Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri khikam aziz. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri khikam aziz. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Mei 2026

Zahid Khasani: Remaja Saat Ini, Penentu Wajah Bangsa di Masa Mendatang

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga H. Zahid Khasani, (tengah), Kasi Bimas Islam sekaligus Ketua Panitia Moh. Nur Hidayat (dua dari Kanan), Kepala KUA Karangreja Abdul Ra’ub (dua dari Kiri), Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum Khoirur Rosid (Kanan), serta Khikam Aziz sebagai fasilitator BRUS (Kiri), pada acara Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) kembali digelar di MTs Ma’arif NU 15 Siwarak, Kecamatan Karangreja, Kamis (30/4/2026) kemarin. (Foto: Saryono) 

Purbalingga–Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga H. Zahid Khasani, menegaskan bahwa remaja saat ini merupakan penentu wajah bangsa di masa mendatang. 

Menurutnya, pembinaan generasi muda tidak cukup hanya melalui pendidikan formal, tetapi harus diimbangi dengan penguatan nilai keagamaan, akhlak, dan karakter. 

Demikian diungkapkan pada kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) kembali digelar di MTs Ma’arif NU 15 Siwarak, Kecamatan Karangreja, Kamis (30/4/2026) kemarin. 

Program ini diikuti oleh 59 peserta sebagai bagian dari upaya pembinaan generasi muda agar tumbuh menjadi remaja yang berkarakter, berakhlak, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGREJA 

Ia menyebut BRUS sebagai langkah strategis dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.

 Fasilitator BRUS, Khikam Aziz (Kanan berkopiah), saat mengisi acara Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) kembali digelar di MTs Ma’arif NU 15 Siwarak, Kecamatan Karangreja, Kamis (30/4/2026) kemarin. (Foto: Saryono) 


Ia juga memberikan motivasi kepada para peserta agar berani memiliki cita-cita tinggi dan memperjuangkannya dengan sungguh-sungguh. “Jangan pernah takut bercita-cita. Gantungkan cita-cita setinggi langit dan perjuangkan dengan sungguh-sungguh. Man jadda wa jadda, siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil,” pesannya.

Kegiatan tersebut dihadiri pula oleh Kasi Bimas Islam sekaligus Ketua Panitia Moh. Nur Hidayat, Kepala KUA Karangreja Abdul Ra’ub, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum Khoirur Rosid, serta Khikam Aziz sebagai fasilitator BRUS. 

Sementara itu, Moh. Nur Hidayat menjelaskan bahwa BRUS merupakan bentuk nyata perhatian Kementerian Agama dalam pembinaan generasi muda. Ia menekankan bahwa masa remaja adalah fase penting dalam pembentukan jati diri, sehingga membutuhkan pendampingan yang tepat agar tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan negatif.

“Melalui BRUS, kami ingin memberikan bekal kesiapan mental, sosial, dan spiritual kepada para remaja agar lebih siap menghadapi masa depan,” ucapnya.

Kegiatan diawali dengan doa yang dipimpin oleh Kepala KUA Karangreja Abdul Ra’ub, memohon kelancaran dan keberkahan seluruh rangkaian acara. Selanjutnya, Khoirur Rosid menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai BRUS sangat relevan dalam memperkuat pendidikan karakter siswa di madrasah.

Dalam sesi materi, Khikam Aziz menyampaikan tema “Konsep Remaja Islami”. Ia menjelaskan bahwa remaja Islami adalah mereka yang mampu menyeimbangkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual dengan berlandaskan nilai-nilai Islam. Menurutnya, karakter tersebut tidak hanya tampak dari penampilan, tetapi juga tercermin dalam sikap, pola pikir, dan pergaulan sehari-hari.

 Fasilitator BRUS, Khikam Aziz (tengah), foto bersama usai mengisi acara Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) kembali digelar di MTs Ma’arif NU 15 Siwarak, Kecamatan Karangreja, Kamis (30/4/2026) kemarin. (Foto: Saryono) 

“Remaja Islami adalah remaja yang cerdas, berakhlak, menjaga kehormatan diri, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman hidup,” ucapnya.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Para peserta aktif mengikuti sesi materi, diskusi interaktif, hingga refleksi bersama. Suasana hangat dan komunikatif terlihat dari semangat siswa dalam menyimak dan berpartisipasi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa MTs Ma’arif NU 15 Siwarak mampu tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan tangguh, serta siap membawa perubahan positif bagi masyarakat, bangsa, dan agama.(*)

Kontributor : Saryono (PAI KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto
 

Jumat, 30 Januari 2026

Menyiapkan Umat Masa Depan, IPARI Purbalingga Teguhkan Komitmen dalam Raker Kankemenag 2026

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Purbalingga, Zahid Khasani saat di acara Penandatanganan Perjanjian Kinerja dan Rapat Kerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga Tahun 2026 di Aula Andrawina Owabong Purbalingga, Kamis(29/1/2026) kemarin. (Foto: Edi Rudjito)

Purbalingga – Ketua Pengurus Daerah (PD) Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Purbalingga, Khikam Aziz, bersama Sekretaris, Edi Rudjito dan Bendahara IPARI, Sri Mulyati, menghadiri kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kinerja dan Rapat Kerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga Tahun 2026 di Aula Andrawina Owabong Purbalingga, Kamis(29/1/2026) kemarin.

Khikam Aziz menjelaskan, bahwa rapat kerja ini menjadi momentum strategis bagi seluruh jajaran Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga untuk menyatukan visi, memperkuat komitmen, serta menyusun arah kebijakan dan program kerja tahun 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Optimalisasi Kinerja Menuju Layanan Kemenag Berdampak Kolaboratif, Inovatif, dan Menyiapkan Umat Masa Depan.”

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KHIKAM%20AZIZ 

Dalam forum tersebut, dirumuskan sejumlah program kerja prioritas yang berfokus pada peningkatan kualitas layanan keagamaan, pendidikan, serta penguatan nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat. 

Penyusunan program ini diselaraskan dengan Asta Program Prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia, sebagai langkah strategis dalam menyiapkan umat dan generasi masa depan yang beriman, berakhlak, dan berdaya saing.

Ketua PD IPARI Purbalingga,Khikam Aziz saat mengikuti acara Penandatanganan Perjanjian Kinerja dan Rapat Kerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga Tahun 2026 di Aula Andrawina Owabong Purbalingga, Kamis(29/1/2026) kemarin. (Foto: Edi Rudjito)

Kehadiran IPARI dalam kegiatan ini menegaskan posisi strategis penyuluh agama sebagai garda terdepan Kementerian Agama di tengah masyarakat. Penyuluh agama memiliki peran penting sebagai penghubung antara kebijakan Kemenag dengan kebutuhan riil umat di lapangan, melalui kegiatan bimbingan, penyuluhan, pendampingan, dan penguatan nilai-nilai keagamaan serta sosial.

Ketua IPARI Kabupaten Purbalingga, Khikam Aziz, menyampaikan bahwa partisipasi IPARI dalam rapat kerja ini merupakan bentuk komitmen penyuluh agama untuk mendukung penuh program dan kebijakan Kementerian Agama.

“Penyuluh agama siap berkontribusi aktif dalam mengimplementasikan program-program prioritas, khususnya dalam penguatan moderasi beragama, pembinaan umat, serta peningkatan kualitas kehidupan keagamaan masyarakat,” ucapnya.

Ia berharap, melalui sinergi yang kuat antara Kankemenag, satuan kerja, dan IPARI, diharapkan seluruh program kerja tahun 2026 dapat berjalan secara kolaboratif, inovatif, dan berdampak nyata.

“Penyuluh agama diharapkan terus menjadi agen perubahan yang menghadirkan layanan keagamaan yang ramah, solutif, dan berorientasi pada masa depan umat,”harapnya.(*)

Kontributor: Edi Rudjito
Editor: Imam Edi Siswanto

Pastikan Relawan dan Korban Terlayani, PD IPARI Purbalingga Lakukan Monev Posko Bencana

Ketua Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Purbalingga, Khikam Aziz (KIRI) saat melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di Posko Layanan Keagamaan Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Jumat (30/1/2026).(Foto: Edi Rujito)

Purbalingga-Ketua Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Purbalingga, Khikam Aziz, di dampingi Sekretaris, Edi Rujito, melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) ke Posko Layanan Keagamaan Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Jumat (30/1/2026).

Monitoring dan evaluasi dilakukan di dua lokasi posko, yakni di Desa Sangkanayu Kecamatan Mrebet dan Desa Serang Kecamatan Karangreja, yang menjadi wilayah terdampak bencana banjir bandang akibat hidrometeorologi. Monev ini bertujuan untuk memastikan pelayanan keagamaan berjalan optimal serta memperhatikan kondisi para relawan yang bertugas di lapangan.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/ARTANTI%20LAILI%20ZULAIHA

Dalam pelaksanaan monev tersebut, Khikam Aziz dan Edi Rudjito meninjau langsung aktivitas posko, kondisi relawan, serta pendataan dan pendistribusian bantuan yang berasal dari keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga. Ia memastikan seluruh bantuan tercatat dengan baik dan disalurkan secara tepat kepada para korban bencana banjir bandang.

“Kami ingin memastikan para relawan dalam kondisi sehat dan tetap semangat melayani masyarakat, serta bantuan dari keluarga besar Kemenag Purbalingga benar-benar terdata dan tersalurkan dengan baik kepada para korban terdampak,” kata Khikam Aziz.

Khikam menegaskan bahwa Penyuluh Agama Islam (PAI) selalu siap hadir memberikan bantuan moril dan pendampingan spiritual kepada para korban bencana banjir bandang. Kehadiran penyuluh agama menjadi bagian penting dalam proses pemulihan psikologis dan penguatan spiritual masyarakat terdampak.

Menurutnya, para PAI secara terjadwal dan bergiliran disiagakan di Posko Layanan Keagamaan Kemenag Purbalingga untuk memberikan layanan trauma healing, pendampingan keagamaan, serta doa bersama bagi para korban, baik di posko pengungsian maupun di lokasi terdampak bencana.

“Pendampingan spiritual melalui trauma healing dan doa bersama ini kami harapkan dapat menenangkan hati masyarakat, menguatkan mental, serta menumbuhkan kembali harapan di tengah situasi sulit akibat bencana,” tegasnya.

Sebagai informasi, Posko Layanan Keagamaan Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga mengikuti masa tanggap darurat bencana hidrometeorologi hingga 6 Februari 2026. Selama masa tersebut, posko terus memberikan layanan keagamaan, pendampingan psikososial, serta dukungan moral dan spiritual bagi masyarakat terdampak bencana.

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar)
Editor: Imam Edi Siswanto

Selasa, 01 Juli 2025

Jelaskan Berakhlak, Ketua PD IPARI Purbalingga Tekankan Optimalisasi Kinerja Penyuluh Agama

Ketua PD IPARI Purbalingga, KHikam Aziz (tengah) saat pada acara Silaturahmi dan Konsolidasi Penyuluh Agama CPNS dan P3K tahun 2025 Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga di Gedung Dekopinda Purbalingga, Selasa (1/7/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Ketua Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Purbalingga, Khikam Aziz menjelaskan tentang BerAKHLAK yang merupakan akronim dari nilai-nilai inti ASN (Aparatur Sipil Negara) yang dicanangkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB).

Hal ini disampaikanya pada acara Silaturahmi dan Konsolidasi Penyuluh Agama CPNS dan P3K tahun 2025 Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga di Gedung Dekopinda Purbalingga, Selasa (1/7/2025).


BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/2025/06/tambah-296-penyuluh-baru-ipari.html

BerAKHLAK mencerminkan tujuh nilai utama, yakni Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

pESERTA ACARA Silaturahmi dan Konsolidasi Penyuluh Agama CPNS dan P3K tahun 2025 Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga Oleh PD IAPARI Purbalingga di Gedung Dekopinda Purbalingga, Selasa (1/7/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

"BerAKHLAK ini, menjadi pedoman perilaku kerja ASN untuk memberikan pelayanan publik yang prima, profesional, serta menjunjung tinggi integritas dan tanggung jawab," jelasnya.

Dalam konteks Kementerian Agama, BerAKHLAK menjadi landasan untuk meningkatkan kualitas layanan keagamaan dan pendidikan agama di Indonesia.

Menurutnya, ASN di lingkungan Kementerian Agama diharapkan mampu bekerja dengan semangat melayani umat, menjunjung toleransi antarumat beragama, serta menjalankan tugas secara transparan dan akuntabel.

Dengan menerapkan nilai-nilai BerAKHLAK, diharapkan dapat mewujudkan birokrasi yang bersih, efektif, efisien dan terpercaya dalam mendukung pembangunan nasional berbasis nilai-nilai religius.

ASN BerAKHLAK, bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mewujudkan ASN yang profesional dan berintegritas.

Ia menekankan pula pentingnya peran Penyuluh Agama sebagai ujung tombak dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat.

"Untuk itu, Penyuluh Agama harus mampu melayani apa yang menjadi kebutuhan masyarakat," kata Khikam Aziz dihadapan peserta.

Selain itu, disampaikan juga program kerja IPARI di Kabupaten Purbalingga, termasuk agenda PD IPARI yang akan menggelar acara Rakor bersama IPARI Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, Banyumas dan Cilacap.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para penyuluh agama CPNS dan PPPK mampu melaksanakan tugas dengan lebih profesional dan berdampak nyata bagi masyarakat Purbalingga, khususnya dalam membangun kehidupan keagamaan yang rukun dan harmonis.

Hadir 56 Penyuluh Agama CPNS dan P3K tahun 2025, Plt Kasi Bimas Islam Kankemenag Purbalingga, Moh Nur Hidayat, Ketua dan Sekretaris PD IPARI Purbalingga, Khikam Aziz dan Edi Rudjito.

Ketua Pokjaluh Lintas Agama, Ahmad Muntaqo, Bendahara dan Wakil Bendahara PD IPARI Purbalingga, Sri Mulyati dan Artanti Laili Zulaiha, Serta Ketua TIM Efektif Media Penyuluh Agama Islam Kankemenag Purbalingga Imam Edi Siswanto.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto & Artanti Laili Zulaiha
Editor: Imam Edi Siswanto

Rabu, 08 April 2026

Jaga Silaturahmi dan Terus Bergerak Mencerdaskan Umat, Pesan Ketua PD IPARI Purbalingga Khikam Aziz

Ketua PD IPARI (Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia) Kabupaten Purbalingga, Khikam Aziz, saat menyampaikan kata sambutan pada acara Halal Bihalal di Hasa Hall d’Pari Resto, Perumahan Grand Faza Babakan Slatri, Kecamatan Kalimanah, Rabu (8/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Ketua PD IPARI (Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia) Kabupaten Purbalingga, Khikam Aziz, mengajak seluruh penyuluh agama untuk menjaga dan melestarikan tradisi silaturahmi serta halalbihalal sebagai bagian dari budaya bangsa Indonesia yang sarat nilai kebersamaan. 

Demikian diungkapkanya pada acara Silaturahmi dan Halalbihalal bagi para penyuluh agama se-Kabupaten Purbalingga di Hasa Hall d’Pari Resto, Perumahan Grand Faza Babakan Slatri, Kecamatan Kalimanah, Rabu (8/4/2026). 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/2026/04/breaking-news-ipari-purbalingga-gelar.html 

Ketua Panitia Arin Hidayat, saat menyampaikan kata laporan pada acara Halal Bihalal di Hasa Hall d’Pari Resto, Perumahan Grand Faza Babakan Slatri, Kecamatan Kalimanah, Rabu (8/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat dan terus melangkah maju dalam mencerdaskan umat melalui program-program yang nyata dan berdampak di masyarakat.

Lebih lanjut, Khikam Aziz menegaskan bahwa penyuluh agama memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pembinaan keagamaan di masyarakat. Oleh karena itu, ia mendorong agar setiap kecamatan memiliki koordinator kegiatan penyuluh agama, sehingga program dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan terarah.

"Saya minta agar setiap kecamatan memiliki koordinator kegiatan," pesanya tegas.

Pesan tersebut mengandung makna bahwa kekuatan dakwah tidak hanya terletak pada materi yang disampaikan, tetapi juga pada soliditas dan sinergi antar penyuluh. Dengan komunikasi yang baik dan koordinasi yang kuat, program pembinaan keagamaan diharapkan semakin nyata dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Suasa acara Halal Bihalal di Hasa Hall d’Pari Resto, Perumahan Grand Faza Babakan Slatri, Kecamatan Kalimanah, Rabu (8/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/2026/03/pd-ipari-purbalingga-matangkan.html 

Acara yang mengusung tema “Menguatkan Ukhuwah dalam Khidmah Menebar Manfaat untuk Umat” dengan semangat “Bergerak Bersama, Berkhidmah Tanpa Batas.”  juga menghadirkan  Pengasuh Pondok Pesantren Miftahussholihin Sigaluh Banjarnegara, K.H. Zahid Khasani, sebagai narasumber utama dalam hikmah silaturahmi.

Sementara itu sebelumnya, Ketua panitia penyelenggara, Arin Hidayat, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sekaligus menjadi sarana mempererat komunikasi dan koordinasi antar penyuluh agama di lingkungan Kankemenag Purbalingga. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 110 peserta dan undangan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh penyuluh agama semakin memperkuat ukhuwah, meningkatkan profesionalitas, serta terus berkhidmah dalam menebar manfaat bagi umat.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

Selasa, 23 Desember 2025

PD IPARI Purbalingga Perkuat Moderasi Beragama lewat Silaturahmi Lintas Iman di Gereja Baptis Rahmani

Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Purbalingga foto bersama usai kunjungan ke Penyuluh Agama Kristen, Rahel Cynthia Hutagalung di Gereja Baptis Indonesia Rahmani Purbalingga Senin, (22/12/2025). (Foto: Dok. Rahel Cynthia Hutagalung).

Purbalingga-Nuansa kebersamaan dan kehangatan terasa kental di Gereja Baptis Indonesia (GBI) Rahmani Purbalingga pada Senin, 22 Desember 2025. Bertempat di serambi gereja yang sejuk, Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Purbalingga melaksanakan kunjungan silaturahmi lintas iman kepada Penyuluh Agama Kristen, Rahel Cynthia Hutagalung.

Kunjungan ini menjadi wujud nyata keharmonisan dan persaudaraan lintas iman yang terus tumbuh dan terawat di Kabupaten Purbalingga. Rombongan PD IPARI Purbalingga dipimpin langsung oleh Ketua PD IPARI, Khikam Aziz, didampingi Edi Rujito, Ahmad Muntaqo, Siti Suwarti, Artanti Laili Zulaiha, Siti Ubaidah, Yeni Nur Asiah, Sabrina, Wiwit Aryati, serta Taufiqurrahman. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search?q=khikam+aziz

Kehadiran para penyuluh agama tersebut disambut dengan penuh keramahan dan keterbukaan oleh Rahel Cynthia Hutagalung bersama suami. Suasana dialog berlangsung hangat, cair, dan penuh rasa saling menghormati, mencerminkan semangat kebhinekaan yang hidup di tengah masyarakat.

Silaturahmi ini bertujuan untuk mempererat jalinan persaudaraan antarpenyuluh lintas agama, menyampaikan ucapan Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2026, sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam menumbuhkan dan merawat moderasi beragama. 

Dalam kesempatan tersebut, PD IPARI Purbalingga menegaskan peran strategis penyuluh agama sebagai perekat sosial, penanam nilai toleransi, serta penjaga kerukunan umat beragama di tengah keberagaman masyarakat. 

Penyuluh Agama Kristen, Rahel Cynthia Hutagalung (dua dari Kanan) di Gereja Baptis Indonesia Rahmani Purbalingga Senin, (22/12/2025). (Foto: Wiwit Aryati).

Ketua PD IPARI Purbalingga, Khikam Aziz, menyampaikan bahwa silaturahmi lintas iman merupakan implementasi nyata program prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia.

“Moderasi beragama tidak cukup disampaikan melalui ceramah atau tulisan, tetapi harus diwujudkan melalui perjumpaan langsung, dialog, dan saling mengenal. Kunjungan ini menjadi bagian dari implementasi Asta Protas Kemenag RI dalam memperkuat harmoni dan persaudaraan lintas iman,” ujarnya.

Percakapan yang berlangsung dalam suasana santai namun sarat makna tersebut mengangkat pentingnya kerja sama lintas agama, baik dalam pelayanan keagamaan maupun sosial kemasyarakatan. 

Sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, serta membangun ruang kebersamaan menjadi benang merah diskusi, sekaligus menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search?q=PD+IPARI

Rahel Cynthia Hutagalung menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas kunjungan PD IPARI Purbalingga. Ia mengaku merasa dihormati dan dikuatkan melalui pertemuan tersebut.

“Saya merasa dihormati dan tersentuh. Kunjungan ini menunjukkan bahwa penyuluh agama hadir sebagai sahabat, bukan sebagai pembatas. Inilah wajah moderasi beragama yang sesungguhnya. Rasa hangat, terbuka, dan saling menguatkan,” akunya.

Rahel menambahkan bahwa silaturahmi lintas iman semacam ini menjadi sumber energi positif dalam menjalankan tugas kepenyuluhan, sekaligus memperkokoh semangat pelayanan yang inklusif dan berorientasi pada perdamaian.

Menutup rangkaian kegiatan, Khikam Aziz berharap semangat kebersamaan lintas iman ini terus terjaga dan berkelanjutan.

“Kami berharap pertemuan seperti ini tidak berhenti pada satu kesempatan saja, tetapi menjadi inspirasi bagi masyarakat luas bahwa perbedaan keyakinan bukan alasan untuk menjauh, melainkan peluang untuk saling belajar dan bekerja sama demi Purbalingga yang rukun dan damai,” ucapnya.

Melalui kegiatan ini, PD IPARI Kabupaten Purbalingga menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan wajah agama yang ramah, menyejukkan, dan membangun, sejalan dengan semangat moderasi beragama serta Asta Protas Kementerian Agama Republik Indonesia.(*)

Kontributor: Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam/PAI KUA Karanganyar)

Editor: Imam Edi Siswanto 

Senin, 06 April 2026

Penyuluh Agama Islam KUA Bobotsari, Sampaikan Pesan Inspiratif Kepada Siswa MAN Purbalingga

Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Bobotsari, Khikam Aziz foto bersama siswa MAN Purbalingga di ruang kantor setempat, Senin (6/3/2026). (Foto: Hari S)

Purbalingga-Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bobotsari menerima kunjungan sejumlah siswa dari MAN Purbalingga kelas XI IPS. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan ekstra kokurikuler yang bertujuan untuk menambah wawasan dan pengalaman praktis para siswa di bidang layanan keagamaan,.Senin (6/32026).

Kontributor KUA Bobotsari, Hari Setiadi menjelaskan bahwa kehadiran para siswa tersebut tidak hanya melakukan observasi, tetapi juga aktif menggali berbagai informasi layanan teknis yang ada di KUA. Mulai dari administrasi pernikahan hingga layanan keagamaan lainnya menjadi topik yang menarik untuk dipelajari secara langsung.
 

Selain itu, para siswa juga mendapatkan penjelasan mendalam mengenai layanan bimbingan dan penyuluhan keagamaan. 
 
Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Bobotsari, Khikam Aziz saat berdialog dengan para siswa MAN Purbalingga di ruang kantor setempat, Senin (6/3/2026). (Foto: Hari S)
 
Materi yang disampaikan mencakup peran strategis KUA dalam pembinaan masyarakat, termasuk program bimbingan bagi calon pengantin sebagai upaya membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Rombongan siswa MAN Purbalingga tersebut diterima langsung oleh Penyuluh Agama KUA Bobotsari, Khikam Aziz. Dalam kesempatan itu, ia memberikan pemaparan terkait layanan teknis, program penyuluhan agama dan pembangunan di KUA. 

Untuk layanan bimbingan perkawinan bagi calon pengantin, Khikam mengenalkan program inovasi Mpo' Sinta (Menanam Pohon Saksi Cinta). Program yang menumbuhkan kesadaran akan kepedulian calon pengantin pada alam. Cinta suci sepasang pengantin diharapkan juga berdampak postif untuk bumi.

Selain memberikan informasi terkait layanan KUA Bobotsari, Khikam juga menyampaikan motivasi inspiratif kepada para siswa.
 
"Saya mengajak para siswa MAN Purbalingga, untuk tetap fokus dalam menuntut ilmu serta menjaga semangat belajar sebagai bekal meraih masa depan yang lebih baik," ucapnya. 
 
Ia juga memberikan beberapa tips penting agar para siswa mampu menghindari pergaulan bebas, dengan menanamkan nilai-nilai agama sebagai benteng diri di tengah tantangan zaman.

Kegiatan berlangsung dalam suasana dialog yang komunikatif dan menyenangkan. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi, ditandai dengan banyaknya pertanyaan dan interaksi yang terjalin secara aktif.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih luas tentang peran KUA dalam kehidupan masyarakat sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.(*)

Kontributor: Hari S (KUA Bobotsari)
Editor: Imsm Edi Siswanto 

Senin, 30 Maret 2026

Ketua PD IPARI Purbalingga: Jihad Terbesar ASN Adalah Menjaga Integritas Pasca Ramadhan

Ketua PD IPARI Kabupaten Purbalingga, Khikam Aziz, saat tausiyah di acara Pembinaan ASN dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan ukhuwah keluarga besar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M di Aula Uswatun Hasanah, Senin (30/3/2026).

Purbalingga-Jihad akbar atau perjuangan melawan hawa nafsu terbesar adalah menjaga semangat dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Purbalingga.

Demikian diungkapkan oleh Ketua Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Purbalingga, Khikam Aziz, dalam tausiyah di acara Pembinaan ASN dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan ukhuwah keluarga besar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M di Aula Uswatun Hasanah, Senin (30/3/2026).

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/2026/03/kakankemenag-purbalingga-zahid-khasani.html

Ia menjelaskan, bahwa jihad akbar tidak berhenti saat Ramadhan usai, justru tantangan sesungguhnya adalah bagaimana mempertahankan nilai-nilai kebaikan tersebut dalam kehidupan pasca Ramadhan.

Ia berharap semangat pengendalian diri, kejujuran, dan kedisiplinan tetap melekat dalam aktivitas sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai ASN.

Lebih lanjut, ia mengingatkan lima hal yang sering melalaikan manusia. Pertama, kecenderungan mencintai dunia secara berlebihan hingga melupakan akhirat.

Kedua, terlalu mencintai kehidupan hingga lalai mengingat kematian. Ketiga, sikap bermegah-megahan yang membuat manusia lupa menyiapkan bekal untuk kehidupan setelah mati.

Keempat, kesibukan mencari nafkah yang berlebihan hingga mengabaikan ibadah kepada Allah SWT. Dan kelima, lebih mencintai makhluk dibandingkan Sang Pencipta. 

Ketua PD IPARI Kabupaten Purbalingga, Khikam Aziz, saat tausiyah di acara Pembinaan ASN dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan ukhuwah keluarga besar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M di Aula Uswatun Hasanah, Senin (30/3/2026).

Menurutnya, kelima hal ini menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi dengan kesadaran spiritual dan penguatan iman.

Khikam juga menyampaikan pesan inspiratif melalui kisah seorang ulama yang memenuhi undangan bukan karena manusia, melainkan karena ketaatan kepada Allah SWT.

Hal ini, menurutnya, menjadi pelajaran bahwa setiap amal dan aktivitas hendaknya dilandasi niat karena Allah, bukan semata-mata karena kepentingan duniawi.

Melalui kegiatan yang bertema “Membangun Etos Kerja ASN yang Profesional dan Berintegritas Menuju ZI WBBM 2027” ini, ia berharap para ASN, khususnya penyuluh agama, mampu memperkuat integritas dan profesionalisme dalam bekerja, sekaligus menjaga keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat.

Dengan demikian, cita-cita mewujudkan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dapat tercapai secara optimal.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto

Kamis, 05 Juni 2025

Rakor PD IPARI Purbalingga: Optimalisasi Dakwah Digital dan Pencegahan Radikalisme

Ketua dan Sekretaris PD IPARI Kabupaten Purbalingga , Khikam Aziz (kanan) dan Edi Rudjito saat memimpin Rakor di Kopi Sangit, Kutasari, Purbalingga, Rabu (4/6/2025).(Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Purbalingga menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Kopi Sangit, Kutasari, Purbalingga, Rabu (4/6/2025).

Ketua PD IPARI Purbalingga Khikam Aziz menjelaskan, bahwa Rakor ini menjadi bagian dari amanat hasil musyawarah kerja sebelumnya, yang menetapkan agenda rutin dua bulan sekali untuk memperkuat koordinasi, evaluasi program kerja, serta sinergi antara IPARI dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga.

“Salah satu isu utama yang dibahas adalah kepenyuluhan berbasis media sosial. Hal ini sesuai dengan hasil Pembinaan dan Evaluasi Penyuluh Agama Islam dari Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, yang mendorong optimalisasi dakwah digital,” jelasnya saat memimpin Rakor di dampingi Sekretaris Edi Rudjito, kepada para peserta Rakor yang di hadiri oleh Pengurus Harian dan Koordinator Bidang. 

Laporan kegiatan oleh Koordinator Bidang  PD IPARI Kabupaten Purbalingga pada acara Rakor di Kopi Sangit, Kutasari, Purbalingga, Rabu (4/6/2025).(Foto: Imam Edi Siswanto)

Khikam Aziz menyampaikan tiga poin penting hasil pembinaan dan evaluasi PAI, pertama, Penyuluh Agama Islam sebagai ujung tombak dakwah dan edukasi tidak lagi cukup hadir melalui ceramah di mimbar-mimbar fisik akan tetapi hadir pada ruang-ruang digital melalui media sosial,

kedua, PAI untuk peka terhadap potensi masalah-masalah keagamaan dan sosial melalui deteksi dini potensi konflik dan yang ketiga, bahwa PAI untuk mampu menyikapi dan tanggap terhadap fenomena-fenomena kekinian dan kondisi aktual sebagai tema materi dakwah.

Di Purbalingga, sambungnya, Ia mengungkapkan bahwa upaya ini telah mencapai 80–90% efektivitas melalui pemanfaatan konten dakwah yang disebarluaskan lewat platform digital.

“Tim Efektif Sosial Media Penyuluh Agama Islam Kemenag Purbalingga dan Konten Sosial Media Para Penyuluh Agama di Purbalingga menjadi ujung tombak dalam penyebaran pesan-pesan keagamaan yang moderat dan edukatif,” ungkapnya. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/2025/05/meneguhkan-nilai-nilai-pancasila-peran.html

Konsep “Dakwah Bil Medsos” menjadi salah satu inovasi yang disorot dalam rakor kali ini. Untuk itu, para Penyuluh Agama diingatkan agar memiliki kepekaan terhadap potensi munculnya radikalisme di tengah masyarakat.

Menurutnya, munculnya radikalisasi dinilai dapat memicu konflik keagamaan dan sosial yang berpotensi merusak kerukunan umat.

Dari hal itu, para Penyuluh diharapkan mampu memiliki kepekaan dan menjadi garda terdepan dalam deteksi dini, sekaligus agen perdamaian yang bisa membina masyarakat dengan pendekatan yang inklusif dan dialogis. 

Selain itu, fenomena sosial terkait rendahnya angka pernikahan di kalangan usia matang juga menjadi perhatian serius. Hal ini dinilai sebagai tantangan budaya dan moral yang harus diantisipasi agar tidak berkembang menjadi kebiasaan hidup bersama tanpa ikatan perkawinan yang sah.

Suasana RakorPD IPARI Kabupaten Purbalingga di Kopi Sangit, Kutasari, Purbalingga, Rabu (4/6/2025).(Foto: Imam Edi Siswanto)
Para penyuluh didorong untuk menyampaikan pentingnya perkawinan dalam Islam sebagai bagian dari ibadah, menjaga moralitas dan struktur sosial.

Selain membahas isu-isu strategis tersebut, rakor juga menjadi ajang evaluasi program kerja tiap bidang dalam struktur PD IPARI Purbalingga. 

Koordinator bidang (Korbid) menyampaikan progres pelaksanaan program kerja masing-masing, meliputi bidang Organisasi, bidang SDM Pendidikan dan Pelatihan, bidang Moderasi Beragama, bidang Advokasi dan Etika Profesi, bidang Lintas Sektoral dan Informasi Publik, bidang Pelestarian Lingkungan dan bidang Seni dan Budaya.

Pada kesempatan yang sama disampaikan pula laporan keadaan keuangan PD IPARI Kab Purbalingga per bulan Mei 2025 oleh Sri Mulyati selaku Bendahara.

“silahkan kepada semua anggota untuk mengetahui lebih detail lengkap, bisa melihat melalui link yang telah dikirim di WAG IPARI” ucapnya.

Selanjut pada rapat disepakati akan diadakan petemuan koordinasi dengan Penyuluh Agama Islam ASN PPPK yang baru terlantik dan membahas Persiapan pertemuan rutin PD IPARI se-ekskarsidenan Banyumas meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Banjarnegara dan Kabupaten Purbalingga selaku tuan rumah, yang Insya Allah akan dilaksanakan antara bulan Juni dan Juli 202.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KHIKAM%20AZIZ

Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap program berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat integrasi program IPARI dengan kebijakan dan program yang digulirkan oleh Kankemenag Kabupaten Purbalingga.

Melalui rakor ini, IPARI Purbalingga menegaskan komitmennya untuk terus menjadi motor penebar manfaat, penggerak perubahan sosial dan keagamaan yang positif.

Dengan semangat sinergi, para penyuluh agama diharapkan dapat menghadirkan solusi atas persoalan keumatan melalui dakwah yang relevan, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.(*)

Kontributor: Edi Rudjito
Pewarta & Editor: Imam Edi Siswanto



Pujianto dan MA Zaenal Abidin: Silaturahmi Menguat, Kedamaian Rumah Menjadi Fondasi Masyarakat

PAI Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Pujianto dan Moh Agus Zaenal Abidin, dalam program Lentera Hati yang disiarkan melalui LPPL Gem...