Oleh: Dariman dan Siti Rofiqoh
Editor: Imam Edi Siswanto
PURBALINGGA – Merawat alam bukan sekadar menjaga kebersihan lingkungan, melainkan juga wujud rasa syukur, ibadah, dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Dalam perspektif Islam, seluruh alam semesta merupakan ciptaan Allah yang senantiasa bertasbih dan tunduk kepada-Nya. Karena itu, merusak lingkungan berarti mengabaikan amanah yang telah diberikan oleh Sang Pencipta.
Pesan tersebut disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Dariman dan Siti Rofiqoh, dalam program Lentera Hati yang disiarkan LPPL Gema Soedirman 96,3 FM, dengan tema “Merawat Alam, Menghormati Makhluk Allah.”
BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/Siaran%20Radio
Dalam dialognya, Siti Rofiqoh mengajak pendengar memahami bahwa alam bukan sekadar benda mati yang boleh dimanfaatkan tanpa batas.
Siti Rofiqoh: “Allah menegaskan dalam QS. Al-Isra’ ayat 44 bahwa langit, bumi, dan seluruh isinya senantiasa bertasbih kepada-Nya, meskipun manusia tidak memahami cara mereka bertasbih. Artinya, alam memiliki kedudukan sebagai ciptaan Allah yang harus kita hormati dan jaga.”
Ia juga mengingatkan kisah Rasulullah SAW yang mengenali sebuah batu di Makkah yang memberi salam sebelum beliau diangkat menjadi nabi, sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim. Demikian pula kisah batang pohon kurma yang merintih ketika Rasulullah berpindah tempat berkhutbah, kemudian tenang setelah beliau memeluknya, sebagaimana diriwayatkan Imam Bukhari.
Dariman: “Kisah-kisah tersebut mengandung pelajaran bahwa makhluk Allah memiliki keadaan dan cara tersendiri sesuai kehendak-Nya. Maka, sungguh ironis apabila manusia yang diberi akal dan tanggung jawab justru merusak lingkungan melalui penebangan hutan tanpa kendali, pencemaran air, penumpukan sampah, dan polusi udara.”
Menurut keduanya, manusia diciptakan sebagai khalifah bukan untuk mengeksploitasi alam sesuka hati, melainkan menjaga keseimbangan dan memakmurkan bumi. Alam menyediakan air, udara, pangan, serta berbagai kebutuhan kehidupan yang patut disyukuri dan dirawat.
Karena itu, kepedulian lingkungan perlu diwujudkan melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten, seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi plastik sekali pakai, menghemat air, merawat tanaman, serta menjaga kebersihan lingkungan rumah dan tempat kerja.
Siti Rofiqoh: “Jangan sampai kita mengaku mencintai Allah, tetapi abai terhadap ciptaan-Nya. Menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan keagamaan. Kita tidak harus menunggu melakukan sesuatu yang besar; langkah kecil yang dilakukan bersama dapat memberikan manfaat bagi kehidupan.”
Dialog Lentera Hati ini mengajak masyarakat menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari pengamalan ajaran Islam. Tanah, air, tumbuhan, dan udara adalah karunia Allah yang harus dijaga, bukan dirusak demi kepentingan sesaat.
Pada akhirnya, merawat alam berarti menghormati makhluk Allah, mensyukuri nikmat-Nya, dan menjaga keberlangsungan kehidupan bagi generasi mendatang. Semangat tersebut diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan sehari-hari, sehingga nilai-nilai keimanan hadir tidak hanya dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam kepedulian nyata terhadap bumi.(*)
Siaran radio tersebut dapat diakses melalui https://jogjastreamers.com/mobile/detail.php?radio=98 pada pukul 05.30 WIB dan Ba'da Adzan Maghrib setiap hari.(*)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar