Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Karangreja, Saryono menyampaikan materi Keaswajaan diacara Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) Pimpinan Ranting IPNU–IPPNU Karangreja di Madrasah Diniyah Nurul Ilmi desa Karangreja, Ahad (30/11/2025).
Kegiatan yang diikuti oleh 35 peserta, terdiri dari 21 putra dan 21 putri ini merupakan sebuah gerbang penting yang harus dilewati sebelum menjadi bagian dari keluarga besar IPNU dan IPPNU.
“Satu per satu peserta datang dengan wajah penuh antusias, seolah membawa semangat baru untuk memulai perjalanan sebagai kader muda Nahdlatul Ulama,” ucapnya.
BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGREJA
Dijelaskan oleh Saryono, bahwa di antara rangkaian kegiatan yang padat, sesi yang paling mencuri perhatian adalah materi Keaswajaan.
“Materi ini menjadi titik penting karena menjadi pondasi awal dalam membentuk cara pandang kader muda NU, karena peserta bukan hanya belajar teori, tetapi juga diajak memahami bagaimana Aswaja diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
![]() |
| Peserta acara Makesta Pimpinan Ranting IPNU–IPPNU Karangreja di Madrasah Diniyah Nurul Ilmi desa Karangreja, Ahad (30/11/2025). (Foto: Saryono) |
Menurutnya, memahami Keaswajaan secara menyeluruh adalah dimulai dari aqidah Asy’ari Maturidi, fikih empat mazhab, hingga konsep tasawuf ala Imam al-Ghazali dan Imam Junaid al-Baghdadi.
Ia menegaskan pentingnya akhlak, kedisiplinan, serta komitmen berorganisasi sebagai bekal utama seorang kader muda NU. Tidak hanya itu, ia juga menyampaikan peran strategis pelajar NU dalam menjaga tradisi keagamaan yang moderat, ramah, dan penuh toleransi, ciri yang menjadi identitas Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah.
Memasuki sesi tanya jawab, peserta tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari perbedaan amaliah, teladan ulama salaf, hingga adab bermedia sosial sesuai nilai Aswaja.
Mereka menyimak dengan serius, bahkan beberapa mencatat poin penting yang dirasa bermanfaat bagi kehidupan mereka sebagai pelajar maupun anggota organisasi.
Sementara itu, Ketua PR IPNU Karangreja, Rekan Galih, dalam sambutannya menegaskan bahwa Makesta bukan sekadar kegiatan tahunan, melainkan momentum penting untuk mengenalkan nilai dasar organisasi.
“Kami berharap peserta dapat mengamalkan nilai-nilai Aswaja dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi kader yang aktif di lingkungan masing-masing,” harapnya.
Makesta memberikan ruang bagi pelajar NU untuk memahami jati diri sebagai generasi muda yang berperan dalam merawat tradisi, menjaga akhlak, dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.
Materi ditutup dengan pembacaan doa sebagai penanda tekad para peserta untuk terus berkhidmah melalui IPNU–IPPNU. Namun satu hal yang pasti, Makesta hari ini telah menyalakan kembali api semangat di dada para pelajar NU Karangreja.(*)
Kontributor: Saryono (PAI KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto


Tidak ada komentar:
Posting Komentar