Tampilkan postingan dengan label DARIMAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DARIMAN. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Oktober 2026

Dariman dan Siti Rofiqoh: Merawat Alam, Menghormati Makhluk Allah

Dariman dan Siti Rofiqoh Penyuluh Agama Islam (PAI) Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga dalam program Lentera Hati “Sejukkan Hati – Cerahkan Hari” yang disiarkan melalui LPPL Gema Soedirman 96,3 FM pada Jumat (9/10/2026) pekan lalu. (Foto: Dariman)
Merawat Alam, Menghormati Makhluk Allah
Oleh: Dariman dan Siti Rofiqoh
Editor: Imam Edi Siswanto 

PURBALINGGA – Merawat alam bukan sekadar menjaga kebersihan lingkungan, melainkan juga wujud rasa syukur, ibadah, dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Dalam perspektif Islam, seluruh alam semesta merupakan ciptaan Allah yang senantiasa bertasbih dan tunduk kepada-Nya. Karena itu, merusak lingkungan berarti mengabaikan amanah yang telah diberikan oleh Sang Pencipta.

Pesan tersebut disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Dariman dan Siti Rofiqoh, dalam program Lentera Hati yang disiarkan LPPL Gema Soedirman 96,3 FM, dengan tema “Merawat Alam, Menghormati Makhluk Allah.” 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/Siaran%20Radio

Dalam dialognya, Siti Rofiqoh mengajak pendengar memahami bahwa alam bukan sekadar benda mati yang boleh dimanfaatkan tanpa batas.

Siti Rofiqoh: “Allah menegaskan dalam QS. Al-Isra’ ayat 44 bahwa langit, bumi, dan seluruh isinya senantiasa bertasbih kepada-Nya, meskipun manusia tidak memahami cara mereka bertasbih. Artinya, alam memiliki kedudukan sebagai ciptaan Allah yang harus kita hormati dan jaga.”

Ia juga mengingatkan kisah Rasulullah SAW yang mengenali sebuah batu di Makkah yang memberi salam sebelum beliau diangkat menjadi nabi, sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim. Demikian pula kisah batang pohon kurma yang merintih ketika Rasulullah berpindah tempat berkhutbah, kemudian tenang setelah beliau memeluknya, sebagaimana diriwayatkan Imam Bukhari.

Dariman: “Kisah-kisah tersebut mengandung pelajaran bahwa makhluk Allah memiliki keadaan dan cara tersendiri sesuai kehendak-Nya. Maka, sungguh ironis apabila manusia yang diberi akal dan tanggung jawab justru merusak lingkungan melalui penebangan hutan tanpa kendali, pencemaran air, penumpukan sampah, dan polusi udara.”

Menurut keduanya, manusia diciptakan sebagai khalifah bukan untuk mengeksploitasi alam sesuka hati, melainkan menjaga keseimbangan dan memakmurkan bumi. Alam menyediakan air, udara, pangan, serta berbagai kebutuhan kehidupan yang patut disyukuri dan dirawat.

Karena itu, kepedulian lingkungan perlu diwujudkan melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten, seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi plastik sekali pakai, menghemat air, merawat tanaman, serta menjaga kebersihan lingkungan rumah dan tempat kerja.

Siti Rofiqoh: “Jangan sampai kita mengaku mencintai Allah, tetapi abai terhadap ciptaan-Nya. Menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan keagamaan. Kita tidak harus menunggu melakukan sesuatu yang besar; langkah kecil yang dilakukan bersama dapat memberikan manfaat bagi kehidupan.”

Dialog Lentera Hati ini mengajak masyarakat menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari pengamalan ajaran Islam. Tanah, air, tumbuhan, dan udara adalah karunia Allah yang harus dijaga, bukan dirusak demi kepentingan sesaat.

Pada akhirnya, merawat alam berarti menghormati makhluk Allah, mensyukuri nikmat-Nya, dan menjaga keberlangsungan kehidupan bagi generasi mendatang. Semangat tersebut diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan sehari-hari, sehingga nilai-nilai keimanan hadir tidak hanya dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam kepedulian nyata terhadap bumi.(*)

Siaran radio tersebut dapat diakses melalui https://jogjastreamers.com/mobile/detail.php?radio=98 pada pukul 05.30 WIB dan Ba'da Adzan Maghrib setiap hari.(*)

Senin, 24 November 2025

KUA Bojongsari Tinjau Lokasi Longsor di Desa Banjaran, Berikan Dukungan Moral dan Pendampingan kepada Warga Terdampak


Kepala KUA Bojongsari, H. Muthohir di dampingi PAI saat melakukan kunjungan ke lokasi bencana tanah longsor di Desa Banjaran, Kecamatan Bojongsari, Senin (24/11/2025). (Foto: Dariman)

Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bojongsari bersama Kepala KUA Bojongsari, H. Muthohir, melakukan kunjungan lapangan ke lokasi bencana tanah longsor di Desa Banjaran, Kecamatan Bojongsari, pada Senin (24/11/2025).

Kunjungan ini merupakan wujud kepedulian dan respon cepat KUA terhadap kondisi masyarakat yang terdampak bencana.

 
Rombongan yang hadir meliputi Camat Bojongsari, Kepala Desa Banjaran, Penyuluh Agama Islam KUA Bojongsari, Dariman, Tohar, dan Thofikkur Rokhman serta sejumlah unsur relawan.

Mereka meninjau langsung kondisi rumah Slamet dan Ibu Miskah di RT 16 RW 08, yang mengalami kerusakan cukup parah akibat tanah longsor pada Ahad, 23 November 2025 sekitar pukul 15.30 WIB. Longsoran tanah setinggi kurang lebih 4 meter mengakibatkan tembok belakang dua rumah tersebut jebol dan tidak dapat ditempati sementara waktu. 
 
Kepala KUA Bojongsari, H. Muthohir  dengan Camat Bojongsari, Tri Wahyu Dini Susanti, Forkompincam, dan Kepala Desa Banjaran, serta sejumlah unsur relawan saat melakukan kunjungan ke lokasi bencana tanah longsor di Desa Banjaran, Kecamatan Bojongsari, Senin (24/11/2025). (Foto: Dariman)

“Alhamdulillah, kami bersyukur tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam kejadian ini. Namun, kami melihat kerusakannya cukup memprihatinkan, terutama pada dinding belakang rumah Bapak Slamet,” kata Muthohir saat di lokasi.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Bojongsari
, Tri Wahyu Dini Susanti, berdialog dengan warga terdampak dan menyampaikan bahwa pemerintah kecamatan bersama BPBD, Pemerintah Desa, serta unsur terkait lainnya tengah melakukan koordinasi untuk langkah penanganan lanjutan.

Ia menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan bantuan yang diperlukan, mulai dari bantuan logistik, pemulihan rumah, hingga upaya mitigasi guna mencegah risiko bencana susulan.

“Pemerintah akan memberikan penanganan maksimal bagi warga terdampak. Selain bantuan darurat, upaya mitigasi juga menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak terulang,” ucapnya.

Sementara itu, PAI KUA Bojongsari, Tohar, memberikan pendampingan spiritual dan dukungan psikososial kepada keluarga yang terkena musibah. Ia menilai bahwa bencana tidak hanya membutuhkan penanganan fisik, tetapi juga penguatan mental dan ketabahan bagi warga.

“Kami berupaya memberikan ketenangan dan motivasi agar warga tetap tabah menghadapi musibah ini. Pendampingan keagamaan sangat penting dalam situasi seperti ini,” jelas Tohar.

Kehadiran unsur pemerintah, lembaga keagamaan, dan relawan diharapkan dapat menjadi bentuk empati sekaligus dukungan nyata bagi masyarakat terdampak, sehingga pemulihan dapat berlangsung lebih cepat dan menyeluruh.(*)

Kontributor: Dariman (PAI KUA Bojongsari)
Editor: Imam Edi Siswanto

Sabtu, 12 Juli 2025

Hadroh Al Fiyar Tebar Pesan Kebaikan Lewat Seni di Rakor IPARI Barlingmascap

Grup hadroh Al Fiyar Purbalingga saat tampil pada Rapat Koordinasi (Rakor) IPARI se-Eks Karesidenan Banyumas atau Barlingmascap dalam diskusi “Ngopi Kebangsaan Bersama Gus Islah” dengan tema Deradikalisasi Membangun Harmoni, di Aula Indragiri, Owabong, Purbalingga, pada Jumat (11/7/2025).(Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Grup hadroh Al Fiyar Purbalingga tampil dan tebar pesan kebaikan lewat seni pada acara Rapat Koordinasi (Rakor) IPARI se-Eks Karesidenan Banyumas atau Barlingmascap (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, dan Cilacap).

Penampilan hadroh yang membuka kegiatan ini menjadi oase spiritual sebelum diskusi dalam “Ngopi Kebangsaan Bersama Gus Islah” dengan tema Deradikalisasi Membangun Harmoni, yang berlangsung di Aula Indragiri, Owabong, Purbalingga, pada Jumat (11/7/2025). 

BACA:
https://iparipurbalingga.blogspot.com/2025/07/gus-islah-terorisme-adalah-kebodohan.html
https://iparipurbalingga.blogspot.com/2025/07/kakankemenag-purbalingga-apresiasi.html
https://iparipurbalingga.blogspot.com/2025/07/ketua-pd-ipari-purbalingga-serukan.html

Alunan shalawat dan irama khas Islam tradisional membangun suasana sejuk dan menenangkan, menciptakan ruang batin yang selaras dengan tema besar deradikalisasi dan harmoni sosial yang diangkat dalam forum.

Grup hadroh Al Fiyar Purbalingga saat tampil pada Rapat Koordinasi (Rakor) IPARI se-Eks Karesidenan Banyumas atau Barlingmascap dalam diskusi “Ngopi Kebangsaan Bersama Gus Islah” dengan tema Deradikalisasi Membangun Harmoni, di Aula Indragiri, Owabong, Purbalingga, pada Jumat (11/7/2025).(Foto: Imam Edi Siswanto)

Zaenal Mutaqin, salah satu personil Al Fiyar, mengatakan bahwa seluruh anggota grup merupakan Penyuluh Agama Islam (PAI) dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga.

Mereka terdiri dari Dariman, Ngato Urohman, Saryono, Barhim Abidin, dan Zaenal Mutaqin. Para personil inilah yang memainkan alat musik hadroh dengan penuh kekompakan dan kekhusyukan.

Lagu-lagu shalawat yang dilantunkan pun sarat makna dan penuh semangat kecintaan pada Nabi Muhammad SAW. Beberapa lagu yang dibawakan di antaranya adalah “Assalamu’alaikum”, “Ya Rasulallah Ya Nabi”, “Al Qolbu Mutayam”, “Solli Wasalimda”, “Addinu Lana”, “Maulaya Sholli ‘Ala”, dan “Sidnan Nabi”. Setiap lantunan membangkitkan keteduhan dan semangat kebersamaan.

Sementara itu, vokal dan pengiring musik diisi oleh Nia Melawati, Esti Yuliamah, Nur Asih Utami, dan Nida Lailiana Nur Hanifah.

“Sinergi antara vokal dan musik menghasilkan penampilan yang menyentuh hati para peserta Rakor,” kata Zaenal pada Kontributor D’japri melalui pesan singaktnya di Whatsapp, Sabtu (12/7/2025).

Menurutnya. melalui aksi seni ini, Hadroh Al Fiyar membuktikan bahwa dakwah tidak selalu harus dilakukan lewat ceramah, tetapi bisa juga melalui seni budaya yang membumi dan menyentuh. 

“Shalawat yang mereka lantunkan menjadi jembatan spiritual untuk membangun kedamaian dan memperkuat semangat persatuan dalam keberagaman,” ucapnya.

Sebagai informasi, Panitia Pelaksanaan acara Rakor IPARI se-Eks Karesidenan Banyumas ini, di Ketuai oleh Thofikkur Rohman. Adapun personil panitia lainya yaitu Rikin, Nur Asih Utami, Dariman, Imam Edi Siswanto, Azizah Dwi Purba, Eva Lutfiati Khasanah, Dimas Kurniawan, Edi Trisnanto, Fitriana Pusporini, Ahmad Mufaqih, Much Yulianto Sidik, Arif Hidayat, Artanti Laili Zulaiha, Sayono.

Kemudian Siti Ubaidah, Wiwit Aryati, Muchotib, Rokhedi, Mustolah, Saryono, Aziz Fahrurridlo, Khikam Aziz, Akhmad Muntaqo, Edi Rujito dan Sri Mulyati.(*)

Pewarta & editor: Imam Edi Siswanto

Kamis, 05 Juni 2025

Cara dan Manfaat STD Majelis Taklim oleh PAI KUA Bojongsari, Dariman

Foto Penyerahan Surat Tanda Daftar Kepada Ketua Majelis Taklim Nurul Hikmah Desa Kajongan Ibu Tri Hayati oleh PAI KUA Bojongsari, Darima, Senin (2/6/2025) (Foto: Dariman)

Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Bojongsari, Purbalingga Dariman melakuan pendampingan pembuatan surat tanda daftar untuk Majelis Taklim Nurul Hikmah Desa Kajongan Kecamatan Bojongsari, Senin (2/6/2025) lalu.

Dariman menuturkan bahwa, Majelis Taklim sebagai wadah pembinaan keagamaan masyarakat memiliki peran penting dalam memperkuat pemahaman dan praktik keislaman.

Untuk menunjang legalitas dan keberlanjutan fungsinya, keberadaan Surat Tanda Daftar (STD) menjadi hal yang sangat penting.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/BOJONGSARI

Dalam proses pendaftaran ini, Penyuluh Agama Islam memegang peranan strategis sebagai pendamping, fasilitator, sekaligus penghubung antara Majelis Taklim dan Kementerian Agama. 

PAI Bojongsari Darima sat bersama Takmir Mushola Nurul Hikmah Desa Kajongan , Senin (2/06/2025) (Foto: Dariman)

Berikut adalah tahapan pendampingan yang dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam: 

1. Sosialisasi dan Edukasi Legalitas Majelis Taklim

Langkah awal yang dilakukan adalah memberikan pemahaman kepada pengurus Majelis Taklim mengenai pentingnya legalitas kelembagaan. Penyuluh Agama Islam menyampaikan informasi berdasarkan:

· Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 29 Tahun 2019 tentang Majelis Taklim.
· Fungsi dan manfaat Surat Tanda Daftar (STD), antara lain:

o Mempermudah akses pembinaan keagamaan.
o Memungkinkan Majelis Taklim menerima bantuan program dari pemerintah.
o Menjadi bagian dari data resmi yang tercatat di Kementerian Agama.

 2. Identifikasi dan Pendataan Awal Majelis Taklim

Selanjutnya, dilakukan proses identifikasi awal yang mencakup:
· Penyusunan profil lembaga, seperti nama Majelis Taklim, alamat lengkap, dan tahun berdiri.
· Pembentukan struktur organisasi yang jelas dan terorganisir.
· Pendataan jumlah anggota, jadwal kegiatan rutin, serta lokasi kegiatan.

Tahap ini penting untuk menyiapkan data dasar yang diperlukan dalam proses pendaftaran.  

3. Pendampingan Administratif

Dalam tahap ini, Penyuluh mendampingi pengurus Majelis Taklim untuk melengkapi seluruh persyaratan administratif, seperti:
· Mengisi formulir pendaftaran Surat Tanda Daftar Majelis Taklim.
· Mengumpulkan dokumen pendukung, antara lain:

o Fotokopi KTP pengurus inti.
o Susunan pengurus lengkap.
o Program kerja atau kegiatan rutin.
o Surat keterangan domisili dari RT/RW atau kelurahan.

· Mengunggah dokumen melalui sistem online (jika tersedia) atau membantu proses pengantaran langsung ke Kantor KUA atau Kementerian Agama setempat.

 4. Koordinasi dengan KUA atau Kementerian Agama

Penyuluh berperan sebagai penghubung antara Majelis Taklim dan pihak instansi pemerintah terkait. Tugasnya meliputi:
· Mengatur jadwal konsultasi atau verifikasi dokumen.
· Memastikan semua berkas dan proses administrasi telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

5. Monitoring dan Evaluasi Pasca-Pendaftaran

Setelah Surat Tanda Daftar diterbitkan, tugas Penyuluh belum selesai. Mereka tetap melakukan:
· Pendampingan berkelanjutan dalam pengelolaan dan pengembangan Majelis Taklim.
· Memberikan bimbingan keagamaan dan manajerial untuk memastikan kegiatan berjalan secara konsisten dan sesuai dengan tujuan pembinaan umat. 

Pendampingan oleh Penyuluh Agama Islam dalam proses pendaftaran Majelis Taklim bukan sekadar tugas administratif, melainkan bagian dari upaya memperkuat kelembagaan umat.

Ibu-ibu Majelis Taklim Nurul Hikmah Desa Kajongan, Senin (2/6/2025). (Foto: Dariman)

Dengan STD, Majelis Taklim tidak hanya memperoleh pengakuan resmi, tetapi juga membuka akses lebih luas terhadap program pembinaan dan pemberdayaan keagamaan dari pemerintah.(*)

Kontributor: Dariman
Editor: Imam Edi Siswanto

Rabu, 28 Mei 2025

Penyelenggara Gara Zawa Kankemenag Purbalingga dan PAI KUA Bojongsari Bahas Optimalisasi Siwak, Ini Hasilnya

PAI Bojongsari bersama Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Muhammad Nur Hidaya saat melakukan pendampingan pengisian data wakaf pada aplikasi Siwak KUA Bojongsari Selasa (27/05/2025).(FOTO: Tohar)

Purbalingga-Tim Penyelenggara Zakat Wakaf Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Purbalingga melakukan pendampingan pada operator siwak sistem informasi wakaf di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bojongsari, Selasa (27/5/2025).

Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Muhammad Nur Hidayat menjelaskan pendampingan ini bertujuan untuk memastikan pengisian data wakaf pada aplikasi Siwak berjalan optimal dan sesuai ketentuan yang berlaku.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search?q=bojongsari

Ia menekankan pentingnya isi data yang akurat, karena informasi yang dimasukkan akan menjadi dasar pengelolaan dan kebijakan wakaf di tingkat pusat.

“Siwak bukan hanya sekedar alat pelaporan tetapi merupakan instrumen strategis dalam menata administrasi perwakafan yang transparan dan akuntabel,” jelasnya.

PAI Bojongsari bersama Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Muhammad Nur Hidaya saat melakukan pendampingan pengisian data wakaf pada aplikasi Siwak KUA Bojongsari Selasa (27/05/2025).(FOTO: Tohar)

Dalam kegiatan ini tim juga melakukan verifikasi dan validasi tata tanah wakaf yang telah tercatat serta memberikan bimbingan teknis terkait fitur-fitur terbaru dalam sistem operator KUA Bojongsari.

Operator Siwak KUA Bojongsari tampak antusias mengikuti arahan dan berdisdiskusi mengenai kendala yang dihadapi selama proses input data.

Nur Hidayat berharap, melalui pendampingan ini KUA Bojongsari semakin optimal dalam mendukung program wakaf produktif dan berkontribusi dalam peningkatan tata kelola wakaf yang profesional di Kabupaten Purbalingga.

“Kami akan terus melakukan monitoring dan pembinaan secara berkala ke seluruh KUA agar pemanfaatan sifat benar-benar maksimal,” ucapnya.

Pemeriksaan tanah “A”, lanjut Hidayat merupakan salah satu tahapan penting dalam proses sertifikasi tanah yang dilakukan secara transparan dan akuntabel

Diharapkan kegiatan ini dapat mempercepat penyelesaian administrasi pertanahan serta memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Desa Bumisari.(*)

Kontributor: Dariman (PAI KUA Bojongsari)
Editor: Imam Edi Siswanto

Jumat, 09 Mei 2025

Kelola Uang dan Bangun Harmoni: GKM Bojongsari Tekankan Literasi Keuangan Sejak Dini

Dariman (kiri) saat menyampaikan materi di acara Gerakan Keluarga Maslahah (GKM) putaran kedua dengan topik Pengelolaan Keuangan Keluarga di Majelis Al Amanah Desa Gembong, Kamis (8/5/2025). (Foto: Dariman)

Purbalingga-Dalam rangka memperkuat pondasi keluarga yang harmonis dan berdaya guna, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Bojongsari, Purbalingga, kembali menggelar kegiatan Gerakan Keluarga Maslahah (GKM) putaran kedua dengan topik Pengelolaan Keuangan Keluarga di Majelis Al Amanah Desa Gembong, Kamis (8/5/2025).

Menurut Dariman dalam materi kepenyuluhanya mengatakan, bahwa tema tentang urgensi mengelola keuangan keluarga sejak awal pernikahan adalah penting.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/2025/04/gerakan-keluarga-maslahat-manfaat-dan.html

“Pengelolaan keuangan yang baik sejak awal rumah tangga adalah fondasi utama untuk menciptakan keluarga yang sejahtera dan minim konflik,” ujarnya.

Dariman (kanan) dan Taufikkur Rohman foto bersama jemaah Majelis Taklim Al Amanah Desa Gembong di acara GKM, Kamis (8/5/2025). (Foto: Dariman)

Lebih lanjut Ia menjabarkan bahwa perencanaan keuangan bukan hanya soal angka, tapi juga tentang menciptakan harmoni, saling percaya, dan kerja sama antara pasangan.

Dengan manajemen keuangan yang sehat, keluarga dapat menghindari jeratan utang, mengatur prioritas belanja, dan menyiapkan masa depan anak-anak mereka secara lebih terarah.

Beberapa manfaat dari pengelolaan keuangan sejak dini yang disampaikan dalam penyuluhan ini antara lain, membangun fondasi ekonomi keluarga yang kuat, mengurangi stres karena beban keuangan, dan memperbesar peluang untuk mencapai tujuan jangka panjang seperti membeli rumah atau menyiapkan dana pendidikan anak.

Dariman juga menekankan pentingnya komunikasi finansial yang terbuka dalam rumah tangga untuk menghindari kesalahpahaman dan menciptakan rasa saling percaya.

Kegiatan GKM ini mendapat respon positif dari para peserta majelis, terutama ibu-ibu yang menyadari pentingnya peran mereka dalam mendukung ketahanan ekonomi keluarga.

PAI Bojongsari Thofikkur Rokhman saat mengisi materi GKM di Majlis Baiturrohman Dusun Peniron, Bojongsari. Senin (05/05/2025) (Foto Siti Rofiqoh)


Sebelumnya GKM juga telah di gelar Gerakan Keluarga Maslahah (GKM) putran pertama di Majelis Taklim Baiturrohim Dusun Peniron, Bojongsari, Senin (05/05/2025).

Thofikkur Rokhman sebagai pemateri utama mengangkat tema pentingnya membangun keluarga maslahah dalam mengedepankan saling keterbukaan dalam keluarga. Adapun tujuan Keterbukaan dalam keluarga adalah untuk mewujudkan keharmonisan dalam keluarga.

PAI KUA Bojongsari berharap, melalui penyuluhan seperti ini, semakin banyak keluarga yang mampu menerapkan prinsip-prinsip maslahat dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam aspek pengelolaan keuangan.

Dengan demikian, GKM tidak hanya menjadi slogan, tetapi gerakan nyata menuju keluarga yang lebih kuat dan sejahtera.

Kontributor: Dariman
Editor: Imam Edi Siswanto

Pujianto dan MA Zaenal Abidin: Silaturahmi Menguat, Kedamaian Rumah Menjadi Fondasi Masyarakat

PAI Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Pujianto dan Moh Agus Zaenal Abidin, dalam program Lentera Hati yang disiarkan melalui LPPL Gem...