 |
Much. Yulianto Sidik Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Mrebet, Purbalingga, Jawa Tengah. |
EDISI 06:
RAMADHAN 1446 H
Penyuluh
Agama Islam (PAI Kantor Urusan Agama (KUA) Mrebet, Purbalingga mengajak
pembaca setia @iparipurbalingga untuk menambah pahala Ramadhan dengan
Jamu Jati Kendi.
Dalam ajakanya, Ramadhan adalah bulan
penuh berkah, keberkahan bagi umat Islam diberi kesempatan untuk meningkatkan
keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Bulan ini, bukan
hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, namun juga menahan segala bentuk hawa
nafsu yang dapat mengurangi nilai ibadah kita.
BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/2025/03/membangun-jiwa-pemimpin-sejak-dini-oleh.html
Jamu Jati Kendi adalah
akronim dari Jaga Mulut, Jaga Hati dan Kendalikan diri. Jamu Jati Kendi
merupakan aspek penting dalam menjalani ibadah puasa.
Jamu Jati Kendi merupakan ijazah dari KH
Dzikron Abdullah Semarang. Dalam
sebuah unggahan di Instagram, KH Dzikron Abdulloh mengatakan bahwa dengan
mengonsumsi Jamu Jati Kendi, kita dapat menjaga mulut, menjaga hati, dan
mengendalikan diri.https://www.instagram.com/majt_jateng/p/CW5e8z3v5Y_/
Pertama adalah
Jamu (jaga mulut), jaga mulut disini berarti sebagai seorang muslim diharuskan
untuk dapat menjaga lisan kita. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ لَمْ
يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ
يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
Artinya "Barang siapa yang tidak meninggalkan
perkataan bohong dan perbuatan buruk, maka Allah tidak membutuhkan puasa dari
orang tersebut." (HR. Bukhari).
BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/2025/03/amalan-sebelum-tidur-oleh-syukur-ariyadi.html
Hadits ini
mengingatkan kita bahwa puasa yang sesungguhnya adalah puasa yang menjaga lisan
dan perbuatan. Mulut yang sering mengucapkan kata-kata kasar, bergunjing, atau
berbohong bisa menjadi penghalang bagi kesempurnaan ibadah kita.
Di bulan suci,
mari kita berusaha untuk berbicara dengan baik, berbicara yang mendatangkan
kebaikan, serta menghindari segala bentuk kata-kata yang menyakiti hati orang
lain.
Yang kedua adalah
Jati (jaga hati), sama halnya dengan lisan kita, hati kita juga perlu untuk
dijaga tidak memunculkan prasangka buruk. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an,
Artinya "Pada hari itu, tiada berguna harta dan
anak-anak, kecuali orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat." (QS. As Syua'ra: 88-89).
BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/2025/03/skincare-hati-oleh-dimas-kurniawan.html
Hati yang penuh
dengan kedengkian, iri, dan permusuhan dapat mengurangi pahala puasa kita. Oleh
karena itu, Ramadan adalah waktu yang tepat untuk membersihkan hati dari segala
keburukan dan mengisinya dengan rasa kasih sayang, kerendahan hati, dan
keikhlasan.
Kemudian yang
ketiga adalah Kendi (Kendalikan Diri), Puasa mengajarkan kita untuk
mengendalikan diri. Tidak hanya menahan makan dan minum, tetapi juga menahan
diri dari segala perbuatan yang tidak baik, baik itu perkataan maupun
perbuatan. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman.
Artinya "Wahai orang-orang yang beriman,
diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum
kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 183).
Puasa adalah
sarana untuk mencapai takwa, dan salah satu ciri orang yang bertakwa adalah
mampu mengendalikan diri dalam segala aspek kehidupan.
Mengendalikan
diri berarti kita mampu mengontrol emosi, tidak mudah marah, dan tidak tergoda
untuk melakukan perbuatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain.
Di bulan Ramadan,
kita diajak untuk lebih sabar dan tawakal kepada Allah dalam menghadapi segala
ujian.
Mari kita jadikan
Ramadan sebagai momentum untuk memperbaiki diri, menjaga lisan, dan
membersihkan hati, agar ibadah kita lebih sempurna dan mendapat rahmat dari
Allah SWT. Sebagaimana Rasulullah SAW mengingatkan dalam hadis:
Artinya "Jika
seseorang mencaci atau menghinamu, maka katakanlah, 'Saya sedang
berpuasa." (HR. Bukhari).
Semoga dengan
menjaga mulut, menjaga hati, dan mengendalikan diri, kita bisa meraih
kesuksesan dalam menjalani bulan suci ini dan memperoleh ampunan serta pahala
yang berlipat ganda.
Selamat
menjalankan ibadah puasa Ramadan, semoga Allah SWT memberi kita kekuatan untuk
terus istiqamah dalam beribadah dan menjadi pribadi yang lebih baik.(*)
Penyusun: Much. Yulianto Sidik, S.Sos.I/PAI KUA Mrebet
Editor: Imam Edi Siswanto