Rabu, 25 Februari 2026

Menguatkan Sinergi dan Profesionalitas, Penyuluh Agama Karangreja Siapkan Kinerja Terbaik 2026

PAI KUA Kecamatan Karangreja saat menggelar kegiatan ngaji bareng dan rapat penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) Tahun 2026 di KUA Karangreja, Rabu (25/2/2026). (Foto: Ngamali)

Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karangreja menggelar kegiatan ngaji bareng yang dirangkaikan dengan penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) Tahun 2026, Rabu (25/2/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan sekaligus menyatukan visi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGREJA 

Dijelaskan oleh PAI KUA Karangreja, Ngamali, bahwa dalam suasana penuh kekeluargaan, para penyuluh saling berbagi pengalaman lapangan, mendiskusikan tantangan dakwah, serta merumuskan strategi pembinaan umat yang lebih efektif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Setelah sesi penguatan spiritual melalui ngaji bersama, kegiatan dilanjutkan dengan penyusunan SKP Tahun 2026. Proses penyusunan dilakukan secara kolaboratif guna memastikan setiap program kerja tersusun secara terarah, terukur, dan selaras dengan kebijakan Kementerian Agama Republik Indonesia. 

"Perencanaan yang matang ini diharapkan mampu mendorong optimalisasi kinerja penyuluh dalam pembinaan keagamaan, layanan konsultasi, hingga pendampingan sosial keagamaan di tengah masyarakat," kata Ngamali.

Koordinasi dan sinergi menjadi komitmen bersama dalam menjalankan program kerja ke depan. Para penyuluh bertekad untuk terus meningkatkan profesionalitas, bersikap responsif terhadap kebutuhan umat, serta aktif berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan di wilayah Kecamatan Karangreja.

Melalui semangat kebersamaan dan tanggung jawab yang terbangun dalam kegiatan ini, diharapkan peran penyuluh agama semakin kuat sebagai garda terdepan dalam membimbing dan melayani masyarakat, serta mampu mewujudkan pelayanan keagamaan yang profesional, humanis, dan berintegritas sepanjang Tahun 2026.(*)

Kontributor: Ngamali (Penyuluh Agama Islam KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi siswanto

Sabtu, 21 Februari 2026

Kultum Ramadhan PAI KUA Kalimanah: Puasa Digital dan Target Ibadah

PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto, saat menyampaikan tausiyah atau kultum Ramadhan 1447 H di Mushala Al Haq Penaruban, Kamis (19/2/2026) lalu. (Foto: Ahza Farikh)

Purbalingga- Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kalimanah, Imam Edi Siswanto, menyampaikan tausiyah atau kultum Ramadhan 1447 H di Mushala Al Haq dan Mushala An Nuur pada Kamis dan Jumat (19–20/2/2026) lalu. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak jamaah untuk mensyukuri nikmat karena kembali dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan.

Menurutnya, wujud rasa syukur tidak cukup hanya dengan ucapan, tetapi harus dibuktikan dengan mengisi Ramadhan sebaik mungkin sesuai kemampuan masing-masing. Ia mengingatkan agar Ramadhan tahun ini meninggalkan atsar atau bekas kebaikan dalam diri.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/IMAM%20EDI%20SISWANTO

“Jangan sampai setelah Ramadhan berakhir kita justru menyesal karena melewatinya seperti hari biasa. Sungguh itu kerugian besar,” pesannya.
PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto, saat menyampaikan tausiyah atau kultum Ramadhan 1447 H di Mushala An Nuur Penaruban, Jumat (20/2/2026) lalu. (Foto: Ahza Farikh)

Imam Edi juga menekankan pentingnya meluruskan niat dalam setiap ibadah semata-mata karena Allah, sebab itulah yang dinilai dan menjadi sebab turunnya pahala serta ridha-Nya.

Kepada para remaja dan pemuda, ia berpesan agar menjaga akhlak, menjauhi gaya hidup boros dan pergaulan bebas, dan kompetisi gaya hidup hedonism (kepuasan materi belaka) serta tetap semangat menuntut ilmu yang bermanfaat.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/RAMADHAN%202026

“Puasa mengajarkan kita untuk hidup dengan penuh kesabaran, rasa syukur, sederhana dan ikhlas,” pesannya kepada para remaja dan pemuda mushala tersebut.

Selain itu, ia mengajak jamaah untuk menjalani “puasa digital” dengan membatasi penggunaan gawai hanya untuk hal yang perlu dan bermanfaat agar tidak melalaikan maupun mengurangi pahala puasa.

Diahir kultumnya, Ia mendorong setiap jamaah menetapkan minimal satu target ibadah selama Ramadhan, seperti tadarus dan khatam Al-Qur’an, shalat berjamaah, bersedekah, saling memaafkan, serta bekerja dan mencari nafkah halal.

“Satu target saja yang penting bernilai ibadah dan sesuai kemampuan, agar kita benar-benar merasakan nikmatnya bulan penuh rahmat, berkah, dan ampunan,” harapnya.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto

Menguatkan Sinergi dan Profesionalitas, Penyuluh Agama Karangreja Siapkan Kinerja Terbaik 2026

PAI KUA Kecamatan Karangreja saat menggelar kegiatan ngaji bareng dan rapat penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) Tahun 2026 di KUA Kar...