Purbalingga-Penyuluh
Agama Islam (PAI) Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Jumanto (Kak
Jumbo) sekaligus anggota IPARI Purbalingga yang tergabung dalam Tim Trauma Healing Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga hadir
memberikan trauma healing berbasis spiritual dan kemanusiaan kepada
korban musibah banjir bandang, di Rumah Qur’an Iftitah Sambas, Desa
Serang, Kamis (29/1/2026) kemarin.
Jumanto menjelaskan bahwa, di
tengah keterbatasan pengungsian warga terdampak banjir bandang, sebagai
penyuluh agama, Ia memandu langsung sesi pendampingan psikososial
dengan pendekatan yang hangat dan menyentuh.
“Saya mulai dengan
dongeng reflektif berjudul “Cintai Ibuku, Cintai Bumiku”, yang mengajak
anak-anak dan orang tua memahami musibah sebagai pengingat untuk kembali
mencintai sesama dan menjaga alam sebagai amanah Allah SWT,” jelasnya.
BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/PENGADEGAN
Dengan
bahasa sederhana, Kak Jumbo menanamkan nilai keimanan dan ekoteologi
bahwa gunung, pepohonan, dan tanah bukan milik manusia, melainkan
titipan Tuhan yang harus dirawat bersama.
Puluhan anak-anak dan
dewasa mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian. Senyum mulai merekah
di wajah anak-anak, sementara para orang tua tampak lebih tenang dan
terbuka.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi relaksasi dan
muhasabah, diawali istighfar dan doa bersama. Dalam renungannya, Jumanto
menegaskan bahwa kehadiran penyuluh agama bukan hanya untuk
menyampaikan ceramah, tetapi hadir mendampingi umat di saat paling
rapuh, menguatkan batin, dan menumbuhkan harapan.
Kata-kata yang disampaikan menggugah emosi para penyintas. Tangis haru pun pecah, diiringi pelukan dan doa bersama. Sejumlah warga mengaku merasa lebih ringan dan kuat setelah mengikuti pendampingan tersebut.
Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah (PD) Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Purbalingga, Khikam Aziz menekankan pentingnya peran aktif dan aya responsive PAI.
“Melalui peran aktif Penyuluh Agama Islam dan IPARI Purbalingga, kegiatan ini menjadi bukti bahwa dakwah dapat menjelma menjadi sentuhan kemanusiaan,” ucap Khikam Aziz.
Tidak hanya menguatkan iman, tetapi juga membantu memulihkan luka batin dan menanamkan kesadaran untuk bangkit bersama pascabencana, dalam semangat Kemenag Asri dan kepedulian ekologis.(*)
Kontributor: Khikam Aziz dan Jumanto
Editor: Imam Edi Siswanto


Tidak ada komentar:
Posting Komentar