Jumat, 27 Februari 2026

PAI KUA Karangreja Perkuat Iman dan Kebersamaan Melalui Ngaji Bareng Kecamatan

PAI KUA Karangreja, Ngamali (Kanan) hadir pada acara Ngaji Bareng yang di kemas dalam "Jumat Curhat" oleh Polsek Karangreja dan Keluarga Besar Kecamatan Karangreja, Jumat (27/2/2026). (Foto: Ngamali)
 
Purbalingga-Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan dengan kegiatan yang bermanfaat, Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Karangreja, hadir pada acara Ngaji Bareng yang di kemas dalam "Jumat Curhat" oleh Polsek Karangreja dan Keluarga Besar Kecamatan Karangreja menggelar kegiatan bersama pada Jumat (27/2/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh unsur ASN, staf kecamatan, serta masyarakat sekitar ini, mengusung tema “Ramadhan Bulan Pendidikan”, kegiatan ini menjadi sarana penguatan spiritual sekaligus pembinaan mental dan moral bagi seluruh peserta. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGREJA

PAI KUA Karangreja, Ngamali, menyampaikan bahwa Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah ritual, tetapi juga momentum pembelajaran dan pembinaan diri.

“Bulan Ramadhan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga bulan pembinaan dan pembelajaran,” ujarnya di hadapan para peserta.

Acara berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh kekeluargaan. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Karangreja.

Dalam tausiyahnya, Ngamali menjelaskan bahwa Ramadhan merupakan madrasah ruhaniyah bagi umat Islam. Di bulan yang penuh berkah ini, setiap muslim dilatih untuk meningkatkan ketakwaan, menumbuhkan kedisiplinan, memperkuat kesabaran, serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama.

Ia juga mengingatkan firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 tentang kewajiban puasa yang bertujuan agar manusia menjadi pribadi yang bertakwa. Pesan tersebut menjadi penguat bahwa setiap ibadah di bulan Ramadhan memiliki dimensi pendidikan yang membentuk karakter dan akhlak mulia.

Melalui kolaborasi Ngaji Bareng ini, diharapkan nilai-nilai Ramadhan tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam menjalankan tugas sebagai aparatur maupun sebagai bagian dari masyarakat.(*)

Kontributor: Ngamali (PAI KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PJJ Angkatan I: Tingkatkan Kapasitas Digital, Penyuluh Agama Harus Siap Jadi Sumber Rujukan Umat

Tangkapan layar :  Pelatihan Jarak Jauh (PJJ) Literasi Digital bagi Penyuluh Agama Angkatan I yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagama...