Kamis, 24 September 2026

Thofikkur Rokhman: Menjaga Kehormatan Diri, Menyelamatkan Masa Depan (Siaran Radio)

PAI Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Thofikkur Rokhman saat menyampaikan materi edukasi tentang pentingnya menjaga kehormatan diri dan bahaya seks dini dalam siaran radio LPPL Gema Soedirman 96,3 FM, Selasa (22/9/2026).(Foto: Thofikkur Rokhman)

Menjaga Kehormatan Diri, Menyelamatkan Masa Depan
Oleh: Thofikkur Rokhman
Editor: Imam Edi Siswanto

Penyuluh Agama Islam (PAI) Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Thofikkur Rokhman menyampaikan materi edukasi tentang pentingnya menjaga kehormatan diri dan bahaya seks dini dalam siaran radio program Lentera Hati di LPPL Gema Soedirman 96,3 FM, Selasa (22/9/2026).

Materi tersebut mengajak masyarakat, khususnya generasi muda dan orang tua, untuk memahami bahaya pergaulan bebas sekaligus membangun benteng agama, keluarga, dan lingkungan dalam menjaga masa depan generasi. Berikut materi yang telah mengudara yang telah kami rangkum untuk pembaca setia iparipurbalingga.blogspot.com. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search?q=siaran+radio

https://iparipurbalingga.blogspot.com/search?q=BOJONGSARI

https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/TAUFIKKUR%20ROHMAN 

Islam sangat menjunjung tinggi kehormatan manusia. Salah satu tujuan syariat Islam (Maqashid asy-Syari’ah) adalah Hifzhun Nasl, yaitu menjaga keturunan. Hal ini tidak dapat diwujudkan tanpa menjaga kesucian pergaulan dan menjauhkan diri dari perbuatan keji yang dapat merusak moral, kesehatan, keluarga, dan tatanan sosial.

Di tengah derasnya arus informasi dan budaya permisif melalui gadget, generasi muda menghadapi tantangan pergaulan yang semakin kompleks. Salah satunya adalah perilaku seksual dini atau hubungan seksual di luar pernikahan. Islam tidak hanya melarang zina, tetapi juga melarang segala sesuatu yang dapat menjadi jalan menuju perbuatan tersebut.

Allah SWT berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra: 32)

Larangan “mendekati” zina menunjukkan pentingnya pencegahan sejak awal, termasuk menjaga pandangan, menghindari khalwat, membatasi pergaulan bebas, serta menjauhi konten yang membangkitkan syahwat.

BUKAN SEKADAR MASALAH MORAL

Seks dini memiliki dampak spiritual, psikologis, kesehatan, dan sosial. Dari sisi spiritual, perbuatan zina dapat melemahkan iman dan menghilangkan rasa malu yang merupakan bagian dari keimanan. Dari sisi psikologis, perasaan bersalah, kecemasan, ketakutan terhadap aib, dan hilangnya kepercayaan diri dapat mengganggu perkembangan jiwa remaja.

Dari sisi kesehatan, hubungan seksual pada usia dini dapat meningkatkan risiko kehamilan remaja dan berbagai komplikasi kesehatan. Kehamilan pada usia muda dapat menghadirkan risiko seperti anemia dan komplikasi kehamilan, sementara bayi yang dilahirkan juga memiliki risiko kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah.

Dampaknya juga dapat meluas kepada keluarga dan masyarakat. Kehamilan tidak diinginkan dapat mendorong pernikahan sebelum pasangan memiliki kesiapan mental, ekonomi, dan spiritual. Persoalan tersebut juga dapat menimbulkan persoalan sosial serta masalah terkait nasab dan perlindungan anak.

MENCEGAH SEBELUM TERLAMBAT

Islam memberikan langkah pencegahan yang komprehensif. Pertama, menjaga pandangan dan kehormatan diri. Allah SWT memerintahkan orang beriman untuk menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan sebagaimana QS. An-Nur ayat 30.

Kedua, memperkuat pendidikan agama dalam keluarga. Orang tua merupakan pendidik pertama yang perlu memberikan pemahaman tentang adab pergaulan, batasan aurat, menjaga kehormatan diri, serta penggunaan teknologi secara bijak.

Ketiga, memilih lingkungan pergaulan yang baik. Teman dan lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter remaja.

Keempat, mengisi masa muda dengan kegiatan positif dan memperkuat pengendalian diri. Olahraga, organisasi, belajar, kegiatan keagamaan, dan aktivitas sosial dapat menjadi sarana menyalurkan energi secara sehat. Bagi pemuda yang belum mampu menikah, Rasulullah SAW menganjurkan puasa sebagai sarana menjaga diri.

TANGGUNG JAWAB BERSAMA

Menjaga generasi bukan hanya tugas remaja dan orang tua. Masyarakat, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan pemerintah memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bermartabat. Masyarakat perlu membangun kepedulian sosial, sementara orang tua dan pendidik perlu hadir sebagai pendamping dan teladan.

Menjaga kehormatan diri bukan sekadar menjauhi dosa, tetapi merupakan ikhtiar menjaga iman, kesehatan, masa depan, keluarga, dan keturunan. Karena itu, mari bersama-sama membangun generasi yang berilmu, berakhlak, mampu mengendalikan diri, serta menjadikan ajaran agama sebagai benteng dalam menghadapi tantangan zaman.

Siaran radio dapat diakses melalui https://jogjastreamers.com/mobile/detail.php?radio=98 pada pukul 05.30 WIB dan Ba'da Adzan Maghrib setiap hari.(*)

Editor: Imam Edi Siswanto

Minggu, 23 Agustus 2026

Purbalingga Carnival 2026, Kemenag Purbalingga Tampilkan Layanan dan Budaya

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga saat memberikan gunungan buah dan sayuran kepada Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif dan Wakil Bupati Dimas Prasetyahani di acara Purbalingga Carnival 2026 dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menampilkan layanan dan budaya, Sabtu (22/8/2026).(Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga turut memeriahkan Purbalingga Carnival 2026 dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menampilkan layanan dan budaya, Sabtu (22/8/2026).

Dipimpin Agus Musalim dan sekretaris pelaksana Edi Rudjito, Kemenag Purbalingga mengikutsertakan 65 peserta dari unsur Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) dan Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) serta Kelompok Kerja Pengawas (POKJAWAS) dalam parade yang berlangsung dari Kodim 0702 menuju Pendapa Dipokusumo. 

LIHAT VIDEO: https://www.tiktok.com/@kemenag_purbalingga/video/7676763148883528978?q=kemenag%20purbalingga&t=1787446255349

Penyuluh Agama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga foto bersama sebelum acara Purbalingga Carnival 2026 dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menampilkan layanan dan budaya, Sabtu (22/8/2026).(Foto: Imam Edi Siswanto)

Keikutsertaan tersebut menjadi bentuk partisipasi Kemenag Purbalingga dalam kegiatan kemasyarakatan sekaligus sarana memperkenalkan peran penghulu dan penyuluh agama kepada masyarakat. Melalui berbagai barisan dan atraksi yang ditampilkan, APRI dan IPARI membawa pesan tentang layanan KUA, pembinaan masyarakat, keberagaman budaya, serta semangat kebangsaan.

Sebanyak 81 kontingen mengikuti Purbalingga Carnival 2026. Parade yang dibuka oleh Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif tersebut menempuh rute dari Kodim 0702 menuju Pendapa Dipokusumo. 

Beragam kreativitas dan atraksi budaya ditampilkan untuk menyemarakkan peringatan kemerdekaan sekaligus mengangkat potensi lokal Purbalingga. 

Delapan Kelompok APRI dan IPARI 

Peraga pasangan pengantin, oleh Syafik Muflih bersama istri dengan mengenakan pakaian adat NTT di acara Purbalingga Carnival 2026 dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menampilkan layanan dan budaya, Sabtu (22/8/2026).(Foto: Imam Edi Siswanto)

Sebanyak 65 peserta Kemenag Purbalingga dibagi ke dalam delapan kelompok dengan konsep dan pesan yang berbeda. Pertama, pembawa spanduk/banner bagian depan, Kedua, pembawa bendera Merah Putih, Ketiga, pembawa bendera Kemenag dan asosiasi.

Keempat, peraga pasangan pengantin, diperankan oleh Syafik Muflih bersama istri dengan mengenakan pakaian adat NTT. Penampilan ini menjadi representasi keberagaman budaya sekaligus menggambarkan salah satu layanan KUA dalam bidang pernikahan.

Kelima, barisan Urab Mendoan, berjumlah 10 orang dari unsur IPARI dan APRI. Peserta mengenakan pakaian khas tani, berupa baju lurik dengan kaos putih, celana hitam komprang, serta caping/tudung. Peserta putri menyesuaikan dengan pakaian khas tani. Penampilan ini mengangkat identitas lokal dan kehidupan masyarakat agraris Purbalingga.

Peserta pawai Kemenag Purbalingga saat berinteraksi dengan penonton di acara Purbalingga Carnival 2026 dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menampilkan layanan dan budaya, Sabtu (22/8/2026).(Foto: Imam Edi Siswanto)

Keenam, barisan Paku Bumi, terdiri atas 10 orang unsur APRI dan IPARI. Ketujuh, barisan Layanan KUA, berjumlah 16 orang dari unsur APRI. Pakaian dan konten pesan yang dibawa disesuaikan dengan berbagai jenis layanan KUA, sehingga parade sekaligus menjadi media pengenalan layanan kepada masyarakat.

Kedelapan, barisan Babinluhmas, terdiri atas 16 orang unsur IPARI. Para peserta mengenakan jas Babinluhmas, celana dan sepatu hitam, serta peci hitam, sedangkan peserta putri menyesuaikan atasan dengan warna seragam. Barisan ini menggambarkan peran penyuluh agama dalam pembinaan dan penyuluhan kehidupan keagamaan masyarakat. 

Perpaduan Budaya dan Layanan Keagamaan 

Para Penghulu dan Penyuluh Agama (Babinluhmas) di acara Purbalingga Carnival 2026 dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menampilkan layanan dan budaya, Sabtu (22/8/2026).(Foto: Imam Edi Siswanto)

Barisan Layanan KUA menjadi salah satu bagian penting karena memperkenalkan berbagai jenis layanan KUA kepada masyarakat dengan cara yang lebih komunikatif. Sementara penampilan pasangan pengantin dengan pakaian adat NTT menunjukkan keberagaman budaya yang hidup dalam masyarakat sekaligus memperkuat pesan tentang pentingnya pelayanan dan pembinaan keluarga.

Adapun barisan Urab Mendoan dan Paku Bumi mengangkat pertanian dan ekonomi lokal Purbalingga. Kehadiran unsur tersebut memperlihatkan bahwa kekuatan lokal dapat dipadukan dengan semangat pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

Thofikkur Rokhman: Menjaga Kehormatan Diri, Menyelamatkan Masa Depan (Siaran Radio)

PAI Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Thofikkur Rokhman  saat  menyampaikan materi edukasi tentang pentingnya menjaga kehormatan diri...