Rabu, 29 April 2026

“PAGAR CERAI” Gerakan Kreatif PAI KUA Kalimanah Cegah Perceraian bagi Calon Pengantin

Tangkapan layar flyer Lomba Menulis Komitmen Cegah Perceraian di beranda Facebook KUA Kalimanah https://www.facebook.com/kua.kalimanah

Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalimanah menggelar rapat koordinasi untuk membahas program inovasi pencegahan perceraian, Senin (27/4/2026) kemarin.

Program tersebut diberi nama “PAGAR CERAI” (Penyuluh Agama Bergerak Cegah Perceraian) sebagai upaya nyata memperkuat ketahanan keluarga sejak awal pernikahan.

Program ini dirancang dengan pendekatan edukatif dan kreatif, dengan makna simbolis sebagai “pagar” atau benteng yang melindungi keluarga agar tidak mudah runtuh akibat perceraian.

Melalui inovasi ini, para penyuluh ingin menanamkan kesadaran sejak dini kepada calon pengantin (catin) tentang pentingnya komitmen dalam menjaga keutuhan rumah tangga.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KALIMANAH

Salah satu kegiatan utama dalam program PAGAR CERAI adalah lomba menulis komitmen pencegahan perceraian bagi para calon pengantin. Dalam teknis pelaksanaannya, setiap catin diminta menuliskan komitmen mereka di atas kertas, kemudian hasil tulisan tersebut difoto dan diunggah melalui akun Instagram resmi KUA Kalimanah https://www.instagram.com/kuakalimanah/ dengan menandai akun pribadi peserta.

Lomba ini menghadirkan dua kategori penilaian, yaitu tulisan terbaik dan jumlah “like” terbanyak. Para peserta juga didorong untuk membagikan postingan tersebut kepada teman, keluarga, dan kerabat sebagai bentuk kampanye positif dalam menjaga keutuhan keluarga.

Program ini akan menyasar peserta Bimbingan Perkawinan (Bimwin) selama bulan Mei 2026. Pelaksanaan lomba dijadwalkan berlangsung mulai 1 Mei hingga 30 Mei 2026, dengan pengumuman pemenang pada 1 Juni 2026.

Melalui program PAGAR CERAI ini, KUA Kalimanah berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa pernikahan bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen jangka panjang yang harus dijaga dengan kesungguhan, tanggung jawab, dan nilai-nilai keagamaan.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto

Mufti Marlina: Silaturahmi Memperpanjang Usia dan Meluaskan Rezeki

Keajaiban Silaturahmi: Memperpanjang Usia dan Meluaskan Rezeki
Oleh Mufti Marlina Penyuluh Agama Islam Purbalingga Jawa Tengah
Editor: Imam Edi Siswanto

Silaturahmi berasal dari dua kata, Shilah yang berarti menyambung atau menghubungkan, dan Ar-Rahm yang berarti kasih sayang atau rahim ibu. Maka, silaturahmi bukan sekadar berkunjung atau bersalaman, melainkan menyambungkan kembali tali kasih sayang yang mungkin mulai mengendur atau bahkan sempat terputus.

Al-Qur'an Surah An-Nisa ayat 1:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

"Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)-nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu."

Ayat ini menegaskan bahwa menjaga hubungan kekeluargaan dan kasih sayang adalah bagian tak terpisahkan dari ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Rasulullah Saw. memberikan motivasi yang gemar menjaga silaturahmi. Beliau bersabda:

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

"Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi."

Mari kita ulas dalam prespektif iman dan realitas sosial:
1. Melapangkan Rezeki: Dalam psikologi sosial, silaturahmi membuka pintu-pintu peluang. Bertemu saudara dan kawan membuka jalan informasi, kolaborasi, dan kepercayaan. Namun lebih dari itu, rezeki dalam Islam bukan sekadar materi, melainkan keberkahan. Orang yang gemar bersilaturahmi hatinya akan tenang, dan ketenangan itulah modal utama produktivitas.

2. Memperpanjang Usia: Para ulama menafsirkan 'panjang usia' dalam dua makna. Pertama, keberkahan waktu sehingga ia mampu melakukan banyak kebaikan dalam umur yang singkat. Kedua, ia akan tetap 'hidup' dan dikenang kebaikannya meskipun jasadnya sudah tiada. Secara medis, interaksi sosial yang hangat terbukti menurunkan tingkat stres dan meningkatkan imunitas tubuh.

Di era digital, tantangan silaturahmi semakin nyata. Kadang kita merasa sudah 'bersilaturahmi' hanya dengan memberi tanda like di media sosial atau mengirim pesan WhatsApp. Sentuhan fisik, tatapan mata yang penuh kasih, dan kehadiran raga dalam sebuah pertemuan majelis seperti ini memiliki energi spiritual yang tidak bisa digantikan oleh layar ponsel. 
 
Rasulullah mengajarkan kita untuk saling mengunjungi, terutama kepada mereka yang sedang sakit, yang sedang berduka, atau yang sudah lama tidak terdengar kabarnya.

Silaturahmi yang paling mulia adalah ketika kita menyambung hubungan dengan orang yang telah memutusnya. Menghubungi saudara yang mungkin sedang berselisih dengan kita, memaafkan kerabat yang pernah menyakiti hati kita. Inilah puncak dari akhlak seorang mukmin. Kita tidak melakukannya karena mereka baik, tapi kita melakukannya karena kita patuh pada perintah Allah SWT.

Kesimpulanya, silaturahmi bukan sekadar interaksi sosial, tetapi ibadah yang memiliki dampak besar bagi kehidupan dunia dan akhirat, karena dengan menyambung tali kasih sayang, seseorang dapat memperoleh keberkahan rezeki, ketenangan hati, serta “panjang usia” dalam makna keberkahan amal dan dikenangnya kebaikan. 
 
Di tengah tantangan era digital, silaturahmi sejati tetap menuntut kehadiran, kepedulian, dan keikhlasan, bahkan mencapai derajat tertinggi ketika seseorang mampu menyambung hubungan yang terputus. Dengan demikian, silaturahmi menjadi wujud nyata ketakwaan kepada Allah sekaligus kunci membangun kehidupan yang harmonis, sehat, dan penuh keberkahan(*)

“PAGAR CERAI” Gerakan Kreatif PAI KUA Kalimanah Cegah Perceraian bagi Calon Pengantin

Tangkapan layar flyer Lomba Menulis Komitmen Cegah Perceraian di beranda Facebook KUA Kalimanah https://www.facebook.com/kua.kalimanah Pur...