Rabu, 04 Maret 2026

SMA N 1 Karangreja Gandeng Lima PAI KUA Hadirkan Pemateri Pesantren Ramadhan

Guru PAI SMA N I Karangreja, Syifaul Mannan (Baju Putih) saat menyampaikan rencana program Pesantren Ramadhan kepada Penyuluh Agama KUA Karangreja di KUA Karangreja,.Rabu (4/3/2026). (Foto: Saryono)

Purbalingga-Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah, SMA Negeri 1 Karangreja secara resmi mengajukan permintaan pemateri kepada Kantor Urusan Agama (KUA) Karangreja untuk mengisi kegiatan Pesantren Ramadhan Tahun Ajaran 2025/2026.

Permohonan tersebut disampaikan oleh Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SMA N I Karangreja, Syifaul Mannan. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kolaborasi dan sinergi antara lembaga pendidikan dengan KUA dalam memperkuat pembinaan karakter religius siswa selama bulan penuh berkah.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGREJA

Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Karangreja, Saryono mengatakan, kegiatan Pesantren Ramadhan dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai Senin, 9 Maret hingga Jum’at, 13 Maret 2026, bertempat di Gedung SMA N I Karangreja. Adapun waktu pelaksanaan setiap harinya dimulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB.

Menindaklanjuti permintaan tersebut, sambungnya, KUA Karangreja menugaskan lima Penyuluh Agama Islam sebagai pemateri, yaitu Saryono, Ngamali, Shofa Nailin Na’im, Eva Lutfiati Khasanah, dan Irma In Shofiyana. Kegiatan ini juga akan didukung oleh Imam Dulgani dari unsur staf KUA Karangreja.

Pesantren Ramadhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keagamaan peserta didik, memperkuat nilai-nilai akhlakul karimah, serta membiasakan ibadah harian di lingkungan sekolah.

“Materi yang akan disampaikan meliputi penguatan aqidah, fiqih ibadah, akhlak remaja, serta praktik tadarus Al-Qur’an dan diskusi keagamaan interaktif,” katanya.

Dengan adanya dukungan dari para penyuluh agama KUA Karangreja, diharapkan kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 H di SMA N I Karangreja dapat berjalan lancar, tertib, serta memberikan dampak positif dalam membentuk generasi muda yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia.(*)

Kontributor : Saryono (Penyuluh Agama Islam KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto

Sabtu, 28 Februari 2026

Ramadan 2026 di Luar Negeri Tetap Membara Meski Tantangan Waktu dan Cuaca Berbeda

Ilustrasi Ramadhan pada musim dingin

Ramadan 2026 di Luar Negeri Tetap Membara Meski Tantangan Waktu dan Cuaca Berbeda
Pewarta: Imam Edi Siswanto 

Ramadan 1447 H/2026 M telah dimulai di banyak negara di seluruh dunia, termasuk negara-negara dengan komunitas Muslim minoritas seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Swedia dan lainnya.

Penetapan awal puasa secara luas dilaksanakan pada pertengahan Februari hingga awal Maret 2026, dengan tradisi salat tarawih berjemaah tetap ramai diselenggarakan di masjid-masjid setempat meski umat Muslim jauh dari kampung halaman. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/RAMADHAN%202026

Fenomena unik Ramadan tahun ini adalah bagaimana komunitas Muslim di negara luar khatulistiwa menunjukkan keteguhan menjalankan ibadah puasa dan tarawih berjemaah.

Di negara-negara Eropa utara seperti Swedia, durasi puasa pada hari pertama tercatat sekitar 11 jam 52 menit, lebih singkat dibandingkan di Indonesia, karena posisi lintang utara dan waktu siang yang masih relatif pendek pada akhir musim dingin.

Sementara di negara seperti Korea Selatan, durasi puasa Ramadan 2026 diprediksi berkisar menurut variasi sekitar 12,5 hingga 13,5 jam karena pergeseran musim dari akhir musim dingin menuju awal musim semi.

Semangat beribadah di tengah perubahan iklim ini kerap dijalankan di masjid seperti Seoul Central Mosque, yang menjadi pusat aktivitas keagamaan umat Muslim di negeri tersebut.

Kondisi cuaca pada Februari–Maret di negara-negara ini umumnya masih dingin hingga sejuk karena transisi musim; namun suasana inilah yang justru memperkuat kekhusyukan ibadah.

Bagi Muslim di Swedia yang menghadapi angin dingin dan waktu siang yang masih singkat, ataupun bagi Muslim di Asia Timur yang menghadapi perubahan suhu dari dingin ke hangat, Ramadan menjadi momentum refleksi spiritual dan kebersamaan yang terjalin erat antar diaspora.

Semangat kaum Muslim di luar negeri untuk tetap melaksanakan ibadah puasa dan tarawih berjemaah ini memberi inspirasi penting bagi umat di Indonesia bahwa ibadah tidak terhalang oleh jarak, cuaca, atau kondisi geografis.

Ramadan tetap menjadi waktu untuk memperteguh iman, mempererat ukhuwah, dan berbagi makna kebaikan dengan sesama, menjadikan bulan suci ini sebagai momentum penanaman karakter serta rasa syukur yang mendalam.(*)

Sumber:
1. https://kumparan.com/berita-hari-ini/10-negara-dengan-durasi-puasa-tercepat-di-dunia-tahun-2026-26tIatSEz6U/3?utm_source=chatgpt.com
2. https://www.liputan6.com/islami/read/6284089/puasa-di-korea-berapa-jam-prediksi-durasi-dan-jadwal-ramadan-2026-di-seoul?utm_source=chatgpt.com

SMA N 1 Karangreja Gandeng Lima PAI KUA Hadirkan Pemateri Pesantren Ramadhan

Guru PAI SMA N I Karangreja, Syifaul Mannan (Baju Putih) saat menyampaikan rencana program Pesantren Ramadhan kepada Penyuluh Agama KUA Kara...