Senin, 19 Januari 2026

Penyuluh Agama KUA Karangreja Tekankan Pentingnya Sholat Lima Waktu pada Siswa MTs Ma’arif NU Gondang

PAI KUA Karangreja, Ngamali, S.H., saat menyampaikan pesan keagamaan dalam peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar di MTs Ma’arif NU Gondang, Jumat (16/1/2026) lalu.(Foto: Ngamali)

Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Karangreja, Ngamali, S.H., menyampaikan pesan keagamaan dalam peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar di MTs Ma’arif NU Gondang, Jumat (16/1/2026) lalu. 

Dalam tausiyahnya, ia menegaskan bahwa peristiwa agung Isra Mi’raj bukan sekadar perjalanan spiritual Rasulullah SAW, tetapi membawa amanah besar bagi umat Islam, yakni perintah sholat lima waktu.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGREJA 

Ngamali menjelaskan bahwa sholat merupakan ibadah pertama yang diwajibkan oleh Allah SWT dan kelak menjadi amalan pertama yang akan dihisab. 

"Karena itu, mari jadikan sholat sebagai pondasi utama dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dengan membiasakan sholat lima waktu tepat waktu," ajaknya.

Menurutnya, kedisiplinan dalam menunaikan sholat mencerminkan ketaatan seorang muslim. Lebih dari itu, sholat juga melatih fokus, tanggung jawab, kemandirian, serta membentuk akhlak yang baik. Siswa yang terbiasa menjaga sholat diyakini akan lebih tertib dalam hidup, memiliki hati yang tenang, pikiran yang jernih, dan terhindar dari berbagai perbuatan negatif.

Ia menambahkan bahwa sholat memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Dengan sholat, para siswa diharapkan mampu menjaga diri, menghormati orang tua dan guru, serta tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia.

Mengakhiri pesannya, Ngamali berharap momentum peringatan Isra Mi’raj ini dapat menjadi pengingat bagi seluruh siswa MTs Ma’arif NU Gondang untuk terus memperbaiki kualitas ibadah, khususnya dalam menjaga sholat lima waktu, agar memperoleh keberkahan ilmu dan kelak menjadi generasi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.(*)

Kontributor: Ngamali (PAI KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto

Kamis, 15 Januari 2026

Dakwah Digital, Penyuluh Agama Islam Hadirkan Lagu Pop Religius sebagai Media Pesan Keagamaan

 

Tangkapan layar konten Youtube IES Music Religion

Purbalingga-Musik tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga menjadi media dakwah dan refleksi spiritual yang efektif. Hal ini tampak jelas dalam konten pop religius yang disajikan melalui kanal YouTube IES Religion Music (https://www.youtube.com/@IES_Music), yang memuat 12 lagu bernuansa keagamaan dan moral, menggabungkan kekuatan lirik religius dengan balutan musik pop yang mudah diterima oleh berbagai kalangan. 

Kolaborasi Dakwah dan Teknologi
Menariknya, lirik-lirik lagu dalam konten pop religius ini ditulis oleh Imam Edi Siswanto Penyuluh Agama Islam KUA Kalimanah Kabupaten Purbalingga, sementara aransemen dan musiknya dihasilkan melalui pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI). 

LIHAT VIDEO: https://www.youtube.com/watch?v=2L6bmZhIPms&t=1166s

Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa dakwah Islam dapat berjalan seiring dengan perkembangan teknologi modern tanpa meninggalkan substansi nilai-nilai keagamaan. 

Pemanfaatan AI dalam penciptaan musik menunjukkan bahwa teknologi dapat digunakan secara positif dan produktif sebagai sarana menyampaikan pesan kebaikan. Dengan pendekatan ini, dakwah tidak hanya disampaikan melalui mimbar dan majelis taklim, tetapi juga melalui media seni musik dan lagu yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat masa kini. 

BACA:  https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/IMAM%20EDI%20SISWANTO

Musik Pop Religius: Jembatan Iman dan Kehidupan Modern
Pop religius hadir sebagai bentuk adaptasi nilai-nilai ajaran agama ke dalam bahasa seni yang populer. Aransemen musik yang ringan, melodis, dan emosional membuat pesan dakwah terasa lebih lembut dan tidak menggurui.

Pendekatan ini memungkinkan pesan keagamaan menjangkau berbagai lapisan masyarakat, mulai dari generasi muda hingga orang tua. Melalui musik, nilai-nilai keimanan dan moral dapat disampaikan secara menyentuh, membangkitkan kesadaran batin, serta mendorong pendengar untuk melakukan refleksi diri. 

Ragam Tema Keagamaan dan Moral dalam 12 Lagu
Dua belas lagu yang disajikan dalam konten ini mengangkat tema-tema pokok keagamaan dan moral, antara lain:

1. Ayah Bundaku (kecintaan dan penghormatan kepada kedua orang tua)
2. Belajarlah Anakku (pesan kepada anak-anak, remaja, dan pemuda agar terus belajar)
3. Jadilah Salehah (harapan seorang suami agar istrinya menjadi wanita salehah)
4. Jadilah Saleh Suamiku (harapan seorang istri agar suaminya menjadi pribadi yang saleh)
5. Bersyukur (hidup bermakna dan tenang dengan sikap syukur)
6. Membaca Al-Qur’an (Al-Qur’an sebagai kebutuhan hidup seorang Muslim)
7. Shalatku Pada-Mu (menegakkan kewajiban utama dalam agama)
8. Ampunilah Dosaku (Istighfar) (permohonan ampun demi kebahagiaan dunia dan akhirat)
9. Ikhlas di Setiap Langkah (menjadi pribadi tawadhu, istiqamah, dan pandai bersyukur)
10. Sabar Jadi Penolong (kesabaran sebagai penjaga dan penolong hidup)
11. Bahagia Itu Bersyukur (kebahagiaan yang sederhana melalui rasa syukur)
12. Rindu Haji (kerinduan dan doa umat Islam untuk menunaikan ibadah haji)

Lirik-liriknya disusun dengan bahasa sederhana namun menyentuh, sehingga mudah dipahami dan mampu menggugah perasaan pendengar. 

Dakwah yang Inklusif untuk Semua Kalangan
Melalui pendekatan seni musik pop religius, pesan dakwah dalam konten ini bersifat inklusif dan universal. Lagu-lagu tersebut dapat dinikmati oleh siapa saja tanpa batas usia dan latar belakang, baik sebagai hiburan bernilai edukatif, media refleksi diri, maupun pengiring aktivitas ibadah dan keseharian.

Kehadiran konten ini juga menegaskan peran strategis Penyuluh Agama Islam dalam merespons tantangan zaman dengan menghadirkan dakwah yang kreatif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan teknologi.

Konten pop religius berisi 12 lagu tentang pesan keagamaan dan moral ini menjadi contoh nyata bagaimana dakwah dapat dikemas secara kreatif melalui kolaborasi antara nilai keagamaan, seni musik, dan teknologi Artificial Intelligence. Inisiatif ini tidak hanya memperluas jangkauan dakwah, tetapi juga menghadirkan wajah dakwah yang ramah, modern, dan membumi.

Melalui seni musik dan lagu, pesan keimanan dan moral diharapkan dapat lebih mudah diterima, direnungkan, dan diamalkan oleh masyarakat luas dalam kehidupan sehari-hari.(*) 

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

Kankemenag Purbalingga Monitoring Penerima Program Benah Rumah dalam Rangka HAB ke-80

Kasubbag Tata Usaha Kankemenag Kabupaten Purbalingga, Sudiono (sedang menunjuk), didampingi beserta rombongan saat monitoring penerima bantuan Kementerian Berdampak Program Benah Rumah di kediaman Setyo Firnanda, Guru TPQ Al Barokah, warga RT 03 RW 06 Desa Tlahab Kidul, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Rabu (14/01/2025).(Foto: Saryono)

Purbalingga-Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Purbalingga melaksanakan kegiatan monitoring penerima Bantuan Kementerian Berdampak Program Benah Rumah di kediaman Setyo Firnanda, Guru TPQ Al Barokah, warga RT 03 RW 06 Desa Tlahab Kidul, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Rabu (14/01/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan tepat sasaran, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi penerima bantuan. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGANYAR

Kegiatan monitoring dipimpin oleh Kasubbag Tata Usaha Kankemenag Kabupaten Purbalingga, Sudiono, didampingi Kasi Bimas Islam, Moh. Nur Hidayat, Kasi Pendidikan Agama Islam (PAIS), 
Didik Wirawan Gara Zakat dan Wakaf (Zawa), Honiah Mujiati, Ketua PD IPARI Kabupaten Purbalingga, Khikam Aziz serta Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Karangreja, Saryono 

Ketua PD IPARI Purbalingga, Khikam Aziz (mengenakan rompi) saat menidampingi rombongan pada monitoring penerima bantuan Kementerian Berdampak Program Benah Rumah di kediaman Setyo Firnanda, Guru TPQ Al Barokah, warga RT 03 RW 06 Desa Tlahab Kidul, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Rabu (14/01/2025).(Foto: Saryono)

Tim melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi rumah penerima bantuan, mengecek hasil perbaikan, serta berdialog dengan penerima manfaat untuk mengetahui dampak Program Benah Rumah secara langsung.

Kasubbag TU Kankemenag Kabupaten Purbalingga, Sudiono, menyampaikan bahwa Program Benah Rumah merupakan bentuk nyata kepedulian Kementerian Agama kepada para pendidik keagamaan.

“Program Benah Rumah ini merupakan wujud kehadiran negara melalui Kementerian Agama dalam memberikan perhatian kepada para guru ngaji dan pendidik keagamaan. Melalui momentum HAB ke-80, kami memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh penerima,” kata Sudiono.

Ia menambahkan bahwa kegiatan monitoring menjadi bagian penting dalam menjaga akuntabilitas serta keberlanjutan program agar pelaksanaannya sesuai dengan tujuan.

Sementara itu, Setyo Firnanda, selaku penerima manfaat, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Kementerian Agama.

“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan dari Kementerian Agama. Program Benah Rumah ini sangat membantu kami dalam memperbaiki kondisi rumah sehingga lebih layak dan nyaman. Bantuan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengabdi sebagai guru TPQ di tengah masyarakat,” ucapnya.

Melalui kegiatan monitoring ini, Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program yang berdampak, tepat sasaran, dan berorientasi pada pelayanan umat, sejalan dengan semangat HAB ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia.

Kontributor : Saryono (PAI KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto

Selasa, 13 Januari 2026

Penyuluh Agama Islam KUA Kutasari Berikan Penyuluhan Penguatan Baca Tulis Al-Quran di MI Maarif Karangreja

PAI KUA Kutasari, Khayat sedang memberikan Penyuluhan BTAQ di depan Siswa-siswi MI Maarif Karangreja, Senin (12/1/2026) (Foto: Irsad)

Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kutasari, Khayat dan Irsad, memberikan penyuluhan penguatan Baca Tulis Al-Quran (BTAQ) kepada siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Maarif Karangreja pada Senin (12/1/2026) kemarin. Program penguatan BTAQ ini adalah program berkelanjutan di tahun 2026.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KUTASARI 

Puluhan siswa tampak antusias menyimak materi yang  mencakup pengucapan huruf hijaiyah, tajwid dasar, dan bacaan Al-Quran sederhana. Mereka juga mengetes kemampuan siswa melalui latihan membaca dan mengenal huruf hijaiyah secara interaktif.

"Penyuluhan BTAQ ini bertujuan membekali anak-anak dengan kemampuan membaca Al-Quran yang benar, sebagai fondasi takmirul amal dan ibadah sehari-hari," kata Khayat usai kegiatan.

Keduanya berharap, para siswa aktif bertanya dan berlatih, menunjukkan semangat tinggi. Kegiatan ini diharapkan memperkuat program BTAQ di MI Maarif Karangreja ke depannya.(*)

Kontributor: Khayat
Editor: Imam Edi Siswanto

Senin, 12 Januari 2026

Hukum Menikah Dengan Satu Buyut dalam Islam

Hukum Menikah Dengan Satu Buyut
Oleh: Siti Suwarti, S.Ag (PAIF KUA Purbalingga Kankemenag Kabupaten Purbalingga)
Editor: Imam Edi Siswanto

Dalam Islam, menikahi kerabat yang memiliki satu buyut dari ibu kandung hukumnya boleh (halal), karena tidak termasuk dalam kategori mahram yang diharamkan secara nasab. Larangan pernikahan dalam Islam hanya mencakup garis keturunan dekat, seperti ibu, nenek, anak, cucu, saudara kandung, bibi, dan keponakan, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an. Adapun kerabat jauh, seperti sepupu jauh atau hubungan yang lebih renggang dari sepupu, tidak termasuk mahram.

Sepupu (anak dari saudara kandung ayah atau ibu) sendiri termasuk kategori yang halal dinikahi, selama tidak terdapat sebab pengharaman lain, seperti hubungan persusuan (radha’ah) atau hubungan pernikahan tertentu (mushoharah). 

Dasar Hukum dalam Islam
Larangan mahram secara tegas disebutkan dalam QS. An-Nisa’ ayat 23, yang melarang pernikahan dengan ibu, anak perempuan, saudara perempuan, bibi (saudara ayah atau ibu), keponakan perempuan, serta garis keturunan langsung ke atas dan ke bawah.

Dalam fiqih Islam, kategori mahram muabbad meliputi ibu kandung, nenek, buyut ke atas, anak, cucu, cicit ke bawah, saudara kandung atau tiri, bibi dari pihak ayah atau ibu, serta keponakan perempuan. Di luar kategori tersebut, hukum asal pernikahan adalah boleh. 

Tentang “Satu Buyut dari Ibu”
Yang dimaksud dengan “satu buyut dari ibu” adalah dua orang yang memiliki kakek atau nenek buyut yang sama dari jalur ibu. Hubungan kekerabatan ini tergolong kerabat jauh dan tidak termasuk mahram permanen, sehingga tidak dilarang untuk menikah secara syariat. 

Contoh dalam Sejarah Islam
Dalam sejarah Islam, Ali bin Abi Thalib menikahi Fatimah binti Rasulullah SAW. Ali sendiri adalah sepupu Nabi Muhammad SAW (anak Abu Thalib). Contoh ini menunjukkan bahwa pernikahan dengan kerabat yang bukan mahram nasab diperbolehkan dalam Islam. 

Kesimpulan
Dengan demikian, menikahi kerabat yang memiliki satu buyut dari ibu kandung hukumnya boleh (halal) menurut syariat Islam, karena tidak termasuk mahram nasab sebagaimana yang diharamkan dalam QS. An-Nisa’ ayat 23. Selama tidak terdapat sebab pengharaman lain seperti persusuan (radha’ah) atau hubungan pernikahan tertentu (mushoharah), maka pernikahan tersebut sah menurut Islam.

Untuk mendapatkan informasi dan konsultasi seputar pernikahan lebih lanjut pembaca setia IPARI bisa menghubungi Penyuluh Agama Islam KUA Kota Purbalingga atau Penyuluh Agama Islam di KUA terdekat pada jam kerja Senin - Jumat.(*)

Sabtu, 10 Januari 2026

Penyuluh Agama Turut Mendukung Deklarasi Damai dalam Jalan Sehat Kerukunan Umat Beragama HAB ke-80 Kemenag di Purbalingga

Panggung Jalan Sehat Kerukunan Umat Beragama yang diselenggarakan dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Sabtu (10/1/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)
Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) Kabupaten Purbalingga turut ambil bagian dalam kegiatan Jalan Sehat Kerukunan Umat Beragama yang diselenggarakan dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Sabtu (10/1/2026).

Kehadiran para Penyuluh Agama Islam dalam kegiatan Jalan Sehat tersebut menjadi wujud nyata dukungan terhadap Deklarasi Damai Lintas Agama, sekaligus bentuk komitmen bersama dalam memperkuat kerukunan, toleransi, dan moderasi beragama di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Purbalingga.

BACA:  https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/IMAM%20EDI%20SISWANTO

Deklarasi damai dipimpin oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Purbalingga, KH. Nurkholis Masrur, dan dilanjutkan dengan penandatanganan Deklarasi Damai Lintas Agama oleh para tokoh agama Kabupaten Purbalingga.

Peserta Jalan Sehat Kerukunan Umat Beragama yang diselenggarakan dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Sabtu (10/1/2026). (Foto: Istimewa)

Melalui momentum tersebut, Penyuluh Agama Islam menunjukan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam menjaga kerukunan umat beragama, menumbuhkan sikap toleransi, serta menolak segala bentuk ujaran kebencian, radikalisme, dan tindakan yang dapat mengganggu harmoni kehidupan beragama.

Jalan Sehat Kerukunan Umat Beragama ini diikuti oleh Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, keluarga besar Kemenag Purbalingga, para penyuluh agama, serta masyarakat umum. Kegiatan menempuh rute start dan finish di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga.

Kepala Kankemenag Purbalingga, Zahid Khasani, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan jalan sehat ini tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas olahraga, tetapi juga sebagai simbol kebersamaan, persaudaraan, dan komitmen bersama dalam menjaga kerukunan umat beragama. 

Jalan Sehat Kerukunan Umat Beragama yang diselenggarakan dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Sabtu (10/1/2026). (Foto: Wahyu)

Kegiatan jalan sehat yang secara resmi dilepas oleh Wakil Bupati Purbalingga tersebut semakin semarak dengan penyediaan ratusan doorprize menarik, termasuk hadiah utama berupa satu unit sepeda motor.

Selain jalan sehat, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sosialisasi Gerakan Sadar Nikah (GAS NIKAH) yang didukung oleh para Penyuluh Agama Islam, serta kampanye sukses ekoteologi melalui pembagian bibit pohon kepada peserta sebagai wujud kepedulian terhadap ketahanan keluarga dan kelestarian lingkungan. (*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto

Jumat, 09 Januari 2026

Penyuluh Agama KUA Karangreja Tekankan Makna Husnul Khatimah bagi Siswa Kelas IX MTs NU Gondang

PAI KUA Karangreja, Ngamali  menyampaikan pesan motivatif kepada para peserta didik, khususnya siswa kelas IX Madrasah Tsanawiyah NU Gondang, Jumat (9/1/2026) (Foto: Ngamali

Purbalingga-Dalam kegiatan Himtaq Annahdliyah, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Karangreja, Ngamali, S.H., menyampaikan pesan motivatif kepada para peserta didik, khususnya siswa kelas IX Madrasah Tsanawiyah NU Gondang, Jumat (9/1/2026).

Hal tersebut disampaikan terkait pentingnya meraih husnul khatimah tidak hanya di akhir kehidupan, tetapi juga di akhir tahun pembelajaran.

Menurutnya, husnul khatimah dalam konteks pendidikan dapat dimaknai sebagai keberhasilan menutup proses belajar dengan hasil yang baik, sikap yang terpuji, serta kesiapan mental dan spiritual dalam menghadapi ujian dan jenjang pendidikan selanjutnya. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/Ngamali 

Meluruskan Niat sebagai Fondasi Belajar
Ngamali menegaskan bahwa langkah awal yang harus dilakukan oleh setiap siswa adalah meluruskan niat. 

Setiap hari, sebelum memulai aktivitas belajar, siswa diajak untuk menanamkan niat bahwa belajar dilakukan karena Allah SWT, agar menjadi pribadi yang baik, bermanfaat, serta meraih kesuksesan di dunia dan akhirat. .

Dengan niat yang benar, hati menjadi tenang, proses belajar terasa sebagai ibadah, dan hasilnya diharapkan lebih berkah. 

Konsistensi Ibadah sebagai Penopang Keberkahan
Selain niat, konsistensi dalam menjalankan ibadah pokok juga menjadi kunci penting. Disiplin dalam melaksanakan shalat lima waktu tepat waktu, membiasakan membaca Al-Qur’an selama 10–15 menit setiap hari, serta melakukan dzikir pagi dan petang secara ringan diyakini mampu menjaga fokus, ketenangan hati, dan kesiapan mental siswa sebelum belajar. 

Metode Belajar Islami
Dalam penyampaiannya, Ngamali juga menguraikan beberapa metode belajar Islami yang dapat diterapkan siswa, antara lain:

  • Muraja’ah, yaitu mengulang kembali pelajaran secara berkala agar materi lebih melekat.
  • Tadabbur, yakni tidak hanya menghafal, tetapi berusaha memahami pelajaran dengan baik.
  • Tafaqquh, mendalami pelajaran dengan bertanya kepada guru, berdiskusi dengan teman, dan tidak malu mencari penjelasan ketika belum memahami materi.

Ia menekankan pentingnya mengutamakan adab sebelum ilmu, karena adab yang baik akan membuka pintu kemudahan dalam meraih ilmu.
Cara Islami Mengundang Keberhasilan

Untuk mengundang keberhasilan dalam belajar dan menghadapi ujian, siswa juga diingatkan agar menjauhi hal-hal yang dapat menghambat keberkahan, menjaga sikap hormat kepada guru, memperhatikan kesehatan, serta menenangkan hati dengan dzikir. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGREJA

Selain itu, memperbanyak doa menjelang ujian menjadi ikhtiar spiritual yang tidak boleh diabaikan. Beberapa doa yang dianjurkan antara lain doa memohon tambahan ilmu, doa sebelum belajar, serta doa ketika mengalami kesulitan dalam menghafal pelajaran.

Melalui kegiatan Himtaq Annahdliyah ini, Penyuluh Agama Islam KUA Karangreja berharap para siswa tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki kekuatan mental dan spiritual. 

Dengan niat yang lurus, ibadah yang konsisten, adab yang baik, serta doa yang terus dipanjatkan, diharapkan siswa kelas IX MTs NU Gondang mampu menutup masa belajarnya dengan hasil terbaik dan meraih husnul khatimah dalam pendidikan.

Kontributor: Saryono (PAI KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto
 

Minggu, 04 Januari 2026

KUA Karanganyar Raih Penghargaan Pelopor Program Ekoteologi

Kepala KUA Karanganyar, Amin Nasirudin bersama ASN KUA Karanganyar usai mendapatkan penghargaan sebagai KUA pelopor Program Ekoteologi Periode Oktober–Desember 2025. pada HAB ke 80 Kementerian Agama di MI Negeri 1 Purbalingga, Sabtu (3/1/2026). (Foto: Tarom).

Purbalingga-Komitmen Kantor Urusan Agama (KUA) Karanganyar dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang inovatif dan berdampak kembali membuahkan hasil. Bertepatan dengan peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI, Sabtu (3/1/2026), KUA Karanganyar kembali menerima penghargaan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga.

Pada momen tersebut, KUA Karanganyar dinobatkan sebagai KUA Pelopor Program Ekoteologi Periode Oktober–Desember 2025. Penghargaan diserahkan seusai Upacara HAB Kemenag di Lapangan MI Negeri 1 Purbalingga dan disaksikan oleh jajaran Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga serta tamu undangan.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGANYAR

Penghargaan ini diberikan atas inovasi KUA Karanganyar melalui dua program unggulan, yaitu Jumat Berakar (Jumat Berkah KUA Karanganyar) dan BERLIAN (Bersih Lingkungan Asri dan Nyaman). Kedua program tersebut merupakan dukungan nyata terhadap Asta Program Prioritas Kementerian Agama RI, khususnya penguatan ekoteologi, sekaligus sejalan dengan program Kemenag ASRI yang dicanangkan Kemenag Purbalingga.

Flyer ucapan selamat atas prestasi KUA Karanganyar sebagai 
Pelopor Program Ekoteologi Periode Oktober–Desember 2025. (Design by Tanti).

“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan pelayanan KUA yang tidak hanya tertib administrasi, tetapi juga memberi nilai keberkahan dan manfaat jangka panjang. Ekoteologi mengajarkan bahwa menjaga alam adalah bagian dari ibadah,” kata Kepala KUA Karanganyar, Amin Nasirudin.

Prestasi ini semakin menguatkan konsistensi KUA Karanganyar, setelah sebelumnya juga meraih penghargaan sebagai KUA Pelopor Layanan Prima Periode Juli–September 2025. Melalui momentum HAB ke-80, KUA Karanganyar meneguhkan komitmen untuk terus memperkuat sinergi antara pelayanan keagamaan, kepedulian lingkungan, dan nilai kemanusiaan demi menghadirkan KUA yang profesional dan berdampak bagi masyarakat.(*)

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar)
Editor: Imam Edi Siswanto

Sabtu, 03 Januari 2026

HAB ke-80 Kemenag, Kankemenag Purbalingga Ajak ASN Perkuat Kerukunan dan Literasi AI

Suasana Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2026 di Lapangan MIN 1 Purbalingga, Jalan Raya Picung–Krangean, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga, Sabtu (3/1/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto). 

Purbalingga-Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2026 pada Sabtu (3/1/2026), di Lapangan MIN 1 Purbalingga, Jalan Raya Picung–Krangean, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga. 

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, H. Zahid Hasani, selaku pembina upacara. Dalam amanatnya, H. Zahid Hasani membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A pada Peringatan Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama RI.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/IMAM%20EDI%20SISWANTO 

Dalam sambutan tersebut, Menteri Agama menegaskan bahwa tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju” mengandung pesan bahwa kerukunan bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan energi kebangsaan yang produktif. Kerukunan harus dimaknai sebagai sinergi aktif yang merajut perbedaan menjadi kekuatan kolaboratif bagi kemajuan bangsa. 

Dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI), Kementerian Agama memiliki peran strategis untuk memastikan teknologi tidak hampa nilai, tetapi diisi dengan ajaran agama yang moderat, humanis, dan mencerahkan, sehingga agama dan teknologi bersama-sama menjadi sumber solusi dan pemersatu bangsa.

Menteri Agama juga menegaskan bahwa peringatan Hari Amal Bakti merupakan momentum refleksi atas peran dan kontribusi Kementerian Agama dalam melayani umat, menjaga kerukunan, serta memperkuat moderasi beragama di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk. 

Seluruh aparatur Kementerian Agama diharapkan terus meningkatkan profesionalisme, integritas, serta kualitas pelayanan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Upacara diikuti oleh jajaran pegawai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, para tenaga pendidik dan kependidikan serta Penyuluh Agama  Turut hadir Ketua dan Sekretaris Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Purbalingga, Khikam Aziz dan Edi Rudjito, beserta jajarannya.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

Penyuluh Agama KUA Karangreja Awali Tahun 2026 dengan Pendampingan Sosial dan Keagamaan

PAI KUA Karangreja, Saryono saat menyerahkan kuitansi dana kemanusiaan dari Baznas kepada Bendahara Masjid An Nas Desa Siwarak, Suhudiyanto, Jumat (2/1/2026).(Foto: Saryono)

Purbalingga-Mengawali tahun 2026, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Karangreja, Saryono aktif mendampingi berbagai kegiatan sosial dan keagamaan di wilayah setempat, Jumat (2/1/2026).

Kegiatan tersebut meliputi pendampingan penyaluran bantuan kemanusiaan, penyuluhan majelis taklim, serta koordinasi persiapan peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama dan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan diawali dengan pengantaran kuitansi dan rekapitulasi hasil infak kemanusiaan dari donasi masyarakat yang telah disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Purbalingga. 

PAI KUA Karangreja, Saryono saat ikut menghadiri rapat persiapan Harlah NU dan Isra' Mi'raj MWC NU Karangreja dan Banomo, Jumat (2/1/2026).(Foto: Saryono)

Pendampingan ini melibatkan seluruh penyuluh agama KUA Kecamatan Karangreja, perangkat desa, serta takmir masjid di sejumlah desa, antara lain Desa Siwarak, Karangreja, Tlahab Lor, Tlahab Kidul, Kutabawa, Serang, dan Gondang.

“Kami ingin memastikan setiap sumbangan dari masyarakat benar-benar sampai kepada yang membutuhkan. Keterlibatan banyak pihak dari berbagai desa menunjukkan bahwa kepedulian sosial bukan tanggung jawab satu orang, melainkan tanggung jawab kita bersama sebagai komunitas,” ucapnya. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGREJA

Selain pendampingan sosial, kegiatan keagamaan juga dilaksanakan melalui penyuluhan Majelis Ta’lim Roudlotul Jannah di Desa Siwarak, bertempat di rumah salah satu warga. Mengangkat tema Empat Golongan yang Dirindukan Surga, penyuluhan ini bertujuan memperdalam pemahaman keagamaan serta memperkuat ukhuwah antarjamaah melalui diskusi dan pembelajaran spiritual yang interaktif.

Salah satu jamaah, Eka Wiyati, mengaku kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi dirinya dan jamaah lainnya. 

PAI KUA Karangreja, Ngamali dan Shoa Nailin Na'im saat sedang memberikan penyuluhan di Majelis Taklim Roudlotul Jannah Desa Siwarak,  Jumat (2/1/2026).(Foto: Saryono)

“Penyuluhan ini membantu kami memahami nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Kami jadi lebih termotivasi untuk meningkatkan ibadah dan kebersamaan di lingkungan,” akunya.

Penyuluh agama turut menghadiri rapat persiapan Harlah NU ke-103 dan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H di Gedung MWC NU Karangreja, yang membahas koordinasi dan persiapan teknis kegiatan pada 5 Januari 2026.

“Kegiatan ini bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat ukhuwah, menumbuhkan kepedulian sosial, dan menguatkan nilai-nilai keagamaan di masyarakat. Semua pihak perlu bekerja bersama agar program berjalan lancar dan memberi manfaat luas,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan awal tahun ini mencerminkan komitmen KUA Kecamatan Karangreja dalam membina masyarakat secara holistik, mencakup aspek spiritual, sosial, dan kemanusiaan. Peran penyuluh agama diharapkan terus menjadi penghubung antara masyarakat, lembaga sosial, dan organisasi keagamaan.

“Semoga tahun ini menjadi awal yang baik untuk memperkuat iman, meningkatkan kepedulian sosial, dan membangun lingkungan yang harmonis. Bersama-sama kita bisa mewujudkan masyarakat yang religius, peduli, dan toleran,” harapnya.(*)

Kontributor: Saryono (PAI KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto
 


Jumat, 02 Januari 2026

Tahun Baru sebagai Momentum Muhasabah dan Peningkatan Iman

Tahun Baru sebagai Momentum Muhasabah dan Peningkatan Iman
Oleh Siti Suwarti (PAIF Kankemenag Purbalingga KUA Purbalingga)
Editor: Imam Edi Siswanto


Bagi umat Islam, Tahun Baru Masehi dapat dimaknai sebagai momentum introspeksi diri, mengevaluasi perjalanan spiritual, memperbaiki kekurangan, serta menata langkah menuju kehidupan yang lebih baik dan bermakna. Momentum ini bukan sekadar pergantian waktu, melainkan kesempatan memperkuat hubungan dengan Allah SWT. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/Siti%20Suwarti

Pertama, bersyukur. Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa mensyukuri nikmat Allah. Tahun baru menjadi saat yang tepat untuk merenungi segala karunia yang telah diterima dan mengekspresikannya melalui sikap positif, kepedulian sosial, serta peningkatan ibadah. Dengan memadukan nilai syukur dan tradisi pergantian tahun, umat Islam dapat menjalani hidup dengan kesadaran spiritual yang lebih mendalam.

Kedua, bertaubat. Pergantian tahun adalah waktu yang tepat untuk kembali kepada Allah dengan hati yang bersih. Taubat menjadi bentuk refleksi atas kesalahan masa lalu sekaligus tekad memperbaiki diri di masa depan. Doa, munajat, dan permohonan ampunan menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah serta memohon kekuatan dalam menjalani kehidupan yang lebih baik.

Ketiga, renungan spiritual dan peningkatan amal. Islam mendorong umatnya untuk terus melakukan muhasabah, menetapkan tujuan hidup yang selaras dengan nilai-nilai keimanan, serta meningkatkan amal seperti zakat, infak, dan sedekah. Kepedulian sosial menjadi bagian penting dari wujud keimanan yang nyata.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hasyr ayat 18 agar setiap hamba memperhatikan apa yang telah diperbuat untuk hari esok. Ayat ini menegaskan pentingnya takwa sebagai bekal utama kehidupan. Takwa berarti menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya secara sungguh-sungguh.

Dengan demikian, menyambut tahun baru hendaknya diisi dengan dua hal utama: takwa dan muhasabah. Keduanya menjadi fondasi agar setiap langkah ke depan lebih terarah, bermakna, dan diridhai Allah SWT. Sebagaimana pesan Rasulullah SAW, orang yang beruntung adalah mereka yang hari ini lebih baik dari kemarin, dan merugi bila hari ini tak lebih baik dari sebelumnya.(*)

Penyuluh Agama KUA Karangreja Tekankan Pentingnya Sholat Lima Waktu pada Siswa MTs Ma’arif NU Gondang

PAI KUA Karangreja, Ngamali, S.H. , saat menyampaikan pesan keagamaan dalam peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar di MTs Ma...