Menjaga Kehormatan Diri, Menyelamatkan Masa Depan
Oleh: Thofikkur Rokhman
Editor: Imam Edi Siswanto
Penyuluh Agama Islam (PAI) Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Thofikkur Rokhman menyampaikan materi edukasi tentang pentingnya menjaga kehormatan diri dan bahaya seks dini dalam siaran radio program Lentera Hati di LPPL Gema Soedirman 96,3 FM, Selasa (22/9/2026).
Materi tersebut mengajak masyarakat, khususnya generasi muda dan orang tua, untuk memahami bahaya pergaulan bebas sekaligus membangun benteng agama, keluarga, dan lingkungan dalam menjaga masa depan generasi. Berikut materi yang telah mengudara yang telah kami rangkum untuk pembaca setia iparipurbalingga.blogspot.com.
BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search?q=siaran+radio
https://iparipurbalingga.blogspot.com/search?q=BOJONGSARI
https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/TAUFIKKUR%20ROHMAN
Islam sangat menjunjung tinggi kehormatan manusia. Salah satu tujuan syariat Islam (Maqashid asy-Syari’ah) adalah Hifzhun Nasl, yaitu menjaga keturunan. Hal ini tidak dapat diwujudkan tanpa menjaga kesucian pergaulan dan menjauhkan diri dari perbuatan keji yang dapat merusak moral, kesehatan, keluarga, dan tatanan sosial.
Di tengah derasnya arus informasi dan budaya permisif melalui gadget, generasi muda menghadapi tantangan pergaulan yang semakin kompleks. Salah satunya adalah perilaku seksual dini atau hubungan seksual di luar pernikahan. Islam tidak hanya melarang zina, tetapi juga melarang segala sesuatu yang dapat menjadi jalan menuju perbuatan tersebut.
Allah SWT berfirman:
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra: 32)
Larangan “mendekati” zina menunjukkan pentingnya pencegahan sejak awal, termasuk menjaga pandangan, menghindari khalwat, membatasi pergaulan bebas, serta menjauhi konten yang membangkitkan syahwat.
BUKAN SEKADAR MASALAH MORAL
Seks dini memiliki dampak spiritual, psikologis, kesehatan, dan sosial. Dari sisi spiritual, perbuatan zina dapat melemahkan iman dan menghilangkan rasa malu yang merupakan bagian dari keimanan. Dari sisi psikologis, perasaan bersalah, kecemasan, ketakutan terhadap aib, dan hilangnya kepercayaan diri dapat mengganggu perkembangan jiwa remaja.
Dari sisi kesehatan, hubungan seksual pada usia dini dapat meningkatkan risiko kehamilan remaja dan berbagai komplikasi kesehatan. Kehamilan pada usia muda dapat menghadirkan risiko seperti anemia dan komplikasi kehamilan, sementara bayi yang dilahirkan juga memiliki risiko kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah.
Dampaknya juga dapat meluas kepada keluarga dan masyarakat. Kehamilan tidak diinginkan dapat mendorong pernikahan sebelum pasangan memiliki kesiapan mental, ekonomi, dan spiritual. Persoalan tersebut juga dapat menimbulkan persoalan sosial serta masalah terkait nasab dan perlindungan anak.
MENCEGAH SEBELUM TERLAMBAT
Islam memberikan langkah pencegahan yang komprehensif. Pertama, menjaga pandangan dan kehormatan diri. Allah SWT memerintahkan orang beriman untuk menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan sebagaimana QS. An-Nur ayat 30.
Kedua, memperkuat pendidikan agama dalam keluarga. Orang tua merupakan pendidik pertama yang perlu memberikan pemahaman tentang adab pergaulan, batasan aurat, menjaga kehormatan diri, serta penggunaan teknologi secara bijak.
Ketiga, memilih lingkungan pergaulan yang baik. Teman dan lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter remaja.
Keempat, mengisi masa muda dengan kegiatan positif dan memperkuat pengendalian diri. Olahraga, organisasi, belajar, kegiatan keagamaan, dan aktivitas sosial dapat menjadi sarana menyalurkan energi secara sehat. Bagi pemuda yang belum mampu menikah, Rasulullah SAW menganjurkan puasa sebagai sarana menjaga diri.
TANGGUNG JAWAB BERSAMA
Menjaga generasi bukan hanya tugas remaja dan orang tua. Masyarakat, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan pemerintah memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bermartabat. Masyarakat perlu membangun kepedulian sosial, sementara orang tua dan pendidik perlu hadir sebagai pendamping dan teladan.
Menjaga kehormatan diri bukan sekadar menjauhi dosa, tetapi merupakan ikhtiar menjaga iman, kesehatan, masa depan, keluarga, dan keturunan. Karena itu, mari bersama-sama membangun generasi yang berilmu, berakhlak, mampu mengendalikan diri, serta menjadikan ajaran agama sebagai benteng dalam menghadapi tantangan zaman.
Siaran radio dapat diakses melalui https://jogjastreamers.com/mobile/detail.php?radio=98 pada pukul 05.30 WIB dan Ba'da Adzan Maghrib setiap hari.(*)
Editor: Imam Edi Siswanto
