Purbalingga-Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Urusan Agama (KUA) Kalimanah dan Padamara, Kemenag Purbalingga dorong integritas dan budaya pelayanan prima menuju WBBM 2027.
Hal tersebut di sampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani dalam acara Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan
non ASN di wilayah Kecamatan Kalimanah dan Padamara yang digelar di MTs
Al Hikmah Kalikabong, Selasa (14/4/2026).
Lebih
lanjut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid
Khasani, menekankan pentingnya akselerasi menuju WBBM 2027 melalui
penguatan tiga nilai utama.
BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KALIMANAH
Pertama, Integritas.
Ia mengajak
seluruh ASN untuk mempertahankan perilaku jujur dalam setiap situasi,
baik di kantor maupun di tengah masyarakat. Integritas dinilai sebagai
cerminan kepribadian yang akan dipertanggungjawabkan, sejalan dengan
prinsip bahwa setiap individu adalah pemimpin yang kelak dimintai
pertanggungjawaban.
Kedua, Profesionalitas.
ASN diminta
menjaga profesionalitas dengan menjalankan tugas sesuai tanggung jawab
dan memahami tupoksi masing-masing, baik sebagai penghulu, penyuluh
agama, guru, maupun tenaga administrasi. Dedikasi dan kompetensi menjadi
kunci dalam meningkatkan kualitas kinerja.
Ketiga, Pelayanan Prima dengan Budaya Sehati.
Pelayanan
publik harus dilakukan dengan senyum, keikhlasan, serta inovasi.
Berbagai program inovatif seperti Urab Mendoan, Paku Bumi, dan penguatan
wakaf uang menjadi contoh nyata upaya peningkatan layanan kepada
masyarakat.
Menurutnya, ketiga nilai tersebut harus melekat dalam
diri setiap ASN sebagai budaya kerja yang berkelanjutan. Dengan
semangat integritas, profesionalitas, dan pelayanan prima, seluruh
jajaran Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga optimistis mampu
mempercepat transformasi menuju birokrasi yang bersih, transparan, dan
melayani.
Kasubag
TU Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Sudiono (berdiri) saat
melakukan pembinaan kepada ASN dan Non ASN di MTs Al Hikmah Kalikabong,
Selasa (14/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)
Sebelumnya, Kepala KUA
Kalimanah, Kholidin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa seluruh
peserta diminta membawa makanan dan minuman masing-masing sebagai bentuk
kesederhanaan dan efisiensi.
“Acara pada siang ini, no drink no food,” ucapnya singkat, menegaskan konsep kegiatan yang mengedepankan kemandirian peserta.
Pertama, kegiatan tanpa snack sebagai bentuk efisiensi dan tidak membebani ASN maupun non ASN.
Kedua, seluruh pegawai di lingkungan Kankemenag Purbalingga harus siap menyukseskan target Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) tahun 2027 setelah sebelumnya meraih WBK.
Ketiga, tidak ada lagi iuran peserta; seluruh peserta cukup membawa konsumsi secara mandiri.
Pewarta: Imam Edi Siswanto


Tidak ada komentar:
Posting Komentar