 |
| PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto, saat siaran Radio LPPL Gema Soedirman Purbalingga, Kamis (19/3/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto) |
The Most KUA: Idul Fitri Waktu Tepat Menguatkan Keluarga Sakinah, Kembali Suci dalam Harmoni
Oleh Imam Edi Siswanto, SAg, MH
Siaran Radio LPPL Gema Soedirman Purbalingga, Kamis (19/3/2026)
Purbalingga-Penyuluh Agama Islam
(PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kalimanah, Imam Edi Siswanto dalam program Ngegosip (Ngobrol Asik Seputar Ramadhan) pada gelombang 96.3 FM LPPL Radio Gema Soedirman Purbalingga menjelaskan tentang Idul Fitri Saat Tepat Menguatkan Keluarga Sakinah, berikut ringkasan materinya.
Hakikat Idul Fitri adalah kembalinya umat Muslim kepada fitrah (kesucian jiwa) dan jati diri manusia yang bersih dari dosa setelah sebulan penuh berpuasa Ramadan. Ini merupakan hari kemenangan melawan hawa nafsu, peningkatan ketaatan kepada Allah SWT, serta momen mempererat tali silaturahmi dengan saling.
· Kembali ke Kesucian (Fitrah)
· Kemenangan Melawan Hawa Nafsu
· Peningkatan Ketaatan
· Refleksi Diri dan Bersyukur
· Menjalin Silaturahmi
وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman dalam QS Ar-Rum ayat 21, bahwa Allah menciptakan pasangan agar manusia mendapatkan ketenangan, kasih sayang, dan rahmat. Dari sinilah lahir konsep keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah.
1. Idul fitri Momentum Saling Memaafkan
Makna utama Idulfitri adalah kembali kepada kesucian. Dalam keluarga, ini diwujudkan dengan saling memaafkan.
وَلْيَعْفُوْا وَلْيَصْفَحُوْاۗ اَلَا تُحِبُّوْنَ اَنْ يَّغْفِرَ اللّٰهُ لَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
“...Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nur: 22)
Kata maaf yang tulus mampu menghadirkan ketenangan dan mempererat kasih sayang dalam keluarga.
2. Idul fitri Menguatkan Kebersamaan Keluarga
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
“Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Karena itu, Idulfitri adalah waktu yang tepat untuk mempererat hubungan keluarga, baik yang dekat maupun yang jauh.
3. Idul fitri Mengajarkan Nilai Kesederhanaan dan Syukur
Sering kali kita memaknai hari raya dengan pakaian baru, hidangan istimewa, atau berbagai perayaan. Semua itu tentu boleh saja, namun yang lebih penting adalah rasa syukur kepada Allah SWT.
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ ٧
“(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.” (QS. Ibrahim: 7)
Keluarga sakinah bukanlah keluarga yang selalu bergelimang kemewahan, tetapi keluarga yang penuh syukur, saling menghargai, dan saling menguatkan dalam kebaikan.
4. Menjadikan Nilai Ramadan Terus Hidup dalam Keluarga
Setelah Ramadan berakhir, tantangan kita adalah bagaimana menjaga semangat ibadah yang telah kita bangun.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ
اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا
النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا
يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ ٦
“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras. Mereka tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (QS. At-Tahrim: 6).
Dalam kehidupan era milenial dan generasi Z yang serba cepat, digital, dan cenderung individualistis, nilai-nilai Idul fitri justru semakin relevan untuk membangun keluarga sakinah.
Di tengah kesibukan, interaksi yang lebih banyak terjadi melalui gawai, serta potensi miskomunikasi di media sosial, momen Idulfitri menjadi ruang penting untuk kembali mempererat hubungan secara nyata.
Idulfitri menjadi momentum yang sangat berharga dalam membangun keluarga sakinah, karena ketika setiap anggota keluarga mampu menghidupkan nilai-nilai kebaikan, maka akan terwujud keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan diliputi keberkahan, yang tidak hanya bahagia di dunia tetapi juga mengantarkan pada kebahagiaan di akhirat.(*)