Dzikir Utama Saat I’tikaf: Menghidupkan Hati dengan Kalimat Tauhid
Oleh: Siti Suwarti, S.Ag (PAIF KUA Purbalingga Kankemenag Kabupaten Purbalingga)
Editor: Imam Edi Siswanto
Menjelang akhir bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk semakin meningkatkan kualitas ibadah, terutama pada sepuluh hari terakhir. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan ketika melakukan i’tikaf adalah memperbanyak dzikir dan doa.
Hal ini penting karena keberhasilan amal sering ditentukan oleh penutupnya. Dengan memperbanyak dzikir, diharapkan hati semakin dekat kepada Allah serta semakin semangat dalam mengisi akhir Ramadhan dengan amal ibadah.
BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/Siti%20Suwarti
Dalam salah satu khutbahnya menjelang Ramadhan, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak empat amalan utama. Dua amalan yang mendatangkan keridhaan Allah adalah membaca kalimat tauhid “Laa ilaaha illallah” dan memperbanyak istighfar.
Sedangkan dua amalan yang sangat dibutuhkan manusia adalah memohon surga kepada Allah dan berlindung dari api neraka. Empat amalan ini menjadi dzikir dan doa yang sangat dianjurkan, khususnya saat i’tikaf di penghujung Ramadhan.
Di antara amalan tersebut, kalimat tauhid “Laa ilaaha illallah” memiliki keutamaan yang sangat agung. Para ulama, seperti Ibnu Rajab Al-Hambali, menjelaskan bahwa keutamaan kalimat ini tidak dapat dihitung jumlahnya.
Kalimat tauhid merupakan kunci surga, bahkan Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa saja yang akhir ucapannya sebelum meninggal adalah “Laa ilaaha illallah”, maka ia akan masuk surga. Selain itu, dzikir ini juga disebut sebagai dzikir yang paling utama dan dapat menghapus dosa serta kesalahan.
Keutamaan lain dari kalimat tauhid adalah menjadi pelindung dari api neraka dan jaminan untuk masuk surga apabila diucapkan dengan ikhlas. Kalimat ini juga menjadi sarana utama dalam berdoa dan berdzikir kepada Allah.
Bahkan dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa jika kalimat “Laa ilaaha illallah” ditimbang dengan seluruh langit dan bumi, maka kalimat tauhid tersebut akan lebih berat timbangannya. Oleh karena itu, memperbanyak bacaan kalimat ini menjadi amalan yang sangat dianjurkan bagi setiap muslim.
Karena keutamaannya yang besar, para ulama menganjurkan agar kalimat “Laa ilaaha illallah” dijadikan wirid harian. Dzikir ini dapat dibaca kapan saja, seperti saat berjalan, berkendara, maupun sebelum tidur.
Dengan memperbanyak dzikir tersebut, hati akan semakin hidup dan dekat kepada Allah. Harapannya, seorang muslim dapat menutup kehidupannya dengan kalimat tauhid dan kelak dibangkitkan di hari kiamat di bawah panji “Laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah.” Aamiin.(*)

%20Selaku%20Kepala%20SMA%20N%20I%20Karangreja,%20saat%20memberikan%20sambutan%20kepada%20Penyuluh%20Agama%20KUA%20Karangreja%20di%20Runag%20Kepala..jpeg)