Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri bobotsari. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri bobotsari. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Maret 2026

Rapat Tindak Lanjut Program Masjid Ramah Pemudik Digelar di Masjid An Nadiyah Bobotsari

Ketua PD IPARI Purbalingga, Khikam Aziz saat Rakor Masjid Ramah Pemudik dengan Takmir Masjid An Nadiyah Desa Gunung Karang, Kecamatan Bobotsari, Kamis (12/3/2026). (Foto: Subagyo)

Purbalingga-Rapat tindak lanjut program Masjid Ramah Pemudik digelar di Masjid An Nadiyah, Desa Gunung Karang, Kecamatan Bobotsari, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari rapat koordinasi yang sebelumnya dilaksanakan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga guna mempersiapkan pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Bobotsari, Subagyo menjelaskan, rapat tersebut dihadiri oleh Kepala KUA Kecamatan Bobotsari, Kepala Desa Gunung Karang, para takmir masjid, perwakilan Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (KKKMI), para penghulu, serta penyuluh agama.

"Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung suksesnya program pelayanan masjid bagi para pemudik yang melintas di wilayah Bobotsari," jelasnya. 

Kepala KUA Bobotsari, Ali Patmi, SAg, MPd (dua dari kiri) saat Rakor Masjid Ramah Pemudik dengan Takmir Masjid An Nadiyah Desa Gunung Karang, Kecamatan Bobotsari, Kamis (12/3/2026). (Foto: Subagyo) 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/BOBOTSARI

Program Masjid Ramah Pemudik, sambungnya, merupakan terobosan melalui kemitraan antara masjid, pemerintah, dan unsur Kementerian Agama dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik. 

Melalui program ini, masjid diharapkan dapat menjadi tempat singgah yang nyaman bagi para musafir sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat pelayanan umat. 

Kepala Desa Gunung Karang, Dedi Budiono saat Rakor Masjid Ramah Pemudik dengan Takmir Masjid An Nadiyah Desa Gunung Karang, Kecamatan Bobotsari, Kamis (12/3/2026). (Foto: Subagyo) 

Dalam sambutannya, Kepala KUA Bobotsari, Ali Patmi, SAg, MPd, menekankan pentingnya kolaborasi antara pengurus masjid, pemerintah desa, serta jajaran Kementerian Agama dalam menyukseskan program tersebut. Menurutnya, sinergi antar pihak menjadi kunci agar layanan bagi pemudik dapat berjalan optimal.

Dukungan terhadap program ini juga disampaikan oleh Kepala Desa Gunung Karang, Dedi Budiono. Ia menyatakan kesiapan pemerintah desa untuk mendukung pelaksanaan program Masjid Ramah Pemudik agar dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. 

Ketua Takmir Masjid An Nadiyah, I Ketut Karma saat Rakor Masjid Ramah Pemudik di Masjid An Nadiyah Desa Gunung Karang, Kecamatan Bobotsari, Kamis (12/3/2026). (Foto: Subagyo) 

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid An Nadiyah, I Ketut Karma menyampaikan komitmen pengurus masjid untuk berpartisipasi aktif dalam program tersebut, termasuk menyiapkan berbagai fasilitas yang dibutuhkan para pemudik yang singgah di masjid.

Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan musyawarah guna membahas langkah-langkah teknis pelaksanaan program. Musyawarah dipandu oleh Ketua IPARI, Khikam Aziz, sementara jalannya acara dipandu oleh Penyuluh Agama KUA Bobotsari, Subagyo.

Melalui rapat tindak lanjut ini diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah, pengurus masjid, dan para penyuluh agama sehingga program Masjid Ramah Pemudik dapat berjalan dengan baik serta mampu memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat, khususnya para pemudik yang melintas di wilayah Kecamatan Bobotsari.(*)
 

Kontributor: Subagyo (PAI KUA Bobotsari)
Editor: Imam Edi Siswanto

Jumat, 01 Mei 2026

BRUS SMK Ma’arif NU Bobotsari Cetak Remaja Berakhlak dan Siap Songsong Masa Depan Cerah

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga H. Zahid Khasani, (nomor tiga dari Kiri), foto bersama usai acara Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di MTs SMK Ma’arif NU Bobotsari, Kamis (30/4/2026) kemarin. (Foto: Asih Nur Utami) 

Purbalingga–Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) kembali digelar sebagai upaya pembinaan karakter generasi muda. Kali ini, kegiatan berlangsung di SMK Ma’arif NU Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, Kamis (30/4/2026), dengan mengusung tema “Remaja Berakhlak, Generasi Berkualitas, Cerdas dan Masa Depan Cerah.”

Kegiatan ini diikuti oleh 57 peserta yang terdiri dari 37 siswa perempuan dan 20 siswa laki-laki. Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga H. Zahid Khasani, jajaran Seksi Bimbingan Masyarakat Islam beserta tim, Kepala KUA Kecamatan Bobotsari, Kepala SMK Ma’arif NU Bobotsari, fasilitator BRUS, serta para Penyuluh Agama Islam KUA Bobotsari.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/BOBOTSARI 

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan pembukaan oleh MC Nur Asih Utami dan pembacaan doa oleh Penyuluh Agama Islam, Ustadz Rikin. 

Selanjutnya, laporan kegiatan disampaikan oleh Kasi Bimas Islam, Moh Nur Hidayat, yang menjelaskan bahwa BRUS bertujuan membentuk remaja berakhlak mulia, memiliki kecerdasan emosional, serta kesiapan menghadapi tantangan masa depan.

Fasilitator BRUS Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Nia Melawati, saat mengisi acara Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di MTs SMK Ma’arif NU Bobotsari, Kamis (30/4/2026) kemarin. (Foto: Asih Nur Utami) 

Sambutan dari pihak sekolah disampaikan oleh Arif Romadhon yang mewakili Kepala SMK Ma’arif NU Bobotsari. Ia mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini sebagai bentuk sinergi dalam membangun karakter siswa yang berakhlak dan berkualitas.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani, dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan secara resmi, menekankan pentingnya membentuk remaja yang sehat secara fisik dan mental. Menurutnya, remaja yang baik ditandai dengan akhlak mulia, kemampuan mengendalikan diri, aktif dalam kegiatan positif, serta semangat dalam menuntut ilmu.

Ia juga menjelaskan ciri-ciri orang hebat, yakni memiliki integritas, tanggung jawab, serta mampu memberikan manfaat bagi orang lain. Selain itu, pola pikir berkembang (growth mindset), disiplin dalam mengelola waktu, serta semangat belajar yang tinggi menjadi kunci dalam meraih kesuksesan.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh fasilitator BRUS Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Nia Melawati. Materi disampaikan secara interaktif, sehingga peserta lebih mudah memahami pentingnya menjadi remaja yang berakhlak, cerdas, serta memiliki visi masa depan yang jelas.

Melalui kegiatan BRUS ini, diharapkan para siswa mampu mengimplementasikan nilai-nilai yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tumbuh menjadi generasi yang berkualitas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi masa depan dengan penuh optimisme.(*)

Kontributor: Nur Asih Utami (PAI KUA Bobotsari)
Editor: Imam Edi Siswanto

Senin, 06 April 2026

Penyuluh Agama Islam KUA Bobotsari, Sampaikan Pesan Inspiratif Kepada Siswa MAN Purbalingga

Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Bobotsari, Khikam Aziz foto bersama siswa MAN Purbalingga di ruang kantor setempat, Senin (6/3/2026). (Foto: Hari S)

Purbalingga-Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bobotsari menerima kunjungan sejumlah siswa dari MAN Purbalingga kelas XI IPS. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan ekstra kokurikuler yang bertujuan untuk menambah wawasan dan pengalaman praktis para siswa di bidang layanan keagamaan,.Senin (6/32026).

Kontributor KUA Bobotsari, Hari Setiadi menjelaskan bahwa kehadiran para siswa tersebut tidak hanya melakukan observasi, tetapi juga aktif menggali berbagai informasi layanan teknis yang ada di KUA. Mulai dari administrasi pernikahan hingga layanan keagamaan lainnya menjadi topik yang menarik untuk dipelajari secara langsung.
 

Selain itu, para siswa juga mendapatkan penjelasan mendalam mengenai layanan bimbingan dan penyuluhan keagamaan. 
 
Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Bobotsari, Khikam Aziz saat berdialog dengan para siswa MAN Purbalingga di ruang kantor setempat, Senin (6/3/2026). (Foto: Hari S)
 
Materi yang disampaikan mencakup peran strategis KUA dalam pembinaan masyarakat, termasuk program bimbingan bagi calon pengantin sebagai upaya membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Rombongan siswa MAN Purbalingga tersebut diterima langsung oleh Penyuluh Agama KUA Bobotsari, Khikam Aziz. Dalam kesempatan itu, ia memberikan pemaparan terkait layanan teknis, program penyuluhan agama dan pembangunan di KUA. 

Untuk layanan bimbingan perkawinan bagi calon pengantin, Khikam mengenalkan program inovasi Mpo' Sinta (Menanam Pohon Saksi Cinta). Program yang menumbuhkan kesadaran akan kepedulian calon pengantin pada alam. Cinta suci sepasang pengantin diharapkan juga berdampak postif untuk bumi.

Selain memberikan informasi terkait layanan KUA Bobotsari, Khikam juga menyampaikan motivasi inspiratif kepada para siswa.
 
"Saya mengajak para siswa MAN Purbalingga, untuk tetap fokus dalam menuntut ilmu serta menjaga semangat belajar sebagai bekal meraih masa depan yang lebih baik," ucapnya. 
 
Ia juga memberikan beberapa tips penting agar para siswa mampu menghindari pergaulan bebas, dengan menanamkan nilai-nilai agama sebagai benteng diri di tengah tantangan zaman.

Kegiatan berlangsung dalam suasana dialog yang komunikatif dan menyenangkan. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi, ditandai dengan banyaknya pertanyaan dan interaksi yang terjalin secara aktif.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih luas tentang peran KUA dalam kehidupan masyarakat sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.(*)

Kontributor: Hari S (KUA Bobotsari)
Editor: Imsm Edi Siswanto 

Kamis, 13 Maret 2025

Ayo Taubat dan Tinggalkan Maksiat, Seru Rikin di Pesantren Ramadhan SMA Muhammadiyah 2 Bobotsari

PAI KAU Bobotsari Rikin saat mengisi di acara Pesantren Ramadhan SMA Muhammadiyah 2 Bobotsari, Kamis (13/3/2025) (Foto: Rikin)

Purbalingga - Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Bobotsari Rikin, mengingatkan dan mengajak pada siswa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah 2 Bobotsari untuk bertaubat dan tinggalkan maksiat.

“Taubat dan tinggalkan maksiat ini, sengaja jadi tema, karena pentingnya menjaga diri dari segala hal yang bisa membatalkan keabsahan puasa, juga segala hal yang bisa menggugurkan pahala puasa," ucapnya, Kamis (13/3/2025).

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/2025/03/khikam-aziz-sadar-anti-bullying.html

Ia mengutip penjelasan Imam Al-Ghazali dari kitab Bidayatul Hidayah, bahwa orang yang sedang
berpuasa hendaknya menjaga seluruh anggota badannya dari melakukan hal-hal yang diharamkan oleh Allah SWT.

“Pandangan mata harus dijaga, lisan dijaga, pendengaran dari segala bentuk maksiat. Kalaupun sudah terlanjur berbuat maksiat, ayo segera bertaubat,” serunya pada seluruh peserta Pesantren Ramadhan.

Kegiatan ini dihadiri seluruh siswa SMA Muhammadiyah 2 Bobotsari kelas X dan XII kepala sekolah, dan para guru. Acara berlangsung dengan lancar tanpa kendala berarti.

BACA:  https://iparipurbalingga.blogspot.com/2025/03/pai-kua-bobotsari-ajak-jaga-lisan.html

Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 2 Bobotsari Muakhor, mengatakan kegiatan Pesantren Ramadhan atau Pesantren Kilat bertujuan untuk menumbuhkan semangat belajar agama.

Agar para siswa semakin giat mencari ilmu di bulan suci Ramadhan, dan bisa menjadi bekal menjadi anak-anak yang salih salihah lahir dan batin.(*)

Kontributor: Rikin, SH/PAI KUA Bobotsari
Editor: Imam Edi Siswanto


Senin, 13 April 2026

PAI KUA Bobotsari Bimbing Calon Pengantin Lintas Negara, Perkuat Fondasi Iman dan Keharmonisan Keluarga

Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Bobotsari, Subagyo, foto bersama usai Bimwin dengan Ricard Durkin dan Nadhifa di kantor KUA Bobotsari, Senin (13/4/2026). (Foto: Subagyo)

Purbalingga-Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi pasangan calon pengantin lintas negara, Senin (13/4/2026).

Kegiatan kali ini menjadi istimewa karena dipandang memerlukan perhatian khusus dalam pembinaan keagamaan dan kehidupan rumah tangga.

Pasangan tersebut adalah Nadhifa, warga Desa Limbasari, Kecamatan Bobotsari, dengan calon suaminya, Ricard Durkin. Pernikahan ini memadukan dua latar belakang budaya yang berbeda, sekaligus disertai proses masuk Islam (mualaf) dari pihak calon mempelai pria. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/BOBOTSARI

Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Bobotsari, Subagyo, memberikan materi secara komprehensif terkait dasar-dasar kehidupan rumah tangga dalam Islam. 

Ia menekankan pentingnya penguatan akidah, ibadah, serta pemahaman nilai-nilai Islam, khususnya bagi calon pengantin yang baru memeluk agama Islam.

Dalam pernikahan lintas negara, tantangan tidak hanya pada perbedaan budaya, tetapi juga pemahaman agama. 

"Oleh karena itu, pasangan harus memiliki fondasi keimanan yang kuat, saling menghormati, serta berkomitmen menjalankan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Materi yang disampaikan meliputi penguatan akidah bagi mualaf, hak dan kewajiban suami istri dalam Islam, komunikasi harmonis dalam rumah tangga, penyesuaian budaya dalam keluarga lintas negara, serta pembinaan ibadah dalam keluarga. 

Selain itu, ditekankan pula bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan lahir, melainkan ibadah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.(*)

Kontributor: Subagyo (PAI KUA Bobotsari)
Editor: Imam Edi Siswanto

Rabu, 18 Maret 2026

Dalam Tugas Pantau Arus Mudik Lebaran, PAI KUA Bobotsari Isi Kultum di Masjid Ramah Pemudik

PAI KUA Bobotsari, Subagyo, saat menyampaikan Kultum Ramadhan di Posko Masjid Ramah Pemudik (MRP) Masjid An Nadiyah, Desa Gunungkarang, Kecamatan Bobotsari, Rabu (18/3/2026). (Foto: Subagyo)

Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Bobotsari, Subagyo, melaksanakan tugas piket sif malam di Posko Masjid Ramah Pemudik (MRP) Masjid An Nadiyah, Desa Gunungkarang, Kecamatan Bobotsari, Rabu (18/3/2026).

Kegiatan yang digagas oleh Kementerian Agama bekerja sama dengan sejumlah Masjid di Kabupaten Purbalingga ini, merupakan bagian dari upaya memberikan pelayanan optimal bagi para pemudik yang melintas, khususnya selama bulan suci Ramadhan tahun 2026. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/BOBOTSARI

Menurutnya, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, arus mudik dari arah Kota Pemalang menuju Purbalingga dan sebaliknya pada hari tersebut terpantau masih relatif normal. 

"Belum terlihat lonjakan signifikan jumlah kendaraan maupun pemudik yang singgah di posko Masjid An Nadiyah," katanya. 

Suasana Kultum Ramadhan di Posko Masjid Ramah Pemudik (MRP) Masjid An Nadiyah, Desa Gunungkarang, Kecamatan Bobotsari, Rabu (18/3/2026). (Foto: Subagyo)

Selain menjalankan tugas pelayanan di posko, Subagyo turut mengikuti rangkaian ibadah bersama masyarakat setempat. Ia melaksanakan shalat tarawih berjamaah di Masjid An Nadiyah, yang menjadi pusat kegiatan program tersebut.

Pada kesempatan itu, Subagyo diminta oleh takmir masjid untuk menyampaikan kultum (kuliah tujuh menit) usai shalat tarawih. Dalam tausiyahnya, ia mengangkat tema “Kesuksesan Ramadhan” yang disampaikan secara singkat namun penuh makna.

Dalam penyampaiannya, Subagyo menjelaskan bahwa kesuksesan Ramadhan tidak hanya diukur dari banyaknya ibadah yang dilakukan selama bulan suci, tetapi lebih pada sejauh mana amalan tersebut dapat terus dijaga dan diistiqomahkan setelah Ramadhan berakhir.

"Keberlanjutan amal menjadi indikator utama keberhasilan seseorang dalam menjalani ibadah Ramadhan," pesanya pada para jamaah shalat tarawih.

Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum pembiasaan diri dalam meningkatkan kualitas ibadah, seperti menjaga shalat tepat waktu, membaca Al-Qur’an, memperbanyak sedekah, serta berdzikir.

Kegiatan ini pun mendapat respons positif dari jamaah, sekaligus menjadi bentuk penguatan spiritual dalam program Masjid Ramah Pemudik, sehingga para pemudik tidak hanya memperoleh tempat beristirahat, tetapi juga siraman rohani selama perjalanan mereka.(*)

Kontributor: Subagyo (PAI KUA Bobotsari)
Editor: Imam Edi Siswanto

Kamis, 05 Maret 2026

Menebar Dakwah di Bulan Suci: KUA Bobotsari Gelar Program “The Most KUA” di Lima Majelis Taklim

PAIF Kemenag Purbalingga, Khikam Aziz saat menyampaikan dakwah Ramadan bertajuk “The Most KUA" Bobotsari di Majelis Ta’lim Al-Huda Karangmalang, Kamis (5/3/2026). (Foto: Rikin)

Purbalingga-Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bobotsari melalui para Penyuluh Agama Islam (PAI) menggelar kegiatan dakwah Ramadan bertajuk “The Most KUA" Bobotsari di lima Majelis Taklim yang tersebar di wilayah Kecamatan Bobotsari. 

Kegiatan ini dilaksanakan selama bulan suci Ramadan 1447 H / 2026 M sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan keagamaan di tengah masyarakat, Kamis (5/3/2026).

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/2026/02/the-most-kua-resmi-dimulai-kua.html

Adapun lima Majelis Taklim yang menjadi lokasi kegiatan dakwah tersebut yaitu:

  1. Majelis Ta’lim Al-Huda Karangmalang yang dibina oleh PAIF Khikam Aziz.
  2. Majelis Ta’lim Subulussalam Banjarsari yang dibina oleh PAI Rikin.
  3. Majelis Ta’lim Fatimah Azzahra Karangmalang yang dibina oleh PAI One Ulfatu Zain.
  4. Majelis Ta’lim Rukun Kematian Tlagayasa yang dibina oleh PAI Subagyo.
  5. Majelis Ta’lim Nurul Istiqomah Karangduren yang dibina oleh PAI Nur Asih Utami.

Penyuluh Agama Islam KUA Bobotsari, Rikin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan dakwah yang menyejukkan, membahagiakan secara bermakna, serta relevan dengan kebutuhan umat. 

Hal ini juga sejalan dengan semangat program “Joyful Ramadan Mubarak 1447 H/2026 M” Kemenag RI. Program ini sebagai ikhtiar menghadirkan Ramadan yang menggembirakan, produktif secara sosial, dan khusyuk secara spiritual.  

Joyful Ramadan Mubarak dirancang untuk memperkuat layanan keagamaan yang humanis, inklusif, dan berdampak langsung bagi umat, sekaligus mendekatkan masyarakat dengan ajaran agamanya menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat iman sekaligus menebarkan kebahagiaan spiritual di tengah masyarakat. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/BOBOTSARI

Dalam setiap pertemuan, para Penyuluh Agama Islam menyampaikan materi dengan tema “Ramadan dan Keteguhan Iman.” 

Tema ini menekankan pentingnya iman sebagai fondasi lahirnya keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah, sekaligus sebagai sumber keteguhan batin dan ketenangan jiwa dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan.

Melalui pendekatan dakwah yang humanis dan menyejukkan, pesan-pesan keagamaan disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Harapannya, umat tidak hanya memahami ajaran Islam secara teori, tetapi juga merasakan Islam sebagai sandaran spiritual yang menenangkan dan membimbing kehidupan menuju kebaikan.(*)

Kontributor: Rikin (PAI KUA Bobotsari)
Editor: Imam Edi Siswanto

Selasa, 07 April 2026

Bimbingan Perkawinan Pengantin Lansia di KUA Bobotsari, Tekankan Teman Hidup dan Ibadah

PAI KUA Kecamatan Bobotsari Subagyo, S.Kom.I, foto bersama calon pengatin di ruang kantor setempat, Senin (6/34/2026). (Foto: Subagyo)

Purbalingga-Kntor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bobotsari kembali melaksanakan kegiatan bimbingan perkawinan, kali ini diperuntukkan bagi pasangan pengantin lansia, Wadio dari Desa Dagan  dan Warmiyati dari Karangtalun, Senin (6/34/2026).

Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Bobotsari Subagyo, S.Kom.I, memberikan pembekalan kepada calon pengantin, agar menjaga kesetiaan kasih dan sayang dan fokus dalam beribadah kepada Allah SWT.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/BOBOTSARI.

PAI KUA Kecamatan Bobotsari Subagyo, S.Kom.I, foto bersama calon pengatin di ruang kantor setempat, Senin (6/34/2026). (Foto: Subagyo)

Menurutnya, pernikahan di usia lansia memiliki makna yang sangat mulia, bukan semata-mata aspek biologis, tetapi lebih kepada mencari teman hidup, teman berbagi, dan teman dalam beribadah kepada Allah SWT.

“Pernikahan lansia adalah tentang saling menguatkan, saling menemani dalam ibadah, serta mengisi hari tua dengan ketenangan dan keberkahan,” ungkapnya.(*)

Kontributor: Subagyo (PAI KUA Bobotsari)
Editor: Imam Edi Siswanto

Kamis, 30 Oktober 2025

Penyuluh Agama Islam Bobotsari Bekali Warga Talagening Ilmu Pemulasaraan Jenazah

Kegiatan pembinaan umat kembali digelar oleh Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama Kecamatan Bobotsari melalui pelatihan pemulasaraan jenazah yang berlangsung di Aula Pemerintah Desa Talagening, Kamis (30/10/2025).(Foto: Rikin)

Purbalingga-Kegiatan pembinaan umat kembali digelar oleh Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama Kecamatan Bobotsari melalui pelatihan pemulasaraan jenazah yang berlangsung di Aula Pemerintah Desa Talagening, Kamis (30/10/2025).

Kegiatan yang diikuti oleh 35 peserta dari tokoh masyarakat, kader keagamaan, dan perwakilan pengurus dan anggota Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) di Desa Talagening ini, dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Talagening, Ibnu Sulistyo.

Dalam sambutannya ia menyampaikan apresiasi kepada pihak KUA Bobotsari atas kerja sama dan dukungan dalam pelaksanaan kegiatan ini.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/BOBOTSARI

”Keterampilan pemulasaraan jenazah bagi masyarakat itu penting, agar setiap warga muslim dapat melaksanakan kewajiban fardhu kifayah dengan benar sesuai syariat Islam,” tegasnya.

Seementara itu, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bobotsari, Rikin, memberikan materi mengenai tata cara pemulasaraan jenazah, mulai dari memandikan, mengkafani, menyalatkan, hingga menguburkan jenazah.

Penyampaian materi dilakukan secara teoritis dan praktis, sehingga peserta dapat langsung memahami langkah-langkahnya secara benar.

Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme. Para peserta aktif bertanya dan mencoba praktik langsung, menunjukkan semangat untuk memperdalam pengetahuan agama, khususnya dalam hal pengurusan jenazah.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/2025/07/kolaborasi-pemdes-karangduren-dan-pai.html

“Diharapkan masyarakat Desa Talagening semakin siap dan terampil dalam melaksanakan pengurusan jenazah, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial dan keagamaan di tengah masyarakat,” harapnya.(*)

Kontributor: Nur Asih Utami (Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bobotsari)
Editor : Ima Edi Siswanto

Rabu, 05 Maret 2025

PAI KUA Bobotsari Ajak Jaga Lisan Selama Puasa Ramadhan

EDISI 06: RAMADHAN 1446 H

PAI  KUA Kecamatan Bobotsari Subagyo, S.Kom.l saat mengisi pengajian rutin bulanan di Majelis Taklim An Nisa Desa Bobotsari. Kecamatan Bobotsari Rabu (05/03/2025). (FOTO: Dok. One Ulfatu Zain)

Purbalingga - Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bobotsari Subagyo, S.Kom.l menggelar pengajian rutin bulanan di Majelis Ta'lim An-Nisa Desa Bobotsari. Kecamatan Bobotsari dengan mengambil tema Pentingnya Menjaga Lisan, Rabu (05/03/2025).

Kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama ini, merupakan bagian dari upaya meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat serta mempererat silaturahmi antar jemaah.
 
Dalam tausiyahnya, Ia menekankan pentingnya menjaga lisan dalam berbicara khususnya selama puasa di bulan suci Ramadhan, 
 
 
"Mari kita jaga lisan kita selama puasa di bulan Ramadhan, dijaga dari ucapan dan turur kata yang tidak baik, karena bisa jadi dosa dan dapat pula merusak nilasi pahala puasa," ucapnya.
 
Puasa Ramadhan adalah ibadah yang bisa meningkatkan kualitas ketaqwaan. Untuk itu,mari kita isi bulan puasa dengan memperbanyak amal ibadah, diantaranya dengan melaksanakan khataman Al-Qur'an secara bersama-sama.
 

Ia berharap, para jemaah Ibu-Ibu ini, tetap semangat beribadah di bulan Ramadhan dan semakin baik.

Sama halnya dengan peserta bahwa pengajian serupa dapat terus berlanjut guna memperkuat ilmu agama serta kebersamaan dalam menjalankan ajaran Islam.
 
Sebagai informasi, di luar bulan Ramadhan, pengajian ibu-ibu yang berlangsung dari pukul 09.30 WIB - 11.30 WIB ini, biasanya dilaksanakan pukul 14.00 WIB hingga selesai. 
 
Namun, di bulan Ramadhan bergeser waktu lebih awal dari pada biasanya. Karena para jamaah adalah para Ibu,  yang perlu waktu untuk mempersiapkan buka puasa untuk keluarga, tegas H.Kendar selaku ketua Majelis Ta'lim An-Nisa.(*)
 
Kontributor: One Ulfatu Zain
Editor: Imam Edi Siswanto


Rabu, 23 Juli 2025

Kolaborasi Pemdes Karangduren dan PAI Bobotsari: Ciptakan Kader Pemulasaraan Jenazah

Pelatihan Pemulasaraan Jenazah selama dua hari, Selasa–Rabu (22–23 Juli 2025) oleh Pemdes Karangduren, Bobotsari di Aula Desa Karangduren, Selasa (22/7/2025). (Foto: Rikin)

Purbalingga-Pemerintah Desa (Pemdes) Karangduren menyelenggarakan Pelatihan Pemulasaraan Jenazah selama dua hari, Selasa–Rabu (22–23 Juli 2025) bertempat di Gedung Aula Desa Karangduren, Rabu (23/7/2025).

Kegiatan pelatihan ini menghadirkan Penyuluh Agama Islam (PAI) dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bobotsari Rikin, sebagai narasumber utama.

Dijelaskan oleh Rikin, dalam pelatihan ini, tidak hanya mengajarkan praktik perawatan jenazah, tapi juga menyampaikan nilai-nilai spiritual yang harus dipahami oleh keluarga yang mendampingi seseorang menjelang wafat. 
 
PAI KUA Bobotsari Rikin (tengah) bersama Pemdes Karangduren, Bobotsari di Pelatihan Pemulasaraan Jenazah selama dua hari, Selasa–Rabu (22–23 Juli 2025) oleh Pemdes Karangduren, di Aula Desa Karangduren, Selasa (22/7/2025). (Foto: Rikin)

Menurutnya, kematian adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan. Namun, tidak semua orang memahami bagaimana merawat jenazah dengan baik, sesuai ajaran agama. Menjawab kebutuhan itu.

“Ini adalah bentuk pelayanan sosial yang sangat penting, agar masyarakat mampu memberikan penghormatan terakhir kepada orang yang telah tiada dengan cara yang benar dan mulia,” terang Rikin dalam sesi pemaparan materi. 
 
BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search?q=bobotsari 

Sementara itu, Sekretaris Desa Karangduren, Toto Isnanto, dalam sambutannya menjelaskan bahwa pelatihan ini diikuti oleh sekitar 50 peserta dari kalangan laki-laki dan perempuan. Ia berharap para peserta mampu mengamalkan ilmu yang diperoleh, serta menyebarkannya di tengah masyarakat.

“Tujuan utama pelatihan ini adalah agar warga memiliki pengetahuan dan keterampilan merawat jenazah secara syar'i, serta menjadi bekal amal dalam kehidupan bermasyarakat,” jelas Toto.

Pelatihan dilakukan dalam dua sesi, setiap harinya dimulai dari penyampaian materi, diskusi interaktif, hingga praktik langsung tata cara memandikan, mengkafani, menyalatkan, dan menguburkan jenazah sesuai tuntunan Islam.

Materi yang disampaikan juga mencakup panduan menghadapi orang yang sedang sekarat (nazak), termasuk adab, doa, dan langkah yang perlu dilakukan oleh keluarga yang menunggui.

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata sinergi antara pemerintah desa dan tokoh agama dalam membekali masyarakat dengan ilmu fardhu kifayah yang kian jarang dikuasai.

Melalui pelatihan ini, harapannya lahir kader-kader pemulasara jenazah yang siap membantu dengan tulus di tengah masyarakat, karena menghormati jenazah adalah bagian dari memuliakan kehidupan.(*)

Kontributor: Rikin (PAI KUA Bobotsari)
Editor: Imam Edi Siswanto

Purbalingga Carnival 2026, Kemenag Purbalingga Tampilkan Layanan dan Budaya

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga saat memberikan gunungan buah dan sayuran kepada Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif dan ...