Tampilkan postingan dengan label KALIMANAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KALIMANAH. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Agustus 2026

Sukses BRUN, PAI Perkuat Evaluasi dan Perluas Dakwah melalui Radio Gema Soedirman

Penyuluh Agama Islam yang tergabung dalam PD IPARI Purbalingga foto bersama di studio LPPL Gema Soedirman usai kunjungan nonformal di kantor setempat, Jumat (14/8/2026) (Foto: Imam Edi Siswanto)

PURBALINGGA-Setelah sukses menyelenggarakan Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) pada Kamis (12/8/2026) kemarin, Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah langsung melakukan evaluasi dan rapat koordinasi rutin untuk memperkuat program kepenyuluhan, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan evaluasi berlangsung dalam suasana Jumat pagi yang cerah. Dengan memanfaatkan kursi milik PPAI Kecamatan Kalimanah yang sedang dijemur, para penyuluh memanfaatkan waktu tersebut untuk bermusyawarah sekaligus menikmati udara dan sinar matahari pagi.

BACA:  https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KALIMANAH

Suasana sederhana tersebut justru menjadi ruang yang efektif untuk melakukan refleksi terhadap pelaksanaan program yang telah berjalan sekaligus menyusun langkah kepenyuluhan berikutnya.

Salah satu fokus pembahasan adalah peningkatan kualitas dan kemampuan penyuluh dalam menguasai materi serta metode bimbingan perkawinan. Para penyuluh didorong untuk terus memperkaya literasi, memperbarui wawasan, serta meningkatkan kemampuan memilih metode penyampaian yang sesuai dengan karakter audiens.

PAI KUA Kalimanah saat rakor dan evaluasi kegiatan di halaman kantor PPAI Kecamatan Kalimanah, Jumat (14/8/2026). (Foto: Rizal)

Penguasaan materi saja dinilai belum cukup. Penyuluh juga perlu memiliki kemampuan mengelola waktu secara efektif agar pesan yang disampaikan dapat diterima secara utuh, menarik, dan tidak membosankan. Karena itu, kemampuan mengemas materi menjadi singkat, padat, komunikatif, dan tepat sasaran menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas layanan penyuluhan.

Perluas Jangkauan Penyuluhan melalui Radio

Usai melakukan evaluasi internal, dipimpin oleh Imam Edi Siswanto, para Penyuluh Agama islam (PAI)  melanjutkan agenda dengan melakukan kunjungan nonformal ke Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Gema Soedirman Purbalingga mewakili PD IPARI Purbalingga.

Menurut salah satu pengurus PD IPARI Purbalingga, Imam Edi Siswanto, bahwa radio dipandang sebagai salah satu media yang masih memiliki daya jangkau kuat di tengah masyarakat.

Melalui siaran radio, Penyuluh Agama dapat hadir lebih dekat dengan publik, menyampaikan edukasi keagamaan, membuka ruang dialog, serta memberikan informasi dan pendampingan mengenai berbagai persoalan kehidupan.

Sebelumnya, Imam telah berkonsultasi dengan Ketua Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Purbalingga, Khikam Aziz, tentang rencana tersebut.

Ia merespons baik dan mendukung rencana kegiatan siaran tersebut sebagai program yang akan dikoordinasi langsung oleh PD IPARI Purbalingga. Menurutnya, kolaborasi dengan media menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan tugas dan fungsi Penyuluh Agama.

Dukungan serupa disampaikan Kepala KUA Kalimanah, Kholidin, yang menyambut sangat positif rencana tersebut. Ia berpesan agar Penyuluh Agama senantiasa dekat dengan publik dan mampu beradaptasi dengan berbagai ruang komunikasi.

Menurut Kholidin, kehadiran penyuluh tidak harus selalu dalam forum tatap muka. Dunia audio juga dapat menjadi ruang pelayanan dan dakwah yang efektif apabila dikelola dengan materi yang berkualitas dan metode komunikasi yang tepat.

Penyuluh Agama Islam yang tergabung dalam PD IPARI Purbalingga saat bersilaturahmi di radio LPPL Gema Soedirman di kantor setempat, Jumat (14/8/2026) (Foto: Imam Edi Siswanto)

Perkuat Data sebagai Basis Penyuluhan

Selain penguatan kapasitas dan perluasan media dakwah, rapat koordinasi juga membahas pentingnya pemutakhiran data keagamaan di wilayah kerja.

Para penyuluh akan melakukan survei sekaligus memperbarui data mengenai jumlah penduduk, jumlah pemeluk agama, tempat ibadah, majelis taklim, Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ), Madrasah Diniyah (Madin), pondok pesantren, hingga data wakaf.

Pemutakhiran data tersebut dinilai penting agar program kepenyuluhan benar-benar berbasis pada kondisi dan kebutuhan masyarakat. Dengan data yang akurat, penyuluh dapat memetakan persoalan, menentukan sasaran pembinaan, serta menyusun program yang lebih tepat dan terukur.

Rangkaian kegiatan Jumat tersebut menunjukkan bahwa tugas Penyuluh Agama tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan. Setiap program perlu dievaluasi, kapasitas penyuluh terus ditingkatkan, jangkauan dakwah diperluas, dan data masyarakat diperbarui secara berkala.

Dengan semangat tersebut, PAI KUA Kalimanah terus berupaya menghadirkan penyuluhan agama yang lebih berkualitas, adaptif, berbasis data, dan semakin dekat dengan masyarakat.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto

Rabu, 05 Agustus 2026

KUA Kalimanah Gerak Cepat Sukseskan Program BRUN

Kepala KUA Kalimanah, Drs. H. Kholidin, M.S.I. (depan) pada acara Rakor dan Quality Control di aula kantor PPAI Kecamatan Kalimanah, Rabu (5/8/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga–KUA Kalimanah bergerak cepat menindaklanjuti pelaksanaan Program Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) setelah mengikuti rapat koordinasi secara daring bersama Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Rabu (5/8/2026) pagi.

Dalam arahannya pada kegiatan Rapat Koordinasi dan Quality Control, Kepala KUA Kalimanah, Drs. H. Kholidin, M.S.I., menegaskan agar seluruh persiapan program segera dilakukan sehingga pelaksanaannya dapat berjalan optimal dan mencapai tujuan yang diharapkan.

BACA:  https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KALIMANAH

Menurut Kholidin, Program BRUN secara efektif akan mulai dilaksanakan pada 13 Agustus 2026. Sasaran kegiatan ini adalah 25 peserta yang terdiri atas remaja berusia minimal 20 tahun, mahasiswa, serta anggota organisasi kepemudaan yang belum menikah.

Ia menjelaskan bahwa BRUN merupakan singkatan dari Bimbingan Remaja Usia Nikah, yaitu program edukasi Kementerian Agama yang bertujuan membekali generasi muda dengan kesiapan fisik, mental, emosional, dan spiritual sebelum memasuki kehidupan berumah tangga. Melalui program ini diharapkan lahir calon pasangan yang mampu membangun keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah.

"Program ini juga menjadi salah satu upaya strategis untuk menekan angka perkawinan anak sekaligus mempersiapkan generasi muda yang matang lahir dan batin sebelum memasuki jenjang pernikahan," tegas Kholidin.

Adapun materi yang akan diberikan kepada peserta meliputi pemahaman makna pernikahan menurut ajaran agama, kesehatan reproduksi remaja, manajemen emosi dan penyelesaian konflik, perencanaan masa depan dan karier, serta pencegahan perkawinan usia anak.

Untuk memastikan program berjalan dengan baik, Kholidin menunjuk Penyuluh Agama Islam Imam Edi Siswanto dan Azizah Dwi Purba sebagai pelaksanaan kegiatan. Sementara itu, narasumber akan melibatkan tenaga dari Dinas Kesehatan serta tim internal KUA Kalimanah sesuai bidang keahlian masing-masing.

Melalui gerak cepat ini, KUA Kalimanah berharap Program BRUN tidak hanya menjadi kegiatan pembinaan, tetapi juga mampu membentuk generasi muda yang memiliki kesiapan ilmu, karakter, dan tanggung jawab dalam membangun keluarga yang harmonis, berkualitas, dan berketahanan.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto

Minggu, 19 Juli 2026

KUA Kalimanah Wujudkan Eco Office, Menanam dan Merawat Tanaman

Mukhyono dan Imam Edi siswanto, saat melaksanakan piket dengan merawat tanaman di halaman KUA Kalimanah, Rabu (15/7/2026). (Foto: MA Zaenal Abidn)

Purbalingga-Suasana hijau dan asri terus dihadirkan di lingkungan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalimanah melalui kegiatan menyiram, merawat, dan menanam tanaman hias yang dilaksanakan pada Rabu (15/7/2026) pagi. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen KUA Kalimanah dalam mendukung program Eco Office dan Eco Teologi Kementerian Agama Republik Indonesia.

Tampak Kepala KUA Kalimanah, Kholidin, saat membawa bibit tanaman bunga di halaman KUA Kalimanah, Rabu (15/7/2026). (Foto: MA Zaenal Abidn)

Sesuai jadwal piket, kegiatan perawatan lingkungan pada hari tersebut dilaksanakan oleh Mukhyono, Imam Edi Siswanto, dan Siti Sholihatun. Namun, semangat menjaga kelestarian lingkungan tidak hanya dilakukan oleh petugas piket. 

Seluruh pegawai dan mahasiswa dari UIN Saizu Purwokerto yang sedang PKL turut berpartisipasi, mulai dari membersihkan meja kerja, kursi, lemari, pintu, jendela, hingga berbagai fasilitas pelayanan agar tetap bersih, rapi, dan bebas dari debu.

Prayitno dan Supriyono yang selalu senyum ceria menyambut tamu di ruang fron office KUA Kalimanah, Rabu (15/7/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search?q=tanaman 

Di saat yang sama, Kepala KUA Kalimanah, Drs. H. Kholidin, M.S.I., turut menanam tanaman perdu di pot-pot yang menghiasi halaman kantor.

Kholidin menyampaikan bahwa menjaga lingkungan kerja yang bersih, hijau, dan nyaman merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, lingkungan yang asri tidak hanya menciptakan suasana kerja yang sehat dan menyenangkan, tetapi juga menjadi wujud nyata implementasi nilai-nilai keagamaan yang mengajarkan kepedulian terhadap alam sebagai amanah dari Allah Swt.

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/2025/12/kua-kalimanah-publikasikan-video.html 

Prayitno dan Mahasiswa UIN Saizu Purwokerto, bergtong royong merawat tanaman di halaman KUA Kalimanah, Rabu (15/7/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Melalui kegiatan sederhana seperti menyiram, merawat, dan menanam tanaman, diharapkan dapat membangun budaya cinta lingkungan di lingkungan kerja. 

"Ini merupakan implementasi program Eco Office dan Eco Teologi yang dicanangkan Kementerian Agama, sekaligus menjadi pengingat bahwa merawat bumi adalah bagian dari ibadah," ucapnya.

Program Eco Office mendorong terciptanya tata kelola perkantoran yang ramah lingkungan melalui berbagai langkah nyata, seperti penghijauan, pengelolaan sampah, serta efisiensi penggunaan sumber daya. 

Mughofar saat membersihakan fasilitas kantor dari debu di KUA Kalimanah, Rabu (15/7/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Sementara itu, Eco Teologi mengajak seluruh insan Kementerian Agama untuk menginternalisasikan nilai-nilai ajaran agama dalam menjaga kelestarian alam sebagai bentuk tanggung jawab moral dan spiritual.

Melalui kegiatan ini, KUA Kalimanah berharap semangat mencintai lingkungan dapat terus tumbuh di kalangan ASN dan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam demi mewujudkan lingkungan yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan.(*)

Pewarta/Editor: Imam Edi Siswanto 

Alhamdulillah, Indeks Kepuasan Masyarakat KUA Kalimanah Capai 99,92, Raih Predikat "A (Sangat Baik)"

Tangkapan layar facebook KUA Kalimanah
 

Purbalingga-Berdasarkan hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Triwulan II Tahun 2026 Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, KUA Kalimanah berhasil meraih Nilai Kepuasan Pelayanan sebesar 99,92 dengan predikat "A (Sangat Baik)".

Capaian tersebut diperoleh dari penilaian 138 responden yang telah menerima layanan di KUA Kalimanah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 50 responden laki-laki dan 88 responden perempuan turut memberikan penilaian terhadap kualitas pelayanan yang diterima.

Berdasarkan tingkat pendidikan, responden terdiri atas 1 orang lulusan SD, 22 orang lulusan SMP, 91 orang lulusan SMA, 23 orang lulusan Strata 1 (S1), dan 1 orang lulusan Strata 2 (S2). Keberagaman latar belakang pendidikan responden menunjukkan bahwa pelayanan KUA Kalimanah dinilai positif oleh berbagai lapisan masyarakat.

LIHAT: https://www.facebook.com/share/p/19K4vrGSQZ/ 

Hasil Survei Kepuasan Masyarakat ini menjadi indikator bahwa layanan yang diberikan KUA Kalimanah telah memenuhi harapan masyarakat, baik dari aspek keramahan petugas, kecepatan pelayanan, kemudahan prosedur, maupun kenyamanan sarana dan prasarana.

Capaian tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh aparatur KUA Kalimanah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang profesional, akuntabel, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Ke depan, insyaallah KUA Kalimanah tetap berkomitmen untuk mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas pelayanan melalui inovasi berkelanjutan, sehingga kehadiran KUA benar-benar dapat memberikan manfaat serta pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat.(*)

Pewaarta/editor: Imam Edi Siswanto

Jumat, 10 Juli 2026

Peaceful Muharam 1448 H: KUA dan PPAI Kalimanah Santuni 25 Anak Yatim

Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalimanah bersama Pengawas Pendidikan Agama Islam (PPAI) Kecamatan Kalimanah menggelar kegiatan Lebaran Yatim 1448 H bertema "Menebar Maslahat, Menguatkan Umat" di Aula PPAI Kalimanah, Kamis (9/7/2026) kemarin. (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga – Dalam semangat Peaceful Muharam 1448 Hijriah, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalimanah bersama Pengawas Pendidikan Agama Islam (PPAI) Kecamatan Kalimanah menggelar kegiatan Lebaran Yatim 1448 H bertema "Menebar Maslahat, Menguatkan Umat" di Aula PPAI Kalimanah, Kamis (9/7/2026) kemarin.

Sebanyak 25 anak yatim menerima santunan yang berasal dari donasi para guru, ASN, dan para dermawan dengan total dana terkumpul sebesar Rp7.800.000.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/2026/07/peaceful-muharam-1448-h-kua-kalimanah.html 

Kepala KUA Kalimanah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pengawas Pendidikan, Kelompok Kerja Madrasah (KKM), kepala madrasah, guru, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pengawas, KKM, dan seluruh guru madrasah atas kepedulian dan kebersamaan dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Semoga menjadi amal kebaikan yang membawa keberkahan bagi semua," katanya.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalimanah, Kholidin (nomor dua dari kanan)  bersama Pengawas Pendidikan Agama Islam (PPAI) Kecamatan Kalimanah, Aris Sumanto (kiri) saat di acara Lebaran Yatim 1448 H bertema "Menebar Maslahat, Menguatkan Umat" di Aula PPAI Kalimanah, Kamis (9/7/2026) kemarin. (Foto: Imam Edi Siswanto)

Kepada para penerima santunan, Kholidin berpesan agar terus bersemangat dalam menuntut ilmu, senantiasa berbakti kepada orang tua, serta menghormati para guru sebagai bekal meraih masa depan yang lebih baik.

"Semangat belajar, doakan orang tua sebagai bukti kalian anak-anak yang saleh dan salehah, serta taati bapak dan ibu guru kalian," pesannya.

Melalui kegiatan Lebaran Yatim ini, KUA Kalimanah bersama KKM Madrasah berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga nilai-nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan keberkahan Muharam dapat dirasakan oleh seluruh lapisan umat.

Turut hadir Pengawas Pendidikan Madrasah, Aris Sumanto, Ketua Panitia, Puji Haryono dipercaya sebagai Ketua Panitia, didampingi Zamroni Irham sebagai Sekretaris dan Eksi Fajriati sebagai Bendahara. Sementara itu, Firman Yuwono, Joko Waluyo, dan Rizal Nur Ahmadi bertugas sebagai anggota.(*)

Kontributor: Azizah Dwi Purba
Editor: Imam Edi Siswanto

Jumat, 03 Juli 2026

Dari Halaman Masjid Menuju Hati yang Bersih, PAI KUA Kalimanah Gelar GEBER MASJID

Menyambut rangkaian Peaceful Muharam 1448 H, tampak Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalimanah menggelar aksi sosial bertajuk GEBER MASJID (Gerakan Bersih Masjid) di Masjid Al Huda, Kalimanah Wetan, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Jumat (3/7/2026) pagi. (Foto: Imam Edi Siswanto)

PURBALINGGA – Menyambut rangkaian Peaceful Muharam 1448 H, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalimanah menggelar aksi sosial bertajuk GEBER MASJID (Gerakan Bersih Masjid) di Masjid Al Huda, Kalimanah Wetan, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Jumat (3/7/2026) pagi.

Kegiatan dimulai pukul 07.20 hingga 08.45 WIB dengan fokus membersihkan lingkungan masjid, mulai dari mencabuti rumput liar di halaman, membersihkan selokan agar aliran air tetap lancar, hingga menyapu seluruh area pelataran masjid. Suasana penuh semangat dan kebersamaan tampak mewarnai kegiatan yang diikuti enam Penyuluh Agama Islam, yaitu Imam Edi Siswanto, Pujianto, Mughofar, Moh. Agus Zaenal Abidin, Azizah Dwi Puba, dan Zamroni Irham serta karyawan KUA Kalimanah, Jumari.

BACA:  https://iparipurbalingga.blogspot.com/2026/07/peaceful-muharam-1448-h-kua-kalimanah.html

Dengan mengenakan pakaian kerja lapangan (berkaos), para penyuluh bahu-membahu membersihkan setiap sudut lingkungan masjid. Aksi sederhana tersebut menjadi bukti bahwa dakwah tidak hanya disampaikan melalui lisan, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Menyambut rangkaian Peaceful Muharam 1448 H, tampak Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalimanah menggelar aksi sosial bertajuk GEBER MASJID (Gerakan Bersih Masjid) di Masjid Al Huda, Kalimanah Wetan, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Jumat (3/7/2026) pagi. (Foto: Imam Edi Siswanto)

Program GEBER MASJID merupakan salah satu rangkaian kegiatan Peaceful Muharam 1448 H yang diinisiasi oleh Kementerian Agama RI sebagai upaya menumbuhkan semangat kepedulian terhadap rumah ibadah sekaligus mengajak masyarakat membangun budaya gotong royong. Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat melaksanakan salat, tetapi juga menjadi pusat pembinaan umat, pendidikan, serta penguatan nilai-nilai sosial dan kebersamaan.

Melalui kegiatan ini, Penyuluh Agama Islam KUA Kalimanah ingin menegaskan bahwa kebersihan masjid adalah tanggung jawab bersama. Lingkungan masjid yang bersih, rapi, dan nyaman akan menghadirkan kekhusyukan dalam beribadah serta memberikan kesan positif bagi setiap jamaah yang datang.

Lebih dari sekadar kegiatan bersih-bersih, GEBER MASJID memiliki makna mendalam sebagai simbol membersihkan diri dalam menyambut Tahun Baru Islam. Sebagaimana halaman masjid dibersihkan dari rumput liar dan kotoran, demikian pula setiap Muslim diajak membersihkan hati dari sifat-sifat tercela, memperbaiki akhlak, serta memperkuat keimanan sebagai bekal memasuki lembaran baru di bulan Muharam.


Adapun tujuan dari kegiatan ini antara lain meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan rumah ibadah, mempererat ukhuwah Islamiyah melalui budaya gotong royong, menumbuhkan rasa memiliki terhadap masjid, serta mengajak masyarakat menjadikan masjid sebagai pusat peradaban yang bersih, nyaman, dan memakmurkan umat.

Semangat yang ditunjukkan para Penyuluh Agama Islam diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menjaga kebersihan masjid secara berkelanjutan. Dengan semangat Peaceful Muharam 1448 H, gerakan kecil yang dilakukan bersama diyakini mampu menghadirkan perubahan besar, dimulai dari lingkungan masjid menuju masyarakat yang lebih peduli, harmonis, dan berakhlak mulia.(*)

Pewarta/Editor: Imam Edi Siswanto 

Rabu, 01 Juli 2026

Peaceful Muharam 1448 H, KUA Kalimanah Santuni 12 Anak Yatim sebagai Wujud Kepedulian Sosial

Iluatrasi: Gedung KUA Kalimanah Purbalingga tampak dari depan, Rabu (1/7/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)
Purbalingga – Dalam rangka menyemarakkan momentum Peaceful Muharam 1448 Hijriah, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalimanah akan menggelar kegiatan santunan pada 12 anak yatim jenjang RA, BA, dan MI se-Kecamatan Kalimanah. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 10 Juli 2026, bertempat di Ruang Pengawas Pendidikan Agama Islam (PPAI) Kecamatan Kalimanah.

BACA:  https://kuakalimanah.blogspot.com/2025/07/peaceful-muharam-kua-kalimanah-hadir.html

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi semangat bulan Muharam sebagai bulan yang penuh keberkahan dan kepedulian sosial. Melalui santunan tersebut, KUA Kalimanah ingin menghadirkan kebahagiaan sekaligus menumbuhkan semangat berbagi kepada anak-anak yatim, yang dalam ajaran Islam mendapat perhatian dan kedudukan yang sangat mulia.

Pelaksanaan kegiatan dikoordinasikan oleh panitia Peaceful Muharam 1448 H yang telah dibentuk. Puji Haryono dipercaya sebagai Ketua Panitia, didampingi Zamroni Irham sebagai Sekretaris dan Eksi Fajriati sebagai Bendahara. Sementara itu, Firman Yuwono, Joko Waluyo, dan Rizal Nur Ahmadi bertugas sebagai anggota yang akan mengawal seluruh rangkaian kegiatan agar berjalan tertib dan lancar.

Kepala KUA Kecamatan Kalimanah, Kholidin, menyambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, Peaceful Muharam bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial, menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, serta mempererat ukhuwah di tengah masyarakat.

"Anak-anak yatim merupakan amanah yang harus kita perhatikan bersama. Kami berharap kegiatan santunan ini tidak hanya memberikan bantuan secara materi, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan, semangat, dan rasa kasih sayang bagi mereka. Inilah nilai-nilai sosial dan kemanusiaan yang ingin terus ditumbuhkan melalui program Peaceful Muharam," ucap Kholidin.

Ia menambahkan, KUA Kalimanah terus berkomitmen menghadirkan program-program yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan keagamaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kegiatan santunan ini diharapkan menjadi media untuk mengajak berbagai elemen masyarakat memperkuat budaya berbagi dan kepedulian terhadap sesama.

Sebagai informasi, program Peaceful Muharram 1448 H merupakan gerakan nasional yang diinisiasi oleh Kementerian Agama RI untuk menyambut Tahun Baru Islam dengan serangkaian kegiatan bertema "Menebar Maslahat, Menguatkan Umat". Rangkaian kegiatan ini berfokus pada kegiatan sosial, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Berbagai kegiatan yang diselenggarakan dalam program ini antaralain:

  • Lebaran Yatim & Santunan Difabel: Penyaluran ribuan paket santunan, bantuan, dan kebahagiaan bagi anak-anak yatim serta penyandang disabilitas.
  • Gerakan Sosial: Aksi kemanusiaan seperti donor darah, termasuk yang dipusatkan di Masjid Istiqlal.
  • Gerakan Bersih-Bersih Masjid: Kegiatan kerja bakti dan membersihkan lingkungan masjid agar lebih nyaman untuk beribadah.
  • Peningkatan Kualitas Ibadah: Berbagai kegiatan keagamaan, seperti Khataman Al-Qur'an serentak dan standardisasi keakuratan titik kiblat.
  • Inklusi Sosial & Dakwah: Program layanan bahasa isyarat untuk kalangan difabel.

Melalui kegiatan Peaceful Muharam 1448 H, KUA Kalimanah berharap semangat berbagi di bulan Muharam dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk semakin peduli kepada anak yatim dan kelompok yang membutuhkan. Dengan demikian, nilai-nilai Islam yang mengedepankan kasih sayang, kepedulian, dan solidaritas sosial dapat terus hidup dan berkembang dalam kehidupan bermasyarakat.(*)

Kontributor/Editor: Imam Edi Siswanto (PAI KUA Kalimanah) 

Rabu, 29 April 2026

“PAGAR CERAI” Gerakan Kreatif PAI KUA Kalimanah Cegah Perceraian bagi Calon Pengantin

Tangkapan layar flyer Lomba Menulis Komitmen Cegah Perceraian di beranda Facebook KUA Kalimanah https://www.facebook.com/kua.kalimanah

Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalimanah menggelar rapat koordinasi untuk membahas program inovasi pencegahan perceraian, Senin (27/4/2026) kemarin.

Program tersebut diberi nama “PAGAR CERAI” (Penyuluh Agama Bergerak Cegah Perceraian) sebagai upaya nyata memperkuat ketahanan keluarga sejak awal pernikahan.

Program ini dirancang dengan pendekatan edukatif dan kreatif, dengan makna simbolis sebagai “pagar” atau benteng yang melindungi keluarga agar tidak mudah runtuh akibat perceraian.

Melalui inovasi ini, para penyuluh ingin menanamkan kesadaran sejak dini kepada calon pengantin (catin) tentang pentingnya komitmen dalam menjaga keutuhan rumah tangga.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KALIMANAH

Salah satu kegiatan utama dalam program PAGAR CERAI adalah lomba menulis komitmen pencegahan perceraian bagi para calon pengantin. Dalam teknis pelaksanaannya, setiap catin diminta menuliskan komitmen mereka di atas kertas, kemudian hasil tulisan tersebut difoto dan diunggah melalui akun Instagram resmi KUA Kalimanah https://www.instagram.com/kuakalimanah/ dengan menandai akun pribadi peserta.

Lomba ini menghadirkan dua kategori penilaian, yaitu tulisan terbaik dan jumlah “like” terbanyak. Para peserta juga didorong untuk membagikan postingan tersebut kepada teman, keluarga, dan kerabat sebagai bentuk kampanye positif dalam menjaga keutuhan keluarga.

Program ini akan menyasar peserta Bimbingan Perkawinan (Bimwin) selama bulan Mei 2026. Pelaksanaan lomba dijadwalkan berlangsung mulai 1 Mei hingga 30 Mei 2026, dengan pengumuman pemenang pada 1 Juni 2026.

Melalui program PAGAR CERAI ini, KUA Kalimanah berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa pernikahan bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen jangka panjang yang harus dijaga dengan kesungguhan, tanggung jawab, dan nilai-nilai keagamaan.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto

Jumat, 17 April 2026

PAI KUA Kalimanah: Paparkan Konsep Keluarga Sakinah dalam Bimwin Catin

Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah, Mughofar (Kiri) dan Rizal Nur Ahmadi (Kanan) dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin di Balai Nikah KUA Kalimanah, Kamis (16/4/2026), (Foto: Hasbiq Muzni)

Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah, Mughofar, dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin di Balai Nikah KUA Kalimanah, Kamis (16/4/2026), menyampaikan pentingnya memahami konsep keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah sebagai tujuan utama dalam membangun rumah tangga.

Dalam pemaparannya, Mughofar menjelaskan bahwa keluarga sakinah adalah keluarga yang diliputi ketenangan, ketenteraman, dan rasa aman, di mana setiap anggota keluarga merasa nyaman secara lahir maupun batin.

Sementara itu, mawaddah dimaknai sebagai cinta yang tumbuh dengan penuh kehangatan dan ketulusan, yang biasanya kuat di awal pernikahan. Adapun rahmah adalah kasih sayang yang lebih dalam, penuh empati, kesabaran, dan kepedulian, yang menjadi perekat hubungan ketika menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa ketiga konsep tersebut harus berjalan beriringan. Mawaddah menjadi energi awal dalam membangun cinta, sedangkan rahmah menjaga keutuhan hubungan dalam jangka panjang, sehingga tercipta sakinah sebagai buah dari keduanya. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KALIMANAH

Dalam penerapannya, Mughofar menjelaskan bahwa membangun keluarga sakinah tidak cukup hanya dengan niat, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari. Di antaranya adalah membiasakan komunikasi yang baik antara suami dan istri, saling menghargai dan memahami perbedaan, serta menyelesaikan masalah dengan musyawarah dan kepala dingin.

Selain itu, kehidupan beragama juga menjadi fondasi utama, seperti menjaga shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an bersama, serta saling mengingatkan dalam kebaikan. Sikap saling mendukung, berbagi peran dalam keluarga, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab juga menjadi kunci penting dalam menjaga keharmonisan rumah tangga.

Mughofar juga menekankan bahwa keluarga sakinah bukan berarti tanpa masalah, melainkan keluarga yang mampu menghadapi masalah dengan bijak, penuh kesabaran, dan tetap berpegang pada nilai-nilai agama. Dengan demikian, keluarga tidak hanya harmonis di dunia, tetapi juga diharapkan menjadi jalan menuju kebahagiaan di akhirat.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

Kamis, 16 April 2026

Kunci Keluarga Sakinah di Era Digital, Ini Penjelasan PAI KUA Kalimanah

PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto, (Kiri) dan Hasbiq Muzni (Kanan) foto bersama catin usai kepenyuluhan dan pembekalan kepada calon pengantin dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang digelar di Balai Nikah kantor setempat, Kamis (16/4/2026). (Foto: Rizal)

Purbalingga-KUA Kalimanah melalui Penyuluh Agama Islam (PAI), Imam Edi Siswanto, memberikan pembekalan kepada calon pengantin (catin) dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang digelar di Balai Nikah kantor setempat, Kamis (16/4/2026). 

Mengusung tema “Kunci Keluarga Sakinah di Era Digital”, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan pasangan muda agar mampu membangun keluarga yang kuat, harmonis, sekaligus adaptif terhadap tantangan zaman modern. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/IMAM%20EDI%20SISWANTO

Dalam materinya, Imam Edi menegaskan bahwa fondasi utama keluarga sakinah dimulai dari meluruskan niat pernikahan karena Allah SWT. Pernikahan bukan sekadar ikatan emosional atau romantisme sesaat, melainkan ibadah jangka panjang yang menuntut kesungguhan, tanggung jawab, dan komitmen. 

Di tengah era digital yang cenderung menampilkan kehidupan serba instan dan penuh pencitraan, niat yang lurus menjadi benteng agar pasangan tidak mudah terpengaruh oleh standar kebahagiaan semu di media sosial. 

Ia juga mengingatkan pentingnya mensyukuri nikmat dalam kehidupan rumah tangga. Dalam realitas digital saat ini, banyak pasangan muda terjebak pada budaya perbandingan atau membandingkan pasangan, gaya hidup, hingga kondisi ekonomi  melalui media sosial. 

Padahal, Allah SWT telah menegaskan dalam QS. Luqman: 12 bahwa siapa yang bersyukur, maka manfaatnya kembali kepada dirinya sendiri. Rasa syukur inilah yang menjadi kunci ketenangan batin dan keharmonisan keluarga.

Dari sisi ketahanan keluarga, Imam Edi menyoroti pentingnya manajemen keuangan. Tantangan era digital tidak hanya pada pola pikir, tetapi juga gaya hidup konsumtif akibat kemudahan transaksi online. 

PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto, saat kepenyuluhan dan pembekalan kepada calon pengantin (catin) dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang digelar di Balai Nikah kantor setempat, Kamis (16/4/2026). (Foto: Rizal)

Karena itu, catin didorong untuk bijak dalam mengelola keuangan, mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menyusun perencanaan ekonomi keluarga secara matang agar terhindar dari konflik rumah tangga akibat masalah finansial.

Selain itu, hubungan suami istri harus dibangun dengan prinsip mu’asyarah bil ma’ruf, yaitu pergaulan yang baik, lemah lembut, saling menghargai, dan penuh kasih sayang. Dalam konteks digital, komunikasi yang sehat tidak hanya dilakukan secara langsung, tetapi juga melalui media. 

Oleh karena itu, pasangan suami istri perlu menjaga etika komunikasi, menghindari konflik yang dipicu oleh kesalahpahaman pesan digital, serta tidak membuka aib rumah tangga di ruang publik.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keluarga sakinah harus berdiri di atas pondasi ibadah yang kuat, dengan menjaga shalat sebagai prioritas utama. Di tengah kesibukan dan distraksi teknologi, shalat menjadi penyeimbang spiritual yang menjaga ketenangan jiwa. 

Selain itu, pendidikan dalam keluarga juga harus menjadi prioritas, baik bagi orang tua dalam meningkatkan kualitas diri maupun dalam mendidik anak-anak agar tumbuh dengan nilai agama yang kuat di tengah arus informasi yang tidak terbendung.

Sebagai solusi menghadapi tantangan era digital, Bimwin ini menekankan beberapa langkah konkret, di antaranya: membangun komunikasi yang sehat dan terbuka, bijak dalam menggunakan media sosial.

Kemudian, memperkuat literasi digital keluarga, serta menjadikan rumah tangga sebagai ruang aman yang penuh nilai keimanan dan kasih sayang. Dengan demikian, keluarga tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang secara positif di tengah perubahan zaman.

Melalui pembekalan ini, para calon pengantin diharapkan menjadi pasangan yang tidak hanya siap secara emosional dan spiritual, tetapi juga cerdas dan tangguh dalam menghadapi realitas era digital. 

Keluarga yang dibangun dengan niat yang lurus, akhlak yang baik, serta manajemen kehidupan yang seimbang akan menjadi keluarga sakinah yang membawa keberkahan, baik di dunia maupun di akhirat.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

Purbalingga Carnival 2026, Kemenag Purbalingga Tampilkan Layanan dan Budaya

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga saat memberikan gunungan buah dan sayuran kepada Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif dan ...