Senin, 24 November 2025

KUA Bojongsari Tinjau Lokasi Longsor di Desa Banjaran, Berikan Dukungan Moral dan Pendampingan kepada Warga Terdampak


Kepala KUA Bojongsari, H. Muthohir di dampingi PAI saat melakukan kunjungan ke lokasi bencana tanah longsor di Desa Banjaran, Kecamatan Bojongsari, Senin (24/11/2025). (Foto: Dariman)

Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bojongsari bersama Kepala KUA Bojongsari, H. Muthohir, melakukan kunjungan lapangan ke lokasi bencana tanah longsor di Desa Banjaran, Kecamatan Bojongsari, pada Senin (24/11/2025).

Kunjungan ini merupakan wujud kepedulian dan respon cepat KUA terhadap kondisi masyarakat yang terdampak bencana.

 
Rombongan yang hadir meliputi Camat Bojongsari, Kepala Desa Banjaran, Penyuluh Agama Islam KUA Bojongsari, Dariman, Tohar, dan Thofikkur Rokhman serta sejumlah unsur relawan.

Mereka meninjau langsung kondisi rumah Slamet dan Ibu Miskah di RT 16 RW 08, yang mengalami kerusakan cukup parah akibat tanah longsor pada Ahad, 23 November 2025 sekitar pukul 15.30 WIB. Longsoran tanah setinggi kurang lebih 4 meter mengakibatkan tembok belakang dua rumah tersebut jebol dan tidak dapat ditempati sementara waktu. 
 
Kepala KUA Bojongsari, H. Muthohir  dengan Camat Bojongsari, Tri Wahyu Dini Susanti, Forkompincam, dan Kepala Desa Banjaran, serta sejumlah unsur relawan saat melakukan kunjungan ke lokasi bencana tanah longsor di Desa Banjaran, Kecamatan Bojongsari, Senin (24/11/2025). (Foto: Dariman)

“Alhamdulillah, kami bersyukur tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam kejadian ini. Namun, kami melihat kerusakannya cukup memprihatinkan, terutama pada dinding belakang rumah Bapak Slamet,” kata Muthohir saat di lokasi.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Bojongsari
, Tri Wahyu Dini Susanti, berdialog dengan warga terdampak dan menyampaikan bahwa pemerintah kecamatan bersama BPBD, Pemerintah Desa, serta unsur terkait lainnya tengah melakukan koordinasi untuk langkah penanganan lanjutan.

Ia menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan bantuan yang diperlukan, mulai dari bantuan logistik, pemulihan rumah, hingga upaya mitigasi guna mencegah risiko bencana susulan.

“Pemerintah akan memberikan penanganan maksimal bagi warga terdampak. Selain bantuan darurat, upaya mitigasi juga menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak terulang,” ucapnya.

Sementara itu, PAI KUA Bojongsari, Tohar, memberikan pendampingan spiritual dan dukungan psikososial kepada keluarga yang terkena musibah. Ia menilai bahwa bencana tidak hanya membutuhkan penanganan fisik, tetapi juga penguatan mental dan ketabahan bagi warga.

“Kami berupaya memberikan ketenangan dan motivasi agar warga tetap tabah menghadapi musibah ini. Pendampingan keagamaan sangat penting dalam situasi seperti ini,” jelas Tohar.

Kehadiran unsur pemerintah, lembaga keagamaan, dan relawan diharapkan dapat menjadi bentuk empati sekaligus dukungan nyata bagi masyarakat terdampak, sehingga pemulihan dapat berlangsung lebih cepat dan menyeluruh.(*)

Kontributor: Dariman (PAI KUA Bojongsari)
Editor: Imam Edi Siswanto

2 komentar:

Penyuluh Agama KUA Karangreja Tekankan Pentingnya Sholat Lima Waktu pada Siswa MTs Ma’arif NU Gondang

PAI KUA Karangreja, Ngamali, S.H. , saat menyampaikan pesan keagamaan dalam peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar di MTs Ma...