Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri KARANGANYAR. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri KARANGANYAR. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Desember 2025

Menanam Nilai, Merawat Bumi: Inovasi KUA Karanganyar Lewat Jumat Berakar dan Program BERLIAN

Kepala KUA Karanganyar, Amin Nasirudin memberikan bibit pohon manggis kepada pengguna layanan yang hadir pada Jumat pertama di KUA Karanganyar. (Foto: Tarom).

Purbalingga-Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karanganyar terus berikhtiar menghadirkan wajah pelayanan publik yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga sarat nilai, makna, dan keberlanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dua program unggulan, yakni Jumat Berakar (Jumat Berkah KUA Karanganyar) dan BERLIAN (Bersih Lingkungan Asri dan Nyaman). 

Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Karanganyar, Artanti Laili Zulaiha menjelaskan, bahwa kedua program ini menjadi representasi nyata upaya KUA Karanganyar dalam mengintegrasikan pelayanan keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup, sekaligus menjawab tantangan pelayanan publik yang berdampak dan berkelanjutan. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGANYAR

ASN KUA Karanganyar bersama-sama membersihkan lingkungan KUA Karanganyar. (Foto: Artanti).
Jumat Berakar: Pelayanan Keagamaan Berbasis Ekoteologi

Program Jumat Berakar lahir dari kesadaran bersama bahwa pelayanan keagamaan memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar ritual dan administrasi. Agama dipahami sebagai fondasi moral yang menuntun manusia untuk menjaga harmoni dengan alam sebagai amanah Tuhan.

Jumat Berakar sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama RI, khususnya penguatan Ekoteologi, yakni etika lingkungan berbasis nilai-nilai agama. Program ini juga selaras dengan gerakan Kemenag ASRI (Aman, Sehat, Rindang, Indah) yang diinisiasi oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga dengan slogan “Nandur Becik, Ati Resik”, yang menginspirasi KUA Karanganyar untuk menghadirkan inovasi serupa di tingkat kecamatan.

Program Jumat Berakar dilaksanakan setiap Jumat pertama dengan membagikan bibit pohon manggis kepada pengguna layanan, khususnya pasangan pengantin baru. Pemilihan pohon manggis memiliki makna filosofis dan ekologis: tanaman produktif, bernilai ekonomi, dan berumur panjang. Pohon ini diharapkan menjadi amal jariyah, kebaikan yang manfaat dan pahalanya terus mengalir hingga generasi berikutnya. 

Tujuan dan Manfaat Jumat Berakar 

Melalui Jumat Berakar, KUA Karanganyar berupaya mewujudkan KUA berbasis ekoteologi, yakni menjadikan kantor KUA sebagai ruang edukasi publik bahwa menjaga alam merupakan bagian dari ibadah. Selain itu, program ini berkontribusi dalam meningkatkan ruang terbuka hijau produktif, memperbaiki kualitas lingkungan, serta mendukung ketahanan pangan keluarga.

Dari sisi sosial dan edukatif, Jumat Berakar menanamkan kesadaran bahwa membangun rumah tangga berarti juga merawat kehidupan dan lingkungan. Sementara dari sisi spiritual, setiap pohon yang tumbuh, berbuah, dan memberi manfaat menjadi sumber pahala yang terus mengalir bagi penanamnya. 

ASN KUA Karanganyar tampak sedang melakukan kegiatan menjaga kebersihan halaman Kantor. (Foto: Aris Sungkowo).

BERLIAN KUA Karanganyar: Merawat Lingkungan Kerja, Menguatkan Pelayanan

Selain Jumat Berakar, KUA Karanganyar juga menjalankan program BERLIAN (Bersih Lingkungan Asri dan Nyaman) sebagai wujud komitmen menciptakan lingkungan kerja yang bersih, tertata, dan nyaman. Program ini dilaksanakan melalui kegiatan rutin bersih-bersih, penataan ruang kerja, serta perawatan taman dan area hijau di sekitar kantor.

Lingkungan kerja yang bersih dan asri diyakini mampu meningkatkan produktivitas, semangat kerja aparatur, sekaligus menghadirkan rasa nyaman dan kepercayaan bagi masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan.

Program BERLIAN mencerminkan budaya kerja KUA Karanganyar yang menjunjung tinggi kerapian, keindahan, dan kepedulian terhadap detail. Pembiasaan nilai-nilai positif ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan pengalaman pelayanan publik yang ramah, profesional, dan berkesan.

Melalui program Jumat Berakar dan BERLIAN, KUA Karanganyar menegaskan bahwa pelayanan keagamaan dapat berjalan seiring dengan kepedulian lingkungan dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan. KUA tidak hanya hadir sebagai tempat mengurus administrasi, tetapi juga sebagai ruang penebar nilai, kesadaran, dan keberkahan, bagi manusia, alam, dan generasi masa depan.(*)

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar)
Editor: Imam Edi Siswanto
 

Sabtu, 22 November 2025

JUMPA Hadir Menyapa: KUA Karanganyar Perkuat Kedekatan dan Pembinaan Keagamaan di Masjid Al Huda Bungkanel

PAI KUA Karanganyar, Tarom saat khutbah Jumat pada program JUMPA di Masjid Al Huda Desa Bungkanel, Karanganyar, Jumat (21/11/2025). (Foto: Said Ali Setiyawan).

Purbalingga-Program JUMPA (Jumatan dan Pembinaan Agama) kantor Urusan Agama (KUA) Karanganyar kembali hadir hadir  di Masjid Al Huda, Desa Bungkanel, Kecamatan Karanganya, Jumat (21/11/2025) kemarin. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya proaktif KUA Karanganyar untuk menjalin kedekatan, membangun kebersamaan, dan membuka ruang dialog langsung bersama jamaah.

Setiap Jumat minggu ketiga, tim KUA Karanganyar secara bergilir mengunjungi masjid-masjid di seluruh wilayah kecamatan untuk memberikan pembinaan, penyuluhan, serta layanan informasi seputar urusan keagamaan.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGANYAR

Dalam kesempatan kali ini, Kepala KUA Karanganyar, Amin Nasirudin, menyampaikan sambutan sekaligus pembinaan keagamaan kepada jamaah. Tim JUMPA yang hadir terdiri dari Tarom sebagai khatib sekaligus imam salat Jumat, para penyuluh agama, penghulu, Tim Media Sinar KUA Karanganyar, serta beberapa staf pendukung lainnya. 

Kepala KUA Karanganyar, Amin Nasirudin, saat menyampaiakan kata sambutan pada program JUMPA di Masjid Al Huda Desa Bungkanel, Karanganyar, Jumat (21/11/2025). (Foto: Said Ali Setiyawan).

Amin menegaskan bahwa program JUMPA adalah jembatan penting antara KUA dan masyarakat.

“KUA ingin hadir lebih dekat, lebih membumi, dan lebih dirasakan manfaatnya. Melalui JUMPA, kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak hanya mengenal KUA sebagai kantor layanan, tetapi sebagai mitra yang siap membimbing dan membantu dalam urusan keagamaan,” ujarnya.

Sementara itu dalam khutbah Jumat, Tarom membawakan tema “Niat yang Benar Menjadikan Setiap Langkah Bernilai Ibadah.” 

Ia menekankan bahwa niat merupakan fondasi utama amal, yang menjadikan aktivitas sehari-hari bernilai ibadah jika diiringi dengan keikhlasan dan kesadaran untuk mendekat kepada Allah. Pesan ini menjadi pengingat bahwa pengabdian, baik kepada keluarga, masyarakat, maupun agama bermula dari niat yang lurus.

Usai pelaksanaan salat Jumat, KUA membuka ruang diskusi bagi jamaah. Forum ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan pertanyaan atau konsultasi terkait layanan KUA maupun persoalan keagamaan. Jamaah menyambutnya dengan antusias karena dapat berdialog langsung dengan para petugas. 

Pemberian kenang-kenangan dari Kepala KUA Karanganyar, Amin Nasirudin kepada Ketua Takmir Masjid Al Huda Desa Bungkanel, Puji Priyatno, Jumat (21/11/2025). (Foto": Said Ali Setiyawan).

Kepala Desa Bungkanel, Mukti Fatoni, turut memberikan makna lebih pada kegiatan ini. Ia menyampaikan apresiasinya atas program JUMPA.

“Ternyata KUA tidak hanya untuk urusan pernikahan, tetapi banyak layanan yang bisa dimanfaatkan untuk kemaslahatan masyarakat, terutama dalam hal keagamaan,” ucapnya.

Takmir Masjid Al Huda, Puji Priyatno, juga menyampaikan rasa syukurnya atas kehadiran tim JUMPA di Bungkanel.

“Kami sangat senang dan terbantu dengan hadirnya KUA Karanganyar. Jamaah merasa lebih dekat dengan para penyuluh dan petugas KUA. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” tuturnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan di Masjid Al Huda, KUA Karanganyar memberikan mushaf Al-Qur’an, buku Yasin, Juz ‘Amma, dan sarung kepada takmir masjid. Hal ini menjadi simbol komitmen KUA dalam menguatkan budaya literasi Al-Qur’an dan pelayanan keagamaan di desa.

Program JUMPA sekaligus menunjukkan implementasi nilai pelayanan SEHATI (Santun, Efektif dan Efisien, Humanis, Amanah, Tertib, dan Ikhlas) yang menjadi spirit pelayanan KUA Karanganyar.

Melalui pendekatan yang humanis, komunikatif, dan menyentuh langsung masyarakat, KUA Karanganyar berupaya menghadirkan layanan publik yang semakin dekat, inspiratif, serta bermanfaat.

Dengan langkah-langkah nyata seperti Program JUMPA, KUA Karanganyar kembali menegaskan komitmennya hadir bukan hanya di kantor, tetapi di tengah-tengah masyarakat siap melayani, membimbing, dan menyapa dengan penuh ketulusan.(*)

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar)
Editor: Imam Edi Siswanto




Jumat, 20 Juni 2025

Cegah Pernikahan Dini, PAI KUA Karanganyar Gelar BRUS di SMA Ma’arif NU

Kepala KUA Karanganyar Amin Nasirudin (dua dari Kiri), PAI dan dan PAIF KUA Karanganyar saat pembukaan acara Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di SMA Ma’arif NU Karanganyar, Senin (16/6/ 2025). Senin (16/6/2025). (Foto : Tarom)

Purbalingga-Beberapa waktu yang lalu, dalam rangka menjalin kedekatan dengan kalangan remaja usia sekolah, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Karanganyar menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di SMA Ma’arif NU Karanganyar, Senin (16/6/ 2025).

BRUS adalah program yang digagas oleh Kementerian Agama dan ditujukan untuk mendampingi remaja dalam menghadapi masa transisi menuju dewasa dengan lebih terarah. .

Tujuannya meliputi pengembangan diri, kesiapan menghadapi tantangan hidup, serta pembentukan sikap dan keputusan yang sehat dan bertanggung jawab. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search?q=karanganyar

Kepala KUA Karanganyar Amin Nasirudin, saat sambutan dan membuka acara tersebut, lebih menekankan tentang pentingnya pembinaan terhadap generasi muda.

“BRUS merupakan langkah strategis untuk memberikan pemahaman serta pendampingan kepada remaja agar menyadari pentingnya menunda pernikahan dini,” katanya.

Selain itu, menurutnya, program ini bertujuan untuk mengembangkan potensi diri remaja, mempersiapkan menghadapi berbagai tantangan, dan membantu dalam pengambilan keputusan yang bijak.

Sementara itu, materi yang disampaikan oleh para PAI KUA Karanganyar, mencakup beragam topik yang berkaitan erat dengan kehidupan remaja. Fokus utamanya adalah pencegahan pernikahan dini serta pembekalan keterampilan hidup.

Kemudian materi tentang kesehatan remaja, bahaya penyalahgunaan narkoba, edukasi tentang pernikahan dan kesiapan mental sebelum menikah.

PAI Fungsional KUA Karanganyar Sri Mulyati,, menyampaikan dampak negatif dari pernikahan dini, seperti risiko perceraian dan stunting.

Ia menegaskan pentingnya menunda usia pernikahan untuk mematangkan kesiapan diri. Hal ini berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019, tentang batas usia minimal menikah bagi laki-laki maupun perempuan adalah 19 tahun.

PAIF dan PAI KUA Karanganyar Sri Mulyati dan Sayono foto bersama usai acara Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di SMA Ma’arif NU Karanganyar, Senin (16/6/ 2025). Senin (16/6/2025). (Foto : Tarom)


“Undang-undang secara tegas menyebutkan bahwa usia minimal menikah untuk pria dan wanita adalah 19 tahun,” tegasnya dihadapan 79 siswa kelas X dan XI.

Pemateri lainnya, PAI KUA Karanganyar Sayono, menambahkan bahwa BRUS juga berperan sebagai media pendidikan karakter bagi para remaja.

“Selain mencegah pernikahan dini, BRUS juga menjadi wadah pembinaan karakter dan kepribadian remaja. Melalui kegiatan ini, mereka dibekali wawasan mengenai perencanaan pernikahan yang matang demi mewujudkan ketahanan keluarga dan melahirkan generasi unggul,” ucapnya.

Kegiatan BRUS yang digelar oleh KUA Karanganyar disambut baik oleh pihak SMA Ma’arif NU Karanganyar. Dan kerjasama ini diharapkan bisa terus berlanjut agar manfaat dari program BRUS semakin dirasakan oleh para siswa.(*)

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha (PAI KUA Karanganyar)
Editor: Imam Edi Siswanto

Senin, 10 November 2025

Bangga! Putra-Putri Karanganyar Wakili Purbalingga di MTQH Provinsi Jawa Tengah 2025

Foto bersama para peserta MTQH Kabupaten Purbalingga dari Kecamatan Karanganyar saat acara pelepasan oleh Kepala KUA Karanganyar, Amin Nasirudin (nomor 2 dari kanan) dan Plt. Camat Karanganyar, Juli Atmadi (berbusana jas), di halaman Pendopo Dipakusuma Kabupaten Purbalingga, Senin (10/11/2025). (Foto: Said Ali Purnomo)

Purbalingga- Putra-putri terbaik dari Kabupaten Purbalingga resmi dilepas oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), Plt. Camat, serta para Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar di halaman Pendopo Dipakusuma Kabupaten Purbalingga, Senin (10/11/2025).

Mereka akan mewakili Kabupaten Purbalingga dalam ajang bergengsi Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) Tingkat Provinsi Jawa Tengah, yang akan diselenggarakan pada 10–14 November 2025 di Kabupaten Tegal. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGANYAR

Dalam suasana pelepasan yang berlangsung khidmat dan sarat doa, Kepala KUA Karanganyar, Amin Nasirudin, menyampaikan rasa bangganya atas prestasi yang telah diraih para peserta, khususnya dari Kecamatan Karanganyar yang berhasil menjadi Juara Umum MTQH tingkat Kabupaten Purbalingga 2025 pada awal Agustus lalu.

“Kami sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian ini. Anak-anak Karanganyar telah menunjukkan semangat luar biasa dalam mencintai Al-Qur’an,” ucap Amin Nasirudin.

Ia berharap, mereka bisa tampil maksimal dan membawa nama baik Kabupaten Purbalingga, khususnya Kecamatan Karanganyar, di tingkat provinsi.

Plt. Camat Karanganyar, Juli Atmadi, turut memberikan dukungan dan motivasi kepada para peserta.

“Menjadi wakil Purbalingga di ajang MTQH Jawa Tengah adalah kebanggaan sekaligus amanah besar. Kami seluruh masyarakat Karanganyar mendoakan agar para peserta diberikan kelancaran, kesehatan, dan hasil terbaik”, katanya.

Salah satu peserta mewakili kafilah mengungkapkan bahwa mereka insyaallah siap memberikan yang terbaik.

“Mohon doa restu dari seluruh masyarakat Karanganyar dan Purbalingga, agar kami bisa membawa pulang prestasi untuk daerah tercinta,” ungkapnya.

Peserta MTQH Tingkat Provinsi Jawa Tengah dari Kecamatan Karanganyar antara lain :
1. Yusup Maulana : Tilawah Anak Putra
2. Musyfiq Aufa Ulinuha : Tilawah Remaja Putra
3. Diani Rosyidah : Tilawah Dewasa Putri
4. Hanif Fadillah : 1 Juz Dan Tilawah Putra
5. Kyla Fathul Khasanah : 5 Juz Dan Tilawah Putri.

Para peserta dari Kecamatan Karanganyar ini, akan bergabung dalam Kafilah MTQH Kabupaten Purbalingga.

Dengan doa bersama, disertai harapan semoga seluruh peserta dapat tampil percaya diri dan menjunjung nilai-nilai keikhlasan, sportivitas dan membawa prestasi juara.(*)

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar)
Editor: Imam Edi Siswanto

Minggu, 04 Januari 2026

KUA Karanganyar Raih Penghargaan Pelopor Program Ekoteologi

Kepala KUA Karanganyar, Amin Nasirudin bersama ASN KUA Karanganyar usai mendapatkan penghargaan sebagai KUA pelopor Program Ekoteologi Periode Oktober–Desember 2025. pada HAB ke 80 Kementerian Agama di MI Negeri 1 Purbalingga, Sabtu (3/1/2026). (Foto: Tarom).

Purbalingga-Komitmen Kantor Urusan Agama (KUA) Karanganyar dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang inovatif dan berdampak kembali membuahkan hasil. Bertepatan dengan peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI, Sabtu (3/1/2026), KUA Karanganyar kembali menerima penghargaan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga.

Pada momen tersebut, KUA Karanganyar dinobatkan sebagai KUA Pelopor Program Ekoteologi Periode Oktober–Desember 2025. Penghargaan diserahkan seusai Upacara HAB Kemenag di Lapangan MI Negeri 1 Purbalingga dan disaksikan oleh jajaran Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga serta tamu undangan.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGANYAR

Penghargaan ini diberikan atas inovasi KUA Karanganyar melalui dua program unggulan, yaitu Jumat Berakar (Jumat Berkah KUA Karanganyar) dan BERLIAN (Bersih Lingkungan Asri dan Nyaman). Kedua program tersebut merupakan dukungan nyata terhadap Asta Program Prioritas Kementerian Agama RI, khususnya penguatan ekoteologi, sekaligus sejalan dengan program Kemenag ASRI yang dicanangkan Kemenag Purbalingga.

Flyer ucapan selamat atas prestasi KUA Karanganyar sebagai 
Pelopor Program Ekoteologi Periode Oktober–Desember 2025. (Design by Tanti).

“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan pelayanan KUA yang tidak hanya tertib administrasi, tetapi juga memberi nilai keberkahan dan manfaat jangka panjang. Ekoteologi mengajarkan bahwa menjaga alam adalah bagian dari ibadah,” kata Kepala KUA Karanganyar, Amin Nasirudin.

Prestasi ini semakin menguatkan konsistensi KUA Karanganyar, setelah sebelumnya juga meraih penghargaan sebagai KUA Pelopor Layanan Prima Periode Juli–September 2025. Melalui momentum HAB ke-80, KUA Karanganyar meneguhkan komitmen untuk terus memperkuat sinergi antara pelayanan keagamaan, kepedulian lingkungan, dan nilai kemanusiaan demi menghadirkan KUA yang profesional dan berdampak bagi masyarakat.(*)

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar)
Editor: Imam Edi Siswanto

Rabu, 12 November 2025

KUA Karanganyar Gelar Doa Bersama Dukung Kemenag Purbalingga Raih Predikat WBK 2025

PAI KUA Karanganyar, Sayono (tengah), saat memimpin doa bersama dalam Penilaian Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Tahun 2025 oleh Tim Evaluator TPN KemenPANRB pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga. di Aula Balai Nikah KUA pada Rabu (12/11/2025).((Foto: Tarom)

Purbalingga-Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karanganyar menggelar doa bersama untuk meraih sukses Penilaian Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Tahun 2025 oleh Tim Evaluator TPN KemenPANRB pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga.

Doa bersama berlangsung di Aula Balai Nikah KUA Karanganyar dipandu oleh Aris Sungkowo, dipimpin oleh Sayono, dan diikuti oleh seluruh ASN KUA dengan penuh kebersamaan dan semangat spiritualitas,Rabu (12/11/2025).

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGANYAR

Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Karanganyar, Sayono, mempimpin doa yang cukup menyentuh hati. Memohon keberkahan, kemudahan, dan kesuksesan bagi seluruh keluarga besar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga dalam meraih predikat WBK Tahun 2025. 

Kepala KUA Karanganyar, Amin Nasirudin (nomor 2 dari kanan), saat sambutan pada acaradoa bersama Penilaian Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Tahun 2025 oleh Tim Evaluator TPN KemenPANRB pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga. di Aula Balai Nikah KUA pada Rabu (12/11/2025).((Foto: Tarom)

Kepala KUA Karanganyar, Amin Nasirudin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa doa bersama ini menjadi bentuk dukungan moral dan spiritual bagi Kemenag Purbalingga dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.

“Kita berdoa bersama agar seluruh ikhtiar menuju WBK diridhoi Allah SWT. Semoga semangat integritas, pelayanan prima, dan akuntabilitas semakin kuat di lingkungan Kementerian Agama,” ucapnya dalam suasana hening dan penuh harap menyelimuti ruangan.

Doa bersama ini merupakan wujud nyata dari komitmen ASN KUA Karanganyar untuk selalu mengaitkan setiap langkah kerja dengan nilai-nilai keikhlasan dan pengabdian.

Dalam kesempatan tersebut, Amin Nasirudin juga memberikan apresiasi kepada Sayono, Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar, yang baru saja meraih Juara 1 Kompetisi Film Islami Nasional yang diselenggarakan oleh Direktorat Bimas Islam Kemenag RI.

“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar KUA Karanganyar dan inspirasi untuk terus berkarya dalam dakwah dan budaya Islami,” tambah Amin.

Di bawah sinar doa dan harapan yang tulus, seluruh ASN KUA Karanganyar bertekad menjadikan pelayanan publik sebagai ladang ibadah, mengabdi kepada masyarakat dengan hati yang bersih, niat yang lurus, dan semangat yang terus menyala. 

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar)
Editor: Imam Edi Siswanto


Jumat, 24 Oktober 2025

Jejak Jihad dan Pengabdian: ASN KUA Karanganyar Rayakan Hari Santri dengan Semangat Kebangsaan

ASN KUA Karanganyar ikut serta menggelorakan semangat HSN tahun 2025 di Kecamatan Karanganyar dengan mengikuti pawai dilanjutkan dengan apel akbar di lapangan Desa Bungkanel pada Rabu (22/10/2025). (Foto: Artanti laili Zulaiha)

Purbalingga-Aparatur Sipil Negara (ASN) Kator Urusan Agama (KUA) Karanganyar turut berpartisipasi gelorakan semangat santri pada rangkaian Hari Santri Nasional (HSN) Kecamatan Karanganyar. Di awali dengan Pawai Ta'aruf pada hari Rabu, 22 Oktober 2025 lalu.

Berlanjut dengan Apel Hari Santri Nasional yang dilaksanakan di lapangan Desa Bungkanel, yang diselenggarakan oleh Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Karanganyar. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGANYAR

Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Karanganyar, Artanti Laili Zulaiha, menceritakan bahwa bertindak sebagai Pembina Apel Akbar HSN tahun 2025 adalah Plt. Camat Karanganyar, Juli Atmadi. 

Hadir sebagai peserta apel adalah seluruh santri dari berbagai lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama, antara lain Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ), Madrasah Diniyah (Madin), Pondok Pesantren, Madrasah, serta para ustadz dan ustadzah. Tidak kalah penting, kehadiran kepala desa se-Kecamatan Karanganyar, unsur Formompincam, badan otonom NU, dan masyarakat umum menambah meriah suasana apel.

Menurutnya, secara singkat sejarah Hari Santri Nasional bahwa, setelah Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, kedaulatan Indonesia kembali terancam. Pasukan Sekutu, yang diboncengi oleh Netherlands Indies Civil Administration (NICA) atau Belanda, mulai mendarat di berbagai wilayah, termasuk Surabaya, dengan niat merebut kembali kekuasaan. Situasi genting ini memicu keresahan yang mendalam di kalangan ulama dan rakyat.

Dalam menghadapi ancaman penjajah yang semakin nyata, pada tanggal 21-22 Oktober 1945, berkumpullah para ulama dari berbagai penjuru Jawa dan Madura di Surabaya. Rapat besar yang diadakan oleh perhimpunan Nahdlatul Ulama (NU) ini menghasilkan sebuah fatwa bersejarah yang dikenal sebagai Resolusi Jihad.

Fatwa ini secara resmi diserukan oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy'ari, pendiri NU dan pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng. Isi utama dari Resolusi Jihad adalah.

Pertama, kewajiban agama yakni mempertahankan dan menegakkan Negara Republik Indonesia Merdeka adalah sebuah kewajiban bagi setiap umat Islam (fardhu 'ain), yang termasuk dalam kategori jihad di jalan Allah (sabilillah).

Kedua, perlawanan maksimal: resolusi ini secara tegas menyerukan kepada seluruh umat Islam, khususnya para santri dan pemuda, untuk mengangkat senjata melawan tentara Sekutu dan Belanda yang berusaha menjajah kembali Indonesia.

Lebih lanjut ia mengatakan, Resolusi Jihad ini seketika membakar semangat perlawanan yang sangat membara. Seruan ini memberikan legitimasi agama pada perjuangan fisik melawan penjajah, mengubah medan pertempuran menjadi arena jihad suci. Ribuan santri, kiai, dan laskar rakyat segera bergerak ke Surabaya. 

Semangat jihad inilah yang kemudian menjadi motor penggerak perlawanan heroik rakyat dalam Pertempuran 10 November 1945, peristiwa yang kita diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional. Resolusi Jihad membuktikan bahwa santri tidak hanya handal dalam ilmu agama, tetapi juga merupakan garda terdepan dalam membela kedaulatan NKRI.

Negara Mengakui Keberadaan Santri. Meskipun peran santri dalam kemerdekaan sangat besar, pengakuan secara formal melalui penetapan hari nasional memerlukan waktu yang panjang. Gagasan untuk menjadikan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional telah diperjuangkan sejak lama dan mendapat dukungan luas, terutama dari organisasi massa Islam.

Berbagai pihak, termasuk NU, terus mengusulkan dan mendesak pemerintah agar menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri sebagai bentuk penghargaan atas peran historis yang seringkali tidak terungkap secara penuh dalam narasi sejarah nasional. 

Dan akhirnya, Hari Santri Nasional secara resmi ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 yang ditandatangani pada 15 Oktober 2015.

Dipilih tanggal 22 Oktober karena tanggal tersebut merujuk langsung pada momentum Resolusi Jihad. Dalam konsideran Keppres tersebut, disebutkan secara eksplisit bahwa ulama dan santri pondok pesantren memiliki peran besar dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan, dan penetapan Hari Santri bertujuan untuk mengenang, meneladani, dan melanjutkan peran mereka dalam pembangunan bangsa. 

Keterlibatan ASN KUA Karanganyar dalam pawai dan apel HSN tahun 2025 Kecamatan Karanganyar menunjukan komitmen bersama dalam mendukung kegiatan keagamaan dan kebangsaan, sekaligus memperkuat peran serta santri dan pesantren sebagai pilar pembangunan bangsa.

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar )
Editor: Imam Edi Siswanto


Senin, 04 Agustus 2025

MTQH Karanganyar 2025: Menyatukan Semangat Qur’ani, Ukhuwah dan Nasionalisme


 PAI KUA Karanganyar sebagai Koordinator MTQH Tingkat Kecamatan Karanganyar Tahun 2025, Artanti Laili Zulaiha saat melaporkan kegiatan pada saat acara pembukaan MTQH di Pendopo Kecamatan Karanganyar, Sabtu (2/8/2025) lalu. (Foto: Sayono)

Purbalingga-Dalam suasana penuh khidmat dan semangat persaudaraan Islam, Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) Tingkat Kecamatan Karanganyar Tahun 2025 resmi dibuka pada Sabtu pagi, di Pendopo Kecamatan Karanganyar, Sabtu (2/8/2025) lalu.

Pembukaan diawali dengan laporan dari Koordinator MTQH, Artanti Laili Zulaiha, yang sekaligus menandai dimulainya seluruh rangkaian perlombaan yang akan berlangsung di empat lokasi berbeda. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search?q=KARANGANYAR

"MTQH bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga wahana syiar Islam, penguatan silaturahmi, dan pembentukan generasi Qur’ani yang cerdas dan berakhlakul karimah," ucapnya.

Ia menyampaikan tiga tujuan utama menghidupkan kegiatan tersebut, yakni. 

  1. Menyemarakkan syiar Islam di masyarakat Karanganyar,
  2. Menyeleksi peserta terbaik untuk melaju ke MTQH tingkat Kabupaten Purbalingga (9 Agustus 2025),
  3. Menumbuhkan semangat kompetisi sehat dan ukhuwah Islamiyah di kalangan generasi muda.

Untuk lokasi perlombaan digelar serentak di beberapa lokasi. Tilawah Qur’an: Pendopo Kecamatan

  1. Tartil Qur’an: Aula Korwilcam
  2. Hafalan Al-Qur’an: Lantai 2 KUA Karanganyar
  3. Kaligrafi Islam: Aula Balai Nikah KUA Karanganyar

Lebih lanjut dijelaskan bahwa, sebanyak 85 peserta dari desa se-Kecamatan Karanganyar turut ambil bagian, mempersembahkan bakat terbaiknya di berbagai cabang lomba. 

  1. Seni Baca Al-Qur’an (Tartil dan Tilawah, untuk anak-anak, remaja, dan dewasa)
  2. Hafalan Al-Qur’an (1, 5, 10, 20, dan 30 juz)
  3. Kaligrafi Islam (Hiasan Mushaf dan Dekorasi)

MTQH tahun ini juga menjadi bagian dari peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, yang menjadikan semangat nasionalisme dan spiritualitas keagamaan berjalan seiring. Hal ini tercermin dalam kepanitiaan yang menyatu antara dua kegiatan besar tersebut.

Di akhir laporannya, Artanti menyampaikan harapan besar. “Kami ingin MTQH tidak hanya menghasilkan juara, tapi juga melahirkan generasi yang mencintai Al-Qur’an, menjadikannya sebagai pedoman hidup.” harapnya.

Ucapan terima kasih pun disampaikan kepada seluruh pihak panitia, dewan hakim, instansi pemerintah, serta para peserta yang telah memberi warna dalam pelaksanaan acara tersebut.

Sebelum resmi dibuka oleh Plt Camat Karanganyar, Juli Atmadi, S.STP., M.A.P., Koordinator MTQH, Artanti menyisipkan pantun.

Baca Al-Qur’an setiap hari
Jadikan hidup penuh berkah
MTQ ajang silaturahmi
Menyemai iman dan akhlak yang indah

Ke pasar beli buah semangka
Jangan lupa bawa keranjang
MTQ bukan hanya ajang juara
Tapi ladang pahala yang sangat panjang 

Kontributor : Sayono dan Tarom (PAI KUA Karanganyar)
Editor: Imam Edi Siswanto

Purbalingga Carnival 2026, Kemenag Purbalingga Tampilkan Layanan dan Budaya

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga saat memberikan gunungan buah dan sayuran kepada Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif dan ...