| Kondisi sepekan di Desa Gunung Malang yang terdampak banjir bandang, Kamis (29/1/2026). (Foto: Tarom) |
Purbalingga-Penyuluh Agama Islam, Penghulu, dan staf Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karanganyar melakukan kunjungan kemanusiaan ke Posko Layanan Keagamaan Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga yang berada di wilayah terdampak banjir bandang, Kamis (29/1/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, serta Desa Serang, Kecamatan Karangreja, yang merupakan kawasan lereng Gunung Slamet.
PAI KUA Karanganyar, Artanti Laili Zulaiha, menjelaskan bahwa, KUA Karanganyar tidak sekadar menyerahkan bantuan, para Penyuluh Agama Islam, penghulu, dan staf KUA juga menyapa serta berdialog langsung dengan warga, baik di lokasi pengungsian maupun di titik-titik terdampak bencana.
![]() |
KUA Karanganyar berkunjung ke Posko Layanan Keagamaan Kemenag Purbalingga dengan membawa bantuan bantal dan mie instan, Kamis (29/1/2026). (Foto: Artanti) |
Dalam kesempatan itu, KUA Karanganyar menyerahkan bantuan berupa lima dus mi instan dan 30 buah bantal untuk para pengungsi, serta makanan ringan berupa dimsum bagi relawan yang bertugas di Posko Layanan Keagamaan Kemenag Purbalingga. Bantuan ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap kebutuhan dasar para korban dan relawan di lapangan.
BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGANYAR
Banjir bandang dan longsor diketahui terjadi pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari, 23–24 Januari 2026, sekitar pukul 22.00–03.00 WIB, akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur kawasan lereng Gunung Slamet. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga, dampak kerusakan cukup signifikan di sejumlah wilayah.
Di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, tercatat 78 rumah terdampak luapan banjir, tujuh rumah hanyut, serta tiga rumah mengalami kerusakan berat. Selain itu, puluhan hewan ternak dilaporkan hanyut dan mati, dua jembatan terputus, serta tujuh sepeda motor dan dua mobil hilang terbawa arus.
Sementara itu, di Kecamatan Karangreja, tepatnya di Dusun Bambangan, Desa Kutabawa, sebanyak 29 rumah mengalami kerusakan ringan, sekitar 60 hektare lahan pertanian gagal panen, dan sekitar 1.000 sak pupuk beserta alat pertanian hilang.
Tiga sepeda motor hanyut, akses jalan kabupaten tertutup material longsor sepanjang kurang lebih 12 meter, dan jembatan penghubung Kutabawa–Clekatakan dilaporkan ambruk.
Kerusakan terparah terjadi di Desa Serang, Kecamatan Karangreja. Di Dusun Kaliurip, sebanyak 36 rumah rusak berat akibat tertimbun lumpur, batu, dan kayu, enam rumah rata dengan tanah, serta sekitar 500 jiwa terpaksa mengungsi.
Di Dusun Gunung Malang, tercatat 12 rumah rusak berat, enam rumah terancam, dua ruas jalan kabupaten terputus, dan dua jembatan mengalami kerusakan.
Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar, Sayono, menyampaikan rasa duka dan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa warga. Ia menegaskan bahwa kehadiran KUA Karanganyar di lokasi bencana merupakan bagian dari ikhtiar kemanusiaan dan pelayanan keagamaan.
“Kami turut prihatin dan berduka atas bencana banjir bandang yang melanda saudara-saudara kita di Sangkanayu dan Serang. Semoga para korban diberi ketabahan dan kekuatan, serta Allah SWT segera mengganti musibah ini dengan kebaikan dan kemudahan,” ungkapnya.
Kontributor: Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar)
Editor: Imam Edi Siswanto

Tidak ada komentar:
Posting Komentar