Tampilkan postingan dengan label RAMADHAN 2026. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RAMADHAN 2026. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Maret 2026

Posko MRP H+1 di Masjid Ramah Pemudik At Taqwa Kalimanah Masih Normal

Suasana halaman Masjid Ramah Pemudik (MRP) masjid At Taqwa Redjo Maghfiroh Kalimanah Purbalingga, usai shalat maghrib tampak normal, Ahad (22/3/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga–Memasuki H+1 Lebaran 2026, kondisi lalu lintas pemudik yang singgah di Masjid Ramah Pemudik (MRP) At Taqwa Redjo Maghfiroh, Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, terpantau masih normal, Ahad (22/3/2026).

Berdasarkan pantauan di lokasi oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kalimanah, Imam Edi Siswanto melaporkan bahwa sejak pukul 11.10 WIB hingga waktu Maghrib pukul 17.58 WIB, belum terlihat lonjakan pemudik yang memanfaatkan fasilitas masjid untuk beristirahat. Aktivitas di area masjid masih didominasi oleh warga lokal dan pengguna jalan sekitar.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/IMAM%20EDI%20SISWANTO


Tampak dua orang sedang mengerjakan shalat duhur di Masjid Ramah Pemudik (MRP) masjid At Taqwa Redjo Maghfiroh Kalimanah Purbalingga, Ahad (22/3/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Sejumlah pengunjung terlihat singgah untuk menunaikan salat Dzuhur dan Ashar serta beristirahat sejenak. Namun, mereka bukan pemudik jarak jauh, melainkan masyarakat dari wilayah Purbalingga dan sekitarnya yang tengah bersilaturahmi di kawasan Kecamatan Kalimanah.

Salah satunya Riyanto, warga Desa Karangbanjar, Kecamatan Bojongsari. Ia singgah di masjid usai bersilaturahmi dengan keluarganya di Desa Kalimanah Wetan. Bersama empat anggota keluarganya, ia melanjutkan perjalanan menuju Sokaraja dengan sepeda motor.
 
BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KALIMANAH

“Hanya singgah sebentar untuk salat dan istirahat sebelum melanjutkan perjalanan,” ucapnya.


Suasana halaman Masjid Ramah Pemudik (MRP) masjid At Taqwa Redjo Maghfiroh Kalimanah Purbalingga, pada sisng hari tampak normal, Ahad (22/3/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Hingga berita ini diturunkan, kondisi Masjid Ramah Pemudik At Taqwa Redjo Maghfiroh masih terpantau seperti hari biasa. Para pengunjung datang silih berganti untuk beribadah, kemudian melanjutkan perjalanan. Mayoritas merupakan warga lokal atau pengguna jalan yang rutin melintas di Jalan Mayjend Sungkono, Kalimanah, Purbalingga.

Sebagai informasi, Program Masjid Ramah Pemudik 2026 yang dipusatkan di Masjid At-Taqwa Redjo Maghfiroh, Kecamatan Kalimanah ini berlangsung sejak H-4 sampai H+4 Lebaran tahun 2026, oleh Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga bekerja sama dengan 11 takmir masjid di Purbalingga.

Dan program Masjid Ramah Pemudik kali ke dua (sejak tahun 2025) ini, dihadirkan sebagai upaya menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai tempat singgah yang ramah dan menenangkan bagi para musafir.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto

Kamis, 19 Maret 2026

The Most KUA di Radio: Idul Fitri Waktu Tepat Menguatkan Keluarga Sakinah, Ini Tipsnya

PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto, saat siaran Radio LPPL Gema Soedirman Purbalingga, Kamis (19/3/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)
The Most KUA: Idul Fitri Waktu Tepat Menguatkan Keluarga Sakinah, Kembali Suci dalam Harmoni
Oleh Imam Edi Siswanto, SAg, MH
Siaran Radio LPPL Gema Soedirman Purbalingga, Kamis (19/3/2026)


Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kalimanah, Imam Edi Siswanto dalam program Ngegosip (Ngobrol Asik Seputar Ramadhan) pada gelombang 96.3 FM  LPPL Radio Gema Soedirman Purbalingga menjelaskan tentang Idul Fitri Saat Tepat Menguatkan Keluarga Sakinah, berikut ringkasan materinya. 
 
Hakikat Idul Fitri adalah kembalinya umat Muslim kepada fitrah (kesucian jiwa) dan jati diri manusia yang bersih dari dosa setelah sebulan penuh berpuasa Ramadan. Ini merupakan hari kemenangan melawan hawa nafsu, peningkatan ketaatan kepada Allah SWT, serta momen mempererat tali silaturahmi dengan saling. 

 
· Kembali ke Kesucian (Fitrah)
· Kemenangan Melawan Hawa Nafsu
· Peningkatan Ketaatan
· Refleksi Diri dan Bersyukur
· Menjalin Silaturahmi

وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman dalam QS Ar-Rum ayat 21, bahwa Allah menciptakan pasangan agar manusia mendapatkan ketenangan, kasih sayang, dan rahmat. Dari sinilah lahir konsep keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah.

1. Idul fitri Momentum Saling Memaafkan
Makna utama Idulfitri adalah kembali kepada kesucian. Dalam keluarga, ini diwujudkan dengan saling memaafkan. 
 
وَلْيَعْفُوْا وَلْيَصْفَحُوْاۗ اَلَا تُحِبُّوْنَ اَنْ يَّغْفِرَ اللّٰهُ لَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

“...Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nur: 22)

Kata maaf yang tulus mampu menghadirkan ketenangan dan mempererat kasih sayang dalam keluarga. 
 

2. Idul fitri Menguatkan Kebersamaan Keluarga 
 
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
 
“Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Karena itu, Idulfitri adalah waktu yang tepat untuk mempererat hubungan keluarga, baik yang dekat maupun yang jauh. 
 
 
3. Idul fitri Mengajarkan Nilai Kesederhanaan dan Syukur
Sering kali kita memaknai hari raya dengan pakaian baru, hidangan istimewa, atau berbagai perayaan. Semua itu tentu boleh saja, namun yang lebih penting adalah rasa syukur kepada Allah SWT.

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ ۝٧

“(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.” (QS. Ibrahim: 7)

Keluarga sakinah bukanlah keluarga yang selalu bergelimang kemewahan, tetapi keluarga yang penuh syukur, saling menghargai, dan saling menguatkan dalam kebaikan.

4. Menjadikan Nilai Ramadan Terus Hidup dalam Keluarga
Setelah Ramadan berakhir, tantangan kita adalah bagaimana menjaga semangat ibadah yang telah kita bangun.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ ۝٦

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras. Mereka tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (QS. At-Tahrim: 6). 
 
Dalam kehidupan era milenial dan generasi Z yang serba cepat, digital, dan cenderung individualistis, nilai-nilai Idul fitri justru semakin relevan untuk membangun keluarga sakinah. 
 
Di tengah kesibukan, interaksi yang lebih banyak terjadi melalui gawai, serta potensi miskomunikasi di media sosial, momen Idulfitri menjadi ruang penting untuk kembali mempererat hubungan secara nyata.
 
Idulfitri menjadi momentum yang sangat berharga dalam membangun keluarga sakinah, karena ketika setiap anggota keluarga mampu menghidupkan nilai-nilai kebaikan, maka akan terwujud keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan diliputi keberkahan, yang tidak hanya bahagia di dunia tetapi juga mengantarkan pada kebahagiaan di akhirat.(*)

Rabu, 18 Maret 2026

Warga Desa Siwarak Bersama PAI KUA Karangreja Santuni 51 Anak Yatim

Warga Desa Siwarak, Kecamatan Karangreja bersama Penyuluh Agama Islam KUA Karangreja saat menggelar kegiatan Santunan Anak Yatim-Piatu, Selasa (17/3/2026) (Foto: Saryono) 

Purbalingga–Semangat kepedulian sosial kembali terlihat di Desa Siwarak, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Warga Desa Siwarak bersama Penyuluh Agama Islam KUA Karangreja menggelar kegiatan Santunan Anak Yatim-Piatu yang telah menjadi tradisi setiap penghujung bulan suci Ramadhan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 17 Maret 2026 di area parkir Obyek Wisata Golaga Desa Siwarak ini berlangsung dengan penuh kebersamaan dan kekeluargaan. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGREJA

Acara tidak hanya diisi dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim piatu, tetapi juga dirangkai dengan tausiyah keagamaan serta buka puasa bersama.

Diceritakan oleh PAI KUA Kareangreja, Saryono, sumber dana kegiatan santunan ini berasal dari iuran warga Dusun 2 dan Dusun 4 Desa Siwarak serta dukungan dari berbagai donatur dan dermawan yang dengan sukarela menyisihkan sebagian rezekinya. 

Warga Desa Siwarak, Kecamatan Karangreja bersama Penyuluh Agama Islam KUA Karangreja saat mengikuti kegiatan Santunan Anak Yatim-Piatu, Selasa (17/3/2026) (Foto: Saryono) 

“Berkat kebersamaan tersebut, panitia berhasil menyalurkan santunan kepada 51 anak yatim piatu yang berasal dari beberapa wilayah di Desa Siwarak,” katanya.

Adapun rincian penerima santunan yaitu 30 anak dari Dusun 1, 8 anak dari Dusun 2, 4 anak dari Dusun 3, dan 9 anak dari Dusun 4 Desa Siwarak.

Dalam kegiatan tersebut, Saryono selaku Penyuluh Agama Islam KUA Karangreja yang juga sebagai Sekretaris Panitia Pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan santunan ini merupakan bentuk nyata kepedulian masyarakat terhadap anak-anak yatim piatu, sekaligus sebagai sarana mempererat ukhuwah di tengah masyarakat dan sudah menjadi tradisi disetiap penghujung bulan ramadhan.

Sementara itu, dalam sambutannya Suparno selaku Penjabat (PJ) Kepala Desa Siwarak menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh warga, panitia, serta para donatur yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan santunan tersebut.

Ia menuturkan bahwa kegiatan santunan anak yatim yang dilaksanakan setiap akhir Ramadhan ini merupakan tradisi positif yang patut dipertahankan dan dilestarikan sebagai wujud kepedulian sosial masyarakat Desa Siwarak.

Pada kesempatan tersebut juga disampaikan kultum oleh staf KUA Karangreja, Imam Dulgani, memberikan materi tentang pentingnya kepedulian sosial serta hikmah menjadi orang yang dermawan.

Dalam tausiyahnya ia mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama, terutama kepada anak-anak yatim piatu yang sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang.

Suasana kegiatan semakin hangat dengan penampilan Grup Qasidah Nur Ummi Desa Siwarak yang menghadirkan lantunan shalawat dan qasidah religi. Setelah rangkaian acara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang semakin mempererat kebersamaan antara warga, panitia, donatur, dan para anak yatim piatu.

Melalui kegiatan ini diharapkan tradisi santunan anak yatim di penghujung Ramadhan dapat terus dilestarikan. Kebersamaan warga Desa Siwarak dalam kegiatan sosial ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian masih tumbuh kuat di tengah masyarakat (*)

Kontributor : Saryono (Penyuluh Agama Islam KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto

Dalam Tugas Pantau Arus Mudik Lebaran, PAI KUA Bobotsari Isi Kultum di Masjid Ramah Pemudik

PAI KUA Bobotsari, Subagyo, saat menyampaikan Kultum Ramadhan di Posko Masjid Ramah Pemudik (MRP) Masjid An Nadiyah, Desa Gunungkarang, Kecamatan Bobotsari, Rabu (18/3/2026). (Foto: Subagyo)

Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Bobotsari, Subagyo, melaksanakan tugas piket sif malam di Posko Masjid Ramah Pemudik (MRP) Masjid An Nadiyah, Desa Gunungkarang, Kecamatan Bobotsari, Rabu (18/3/2026).

Kegiatan yang digagas oleh Kementerian Agama bekerja sama dengan sejumlah Masjid di Kabupaten Purbalingga ini, merupakan bagian dari upaya memberikan pelayanan optimal bagi para pemudik yang melintas, khususnya selama bulan suci Ramadhan tahun 2026. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/BOBOTSARI

Menurutnya, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, arus mudik dari arah Kota Pemalang menuju Purbalingga dan sebaliknya pada hari tersebut terpantau masih relatif normal. 

"Belum terlihat lonjakan signifikan jumlah kendaraan maupun pemudik yang singgah di posko Masjid An Nadiyah," katanya. 

Suasana Kultum Ramadhan di Posko Masjid Ramah Pemudik (MRP) Masjid An Nadiyah, Desa Gunungkarang, Kecamatan Bobotsari, Rabu (18/3/2026). (Foto: Subagyo)

Selain menjalankan tugas pelayanan di posko, Subagyo turut mengikuti rangkaian ibadah bersama masyarakat setempat. Ia melaksanakan shalat tarawih berjamaah di Masjid An Nadiyah, yang menjadi pusat kegiatan program tersebut.

Pada kesempatan itu, Subagyo diminta oleh takmir masjid untuk menyampaikan kultum (kuliah tujuh menit) usai shalat tarawih. Dalam tausiyahnya, ia mengangkat tema “Kesuksesan Ramadhan” yang disampaikan secara singkat namun penuh makna.

Dalam penyampaiannya, Subagyo menjelaskan bahwa kesuksesan Ramadhan tidak hanya diukur dari banyaknya ibadah yang dilakukan selama bulan suci, tetapi lebih pada sejauh mana amalan tersebut dapat terus dijaga dan diistiqomahkan setelah Ramadhan berakhir.

"Keberlanjutan amal menjadi indikator utama keberhasilan seseorang dalam menjalani ibadah Ramadhan," pesanya pada para jamaah shalat tarawih.

Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum pembiasaan diri dalam meningkatkan kualitas ibadah, seperti menjaga shalat tepat waktu, membaca Al-Qur’an, memperbanyak sedekah, serta berdzikir.

Kegiatan ini pun mendapat respons positif dari jamaah, sekaligus menjadi bentuk penguatan spiritual dalam program Masjid Ramah Pemudik, sehingga para pemudik tidak hanya memperoleh tempat beristirahat, tetapi juga siraman rohani selama perjalanan mereka.(*)

Kontributor: Subagyo (PAI KUA Bobotsari)
Editor: Imam Edi Siswanto

Senin, 16 Maret 2026

Posko Masjid Ramah Pemudik di Masjid At-Taqwa Kalimanah Masih Terlihat Normal

Posko Masjid Ramah Pemudik di Masjid At-Taqwa Kalimanah Masih tampak lengang, Senin (16/3/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Program Masjid Ramah Pemudik 2026 yang dipusatkan di Masjid At-Taqwa Redjo Maghfiroh, Kecamatan Kalimanah, mulai dipantau menjelang arus mudik Lebaran. Pada Senin (16/3/2026), kondisi di lokasi masih terpantau relatif normal dan belum menunjukkan adanya peningkatan aktivitas pemudik.

Berdasarkan hasil pemantauan Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kalimanah, Imam Edi Siswanto, sejak pukul 11.10 hingga 15.30 WIB belum terlihat adanya pemudik dari arah Sokaraja maupun dari arah Kota Purbalingga yang singgah untuk beristirahat di masjid tersebut.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/2026/03/pemudik-lebaran-silahkan-beristirahat.html

Tampak para pengunjung siap melaksanakan sholat Ashar berjamaah di Masjid At-Taqwa Kalimanah, Senin (16/3/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Halaman Masjid At-Taqwa Redjo Maghfiroh yang cukup luas terlihat masih lengang. Beberapa kendaraan sepeda motor tampak terparkir di area mini market yang berada di sisi utara masjid, namun belum terlihat aktivitas pemudik yang memanfaatkan fasilitas singgah di lingkungan masjid.

Sementara itu, marbot masjid terlihat tetap melakukan aktivitas rutin dengan membersihkan dan merapikan lantai masjid menjelang waktu salat Dzuhur. Suasana masjid mulai sedikit ramai menjelang waktu salat Ashar, ketika beberapa jamaah datang untuk melaksanakan salat berjamaah.

Fasilitas yang disiapkan untuk mendukung program Masjid Ramah Pemudik juga tampak telah tertata dengan baik. Perlengkapan ibadah seperti mukena, sarung, dan sajadah tersusun rapi di dalam lemari etalase masjid. Selain itu, galon air mineral juga telah disediakan di selasar masjid untuk memenuhi kebutuhan para jamaah maupun pemudik yang singgah.

BACA: https://purbalingga.kemenag.go.id/kemenag-purbalingga-siapkan-program-balik-ngode-jakarta-bareng-didukung-baznas-dan-pemkab/

Kondisi tempat wudhu juga terlihat bersih dan terawat. Area wudhu untuk jamaah laki-laki berada di sisi utara masjid dan terpisah dari tempat wudhu perempuan, sehingga memberikan kenyamanan bagi para pengguna fasilitas. 

Informasi link laporan serta barcode (QR Code) yang dapat dipindai oleh para pemudik di papan informasi masjid At-Taqwa Kalimanah, Senin (16/3/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Selain fasilitas fisik, di area papan informasi masjid juga telah dipasang link laporan serta barcode (QR Code) yang dapat dipindai oleh para pemudik. Fasilitas ini disediakan agar para pengunjung yang singgah dapat memberikan laporan, testimoni, maupun umpan balik terkait layanan Masjid Ramah Pemudik, sehingga program ini dapat terus dievaluasi dan ditingkatkan kualitas pelayanannya.

Dengan kesiapan fasilitas tersebut, diharapkan Masjid At-Taqwa Redjo Maghfiroh dapat memberikan pelayanan yang nyaman bagi para pemudik yang melintas di wilayah Kalimanah ketika arus mudik mulai meningkat dalam beberapa hari ke depan. 

Program Masjid Ramah Pemudik kali ke dua (sejak tahun 2025) ini, dihadirkan sebagai upaya menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai tempat singgah yang ramah dan menenangkan bagi para musafir.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

The Most KUA: Yuyu Yuniawati, Jadikan Ramadhan Momentum Menguatkan Harmoni Keluarga

PAIF KUA Padamara dan Kalimanah, Yuyu Yuniawati saat menyampaikan program The Most KUA di sebuah Majelis Taklim, Sabtu (28/2/2026) lalu. (Foto: Yuyu Yuniawati)

Purbalingga-Bulan Ramadhan yang Allah SWT hadirkan setiap tahun merupakan momentum istimewa yang sarat dengan rahmat dan keberkahan. Salah satu keberkahan tersebut adalah kesempatan bagi setiap keluarga untuk memperkuat keharmonisan dan ketahanan keluarga sehingga terwujud keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah yang membawa maslahat bagi keluarga maupun masyarakat.

Momentum tersebut dimanfaatkan oleh Yuyu Yuniawati, Penyuluh Agama Islam KUA Padamara, untuk mensosialisasikan program “The Most KUA” (Move for Sakinah Maslahat) yang dicanangkan Kementerian Agama dalam rangkaian kegiatan Ramadhan bertema “Joyful Ramadhan Mubarak”. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/YUYU%20YUNIAWATI 

Sosialisasi program ini dilakukan melalui berbagai kegiatan selama bulan Ramadhan, baik dalam kegiatan rutin di kelompok binaan maupun kegiatan insidental di masyarakat.

PAIF KUA Padamara dan Kalimanah, Yuyu Yuniawati saat siaran radio di LPPL Gema Soedirman Purbalingga, Jumat (27/2/2026) lalu. (Foto: Yuyu Yuniawati)

Selama pelaksanaan program tersebut, tercatat sebelas kegiatan telah dilaksanakan dengan jumlah penerima manfaat mencapai sekitar 590 orang. Kegiatan tersebut meliputi siaran live di Radio LPPL Gema Sudirman, pembinaan calon pengantin melalui Bimbingan Perkawinan Mandiri, kuliah subuh, pengajian jelang berbuka puasa, majelis taklim di beberapa wilayah, pembinaan warga binaan wanita di Rutan Kelas IIB Purbalingga, hingga pengajian bagi para guru.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/PADAMARA 

Berikut sasaran kegiatan dari program “The Most KUA” yang telah dilakukan, dengan materi "Membangun Harmoni Keluarga di Madrasah Ramadhan”:

1.        Siaran Live “NGEGOSIP” Radio LPPL Gema Sudirman, 27 & 28 Februari 2026 / 09 & 10 Ramadhan 1447, viewer sejumlah 211

2.        Calon Pengantin melalui Bimwin Pranikah Mandiri selama Ramadhan, sejumlah 22 pasang catin (44 orang)

3.        Kuliah Shubuh Mushola Al-Husna & Majlis Taklim Khoirun Nisa Desa Kalimanah Wetan, 28 Februari 2026 / 10 Ramadhan 1447, hadir 60 orang

4.        Pengajian Jelang Buka Puasa Masjid Al-Huda Desa Dawuhan Kec. Padamara, 28 Februari 2026 / 10 Ramadhan 1447, hadir sekitar 80 orang

5.        Majlis Taklim Nurul Jannah Desa Binangun Kec. Mrebet, 01 Maret 2026 / 11 Ramadhan 1447, hadir 25 orang

6.        Majlis Taklim At-Taqwa Desa Campakoah Kec. Mrebet, 03 Maret 2026 / 13 Ramadhan 1447, hadir 25 orang

7.        Majlis Taklim Al-Istiqomah Kel. Karangsentul Kec. Padamara, 05 Maret 2026 / 15 Ramadhan 1447, hadir 40 orang

8.        Majlis Taklim Al-Hidayah Desa Karangjambe Kec. Padamara, 06 Maret 2026 / 16 Ramadhan 1447, hadir 30 orang

9.        Warga Binaan Wanita Rutan Kelas II B Purbalingga, 06 Maret 2026 / 16 Ramadhan 1447, diikuti oleh 7 orang

10.    Majlis Taklim At-Taohid Kel. Penambongan Kec. Purbalingga, 10 Maret 2026 / 20 Ramadhan 1447, hadir 30 orang

11.    Pengajian BKM As-Salam Guru-guru SMPN 5 Purbalingga, 14 Maret 2026 / 24 Ramadhan 1447, hadir 38 orang.

 

PAIF KUA Padamara dan Kalimanah, Yuyu Yuniawati saat melaksanakan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) di KUA Padamara, Senin (9/3/2026) lalu. (Foto: Yuyu Yuniawati)

Yuyu Yuniawati menjelaskan bahwa Ramadhan adalah madrasah kehidupan yang memberikan kesempatan besar bagi setiap keluarga untuk menata kembali hubungan yang lebih harmonis, memperkuat nilai-nilai kebersamaan, serta menumbuhkan ketenangan dalam rumah tangga.

Ia menambahkan bahwa kebersamaan dalam menjalankan ibadah selama Ramadhan, seperti sahur dan berbuka bersama, shalat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, hingga mengikuti kajian keagamaan dapat menjadi sarana mempererat hubungan antar anggota keluarga. 

Momen kebersamaan ini sering kali hanya dapat dirasakan secara utuh pada bulan Ramadhan, terutama bagi keluarga yang sehari-hari disibukkan oleh berbagai aktivitas pekerjaan.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KALIMANAH 

Nilai kebersamaan dalam keluarga ini juga telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW, sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah SAW semakin bersungguh-sungguh dalam ibadah, menghidupkan malam dengan ketaatan, serta membangunkan keluarganya untuk turut beribadah.

Selain itu, terdapat berbagai aktivitas ibadah yang dapat memperkuat keharmonisan keluarga selama Ramadhan, di antaranya menjalankan puasa dengan penuh kesabaran, sahur dan berbuka bersama, shalat tarawih berjamaah, tadarus Al-Qur’an, menjemput malam lailatul qadar, menjaga akhlak selama berpuasa, serta menumbuhkan kepedulian sosial kepada sesama.

Melalui berbagai aktivitas tersebut, keluarga tidak hanya memperkuat hubungan emosional antar anggotanya, tetapi juga menumbuhkan nilai ketakwaan sebagai tujuan utama ibadah puasa. Ketika nilai-nilai ketakwaan tersebut terus dijaga setelah Ramadhan berakhir, maka keharmonisan dan kesakinahan keluarga diharapkan dapat terus terpelihara dalam kehidupan sehari-hari meskipun di tengah berbagai dinamika kehidupan.(*)

Kontributor : Yuyu Yuniawati, S.Ag (PAIF KUA Padamara & Kalimanah)
Editor: Imam Edi Siswanto

Ngato Urokhman: Fadhilah Istighfar, Jalan Kembali kepada Allah

Ngato Urokhman, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, dalam program Lentera Hati yang disiarkan melalui LPPL G...