![]() |
| Penyuluh Agama Islam yang tergabung dalam PD IPARI Purbalingga foto bersama di studio LPPL Gema Soedirman usai kunjungan nonformal di kantor setempat, Jumat (14/8/2026) (Foto: Imam Edi Siswanto) |
PURBALINGGA-Setelah sukses menyelenggarakan Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) pada Kamis (12/8/2026) kemarin, Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah langsung melakukan evaluasi dan rapat koordinasi rutin untuk memperkuat program kepenyuluhan, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan evaluasi berlangsung dalam suasana Jumat pagi yang cerah. Dengan memanfaatkan kursi milik PPAI Kecamatan Kalimanah yang sedang dijemur, para penyuluh memanfaatkan waktu tersebut untuk bermusyawarah sekaligus menikmati udara dan sinar matahari pagi.
BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KALIMANAH
Suasana sederhana tersebut justru menjadi ruang yang efektif untuk melakukan refleksi terhadap pelaksanaan program yang telah berjalan sekaligus menyusun langkah kepenyuluhan berikutnya.
Salah satu fokus pembahasan adalah peningkatan kualitas dan kemampuan penyuluh dalam menguasai materi serta metode bimbingan perkawinan. Para penyuluh didorong untuk terus memperkaya literasi, memperbarui wawasan, serta meningkatkan kemampuan memilih metode penyampaian yang sesuai dengan karakter audiens.
![]() |
| PAI KUA Kalimanah saat rakor dan evaluasi kegiatan di halaman kantor PPAI Kecamatan Kalimanah, Jumat (14/8/2026). (Foto: Rizal) |
Penguasaan materi saja dinilai belum cukup. Penyuluh juga perlu memiliki kemampuan mengelola waktu secara efektif agar pesan yang disampaikan dapat diterima secara utuh, menarik, dan tidak membosankan. Karena itu, kemampuan mengemas materi menjadi singkat, padat, komunikatif, dan tepat sasaran menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas layanan penyuluhan.
Perluas Jangkauan Penyuluhan melalui Radio
Usai melakukan evaluasi internal, dipimpin oleh Imam Edi Siswanto, para Penyuluh Agama islam (PAI) melanjutkan agenda dengan melakukan kunjungan nonformal ke Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Gema Soedirman Purbalingga mewakili PD IPARI Purbalingga.
Menurut salah satu pengurus PD IPARI Purbalingga, Imam Edi Siswanto, bahwa radio dipandang sebagai salah satu media yang masih memiliki daya jangkau kuat di tengah masyarakat.
Melalui siaran radio, Penyuluh Agama dapat hadir lebih dekat dengan publik, menyampaikan edukasi keagamaan, membuka ruang dialog, serta memberikan informasi dan pendampingan mengenai berbagai persoalan kehidupan.
Sebelumnya, Imam telah berkonsultasi dengan Ketua Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Purbalingga, Khikam Aziz, tentang rencana tersebut.
Ia merespons baik dan mendukung rencana kegiatan siaran tersebut sebagai program yang akan dikoordinasi langsung oleh PD IPARI Purbalingga. Menurutnya, kolaborasi dengan media menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan tugas dan fungsi Penyuluh Agama.
Dukungan serupa disampaikan Kepala KUA Kalimanah, Kholidin, yang menyambut sangat positif rencana tersebut. Ia berpesan agar Penyuluh Agama senantiasa dekat dengan publik dan mampu beradaptasi dengan berbagai ruang komunikasi.
Menurut Kholidin, kehadiran penyuluh tidak harus selalu dalam forum tatap muka. Dunia audio juga dapat menjadi ruang pelayanan dan dakwah yang efektif apabila dikelola dengan materi yang berkualitas dan metode komunikasi yang tepat.
![]() |
| Penyuluh Agama Islam yang tergabung dalam PD IPARI Purbalingga saat bersilaturahmi di radio LPPL Gema Soedirman di kantor setempat, Jumat (14/8/2026) (Foto: Imam Edi Siswanto) |
Perkuat Data sebagai Basis Penyuluhan
Selain penguatan kapasitas dan perluasan media dakwah, rapat koordinasi juga membahas pentingnya pemutakhiran data keagamaan di wilayah kerja.
Para penyuluh akan melakukan survei sekaligus memperbarui data mengenai jumlah penduduk, jumlah pemeluk agama, tempat ibadah, majelis taklim, Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ), Madrasah Diniyah (Madin), pondok pesantren, hingga data wakaf.
Pemutakhiran data tersebut dinilai penting agar program kepenyuluhan benar-benar berbasis pada kondisi dan kebutuhan masyarakat. Dengan data yang akurat, penyuluh dapat memetakan persoalan, menentukan sasaran pembinaan, serta menyusun program yang lebih tepat dan terukur.
Rangkaian kegiatan Jumat tersebut menunjukkan bahwa tugas Penyuluh Agama tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan. Setiap program perlu dievaluasi, kapasitas penyuluh terus ditingkatkan, jangkauan dakwah diperluas, dan data masyarakat diperbarui secara berkala.
Dengan semangat tersebut, PAI KUA Kalimanah terus berupaya menghadirkan penyuluhan agama yang lebih berkualitas, adaptif, berbasis data, dan semakin dekat dengan masyarakat.(*)
Pewarta: Imam Edi Siswanto


.jpg)
