(Menjaga Konsistensi dalam Iman, Ibadah, dan Kebaikan)
Oleh: Wahidah (Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga)
Editor: Imam Edi Siswanto
Istiqamah sering kali mudah diucapkan, tetapi tidak selalu mudah dipertahankan. Kita mungkin pernah berjanji untuk rajin salat berjamaah, membaca Al-Qur’an setiap hari, memperbanyak sedekah, atau memperbaiki diri. Semangat itu menggebu pada awalnya, tetapi perlahan melemah ketika kesibukan, rasa malas, dan berbagai persoalan kehidupan datang menghampiri.
Istiqamah berarti teguh berada di jalan kebaikan dan ketaatan kepada Allah SWT meskipun menghadapi berbagai ujian. Allah SWT berfirman dalam QS. Fussilat ayat 30 bahwa orang-orang yang berkata, “Tuhan kami ialah Allah,” kemudian mereka meneguhkan pendirian, akan mendapatkan kabar gembira dan ketenteraman dari para malaikat.
BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/Siaran%20Radio
Ayat tersebut mengingatkan bahwa iman bukan sekadar pengakuan lisan, melainkan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Istiqamah bukan berarti tidak pernah salah atau jatuh dalam dosa. Istiqamah adalah kesediaan untuk bangkit ketika terjatuh, kembali mengingat Allah ketika lalai, segera bertobat ketika berbuat dosa, serta menyalakan kembali semangat ibadah ketika mulai melemah.
Mengapa Istiqamah Sulit Dipertahankan?
Melakukan kebaikan sekali mungkin terasa mudah. Namun, mempertahankannya secara berkelanjutan membutuhkan kesungguhan. Membaca Al-Qur’an satu hari tidaklah sulit, tetapi membiasakannya setiap hari memerlukan komitmen. Begitu pula dengan sedekah, salat sunah, dan berbagai amal saleh lainnya.
Karena itu, istiqamah tidak harus dimulai dengan amalan besar. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit. Membaca satu halaman Al-Qur’an setiap hari, bersedekah sesuai kemampuan, atau meluangkan beberapa menit untuk berzikir merupakan langkah sederhana yang bermakna apabila dijaga secara konsisten.
Lima Langkah Menjaga Istiqamah
Pertama, luruskan niat. Lakukan kebaikan karena Allah, bukan semata-mata demi pujian manusia. Kedua, mulailah dari amalan ringan dengan target yang realistis, kemudian tingkatkan secara bertahap setelah terbiasa. Ketiga, jangan bergantung pada suasana hati. Ketaatan perlu dijaga, baik ketika bersemangat maupun saat lelah, sedih, atau sibuk.
Keempat, pilih lingkungan yang baik. Bergaul dengan orang-orang yang mengingatkan kepada Allah dapat mendorong kita untuk terus berbuat baik. Kelima, jangan berhenti berdoa agar hati senantiasa diteguhkan dalam agama. Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW ialah, “Ya Muqallibal-qulub, tsabbit qalbi ‘ala dinik”, “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”
Ketika mengalami kegagalan, jangan menjadikannya alasan untuk menyerah. Kita tidak perlu menunggu menjadi manusia sempurna untuk beribadah. Justru melalui ibadah dan pertobatan, kita berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.
Istiqamah juga tidak terbatas pada ibadah ritual. Ia tercermin dalam kejujuran, menjaga ucapan, menghormati orang tua, menyayangi pasangan, mendidik anak, bekerja dengan amanah, menjaga silaturahmi, dan menolong sesama. Dengan demikian, istiqamah mencakup hubungan yang baik dengan Allah sekaligus perilaku mulia terhadap sesama manusia.
Mulailah Hari Ini, Pertahankan Kebaikan
Mari bertanya kepada diri sendiri: kebaikan apa yang selama ini ingin kita lakukan, tetapi belum mampu kita pertahankan? Mungkin salat tepat waktu, membaca Al-Qur’an, bersedekah, menjaga lisan, atau memperbaiki hubungan keluarga. Tidak ada kata terlambat untuk kembali mendekat kepada Allah.
Mulailah hari ini dengan satu kebaikan kecil, lalu pertahankan. Sebab, bukan hanya besarnya amalan yang penting, melainkan juga kesungguhan untuk menjaganya secara berkelanjutan. Semoga Allah SWT meneguhkan hati kita agar istiqamah dalam iman, ibadah, dan kebaikan hingga akhir hayat.
Artikel ini telah disiarkan melalui LPPL Radio Gema Soedirman pada frekuensi 96,3 FM oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga yang bertugas di KUA Rembang , Wahidah, dalam program Lentera Hati, pada pekan lalu.
Siaran radio tersebut dapat diakses melalui https://jogjastreamers.com/mobile/detail.php?radio=98 pada pukul 05.30 WIB dan Ba'da Adzan Maghrib setiap hari.(*)

