Jumat, 13 Maret 2026

Hindari Pinjol dan Judol Menjelang Lebaran, PAI KAU Kertanegara Edukasi Literasi Keuangan Syariah Melalui Siaran Radio

PAI KUA Kertanegara, Nia Melawati saat memberikan edukasi litrerasi keuangan syariah melalui siaran radio FM Gema Soedirman Purbalingga pada program Siraman Qolbu Ramadhan, Jumat (13/03/2026).(Foto: Dok: Nia Melawati)

Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) Kankemenag Purbalingga, Nia Melawati memberikan edukasi literasi keuangan syariah melalui siaran radio Gema Soedirman Purbalingga pada program Siraman Qolbu Ramadhan. Tema yang diusung adalah “Hindari Pinjol dan Judol Menjelang Lebaran”. Jumat (13/03/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Nia Melawati mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola keuangan, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri yang sering kali diiringi dengan meningkatnya kebutuhan konsumsi.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/NIA%20MELAWATI

Ia menekankan bahwa fenomena pinjaman online (pinjol) ilegal dan judi online (judol) saat ini semakin marak dan kerap menjadi jalan pintas yang justru menjerumuskan masyarakat pada permasalahan ekonomi yang lebih berat.

Menurut Nia, edukasi terkait pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol) sangat penting untuk dilakukan karena masih banyak masyarakat yang belum memahami risiko besar di balik kedua praktik tersebut. Minimnya literasi keuangan sering kali membuat masyarakat mudah tergoda oleh tawaran pinjaman yang cepat dan instan tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjangnya.

“Pinjol ilegal dapat menjerat masyarakat pada bunga yang tinggi, tekanan penagihan, hingga permasalahan ekonomi keluarga,” jelasnya.

Sementara itu, judi online bukan hanya merugikan secara finansial, tetapi juga dapat merusak mental, memicu konflik dalam rumah tangga, mendorong seseorang melakukan tindakan kriminal, sehingga dampak negatifnya bukan hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga banyak pihak.

Lebih dari itu, dari sisi keagamaan, praktik tersebut menjauhkan seseorang dari nilai-nilai ketakwaan. Riba dan judi jelas dilarang dalam Islam karena mengandung unsur kezaliman, ketidakadilan, serta merusak tatanan kehidupan. Ketika hal ini dibiarkan dan dianggap biasa, maka yang terancam bukan hanya kondisi ekonomi, tetapi juga kualitas iman dan moral umat.

Melalui edukasi ini, masyarakat diajak untuk memahami prinsip keuangan syariah yang menekankan pada sikap hidup sederhana, menghindari utang yang tidak mendesak, serta menjauhi praktik yang mengandung unsur riba, gharar, dan maisir.

“Kebahagiaan dalam merayakan Lebaran tidak harus diukur dengan kemewahan, melainkan dengan keberkahan, kebersamaan, dan rasa syukur,” ungkapnya. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KERTANEGARA

Selain itu, Nia juga menyampaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan saat berhutang ketika memang tidak ada jalan lain untuk melakukannya, diantaranya;

  1. berhutang hanya untuk kebutuhan mendesak, bukan untuk gengsi atau memenuhi keinginan,
  2. sebelum berhutang, dipastikan ada kemampuan untuk membayar karena membayar hutang hukumnya wajib,
  3. berhutang yang tidak mengandung unsur riba/gharar/maysir baik itu hutang secara langsung di lembaga keuangan atau perbankan, maupun berhutang secara online,
  4. memiliki niat yang kuat untuk melunasi hutang ketika sudah mampu untuk mengembalikannya.

Ia berharap, menjelang Lebaran kebutuhan ekonomi meningkat sehingga sebagian orang mencari jalan pintas untuk mendapatkan uang secara cepat. Oleh karena itu, melalui edukasi ini masyarakat diingatkan agar lebih bijak dalam mengelola keuangan, menghindari praktik yang dilarang dalam Islam, serta mengutamakan prinsip kehati-hatian, keberkahan, dan tanggung jawab dalam setiap aktivitas ekonomi.(*)

Kontributor : Nia Melawati, S.Sy (PAI KUA Kertanegara)
Editor: Imam Edi Siswanto

Kamis, 12 Maret 2026

Selama Tiga Hari KUA Kalimanah dan SMPN 2 Kalimanah Didik Siswa Ilmu Ibadah dan Praktik Keagamaan

Kepala KUA Kalimanah, Drs. H. Kholidin, M.Si, saat menyampaikan materi Haji dan Umroh di hadapan ratusan pelajar SMPN 2 Kalimanah, Selasa (10/3/2026). (Foto: Amin Muakhor)

Purbalingga-Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalimanah mengisi kegiatan diklat keagamaan bagi siswa-siswi SMP Negeri 2 Kalimanah selama tiga hari berturut-turut, Selasa hingga Kamis (10–12/3/2026).

Kegiatan tersebut dikemas dalam program “Ramadhan Aksi Islami bersama KUA Kalimanah: Upgrade Iman, Tingkatkan Toleransi dan I’tikaf Qolbu.” Kegiatan dilaksanakan di lingkungan sekolah serta di Masjid Al Huda Kalimanah.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara KUA Kalimanah dan SMPN 2 Kalimanah dalam rangka memberikan penguatan literasi keagamaan bagi para pelajar selama bulan suci Ramadhan. Program ini diikuti oleh tiga kelompok jenjang kelas, yaitu kelas VII, VIII, dan IX, dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran keagamaan bagi para siswa.

BACA:  https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KALIMANAH

Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto saat menyampaikan materi Sholat Sunah Berjamaah di hadapan ratusan pelajar SMPN2 Kalimanah di masjid Al Huda Kalimanah, Selasa (10/3/2026). (Foto: MA Zaenal Abidin)

Pada hari perdana ini, untuk kelas VII, materi disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) Pujianto, Mughofar, dan Zamroni Irham dengan tema Pemulasaran Jenazah. Para siswa diberikan pemahaman tentang tata cara pengurusan jenazah dalam Islam, mulai dari memandikan, mengkafani, hingga menyolatkan jenazah.

Tidak hanya teori, para siswa juga diajak melakukan praktik secara langsung agar memahami proses tersebut dengan benar. Para siswa terlihat antusias saat mengikuti praktik mengafani jenazah, bahkan secara bergantian mereka ikut mempraktikkan langkah-langkah yang dijelaskan oleh para penyuluh.

Melalui kegiatan ini, para pelajar diharapkan memiliki bekal pengetahuan dasar tentang kewajiban fardhu kifayah yang menjadi tanggung jawab umat Islam.

Sementara itu untuk kelas VIII, materi disampaikan oleh Kepala KUA Kalimanah Drs. H. Kholidin, M.Si bersama staf KUA Amin Muakhor dan H. Mukhyono dengan tema Ibadah Haji dan Umrah. Dalam sesi ini para siswa mendapatkan penjelasan tentang syarat, rukun, dan tujuan ibadah haji dan umrah, serta pemahaman mengenai makna spiritual dari ibadah tersebut.

Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah, Pujianto dan Mughofar saat menyampaikan materi Pemulasaran Jenazah di hadapan ratusan pelajar SMPN2 Kalimanah di ruang kelas setempat, Selasa (10/3/2026). (Foto: Zamroni Irham)

Selain materi teori, para siswa juga diajak melakukan praktik mengenakan pakaian ihram dan memahami tata cara thawaf serta urutan pelaksanaan ibadah haji dan umrah.

Kegiatan yang berlangsung sekitar tiga jam, mulai pukul 08.00 hingga 11.50 WIB tersebut berlangsung menarik, meskipun para siswa sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Antusiasme siswa terlihat ketika mereka mencoba mengenakan pakaian ihram secara langsung.

Adapun untuk kelas IX, materi disampaikan oleh PAI Imam Edi Siswanto, Azizah Dwi Purba, dan MA Zaenal Abidin yang dilaksanakan di Masjid Al Huda Kalimanah dengan tema Sholat Sunah Berjamaah.

Para siswa diberikan pemahaman mengenai berbagai macam sholat sunah berjamaah, seperti Sholat Idul Fitri, Idul Adha, Sholat Gerhana Matahari dan Bulan, serta Sholat Istisqa (memohon turunnya hujan).

Setelah mendapatkan penjelasan materi, para siswa kemudian diajak untuk mempraktikkan langsung tata cara pelaksanaan sholat-sholat sunah tersebut secara berjamaah.

Beberapa siswa bahkan mendapat kesempatan untuk menjadi imam, di antaranya Iqbal, Riska, dan Aufa, sehingga kegiatan berlangsung lebih interaktif dan edukatif.

Melalui rangkaian kegiatan pembelajaran dan praktik ibadah ini, para siswa diharapkan dapat memahami ajaran Islam secara lebih mendalam serta mampu mempraktikkannya dengan benar dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun di lingkungan masyarakat.

Program Ramadhan Aksi Islami ini menjadi salah satu bentuk komitmen KUA Kalimanah dalam menghadirkan dakwah yang edukatif dan aplikatif bagi generasi muda, sekaligus memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan dan institusi keagamaan dalam membentuk karakter pelajar yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

Sebagai informasi, para pelajar siswa SMPN 2 Kalimanah akan mendapatkan semua materi tersebut di atas secara bergiliran sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh pihak sekolah.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto

Hindari Pinjol dan Judol Menjelang Lebaran, PAI KAU Kertanegara Edukasi Literasi Keuangan Syariah Melalui Siaran Radio

PAI KUA Kertanegara, Nia Melawati saat memberikan edukasi litrerasi keuangan syariah melalui siaran radio FM Gema Soedirman Purbalingga pad...