![]() |
Kepala
KUA Karanganyar, Amin Nasirudin memberikan bibit pohon manggis kepada
pengguna layanan yang hadir pada Jumat pertama di KUA Karanganyar. (Foto:
Tarom). |
Purbalingga-Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karanganyar terus berikhtiar menghadirkan wajah pelayanan publik yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga sarat nilai, makna, dan keberlanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dua program unggulan, yakni Jumat Berakar (Jumat Berkah KUA Karanganyar) dan BERLIAN (Bersih Lingkungan Asri dan Nyaman).
Penyuluh Agama Islam (PAI)
Kantor Urusan Agama (KUA) Karanganyar, Artanti Laili Zulaiha menjelaskan, bahwa kedua program ini menjadi representasi nyata upaya KUA Karanganyar dalam mengintegrasikan pelayanan keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup, sekaligus menjawab tantangan pelayanan publik yang berdampak dan berkelanjutan.
BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGANYAR
![]() |
ASN KUA Karanganyar bersama-sama membersihkan lingkungan KUA Karanganyar. (Foto: Artanti). |
Program Jumat Berakar lahir dari kesadaran bersama bahwa pelayanan keagamaan memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar ritual dan administrasi. Agama dipahami sebagai fondasi moral yang menuntun manusia untuk menjaga harmoni dengan alam sebagai amanah Tuhan.
Jumat Berakar sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama RI, khususnya penguatan Ekoteologi, yakni etika lingkungan berbasis nilai-nilai agama. Program ini juga selaras dengan gerakan Kemenag ASRI (Aman, Sehat, Rindang, Indah) yang diinisiasi oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga dengan slogan “Nandur Becik, Ati Resik”, yang menginspirasi KUA Karanganyar untuk menghadirkan inovasi serupa di tingkat kecamatan.
Program Jumat Berakar dilaksanakan setiap Jumat pertama dengan membagikan bibit pohon manggis kepada pengguna layanan, khususnya pasangan pengantin baru. Pemilihan pohon manggis memiliki makna filosofis dan ekologis: tanaman produktif, bernilai ekonomi, dan berumur panjang. Pohon ini diharapkan menjadi amal jariyah, kebaikan yang manfaat dan pahalanya terus mengalir hingga generasi berikutnya.
Tujuan dan Manfaat Jumat Berakar
Melalui Jumat Berakar, KUA Karanganyar berupaya mewujudkan KUA berbasis ekoteologi, yakni menjadikan kantor KUA sebagai ruang edukasi publik bahwa menjaga alam merupakan bagian dari ibadah. Selain itu, program ini berkontribusi dalam meningkatkan ruang terbuka hijau produktif, memperbaiki kualitas lingkungan, serta mendukung ketahanan pangan keluarga.
Dari sisi sosial dan edukatif, Jumat Berakar menanamkan kesadaran bahwa membangun rumah tangga berarti juga merawat kehidupan dan lingkungan. Sementara dari sisi spiritual, setiap pohon yang tumbuh, berbuah, dan memberi manfaat menjadi sumber pahala yang terus mengalir bagi penanamnya.
![]() |
ASN KUA Karanganyar tampak sedang melakukan kegiatan menjaga
kebersihan halaman Kantor. (Foto: Aris Sungkowo). |
BERLIAN KUA Karanganyar: Merawat Lingkungan Kerja, Menguatkan Pelayanan
Selain Jumat Berakar, KUA Karanganyar juga menjalankan program BERLIAN (Bersih Lingkungan Asri dan Nyaman) sebagai wujud komitmen menciptakan lingkungan kerja yang bersih, tertata, dan nyaman. Program ini dilaksanakan melalui kegiatan rutin bersih-bersih, penataan ruang kerja, serta perawatan taman dan area hijau di sekitar kantor.
Lingkungan kerja yang bersih dan asri diyakini mampu meningkatkan produktivitas, semangat kerja aparatur, sekaligus menghadirkan rasa nyaman dan kepercayaan bagi masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan.
Program BERLIAN mencerminkan budaya kerja KUA Karanganyar yang menjunjung tinggi kerapian, keindahan, dan kepedulian terhadap detail. Pembiasaan nilai-nilai positif ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan pengalaman pelayanan publik yang ramah, profesional, dan berkesan.
Melalui program Jumat Berakar dan BERLIAN, KUA Karanganyar menegaskan bahwa pelayanan keagamaan dapat berjalan seiring dengan kepedulian lingkungan dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan. KUA tidak hanya hadir sebagai tempat mengurus administrasi, tetapi juga sebagai ruang penebar nilai, kesadaran, dan keberkahan, bagi manusia, alam, dan generasi masa depan.(*)
Kontributor : Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar)
Editor: Imam Edi Siswanto



Tidak ada komentar:
Posting Komentar