Tampilkan postingan dengan label Zaenal Mutaqin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Zaenal Mutaqin. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Februari 2026

Al Fiyar Bergema: Syahdunya Lantunan Barzanji di Tasyakuran WBK dan Nyadran Kankemenag Purbalingga

Grup hadroh Al Fiyar Purbalingga saat tampil pada  Tasyakuran suksesnya predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) 2025 sekaligus tradisi Nyadran Kankemenag Purbalingga di Gazebo Moderasi Beragama setempat, Jumat (13/2/2026). (Foto: Saryono)
PURBALINGGA–Ada yang istimewa di Gazebo Moderasi Beragama Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Purbalingga, Jumat (13/2/2026).

PAI KUA Karangreja sekaligus Kontributor D’Japri IPARI Purbalingga, Saryono menjelaskan bahwa, Group Hadroh Al Fiyar merupakan grup musik religi kebanggaan PD IPARI Purbalingga.

Beranggotakan para Penyuluh Agama yang bertalenta, grup ini aktif mengisi berbagai kegiatan resmi maupun keagamaan di lingkungan Kabupaten Purbalingga, membawa pesan-pesan moderasi beragama melalui seni musik islami.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/SARYONO 

Alunan terbang yang ritmis dan vokal yang jernih dari Group Hadroh Al Fiyar PD IPARI Purbalingga menjadi magnet utama dalam acara Tasyakuran suksesnya predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) 2025 sekaligus tradisi Nyadran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga.

“Kehadiran Group Hadroh Al Fiyar tidak hanya sekadar pengisi acara, namun menjadi ruh yang membawa suasana tasyakuran menjadi begitu khidmat dan religious,” jelasnya.

Grup hadroh Al Fiyar Purbalingga saat tampil pada  Tasyakuran suksesnya predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) 2025 sekaligus tradisi Nyadran Kankemenag Purbalingga di Gazebo Moderasi Beragama setempat, Jumat (13/2/2026). (Foto: Saryono)
Sejak pagi hari, sambungnya, para personel Al Fiyar yang merupakan para Penyuluh Agama ini telah bersiap. Di hadapan Kakankemenag Purbalingga, Kepala Kantor Urusan Haji dan Umroh, para Kasi, Pengawas, serta seluruh karyawan satu atap, Al Fiyar memimpin pembacaan Maulid Barzanji.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search?q=al+fiyar 

Pembacaan kitab Barzanji yang berisi riwayat agung Rasulullah SAW ini dibawakan dengan penuh penghayatan. Suasana mencapai puncaknya saat seluruh hadirin berdiri bersama (Mahallul Qiyam) diiringi tabuhan hadroh yang menggugah semangat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Bagi keluarga besar Kankemenag Purbalingga, pencapaian WBK di tahun 2025 adalah anugerah besar. Group Hadroh Al Fiyar menerjemahkan rasa syukur tersebut melalui rentetan Sholawat Nabi yang syahdu. Melalui sholawat, Al Fiyar mengajak seluruh pegawai untuk menjaga integritas kerja dengan landasan nilai-nilai spiritual.

"Kami ingin mempersembahkan yang terbaik melalui lantunan Barzanji ini. Bagi kami di PD IPARI, Group Hadroh Al Fiyar adalah sarana dakwah. Mengiringi syukuran WBK dan Nyadran dengan sholawat adalah bentuk syukur yang paling indah," ungkap Zaenal Mutaqin salah satu personel Al Fiyar.

Di sela-sela penampilan Al Fiyar, kegiatan Nyadran berlangsung dengan penuh keakraban. Tradisi yang dilaksanakan menjelang Ramadhan ini menjadi momen bagi seluruh pegawai satu atap untuk saling mempererat silaturahmi, sembari menikmati sajian khas tasyakuran di Gazebo Moderasi yang asri.(*)

Kontributor : Saryono (Penyuluh Agama Islam KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto

Sabtu, 12 Juli 2025

Hadroh Al Fiyar Tebar Pesan Kebaikan Lewat Seni di Rakor IPARI Barlingmascap

Grup hadroh Al Fiyar Purbalingga saat tampil pada Rapat Koordinasi (Rakor) IPARI se-Eks Karesidenan Banyumas atau Barlingmascap dalam diskusi “Ngopi Kebangsaan Bersama Gus Islah” dengan tema Deradikalisasi Membangun Harmoni, di Aula Indragiri, Owabong, Purbalingga, pada Jumat (11/7/2025).(Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Grup hadroh Al Fiyar Purbalingga tampil dan tebar pesan kebaikan lewat seni pada acara Rapat Koordinasi (Rakor) IPARI se-Eks Karesidenan Banyumas atau Barlingmascap (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, dan Cilacap).

Penampilan hadroh yang membuka kegiatan ini menjadi oase spiritual sebelum diskusi dalam “Ngopi Kebangsaan Bersama Gus Islah” dengan tema Deradikalisasi Membangun Harmoni, yang berlangsung di Aula Indragiri, Owabong, Purbalingga, pada Jumat (11/7/2025). 

BACA:
https://iparipurbalingga.blogspot.com/2025/07/gus-islah-terorisme-adalah-kebodohan.html
https://iparipurbalingga.blogspot.com/2025/07/kakankemenag-purbalingga-apresiasi.html
https://iparipurbalingga.blogspot.com/2025/07/ketua-pd-ipari-purbalingga-serukan.html

Alunan shalawat dan irama khas Islam tradisional membangun suasana sejuk dan menenangkan, menciptakan ruang batin yang selaras dengan tema besar deradikalisasi dan harmoni sosial yang diangkat dalam forum.

Grup hadroh Al Fiyar Purbalingga saat tampil pada Rapat Koordinasi (Rakor) IPARI se-Eks Karesidenan Banyumas atau Barlingmascap dalam diskusi “Ngopi Kebangsaan Bersama Gus Islah” dengan tema Deradikalisasi Membangun Harmoni, di Aula Indragiri, Owabong, Purbalingga, pada Jumat (11/7/2025).(Foto: Imam Edi Siswanto)

Zaenal Mutaqin, salah satu personil Al Fiyar, mengatakan bahwa seluruh anggota grup merupakan Penyuluh Agama Islam (PAI) dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga.

Mereka terdiri dari Dariman, Ngato Urohman, Saryono, Barhim Abidin, dan Zaenal Mutaqin. Para personil inilah yang memainkan alat musik hadroh dengan penuh kekompakan dan kekhusyukan.

Lagu-lagu shalawat yang dilantunkan pun sarat makna dan penuh semangat kecintaan pada Nabi Muhammad SAW. Beberapa lagu yang dibawakan di antaranya adalah “Assalamu’alaikum”, “Ya Rasulallah Ya Nabi”, “Al Qolbu Mutayam”, “Solli Wasalimda”, “Addinu Lana”, “Maulaya Sholli ‘Ala”, dan “Sidnan Nabi”. Setiap lantunan membangkitkan keteduhan dan semangat kebersamaan.

Sementara itu, vokal dan pengiring musik diisi oleh Nia Melawati, Esti Yuliamah, Nur Asih Utami, dan Nida Lailiana Nur Hanifah.

“Sinergi antara vokal dan musik menghasilkan penampilan yang menyentuh hati para peserta Rakor,” kata Zaenal pada Kontributor D’japri melalui pesan singaktnya di Whatsapp, Sabtu (12/7/2025).

Menurutnya. melalui aksi seni ini, Hadroh Al Fiyar membuktikan bahwa dakwah tidak selalu harus dilakukan lewat ceramah, tetapi bisa juga melalui seni budaya yang membumi dan menyentuh. 

“Shalawat yang mereka lantunkan menjadi jembatan spiritual untuk membangun kedamaian dan memperkuat semangat persatuan dalam keberagaman,” ucapnya.

Sebagai informasi, Panitia Pelaksanaan acara Rakor IPARI se-Eks Karesidenan Banyumas ini, di Ketuai oleh Thofikkur Rohman. Adapun personil panitia lainya yaitu Rikin, Nur Asih Utami, Dariman, Imam Edi Siswanto, Azizah Dwi Purba, Eva Lutfiati Khasanah, Dimas Kurniawan, Edi Trisnanto, Fitriana Pusporini, Ahmad Mufaqih, Much Yulianto Sidik, Arif Hidayat, Artanti Laili Zulaiha, Sayono.

Kemudian Siti Ubaidah, Wiwit Aryati, Muchotib, Rokhedi, Mustolah, Saryono, Aziz Fahrurridlo, Khikam Aziz, Akhmad Muntaqo, Edi Rujito dan Sri Mulyati.(*)

Pewarta & editor: Imam Edi Siswanto

Selasa, 27 Mei 2025

PAI KUA Kaligondang Zaenal Muttaqin, Ajak PAI Tanamkan Syukur Lewat Sikap Sosial

PAI PPPK KUA Kaligondang Zaenal Muttaqin saat tausiyah di acara Rakor dan Pertemuan Rutin dua bulanan Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) PPPK Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga di Rumah Makan Saung Apung Bukateja, Selasa (27/5/2025). (Foto: Imam edi Siswanto)

Purbalingga-Suasana penuh kehangatan dan makna menyelimuti Rakor dan Pertemuan Rutin dua bulanan Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) PPPK Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga yang digelar di Rumah Makan Saung Apung Bukateja, Selasa (27/5/2025).

Dalam kesempatan ini, PAIF PPPK Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga Kantor Urusan Agama (KUA) Kaligondang Zaenal Muttaqin menyampaikan tausiyahnya tentang pentingnya menumbuhkan rasa syukur sebagai pondasi dalam menjalani kehidupan sosial.

Menurutnya, bahwa rasa syukur tidak hanya diekspresikan dalam kata-kata, tetapi juga ditunjukan lewat cara pandang dan sikap terhadap orang lain.

“Melihat teman dekat atau tetangga jangan iri, tapi ambillah hikmahnya. Itu salah satu bentuk syukur,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan kepada para Penyuluh Agama Islam agar terus haus ilmu. karena belajar adalah bentuk lain dari menghargai nikmat Allah
 
"Puas atau tidak, menuntut ilmu adalah kewajiban. Jangan berhenti belajar, karena di situlah kita menghargai nikmat Allah,” ujarnya penuh semangat.

Dewi Puji Utami saat menyampaikan ucapan perpisahan dan terimakasih serta permohonan maaf di acara Rakor dan Pertemuan Rutin dua bulanan Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) PPPK Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga di Rumah Makan Saung Apung Bukateja, Selasa (27/5/2025). (Foto: Imam edi Siswanto)

Sementara itu. acara tersebut juga menjadi momen haru dengan adanya perpisahan PAI Dewi Puji Utami yang akan menjalani penugasan baru sebagai CPNS Pranata Humas di BPJPH Pusat

Dalam kesempatanya, Dewi Puji Utami menyampaikan ucapan terimakasih dan permohonan maafnya kepada seluruh rekan kerja yang telah membersamai dalam tugas.
 
Para peserta memberikan apresiasi atas dedikasi Dewi selama ini, dan acara ditutup dengan doa dan harapan terbaik bagi Dewi Puji Utami, sekaligus membawa pulang pesan syukur dan semangat belajar kembali yang ditegaskan sebagai ruh dari tugas para Penyuluh Agama Islam di tengah masyarakat.

Dengan pesan syukur dan semangat menuntut ilmu, pertemuan kali ini menjadi lebih dari sekadar rutinitas, melainkan refleksi spiritual bagi para Penyuluh Agama Islam.(*)

Kontributor dan Editor: Imam Edi Siswanto

Purbalingga Carnival 2026, Kemenag Purbalingga Tampilkan Layanan dan Budaya

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga saat memberikan gunungan buah dan sayuran kepada Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif dan ...