Keluarga Sakinah, Silaturahmi Menguat: Kedamaian Rumah Menjadi Fondasi Masyarakat
Oleh: Pujianto dan MA Zaenal Abidin
Editor: Imam Edi Siswanto
PURBALINGGA – Masyarakat yang rukun dan harmonis berawal dari keluarga yang damai. Rumah bukan sekadar tempat tinggal, melainkan madrasah pertama untuk menanamkan kasih sayang, menghormati sesama, dan membangun kebiasaan menjaga silaturahmi.
Karena itu, mewujudkan keluarga sakinah menjadi salah satu fondasi penting bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang tenteram dan penuh keberkahan.
BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/Siaran%20Radio
Pesan yang cukup mendalam di atas, disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Pujianto dan Moh Agus Zaenal Abidin, dalam program Lentera Hati yang disiarkan melalui LPPL Gema Soedirman 96,3 FM, dengan tema “Keluarga Sakinah sebagai Pondasi Kokoh Silaturahmi di Tengah Masyarakat,” pada Kamis (15/10/2026) kemarin.
Dalam dialognya, keduanya mengajak masyarakat melihat hubungan erat antara keharmonisan rumah tangga dan kerukunan sosial.
Pujianto: “Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat. Jika keluarga dibangun dengan kasih sayang, kejujuran, dan sikap saling menghargai, nilai-nilai itu akan terbawa ketika anggotanya berinteraksi dengan tetangga dan lingkungan. Sebaliknya, konflik yang dibiarkan di rumah dapat memengaruhi hubungan sosial.”
Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. Ar-Rum ayat 21 tentang tujuan pernikahan, yakni menghadirkan ketenteraman (sakinah), cinta (mawaddah), dan kasih sayang (rahmah). Keluarga yang harmonis diharapkan mampu membentuk pribadi yang tenang, peduli, dan mudah berbuat baik kepada orang lain.
Moh Agus Zaenal Abidin: “Rasulullah SAW bersabda bahwa sebaik-baik orang adalah yang paling baik terhadap keluarganya. Artinya, kebaikan tidak cukup ditampilkan di ruang publik. Sikap sabar, menghormati pasangan, menyayangi anak, dan menjaga hubungan dengan orang tua harus dimulai dari rumah.”
Menurut keduanya, silaturahmi bukan sekadar berkunjung ketika hari raya, melainkan diwujudkan melalui kepedulian, saling membantu, memaafkan, serta menjaga hubungan baik dengan kerabat dan tetangga.
Ajaran ini juga ditegaskan dalam QS. An-Nisa ayat 36 yang memerintahkan umat Islam berbuat baik kepada orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, dan tetangga.
Namun, membangun keluarga sakinah pada era digital memiliki tantangan tersendiri. Penggunaan gawai yang berlebihan dapat membuat anggota keluarga sibuk dengan dunianya masing-masing, meskipun berada dalam satu ruangan.
Pujianto: “Jangan sampai teknologi mendekatkan orang yang jauh, tetapi justru menjauhkan orang yang berada di dekat kita. Luangkan waktu untuk berbicara, mendengarkan, saling menasihati dalam kebaikan, dan mendoakan satu sama lain.”
Keduanya mengajak keluarga membangun komunikasi yang hangat, menyelesaikan persoalan tanpa saling merendahkan, serta membiasakan anak menghormati orang tua dan menyayangi saudara. Kebiasaan sederhana tersebut dapat menumbuhkan empati dan kepedulian sosial.
Dalam ajaran Islam, menjaga silaturahmi juga memiliki keutamaan. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa orang yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya hendaknya menyambung tali silaturahmi.
Melalui program Lentera Hati, masyarakat diajak menjadikan rumah sebagai pusat pendidikan akhlak dan pasangan sebagai mitra dalam beribadah. Keluarga yang sakinah bukan hanya menghadirkan ketenangan bagi penghuninya, tetapi juga menjadi sumber kebaikan bagi lingkungan.
Dari rumah yang penuh kasih sayang, tumbuh masyarakat yang rukun, saling peduli, dan kuat dalam menjaga persaudaraan.
Pengelolaan keuangan yang terencana, keterbukaan pasangan, serta kepedulian terhadap sesama menjadi fondasi penting untuk membangun keluarga yang harmonis dan berkah.
Rezeki yang dikelola dengan amanah dan penuh syukur akan lebih bermakna: kebutuhan hari ini terpenuhi, masa depan lebih terencana, dan keharmonisan keluarga tetap terjaga.
Siaran radio tersebut dapat diakses melalui https://jogjastreamers.com/mobile/detail.php?radio=98 pada pukul 05.30 WIB dan Ba'da Adzan Maghrib setiap hari.(*)

