Sabtu, 07 Maret 2026

Tarling Ramadhan Bersama Bupati Purbalingga, PAI KUA Kutasari Sampaikan Empat Hal

PAI KUA Kutasari, Syukur Ariyadi saat menyampaikan kultum ramadhan pada Tarling Ramadan KUA Kutasari dan Pemerintah Kabupaten Purbalingga di Masjid Jami’ Nurul Huda Karangreja, Kecamatan Kutasari, Jumat (6/3/2026). (Foto: Fitriana Pusporini)
Purbalingga-Suasana penuh kebersamaan terasa dalam kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) Ramadan sinergi antara Kantor Urusan Agama (KUA) Kutasari dan Pemerintah Kabupaten Purbalingga di Masjid Jami’ Nurul Huda Karangreja, Kecamatan Kutasari, Jumat (6/3/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi antara Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga dan Pemerintah Daerah (Pemkab) dengan masyarakat sekaligus menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 H.
 

Hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Bidang Administrasi Umum dan Sumber Daya Manusia yang sekaligus mewakili Bupati Purbalingga, Pandi. Turut hadir pula unsur Forkopimda, Camat Kutasari Cahyono, Danramil Kutasari, Kapolsek Kutasari, para Direktur BUMD.

Kemudian, para ketua organisasi kemasyarakatan tingkat kecamatan seperti perwakilan PC Muhammadiyah dan MWC NU. Selain itu, kegiatan juga dihadiri staf dan Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama Kecamatan Kutasari, para tokoh masyarakat, serta warga sekitar.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, kultum disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kutasari, Syukur Ariyadi. Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan pesan keagamaan yang bersumber dari hadis Rasulullah SAW:

قال صل الله عليه وسلم  قوام الدنيا بأربعة أشياء: بعلم العلماء وبعدل الأمراء وبسخاوة الأغنياء وبدعوة الفقراء 

Bersabda Rasulullah SAW : “Tegaknya dunia dengan empat hal: ilmu Ulama, pemerintah yang adil, kedermawanan orang kaya, dan doa orang-orang fakir". 

Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dan Dailami tersebut menjelaskan bahwa terdapat empat pilar utama yang menopang kehidupan dunia agar tetap tenteram dan terhindar dari kehancuran, yaitu ilmu ulama, keadilan pemimpin, kedermawanan orang kaya, dan doa orang-orang fakir. 
Keempat pilar tersebut menggambarkan keseimbangan antara unsur pengetahuan, kekuasaan, kekuatan ekonomi, dan spiritualitas dalam kehidupan masyarakat.

Syukur Ariyadi menjelaskan bahwa ilmu para ulama berperan menuntun manusia pada jalan yang benar serta memberikan pemahaman tentang nilai-nilai kebaikan. Sementara itu, pemimpin yang adil memastikan hukum berjalan dengan baik sehingga tercipta ketertiban dan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat.

Di sisi lain, kedermawanan orang-orang kaya menjadi penopang kehidupan sosial karena mampu membantu masyarakat yang membutuhkan dan memperkuat solidaritas. Sedangkan doa orang-orang fakir yang tulus menjadi kekuatan spiritual yang turut menjaga keberkahan dan keseimbangan kehidupan.

Ia menegaskan bahwa keempat pilar tersebut harus berjalan beriringan agar tercipta tatanan kehidupan yang harmonis dan seimbang. Tanpa salah satu di antaranya, kehidupan masyarakat akan mudah terganggu oleh ketimpangan dan konflik.(*)

Kontributor : Fitriana Pusporini (PAI KUA Kutasari)
Editor: Imam Edi Siswanto 

Jumat, 06 Maret 2026

Teguhkan Integritas ASN: Kasubag TU Kemenag Purbalingga Ingatkan Aturan Gratifikasi

Kasubbag Tata Usaha Kankemenag Purbalingga, Sudiono, dalam Pembinaan Penyuluh Agama yang digelar di Aula Uswatun Khasanah kompleks Kankemenag Purbalingga, Jumat (6/3/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)
Purbalingga-Dalam rangka memperkuat komitmen menuju sukses Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) tahun 2027, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga juga menegaskan pentingnya pemahaman tentang aturan gratifikasi bagi aparatur sipil negara.

Hal tersebut disampaikan oleh Kasubbag Tata Usaha Kankemenag Purbalingga, Sudiono, dalam kegiatan Pembinaan Penyuluh Agama yang digelar di Aula Uswatun Khasanah kompleks Kankemenag Purbalingga, Jumat (6/3/2026).

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/2026/03/penyuluh-agama-diminta-aktif-dukung.html 

Dalam pemaparannya, Sudiono menjelaskan bahwa saat ini terdapat penegasan dan penyesuaian terkait aturan gratifikasi yang harus dipahami oleh seluruh ASN, termasuk para Penyuluh Agama.

Ia menegaskan bahwa integritas aparatur merupakan kunci penting dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, profesional, dan dipercaya oleh masyarakat.

Menurutnya, gratifikasi merupakan pemberian dalam arti luas yang meliputi berbagai bentuk, seperti uang, barang, diskon, komisi, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, hingga berbagai fasilitas lainnya yang diterima oleh pegawai negeri atau penyelenggara negara. Pemberian tersebut umumnya berkaitan dengan jabatan atau kewenangan yang dimiliki oleh seorang ASN.

Ia menambahkan bahwa gratifikasi yang diterima oleh pegawai negeri dan berkaitan dengan jabatan dapat memengaruhi keputusan atau pelaksanaan tugas. 

Oleh karena itu, setiap bentuk gratifikasi wajib dilaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jika gratifikasi tersebut tidak dilaporkan, maka dapat dianggap sebagai bentuk suap.

Analis SDM Kankemenag Purbalingga, Lina Parwati, dalam acara Pembinaan Penyuluh Agama yang digelar di Aula Uswatun Khasanah kompleks Kankemenag Purbalingga, Jumat (6/3/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama juga dilakukan sosialisasi dan registrasi GOL KPK sebagai bagian dari penguatan integritas aparatur. 

Sosialisasi tersebut disampaikan oleh Analis SDM Kankemenag Purbalingga, Lina Parwati, yang menjelaskan mekanisme registrasi serta pentingnya partisipasi ASN dalam program pengendalian gratifikasi dan pencegahan korupsi.

Ia menuturkan bahwa melalui registrasi pada sistem GOL KPK, aparatur dapat lebih mudah memahami prosedur pelaporan gratifikasi sekaligus memperkuat budaya kerja yang transparan dan akuntabel di lingkungan instansi pemerintah.

Melalui pemahaman yang baik mengenai aturan gratifikasi serta partisipasi aktif dalam program pengendalian gratifikasi, diharapkan seluruh ASN di lingkungan Kementerian Agama dapat terus menjaga integritas dan profesionalitas dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Langkah ini juga menjadi bagian penting dalam membangun budaya kerja yang bersih dan transparan guna mendukung terwujudnya zona integritas menuju WBBM.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto

Tarling Ramadhan Bersama Bupati Purbalingga, PAI KUA Kutasari Sampaikan Empat Hal

PAI KUA Kutasari, Syukur Ariyadi  saat menyampaikan kultum ramadhan pada Tarling Ramadan KUA Kutasari dan Pemerintah Kabupaten Purbalingga ...