Minggu, 23 Agustus 2026

Purbalingga Carnival 2026, Kemenag Purbalingga Tampilkan Layanan dan Budaya

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga saat memberikan gunungan buah dan sayuran kepada Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif dan Wakil Bupati Dimas Prasetyahani di acara Purbalingga Carnival 2026 dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menampilkan layanan dan budaya, Sabtu (22/8/2026).(Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga turut memeriahkan Purbalingga Carnival 2026 dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menampilkan layanan dan budaya, Sabtu (22/8/2026).

Dipimpin Agus Musalim dan sekretaris pelaksana Edi Rudjito, Kemenag Purbalingga mengikutsertakan 65 peserta dari unsur Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) dan Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) serta Kelompok Kerja Pengawas (POKJAWAS) dalam parade yang berlangsung dari Kodim 0702 menuju Pendapa Dipokusumo. 

LIHAT VIDEO: https://www.tiktok.com/@kemenag_purbalingga/video/7676763148883528978?q=kemenag%20purbalingga&t=1787446255349

Penyuluh Agama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga foto bersama sebelum acara Purbalingga Carnival 2026 dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menampilkan layanan dan budaya, Sabtu (22/8/2026).(Foto: Imam Edi Siswanto)

Keikutsertaan tersebut menjadi bentuk partisipasi Kemenag Purbalingga dalam kegiatan kemasyarakatan sekaligus sarana memperkenalkan peran penghulu dan penyuluh agama kepada masyarakat. Melalui berbagai barisan dan atraksi yang ditampilkan, APRI dan IPARI membawa pesan tentang layanan KUA, pembinaan masyarakat, keberagaman budaya, serta semangat kebangsaan.

Sebanyak 81 kontingen mengikuti Purbalingga Carnival 2026. Parade yang dibuka oleh Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif tersebut menempuh rute dari Kodim 0702 menuju Pendapa Dipokusumo. 

Beragam kreativitas dan atraksi budaya ditampilkan untuk menyemarakkan peringatan kemerdekaan sekaligus mengangkat potensi lokal Purbalingga. 

Delapan Kelompok APRI dan IPARI 

Peraga pasangan pengantin, oleh Syafik Muflih bersama istri dengan mengenakan pakaian adat NTT di acara Purbalingga Carnival 2026 dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menampilkan layanan dan budaya, Sabtu (22/8/2026).(Foto: Imam Edi Siswanto)

Sebanyak 65 peserta Kemenag Purbalingga dibagi ke dalam delapan kelompok dengan konsep dan pesan yang berbeda. Pertama, pembawa spanduk/banner bagian depan, Kedua, pembawa bendera Merah Putih, Ketiga, pembawa bendera Kemenag dan asosiasi.

Keempat, peraga pasangan pengantin, diperankan oleh Syafik Muflih bersama istri dengan mengenakan pakaian adat NTT. Penampilan ini menjadi representasi keberagaman budaya sekaligus menggambarkan salah satu layanan KUA dalam bidang pernikahan.

Kelima, barisan Urab Mendoan, berjumlah 10 orang dari unsur IPARI dan APRI. Peserta mengenakan pakaian khas tani, berupa baju lurik dengan kaos putih, celana hitam komprang, serta caping/tudung. Peserta putri menyesuaikan dengan pakaian khas tani. Penampilan ini mengangkat identitas lokal dan kehidupan masyarakat agraris Purbalingga.

Peserta pawai Kemenag Purbalingga saat berinteraksi dengan penonton di acara Purbalingga Carnival 2026 dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menampilkan layanan dan budaya, Sabtu (22/8/2026).(Foto: Imam Edi Siswanto)

Keenam, barisan Paku Bumi, terdiri atas 10 orang unsur APRI dan IPARI. Ketujuh, barisan Layanan KUA, berjumlah 16 orang dari unsur APRI. Pakaian dan konten pesan yang dibawa disesuaikan dengan berbagai jenis layanan KUA, sehingga parade sekaligus menjadi media pengenalan layanan kepada masyarakat.

Kedelapan, barisan Babinluhmas, terdiri atas 16 orang unsur IPARI. Para peserta mengenakan jas Babinluhmas, celana dan sepatu hitam, serta peci hitam, sedangkan peserta putri menyesuaikan atasan dengan warna seragam. Barisan ini menggambarkan peran penyuluh agama dalam pembinaan dan penyuluhan kehidupan keagamaan masyarakat. 

Perpaduan Budaya dan Layanan Keagamaan 

Para Penghulu dan Penyuluh Agama (Babinluhmas) di acara Purbalingga Carnival 2026 dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menampilkan layanan dan budaya, Sabtu (22/8/2026).(Foto: Imam Edi Siswanto)

Barisan Layanan KUA menjadi salah satu bagian penting karena memperkenalkan berbagai jenis layanan KUA kepada masyarakat dengan cara yang lebih komunikatif. Sementara penampilan pasangan pengantin dengan pakaian adat NTT menunjukkan keberagaman budaya yang hidup dalam masyarakat sekaligus memperkuat pesan tentang pentingnya pelayanan dan pembinaan keluarga.

Adapun barisan Urab Mendoan dan Paku Bumi mengangkat pertanian dan ekonomi lokal Purbalingga. Kehadiran unsur tersebut memperlihatkan bahwa kekuatan lokal dapat dipadukan dengan semangat pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

Senin, 17 Agustus 2026

Dari Radio, IPARI Purbalingga Kenalkan Kiprah Penyuluh untuk Masyarakat

Ketua PD IPARI Purbalingga, Khikam Aziz. (Foto: Dok PD IPARI Purbalingga)

Purbalingga – Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Purbalingga akan memperkenalkan kiprah dan kontribusi apenyuluh Agama kepada masyarakat melalui program “Ruang Kolaborasi” LPPL Radio Gema Soedirman 96.3 FM.

LIHAT VIDEO: https://www.youtube.com/watch?v=a_NMae2j4aw

Organisasi profesi yang menaungi para penyuluh agama ini akan mengulas keberadaan, peran, program, serta berbagai kegiatan penyuluh yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ketua PD IPARI Purbalingga, Khikam Aziz, dijadwalkan menjadi narasumber dalam program yang akan berlangsung pada Selasa, 18 Agustus 2026, pukul 15.00–16.00 WIB, di Studio LPPL Radio Gema Soedirman 96.3 FM.

BACA: 

https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KHIKAM%20AZIZ

https://iparipurbalingga.blogspot.com/2026/08/sukses-brun-pai-kua-kalimanah-perkuat.html 

Program bertajuk “Pengenalan PD IPARI Purbalingga, Program, Kegiatan, dan Manfaatnya bagi Masyarakat” tersebut menjadi momentum bagi IPARI untuk semakin mendekatkan diri kepada masyarakat melalui media radio.

Melalui dialog interaktif ini, masyarakat akan diajak mengenal lebih dekat siapa penyuluh agama, apa perannya, serta bagaimana penyuluh hadir di tengah masyarakat. Selama ini, penyuluh tidak hanya beraktivitas dalam kegiatan pengajian, tetapi juga memberikan pendampingan dan edukasi keagamaan dalam berbagai persoalan kehidupan masyarakat.

Mulai dari pembinaan keluarga, bimbingan keagamaan, pendampingan remaja, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan moderasi beragama menjadi bagian dari ruang pengabdian penyuluh agama Islam. Berbagai program tersebut terus dikembangkan agar kehadiran penyuluh semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Bagi PD IPARI Purbalingga, kesempatan hadir di ruang siaran tersebut bukan sekadar memperkenalkan organisasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.

Dengan memanfaatkan radio sebagai media komunikasi publik, informasi tentang peran dan layanan penyuluh diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Pada saat yang sama, masyarakat juga memiliki kesempatan untuk mengetahui berbagai bentuk layanan dan pendampingan yang dapat dikolaborasikan bersama penyuluh.

Sementara itu, Ruang Kolaborasi merupakan program LPPL Radio Gema Soedirman 96.3 FM yang menghadirkan berbagai instansi vertikal, lembaga, organisasi, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya. Program ini menjadi ruang untuk memperkenalkan keberadaan, peran, program, layanan, serta kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Purbalingga.(*)


Pewarta: Imam Edi Siswanto

Jumat, 14 Agustus 2026

Sukses BRUN, PAI Perkuat Evaluasi dan Perluas Dakwah melalui Radio Gema Soedirman

Penyuluh Agama Islam yang tergabung dalam PD IPARI Purbalingga foto bersama di studio LPPL Gema Soedirman usai kunjungan nonformal di kantor setempat, Jumat (14/8/2026) (Foto: Imam Edi Siswanto)

PURBALINGGA-Setelah sukses menyelenggarakan Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) pada Kamis (12/8/2026) kemarin, Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah langsung melakukan evaluasi dan rapat koordinasi rutin untuk memperkuat program kepenyuluhan, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan evaluasi berlangsung dalam suasana Jumat pagi yang cerah. Dengan memanfaatkan kursi milik PPAI Kecamatan Kalimanah yang sedang dijemur, para penyuluh memanfaatkan waktu tersebut untuk bermusyawarah sekaligus menikmati udara dan sinar matahari pagi.

BACA:  https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KALIMANAH

Suasana sederhana tersebut justru menjadi ruang yang efektif untuk melakukan refleksi terhadap pelaksanaan program yang telah berjalan sekaligus menyusun langkah kepenyuluhan berikutnya.

Salah satu fokus pembahasan adalah peningkatan kualitas dan kemampuan penyuluh dalam menguasai materi serta metode bimbingan perkawinan. Para penyuluh didorong untuk terus memperkaya literasi, memperbarui wawasan, serta meningkatkan kemampuan memilih metode penyampaian yang sesuai dengan karakter audiens.

PAI KUA Kalimanah saat rakor dan evaluasi kegiatan di halaman kantor PPAI Kecamatan Kalimanah, Jumat (14/8/2026). (Foto: Rizal)

Penguasaan materi saja dinilai belum cukup. Penyuluh juga perlu memiliki kemampuan mengelola waktu secara efektif agar pesan yang disampaikan dapat diterima secara utuh, menarik, dan tidak membosankan. Karena itu, kemampuan mengemas materi menjadi singkat, padat, komunikatif, dan tepat sasaran menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas layanan penyuluhan.

Perluas Jangkauan Penyuluhan melalui Radio

Usai melakukan evaluasi internal, dipimpin oleh Imam Edi Siswanto, para Penyuluh Agama islam (PAI)  melanjutkan agenda dengan melakukan kunjungan nonformal ke Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Gema Soedirman Purbalingga mewakili PD IPARI Purbalingga.

Menurut salah satu pengurus PD IPARI Purbalingga, Imam Edi Siswanto, bahwa radio dipandang sebagai salah satu media yang masih memiliki daya jangkau kuat di tengah masyarakat.

Melalui siaran radio, Penyuluh Agama dapat hadir lebih dekat dengan publik, menyampaikan edukasi keagamaan, membuka ruang dialog, serta memberikan informasi dan pendampingan mengenai berbagai persoalan kehidupan.

Sebelumnya, Imam telah berkonsultasi dengan Ketua Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Purbalingga, Khikam Aziz, tentang rencana tersebut.

Ia merespons baik dan mendukung rencana kegiatan siaran tersebut sebagai program yang akan dikoordinasi langsung oleh PD IPARI Purbalingga. Menurutnya, kolaborasi dengan media menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan tugas dan fungsi Penyuluh Agama.

Dukungan serupa disampaikan Kepala KUA Kalimanah, Kholidin, yang menyambut sangat positif rencana tersebut. Ia berpesan agar Penyuluh Agama senantiasa dekat dengan publik dan mampu beradaptasi dengan berbagai ruang komunikasi.

Menurut Kholidin, kehadiran penyuluh tidak harus selalu dalam forum tatap muka. Dunia audio juga dapat menjadi ruang pelayanan dan dakwah yang efektif apabila dikelola dengan materi yang berkualitas dan metode komunikasi yang tepat.

Penyuluh Agama Islam yang tergabung dalam PD IPARI Purbalingga saat bersilaturahmi di radio LPPL Gema Soedirman di kantor setempat, Jumat (14/8/2026) (Foto: Imam Edi Siswanto)

Perkuat Data sebagai Basis Penyuluhan

Selain penguatan kapasitas dan perluasan media dakwah, rapat koordinasi juga membahas pentingnya pemutakhiran data keagamaan di wilayah kerja.

Para penyuluh akan melakukan survei sekaligus memperbarui data mengenai jumlah penduduk, jumlah pemeluk agama, tempat ibadah, majelis taklim, Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ), Madrasah Diniyah (Madin), pondok pesantren, hingga data wakaf.

Pemutakhiran data tersebut dinilai penting agar program kepenyuluhan benar-benar berbasis pada kondisi dan kebutuhan masyarakat. Dengan data yang akurat, penyuluh dapat memetakan persoalan, menentukan sasaran pembinaan, serta menyusun program yang lebih tepat dan terukur.

Rangkaian kegiatan Jumat tersebut menunjukkan bahwa tugas Penyuluh Agama tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan. Setiap program perlu dievaluasi, kapasitas penyuluh terus ditingkatkan, jangkauan dakwah diperluas, dan data masyarakat diperbarui secara berkala.

Dengan semangat tersebut, PAI KUA Kalimanah terus berupaya menghadirkan penyuluhan agama yang lebih berkualitas, adaptif, berbasis data, dan semakin dekat dengan masyarakat.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto

Rabu, 05 Agustus 2026

KUA Kalimanah Gerak Cepat Sukseskan Program BRUN

Kepala KUA Kalimanah, Drs. H. Kholidin, M.S.I. (depan) pada acara Rakor dan Quality Control di aula kantor PPAI Kecamatan Kalimanah, Rabu (5/8/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga–KUA Kalimanah bergerak cepat menindaklanjuti pelaksanaan Program Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) setelah mengikuti rapat koordinasi secara daring bersama Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Rabu (5/8/2026) pagi.

Dalam arahannya pada kegiatan Rapat Koordinasi dan Quality Control, Kepala KUA Kalimanah, Drs. H. Kholidin, M.S.I., menegaskan agar seluruh persiapan program segera dilakukan sehingga pelaksanaannya dapat berjalan optimal dan mencapai tujuan yang diharapkan.

BACA:  https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KALIMANAH

Menurut Kholidin, Program BRUN secara efektif akan mulai dilaksanakan pada 13 Agustus 2026. Sasaran kegiatan ini adalah 25 peserta yang terdiri atas remaja berusia minimal 20 tahun, mahasiswa, serta anggota organisasi kepemudaan yang belum menikah.

Ia menjelaskan bahwa BRUN merupakan singkatan dari Bimbingan Remaja Usia Nikah, yaitu program edukasi Kementerian Agama yang bertujuan membekali generasi muda dengan kesiapan fisik, mental, emosional, dan spiritual sebelum memasuki kehidupan berumah tangga. Melalui program ini diharapkan lahir calon pasangan yang mampu membangun keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah.

"Program ini juga menjadi salah satu upaya strategis untuk menekan angka perkawinan anak sekaligus mempersiapkan generasi muda yang matang lahir dan batin sebelum memasuki jenjang pernikahan," tegas Kholidin.

Adapun materi yang akan diberikan kepada peserta meliputi pemahaman makna pernikahan menurut ajaran agama, kesehatan reproduksi remaja, manajemen emosi dan penyelesaian konflik, perencanaan masa depan dan karier, serta pencegahan perkawinan usia anak.

Untuk memastikan program berjalan dengan baik, Kholidin menunjuk Penyuluh Agama Islam Imam Edi Siswanto dan Azizah Dwi Purba sebagai pelaksanaan kegiatan. Sementara itu, narasumber akan melibatkan tenaga dari Dinas Kesehatan serta tim internal KUA Kalimanah sesuai bidang keahlian masing-masing.

Melalui gerak cepat ini, KUA Kalimanah berharap Program BRUN tidak hanya menjadi kegiatan pembinaan, tetapi juga mampu membentuk generasi muda yang memiliki kesiapan ilmu, karakter, dan tanggung jawab dalam membangun keluarga yang harmonis, berkualitas, dan berketahanan.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto

Purbalingga Carnival 2026, Kemenag Purbalingga Tampilkan Layanan dan Budaya

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga saat memberikan gunungan buah dan sayuran kepada Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif dan ...