Jumat, 30 Januari 2026

PAI Kemenag Purbalingga, Lakukan Trauma Healing bagi Korban Banjir Desa Serang dan Sangkanayu

Penyuluh Agama Islam (PAI) Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Jumanto (Kak Jumbo) sekaligus anggota IPARI Purbalingga hadir memberikan trauma healing berbasis spiritual dan kemanusiaan kepada korban musibah banjir bandang, di Rumah Qur’an Iftitah Sambas, Desa Serang, Kamis (29/1/2026) kemarin.(Foto: Istimewa)

Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Jumanto (Kak Jumbo) sekaligus anggota IPARI Purbalingga yang tergabung dalam Tim Trauma Healing Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga hadir memberikan trauma healing berbasis spiritual dan kemanusiaan kepada korban musibah banjir bandang, di Rumah Qur’an Iftitah Sambas, Desa Serang, Kamis (29/1/2026) kemarin.

Jumanto menjelaskan bahwa, di tengah keterbatasan pengungsian warga terdampak banjir bandang, sebagai penyuluh agama, Ia memandu langsung sesi pendampingan psikososial dengan pendekatan yang hangat dan menyentuh.

“Saya mulai dengan dongeng reflektif berjudul “Cintai Ibuku, Cintai Bumiku”, yang mengajak anak-anak dan orang tua memahami musibah sebagai pengingat untuk kembali mencintai sesama dan menjaga alam sebagai amanah Allah SWT,” jelasnya. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/PENGADEGAN

Dengan bahasa sederhana, Kak Jumbo menanamkan nilai keimanan dan ekoteologi bahwa gunung, pepohonan, dan tanah bukan milik manusia, melainkan titipan Tuhan yang harus dirawat bersama.

Puluhan anak-anak dan dewasa mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian. Senyum mulai merekah di wajah anak-anak, sementara para orang tua tampak lebih tenang dan terbuka.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi relaksasi dan muhasabah, diawali istighfar dan doa bersama. Dalam renungannya, Jumanto menegaskan bahwa kehadiran penyuluh agama bukan hanya untuk menyampaikan ceramah, tetapi hadir mendampingi umat di saat paling rapuh, menguatkan batin, dan menumbuhkan harapan. 

Penyuluh Agama Islam (PAI) Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Jumanto (Kak Jumbo) foto bersama tim trauma healing berbasis dan korban musibah banjir bandang, di Rumah Qur’an Iftitah Sambas, Desa Serang, Kamis (29/1/2026) kemarin.(Foto: Istimewa)

Kata-kata yang disampaikan menggugah emosi para penyintas. Tangis haru pun pecah, diiringi pelukan dan doa bersama. Sejumlah warga mengaku merasa lebih ringan dan kuat setelah mengikuti pendampingan tersebut.

Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah (PD) Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Purbalingga, Khikam Aziz menekankan pentingnya peran aktif dan aya responsive PAI.

“Melalui peran aktif Penyuluh Agama Islam dan IPARI Purbalingga, kegiatan ini menjadi bukti bahwa dakwah dapat menjelma menjadi sentuhan kemanusiaan,” ucap Khikam Aziz.

Tidak hanya menguatkan iman, tetapi juga membantu memulihkan luka batin dan menanamkan kesadaran untuk bangkit bersama pascabencana, dalam semangat Kemenag Asri dan kepedulian ekologis.(*)

Kontributor: Khikam Aziz dan Jumanto
Editor: Imam Edi Siswanto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KUA Kalimanah Terapkan WFH: Disiplin ASN dan Layanan Tetap Prima

Kepala KUA Kalimanah, Kholodin, saat memimpin rapat koordinasi (rakor) yang digelar oleh KUA Kalimanah, Jumat (10/4/2026). (Foto: Imam Edi S...