Jumat, 30 Januari 2026

Istighosah di Pengungsian Sangkanayu, PAI dan KUA Mrebet Kuatkan Iman Korban Banjir

Para peserta tampak mengikuti Istighosah dengan penuh kekhusyukan, bahkan sebagian terlihat meneteskan air mata, Jumat (30/1/2026) malam. (Foto: Amin Faizan)

Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) dan Kantor Urusan Agama (KUA) Mrebet menghadiri kegiatan istighosah di Pengungsian Posko Layanan Keagamaan Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, pada Jumat malam (30/1/2026).

Kegiatan istighosah ini digelar sebagai ikhtiar spiritual untuk menghadirkan doa, ketenangan jiwa, dan penguatan batin bagi masyarakat, khususnya para korban banjir bandang yang melanda wilayah tersebut enam hari sebelumnya. Suasana doa bersama berlangsung khidmat, menjadi ruang penguatan iman di tengah situasi duka dan kelelahan warga pengungsian. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KHIKAM%20AZI

Dari kiri, Ahmad Muntaqo, Munirudin, Rosyid, Mahmud, Samiin dan Nur Kholis saat di acara Istighosah di Pengungsian Posko Layanan Keagamaan Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, pada Jumat malam (30/1/2026). (Foto: Amin Faizan)

Ketua PD IPARI Purbalingga, Khikam Aziz, melalui sambungan telpon kepada D'japri mengatakan bahwa agama harus hadir memberikan solusi atas berbagai persoalan dan kebutuhan manusia, termasuk saat masyarakat diuji oleh musibah. 

Menurutnya, melalui istighosah dan doa bersama, diharapkan para korban dapat merasakan ketenangan hati, tumbuh kesabaran, serta semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

Para peserta tampak mengikuti rangkaian doa dengan penuh kekhusyukan, bahkan sebagian terlihat meneteskan air mata saat munajat berlangsung. 

 “Dengan ikhtiar melangitkan doa ini, semoga para korban musibah banjir bandang diberi kesabaran, ketabahan, dan kekuatan untuk bangkit menghadapi cobaan,” ujar Khikam Aziz. 

Suasana Istighosah di Pengungsian Posko Layanan Keagamaan Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, pada Jumat malam (30/1/2026).(Foto: Amin Faizan)

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/Mrebet

Sementara itu, PAI KUA Mrebet, Ngato Urokhman, yang berada di acara Istighosah menjelaskan bahwa istighosah yang dipimpin oleh Ustadz Ahmad Muntaqo tersebut diikuti sekitar 150 peserta, terdiri dari warga terdampak, relawan, Pegawai dan Penyuluh Agama Islam KUA Mrebet.

Usai acara Istighosah PAI KUA Mrebet lainya, Nur Kholis menyampaikan informasi pelayanan Posko Keagamaan Kemenag Purbalingga, antara lain, penyaluran bantuan, trauma healing, pendataan dan pemetaan korban bencana, pembuatan duplikat salinan akta nikah, dan lain-lain. 

PAI dan Staf KUA Mrebet foto bersama usai Istighosah di Pengungsian Posko Layanan Keagamaan Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, pada Jumat malam (30/1/2026). (Foto: Amin Faizan)

Adapun Penyuluh Agama Islam yang hadir dalam kegiatan istighosah tersebut antara lain Ahmad Muntaqo, Ngato Urokhman , Ahmad Mufaqih, Amin Faizan, Nur Kholis, Mustalifun, serta Staf KUA Mrebet, Samiin, Niswan dan Munirudin.

Kehadiran para penyuluh ini menjadi bagian dari komitmen PD IPARI Purbalingga untuk terus memberikan pendampingan spiritual dan penguatan keagamaan bagi masyarakat terdampak bencana.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

Pastikan Relawan dan Korban Terlayani, PD IPARI Purbalingga Lakukan Monev Posko Bencana

Ketua Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Purbalingga, Khikam Aziz (KIRI) saat melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di Posko Layanan Keagamaan Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Jumat (30/1/2026).(Foto: Edi Rujito)

Purbalingga-Ketua Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Purbalingga, Khikam Aziz, di dampingi Sekretaris, Edi Rujito, melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) ke Posko Layanan Keagamaan Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Jumat (30/1/2026).

Monitoring dan evaluasi dilakukan di dua lokasi posko, yakni di Desa Sangkanayu Kecamatan Mrebet dan Desa Serang Kecamatan Karangreja, yang menjadi wilayah terdampak bencana banjir bandang akibat hidrometeorologi. Monev ini bertujuan untuk memastikan pelayanan keagamaan berjalan optimal serta memperhatikan kondisi para relawan yang bertugas di lapangan.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/ARTANTI%20LAILI%20ZULAIHA

Dalam pelaksanaan monev tersebut, Khikam Aziz dan Edi Rudjito meninjau langsung aktivitas posko, kondisi relawan, serta pendataan dan pendistribusian bantuan yang berasal dari keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga. Ia memastikan seluruh bantuan tercatat dengan baik dan disalurkan secara tepat kepada para korban bencana banjir bandang.

“Kami ingin memastikan para relawan dalam kondisi sehat dan tetap semangat melayani masyarakat, serta bantuan dari keluarga besar Kemenag Purbalingga benar-benar terdata dan tersalurkan dengan baik kepada para korban terdampak,” kata Khikam Aziz.

Khikam menegaskan bahwa Penyuluh Agama Islam (PAI) selalu siap hadir memberikan bantuan moril dan pendampingan spiritual kepada para korban bencana banjir bandang. Kehadiran penyuluh agama menjadi bagian penting dalam proses pemulihan psikologis dan penguatan spiritual masyarakat terdampak.

Menurutnya, para PAI secara terjadwal dan bergiliran disiagakan di Posko Layanan Keagamaan Kemenag Purbalingga untuk memberikan layanan trauma healing, pendampingan keagamaan, serta doa bersama bagi para korban, baik di posko pengungsian maupun di lokasi terdampak bencana.

“Pendampingan spiritual melalui trauma healing dan doa bersama ini kami harapkan dapat menenangkan hati masyarakat, menguatkan mental, serta menumbuhkan kembali harapan di tengah situasi sulit akibat bencana,” tegasnya.

Sebagai informasi, Posko Layanan Keagamaan Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga mengikuti masa tanggap darurat bencana hidrometeorologi hingga 6 Februari 2026. Selama masa tersebut, posko terus memberikan layanan keagamaan, pendampingan psikososial, serta dukungan moral dan spiritual bagi masyarakat terdampak bencana.

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar)
Editor: Imam Edi Siswanto

MAHAR IKATAN: Ikhtiar KUA Karanganyar Menanam Ibadah, Merawat Alam, dan Menguatkan Ketahanan Pangan

Program MAHAR IKATAN di halaman sekitar KUA Karanganyar tampak mulai menunjukan hasilnya yaitu berbuahnya tanaman tomat. (Foto: Tarom) 

Purbalingga-Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karanganyar terus memperluas perannya di tengah masyarakat. Tidak hanya fokus pada pelayanan keagamaan dan administrasi, KUA Karanganyar juga berupaya hadir menjawab persoalan strategis yang berkaitan langsung dengan keberlangsungan hidup umat. Salah satu ikhtiar tersebut diwujudkan melalui program MAHAR IKATAN (Manfaatkan Halaman Kantor Ikhtiar Ketahanan Pangan). 

Penyuluh Agama Islam PAI) KUA KaranganyaArtanti Laili Zulaiha menjelaskan bahwa, MAHAR IKATAN merupakan program pemanfaatan halaman kantor KUA sebagai lahan pertanian produktif. 

"Berangkat dari kesadaran akan pentingnya keseimbangan antara nilai spiritual, kemanusiaan, dan kelestarian alam, halaman kantor KUA Karanganyar kini ditanami berbagai jenis sayuran, seperti terong, pare, tomat, dan cabai," katanya, Jumat (30/1/2026).

Langkah sederhana ini menjadi simbol nyata bahwa lembaga keagamaan juga dapat berkontribusi dalam penguatan ketahanan pangan.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGANYAR

Melalui MAHAR IKATAN, KUA Karanganyar menunjukkan dukungan konkret terhadap program Ekoteologi, gerakan Kemenag Asri, serta inisiatif URAB MENDOAN (Ustadz dan Umat Rajin Bertani Mendukung dan Menopang Kehidupan). Program ini menegaskan bahwa menjaga alam dan mengolahnya secara bijak adalah bagian dari tanggung jawab keagamaan dan sosial bersama. 

Tanaman pare, tomat, dan cabai dipilih sebagai awal dari program MAHAR IKATAN. (Foto: Sayono).

Landasan utama MAHAR IKATAN adalah nilai ekoteologi, yakni pandangan keagamaan yang memposisikan kepedulian terhadap alam sebagai bagian dari ibadah. Allah SWT menegaskan peran manusia sebagai khalifah di bumi:

“Dan Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi...” QS. Al-An’am: 165)

Ayat ini menegaskan bahwa amanah kekhalifahan menuntut manusia untuk merawat dan memakmurkan bumi, bukan mengeksploitasinya.

Selain bernilai ekologis, aktivitas bertani dalam MAHAR IKATAN juga mengandung nilai ibadah sebagaimana disampaikan Rasulullah SAW:

“Tidaklah seorang muslim menanam tanaman atau bercocok tanam, lalu hasilnya dimakan oleh burung, manusia, atau hewan, melainkan menjadi sedekah baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim) 

Manfaatkan Halaman Kantor Ikhtiar Ketahanan Pangan (MAHAR IKATAN) 
merupakan program inovasi dari KUA Karanganyar.(Foto: Sayono).

Hadis tersebut menjadi penguat bahwa bertani tidak hanya berdampak ekonomi dan sosial, tetapi juga bernilai pahala ukhrawi.

Melalui program MAHAR IKATAN, KUA Karanganyar berharap dapat menumbuhkan kesadaran ASN dan masyarakat bahwa ikhtiar kecil, jika dilakukan bersama, mampu(*)

Kontributor: Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar)
Editor: Imam Edi Siswanto

PAI Kemenag Purbalingga, Lakukan Trauma Healing bagi Korban Banjir Desa Serang dan Sangkanayu

Penyuluh Agama Islam (PAI) Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Jumanto (Kak Jumbo) sekaligus anggota IPARI Purbalingga hadir memberikan trauma healing berbasis spiritual dan kemanusiaan kepada korban musibah banjir bandang, di Rumah Qur’an Iftitah Sambas, Desa Serang, Kamis (29/1/2026) kemarin.(Foto: Istimewa)

Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Jumanto (Kak Jumbo) sekaligus anggota IPARI Purbalingga yang tergabung dalam Tim Trauma Healing Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga hadir memberikan trauma healing berbasis spiritual dan kemanusiaan kepada korban musibah banjir bandang, di Rumah Qur’an Iftitah Sambas, Desa Serang, Kamis (29/1/2026) kemarin.

Jumanto menjelaskan bahwa, di tengah keterbatasan pengungsian warga terdampak banjir bandang, sebagai penyuluh agama, Ia memandu langsung sesi pendampingan psikososial dengan pendekatan yang hangat dan menyentuh.

“Saya mulai dengan dongeng reflektif berjudul “Cintai Ibuku, Cintai Bumiku”, yang mengajak anak-anak dan orang tua memahami musibah sebagai pengingat untuk kembali mencintai sesama dan menjaga alam sebagai amanah Allah SWT,” jelasnya. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/PENGADEGAN

Dengan bahasa sederhana, Kak Jumbo menanamkan nilai keimanan dan ekoteologi bahwa gunung, pepohonan, dan tanah bukan milik manusia, melainkan titipan Tuhan yang harus dirawat bersama.

Puluhan anak-anak dan dewasa mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian. Senyum mulai merekah di wajah anak-anak, sementara para orang tua tampak lebih tenang dan terbuka.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi relaksasi dan muhasabah, diawali istighfar dan doa bersama. Dalam renungannya, Jumanto menegaskan bahwa kehadiran penyuluh agama bukan hanya untuk menyampaikan ceramah, tetapi hadir mendampingi umat di saat paling rapuh, menguatkan batin, dan menumbuhkan harapan. 

Penyuluh Agama Islam (PAI) Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Jumanto (Kak Jumbo) foto bersama tim trauma healing berbasis dan korban musibah banjir bandang, di Rumah Qur’an Iftitah Sambas, Desa Serang, Kamis (29/1/2026) kemarin.(Foto: Istimewa)

Kata-kata yang disampaikan menggugah emosi para penyintas. Tangis haru pun pecah, diiringi pelukan dan doa bersama. Sejumlah warga mengaku merasa lebih ringan dan kuat setelah mengikuti pendampingan tersebut.

Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah (PD) Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Purbalingga, Khikam Aziz menekankan pentingnya peran aktif dan aya responsive PAI.

“Melalui peran aktif Penyuluh Agama Islam dan IPARI Purbalingga, kegiatan ini menjadi bukti bahwa dakwah dapat menjelma menjadi sentuhan kemanusiaan,” ucap Khikam Aziz.

Tidak hanya menguatkan iman, tetapi juga membantu memulihkan luka batin dan menanamkan kesadaran untuk bangkit bersama pascabencana, dalam semangat Kemenag Asri dan kepedulian ekologis.(*)

Kontributor: Khikam Aziz dan Jumanto
Editor: Imam Edi Siswanto

PAI dan KUA Karanganyar Turun ke Lokasi Banjir Bandang, Salurkan Bantuan dan Petakan Dampak Kerusakan

Kondisi sepekan di Desa Gunung Malang yang terdampak banjir bandang, Kamis (29/1/2026). (Foto: Tarom)

Purbalingga-Penyuluh Agama Islam, Penghulu, dan staf Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karanganyar melakukan kunjungan kemanusiaan ke Posko Layanan Keagamaan Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga yang berada di wilayah terdampak banjir bandang, Kamis (29/1/2026). 

Kunjungan tersebut dilakukan di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, serta Desa Serang, Kecamatan Karangreja, yang merupakan kawasan lereng Gunung Slamet.  

PAI KUA Karanganyar, Artanti Laili Zulaiha, menjelaskan bahwa, KUA Karanganyar tidak sekadar menyerahkan bantuan, para Penyuluh Agama Islam, penghulu, dan staf KUA juga menyapa serta berdialog langsung dengan warga, baik di lokasi pengungsian maupun di titik-titik terdampak bencana. 

KUA Karanganyar berkunjung ke Posko Layanan Keagamaan Kemenag Purbalingga 
dengan membawa bantuan bantal dan mie instan, Kamis (29/1/2026). (Foto: Artanti)

Dalam kesempatan itu, KUA Karanganyar menyerahkan bantuan berupa lima dus mi instan dan 30 buah bantal untuk para pengungsi, serta makanan ringan berupa dimsum bagi relawan yang bertugas di Posko Layanan Keagamaan Kemenag Purbalingga. Bantuan ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap kebutuhan dasar para korban dan relawan di lapangan. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGANYAR 

Banjir bandang dan longsor diketahui terjadi pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari, 23–24 Januari 2026, sekitar pukul 22.00–03.00 WIB, akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur kawasan lereng Gunung Slamet. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga, dampak kerusakan cukup signifikan di sejumlah wilayah.

Di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, tercatat 78 rumah terdampak luapan banjir, tujuh rumah hanyut, serta tiga rumah mengalami kerusakan berat. Selain itu, puluhan hewan ternak dilaporkan hanyut dan mati, dua jembatan terputus, serta tujuh sepeda motor dan dua mobil hilang terbawa arus.

Sementara itu, di Kecamatan Karangreja, tepatnya di Dusun Bambangan, Desa Kutabawa, sebanyak 29 rumah mengalami kerusakan ringan, sekitar 60 hektare lahan pertanian gagal panen, dan sekitar 1.000 sak pupuk beserta alat pertanian hilang. 

Tiga sepeda motor hanyut, akses jalan kabupaten tertutup material longsor sepanjang kurang lebih 12 meter, dan jembatan penghubung Kutabawa–Clekatakan dilaporkan ambruk.

Kerusakan terparah terjadi di Desa Serang, Kecamatan Karangreja. Di Dusun Kaliurip, sebanyak 36 rumah rusak berat akibat tertimbun lumpur, batu, dan kayu, enam rumah rata dengan tanah, serta sekitar 500 jiwa terpaksa mengungsi. 

Di Dusun Gunung Malang, tercatat 12 rumah rusak berat, enam rumah terancam, dua ruas jalan kabupaten terputus, dan dua jembatan mengalami kerusakan.

Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar, Sayono, menyampaikan rasa duka dan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa warga. Ia menegaskan bahwa kehadiran KUA Karanganyar di lokasi bencana merupakan bagian dari ikhtiar kemanusiaan dan pelayanan keagamaan.

“Kami turut prihatin dan berduka atas bencana banjir bandang yang melanda saudara-saudara kita di Sangkanayu dan Serang. Semoga para korban diberi ketabahan dan kekuatan, serta Allah SWT segera mengganti musibah ini dengan kebaikan dan kemudahan,” ungkapnya.

Kontributor: Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar)
Editor: Imam Edi Siswanto

Di Tengah Lumpur dan Duka, Penyuluh Agama Menjadi Pelipur Lara Korban Banjir Desa Serang

PAI KUA Karangreja Ngamali bersama PAI dari KUA Mrebet, Ngatourrohman saat melaksanakan kegiatan trauma healing bagi warga terdampak banjir bandang di Posko Rumah Qur’an Desa Serang, Kamis (29/1/2026) kemarin sore. (Foto: Ngamali)

Purbalingga-Penyuluh Agama Islam KUA Karangreja Ngamali bersama penyuluh dari KUA Mrebet, Ngatourrohman dan wilayah sekitar melaksanakan kegiatan trauma healing bagi warga terdampak banjir bandang di Posko Rumah Qur’an Desa Serang, Kamis (29/1/2026) kemarin sore.

Ngamali dan Ngatourrohman menceritakan bahwa, Posko Rumah Qur’an Desa Serang menjadi saksi hadirnya kehangatan di tengah luka yang belum sepenuhnya sembuh.

“Di lokasi ini, Bukan sekadar kegiatan seremonial, kehadiran para penyuluh menjadi oase penguat jiwa bagi masyarakat yang masih dibayangi trauma dan duka mendalam,” kata Ngatourrohman. 

BACA : 

https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGREJA

https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/MREBET%201 

Dengan pendekatan yang sederhana namun penuh empati, para penyuluh menyapa warga satu per satu, mendengarkan kisah, menguatkan hati, dan menuntun kembali harapan yang sempat goyah. 

Mereka hadir sebagai sahabat, pendengar, sekaligus penguat iman, membuktikan bahwa dakwah bukan hanya lewat mimbar, tetapi juga melalui sentuhan kemanusiaan. 

PAI KUA Mrebet, Ngatourrohman saat melaksanakan kegiatan trauma healing bagi warga terdampak banjir bandang di Posko Rumah Qur’an Desa Serang, Kamis (29/1/2026) kemarin sore. (Foto: Ngamali)


Menurutnya, salah satu kisah yang mengguncang hati datang dari Ibu Tarni, warga Desa Serang. Dengan mata berkaca-kaca, ia menuturkan peristiwa paling pilu dalam hidupnya.

Saat banjir melanda dan dirinya telah berada di pengungsian, kabar duka bahwa, ayah tercintanya, Bapak Wasmudi, meninggal dunia di rumah yang berada tak jauh dari lokasi terdampak. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB, di saat warga lain berjuang menyelamatkan diri.

Di tengah situasi darurat, keluarga Ibu Tarni harus mengurus jenazah almarhum dengan segala keterbatasan. Prosesi pemakaman yang seharusnya berlangsung khidmat berubah menjadi perjuangan berat.

Jalan menuju pemakaman tertutup lumpur banjir, memaksa keluarga dan kerabat mencari jalur alternatif. Jenazah akhirnya dimakamkan secara sederhana sekitar pukul 09.00 WIB, lalu keluarga kembali ke pengungsian, membawa duka yang tak terucap.

“Yang paling menyayat hati, jalan ke pemakaman tidak bisa dilewati karena lumpur banjir. Kami harus memutar mencari jalan lain,” tutur Ibu Tarni lirih, menahan air mata.

Di hadapan kisah pilu tersebut, para Penyuluh Agama Islam hadir memberikan penguatan rohani dan doa. Dengan bahasa yang menenangkan, mereka mengajak warga untuk bersabar, menumbuhkan ketabahan, dan memperkuat tawakal kepada Allah SWT.

Para penyuluh menegaskan bahwa setiap musibah tidak pernah datang tanpa hikmah, dan Allah SWT tidak akan menguji hamba-Nya di luar batas kemampuannya.

Kegiatan trauma healing ini menjadi bukti nyata peran strategis Penyuluh Agama Islam sebagai pendamping umat di masa krisis. Tidak hanya menguatkan iman, tetapi juga membantu memulihkan luka batin masyarakat pascabencana, terutama bagi mereka yang kehilangan orang tercinta di tengah musibah.

Di tengah lumpur yang belum mengering dan duka yang masih terasa, kehadiran para penyuluh menjadi cahaya pengharapan. 

Mereka hadir bukan sekadar sebagai penyampai pesan agama, tetapi sebagai pelipur lara, penopang jiwa, dan pengingat bahwa di balik setiap ujian, selalu ada kasih sayang Allah SWT yang menyertai.

“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan, kesabaran, dan jalan terbaik bagi seluruh masyarakat Desa Serang dan semua pihak yang terdampak musibah,” ucap Ngamali.(*)

Kontributor: Ngamali (PAI KUA Karangreja dan Ngatourrohman (PAI KUA Mrebet)
Editor: Imam Edi Siswanto


Menyiapkan Umat Masa Depan, IPARI Purbalingga Teguhkan Komitmen dalam Raker Kankemenag 2026

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Purbalingga, Zahid Khasani saat di acara Penandatanganan Perjanjian Kinerja dan Rapat Kerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga Tahun 2026 di Aula Andrawina Owabong Purbalingga, Kamis(29/1/2026) kemarin. (Foto: Edi Rudjito)

Purbalingga – Ketua Pengurus Daerah (PD) Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Purbalingga, Khikam Aziz, bersama Sekretaris, Edi Rudjito dan Bendahara IPARI, Sri Mulyati, menghadiri kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kinerja dan Rapat Kerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga Tahun 2026 di Aula Andrawina Owabong Purbalingga, Kamis(29/1/2026) kemarin.

Khikam Aziz menjelaskan, bahwa rapat kerja ini menjadi momentum strategis bagi seluruh jajaran Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga untuk menyatukan visi, memperkuat komitmen, serta menyusun arah kebijakan dan program kerja tahun 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Optimalisasi Kinerja Menuju Layanan Kemenag Berdampak Kolaboratif, Inovatif, dan Menyiapkan Umat Masa Depan.”

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KHIKAM%20AZIZ 

Dalam forum tersebut, dirumuskan sejumlah program kerja prioritas yang berfokus pada peningkatan kualitas layanan keagamaan, pendidikan, serta penguatan nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat. 

Penyusunan program ini diselaraskan dengan Asta Program Prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia, sebagai langkah strategis dalam menyiapkan umat dan generasi masa depan yang beriman, berakhlak, dan berdaya saing.

Ketua PD IPARI Purbalingga,Khikam Aziz saat mengikuti acara Penandatanganan Perjanjian Kinerja dan Rapat Kerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga Tahun 2026 di Aula Andrawina Owabong Purbalingga, Kamis(29/1/2026) kemarin. (Foto: Edi Rudjito)

Kehadiran IPARI dalam kegiatan ini menegaskan posisi strategis penyuluh agama sebagai garda terdepan Kementerian Agama di tengah masyarakat. Penyuluh agama memiliki peran penting sebagai penghubung antara kebijakan Kemenag dengan kebutuhan riil umat di lapangan, melalui kegiatan bimbingan, penyuluhan, pendampingan, dan penguatan nilai-nilai keagamaan serta sosial.

Ketua IPARI Kabupaten Purbalingga, Khikam Aziz, menyampaikan bahwa partisipasi IPARI dalam rapat kerja ini merupakan bentuk komitmen penyuluh agama untuk mendukung penuh program dan kebijakan Kementerian Agama.

Penyuluh agama siap berkontribusi aktif dalam mengimplementasikan program-program prioritas, khususnya dalam penguatan moderasi beragama, pembinaan umat, serta peningkatan kualitas kehidupan keagamaan masyarakat,” ucapnya.

Ia berharap, melalui sinergi yang kuat antara Kankemenag, satuan kerja, dan IPARI, diharapkan seluruh program kerja tahun 2026 dapat berjalan secara kolaboratif, inovatif, dan berdampak nyata.

Penyuluh agama diharapkan terus menjadi agen perubahan yang menghadirkan layanan keagamaan yang ramah, solutif, dan berorientasi pada masa depan umat,”harapnya.(*)

Kontributor: Edi Rudjito
Editor: Imam Edi Siswanto

Kamis, 29 Januari 2026

PAI KUA Kalimanah Perkuat Keluarga Sakinah melalui Bimwin dan Majelis Taklim

PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto saat menyampaikan materi Keluarga Sakinah di Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Desa Penaruban Rutin Sabtu Manis, Sabtu (24/1/2026) lalu. (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Dalam rangka memperkuat ketahanan keluarga sejak dini, Penyuluh Agama Islam terus melakukan berbagai langkah strategis untuk membekali masyarakat, khususnya calon pengantin (catin), dengan pemahaman yang utuh tentang nilai-nilai pernikahan. 

Upaya ini tidak hanya dilaksanakan melalui program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) di KUA, tetapi juga disinergikan dengan kegiatan keagamaan di tengah masyarakat.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/IMAM%20EDI%20SISWANTO 

Salah satu bentuk sinergi tersebut diwujudkan melalui penyampaian materi ketahanan keluarga dan pernikahan dalam kegiatan Majelis Taklim ibu-ibu di wilayah Penaruban. Kegiatan ini berlangsung di dua tempat, yaitu Majelis Taklim ibu-ibu PRA Penaruban yang rutin dilaksanakan setiap Sabtu Manis, serta Majelis Taklim Khairun Nisa Penaruban yang digelar setiap malam Jumat

PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto saat menyampaikan materi Keluarga Sakinah di MT Khairun Nisa Desa Penaruban Rutin Kamis Malam, Kamis(22/1/2026) lalu. (Foto: Imam Edi Siswanto)

Melalui forum ini, para ibu diberikan pemahaman tentang peran strategis keluarga dalam membangun rumah tangga yang harmonis dan mendukung kesiapan generasi muda menuju pernikahan yang berkualitas.

Materi Bimwin yang disampaikan menekankan pentingnya fondasi agama, komunikasi yang sehat, serta kesiapan mental dan spiritual dalam membina rumah tangga. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya keretakan keluarga yang kerap dipicu oleh lemahnya pemahaman keagamaan, kurangnya kesiapan psikologis, serta minimnya bekal ilmu sebelum menikah. Para peserta diajak memahami bahwa pernikahan bukan hanya ikatan emosional, tetapi juga amanah ibadah jangka panjang.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/Kepenyuluhan 

Selain pembinaan mental dan spiritual, Bimwin juga menekankan pentingnya pernikahan yang tertib secara administrasi dan berbasis data yang valid. KUA sebagai institusi pencatat pernikahan berkomitmen menata seluruh dokumen calon pengantin secara rapi, sesuai dengan ketentuan Kementerian Agama. Penataan administrasi ini menjadi langkah awal untuk mewujudkan pernikahan yang sah secara agama dan negara, sekaligus mendukung tata kelola data keagamaan yang lebih baik.

PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto saat menyampaikan materi Bimwin Keluarga Sakinah di KUA Kalimanah, beberapa waktu lalu (Foto: Imam Edi Siswanto)

Dalam penyampaian materi, penyuluh agama juga mengembangkan pendekatan kolaboratif dengan berbagai pihak, termasuk melalui majelis taklim sebagai ruang edukasi yang efektif. Selain isu pernikahan, materi turut menyentuh aspek ketahanan keluarga, ekonomi rumah tangga, dan ketahanan pangan sebagai bagian dari ikhtiar membangun keluarga yang mandiri dan tangguh menghadapi tantangan zaman.

Melalui kegiatan Bimwin dan majelis taklim ini, diharapkan terbangun kesadaran bersama bahwa keluarga sakinah tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses pembelajaran, pembiasaan ibadah, dan kesiapan menjalani peran masing-masing. 

Penyuluh Agama berharap, materi yang disampaikan dapat menjadi bekal bagi para calon pengantin serta keluarga dalam mendampingi generasi muda, sehingga mampu menekan angka perceraian dan melahirkan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, serta berkontribusi positif bagi masyarakat.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

Senin, 26 Januari 2026

PAI KUA Pengadegan Jumanto, Tanamkan Karakter Mulia Sejak Dini di MIN 3 Purbalingga

PAI KUA Pengadegan, Jumanto, saat kegiatan Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Purbalingga, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Selasa (20/1/2026) lalu.  (Foto: Jumanto)

Purbalingga–Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Purbalingga, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, menggelar kegiatan Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada Selasa (20/1/2026) lalu. 

Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Karakter Mulia dengan Mengambil Hikmah Peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW” sebagai upaya menanamkan nilai-nilai keislaman dan akhlak mulia kepada peserta didik sejak usia dini. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/PENGADEGAN

Acara diawali dengan sambutan Kepala Madrasah MIN 3 Purbalingga, dilanjutkan sambutan dari H. Acmadi, S.Ag., M.Pd. Dalam sambutannya, disampaikan pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi peserta didik sebagai generasi penerus bangsa. Isra Mi’raj menjadi momentum reflektif untuk memperkuat karakter disiplin, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap ibadah. 

Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Purbalingga, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Selasa (20/1/2026) lalu.  (Foto: Jumanto)

Kegiatan ini menghadirkan Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Pengadegan
, Jumanto, S.Psi, yang dikenal sebagai pencerita inspiratif  dan akrab disapa Kak Jumbo. 

Dengan gaya penyampaian yang interaktif, komunikatif, dan penuh ekspresi, Kak Jumbo mengisahkan peristiwa Isra Mi’raj secara menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak. 

Suasana semakin hidup dengan adanya sesi tanya jawab serta pembagian hadiah bagi siswa yang mampu menjawab pertanyaan, sehingga menumbuhkan semangat belajar dan keberanian tampil.

Pada sesi penutup, seluruh siswa dan orang tua diajak untuk berdoa bersama dengan membaca Surat Ibrahim ayat 40, sebagai bentuk harapan dan doa agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang istiqamah dalam menjalankan ibadah salat.

رَبِّ اجْعَÙ„ْÙ†ِÙŠ Ù…ُÙ‚ِيمَ الصَّÙ„َاةِ ÙˆَÙ…ِÙ†ْ ذُرِّÙŠَّتِÙŠ ۚ رَبَّÙ†َا ÙˆَتَÙ‚َبَّÙ„ْ دُعَاءِ

Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doa kami.”

Kegiatan Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW
 yang ikuti oleh siswa RA Diponegoro dan siswa MIN 3 Purbalingga, dewan guru, serta wali siswa RA Diponegoro ini, semakin semarak dengan penampilan bakat siswa MIN 3 Purbalingga yang menampilkan kreativitas dan potensi mereka di hadapan para hadirin.  ini berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh antusiasme. 

Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai disiplin, cinta kasih, serta kemandirian dapat tertanam dalam kehidupan sehari-hari peserta didik, baik di lingkungan madrasah maupun di tengah keluarga dan masyarakat.(*) 

Kontributor: Jumanto (PAI KUA Pengadegan)
Editor : Imam Edi Siswanto



Selamat dari Musibah, Penyuluh Agama Karangreja Dampingi Korban Banjir Desa Serang

PAI KUA Karangreja, Saryono bersama Kiswoyo (Tengah) saat menceritakan detik-detik dirinya selamat dari bencana banjir setelah tertahan di dinding musholla, Minggu, (25/1/6/2026) (Foto: Saryono)
Purbalingga-Banjir yang terjadi di wilayah Kecamatan Karangreja pada Sabtu, 
24 Januari 2026 dini hari sekitar pukul 02.00 WIB mengakibatkan sejumlah warga terdampak akibat luapan sungai setelah hujan dengan intensitas tinggi.

Dalam peristiwa tersebut, seorang warga atas nama Kiswoyo, warga RT 05 RW 01 Desa Serang Kecamatan Karangreja, berhasil selamat setelah tubuhnya tertahan di dinding musholla pinggir sungai saat terseret arus banjir.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGREJA 

Berdasarkan keterangan korban, arus banjir dipicu dari hujan deras berkepanjangan sehingga membawa material lumpur dan kayu. Korban terseret arus hingga terbawa ke sekitar musholla yang berada tepat di pinggir sungai. 

Tubuh korban tertahan oleh dinding musholla sehingga tidak hanyut lebih jauh. Setelah berhasil dievakuasi oleh warga sekitar, korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis akibat mengalami luka-luka dan dinyatakan dalam kondisi selamat.

Kondisi Musholla Al Mu'minun Desa Serang, Karangreja, Purbalingga saat dibersihkan dari material banjir dan tetap berdiri kokoh pasca diterjang banjir, Ahad (25/1/2025). (Foto: Istimewa)

Peristiwa tersebut disampaikan langsung oleh korban kepada Saryono, Penyuluh Agama KUA Kecamatan Karangreja, di sela-sela kegiatan penyambangan korban banjir serta pendataan lembaga keagamaan yang terdampak banjir di wilayah tersebut. 

"Saat memberikan keterangan, korban menceritakan peristiwa tersebut sambil meneteskan air mata, karena masih teringat jelas kejadian yang dialaminya," katanya.

Adapun musholla Al Mu’minun yang berada di pinggir sungai tidak mengalami kerusakan struktural, namun terdampak genangan lumpur akibat luapan air sungai. Pembersihan musholla sedang dilakukan secara gotong royong oleh warga setempat bekerja sama dengan TNI, Polri dan BPBD serta para relawan.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya bagi masyarakat yang bermukim di wilayah dataran tinggi dan berada dibantaran sungai.

KUA Kecamatan Karangreja mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, menjaga kebersihan lingkungan, serta memperkuat solidaritas sosial dan spiritual dalam menghadapi potensi bencana alam.

Kontributor : Saryono (PAI KUA Karangreja)
Editor : Imam Edi Siswanto

KUA Kalimanah Bimbing 5 Pasangan Calon Pengantin, Berikut Ringkasan Materinya

Para Catin Foto bersama dengan Kepala KUA, Penghulu Muda dan PAI usai acara  Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri bagi Calon Pengantin (Ca...