Selasa, 23 Desember 2025

Ibu: Jalan Surga yang Terhampar di Kaki Kehidupan

Judul Asli: Refleksi Hari Ibu: Mulianya Sosok Ibu, Surga Pun Di Bawah Telapak Kakinya
Oleh : Yuyu Yuniawati, S.Ag / Penyuluh Agama Islam KUA Padamara Kemenag Purbalingga
Editor: Imam Edi Siswanto

Rasulullah SAW senantiasa mengingatkan umatnya agar memperlakukan ibu dengan sebaik-baiknya. Hal ini ditegaskan dalam hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu. Suatu ketika seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW dan bertanya,

“Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling berhak aku perlakukan dengan baik?”
Beliau menjawab, “Ibumu.”
Orang itu bertanya lagi, “Kemudian siapa?”
Beliau menjawab, “Ibumu.”
Ia bertanya lagi, “Kemudian siapa?”
Beliau menjawab, “Ibumu.”
Ia kembali bertanya, “Kemudian siapa?”
Rasulullah SAW bersabda, “Kemudian ayahmu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)


Hadits ini menunjukkan betapa agung dan mulianya kedudukan seorang ibu dalam Islam. Kemuliaan tersebut bukan tanpa alasan. Ibulah yang mengandung dalam keadaan lemah, melahirkan dengan taruhan nyawa, menyusui, mengasuh, dan membesarkan anak dengan penuh cinta, kasih sayang, serta pengorbanan yang tiada henti. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/YUYU%20YUNIAWATI

Besarnya jasa seorang ibu bahkan diabadikan dalam karya seni. Bang Rhoma Irama, melalui lagu legendarisnya “Keramat”, mengingatkan kita akan kemuliaan sosok ibu:

“Hai manusia, hormati ibumu,
yang melahirkan dan membesarkanmu.
Darah dagingmu dari air susunya,
jiwa ragamu dari kasih sayangnya.
Dialah manusia satu-satunya
yang menyayangimu tanpa batasnya.”


Tak berlebihan jika dikatakan bahwa seorang anak tidak akan pernah mampu membalas seluruh jasa, perjuangan, dan pengorbanan ibu. Kalaupun seorang anak berusaha sekuat tenaga membalasnya, itu hanyalah seujung kuku dari segunung kebaikan yang telah diberikan ibu.

Kasih ibu sepanjang masa,
kasih anak sepanjang galah.
Kasih ibu tak terhingga,
hanya memberi tanpa berharap kembali,
bagai mentari yang menyinari dunia.

Al-Qur’an pun menegaskan beratnya perjuangan seorang ibu. Allah Ta’ala berfirman:
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun…” (QS. Luqman: 14)

Ibu mempertaruhkan nyawanya saat melahirkan, kemudian melanjutkan perjuangan dengan memastikan kebutuhan gizi dan ASI anak terpenuhi hingga dua tahun. Perjuangan luar biasa ini bahkan disetarakan dengan jihad di jalan Allah.

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda: "Wanita yang sedang hamil dan menyusui hingga selesai masa menyusuinya, seperti pejuang di garis depan fi sabilillah. Dan jika ia meninggal di antara waktu tersebut, maka baginya pahala mati syahid.” (HR. Thabrani)

Inilah sebabnya mengapa surga kenikmatan yang tak tertandingi diletakkan di bawah telapak kaki ibu, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Al-jannatu tahta aqdamil ummahat.”

Dengan memahami besarnya peran seorang ibu, maka sudah sepantasnya setiap anak senantiasa berbuat baik, berbakti, dan berusaha membahagiakan ibunya sebagai wujud syukur atas jasa dan pengorbanannya.

Luqmanul Hakim menasihati putranya, nasihat yang diabadikan Allah dalam firman-Nya:“Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tua­mu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS. Luqman: 14)

Di antara bentuk bakti yang tak pernah terputus adalah mendoakan orang tua. Allah Ta’ala berfirman:

وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

“Dan ucapkanlah: Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya sebagaimana mereka telah mendidikku di waktu kecil.” (QS. Al-Isra’: 24)

Landasan anjuran berbakti kepada ibu begitu kuat, dan pahala bagi anak yang berbakti pun sangat besar. Siapa yang membalas kebaikan orang tua dengan kebaikan, maka Allah akan membalasnya kelak di hari kiamat.

Imam Hasan Al-Bashri bahkan pernah menegaskan bahwa membahagiakan ibu lebih utama daripada pahala haji sunnah. Dalam kitab Athayib Al-Jana diceritakan, Hisyam pernah bertanya kepada beliau ketika harus memilih antara belajar Al-Qur’an atau menemani ibunya makan bersama. Imam Hasan Al-Bashri menjawab:

“Makanlah bersama ibumu, karena membahagiakan hati ibumu lebih utama daripada (pahala) haji yang sunnah.”


Semoga Allah memampukan dan memudahkan kita semua untuk meraih surga-Nya dengan terus berproses menjadi anak yang berbakti, serta menjadi ibu-ibu hebat yang melahirkan generasi terbaik, generasi yang kuat iman dan takwa, cerdas ilmu dan teknologi, serta sukses dunia dan akhirat. Aamiin.(*)

Senin, 22 Desember 2025

Dari KUA Kalimanah untuk Bumi: Ekoteologi Menuju Kemenag Asri

Tangkapan layar video dokumenter pendek berjudul “Dari KUA Kalimanah untuk Bumi: Ekoteologi Menuju Kemenag Asri” dalam rangka menyemarakkan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, Kemenag Kabupaten Purbalingga, Senin (22/12/2025).

Purbalingga-Kantor Urusan Agama (KUA) Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, mempublikasikan video dokumenter pendek berjudul “Dari KUA Kalimanah untuk Bumi: Ekoteologi Menuju Kemenag Asri” dalam rangka menyemarakkan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, Kemenag Kabupaten Purbalingga, Senin (22/12/2025). 

Video tersebut telah diunggah melalui platform YouTube sebagai bagian dari Lomba Video Kreatif HAB ke-80 Kemenag RI tingkat Kabupaten Purbalingga. 

Lihat Videonya: 

https://www.youtube.com/watch?v=mKWXbNJxK5Y

https://www.instagram.com/reel/DSjxWNrkXu5/ 

https://www.tiktok.com/@kua.kalimanah/video/7586592514816183572?q=kua%20kalimanah&t=1766414765692 

Kepala KUA Kalimanah, Kholidin menegaskan bahwa video ini merupakan bentuk dukungan terhadap Asta Protas Kementerian Agama RI, khususnya pada penguatan ekoteologi, layanan keagamaan berdampak, serta digitalisasi tata kelola melalui media kreatif. 

Video yang disutradarai oleh Imam Edi Siswanto ini mengusung konsep dokumenter–naratif dengan gaya hangat, inspiratif, dan sederhana.

Dijelaskan oleh Imam, bahwa kontennya menampilkan aktivitas nyata pegawai KUA Kalimanah dalam menerapkan prinsip Eco Office Zona Ramah Lingkungan, seperti penghematan energi, pemanfaatan cahaya alami, pemilahan sampah, serta penataan lingkungan kantor yang hijau dan asri. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/IMAM%20EDI%20SISWANTO

Selain menampilkan praktik ramah lingkungan, video ini juga menguatkan pesan ekoteologi sebagai landasan spiritual dalam menjaga kelestarian alam. Melalui narasi reflektif disampaikan bahwa “Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama menjadi momentum untuk bergerak bersama, menjaga bumi sebagai amanah Tuhan.”

Pesan tersebut diperkuat dengan nilai ajaran Islam yang menekankan keseimbangan hidup, sebagaimana disampaikan dalam video bahwa “Islam mengajarkan keseimbangan. Merusak alam berarti mengkhianati amanah sebagai khalifah di bumi.”

Nilai tersebut dipertegas dengan kutipan ayat Al-Qur’an, “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi…” (QS. Al-A’raf: 56). Dalam konteks ini, ditegaskan pula bahwa “Di KUA Kalimanah, kepedulian lingkungan dimulai dari hal-hal kecil, dari kantor, dari diri sendiri.” 

Menurutnya, bahwa karya ini dibuat untuk menghadirkan pesan keagamaan yang membumi dan mudah dipahami masyarakat.

“Melalui video ini, kami ingin menunjukkan bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari ruang kerja dan kebiasaan sederhana, sekaligus menjadi bagian dari ibadah dan penguatan nilai ekoteologi,” ujarnya.

Ia berharap, video berdurasi 5 menit dengan format HD ini, mampu menginspirasi satuan kerja Kementerian Agama lainnya dan juga masyarakat untuk terus berinovasi dalam membangun budaya kerja ramah lingkungan serta memperkuat peran keagamaan yang selaras dengan pelestarian alam.

Sebagai informasi, pengumuman nominator Lomba Video Kreatif HAB ke-80 Kemenag Kabupaten Purbalingga dijadwalkan pada 25 Desember 2025 dan akan diumumkan secara daring melalui media sosial resmi Kemenag Kabupaten Purbalingga.

Melalui video “Dari KUA Kalimanah untuk Bumi: Ekoteologi Menuju Kemenag Asri”, KUA Kalimanah menghadirkan pesan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah.

Inilah wujud dukungan kami terhadap HAB ke-80 Kemenag RI, penerapan Eco Office, dan penguatan ekoteologi menuju Kemenag yang asri dan berkelanjutan.

Saksikan videonya dan mari bergerak bersama merawat bumi sebagai amanah Tuhan.
(*)

Pewarta/Editor: Imam Edi Siswanto

Pujianto dan MA Zaenal Abidin: Silaturahmi Menguat, Kedamaian Rumah Menjadi Fondasi Masyarakat

PAI Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Pujianto dan Moh Agus Zaenal Abidin, dalam program Lentera Hati yang disiarkan melalui LPPL Gem...