Jumat, 30 Januari 2026

MAHAR IKATAN: Ikhtiar KUA Karanganyar Menanam Ibadah, Merawat Alam, dan Menguatkan Ketahanan Pangan

Program MAHAR IKATAN di halaman sekitar KUA Karanganyar tampak mulai menunjukan hasilnya yaitu berbuahnya tanaman tomat. (Foto: Tarom) 

Purbalingga-Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karanganyar terus memperluas perannya di tengah masyarakat. Tidak hanya fokus pada pelayanan keagamaan dan administrasi, KUA Karanganyar juga berupaya hadir menjawab persoalan strategis yang berkaitan langsung dengan keberlangsungan hidup umat. Salah satu ikhtiar tersebut diwujudkan melalui program MAHAR IKATAN (Manfaatkan Halaman Kantor Ikhtiar Ketahanan Pangan). 

Penyuluh Agama Islam PAI) KUA KaranganyaArtanti Laili Zulaiha menjelaskan bahwa, MAHAR IKATAN merupakan program pemanfaatan halaman kantor KUA sebagai lahan pertanian produktif. 

"Berangkat dari kesadaran akan pentingnya keseimbangan antara nilai spiritual, kemanusiaan, dan kelestarian alam, halaman kantor KUA Karanganyar kini ditanami berbagai jenis sayuran, seperti terong, pare, tomat, dan cabai," katanya, Jumat (30/1/2026).

Langkah sederhana ini menjadi simbol nyata bahwa lembaga keagamaan juga dapat berkontribusi dalam penguatan ketahanan pangan.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGANYAR

Melalui MAHAR IKATAN, KUA Karanganyar menunjukkan dukungan konkret terhadap program Ekoteologi, gerakan Kemenag Asri, serta inisiatif URAB MENDOAN (Ustadz dan Umat Rajin Bertani Mendukung dan Menopang Kehidupan). Program ini menegaskan bahwa menjaga alam dan mengolahnya secara bijak adalah bagian dari tanggung jawab keagamaan dan sosial bersama. 

Tanaman pare, tomat, dan cabai dipilih sebagai awal dari program MAHAR IKATAN. (Foto: Sayono).

Landasan utama MAHAR IKATAN adalah nilai ekoteologi, yakni pandangan keagamaan yang memposisikan kepedulian terhadap alam sebagai bagian dari ibadah. Allah SWT menegaskan peran manusia sebagai khalifah di bumi:

“Dan Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi...” QS. Al-An’am: 165)

Ayat ini menegaskan bahwa amanah kekhalifahan menuntut manusia untuk merawat dan memakmurkan bumi, bukan mengeksploitasinya.

Selain bernilai ekologis, aktivitas bertani dalam MAHAR IKATAN juga mengandung nilai ibadah sebagaimana disampaikan Rasulullah SAW:

“Tidaklah seorang muslim menanam tanaman atau bercocok tanam, lalu hasilnya dimakan oleh burung, manusia, atau hewan, melainkan menjadi sedekah baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim) 

Manfaatkan Halaman Kantor Ikhtiar Ketahanan Pangan (MAHAR IKATAN) 
merupakan program inovasi dari KUA Karanganyar.(Foto: Sayono).

Hadis tersebut menjadi penguat bahwa bertani tidak hanya berdampak ekonomi dan sosial, tetapi juga bernilai pahala ukhrawi.

Melalui program MAHAR IKATAN, KUA Karanganyar berharap dapat menumbuhkan kesadaran ASN dan masyarakat bahwa ikhtiar kecil, jika dilakukan bersama, mampu(*)

Kontributor: Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar)
Editor: Imam Edi Siswanto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

The Most KUA di Radio: Idul Fitri Waktu Tepat Menguatkan Keluarga Sakinah, Ini Tipsnya

PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto, saat siaran Radio LPPL Gema Soedirman Purbalingga, Kamis (19/3/2026) . (Foto: Imam Edi Siswanto) The M...