Selasa, 31 Maret 2026

PAI KUA Karangreja Dampingi TPQ dan MDT Nurul Fattah Siwarak Ajukan Izin Operasional

Tampak dari depan gedung TPQ dan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Nurul Fattah Desa Siwarak, Karangreja, Selasa (31/3/2026). (Foto: Saryono)
Purbalingga-Komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan terus ditunjukkan oleh KUA Karangreja melalui peran aktif Penyuluh Agama Islam (PAI). Salah satunya dengan memberikan pendampingan kepada TPQ dan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Nurul Fattah Desa Siwarak dalam proses konsultasi pengajuan izin operasional, Selasa (31/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di kantor TPQ dan MDT Nurul Fattah tersebut berjalan dengan suasana hangat dan komunikatif. Para dewan asatidz tampak antusias mengikuti jalannya konsultasi, aktif berdiskusi, serta menggali berbagai informasi terkait persyaratan dan kesiapan lembaga. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGREJA

Dalam pendampingan tersebut, PAI KUA Karangreja, Saryono, memaparkan sejumlah aspek penting yang harus dipenuhi, mulai dari kelengkapan administrasi, struktur organisasi, kurikulum pembelajaran, hingga kesiapan sarana dan prasarana. 

Ia menegaskan bahwa izin operasional bukan sekadar formalitas, melainkan awal dari tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas pendidikan dan ketertiban administrasi.

Selain itu, Saryono juga menyoroti pentingnya kesiapan sumber daya manusia, termasuk keberadaan operator lembaga di era digital. Menurutnya, hampir seluruh layanan kini berbasis elektronik sehingga lembaga harus mampu beradaptasi dalam pengelolaan data dan pelaporan secara online. 

Ia juga mengingatkan agar pengelola tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan sebelum benar-benar siap. 

juga menegaskan bahwa lembaga yang telah memiliki izin operasional harus siap terlibat aktif dalam berbagai kegiatan, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten, serta mengikuti pembinaan melalui BADKO LPQ.

PAI KUA Karangreja, Saryono (kanan)saat di TPQ dan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Nurul Fattah Desa Siwarak, Karangreja, Selasa (31/3/2026). (Foto: Saryono)
Sementara itu, perwakilan dewan asatidz, Ustadz Amin, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan. Ia mengaku kegiatan ini memberikan pemahaman yang lebih jelas sebagai bekal dalam mempersiapkan lembaga ke depan. 

Kami sangat berterima kasih atas bimbingan yang diberikan. Ini menjadi bekal bagi kami untuk mempersiapkan lembaga agar lebih siap ke depannya, ” ungkapnya.

Di akhir kegiatan, pihak TPQ dan MDT Nurul Fattah sepakat untuk menggelar musyawarah internal guna menentukan langkah terbaik terkait pengajuan izin operasional.

Melalui pendampingan ini, KUA Karangreja menegaskan perannya sebagai mitra strategis dalam penguatan lembaga pendidikan keagamaan, tidak hanya dalam aspek administratif, tetapi juga dalam peningkatan kualitas dan kesiapan kelembagaan secara menyeluruh.(*)

Kontributor : Saryono (Penyuluh Agama Islam KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto
 

Senin, 30 Maret 2026

Ketua PD IPARI Purbalingga: Jihad Terbesar ASN Adalah Menjaga Integritas Pasca Ramadhan

Ketua PD IPARI Kabupaten Purbalingga, Khikam Aziz, saat tausiyah di acara Pembinaan ASN dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan ukhuwah keluarga besar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M di Aula Uswatun Hasanah, Senin (30/3/2026).

Purbalingga-Jihad akbar atau perjuangan melawan hawa nafsu terbesar adalah menjaga semangat dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Purbalingga.

Demikian diungkapkan oleh Ketua Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Purbalingga, Khikam Aziz, dalam tausiyah di acara Pembinaan ASN dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan ukhuwah keluarga besar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M di Aula Uswatun Hasanah, Senin (30/3/2026).

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/2026/03/kakankemenag-purbalingga-zahid-khasani.html

Ia menjelaskan, bahwa jihad akbar tidak berhenti saat Ramadhan usai, justru tantangan sesungguhnya adalah bagaimana mempertahankan nilai-nilai kebaikan tersebut dalam kehidupan pasca Ramadhan.

Ia berharap semangat pengendalian diri, kejujuran, dan kedisiplinan tetap melekat dalam aktivitas sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai ASN.

Lebih lanjut, ia mengingatkan lima hal yang sering melalaikan manusia. Pertama, kecenderungan mencintai dunia secara berlebihan hingga melupakan akhirat.

Kedua, terlalu mencintai kehidupan hingga lalai mengingat kematian. Ketiga, sikap bermegah-megahan yang membuat manusia lupa menyiapkan bekal untuk kehidupan setelah mati.

Keempat, kesibukan mencari nafkah yang berlebihan hingga mengabaikan ibadah kepada Allah SWT. Dan kelima, lebih mencintai makhluk dibandingkan Sang Pencipta. 

Ketua PD IPARI Kabupaten Purbalingga, Khikam Aziz, saat tausiyah di acara Pembinaan ASN dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan ukhuwah keluarga besar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M di Aula Uswatun Hasanah, Senin (30/3/2026).

Menurutnya, kelima hal ini menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi dengan kesadaran spiritual dan penguatan iman.

Khikam juga menyampaikan pesan inspiratif melalui kisah seorang ulama yang memenuhi undangan bukan karena manusia, melainkan karena ketaatan kepada Allah SWT.

Hal ini, menurutnya, menjadi pelajaran bahwa setiap amal dan aktivitas hendaknya dilandasi niat karena Allah, bukan semata-mata karena kepentingan duniawi.

Melalui kegiatan yang bertema “Membangun Etos Kerja ASN yang Profesional dan Berintegritas Menuju ZI WBBM 2027” ini, ia berharap para ASN, khususnya penyuluh agama, mampu memperkuat integritas dan profesionalisme dalam bekerja, sekaligus menjaga keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat.

Dengan demikian, cita-cita mewujudkan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dapat tercapai secara optimal.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto

Bangun Budaya Kerja Berintegritas, Kakankemenag Purbalingga Tekankan Empat Nilai Idul Fitri untuk ASN

Kakankemenag Purbalingga, Zahid Khasani, saat menyampaikan apresiasi kepada 10 Takmir Masjid Ramah Pemudik (RMP) pada acara Pembinaan ASN di Aula Uswatun Hasanah, Senin (30/3/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga–Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani, menegaskan pentingnya menginternalisasi nilai-nilai Idul Fitri dalam pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Hal tersebut disampaikan dalam acara Pembinaan ASN dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan ukhuwah keluarga besar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M, yang bertema “Membangun Etos Kerja ASN yang Profesional dan Berintegritas Menuju ZI WBBM 2027” di Aula Uswatun Hasanah, Senin (30/3/2026). 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/Zahid%20Khasani

Dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan, Zahid mengawali sambutannya dengan menyampaikan ucapan Selamat Idul Fitri 1447 H serta permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh peserta. Ia mengajak seluruh ASN menjadikan momentum Idul Fitri sebagai titik balik memperkuat budaya kerja yang lebih baik.

“Ada empat nilai utama Idul Fitri yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan kerja di lingkungan Kementerian Agama,” tegasnya. 

LIHAT VIDEO: https://www.youtube.com/shorts/F5-tiuQqDN0

Pertama, nilai silaturahmi.
Zahid menjelaskan bahwa dalam konteks organisasi, silaturahmi tidak hanya dimaknai sebagai hubungan personal, tetapi juga sebagai upaya membangun kolaborasi dan memperkuat koordinasi antar tim kerja. Dengan komunikasi yang terbuka dan harmonis, kinerja organisasi akan menjadi lebih solid dan efektif.

Kedua, nilai saling memaafkan.
Merujuk pada ajaran dalam Al-Qur’an, khususnya semangat yang terkandung dalam QS Ali Imron, sikap memaafkan tidak dibatasi oleh waktu. Dalam dunia kerja, hal ini diwujudkan melalui komunikasi yang sehat dan saling menghargai demi terciptanya suasana kerja yang produktif.

Ketiga, nilai kepedulian.
Ia menekankan bahwa kepedulian harus tercermin dalam pelayanan kepada masyarakat. ASN dituntut menghadirkan pelayanan prima, responsif, dan solutif. Pelayanan yang optimal bukan sekadar kewajiban, tetapi bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat.

Keempat, nilai kesederhanaan.
Kesederhanaan, lanjut Zahid, menjadi fondasi dalam membangun profesionalitas dan integritas. Sikap ini mendorong ASN untuk bekerja secara jujur, tidak berlebihan, serta berorientasi pada hasil yang berkualitas tanpa mengedepankan kepentingan pribadi. 

Bersalam salaman usai Apel Paska Libur dan Cuti Bersama Hari Raya Idhul Fitri 1447H di halaman Kemenag Purbalingga, Senin (30/3/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Zahid optimistis, apabila keempat nilai tersebut mampu diimplementasikan secara konsisten dalam budaya kerja ASN, maka cita-cita mewujudkan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (ZI WBBM) tahun 2027 akan tercapai.

Ia berharap, Idul Fitri bukan hanya perayaan, tetapi momentum pembaruan diri. Jika nilai-nilainya kita hidupkan dalam pekerjaan sehari-hari, insyaallah Kementerian Agama semakin dipercaya dan dicintai masyarakat.

Sementara itu, Kepala Subbagian Tata Usaha Kankemenag Purbalingga, Sudiono, menambahkan bahwa keberhasilan menuju Zona Integritas Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (ZI WBBM) tidak berhenti pada capaian administratif semata.

Menurutnya, pasca meraih predikat WBK, yang paling penting adalah menjaga komitmen dan dukungan atau kesiapan seluruh ASN untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Ia menegaskan bahwa semangat WBBM harus diwujudkan dalam pelayanan yang benar-benar bersih, transparan, dan melayani dengan sepenuh hati.

Pernyataan tersebut memperkuat pesan bahwa reformasi birokrasi sejatinya adalah proses berkelanjutan. Tidak hanya berhenti pada pencapaian, tetapi juga bagaimana nilai-nilai integritas, kepedulian, dan profesionalitas terus hidup dalam setiap lini pelayanan.

Kakankemenag Purbalingga, Zahid Khasani (paling Kanan) di dampingi Kasubag TU, Sudiono saat menyaksikan penandatanganan dukungan Pembangunan Zona Integritas (PZI) dari WBK menuju WBBM pada acara Pembinaan ASN di Aula Uswatun Hasanah, Senin (30/3/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Sebelumnya, telah dilaksanakan Apel Paska Libur dan Cuti Bersama Hari Raya Idhul Fitri 1447H di halaman Kemenag Purbalingga. 

Kemudian pada rangkaian acara Pembinaan ASN, digelar pula penyampaian apresiasi atas kontribusi 10 masjid dalam Program Masjid Ramah Pemudik (MRP) Idulfitri 1447 H/2026 M, sekaligus menutup secara resmi berakhirnya operasional MRP di wilayah Purbalingga. 

Selanjutnya penandatanganan dukungan Pembangunan Zona Integritas (PZI) dari WBK menuju WBBM oleh seluruh peserta.

Hadir pada acara tersebut Kasi Bimas Islam, Kasi dan Gara, Kepala KUA dan Penghulu, Pengawas Madrasah, Pengawas PAI, Kepala MAN, MTSN dan MIN, Penyuluh Agama ASN, Ketua KK RA, MI, MTs dan MA, Ketua AGPAI Kabupaten Purbalingga serta ASN Seatap Kankemenag Kab. Purbalingga.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto

Jumat, 27 Maret 2026

PD IPARI Purbalingga Matangkan Silaturahmi Akbar, Berikut Informasinya

Sekretariat PD IPARI Purbalingga di Jalan Raya Mangunegara - Mrebet - Purbalingga, Jumat (27/3/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Panitia kegiatan Silaturahmi Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Purbalingga terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan acara yang rencananya dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 8 April 2026 mendatang. 

Hal tersebut terungkap dalam rapat koordinasi panitia yang digelar pada Jumat (27/3/2026), dengan dihadiri 19 orang dari total 25 undangan. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/2026/02/menguatkan-peran-penyuluh-pd-ipari.html

Rapat dibuka oleh Sekretaris PD IPARI Purbalingga, Edi Rujito, dilanjutkan dengan sambutan Ketua PD IPARI Purbalingga, Khikam Aziz. Dalam arahannya, Khikam menekankan pentingnya kegiatan silaturahmi sebagai momentum memperkuat kolaborasi dan meningkatkan kinerja penyuluh agama agar lebih berdampak di tengah masyarakat.

Kegiatan silaturahmi direncanakan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, dengan dua opsi lokasi yakni D’Pari Resto Purbalingga dan Masjid Watu Sanggar Mangkunegara, Mrebet. 

"Insyaallah acara tersebut akan menghadirkan narasumber Bapak Kyai H. Zahid Khasani, pengasuh Pondok Pesantren Miftahussholihin, Banjarnegara," ucap Khikam.

Menurutnya, kegiatan silaturahmi ini diharapkan mampu mendorong sinergi yang lebih kuat antarpenyuluh agama dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. 

Sebanyak 98 penyuluh agama se-Kabupaten Purbalingga dijadwalkan hadir, bersama undangan dari unsur Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, termasuk Kepala Kantor dan Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam. Total peserta diperkirakan mencapai 100 orang.

Sekretaris PD IPARI Purbalingga, Edi Rujito, (kiri) dan Ketua PD IPARI Purbalingga, Khikam Aziz saat memimpin rapat Panitia di Sekretariat PD IPARI Purbalingga di Jalan Raya Mangunegara - Mrebet - Purbalingga, Jumat (27/3/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Sementara itu, Ketua Panitia, Arin Hidayat, menyampaikan bahwa susunan kepanitiaan telah dibentuk dan dibagi sesuai tugas masing-masing. Sejumlah petugas acara juga telah ditetapkan, di antaranya MC oleh Esti Yuliamah dan Romliyah, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Miftahul Fikri, doa oleh Kyai Umar Abdul Fatah, serta operator lagu kebangsaan dan Mars IPARI oleh Mustolah. Dan untuk tim penerima tamu akan dikoordinatori oleh Saryono bersama Muhtarom Amin Yusuf, Asih, dan seluruh panitia.

Untuk rangkaian acara akan diawali dengan pra-acara berupa penampilan hadroh modern, dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars IPARI. Adapun susunan acara inti meliputi pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa, laporan panitia, sambutan Ketua PD IPARI, mau’idhoh hasanah sekaligus doa, rapat koordinasi PD IPARI, serta penutup.

Panitia menegaskan bahwa persiapan akan terus dimatangkan dan setiap perubahan akan diinformasikan lebih lanjut. 

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah strategis untuk memperkuat peran penyuluh agama sebagai garda terdepan dalam pembinaan umat.(*)

Kontributor: Nur Asih Utami (Sekretaris Panitia Silaturahmi PD IPARI Purbalingga)
Editor: Imam Edi Siswanto

Kamis, 26 Maret 2026

PAI KUA Karangreja Bimbing Warga Amerika Serikat Ikrar Syahadat

Warga Amerika Serikat, Jhosua Clark Hoover (nomor 3 dari Kanan) saat menerima surat Pernyataan Masuk Islam dari Kepala KUA Karangreja, Abdul Ra'ub di Balai Nikah KUA Karangreja, Kamis (26/3/2026) (Foto; Dok KUA Karangreja)

Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Karangreja memandu prosesi ikrar syahadat (muallaf), yakni Joshua Clark Hoover, warga negara Amerika Serikat, dan Agnes Octavia asal Riau. 

Dalam suasana Idul Fitri penuh khidmat dan disaksikan keluarga serta para saksi, keduanya mengucapkan dua kalimat syahadat dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan dari siapapun, Kamis (26/3/2026).

Prosesi ikrar dipimpin oleh PAI Saryono, diikuti pembacaan doa oleh Ngamali. Doa tersebut dipanjatkan agar keduanya diberikan keteguhan iman, kemudahan dalam mempelajari Islam, serta keberkahan dalam menjalani kehidupan baru sebagai Muslim.

BACA:  https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGREJA

“Saya merasa damai dan seperti menemukan jalan hidup yang selama ini saya cari. Terima kasih atas bimbingan dan sambutan hangat dari semua pihak,” ucap Joshua.

Hal senada juga disampaikan oleh Agnes Octavia, “Saya sangat bersyukur atas hidayah ini. Terima kasih kepada PAI KUA Karangreja dan semua yang telah mendukung saya. Semoga saya bisa istiqamah dan terus belajar menjadi Muslimah yang baik,” katanya.

Sebagai bentuk legalitas, kegiatan ini dilengkapi dengan penandatanganan Surat Pernyataan Ikrar
Muallaf oleh Kepala KUA Karangreja, Abdul Ra’ub. Momentum ini semakin istimewa karena berlangsung dalam suasana Idul Fitri, yang menjadi simbol kembali kepada fitrah dan awal kehidupan yang lebih baik. 

Agnes Octavia saat menerima surat Pernyataan Masuk Islam dari Kepala KUA Karangreja, Abdul Ra'ub di Balai Nikah KUA Karangreja, Kamis (26/3/2026) (Foto; Dok KUA Karangreja)

Sementara itu Kepala KUA Karangreja, Abdul Ra'ub, dalam pesannya menegaskan bahwa hidayah adalah anugerah besar yang harus dijaga. KUA Karangreja, lanjutnya, siap memberikan pendampingan agar para muallaf dapat memahami ajaran Islam secara bertahap. 

“Masuk Islam bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang untuk mengenal Allah dan memperbaiki diri. Kami berharap saudara-saudara kita dapat terus belajar, tidak sungkan bertanya, dan tetap semangat dalam menuntut ilmu agama,” tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa KUA Karangreja siap memberikan pendampingan berkelanjutan agar para muallaf dapat memahami ajaran Islam secara bertahap dan menjalankannya dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Joshua dan Agnes mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaan atas hidayah yang diterima. Keduanya berharap dapat istiqamah dalam menjalankan ajaran Islam. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa Islam adalah agama yang universal, sekaligus menghadirkan suasana haru dan penuh makna di momen Idul Fitri tahun ini.

Pihak keluarga yang hadir juga menyampaikan rasa terima kasih atas bimbingan dan perhatian yang diberikan. Mereka berharap proses pembinaan dapat terus berlanjut sehingga kedua muallaf semakin mantap dalam menjalankan ajaran Islam.(*)

Kontributor : Saryono (Penyuluh Agama Islam KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto

PD IPARI Purbalingga Takziah dan Kuatkan Keluarga Duka di Kutasari

Sekretaris PD IPARI Purbalingga, Edi Rudjito (Kanan) bersama Sudirman (tengah) saat di rumah duka di Desa Karangreja Kecamatan Kutasari, Sab...