Jumat, 08 Mei 2026

Semua Makhluk Membutuhkan Allah

Desainer grafis oleh : Artanti Laili Zulaiha

Ketika kesulitan datang dan hati mulai diliputi keputusasaan, manusia akan menyadari bahwa satu-satunya tempat bergantung hanyalah Allah SWT. Manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang lemah dan penuh kebutuhan, sedangkan Allah adalah Al-Ghaniy, Dzat Yang Maha Kaya dan tidak membutuhkan apa pun dari makhluk-Nya. Justru seluruh makhluklah yang senantiasa bergantung kepada-Nya. Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ

Hai manusia, kamulah yang sangat butuh kepada Allah; dan Allah Dialah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” (QS. Fathir: 15)

Ayat ini menjelaskan bahwa Allah sama sekali tidak membutuhkan makhluk-Nya. Sebaliknya, seluruh makhluk sangat membutuhkan Allah dalam setiap keadaan, baik ketika bergerak maupun diam. Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa semua makhluk bergantung kepada Allah dalam seluruh aktivitasnya, sedangkan Allah tetap Maha Kaya dan tidak memerlukan siapa pun.

Segala nikmat yang dirasakan manusia berasal dari Allah. Kehidupan, kesehatan, kekuatan tubuh, rezeki, makanan, keselamatan dari musibah, hingga petunjuk menuju kebaikan, semuanya adalah karunia dari-Nya. Tanpa pertolongan Allah, manusia tidak memiliki daya dan kekuatan apa pun.

Karena itu, manusia sangat membutuhkan Allah dalam beribadah, mencintai-Nya, mengikhlaskan amal, dan mendekatkan diri kepada-Nya. Jika hati jauh dari Allah, maka kehidupan ruhani manusia akan hancur dan kehilangan ketenangan.

Di sisi lain, Allah tidak membutuhkan ketaatan hamba-Nya. Ketaatan manusia tidak menambah kekuasaan Allah sedikit pun, dan kemaksiatan manusia juga tidak mengurangi kerajaan-Nya sedikit pun. Allah berfirman:

وَمَنْ شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيٌّ كَرِيمٌ
Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya Dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendir. Dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Rabbku Maha Kaya lagi Maha Mulia.” (QS. An Naml: 40)


وَمَنْ جَاهَدَ فَإِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهِ إِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Al ‘Ankabut: 6)

فَكَفَرُوا وَتَوَلَّوْا وَاسْتَغْنَى اللَّهُ وَاللَّهُ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

Lalu mereka ingkar dan berpaling; dan Allah tidak memerlukan (mereka). Dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. At Taghobun: 6)

إِنْ تَكْفُرُوا أَنْتُمْ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا فَإِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ حَمِيدٌ

Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah) Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. Ibrahim: 8)

Dalam hadits qudsi, Allah Ta’ala berfirman,

يَا عِبَادِى لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَتْقَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ مَا زَادَ ذَلِكَ فِى مُلْكِى شَيْئًا يَا عِبَادِى لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَفْجَرِ قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِنْ مُلْكِى شَيْئًا

Wahai hamba-Ku, kalau orang-orang terdahulu dan yang terakhir di antara kalian, sekalian manusia dan jin, mereka itu bertaqwa seperti orang yang paling bertaqwa di antara kalian, tidak akan menambah kekuasaan-Ku sedikit pun. Jika orang-orang yang terdahulu dan yang terakhir di antara kalian, sekalian manusia dan jin, mereka itu berhati jahat seperti orang yang paling jahat di antara kalian, tidak akan mengurangi kekuasaan-Ku sedikit pun juga.” (HR. Muslim no. 2577)

Di antara bentuk ghina Allah (tidak butuh-Nya Allah pada segala sesuatu) adalah Allah tidak butuh pada infak dari orang yang berinfak dan begitu pula Allah tidak mendapatkan bahaya jika ada orang yang pelit. Allah Ta’ala berfirman,

وَمَنْ يَبْخَلْ فَإِنَّمَا يَبْخَلُ عَنْ نَفْسِهِ وَاللَّهُ الْغَنِيُّ وَأَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ

Dan siapa yang kikir, sesungguhnya Dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang butuh (kepada-Nya).” (QS. Muhammad: 38)

Di antara bentuk ghina Allah (tidak butuh-Nya Allah pada segala sesuatu) adalah terbebasnya Allah dari berbagai ‘aib dan kekurangan. Barangsiapa yang menetapkan sifat tidak sempurna bagi Allah, maka itu berarti telah mencacati sifat ghina Allah. Allah Ta’ala berfirman,

قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا سُبْحَانَهُ هُوَ الْغَنِيُّ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ

Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata: “Allah mempuyai anak”. Maha suci Allah; Dia-lah yang Maha Kaya; Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang di bumi.” (QS. Yunus: 68)

Tidak ada yang sebanding dengan Allah dan tidak pula yang jadi tandingan bagi-Nya. Itulah bentuk ghina Allah yang lain. Lantas bagaimana seseorang menyamakan makhluk yang fakir dengan Allah. Bagaimana mungkin Allah yang ghoni Yang Maha Kaya disamakan dengan hamba. Allah Ta’ala berfirman,

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ قُلْ فَمَنْ يَمْلِكُ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا إِنْ أَرَادَ أَنْ يُهْلِكَ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah itu ialah Al masih putera Maryam”. Katakanlah: “Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi kesemuanya?”. Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al Maidah: 17)

Di antara bentuk ghina Allah (tidak butuh-Nya Allah pada segala sesuatu) adalah hamba-Nya amat butuh berdoa pada-Nya setiap saat. Allah pun berjanji untuk mengabulkannya. Allah pun Memerintahkan hamba-Nya untuk beribadah dan Allah janji akan memberikan ganjaran.

Barangsiapa yang mengetahui Allah memiliki sifat ghina (tidak butuh pada segala sesuatu selain Dia), maka ia akan mengenali dirinya yang fakir dan benar-benar butuh pada Allah. Jika hamba telah mengetahui bahwa ia sangat fakir dan sangat butuh pada Allah, itu adalah tanda bahagia untuknya di dunia dan akhirat.

Kontributor : Siti Suwarti (Penyuluh Agama Islam KUA Purbalingga)
Editor : Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar)

Kamis, 07 Mei 2026

Menggapai Haji Mabrur: 27 ASN Kemenag Purbalingga Ikuti Doa Bersama Calon Jamaah Haji 2026

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani, saat menyampaikan arahanya di acara Doa Bersama dan Pelepasan Petugas serta Calon Jamaah Haji 1447 H/2026 M di Aula Uswatun Hasanah, Kamis (7/5/2026).(Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga menggelar Doa Bersama dan Pelepasan Petugas serta Calon Jamaah Haji 1447 H/2026 M di Aula Uswatun Hasanah, Kamis (7/5/2026). 

Pada musim haji tahun ini, sebanyak 27 ASN Kemenag Purbalingga dari unsur pegawai kantor, KUA, Penyuluh Agama Islam, pengawas, hingga guru RA dan madrasah diberangkatkan untuk menunaikan ibadah haji.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani, mengatakan bahwa panggilan untuk menunaikan ibadah haji merupakan nikmat dan keistimewaan luar biasa yang wajib disyukuri. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/Zahid%20Khasani

“Panggilan untuk menjadi tamu Allah, harus disyukuri dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk beribadah dengan penuh keikhlasan,” ungkapnya.

Ia juga berpesan kepada seluruh calon jamaah haji agar menjaga niat dan kesehatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Menurutnya, kesehatan menjadi salah satu kunci utama agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan optimal.

Dalam arahannya, Zahid Khasani menyampaikan empat pesan penting kepada para calon jamaah haji, yaitu meluruskan niat semata-mata karena Allah SWT agar meraih haji mabrur, menjaga kesehatan selama di Tanah Suci, menjaga nama baik Kabupaten Purbalingga dan Kementerian Agama, serta turut mendoakan kesuksesan Kemenag Purbalingga menuju WBBM 2027.

Sementara itu, dalam sambutannya mewakili calon jamaah haji, Kasubbag TU, Sudiono menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga.

Ia juga memohon doa agar seluruh jamaah diberikan kesehatan, kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah haji.

“Selamat berpisah dan selamat berjumpa lagi, sepertinya Ka'bah sudah di hadapan kita,” ucap Sudiono penuh haru.

Sudiono juga mengajak seluruh jamaah untuk turut mendoakan kesuksesan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di lingkungan Kemenag Purbalingga pada tahun 2027.

Kegiatan yang berlangsung cukup khidmat dan penuh haru ini, mengusung tema “Menggapai Haji Mabrur, Menguatkan Ukhuwah dan Keikhlasan dalam Pengabdian.”

Sebelum keberangkatan menuju Tanah Suci. Doa bersama dipimpin oleh Kasi Bimas Islam, Moh. Nur Hidayat yang memohon keselamatan, kesehatan, kelancaran perjalanan, serta kemabruran bagi seluruh jamaah.

Dengan doa dan dukungan bersama, para jamaah diharapkan dapat menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar serta kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur dan membawa keberkahan bagi masyarakat.

Berikut daftar Jemaah calon haji tahun 1447 H/2026 M
ASN dan NON ASN Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga.

1

Sudiono

2

Siti Honiah Mujiati

3

Agus Musalim

4

Suratmo

5

Eny Kristianti

6

Eli Nurhayati

7

Syarifudin

8

Yuyu Yuniawati

9

Farid Syarifudin

10

Asrifah

11

Mariatul Qibriyah

12

Musriah

13

Siti Latifah

14

Isnaeni Nurul Hidayati

15

Rina Tri Yuniati

16

Imam Edi Siswanto

17

Pariyah

18

Anis Novi P

19

Nikmah Yulianti

20

Titik

21

Suprapti

22

Abdillah Rahman

23

Siti Muflikhah

24

Siti Khozanah

25

Endaryati

26

Siti Nurhidayati

27

Aman Bagus Pambudi

Pewarta: Imam Edi Siswanto

Semua Makhluk Membutuhkan Allah

Desainer grafis oleh : Artanti Laili Zulaiha Ketika kesulitan datang dan hati mulai diliputi keputusasaan, manusia akan menyadari bahwa satu...