Minggu, 15 Februari 2026

Geber BBM: Kebersamaan PAI, Santri, dan Takmir Menyambut Bulan Suci

PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto, saat melaksanakan Program Gerakan Bersama (Geber) Bersih-Bersih Masjid dan Mushala (BBM) yang diinisiasi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia di Mushala Al Haq Desa Penaruban, Kaligondang, Purbalingga, Ahad (15/2/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kalimanah, Imam Edi Siswanto, bersama para santri kelas Al-Qur’an dan kelas Ta’limul Qur’an Lil Aulad (TQA) Nurul Iman Penaruban serta Takmir Mushala Al Haq Desa Penaruban, Kaligondang, Purbalingga, menggelar kegiatan bersih-bersih mushala, Ahad (15/2/2026).

Kegiatan ini sekaligus menyukseskan Program Gerakan Bersama (Geber) Bersih-Bersih Masjid dan Mushala (BBM) Tahun 2026, yang diinisiasi oleh Direktur Jenderal Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama Republik Indonesia, dalam rangka meningkatkan kualitas pemberdayaan Rumah Ibadah (Masjid Berdaya Berdampak) jelang Ramadan 1447 H/2026 M. 

Santri dan remaja TQA Nurul Iman Penaruban bersam aTakmir Msuhala Al Haq Penaruban pada kegiatan bersih-bersih mushala di Mushala Al Haq Desa Penaruban, Kaligondang, Purbalingga, Ahad (15/2/2026). (Foto: Imam edi Siswanto)

Dijelaskan oleh Imam Edi, 
yang juga Kepala TPQ Nurul Iman dan Penasehat Takmir Mushala Al Haq, bahwa suasana kerja bakti berlangsung lancar, penuh semangat gotong royong dan kebersamaan. Anak-anak, remaja, dan orang tua berbaur tanpa sekat, bekerja sesuai kemampuan masing-masing. 

Pemandangan ini bukan sekadar aktivitas membersihkan bangunan, melainkan juga potret pendidikan karakter yang hidup di tengah masyarakat.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/IMAM%20EDI%20SISWANTO

Gotong Royong yang Bernilai Ibadah
Menurutnya, kegiatan kerja bakti telah menjadi tradisi masyarakat muslim.

“Gotong royong itu sudah menjadi ciri masyarakat desa, selain juga bernilai ibadah,” jelasnya.

Santri Kelas Al Quran TPQ Nurul Iman Penaruban pada kegiatan bersih-bersih mushala di Mushala Al Haq Desa Penaruban, Kaligondang, Purbalingga, Ahad (15/2/2026). (Foto: Imam edi Siswanto)

Pernyataan ini menegaskan bahwa kerja bakti bukan hanya kegiatan sosial, tetapi juga sarana memperkuat ukhuwah (persaudaraan) sekaligus ladang pahala.

Belajar dari Tindakan, Bukan Sekadar Teori
Anak-anak dan remaja dibagi dalam beberapa kelompok. Anak-anak bertugas menyapu lantai, membersihkan kaca jendela, serta menata kitab dan buku di lemari. 

Remaja menangani pekerjaan yang lebih menantang seperti membersihkan kipas angin, ventilasi, langit-langit, tempat wudhu, dan WC.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KALIMANAH

Sementara pekerjaan berat seperti memperbaiki kabel listrik, saluran air, sound system, dan peralatan lainnya dikerjakan oleh para orang tua.

Pembagian tugas ini bukan tanpa tujuan. Imam Edi menjelaskan alasan pentingnya melibatkan anak-anak TPQ dalam kegiatan tersebut:

1. Islam mengajarkan rajin bekerja sejak dini.
2. Melatih tanggung jawab.
3. Menumbuhkan rasa peduli dan memiliki terhadap rumah ibadah.
4. Membangun kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
5. Mendatangkan pahala karena bagian dari ibadah dan sedekah tenaga.
6. Membentuk karakter sukses anak yang gemar membantu di rumah dan di masyarakat.
7. Menunjukkan semangat menyambut Ramadhan sebagai salah satu ciri orang beriman.

Ketua Takmir Mushala al Haq, H. Mudasir (berkopiah) saat kegiatan bersih-bersih mushala di Mushala Al Haq Desa Penaruban, Kaligondang, Purbalingga, Ahad (15/2/2026). (Foto: Imam edi Siswanto)

Menanam Kenangan, Menuai Kerinduan
Lebih dari sekadar bersih-bersih, kegiatan ini menjadi pengalaman yang membekas di hati anak-anak. 

Di masa depan, kenangan menyapu lantai mushala atau membersihkan jendela bersama teman dan orang tua akan menjadi panggilan rindu untuk kembali memakmurkan masjid dan mushala.

Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang membersihkan hati, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan kepedulian. 

Ketika generasi muda diajak terlibat sejak dini, mereka tidak hanya belajar tentang ibadah, tetapi juga tentang cinta kepada Allah, kepada sesama, dan kepada rumah-Nya.

Semoga semangat gotong royong ini terus terjaga, menjadikan mushala bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan karakter dan kebersamaan umat.(*)

Pewarta: Imam Edi siswanto 

Jumat, 13 Februari 2026

PAI KUA Kalimanah Menjemput Kepastian Wakaf: Perjuangan 9 Tahun Berbuah Ikrar Penuh Keberkahan

Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) Kecamatan Kalimanah, Drs. H. Kholidin, MSI. (berbaju Korpri) saat diacara Ikrar Wakaf untuk Masjid Nurul Iman Desa Babakan, Rabu (12/2/2026). (Foto: Zamroni Irham)

Purbalingga-Rasa lega dan bahagia menyelimuti para pengurus dan jamaah Masjid Nurul Iman Desa Babakan setelah penantian panjang selama hampir sembilan tahun akhirnya berbuah manis dengan terlaksananya prosesi Ikrar Wakaf. 
 
Penyuluh Agama Islam (PAI) dari KUA Kalimanah, Zamroni Irham, mengatakan bahwa, momentum tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya mengamankan aset umat sekaligus membuka jalan menuju proses sertifikasi tanah wakaf agar lebih tertib secara administrasi dan terlindungi dari potensi penyalahgunaan. 
 
Prosesi Ikrar Wakaf dilaksanakan pada Rabu, 12 Februari 2026 pukul 13.00 WIB dengan pendampingan oleh  Penyuluh Agama Islam (PAI) dari KUA Kalimanah. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh haru karena menjadi puncak dari rangkaian proses panjang yang telah diupayakan oleh berbagai pihak.

Pelaksanaan ikrar dihadiri oleh Drs. H. Kholidin, MSI selaku Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) Kecamatan Kalimanah, Wakif Sigit Tri Hantoro, Ketua Nadzir Masjid Nurul Iman H. Ali Ma’ruf beserta jajaran pengurus, serta dua orang saksi yaitu Kadinah Maulana dan Miswanto. 
 
Sejumlah jamaah masjid juga turut hadir untuk menyaksikan momen bersejarah tersebut sebagai bentuk dukungan dan rasa syukur.

Keberhasilan terlaksananya Ikrar Wakaf ini tidak terlepas dari peran aktif penyuluh agama yang secara konsisten mendampingi, memberikan edukasi, serta memfasilitasi komunikasi antar pihak terkait. 
 
Pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh prosedur wakaf dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. 
Doa bersama pada diacara Ikrar Wakaf untuk Masjid Nurul Iman Desa Babakan, Rabu (12/2/2026). (Foto: Zamroni Irham)

"Dengan terlaksananya Ikrar Wakaf, langkah selanjutnya yang akan ditempuh adalah proses pengurusan sertifikat tanah wakaf," ucap Zamroni. 
 
Sertifikasi ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum terhadap aset wakaf sekaligus memperkuat tata kelola kemasjidan sehingga keberadaan masjid dapat terus memberikan manfaat bagi umat secara berkelanjutan.

Peristiwa ini menjadi bukti bahwa sinergi antara masyarakat, pengurus masjid, dan penyuluh agama mampu mewujudkan harapan besar umat. 
 
Semangat kebersamaan dan kesabaran dalam memperjuangkan legalitas wakaf menjadi inspirasi bahwa amanah umat harus dijaga dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.(*)

Kontributor: Zamroni Irham
Editor: Imam Edi Siswanto

Geber BBM: Kebersamaan PAI, Santri, dan Takmir Menyambut Bulan Suci

PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto, saat melaksanakan Program  Gerakan Bersama (Geber) Bersih-Bersih Masjid dan Mushala (BBM) yang diinisi...