Jumat, 02 Oktober 2026

Nia Melawati: Islam KTP atau Islam Sejati?

Nia Melawati, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, saat siaran radioa dalam program Lentera Hati yang disiarkan melalui LPPL Gema Soedirman 96,3 FM, pekan lalu. (Foto: Nia M) 

Islam KTP atau Islam Sejati?
(Menghidupkan Iman dalam Akidah, Ibadah, dan Akhlak)
Oleh: Nia Melawati
Editor: Imam Edi Siswanto


PURBALINGGA – Nikmat terbesar yang patut disyukuri seorang Muslim bukan hanya harta, kesehatan, jabatan, maupun berbagai kenikmatan dunia, tetapi juga nikmat iman dan Islam. Sebab, iman dan Islam menjadi landasan dalam menjalani kehidupan agar setiap nikmat, ujian, amanah, dan kesalahan dapat disikapi sesuai tuntunan Allah SWT.

Demikian disampaikan Nia Melawati, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, pekan kemarin dalam program Lentera Hati yang disiarkan melalui LPPL Gema Soedirman 96,3 FM. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search?q=siaran+radio 

Nia mengangkat tema “Islam KTP atau Islam Sejati”, sebagai bahan refleksi agar umat Islam tidak berhenti pada identitas, tetapi menghadirkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, iman memberikan keyakinan bahwa kehidupan memiliki tujuan dan setiap amal akan mendapatkan balasan dari Allah SWT. Sementara Islam memberikan pedoman dalam membangun hubungan dengan Allah, sesama manusia, maupun seluruh makhluk ciptaan-Nya.

Kekayaan, jabatan, ilmu, dan kesehatan memang merupakan nikmat yang patut disyukuri. Namun, semua itu belum tentu menghadirkan ketenangan dan keselamatan hakiki apabila tidak dibarengi iman. 

Sebaliknya, iman dan Islam mengajarkan seorang Muslim untuk bersyukur ketika mendapatkan nikmat, bersabar ketika menghadapi ujian, bertanggung jawab ketika menerima amanah, serta segera bertaubat ketika melakukan kesalahan.

Islam Bukan Sekadar Identitas
PAI yang bertugas di KUA Kertanegara ini, mengajak pendengar untuk merenungkan satu pertanyaan penting: Apakah menjadi Muslim cukup hanya dengan memiliki identitas sebagai seorang Islam?

Jawabannya tentu tidak. Islam bukan hanya identitas, tetapi harus menjadi nilai yang hidup dalam diri dan tercermin dalam perilaku.

Identitas menunjukkan siapa seseorang, sedangkan penghayatan terhadap Islam menunjukkan bagaimana nilai-nilai agama benar-benar diyakini dan diamalkan. Karena itu, seorang Muslim tidak cukup hanya mengaku beriman, tetapi perlu membuktikan keimanannya melalui keyakinan, ibadah, akhlak, dan perilaku sosial.

Iman harus hidup dalam akidah, yaitu keyakinan yang kokoh kepada Allah SWT. Islam harus diwujudkan dalam syariah, melalui ketaatan terhadap aturan dan tuntunan agama. 

Sementara itu, keimanan dan ketaatan tersebut harus tercermin dalam akhlak, baik dalam hubungan dengan keluarga, masyarakat maupun lingkungan.
Menjadikan Islam Pedoman Hidup

Tema “Islam KTP atau Islam Sejati” pada akhirnya bukan untuk memberikan label kepada seseorang, melainkan menjadi cermin untuk melakukan introspeksi diri. Setiap Muslim perlu bertanya kepada dirinya sendiri: sejauh mana Islam telah memengaruhi cara berpikir, berbicara, beribadah, bekerja, bermuamalah, dan memperlakukan orang lain?

Menjaga nikmat iman dan Islam berarti terus belajar, memperbaiki ibadah, memperkuat akidah, memperindah akhlak, serta berusaha menghadirkan nilai-nilai Islam dalam setiap aktivitas kehidupan.

Dengan demikian, Islam tidak berhenti sebagai identitas yang tertulis dalam administrasi, tetapi menjadi pedoman hidup yang nyata. Seorang Muslim diharapkan mampu menjadi pribadi yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, memiliki kehidupan yang terarah, serta memberikan manfaat bagi sesama.

Melalui materi tersebut, Nia Melawati mengajak masyarakat untuk senantiasa mensyukuri nikmat iman dan Islam dengan cara menjaganya, mengamalkannya, dan menghadirkannya dalam kehidupan sehari-hari. 

Sebab, menjadi Muslim bukan sekadar tentang siapa kita menurut identitas, tetapi tentang bagaimana nilai Islam benar-benar hidup dalam diri dan terpancar melalui amal serta akhlak.

Siaran radio tersebut dapat diakses melalui https://jogjastreamers.com/mobile/detail.php?radio=98 pada pukul 05.30 WIB dan Ba'da Adzan Maghrib setiap hari.(*) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Musalim Ridlo: Mengenal dan Memperbaiki Diri, Menjernihkan Hati (Muhasabah)

Musalim Ridlo, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, dalam siaran radio dalam program Lentera Hati LPPL Gema S...