Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri zAHID KHASANI. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri zAHID KHASANI. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Oktober 2026

Muchlis M Hanafi: Penyuluh Agama Islam se-Eks-Karesidenan Banyumas Harus Responsif dan Adaptif di Era Digital

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., M.A. saat membuka sekaligus mengisi acara Implementasi Regulasi Kepenyuluhan Jawa Tengah Angkatan II yang diselenggarakan oleh Direktorat Penerangan Agama Islam Subdirektorat Bina Penyuluh Agama Islam, di MAN 1 Banyumas, Senin (12/10/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga – Direktur Penerangan Agama Islam pada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., M.A., menegaskan pentingnya kemampuan Penyuluh Agama Islam (PAI) dalam memahami realitas sosial dan menyampaikan pesan keagamaan secara kontekstual. 

Penyuluh juga dituntut adaptif memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah yang edukatif, komunikatif, dan menyejukkan.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/2025/02/zahid-khasani-penyuluh-agama-islam_28.html

Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Implementasi Regulasi Kepenyuluhan Jawa Tengah Angkatan II yang diselenggarakan Direktorat Penerangan Agama Islam melalui Subdirektorat Bina Penyuluh Agama Islam di MAN 1 Banyumas, Senin (12/10/2026) kemarin. 

Foto bersama usai acara Implementasi Regulasi Kepenyuluhan Jawa Tengah Angkatan II yang diselenggarakan oleh Direktorat Penerangan Agama Islam Subdirektorat Bina Penyuluh Agama Islam, di MAN 1 Banyumas, Senin (12/10/2026). (Foto:Istimewa)

Dalam arahannya, Muchlis mengajak para penyuluh untuk kembali memahami tugas dan fungsi sebagai garda terdepan pelayanan keagamaan di tengah masyarakat. 

Menurutnya, penyuluh tidak cukup hanya menyampaikan ajaran agama secara normatif, tetapi juga perlu memahami persoalan nyata yang dihadapi umat agar bimbingan yang diberikan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Pendekatan tersebut sejalan dengan konsep fikih realitas, yakni memahami kondisi sosial dan persoalan kehidupan masyarakat sebagai pertimbangan dalam menyampaikan pesan serta memberikan pelayanan keagamaan secara tepat dan kontekstual.

Muchlis juga mengingatkan pentingnya penggunaan bahasa yang mudah dipahami. Mengutip QS. Ibrahim ayat 4, ia menjelaskan bahwa para rasul diutus dengan bahasa kaumnya agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan jelas. 

PAI dari Kemeneterian Agama Kabupaten Purbalingga foto bersama usai acara Implementasi Regulasi Kepenyuluhan Jawa Tengah Angkatan II yang diselenggarakan oleh Direktorat Penerangan Agama Islam Subdirektorat Bina Penyuluh Agama Islam, di MAN 1 Banyumas, Senin (12/10/2026). (Foto: Istimewa)

Prinsip ini menjadi landasan bagi penyuluh untuk menyesuaikan cara berkomunikasi dengan kondisi sosial, budaya, dan karakteristik masyarakat yang dilayani.

Dalam konteks dakwah digital, pesan keagamaan perlu disampaikan melalui konten yang kreatif, sederhana, dan mudah diakses. 

Media sosial tidak hanya menjadi sarana penyebaran informasi, tetapi juga ruang edukasi untuk memperkuat pemahaman keagamaan, menjaga kerukunan umat beragama, mendorong perdamaian, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan melalui pendekatan ekoteologi.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Bina Penyuluh Agama Islam sekaligus penyelenggara kegiatan, Jamaluddin M. Marki, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi penyuluh, khususnya dalam mengelola konten media sosial. 

Penguatan keterampilan digital diharapkan membantu penyuluh menyampaikan pesan-pesan keagamaan secara lebih kreatif, komunikatif, dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Sebelumnya, Ketua Tim Bimbingan Teknis dan Supervisi Penyuluh Agama Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Syalabi, juga menekankan pentingnya kepekaan penyuluh terhadap kepentingan dan kebutuhan publik.

“Penyuluh agama Islam harus responsif terhadap kepentingan atau kebutuhan publik. Setiap saat harus siap melayani dan memberikan penyuluhan atau solusi,” tegasnya.

Kegiatan yang dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan konten kreatif ini, diikuti sekitar 250 Penyuluh Agama Islam dari wilayah eks-Karesidenan Banyumas, meliputi Kabupaten Cilacap, Banjarnegara, Banyumas, dan Purbalingga. 

Dari Kabupaten Purbalingga, hadir Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Moh. Nur Hidayat, Ketua dan Sekretaris PD IPARI Purbalingga, Khikam Aziz dan Edi Rudjito, serta penyuluh agama Islam fungsional dan seluruh koordinator PAI tingkat kabupaten. Delegasi Purbalingga tercatat berjumlah 31 orang.


Melalui kegiatan ini, Penyuluh Agama Islam diharapkan semakin profesional dalam memahami regulasi kepenyuluhan, membaca dinamika sosial, dan memanfaatkan teknologi digital secara bertanggung jawab. 

Dengan demikian, penyuluh tidak hanya hadir sebagai pemberi bimbingan keagamaan, tetapi juga sebagai penggerak harmoni sosial, penguat nilai-nilai kemanusiaan, dan pelopor kepedulian terhadap lingkungan.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto

Kamis, 07 Mei 2026

Menggapai Haji Mabrur: 27 ASN Kemenag Purbalingga Ikuti Doa Bersama Calon Jamaah Haji 2026

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani, saat menyampaikan arahanya di acara Doa Bersama dan Pelepasan Petugas serta Calon Jamaah Haji 1447 H/2026 M di Aula Uswatun Hasanah, Kamis (7/5/2026).(Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga menggelar Doa Bersama dan Pelepasan Petugas serta Calon Jamaah Haji 1447 H/2026 M di Aula Uswatun Hasanah, Kamis (7/5/2026). 

Pada musim haji tahun ini, sebanyak 27 ASN Kemenag Purbalingga dari unsur pegawai kantor, KUA, Penyuluh Agama Islam, pengawas, hingga guru RA dan madrasah diberangkatkan untuk menunaikan ibadah haji.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani, mengatakan bahwa panggilan untuk menunaikan ibadah haji merupakan nikmat dan keistimewaan luar biasa yang wajib disyukuri. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/Zahid%20Khasani

“Panggilan untuk menjadi tamu Allah, harus disyukuri dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk beribadah dengan penuh keikhlasan,” ungkapnya.

Ia juga berpesan kepada seluruh calon jamaah haji agar menjaga niat dan kesehatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Menurutnya, kesehatan menjadi salah satu kunci utama agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan optimal.

Dalam arahannya, Zahid Khasani menyampaikan empat pesan penting kepada para calon jamaah haji, yaitu meluruskan niat semata-mata karena Allah SWT agar meraih haji mabrur, menjaga kesehatan selama di Tanah Suci, menjaga nama baik Kabupaten Purbalingga dan Kementerian Agama, serta turut mendoakan kesuksesan Kemenag Purbalingga menuju WBBM 2027.

Sementara itu, dalam sambutannya mewakili calon jamaah haji, Kasubbag TU, Sudiono menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga.

Ia juga memohon doa agar seluruh jamaah diberikan kesehatan, kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah haji.

“Selamat berpisah dan selamat berjumpa lagi, sepertinya Ka'bah sudah di hadapan kita,” ucap Sudiono penuh haru.

Sudiono juga mengajak seluruh jamaah untuk turut mendoakan kesuksesan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di lingkungan Kemenag Purbalingga pada tahun 2027.

Kegiatan yang berlangsung cukup khidmat dan penuh haru ini, mengusung tema “Menggapai Haji Mabrur, Menguatkan Ukhuwah dan Keikhlasan dalam Pengabdian.”

Sebelum keberangkatan menuju Tanah Suci. Doa bersama dipimpin oleh Kasi Bimas Islam, Moh. Nur Hidayat yang memohon keselamatan, kesehatan, kelancaran perjalanan, serta kemabruran bagi seluruh jamaah.

Dengan doa dan dukungan bersama, para jamaah diharapkan dapat menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar serta kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur dan membawa keberkahan bagi masyarakat.

Berikut daftar Jemaah calon haji tahun 1447 H/2026 M
ASN dan NON ASN Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga.

1

Sudiono

2

Siti Honiah Mujiati

3

Agus Musalim

4

Suratmo

5

Eny Kristianti

6

Eli Nurhayati

7

Syarifudin

8

Yuyu Yuniawati

9

Farid Syarifudin

10

Asrifah

11

Mariatul Qibriyah

12

Musriah

13

Siti Latifah

14

Isnaeni Nurul Hidayati

15

Rina Tri Yuniati

16

Imam Edi Siswanto

17

Pariyah

18

Anis Novi P

19

Nikmah Yulianti

20

Titik

21

Suprapti

22

Abdillah Rahman

23

Siti Muflikhah

24

Siti Khozanah

25

Endaryati

26

Siti Nurhidayati

27

Aman Bagus Pambudi

Pewarta: Imam Edi Siswanto

Jumat, 01 Mei 2026

BRUS SMK Ma’arif NU Bobotsari Cetak Remaja Berakhlak dan Siap Songsong Masa Depan Cerah

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga H. Zahid Khasani, (nomor tiga dari Kiri), foto bersama usai acara Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di MTs SMK Ma’arif NU Bobotsari, Kamis (30/4/2026) kemarin. (Foto: Asih Nur Utami) 

Purbalingga–Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) kembali digelar sebagai upaya pembinaan karakter generasi muda. Kali ini, kegiatan berlangsung di SMK Ma’arif NU Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, Kamis (30/4/2026), dengan mengusung tema “Remaja Berakhlak, Generasi Berkualitas, Cerdas dan Masa Depan Cerah.”

Kegiatan ini diikuti oleh 57 peserta yang terdiri dari 37 siswa perempuan dan 20 siswa laki-laki. Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga H. Zahid Khasani, jajaran Seksi Bimbingan Masyarakat Islam beserta tim, Kepala KUA Kecamatan Bobotsari, Kepala SMK Ma’arif NU Bobotsari, fasilitator BRUS, serta para Penyuluh Agama Islam KUA Bobotsari.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/BOBOTSARI 

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan pembukaan oleh MC Nur Asih Utami dan pembacaan doa oleh Penyuluh Agama Islam, Ustadz Rikin. 

Selanjutnya, laporan kegiatan disampaikan oleh Kasi Bimas Islam, Moh Nur Hidayat, yang menjelaskan bahwa BRUS bertujuan membentuk remaja berakhlak mulia, memiliki kecerdasan emosional, serta kesiapan menghadapi tantangan masa depan.

Fasilitator BRUS Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Nia Melawati, saat mengisi acara Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di MTs SMK Ma’arif NU Bobotsari, Kamis (30/4/2026) kemarin. (Foto: Asih Nur Utami) 

Sambutan dari pihak sekolah disampaikan oleh Arif Romadhon yang mewakili Kepala SMK Ma’arif NU Bobotsari. Ia mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini sebagai bentuk sinergi dalam membangun karakter siswa yang berakhlak dan berkualitas.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani, dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan secara resmi, menekankan pentingnya membentuk remaja yang sehat secara fisik dan mental. Menurutnya, remaja yang baik ditandai dengan akhlak mulia, kemampuan mengendalikan diri, aktif dalam kegiatan positif, serta semangat dalam menuntut ilmu.

Ia juga menjelaskan ciri-ciri orang hebat, yakni memiliki integritas, tanggung jawab, serta mampu memberikan manfaat bagi orang lain. Selain itu, pola pikir berkembang (growth mindset), disiplin dalam mengelola waktu, serta semangat belajar yang tinggi menjadi kunci dalam meraih kesuksesan.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh fasilitator BRUS Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Nia Melawati. Materi disampaikan secara interaktif, sehingga peserta lebih mudah memahami pentingnya menjadi remaja yang berakhlak, cerdas, serta memiliki visi masa depan yang jelas.

Melalui kegiatan BRUS ini, diharapkan para siswa mampu mengimplementasikan nilai-nilai yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tumbuh menjadi generasi yang berkualitas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi masa depan dengan penuh optimisme.(*)

Kontributor: Nur Asih Utami (PAI KUA Bobotsari)
Editor: Imam Edi Siswanto

Zahid Khasani: Remaja Saat Ini, Penentu Wajah Bangsa di Masa Mendatang

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga H. Zahid Khasani, (tengah), Kasi Bimas Islam sekaligus Ketua Panitia Moh. Nur Hidayat (dua dari Kanan), Kepala KUA Karangreja Abdul Ra’ub (dua dari Kiri), Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum Khoirur Rosid (Kanan), serta Khikam Aziz sebagai fasilitator BRUS (Kiri), pada acara Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) kembali digelar di MTs Ma’arif NU 15 Siwarak, Kecamatan Karangreja, Kamis (30/4/2026) kemarin. (Foto: Saryono) 

Purbalingga–Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga H. Zahid Khasani, menegaskan bahwa remaja saat ini merupakan penentu wajah bangsa di masa mendatang. 

Menurutnya, pembinaan generasi muda tidak cukup hanya melalui pendidikan formal, tetapi harus diimbangi dengan penguatan nilai keagamaan, akhlak, dan karakter. 

Demikian diungkapkan pada kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) kembali digelar di MTs Ma’arif NU 15 Siwarak, Kecamatan Karangreja, Kamis (30/4/2026) kemarin. 

Program ini diikuti oleh 59 peserta sebagai bagian dari upaya pembinaan generasi muda agar tumbuh menjadi remaja yang berkarakter, berakhlak, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGREJA 

Ia menyebut BRUS sebagai langkah strategis dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.

 Fasilitator BRUS, Khikam Aziz (Kanan berkopiah), saat mengisi acara Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) kembali digelar di MTs Ma’arif NU 15 Siwarak, Kecamatan Karangreja, Kamis (30/4/2026) kemarin. (Foto: Saryono) 


Ia juga memberikan motivasi kepada para peserta agar berani memiliki cita-cita tinggi dan memperjuangkannya dengan sungguh-sungguh. “Jangan pernah takut bercita-cita. Gantungkan cita-cita setinggi langit dan perjuangkan dengan sungguh-sungguh. Man jadda wa jadda, siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil,” pesannya.

Kegiatan tersebut dihadiri pula oleh Kasi Bimas Islam sekaligus Ketua Panitia Moh. Nur Hidayat, Kepala KUA Karangreja Abdul Ra’ub, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum Khoirur Rosid, serta Khikam Aziz sebagai fasilitator BRUS. 

Sementara itu, Moh. Nur Hidayat menjelaskan bahwa BRUS merupakan bentuk nyata perhatian Kementerian Agama dalam pembinaan generasi muda. Ia menekankan bahwa masa remaja adalah fase penting dalam pembentukan jati diri, sehingga membutuhkan pendampingan yang tepat agar tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan negatif.

“Melalui BRUS, kami ingin memberikan bekal kesiapan mental, sosial, dan spiritual kepada para remaja agar lebih siap menghadapi masa depan,” ucapnya.

Kegiatan diawali dengan doa yang dipimpin oleh Kepala KUA Karangreja Abdul Ra’ub, memohon kelancaran dan keberkahan seluruh rangkaian acara. Selanjutnya, Khoirur Rosid menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai BRUS sangat relevan dalam memperkuat pendidikan karakter siswa di madrasah.

Dalam sesi materi, Khikam Aziz menyampaikan tema “Konsep Remaja Islami”. Ia menjelaskan bahwa remaja Islami adalah mereka yang mampu menyeimbangkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual dengan berlandaskan nilai-nilai Islam. Menurutnya, karakter tersebut tidak hanya tampak dari penampilan, tetapi juga tercermin dalam sikap, pola pikir, dan pergaulan sehari-hari.

 Fasilitator BRUS, Khikam Aziz (tengah), foto bersama usai mengisi acara Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) kembali digelar di MTs Ma’arif NU 15 Siwarak, Kecamatan Karangreja, Kamis (30/4/2026) kemarin. (Foto: Saryono) 

“Remaja Islami adalah remaja yang cerdas, berakhlak, menjaga kehormatan diri, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman hidup,” ucapnya.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Para peserta aktif mengikuti sesi materi, diskusi interaktif, hingga refleksi bersama. Suasana hangat dan komunikatif terlihat dari semangat siswa dalam menyimak dan berpartisipasi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa MTs Ma’arif NU 15 Siwarak mampu tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan tangguh, serta siap membawa perubahan positif bagi masyarakat, bangsa, dan agama.(*)

Kontributor : Saryono (PAI KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto
 

Sabtu, 18 April 2026

Koperasi Berkah Sehati Purbalingga Didorong Jadi Model Koperasi Ideal: Sehat, Profesional, dan Produktif

Kakankemenag Purbalingga, Zahid Khasani, saat menyampaikan kata sambutan pada acara Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Koperasi Konsumen Kemenag Berkah Sehati (KKKBS) di Aula Uswatun Hasanah, Sabtu (18/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani, menegaskan bahwa koperasi yang ideal harus dibangun di atas fondasi kepercayaan, profesionalitas, dan produktivitas. 

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Koperasi Konsumen Kemenag Berkah Sehati (KKKBS) di Aula Uswatun Hasanah, Sabtu (18/4/2026).

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search?q=Zahid

Menurut Zahid, aspek kepercayaan menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan sebuah koperasi. Ia menilai banyak koperasi yang tidak mampu bertahan karena lemahnya integritas pengurus.

“Banyak koperasi bubar karena pengurusnya tidak bisa dipercaya,” ucapnya singkat. 

Ketua KKKBS Kemenag Purbalingga, Sudiono, saat laporan kegiatan pada acara Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Koperasi Konsumen Kemenag Berkah Sehati (KKKBS) di Aula Uswatun Hasanah, Sabtu (18/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Lebih lanjut, Zahid menjelaskan bahwa koperasi yang sehat ditandai dengan manajemen yang profesional, pengelolaan yang transparan, serta pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang terarah dan akuntabel. 

Selain itu, koperasi juga harus mampu menjalankan fungsi produktif melalui pengembangan berbagai unit usaha yang dapat memenuhi kebutuhan anggotanya.

Sebagai langkah konkret, ia mendorong KKKBS untuk mengembangkan usaha produktif, seperti pendirian pom bensin mini maupun pembukaan gerai ekonomi lainnya yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan anggota. 

Perwakilan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkopukm) Kabupaten Purbalingga, Sunardi, saat menyampaikan kata sambutan pada acara Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Koperasi Konsumen Kemenag Berkah Sehati (KKKBS) di Aula Uswatun Hasanah, Sabtu (18/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Sementara itu, perwakilan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkopukm) Kabupaten Purbalingga, Sunardi, turut memberikan apresiasi atas perkembangan KKKBS yang dinilai cukup pesat. Dengan jumlah anggota yang telah mencapai 1.004 orang, koperasi ini memiliki potensi besar untuk tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang signifikan.

Ia juga menambahkan bahwa predikat koperasi sehat tidak hanya dilihat dari satu aspek, tetapi mencakup empat indikator utama, yakni tata kelola organisasi, kinerja keuangan, permodalan, serta profil risiko.

Ketua KKKBS, Sudiono, dalam kesempatan tersebut menyampaikan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola koperasi yang transparan dan profesional. 

Penasehat KKKBS Kemenag Purbalingga, Moh Nur Hidayat, saat menyampaikan kata sambutan pada acara Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Koperasi Konsumen Kemenag Berkah Sehati (KKKBS) di Aula Uswatun Hasanah, Sabtu (18/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Ia berkomitmen menjadikan KKKBS sebagai koperasi yang sehat, terpercaya, dan produktif. Ke depan, penguatan manajemen serta pengembangan unit usaha. 

Penasehat KKKBS, Moh Nur Hidayat juga menyampaikan apresiasi dan catatan yang positif melihat kinerja dan perkembangan koperasi yang cukup signifikan meskipun usia koperasi masih relatif muda.

Di sisi lain, Ketua PD IPARI Purbalingga, Khikam Aziz, didampingi Sekretaris Edi Rudjito beserta jajaran anggota, berharap KKKBS yang baru berusia satu tahun ini dapat terus memperkuat manajerial serta mengembangkan usaha produktif. 

Ketua PD IPARI Purbalingga, Khikam Aziz, saat mengikuti acara acara Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Koperasi Konsumen Kemenag Berkah Sehati (KKKBS) di Aula Uswatun Hasanah, Sabtu (18/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Menurutnya, langkah tersebut penting agar manfaat koperasi semakin dirasakan secara luas oleh para anggota.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi KKKBS untuk terus berbenah dan berinovasi. Dengan semangat kebersamaan serta pengelolaan yang amanah, koperasi diharapkan mampu tumbuh sebagai pilar ekonomi umat yang tangguh dan berkelanjutan di Kabupaten Purbalingga.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

Selasa, 14 April 2026

Pembinaan ASN KUA Kalimanah dan Padamara, Kemenag Purbalingga Dorong Integritas dan Budaya Pelayanan Prima Menuju WBBM 2027

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani (dua dari Kiri) saat melakukan pembinaan kepada ASN dan Non ASN di MTs Al Hikmah Kalikabong, Selasa (14/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Urusan Agama (KUA) Kalimanah dan Padamara, Kemenag Purbalingga dorong integritas dan budaya pelayanan prima menuju WBBM 2027.

Hal tersebut di sampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani dalam acara Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non ASN di wilayah Kecamatan Kalimanah dan Padamara yang digelar di MTs Al Hikmah Kalikabong, Selasa (14/4/2026).

Lebih lanjut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani, menekankan pentingnya akselerasi menuju WBBM 2027 melalui penguatan tiga nilai utama.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KALIMANAH

Pertama, Integritas.
Ia mengajak seluruh ASN untuk mempertahankan perilaku jujur dalam setiap situasi, baik di kantor maupun di tengah masyarakat. Integritas dinilai sebagai cerminan kepribadian yang akan dipertanggungjawabkan, sejalan dengan prinsip bahwa setiap individu adalah pemimpin yang kelak dimintai pertanggungjawaban.

Kedua, Profesionalitas.
ASN diminta menjaga profesionalitas dengan menjalankan tugas sesuai tanggung jawab dan memahami tupoksi masing-masing, baik sebagai penghulu, penyuluh agama, guru, maupun tenaga administrasi. Dedikasi dan kompetensi menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas kinerja.

Ketiga, Pelayanan Prima dengan Budaya Sehati.
Pelayanan publik harus dilakukan dengan senyum, keikhlasan, serta inovasi. Berbagai program inovatif seperti Urab Mendoan, Paku Bumi, dan penguatan wakaf uang menjadi contoh nyata upaya peningkatan layanan kepada masyarakat.

Menurutnya, ketiga nilai tersebut harus melekat dalam diri setiap ASN sebagai budaya kerja yang berkelanjutan. Dengan semangat integritas, profesionalitas, dan pelayanan prima, seluruh jajaran Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga optimistis mampu mempercepat transformasi menuju birokrasi yang bersih, transparan, dan melayani.

Kasubag TU Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Sudiono (berdiri) saat melakukan pembinaan kepada ASN dan Non ASN di MTs Al Hikmah Kalikabong, Selasa (14/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Sebelumnya, Kepala KUA Kalimanah, Kholidin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa seluruh peserta diminta membawa makanan dan minuman masing-masing sebagai bentuk kesederhanaan dan efisiensi.

“Acara pada siang ini, no drink no food,” ucapnya singkat, menegaskan konsep kegiatan yang mengedepankan kemandirian peserta.

Kepala KUA Kalimanah, Kholidin, saat menyampaikan kata sambutan pada acara pembinaan ASN dan Non ASN Kemenag Purbalingga wilayah Kecamatan Kalimanah dan Padamara di MTs Al Hikmah Kalikabong, Selasa (14/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)
Sementara itu, Kasubag TU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Sudiono, menjelaskan bahwa kebijakan tanpa snack merupakan bagian dari upaya membangun budaya kerja yang tidak membebani peserta. Ia menegaskan tiga hal penting dalam kegiatan tersebut, yaitu:

Pertama, kegiatan tanpa snack sebagai bentuk efisiensi dan tidak membebani ASN maupun non ASN.

Kedua, seluruh pegawai di lingkungan Kankemenag Purbalingga harus siap menyukseskan target Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) tahun 2027 setelah sebelumnya meraih WBK.

Ketiga, tidak ada lagi iuran peserta; seluruh peserta cukup membawa konsumsi secara mandiri.
 
Kegiatan yang diikuti sekitar 225 peserta ini dilaksanakan dengan konsep sederhana: tanpa penyediaan snack maupun minuman oleh panitia.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto

Rabu, 08 April 2026

PD IPARI Purbalingga: Dari Halal Bihalal Hingga Porseni Tingkat Karesidenan Banyumas Mei 2026

Penampilan kolaborasi Group Hadroh Al Fiyar dan iringan orgen tunggal Arin Hidayat pada acara Halal Bihalal PD IPARI Purbalingga di Hasa Hall d’Pari Resto, Perumahan Grand Faza Babakan, Slatri, Kecamatan Kalimanah, Rabu (8/4/2026).(Foto: Saryono)

Purbalingga-Semangat kebersamaan dan kehangatan terasa kental dalam kegiatan Halal Bihalal Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Purbalingga di Hasa Hall d’Pari Resto, Perumahan Grand Faza Babakan, Slatri, Kecamatan Kalimanah, Rabu (8/4/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para penyuluh agama Islam untuk mempererat silaturahmi pasca Hari Raya Idulfitri sekaligus memperkuat soliditas dalam menjalankan tugas pembinaan keagamaan di tengah masyarakat.

Suasana religius langsung terasa sejak awal acara melalui penampilan kolaborasi Group Hadroh Al Fiyar bersama pengiring musik Arin Hidayat. Lantunan shalawat yang menggema menghadirkan nuansa syahdu sekaligus membangun semangat kebersamaan di antara para peserta. 

Sosialisasi e-PA (Elektronik Penyuluh Agama) Islam oleh Staf Bimas Islam, Rokhani, pada acara Halal Bihalal PD IPARI Purbalingga di Hasa Hall d’Pari Resto, Perumahan Grand Faza Babakan, Slatri, Kecamatan Kalimanah, Rabu (8/4/2026).(Foto: Saryono)

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh M. Miftahul Fikri yang menambah kekhidmatan, disusul doa oleh Umar Abdul Fattah yang memohon keberkahan dan kelancaran seluruh rangkaian acara.

Ketua Panitia Pelaksana, Arin Hidayat, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi tradisi tahunan, melainkan juga sebagai sarana memperkuat ukhuwah dan meningkatkan sinergi antar penyuluh agama.

Hal senada disampaikan oleh Ketua PD IPARI Kabupaten Purbalingga, Khikam Aziz, saat membuka acara secara resmi. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersamaan serta meningkatkan profesionalitas penyuluh agama sebagai garda terdepan dalam membina umat. 

Pengasuh Pondok Pesantren Muftahussholihin Banjarnegara, KH. Zahid Khasani, saat menyampaikan tausiyah pada acara Halal Bihalal PD IPARI Purbalingga di Hasa Hall d’Pari Resto, Perumahan Grand Faza Babakan, Slatri, Kecamatan Kalimanah, Rabu (8/4/2026).(Foto: Saryono)

“Melalui kebersamaan ini, kita perkuat komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan juga diisi dengan sosialisasi e-PA (Elektronik Penyuluh Agama) Islam oleh Staf Bimas Islam, Rokhani, yang menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pelaporan kinerja guna mendukung transparansi dan akuntabilitas.

Puncak acara diisi dengan tausiyah oleh KH. Zahid Khasani, Pengasuh Pondok Pesantren Muftahussholihin Banjarnegara.

Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa “puncak akal setelah iman adalah kemampuan seseorang dalam menyebarkan kasih sayang,” yang menjadi refleksi penting bagi para penyuluh untuk mengedepankan pendekatan humanis dalam berdakwah. 

Sekretaris PD IPARI Kabupaten Purbalingga, Edi Rujito, saat memimpin rapat koordinasi PD IPARI Purbalingga usai acara Halal Bihalal PD IPARI Purbalingga di Hasa Hall d’Pari Resto, Perumahan Grand Faza Babakan, Slatri, Kecamatan Kalimanah, Rabu (8/4/2026).(Foto: Saryono)

Sebagai penutup, dilaksanakan rapat koordinasi yang dipimpin oleh Sekretaris PD IPARI Kabupaten Purbalingga, Edi Rujito, dengan agenda penyampaian hasil Rapat Kerja PD IPARI serta persiapan pelaksanaan Porseni tingkat Karesidenan Banyumas yang direncanakan berlangsung pada bulan Mei mendatang. Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah yang semakin mempererat hubungan kekeluargaan antar peserta.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para penyuluh agama semakin solid dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam membina umat serta menyebarkan nilai-nilai keagamaan yang menyejukkan di tengah masyarakat.(*) 

Kontributor: Saryono (PAI KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto

Tiga Kunci Akhlak Mulia: Pesan KH. Zahid Khasani untuk Penyuluh Agama

Pengasuh Pondok Pesantren Miftahussholihin Sigaluh Banjarnegara, KH. Zahid Khasani, S.Pd.I, saat menyampaikan tausiyah himah silaturahmi Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI)  Purbalingga di D’Pari Resto, Rabu (8/4/2026) (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Pengasuh Pondok Pesantren Miftahussholihin Sigaluh Banjarnegara, KH. Zahid Khasani, S.Pd.I, menyampaikan pesan inspiratif tentang pentingnya akhlak mulia dalam kehidupan sosial saat mengisi tausiyah hikmah Halal bihalal Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Purbalingga di d’Pari Resto, Rabu (8/4/2026)

Kegiatan tersebut, menjadi momentum mempererat silaturahmi pasca-Lebaran sekaligus penguatan nilai-nilai dakwah bagi para penyuluh agama.

Dalam tausiyahnya, KH. Zahid Khasani menegaskan bahwa akhlak mulia merupakan inti ajaran Islam yang harus tercermin dalam interaksi sosial sehari-hari. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/2026/04/jaga-silaturahmi-dan-terus-bergerak.html 

Ia menyampaikan bahwa terdapat tiga indikator utama manusia berakhlak mulia sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW, yang jika diamalkan akan mengantarkan seseorang pada kemuliaan di sisi Allah SWT. 

Ia mengutip hadist, 

رَأْسُ الْعَقْلِ بَعْدَ الْإِيمَانِ بِاللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مُدَارَاةُ النَّاس

"Puncak kecerdasan setelah iman kepada Allah 'Azza wa Jalla adalah bermudarah (bersikap ramah/menjalin hubungan baik) dengan manusia." (HR. Baihaqi).


Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Al-Baihaqi ini menegaskan bahwa setelah keimanan kepada Allah SWT, inti dari kecerdasan manusia terletak pada kemampuan mudarah, yakni bersikap bijak, ramah, dan mampu menjalin hubungan baik dengan sesama.

Dalam konteks Halal Bihalal PD IPARI Purbalingga, pesan ini menjadi sangat relevan sebagai fondasi membangun harmoni antar penyuluh agama Islam. 

Ia menegaskan bahwa kecerdasan sosial tersebut bukan sekadar etika, melainkan bagian dari implementasi nyata keimanan dalam kehidupan sehari-hari.

Indikator pertama adalah kemampuan untuk memaafkan orang yang menzalimi. Menurutnya, memberi maaf kepada orang yang berbuat jahat atau menyakiti merupakan bentuk kelapangan hati yang tinggi. Sikap ini melatih pengendalian emosi sekaligus membersihkan hati dari dendam.

Kedua, tetap memberi kepada orang yang pelit. KH. Zahid menjelaskan bahwa membalas sikap kikir dengan kebaikan merupakan wujud akhlak yang luhur. Tindakan ini tidak hanya memutus rantai keburukan, tetapi juga menumbuhkan nilai keikhlasan dalam berbagi.

Ketiga, menyambung silaturahmi kepada orang yang memutuskan hubungan. Ia menekankan pentingnya menjaga hubungan sosial, bahkan dengan mereka yang menjauh atau mengabaikan. Menjalin kembali silaturahmi menjadi langkah menjaga persatuan dan memperkuat ukhuwah di tengah masyarakat.

Melalui pesan tersebut, KH. Zahid Khasani berharap para penyuluh agama di Kabupaten Purbalingga mampu mengamalkan ketiga indikator akhlak mulia tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya sebagai penyampai dakwah, penyuluh juga diharapkan menjadi teladan (role model) yang mampu memberikan layanan terbaik dan membawa nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.(*)

Kontributor: Fitriana Pusporin, Saryono, Zamroni Irham
Editor: Imam Edi Siswanto

Pujianto dan MA Zaenal Abidin: Silaturahmi Menguat, Kedamaian Rumah Menjadi Fondasi Masyarakat

PAI Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Pujianto dan Moh Agus Zaenal Abidin, dalam program Lentera Hati yang disiarkan melalui LPPL Gem...