Rabu, 11 Maret 2026

The Most KUA Edukasi 900 Siswa SMAN 1 Karangreja, Penyuluh Agama Kampanyekan Pencegahan Pernikahan Dini

PAI KUA Karangreja, Ngamali saat menyampaikan materi The Most KUA di SMA Negeri 1 Karangreja yang digelar dalam rangka Pesantren Ramadhan di ruang sekolah setempat, Senin (9/3/2026). (Foto: Saryono)

Purbalingga-Sebanyak 900 siswa SMA Negeri 1 Karangreja mengikuti kegiatan “The Most KUA” pada hari pertama yang digelar dalam rangka Pesantren Ramadhan, Senin (9/3/2026) lalu.

Kegiatan ini menghadirkan para Penyuluh Agama Islam dari KUA Karangreja dengan materi utama tentang pencegahan pernikahan dini bagi remaja usia sekolah.

PAI KUA Karangreja, Saryono mengatakan, sebelum kegiatan dimulai, para penyuluh agama terlebih dahulu bersilaturahmi dengan Kepala SMA Negeri 1 Karangreja, Tri Lestari, di ruang kepala sekolah. Pertemuan tersebut juga menjadi ajang perkenalan, mengingat Tri Lestari baru mulai bertugas sebagai kepala sekolah sejak awal Maret 2026.

Dalam sambutannya, Tri Lestari menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara pihak sekolah dan KUA Karangreja dalam memberikan pembinaan kepada para siswa. 

Kepala SMA N I Karangreja, Tri Lestari (tengah) saat memberikan sambutan kepada Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Karangreja di Runag Kepala, Senin (9/3/2026). (Foto: Saryono)

“Kami menyambut baik kegiatan ini karena memberikan wawasan penting bagi para siswa, khususnya dalam memahami pergaulan remaja serta merencanakan masa depan dengan lebih baik,” ucap Tri Lestari.

Kegiatan The Most KUA berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB. Materi disampaikan dengan sistem pembagian sesi kelas sehingga setiap pemateri mengisi dua kali pertemuan untuk menjangkau seluruh peserta.

Para pemateri yang hadir merupakan seluruh Penyuluh Agama Islam KUA Karangreja, yaitu Saryono, Ngamali, Shofa Nailin Na’im, Eva Lutfiati Khasanah, dan Irma In Shofiyana.  

PAI KUA Karangreja, Eva Lutfiati Khasanah saat menyampaikan materi The Most KUA di SMA Negeri 1 Karangreja yang digelar dalam rangka Pesantren Ramadhan di ruang sekolah setempat, Senin (9/3/2026). (Foto: Saryono)

Dalam penyampaian materi, para penyuluh memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga pergaulan, merencanakan masa depan, serta memahami risiko dan dampak dari pernikahan dini. Hal ini dinilai penting karena siswa SMA berada pada fase remaja yang menjadi masa pembentukan karakter dan penentuan arah masa depan.

Materi disampaikan secara interaktif dan komunikatif, disertai sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan, bahkan beberapa di antaranya aktif menyampaikan pertanyaan dan pendapat terkait dinamika pergaulan remaja.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa SMA Negeri 1 Karangreja semakin memahami pentingnya menjaga diri, memperkuat akhlak, serta mempersiapkan masa depan secara matang melalui pendidikan dan pengembangan diri.

Program The Most KUA juga menjadi bagian dari upaya sinergi antara SMA Negeri 1 Karangreja dan KUA Karangreja dalam membina generasi muda agar tumbuh menjadi remaja yang berkarakter, berakhlak mulia, serta mampu mengambil keputusan yang bijak dalam kehidupan.(*)

Kontributor: Saryono (PAI KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto

2 komentar:

Dzikir Utama Saat I’tikaf: Menghidupkan Hati dengan Kalimat Tauhid

Dzikir Utama Saat I’tikaf: Menghidupkan Hati dengan Kalimat Tauhid Oleh: Siti Suwarti, S.Ag (PAIF KUA Purbalingga Kankemenag Kabupaten Purba...