Rabu, 11 Maret 2026

Dzikir Utama Saat I’tikaf: Menghidupkan Hati dengan Kalimat Tauhid

Dzikir Utama Saat I’tikaf: Menghidupkan Hati dengan Kalimat Tauhid
Oleh: Siti Suwarti, S.Ag (PAIF KUA Purbalingga Kankemenag Kabupaten Purbalingga)
Editor: Imam Edi Siswanto

Menjelang akhir bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk semakin meningkatkan kualitas ibadah, terutama pada sepuluh hari terakhir. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan ketika melakukan i’tikaf adalah memperbanyak dzikir dan doa. 

Hal ini penting karena keberhasilan amal sering ditentukan oleh penutupnya. Dengan memperbanyak dzikir, diharapkan hati semakin dekat kepada Allah serta semakin semangat dalam mengisi akhir Ramadhan dengan amal ibadah.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/Siti%20Suwarti

Dalam salah satu khutbahnya menjelang Ramadhan, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak empat amalan utama. Dua amalan yang mendatangkan keridhaan Allah adalah membaca kalimat tauhid “Laa ilaaha illallah” dan memperbanyak istighfar. 

Sedangkan dua amalan yang sangat dibutuhkan manusia adalah memohon surga kepada Allah dan berlindung dari api neraka. Empat amalan ini menjadi dzikir dan doa yang sangat dianjurkan, khususnya saat i’tikaf di penghujung Ramadhan.

Di antara amalan tersebut, kalimat tauhid “Laa ilaaha illallah” memiliki keutamaan yang sangat agung. Para ulama, seperti Ibnu Rajab Al-Hambali, menjelaskan bahwa keutamaan kalimat ini tidak dapat dihitung jumlahnya. 

Kalimat tauhid merupakan kunci surga, bahkan Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa saja yang akhir ucapannya sebelum meninggal adalah “Laa ilaaha illallah”, maka ia akan masuk surga. Selain itu, dzikir ini juga disebut sebagai dzikir yang paling utama dan dapat menghapus dosa serta kesalahan.

Keutamaan lain dari kalimat tauhid adalah menjadi pelindung dari api neraka dan jaminan untuk masuk surga apabila diucapkan dengan ikhlas. Kalimat ini juga menjadi sarana utama dalam berdoa dan berdzikir kepada Allah. 

Bahkan dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa jika kalimat “Laa ilaaha illallah” ditimbang dengan seluruh langit dan bumi, maka kalimat tauhid tersebut akan lebih berat timbangannya. Oleh karena itu, memperbanyak bacaan kalimat ini menjadi amalan yang sangat dianjurkan bagi setiap muslim.

Karena keutamaannya yang besar, para ulama menganjurkan agar kalimat “Laa ilaaha illallah” dijadikan wirid harian. Dzikir ini dapat dibaca kapan saja, seperti saat berjalan, berkendara, maupun sebelum tidur.

Dengan memperbanyak dzikir tersebut, hati akan semakin hidup dan dekat kepada Allah. Harapannya, seorang muslim dapat menutup kehidupannya dengan kalimat tauhid dan kelak dibangkitkan di hari kiamat di bawah panji “Laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah.” Aamiin.(*)

The Most KUA Edukasi 900 Siswa SMAN 1 Karangreja, Penyuluh Agama Kampanyekan Pencegahan Pernikahan Dini

PAI KUA Karangreja, Ngamali saat menyampaikan materi The Most KUA di SMA Negeri 1 Karangreja yang digelar dalam rangka Pesantren Ramadhan di ruang sekolah setempat, Senin (9/3/2026). (Foto: Saryono)

Purbalingga-Sebanyak 900 siswa SMA Negeri 1 Karangreja mengikuti kegiatan “The Most KUA” pada hari pertama yang digelar dalam rangka Pesantren Ramadhan, Senin (9/3/2026) lalu.

Kegiatan ini menghadirkan para Penyuluh Agama Islam dari KUA Karangreja dengan materi utama tentang pencegahan pernikahan dini bagi remaja usia sekolah.

PAI KUA Karangreja, Saryono mengatakan, sebelum kegiatan dimulai, para penyuluh agama terlebih dahulu bersilaturahmi dengan Kepala SMA Negeri 1 Karangreja, Tri Lestari, di ruang kepala sekolah. Pertemuan tersebut juga menjadi ajang perkenalan, mengingat Tri Lestari baru mulai bertugas sebagai kepala sekolah sejak awal Maret 2026.

Dalam sambutannya, Tri Lestari menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara pihak sekolah dan KUA Karangreja dalam memberikan pembinaan kepada para siswa. 

Kepala SMA N I Karangreja, Tri Lestari (tengah) saat memberikan sambutan kepada Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Karangreja di Runag Kepala, Senin (9/3/2026). (Foto: Saryono)

“Kami menyambut baik kegiatan ini karena memberikan wawasan penting bagi para siswa, khususnya dalam memahami pergaulan remaja serta merencanakan masa depan dengan lebih baik,” ucap Tri Lestari.

Kegiatan The Most KUA berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB. Materi disampaikan dengan sistem pembagian sesi kelas sehingga setiap pemateri mengisi dua kali pertemuan untuk menjangkau seluruh peserta.

Para pemateri yang hadir merupakan seluruh Penyuluh Agama Islam KUA Karangreja, yaitu Saryono, Ngamali, Shofa Nailin Na’im, Eva Lutfiati Khasanah, dan Irma In Shofiyana.  

PAI KUA Karangreja, Eva Lutfiati Khasanah saat menyampaikan materi The Most KUA di SMA Negeri 1 Karangreja yang digelar dalam rangka Pesantren Ramadhan di ruang sekolah setempat, Senin (9/3/2026). (Foto: Saryono)

Dalam penyampaian materi, para penyuluh memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga pergaulan, merencanakan masa depan, serta memahami risiko dan dampak dari pernikahan dini. Hal ini dinilai penting karena siswa SMA berada pada fase remaja yang menjadi masa pembentukan karakter dan penentuan arah masa depan.

Materi disampaikan secara interaktif dan komunikatif, disertai sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan, bahkan beberapa di antaranya aktif menyampaikan pertanyaan dan pendapat terkait dinamika pergaulan remaja.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa SMA Negeri 1 Karangreja semakin memahami pentingnya menjaga diri, memperkuat akhlak, serta mempersiapkan masa depan secara matang melalui pendidikan dan pengembangan diri.

Program The Most KUA juga menjadi bagian dari upaya sinergi antara SMA Negeri 1 Karangreja dan KUA Karangreja dalam membina generasi muda agar tumbuh menjadi remaja yang berkarakter, berakhlak mulia, serta mampu mengambil keputusan yang bijak dalam kehidupan.(*)

Kontributor: Saryono (PAI KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto

Dzikir Utama Saat I’tikaf: Menghidupkan Hati dengan Kalimat Tauhid

Dzikir Utama Saat I’tikaf: Menghidupkan Hati dengan Kalimat Tauhid Oleh: Siti Suwarti, S.Ag (PAIF KUA Purbalingga Kankemenag Kabupaten Purba...