Penyuluh Agama Islam Soroti Tingginya Angka Perceraian di Purbalingga
Oleh: Dimas Kurniawan dan Barhim
Editor: Imam Edi Siswanto
Purbalingga-Tingginya angka perceraian di Kabupaten Purbalingga menjadi perhatian Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Dimas Kurniawan dan Barhim dalam program Lentera Hati di Radio Gema Sudirman Purbalingga 96,3 FM, Jumat (25/9/2026) lalu.
Dalam dialognya disebutkan bahwa berdasarkan data tahun 2025 tercatat 2.516 perkara perceraian, terdiri atas 2.025 cerai gugat dan 491 cerai talak. Persoalan ekonomi disebut menjadi salah satu faktor yang banyak melatarbelakangi pengajuan perceraian.
BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search?q=siaran+radio
Dimas mengatakan, kondisi tersebut menjadi tanggung jawab bersama, khususnya Penyuluh Agama Islam, untuk ikut memperkuat ketahanan keluarga melalui edukasi dan pendampingan kepada masyarakat.
“Bagaimana kita sebagai penyuluh bisa ikut berkontribusi dalam menurunkan angka perceraian di Purbalingga,” ucap Dimas.
Sementara itu, Barhim menyoroti pengaruh media sosial terhadap kehidupan pasangan muda. Menurutnya, pasangan perlu mampu menyaring informasi agar tidak menjadikan kehidupan yang ditampilkan di media sosial sebagai standar kebahagiaan.
Dimas menambahkan, media sosial sering menampilkan gaya hidup yang berorientasi pada jumlah tayangan dan pengunjung. Karena itu, pasangan muda perlu bijak dalam menerima informasi dan tidak menjadikan gaya hidup hedon sebagai ukuran kebahagiaan.
“Jangan semua dijadikan standar kebahagiaan. Semua ada takarannya. Kebahagiaan tidak hanya diukur dari materi, tetapi juga dari rasa syukur,” jelasnya.
Melalui edukasi dan pendampingan, Penyuluh Agama Islam diharapkan dapat terus berkontribusi dalam memperkuat ketahanan keluarga dan mencegah terjadinya perceraian di masyarakat.
Siaran radio tersebut dapat diakses melalui https://jogjastreamers.com/mobile/detail.php?radio=98 pada pukul 05.30 WIB dan Ba'da Adzan Maghrib setiap hari.(*)

