, SH, MH (PAI KUA Kaligondang)
Editor: Imam Edi Siswanto

Sabtu, 22 November 2025

Akhlak Mulia dari Rumah: Penyuluhan Inspiratif KUA Kaligondang untuk Keluarga Muda

PAI KUA Kaligondang Wagino (Kiri) saat foto bersama usai program pembinaan keagamaan yang ditujukan bagi orang tua dan siswa-siswi Bimba (bimbingan belajar) AIUEO Sidareja, di kawasan Small World Wisata Edukasi Purwokerto, Sabtu, (22/11/2025). (Foto: Wagino)

Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kaligondang Purbalingga, Wagino, SH, MH, laksanakan program pembinaan keagamaan yang ditujukan bagi orang tua dan siswa-siswi Bimba (bimbingan belajar) AIUEO Sidareja di kawasan Small World Wisata Edukasi Purwokerto, Sabtu, (22/11/2025).

Dalam penyuluhan tersebut, Wagino mengangkat tema besar tentang pentingnya penanaman nilai-nilai akhlak sejak usia dini.

Ia menjelaskan bahwa akhlak merupakan pondasi utama pembentukan karakter anak, sehingga perlu ditanamkan secara konsisten melalui contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/Kaligondang 

Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif dan disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak agar lebih mudah dipahami.

“Para siswa turut mendapatkan pembinaan ringan melalui metode yang menyenangkan, seperti cerita-cerita islami, permainan edukatif, serta ajakan untuk mencintai Allah dan Rasul-Nya,” ucapnya. 

PAI KUA Kaligondang Wagino (Kiri) saat foto bersama usai program pembinaan keagamaan yang ditujukan bagi orang tua dan siswa-siswi Bimba (bimbingan belajar) AIUEO Sidareja, di kawasan Small World Wisata Edukasi Purwokerto, Sabtu, (22/11/2025). (Foto: Wagino)

Melalui pendekatan ini, anak-anak diajak memahami nilai sopan santun, saling menghargai, serta pentingnya menjaga adab baik kepada sesama.

Pembinaan ini diharapkan dapat menumbuhkan karakter positif yang kelak menjadi bekal mereka dalam berinteraksi di lingkungan keluarga maupun sekolah.

Selain pembinaan kepada anak-anak, penyuluhan juga memberikan materi khusus bagi para orang tua. Ia menekankan bahwa pendidikan keluarga merupakan fondasi utama dalam perkembangan akhlak dan kepribadian anak.

Ia menyampaikan juga pentingnya menciptakan lingkungan rumah yang islami, membiasakan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, serta menjadikan ibadah harian sebagai rutinitas bersama yang mampu memperkuat kedekatan emosional dan spiritual dalam keluarga.

Selian itu, pentingnya kolaborasi antara orang tua, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.

Ia berharap kegiatan penyuluhan ini dapat menjadi pemantik semangat bagi keluarga untuk terus memperkuat pendidikan akhlak sejak dini.

Dengan sinergi yang baik, pembinaan karakter anak dapat terwujud secara optimal, sehingga melahirkan generasi yang berakhlak mulia dan membawa kebaikan bagi lingkungan sekitarnya.(*)

Kontributor : Wagino (Penyuluh Agama Islam KUA Kaligondang)
Editor: Imam Edi Siswanto

Jumat, 21 November 2025

Khutbah Jumat di Rutan Purbalingga, PAI KUA Kaligondang Tekankan Dakwah Tanpa Batas Ruang dan Sekat Sosial

PAI KUA Kaligondang, Wagino, S.H., M.H., saat menjadi khatib pada pelaksanaan salat Jumat di Masjid Rumah Tahanan (RUTAN) Purbalingga, Jumat (21/11/2025). (Foto: Istimewa)

Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kaligondang, Wagino, S.H., M.H., kembali menjalankan tugas dakwahnya dengan menjadi khatib pada pelaksanaan salat Jumat di Masjid Rumah Tahanan (RUTAN) Purbalingga, Jumat (21/11/2025).

Dalam khutabhnya, Ia menyampaikan pesan bahwa, dakwah dan pembinaan umat merupakan amanah besar yang tidak dibatasi oleh ruang, waktu, maupun sekat sosial. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/Khutbah%20Jumat 

Menurutnya, bimbingan keagamaan harus dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

“Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga terus berikhtiar menghadirkan dakwah yang menyejukkan bagi semua kalangan,” ucapnya.

Dari masyarakat pedesaan, lanjutnya, hingga perkotaan, dari lingkungan pendidikan hingga komunitas pekerja, bahkan bagi warga binaan yang tengah menjalani masa pembinaan di Rutan Purbalingga.

Di hadapan jamaah, Ia menegaskan pula bahwa, hidayah Allah dapat turun kepada siapa saja, kapan saja, dan melalui cara apa saja. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/Kaligondang 

Karena itu, penyuluh agama berkewajiban hadir tidak hanya bagi masyarakat umum, tetapi juga bagi warga binaan yang memiliki hak yang sama untuk memperoleh pencerahan spiritual, motivasi, dan bimbingan untuk memperbaiki diri.

“Rasulullah SAW mengajarkan pentingnya bertaubat dan memberikan kesempatan kepada setiap manusia untuk berubah menjadi lebih baik,” ajaknya kepada para jemaah.

Dalam menjalankan tugasnya, penyuluh agama hadir dengan pendekatan yang lembut, edukatif, dan penuh empati, mengajarkan nilai moral, akhlak mulia, serta pentingnya menjaga hubungan baik dengan Allah SWT dan sesama manusia.

Melalui kegiatan pembinaan, ceramah, dialog keagamaan, dan pendampingan spiritual, penyuluh agama di Kabupaten Purbalingga berupaya menebarkan cahaya kebaikan secara merata, menyentuh hati seluruh masyarakat tanpa terkecuali, termasuk warga binaan.

Di akhir khutbah, khatib mengajak seluruh jamaah untuk memperkuat solidaritas sosial dan senantiasa merangkul saudara-saudara yang sedang menjalani pembinaan, agar kelak dapat kembali ke masyarakat dengan hati yang lebih tenang, jiwa yang lebih kuat, dan akhlak yang lebih mulia.(*)

Kontributor : Wagino (Penyuluh Agama Islam KUA Kaligondang)
Editor: Imam Edi Siswanto

Kamis, 20 November 2025

Bimbingan Tilawah PAI Kaligondang di MTs Ma'arif NU 07 Selakambang, Upaya Menumbuhkan Generasi Qur’ani

PAI KUA Kaligondang, Wagino, S.H., M.H. saat pembinaan tilawah siswa-siswi Ma'arif NU 07 Selakambang, Kaligondang di Mushala setempat, Kamis, (20/11/2025). (Foto: Wagino)

Purbalingga-Kegiatan rutin bimbingan tilawah bagi siswa-siswi MTs Ma'arif NU 07 Selakambang kembali dilaksanakan. Program ini dibimbing langsung oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kaligondang, Wagino, S.H., M.H. sebagai salah satu bentuk pembinaan keagamaan yang terus digiatkan untuk mendukung perkembangan spiritual peserta didik,  Kamis, (20/11/2025).

Wagino menjelaskan, bahwa kegiatan bimbingan tilawah ini merupakan agenda ekstrakurikuler yang bertujuan meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an para siswa.

Pembinaan mencakup penguatan makhraj huruf, pemahaman tajwid, adab membaca Al-Qur’an, hingga pengenalan seni baca atau tilawah. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/Kaligondang 

“Program ini resmi dimulai pada Kamis, 13 November 2025, dan dijadwalkan berlangsung setiap hari Kamis pukul 13.30 hingga 14.50 WIB, bertempat di Musholla MTs Ma'arif NU 07 Selakambang Kaligondang,” jelasnya.

Peserta kegiatan adalah siswa-siswi yang memiliki minat untuk memperdalam kemampuan membaca dan melantunkan ayat suci Al-Qur’an. Pada setiap pertemuan, penyuluh agama memberikan pembelajaran secara bertahap, mulai dari pembenahan dasar-dasar pelafalan huruf, pengenalan kaidah tajwid, hingga latihan berbagai lagu tilawah.

Selain pembinaan teknis, penyuluh juga menanamkan motivasi agar siswa mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pembinaan yang berkesinambungan ini, diharapkan para siswa tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, tetapi juga memiliki kecintaan yang mendalam terhadap nilai-nilai keislaman.

Kegiatan bimbingan tilawah ini menjadi salah satu ikhtiar KUA Kaligondang untuk mendukung pembentukan generasi Qur’ani di lingkungan madrasah maupun masyarakat luas.(*)

Kontributor: Wagino
Editor: Imam Edi Siswanto

Bimbingan Pra Nikah Daring KUA Kaligondang: Inovasi Layanan Menuju Keluarga Sakinah

Penyuluh Agama Islam KUA Kaligondang, Usman, S.H. saat Bimbingan Perkawinan (Bimwin) melalui media WhatsApp Video Call, di KUA Kaligondang, Kamis (20/11/2025). (Foto: Wagino) 

Purbalingga-Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kaligondang terus berupaya menghadirkan inovasi dalam pelaksanaan Bimbingan Calon Pengantin (Bimwin).

Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kaligondang, Wagino menuturkan bahwa, Salah satu inovasi tersebut adalah penyelenggaraan bimbingan pra nikah melalui media WhatsApp Video Call, yang dipandu oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kaligondang, Usman, S.H. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/Kaligondang

“Pada Kamis, 20 November 2025, pukul 11.00 WIB, KUA Kaligondang melaksanakan Bimwin daring bagi dua pasangan calon pengantin,” terang Wagino. 

Tangkapan layar saat Bimbingan Perkawinan (Bimwin) melalui media WhatsApp Video Call, di KUA Kaligondang, oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kaligondang, Usman, S.H., Kamis (20/11/2025). (Foto: Wagino) 

Kegiatan ini, sambungnya, berlangsung dari Kantor Urusan Agama Kaligondang sebagai pusat layanan, sementara para peserta mengikuti bimbingan dari lokasi masing-masing”

Adapun pasangan calon pengantin yang mengikuti bimbingan tersebut yaitu:

  1. Agus Awan Kristianto dan Lolita Famela Januari, yang rencananya akan melangsungkan akad nikah di kantor pada 25 November 2025.
  2. Hanif Prasetyo dan Miswati, dengan jadwal akad nikah di kantor pada 28 November 2025.

Pelaksanaan bimbingan secara daring melalui WhatsApp Video Call menjadi solusi efektif bagi calon pengantin yang mengalami kendala untuk hadir langsung di kantor, baik karena jarak, pekerjaan, maupun keadaan tertentu yang membuat mobilitas terbatas.

Meskipun dilakukan secara virtual, materi yang diberikan tetap mengikuti standar resmi Bimwin, di antaranya pembinaan kehidupan rumah tangga, kesehatan keluarga, komunikasi suami-istri, serta penguatan pemahaman agama sebagai fondasi keluarga sakinah.

Melalui metode ini, penyuluh agama tetap dapat berinteraksi secara langsung, menyampaikan materi dengan jelas, berdiskusi, serta menjawab pertanyaan peserta secara lebih fleksibel dan humanis.

“Suasana bimbingan pun berlangsung kondusif dan hangat, tanpa mengurangi kualitas pembinaan meskipun tidak bertatap muka secara fisik,” ucapnya.

Selain mempermudah akses bagi masyarakat, penggunaan teknologi digital dalam bimbingan pra nikah ini juga merupakan bentuk komitmen KUA Kaligondang untuk meningkatkan efisiensi layanan publik. Harapannya, setiap calon pengantin memperoleh bekal pengetahuan dan kesiapan mental yang memadai sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.

Dengan inovasi Bimwin melalui WhatsApp Video Call ini, KUA Kaligondang berharap dapat memperluas jangkauan layanan, menghadirkan pelayanan yang lebih cepat dan efektif, serta turut berperan dalam mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah bagi masyarakat.

Kontributor: Wagino
Editor: Imam Edi Siswanto

Pujianto dan MA Zaenal Abidin: Silaturahmi Menguat, Kedamaian Rumah Menjadi Fondasi Masyarakat

PAI Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Pujianto dan Moh Agus Zaenal Abidin, dalam program Lentera Hati yang disiarkan melalui LPPL Gem...