Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri karangreja. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri karangreja. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 April 2026

Siswa SMA N 1 Karangreja Saksikan Langsung Akad Nikah dan Pelajari Syarat Rukun Nikah

Siswa-siswi SMA Negeri 1 Karangreja  foto bersama Kepala KUA Karangreja, Abdul Ra’ub, usai mengikuti kegiatan pembelajaran luar kelas dengan mengikuti penyuluhan tentang syarat dan rukun nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Karangreja dan menyaksikan prosesi akad nikah di Ben Dina Hills Karangreja, Selasa (28/4/2026). (Foto: Saryono)

Purbalingga-Siswa-siswi SMA Negeri 1 Karangreja mengikuti kegiatan pembelajaran luar kelas dengan mengikuti penyuluhan tentang syarat dan rukun nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Karangreja dan menyaksikan prosesi akad nikah di Ben Dina Hills Karangreja serta, Selasa (28/4/2026).

Kegiatan ini merupakan pembelajaran kontekstual yang bertujuan memberikan pemahaman kepada para siswa tentang tata cara pelaksanaan akad nikah secara langsung, sekaligus mengenalkan syarat dan rukun nikah menurut syariat Islam dan ketentuan hukum negara.

Kegiatan diawali dengan menyaksikan langsung prosesi akad nikah di Ben Dina Hills Karangreja. Para siswa melihat secara langsung rangkaian pelaksanaan akad nikah mulai dari kehadiran calon mempelai, wali nikah, dua orang saksi, penghulu, hingga prosesi ijab kabul yang berlangsung khidmat. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGREJA 

Melalui pengamatan langsung tersebut, siswa memperoleh gambaran nyata tentang pelaksanaan akad nikah sesuai tuntunan agama.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan di KUA Karangreja dengan sesi penyuluhan mengenai syarat dan rukun nikah. Materi disampaikan oleh Kepala KUA Karangreja, Abdul Ra’ub, dan Penyuluh Agama Islam KUA Karangreja, Shofa Nailin Na’im. 

Penyuluh Agama Islam KUA Karangreja, Shofa Nailin Na'im saat sedang memberikan penyuluhan tentang Syarat dan Rukun Nikah, Selasa (28/4/2026). (Foto: Saryono)
Dalam penyuluhan tersebut, para siswa diberikan penjelasan mengenai rukun nikah yang meliputi calon suami, calon istri, wali nikah, dua orang saksi, dan ijab kabul sebagai unsur utama sahnya pernikahan dalam Islam.

Kepala KUA Karangreja, Abdul Ra’ub, menjelaskan bahwa pernikahan merupakan ibadah yang sakral dan harus dipahami dengan baik sejak dini. Menurutnya, generasi muda perlu dibekali pengetahuan yang benar agar kelak memahami bahwa pernikahan bukan sekadar seremoni, tetapi juga amanah dan tanggung jawab besar.

“Pernikahan bukan hanya menyatukan dua orang, tetapi juga menyatukan tanggung jawab dan amanah. Karena itu, anak-anak perlu memahami sejak dini bahwa pernikahan harus dipersiapkan dengan ilmu, kesiapan, dan kedewasaan,” ujar Abdul Ra’ub.

Ia juga menegaskan pentingnya pencatatan nikah di KUA agar pernikahan tidak hanya sah secara agama, tetapi juga memiliki kekuatan hukum secara negara.

Penyuluh Agama Islam KUA Karangreja, Shofa Nailin Na’im, menyampaikan bahwa kesiapan menikah tidak cukup hanya didasari perasaan, tetapi juga harus dibarengi kesiapan mental, spiritual, dan sosial.

“Menikah bukan hanya soal cinta, tetapi juga soal tanggung jawab, kedewasaan, dan kesiapan membangun keluarga yang harmonis. Karena itu, generasi muda harus menyiapkan diri dengan pendidikan dan akhlak yang baik,” jelas Shofa Nailin Na’im.

Sementara itu, guru Pendidikan Agama Islam SMA Negeri 1 Karangreja, Syifaul Mannan, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi metode pembelajaran yang efektif karena siswa dapat memahami materi fikih secara langsung melalui pengalaman nyata.

Kegiatan ini disambut antusias oleh para siswa karena memberikan pengalaman baru yang tidak hanya menambah wawasan keagamaan, tetapi juga menanamkan pemahaman tentang pentingnya mempersiapkan pernikahan secara matang.(*)

Kontributor : Saryono (PAI KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto

Jumat, 10 Juli 2026

Peaceful Muharram 1448 H: ASN Kementerian Agama Kecamatan Karangreja Santuni Tujuh Anak Yatim

Peaceful Muharram 1448 Hijriah, Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama Kecamatan Karangreja menggelar kegiatan Santunan Anak Yatim Piatu di Masjid Besar Nurul Huda, Desa Karangreja, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Kamis (9/7/2026).(Foto: Saryono)

Purbalingga-Dalam rangka menyemarakkan Peaceful Muharram 1448 Hijriah, Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama Kecamatan Karangreja menggelar kegiatan Santunan Anak Yatim Piatu di Masjid Besar Nurul Huda, Desa Karangreja, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Kamis (9/7/2026).

Pada kesempatan tersebut, panitia menyerahkan santunan kepada tujuh anak yatim yang berasal dari berbagai desa di Kecamatan Karangreja, yaitu:
  1. Ainun Salsakila Ayunda (Desa Gondang)
  2. Dina Nur Afifah (Desa Gondang)
  3. Rizkia Humara Putri (Desa Serang)
  4. Yasmin Azka Mazaya (Desa Siwarak)
  5. Dian Muslihah Rahmawati (Desa Karangreja)
  6. Nandra (Desa Tlahab Lor)
  7. Almahira Zezan Syauqia (Desa Kutabawa)  

 

Susana acara kegiatan Santunan Anak Yatim Piatu di Masjid Besar Nurul Huda, Desa Karangreja, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Kamis (9/7/2026).(Foto: Saryono)

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh ASN Kementerian Agama Kecamatan Karangreja yang terdiri atas unsur KUA Kecamatan Karangreja, para kepala madrasah, guru madrasah, guru pendamping, serta tujuh anak yatim beserta pendampingnya. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Peaceful Muharram 1448 H yang dilaksanakan secara serentak di lingkungan Kementerian Agama. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGREJA

Sebelum pelaksanaan santunan di tingkat kecamatan, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti kegiatan Peaceful Muharram 1448 H yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga secara daring melalui Zoom. 

Setelah mengikuti rangkaian acara tersebut bersama-sama, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan santunan di Masjid Besar Nurul Huda.

Rangkaian kegiatan di tingkat Kecamatan Karangreja diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan dari Ketua Panitia Pelaksana, Abdul Ra'ub, doa bersama, dan diakhiri dengan penyerahan santunan kepada para penerima manfaat.

Dalam sambutannya, Abdul Ra'ub menyampaikan bahwa kegiatan Santunan Anak Yatim Piatu merupakan wujud nyata kepedulian keluarga besar ASN Kementerian Agama Kecamatan Karangreja terhadap anak-anak yatim, sekaligus implementasi semangat Peaceful Muharram 1448 H.

"Semoga santunan yang diberikan dapat membawa kebahagiaan dan manfaat bagi anak-anak yatim," ucapnya. 

Ia menyampaikan juga ucapan terima kasih kepada seluruh ASN Kementerian Agama Kecamatan Karangreja yang telah berpartisipasi dan bergotong royong sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik.(*)

Kontributor : Saryono (PAI KUA Karangreja)
Editor: Imam edi Siswanto



Rabu, 11 Maret 2026

The Most KUA Edukasi 900 Siswa SMAN 1 Karangreja, Penyuluh Agama Kampanyekan Pencegahan Pernikahan Dini

PAI KUA Karangreja, Ngamali saat menyampaikan materi The Most KUA di SMA Negeri 1 Karangreja yang digelar dalam rangka Pesantren Ramadhan di ruang sekolah setempat, Senin (9/3/2026). (Foto: Saryono)

Purbalingga-Sebanyak 900 siswa SMA Negeri 1 Karangreja mengikuti kegiatan “The Most KUA” pada hari pertama yang digelar dalam rangka Pesantren Ramadhan, Senin (9/3/2026) lalu.

Kegiatan ini menghadirkan para Penyuluh Agama Islam dari KUA Karangreja dengan materi utama tentang pencegahan pernikahan dini bagi remaja usia sekolah.

PAI KUA Karangreja, Saryono mengatakan, sebelum kegiatan dimulai, para penyuluh agama terlebih dahulu bersilaturahmi dengan Kepala SMA Negeri 1 Karangreja, Tri Lestari, di ruang kepala sekolah. Pertemuan tersebut juga menjadi ajang perkenalan, mengingat Tri Lestari baru mulai bertugas sebagai kepala sekolah sejak awal Maret 2026.

Dalam sambutannya, Tri Lestari menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara pihak sekolah dan KUA Karangreja dalam memberikan pembinaan kepada para siswa. 

Kepala SMA N I Karangreja, Tri Lestari (tengah) saat memberikan sambutan kepada Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Karangreja di Runag Kepala, Senin (9/3/2026). (Foto: Saryono)

“Kami menyambut baik kegiatan ini karena memberikan wawasan penting bagi para siswa, khususnya dalam memahami pergaulan remaja serta merencanakan masa depan dengan lebih baik,” ucap Tri Lestari.

Kegiatan The Most KUA berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB. Materi disampaikan dengan sistem pembagian sesi kelas sehingga setiap pemateri mengisi dua kali pertemuan untuk menjangkau seluruh peserta.

Para pemateri yang hadir merupakan seluruh Penyuluh Agama Islam KUA Karangreja, yaitu Saryono, Ngamali, Shofa Nailin Na’im, Eva Lutfiati Khasanah, dan Irma In Shofiyana.  

PAI KUA Karangreja, Eva Lutfiati Khasanah saat menyampaikan materi The Most KUA di SMA Negeri 1 Karangreja yang digelar dalam rangka Pesantren Ramadhan di ruang sekolah setempat, Senin (9/3/2026). (Foto: Saryono)

Dalam penyampaian materi, para penyuluh memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga pergaulan, merencanakan masa depan, serta memahami risiko dan dampak dari pernikahan dini. Hal ini dinilai penting karena siswa SMA berada pada fase remaja yang menjadi masa pembentukan karakter dan penentuan arah masa depan.

Materi disampaikan secara interaktif dan komunikatif, disertai sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan, bahkan beberapa di antaranya aktif menyampaikan pertanyaan dan pendapat terkait dinamika pergaulan remaja.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa SMA Negeri 1 Karangreja semakin memahami pentingnya menjaga diri, memperkuat akhlak, serta mempersiapkan masa depan secara matang melalui pendidikan dan pengembangan diri.

Program The Most KUA juga menjadi bagian dari upaya sinergi antara SMA Negeri 1 Karangreja dan KUA Karangreja dalam membina generasi muda agar tumbuh menjadi remaja yang berkarakter, berakhlak mulia, serta mampu mengambil keputusan yang bijak dalam kehidupan.(*)

Kontributor: Saryono (PAI KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto

Kamis, 26 Maret 2026

PAI KUA Karangreja Bimbing Warga Amerika Serikat Ikrar Syahadat

Warga Amerika Serikat, Jhosua Clark Hoover (nomor 3 dari Kanan) saat menerima surat Pernyataan Masuk Islam dari Kepala KUA Karangreja, Abdul Ra'ub di Balai Nikah KUA Karangreja, Kamis (26/3/2026) (Foto; Dok KUA Karangreja)

Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Karangreja memandu prosesi ikrar syahadat (muallaf), yakni Joshua Clark Hoover, warga negara Amerika Serikat, dan Agnes Octavia asal Riau. 

Dalam suasana Idul Fitri penuh khidmat dan disaksikan keluarga serta para saksi, keduanya mengucapkan dua kalimat syahadat dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan dari siapapun, Kamis (26/3/2026).

Prosesi ikrar dipimpin oleh PAI Saryono, diikuti pembacaan doa oleh Ngamali. Doa tersebut dipanjatkan agar keduanya diberikan keteguhan iman, kemudahan dalam mempelajari Islam, serta keberkahan dalam menjalani kehidupan baru sebagai Muslim.

BACA:  https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGREJA

“Saya merasa damai dan seperti menemukan jalan hidup yang selama ini saya cari. Terima kasih atas bimbingan dan sambutan hangat dari semua pihak,” ucap Joshua.

Hal senada juga disampaikan oleh Agnes Octavia, “Saya sangat bersyukur atas hidayah ini. Terima kasih kepada PAI KUA Karangreja dan semua yang telah mendukung saya. Semoga saya bisa istiqamah dan terus belajar menjadi Muslimah yang baik,” katanya.

Sebagai bentuk legalitas, kegiatan ini dilengkapi dengan penandatanganan Surat Pernyataan Ikrar
Muallaf oleh Kepala KUA Karangreja, Abdul Ra’ub. Momentum ini semakin istimewa karena berlangsung dalam suasana Idul Fitri, yang menjadi simbol kembali kepada fitrah dan awal kehidupan yang lebih baik. 

Agnes Octavia saat menerima surat Pernyataan Masuk Islam dari Kepala KUA Karangreja, Abdul Ra'ub di Balai Nikah KUA Karangreja, Kamis (26/3/2026) (Foto; Dok KUA Karangreja)

Sementara itu Kepala KUA Karangreja, Abdul Ra'ub, dalam pesannya menegaskan bahwa hidayah adalah anugerah besar yang harus dijaga. KUA Karangreja, lanjutnya, siap memberikan pendampingan agar para muallaf dapat memahami ajaran Islam secara bertahap. 

“Masuk Islam bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang untuk mengenal Allah dan memperbaiki diri. Kami berharap saudara-saudara kita dapat terus belajar, tidak sungkan bertanya, dan tetap semangat dalam menuntut ilmu agama,” tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa KUA Karangreja siap memberikan pendampingan berkelanjutan agar para muallaf dapat memahami ajaran Islam secara bertahap dan menjalankannya dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Joshua dan Agnes mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaan atas hidayah yang diterima. Keduanya berharap dapat istiqamah dalam menjalankan ajaran Islam. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa Islam adalah agama yang universal, sekaligus menghadirkan suasana haru dan penuh makna di momen Idul Fitri tahun ini.

Pihak keluarga yang hadir juga menyampaikan rasa terima kasih atas bimbingan dan perhatian yang diberikan. Mereka berharap proses pembinaan dapat terus berlanjut sehingga kedua muallaf semakin mantap dalam menjalankan ajaran Islam.(*)

Kontributor : Saryono (Penyuluh Agama Islam KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto

Rabu, 04 Maret 2026

SMA N 1 Karangreja Gandeng Lima PAI KUA Hadirkan Pemateri Pesantren Ramadhan

Guru PAI SMA N I Karangreja, Syifaul Mannan (Baju Putih) saat menyampaikan rencana program Pesantren Ramadhan kepada Penyuluh Agama KUA Karangreja di KUA Karangreja,.Rabu (4/3/2026). (Foto: Saryono)

Purbalingga-Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah, SMA Negeri 1 Karangreja secara resmi mengajukan permintaan pemateri kepada Kantor Urusan Agama (KUA) Karangreja untuk mengisi kegiatan Pesantren Ramadhan Tahun Ajaran 2025/2026.

Permohonan tersebut disampaikan oleh Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SMA N I Karangreja, Syifaul Mannan. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kolaborasi dan sinergi antara lembaga pendidikan dengan KUA dalam memperkuat pembinaan karakter religius siswa selama bulan penuh berkah.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGREJA

Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Karangreja, Saryono mengatakan, kegiatan Pesantren Ramadhan dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai Senin, 9 Maret hingga Jum’at, 13 Maret 2026, bertempat di Gedung SMA N I Karangreja. Adapun waktu pelaksanaan setiap harinya dimulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB.

Menindaklanjuti permintaan tersebut, sambungnya, KUA Karangreja menugaskan lima Penyuluh Agama Islam sebagai pemateri, yaitu Saryono, Ngamali, Shofa Nailin Na’im, Eva Lutfiati Khasanah, dan Irma In Shofiyana. Kegiatan ini juga akan didukung oleh Imam Dulgani dari unsur staf KUA Karangreja.

Pesantren Ramadhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keagamaan peserta didik, memperkuat nilai-nilai akhlakul karimah, serta membiasakan ibadah harian di lingkungan sekolah.

“Materi yang akan disampaikan meliputi penguatan aqidah, fiqih ibadah, akhlak remaja, serta praktik tadarus Al-Qur’an dan diskusi keagamaan interaktif,” katanya.

Dengan adanya dukungan dari para penyuluh agama KUA Karangreja, diharapkan kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 H di SMA N I Karangreja dapat berjalan lancar, tertib, serta memberikan dampak positif dalam membentuk generasi muda yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia.(*)

Kontributor : Saryono (Penyuluh Agama Islam KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto

Jumat, 20 Juni 2025

Penyuluh Agama Islam dan SMP N 2 Karangreja Gaungkan Anti Perundungan


Siswa-Siswi SMP Negeri 2 Karangreja saat mengikuti acara Sosialisasi Anti Perundungan oleh PAI KUA Karangreja di Aula SMP N 2 Karangreja, Senin, (17/6/2025) lalu. (Foto: Eva Lutfiati Khasanah)
 
Purbalingga-Dalam rangka menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari praktik perundungan, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Karangreja gelar Sosialisasi Anti Perundungan di Aula SMP Negeri 2 Karangreja pada Senin, 17 Juni 2025 lalu.

Kolaborasi antara SMPN 2 Karangreja dan PAI KUA Karangreja diacara tersebut menghadirkan narasumber PAI KUA Pengadegan Jumanto yang dikenal dengan Kak Jumbo.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search?q=karangreja

Dalam materinya Jumanto menjelaskan tentang perundungan dari berbagai sisi, termasuk dalam sudut pandang ajaran Islam.

Menurutnya, bahwa perundungan adalah perilaku menyakitkan yang terjadi secara berulang dan disengaja, baik secara fisik, verbal, emosional, maupun melalui media digital.

"Dampaknya tidak hanya pada korban, tapi juga pelaku dan lingkungan sekitar. Dampaknya bisa sangat panjang, mulai dari penurunan prestasi belajar, kecemasan, depresi, hingga trauma. Dan Islam mengajarkan kasih sayang dan saling menghormati, bukan menyakiti," jelasnya di hadapan para siswa kelas VII dan VIII beserta para guru pendamping.


PAI KUA Pengadegan saat menyampaikan materi kepenyuluhan bagi Siswa-Siswi SMP Negeri 2 Karangreja pada acara Sosialisasi Anti Perundungan oleh PAI KUA Karangreja di Aula SMP N 2 Karangreja, Senin, (17/6/2025) lalu. (Foto: Eva Lutfiati Khasanah)

Ia menjelaskan dalam prespektif agama yang menyentuh nilai kemanusiaan dan etika sosial, bahwa ajaran Islam sangat tegas melarang perbuatan yang merendahkan atau menyakiti sesama.

“Islam mengajarkan kita untuk saling menyayangi, menghormati, dan tidak saling menyakiti. Firman Allah dalam Al-Qur'an dan hadis Nabi Muhammad SAW jelas menekankan pentingnya menjaga lisan dan perbuatan agar tidak melukai perasaan orang lain. Setiap individu berhak mendapatkan perlakuan yang adil dan dihormati,” ucapnya.

Kegiatan ini semakin hidup dengan adanya sesi interaktif, di mana siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan bertanya. Diskusi berlangsung aktif dan penuh semangat, mencerminkan kepedulian siswa terhadap isu ini.

Selain itu, Ia juga membekali peserta dengan Tips dalam menghadapi perundungan, termasuk keberanian untuk melapor dan memberikan dukungan kepada korban.

Di akhir acara, para siswa dan guru menyatakan komitmennya untuk menolak segala bentuk perundungan dan menjaga suasana sekolah yang harmonis.

Guru Bahasa Inggris SMP N 2 Karangreja memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini.

"Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Penyuluh Agama Islam atas bimbingan dan pencerahannya. Kegiatan ini sangat relevan dan penting untuk membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia dan peduli terhadap sesama," ungkapnya.

Ia berharap kegiatan serupa terus dilakukan secara berkala. Dengan sosialisasi ini, diharapkan kesadaran kolektif akan pentingnya lingkungan sekolah yang aman, penuh empati dan kasih sayang, sehingga mendukung tumbuh kembang siswa secara optimal.

Kontributor : Eva Lutfiati Khasanah (PAI KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto

Sabtu, 27 Desember 2025

Tetap Mengabdi di Hari Libur, Penyuluh KUA Karangreja Gelar Dakwah dan Aksi Kemanusiaan

PAI KUA Karangreja, Saryono saat membersamai PAC GP Ansor Karangreja di Gedung BLKK MWC NU Karangreja.  Jumat (26/12/2025). (Foto: Saryono)

Purbalingga-Di tengah libur cuti bersama Hari Raya Natal 2025, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Karangreja, Saryono, tetap melaksanakan tugas pelayanan keagamaan dan sosial di wilayah Desa Siwarak dan Kecamatan Karangreja, Jumat (26/12/2025). Berbagai kegiatan dilaksanakan sebagai bentuk komitmen pelayanan kepada masyarakat, meskipun berada dalam suasana libur nasional.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan khutbah dan imam Shalat Jumat di Masjid Jami’ Baitussalam, Desa Siwarak. Dalam khutbahnya yang mengangkat tema Keutamaan Bulan Rajab, Saryono mengajak jamaah menjadikan bulan Rajab sebagai momentum meningkatkan keimanan, memperkuat spiritualitas, serta menumbuhkan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGREJA

Usai pelaksanaan Shalat Jumat, kegiatan dilanjutkan dengan bimbingan dan penyuluhan keagamaan di Majelis Taklim Roudlotul Jannah, Desa Siwarak. Pada kesempatan tersebut, Saryono menyampaikan materi bertema Muhasabah di Penghujung Tahun 2025 Masehi. Jamaah diajak untuk melakukan evaluasi diri, memperbaiki kualitas ibadah, serta memperkuat tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik di tahun mendatang.

Ketua Majelis Taklim Roudlotul Jannah, Ibu Kastirah, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran dan pembinaan yang diberikan.

Bendahara Masjid Amirul Mukminin (Kiri) Warsono, saat menyerahkan hasil infak sesuai Surat Edaran dari BAZNAS kepada PAI KUA Karangreja, Saryono, Jumat (26/12/2025). (Foto: Saryono)

“Penyuluhan ini sangat bermanfaat dan memberikan penguatan rohani bagi jamaah, khususnya dalam melakukan muhasabah di akhir tahun,” katanya.

Pada hari yang sama, Penyuluh Agama Islam KUA Karangreja juga memulai kegiatan Penjemputan Gerakan Dana Kemanusiaan melalui infak Jumat, sebagai tindak lanjut Surat Edaran BAZNAS Kabupaten Purbalingga Nomor: 152/BAZNAS-PBG/XII/2025. Penghimpunan infak difasilitasi oleh takmir masjid dan selanjutnya disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Purbalingga.

Bendahara Masjid Amirul Mukminin Desa Siwarak RT 06 RW 05, Bapak Warsono, menyampaikan bahwa infak yang terkumpul mencapai Rp2.500.000.

PAI KUA Karangreja, Saryono saat memberikan penyuluhan pada Majelis Taklim Roudlotul Jannah Desa Siwarak di Rumah Ibu Sarkinah RT 04 RW 06, Jumat (26/12/2025). (Foto: Saryono)

“Infak ini merupakan wujud kepedulian jamaah Masjid Amirul Mukminin kepada sesama. Kami berharap penyalurannya melalui BAZNAS dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan,” ucapnya.

Selain itu, Saryono juga melakukan pendampingan Rapat Koordinasi PAC GP Ansor Kecamatan Karangreja terkait persiapan Peringatan Harlah Nahdlatul Ulama Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara penyuluh agama dan organisasi kepemudaan dalam pembinaan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Karangreja menegaskan komitmennya untuk terus hadir melayani umat, memperkuat nilai keagamaan, serta menumbuhkan kepedulian sosial, meskipun berada di tengah masa libur cuti bersama nasional.(*)

Kontributor: Saryono (PAI KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto
 

Minggu, 30 November 2025

PAI KUA Karangreja Warnai Makesta IPNU–IPPNU dengan Materi Keaswajaan

PAI KUA Karangreja, Saryono saat menyampaikan materi Keaswajaan diacara Makesta Pimpinan Ranting IPNU–IPPNU Karangreja di Madrasah Diniyah Nurul Ilmi desa Karangreja, Ahad (30/11/2025). (Foto: Saryono)

Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Karangreja, Saryono menyampaikan materi Keaswajaan diacara Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) Pimpinan Ranting IPNU–IPPNU Karangreja di Madrasah Diniyah Nurul Ilmi desa Karangreja, Ahad (30/11/2025).

Kegiatan yang diikuti oleh 35 peserta, terdiri dari 21 putra dan 21 putri ini merupakan sebuah gerbang penting yang harus dilewati sebelum menjadi bagian dari keluarga besar IPNU dan IPPNU.

“Satu per satu peserta datang dengan wajah penuh antusias, seolah membawa semangat baru untuk memulai perjalanan sebagai kader muda Nahdlatul Ulama,” ucapnya. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGREJA

Dijelaskan oleh Saryono, bahwa di antara rangkaian kegiatan yang padat, sesi yang paling mencuri perhatian adalah materi Keaswajaan.

“Materi ini menjadi titik penting karena menjadi pondasi awal dalam membentuk cara pandang kader muda NU, karena peserta bukan hanya belajar teori, tetapi juga diajak memahami bagaimana Aswaja diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya. 

 Peserta acara Makesta Pimpinan Ranting IPNU–IPPNU Karangreja di Madrasah Diniyah Nurul Ilmi desa Karangreja, Ahad (30/11/2025). (Foto: Saryono)

Menurutnya, memahami Keaswajaan secara menyeluruh adalah dimulai dari aqidah Asy’ari Maturidi, fikih empat mazhab, hingga konsep tasawuf ala Imam al-Ghazali dan Imam Junaid al-Baghdadi.

Ia menegaskan pentingnya akhlak, kedisiplinan, serta komitmen berorganisasi sebagai bekal utama seorang kader muda NU. Tidak hanya itu, ia juga menyampaikan peran strategis pelajar NU dalam menjaga tradisi keagamaan yang moderat, ramah, dan penuh toleransi, ciri yang menjadi identitas Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah.

Memasuki sesi tanya jawab, peserta tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari perbedaan amaliah, teladan ulama salaf, hingga adab bermedia sosial sesuai nilai Aswaja.

Mereka menyimak dengan serius, bahkan beberapa mencatat poin penting yang dirasa bermanfaat bagi kehidupan mereka sebagai pelajar maupun anggota organisasi.

Sementara itu, Ketua PR IPNU Karangreja, Rekan Galih, dalam sambutannya menegaskan bahwa Makesta bukan sekadar kegiatan tahunan, melainkan momentum penting untuk mengenalkan nilai dasar organisasi.

“Kami berharap peserta dapat mengamalkan nilai-nilai Aswaja dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi kader yang aktif di lingkungan masing-masing,” harapnya.

Makesta memberikan ruang bagi pelajar NU untuk memahami jati diri sebagai generasi muda yang berperan dalam merawat tradisi, menjaga akhlak, dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.

Materi ditutup dengan pembacaan doa sebagai penanda tekad para peserta untuk terus berkhidmah melalui IPNU–IPPNU. Namun satu hal yang pasti, Makesta hari ini telah menyalakan kembali api semangat di dada para pelajar NU Karangreja.(*) 

Kontributor: Saryono (PAI KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto


Rabu, 22 Oktober 2025

HSN 2025: Pesan Ngamali, Penyuluh Agama Islam KUA Karangreja untuk Siswa-siswi SDN 1 Karangreja

PAI KUA Karangreja, Ngamali, saat mengisi tausiyah Hari Santri Nasional 2025 pada siswa-siswi SDN 1 Karangreja tentang “Meneladani Semangat Santri di SDN 1 Karangreja, Rabu (22/10/ 2025). (Foto: Ngamali)

“Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang telah memberikan kita nikmat iman, Islam, dan kesehatan, sehingga pada hari Rabu tanggal 22 Oktober 2025.
 
Purbalingga-Penyuluh Agama lslam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Karangreja, Ngamali, di Hari Santri Nasional 2025 menyampaikan tausiyah pada siswa-siswi SDN 1 Karangreja tentang “Meneladani Semangat Santri di Hari Santri Nasional 2025”.
 
“Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang telah memberikan kita nikmat iman, Islam, dan kesehatan, sehingga pada hari Rabu tanggal 22 Oktober 2025 ini kita bisa memperingati Hari Santri Nasional tahun 2025 bersama-sama di SDN 1 Karangreja,” ucapnya.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGREJA

Anak-anak yang sholeh dan sholehah, sambungnya, pada hari yang penuh berkah ini, kita bersama-sama memperingati Hari Santri dengan semangat “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia.

“Tema ini mengajak kita semua untuk tidak hanya mengenang jasa para santri terdahulu, tetapi juga meneladani semangat perjuangan dan adab mereka dalam membangun bangsa yang bermartabat,” serunya pada semua siswa-siswi yang hadir.

Perlu kita pahami bersama bahwa santri bukan hanya mereka yang mondok di pesantren. Di zaman sekarang, semua pelajar yang sedang belajar ilmu yang bermanfaat, baik di sekolah, madrasah, maupun rumah, itu semua adalah santri. Termasuk kalian semua, siswa-siswi SDN 1 Karangreja!.

Setelah kita pawai dan menunjukkan semangat kita sebagai santri Indonesia, kita mengisi kegiatan ini dengan pembelajaran dari kitab yang sangat penting, yaitu Ta’limul Muta’allim – sebuah kitab klasik yang mengajarkan adab dan etika mencari ilmu.

Di dalam kitab ini diajarkan bahwa, “Barangsiapa yang mencari ilmu tanpa adab, maka ilmunya tidak akan memberi manfaat.”

Maka, seorang santri sejati adalah dia yang tidak hanya cerdas otaknya, tapi juga mulia akhlaknya. Hormat kepada guru, patuh kepada orang tua, rajin belajar, serta menjaga lisan dan perbuatan, itulah ciri santri yang akan memperkuat Indonesia merdeka.

Dalam kitab Ta'līm al-Muta'allim Ṭarīq at-Ta'allum, karya Syaikh Az-Zarnuji, kata dia, disebutkan bahwa seorang pencari ilmu (santri) harus memenuhi enam syarat agar ilmunya bermanfaat dan berhasil. Keenam syarat ini menjadi fondasi utama dalam menuntut ilmu secara benar.

Berikut adalah enam syarat menjadi santri sejati menurut Ta’limul Muta’allim.

1. Dzaka’ (Kecerdasan)
Santri harus memiliki kecerdasan akal dan ketajaman pikiran. Maksudnya bukan hanya pintar secara alami, tapi mau berpikir kritis, suka bertanya, dan aktif memahami ilmu, bukan sekadar menghafal.

2. Hirshun (Kesungguhan/semangat tinggi)
Ilmu tidak akan diraih tanpa semangat, tekad, dan usaha yang gigih. Santri sejati selalu rajin, tidak malas, dan punya niat kuat untuk terus belajar meski menghadapi kesulitan.

3. Wastibarin ( Sabar karena harus Bersungguh-sungguh dalam belajar)
Harus ada usaha maksimal dalam menuntut ilmu, bukan setengah-setengah, atau Ijtihad berarti belajar dengan serius, mencatat, mengulang pelajaran, dan terus memperbaiki diri.

4. Bulghah (Bekal atau fasilitas)
Menuntut ilmu butuh bekal: alat tulis, buku, makanan, dan tempat belajar. Santri perlu memanfaatkan fasilitas dengan bijak, bukan mengeluh bila terbatas, tapi tetap berusaha.

5. Irsyādu ustādzin (Bimbingan guru)
Santri harus belajar di bawah bimbingan guru atau ustadz. Ilmu tidak bisa hanya dari baca sendiri, perlu arah, nasihat, dan doa guru agar ilmunya berkah dan tidak sesat

6. Ṭūlu zamān (Waktu yang panjang)
Menuntut ilmu itu butuh waktu, tidak instan. Santri sejati sabar dan konsisten belajar bertahun-tahun, karena ilmu yang bermanfaat tidak bisa didapat dengan cepat.

Sementara itu, guru Pendidikan Agama Islam SDN 1 Karangreja, Ngalimah, S.Pdl menindaklanjuti dengan tema tersebut agar siswa-siswi mendalami dan mengamalkan serta menjadi santri yang berguna. Dan setelah itu, acara di lanjutkan dengan membaca Asma ul khusna.(*)

Kontributor: Ngamali (PAI KUA Karangreja
Editor: Imam Edi Siswanto

Jumat, 13 Maret 2026

PAI KUA Karangreja Jadi Rohaniawan dan Tausiyah Pada Pelantikan Mutasi Jabatan Perangkat Desa Siwarak, Ini Pesanya

PAI KUA Karangreja, Sayono (berbaju batik) saat menjadi rohaniawan dalam prosesi pengambilan sumpah/janji jabatan perangkat Desa Siwarak hasil mutasi jabatan di Aula Balai Desa Siwarak, Kamis (12/3/2026)  (Foto: Saryono)

Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor urusan Agama (KUA) Kecamatan Karangreja, Sayono berkesempatan menjadi rohaniawan, memimpin doa dan menyampaikan kuliah tujuh menit (kultum) dalam prosesi pengambilan sumpah/janji jabatan Perangkat Desa Siwarak hasil mutasi jabatan di Aula Balai Desa Siwarak, Kamis (12/3/2026) kemarin.

Menurutnya, dalam pelantikan yang dihadiri oleh unsur Forkompimcam Karangreja, di antaranya Camat Karangreja Supriyanti, Kapolsek Karangreja Arisno, Pj Kepala Desa Siwarak Suparno, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), seluruh perangkat desa, serta tamu undangan lainnya, terdapat tiga perangkat desa yang mengalami mutasi jabatan setingkat sebagai bagian dari penyegaran organisasi pemerintahan desa, yaitu:

1. Sabto Bayu Aji, yang sebelumnya menjabat Kaur Keuangan, dilantik menjadi Kaur Perencanaan.
2. Tarsidi, yang sebelumnya menjabat Kaur Perencanaan, dilantik menjadi Kasi Kesejahteraan.
3. Dasmun, yang sebelumnya menjabat Kasi Kesejahteraan, dilantik menjadi Kaur Keuangan.

Menjelang waktu berbuka puasa, kegiatan dilanjutkan dengan kultum singkat yang disampaikan oleh Saryono. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan bahwa setiap jabatan adalah amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban, baik di hadapan masyarakat maupun di hadapan Allah SWT. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGREJA

PAI KUA Karangreja, Sayono (kanan) pada acara prosesi pengambilan sumpah/janji jabatan perangkat Desa Siwarak hasil mutasi jabatan di Aula Balai Desa Siwarak, Kamis (12/3/2026)  (Foto: Saryono)

“Untuk itu, jaga dan tunaikan amanah sebaik-baiknya,” pesanya kepada perangkat Desa Siwarak yang baru saja dilantik.

Ia juga mengaitkan amanah jabatan dengan ibadah puasa yang sedang dijalankan, di mana puasa menjadi sarana untuk melatih kejujuran, kesabaran, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas kehidupan.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut sangat penting dimiliki oleh seorang pemimpin maupun aparatur pemerintah agar mampu menjalankan amanah dengan baik.

Sementara itu, dalam acara sambutan, Pj Kepala Desa Siwarak, Suparno, menegaskan bahwa jabatan yang diemban oleh perangkat desa merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Ia mengingatkan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada perangkat desa bukan sekadar penempatan jabatan, tetapi juga bentuk harapan masyarakat agar pemerintahan desa dapat berjalan dengan baik.

Suparno berharap para perangkat desa yang dilantik mampu bekerja secara profesional, disiplin, dan selalu mengutamakan kepentingan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan dalam bekerja demi kemajuan Desa Siwarak.

Camat Karangreja, Supriyanti, dalam sambutannya juga menyampaikan pesan penting tentang pentingnya menjaga kerukunan di tengah masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Ia mengingatkan bahwa dalam kehidupan beragama terkadang terdapat perbedaan pandangan, termasuk dalam penentuan 1 Syawal 1447 H. Namun demikian, perbedaan tersebut tidak seharusnya menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

Menurutnya, sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan merupakan kunci utama dalam menjaga persatuan dan keharmonisan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolsek Karangreja, Arisno, menyampaikan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ia menekankan bahwa Desa Siwarak dikenal sebagai salah satu desa wisata, sehingga situasi yang aman dan kondusif menjadi faktor penting dalam mendukung perkembangan desa.

Kata dia, keamanan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi juga membutuhkan peran serta seluruh masyarakat. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah desa, aparat keamanan, dan masyarakat harus terus dijaga agar lingkungan tetap aman dan nyaman.

Dengan dilaksanakannya pelantikan ini, diharapkan para perangkat desa yang dimutasi dapat menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta membawa semangat baru bagi pembangunan dan kemajuan Desa Siwarak, Kecamatan Karangreja.(*)

Kontributor : Saryono (Penyuluh Agama Islam KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto

Pujianto dan MA Zaenal Abidin: Silaturahmi Menguat, Kedamaian Rumah Menjadi Fondasi Masyarakat

PAI Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Pujianto dan Moh Agus Zaenal Abidin, dalam program Lentera Hati yang disiarkan melalui LPPL Gem...