Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri khikam aziz. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri khikam aziz. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Oktober 2026

Muchlis M Hanafi: Penyuluh Agama Islam se-Eks-Karesidenan Banyumas Harus Responsif dan Adaptif di Era Digital

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., M.A. saat membuka sekaligus mengisi acara Implementasi Regulasi Kepenyuluhan Jawa Tengah Angkatan II yang diselenggarakan oleh Direktorat Penerangan Agama Islam Subdirektorat Bina Penyuluh Agama Islam, di MAN 1 Banyumas, Senin (12/10/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga – Direktur Penerangan Agama Islam pada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., M.A., menegaskan pentingnya kemampuan Penyuluh Agama Islam (PAI) dalam memahami realitas sosial dan menyampaikan pesan keagamaan secara kontekstual. 

Penyuluh juga dituntut adaptif memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah yang edukatif, komunikatif, dan menyejukkan.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/2025/02/zahid-khasani-penyuluh-agama-islam_28.html

Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Implementasi Regulasi Kepenyuluhan Jawa Tengah Angkatan II yang diselenggarakan Direktorat Penerangan Agama Islam melalui Subdirektorat Bina Penyuluh Agama Islam di MAN 1 Banyumas, Senin (12/10/2026) kemarin. 

Foto bersama usai acara Implementasi Regulasi Kepenyuluhan Jawa Tengah Angkatan II yang diselenggarakan oleh Direktorat Penerangan Agama Islam Subdirektorat Bina Penyuluh Agama Islam, di MAN 1 Banyumas, Senin (12/10/2026). (Foto:Istimewa)

Dalam arahannya, Muchlis mengajak para penyuluh untuk kembali memahami tugas dan fungsi sebagai garda terdepan pelayanan keagamaan di tengah masyarakat. 

Menurutnya, penyuluh tidak cukup hanya menyampaikan ajaran agama secara normatif, tetapi juga perlu memahami persoalan nyata yang dihadapi umat agar bimbingan yang diberikan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Pendekatan tersebut sejalan dengan konsep fikih realitas, yakni memahami kondisi sosial dan persoalan kehidupan masyarakat sebagai pertimbangan dalam menyampaikan pesan serta memberikan pelayanan keagamaan secara tepat dan kontekstual.

Muchlis juga mengingatkan pentingnya penggunaan bahasa yang mudah dipahami. Mengutip QS. Ibrahim ayat 4, ia menjelaskan bahwa para rasul diutus dengan bahasa kaumnya agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan jelas. 

PAI dari Kemeneterian Agama Kabupaten Purbalingga foto bersama usai acara Implementasi Regulasi Kepenyuluhan Jawa Tengah Angkatan II yang diselenggarakan oleh Direktorat Penerangan Agama Islam Subdirektorat Bina Penyuluh Agama Islam, di MAN 1 Banyumas, Senin (12/10/2026). (Foto: Istimewa)

Prinsip ini menjadi landasan bagi penyuluh untuk menyesuaikan cara berkomunikasi dengan kondisi sosial, budaya, dan karakteristik masyarakat yang dilayani.

Dalam konteks dakwah digital, pesan keagamaan perlu disampaikan melalui konten yang kreatif, sederhana, dan mudah diakses. 

Media sosial tidak hanya menjadi sarana penyebaran informasi, tetapi juga ruang edukasi untuk memperkuat pemahaman keagamaan, menjaga kerukunan umat beragama, mendorong perdamaian, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan melalui pendekatan ekoteologi.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Bina Penyuluh Agama Islam sekaligus penyelenggara kegiatan, Jamaluddin M. Marki, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi penyuluh, khususnya dalam mengelola konten media sosial. 

Penguatan keterampilan digital diharapkan membantu penyuluh menyampaikan pesan-pesan keagamaan secara lebih kreatif, komunikatif, dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Sebelumnya, Ketua Tim Bimbingan Teknis dan Supervisi Penyuluh Agama Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Syalabi, juga menekankan pentingnya kepekaan penyuluh terhadap kepentingan dan kebutuhan publik.

“Penyuluh agama Islam harus responsif terhadap kepentingan atau kebutuhan publik. Setiap saat harus siap melayani dan memberikan penyuluhan atau solusi,” tegasnya.

Kegiatan yang dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan konten kreatif ini, diikuti sekitar 250 Penyuluh Agama Islam dari wilayah eks-Karesidenan Banyumas, meliputi Kabupaten Cilacap, Banjarnegara, Banyumas, dan Purbalingga. 

Dari Kabupaten Purbalingga, hadir Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Moh. Nur Hidayat, Ketua dan Sekretaris PD IPARI Purbalingga, Khikam Aziz dan Edi Rudjito, serta penyuluh agama Islam fungsional dan seluruh koordinator PAI tingkat kabupaten. Delegasi Purbalingga tercatat berjumlah 31 orang.


Melalui kegiatan ini, Penyuluh Agama Islam diharapkan semakin profesional dalam memahami regulasi kepenyuluhan, membaca dinamika sosial, dan memanfaatkan teknologi digital secara bertanggung jawab. 

Dengan demikian, penyuluh tidak hanya hadir sebagai pemberi bimbingan keagamaan, tetapi juga sebagai penggerak harmoni sosial, penguat nilai-nilai kemanusiaan, dan pelopor kepedulian terhadap lingkungan.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto

Senin, 17 Agustus 2026

Dari Radio, IPARI Purbalingga Kenalkan Kiprah Penyuluh untuk Masyarakat

Ketua PD IPARI Purbalingga, Khikam Aziz. (Foto: Dok PD IPARI Purbalingga)

Purbalingga – Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Purbalingga akan memperkenalkan kiprah dan kontribusi apenyuluh Agama kepada masyarakat melalui program “Ruang Kolaborasi” LPPL Radio Gema Soedirman 96.3 FM.

LIHAT VIDEO: https://www.youtube.com/watch?v=a_NMae2j4aw

Organisasi profesi yang menaungi para penyuluh agama ini akan mengulas keberadaan, peran, program, serta berbagai kegiatan penyuluh yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ketua PD IPARI Purbalingga, Khikam Aziz, dijadwalkan menjadi narasumber dalam program yang akan berlangsung pada Selasa, 18 Agustus 2026, pukul 15.00–16.00 WIB, di Studio LPPL Radio Gema Soedirman 96.3 FM.

BACA: 

https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KHIKAM%20AZIZ

https://iparipurbalingga.blogspot.com/2026/08/sukses-brun-pai-kua-kalimanah-perkuat.html 

Program bertajuk “Pengenalan PD IPARI Purbalingga, Program, Kegiatan, dan Manfaatnya bagi Masyarakat” tersebut menjadi momentum bagi IPARI untuk semakin mendekatkan diri kepada masyarakat melalui media radio.

Melalui dialog interaktif ini, masyarakat akan diajak mengenal lebih dekat siapa penyuluh agama, apa perannya, serta bagaimana penyuluh hadir di tengah masyarakat. Selama ini, penyuluh tidak hanya beraktivitas dalam kegiatan pengajian, tetapi juga memberikan pendampingan dan edukasi keagamaan dalam berbagai persoalan kehidupan masyarakat.

Mulai dari pembinaan keluarga, bimbingan keagamaan, pendampingan remaja, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan moderasi beragama menjadi bagian dari ruang pengabdian penyuluh agama Islam. Berbagai program tersebut terus dikembangkan agar kehadiran penyuluh semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Bagi PD IPARI Purbalingga, kesempatan hadir di ruang siaran tersebut bukan sekadar memperkenalkan organisasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.

Dengan memanfaatkan radio sebagai media komunikasi publik, informasi tentang peran dan layanan penyuluh diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Pada saat yang sama, masyarakat juga memiliki kesempatan untuk mengetahui berbagai bentuk layanan dan pendampingan yang dapat dikolaborasikan bersama penyuluh.

Sementara itu, Ruang Kolaborasi merupakan program LPPL Radio Gema Soedirman 96.3 FM yang menghadirkan berbagai instansi vertikal, lembaga, organisasi, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya. Program ini menjadi ruang untuk memperkenalkan keberadaan, peran, program, layanan, serta kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Purbalingga.(*)


Pewarta: Imam Edi Siswanto

Jumat, 14 Agustus 2026

Sukses BRUN, PAI Perkuat Evaluasi dan Perluas Dakwah melalui Radio Gema Soedirman

Penyuluh Agama Islam yang tergabung dalam PD IPARI Purbalingga foto bersama di studio LPPL Gema Soedirman usai kunjungan nonformal di kantor setempat, Jumat (14/8/2026) (Foto: Imam Edi Siswanto)

PURBALINGGA-Setelah sukses menyelenggarakan Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) pada Kamis (12/8/2026) kemarin, Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah langsung melakukan evaluasi dan rapat koordinasi rutin untuk memperkuat program kepenyuluhan, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan evaluasi berlangsung dalam suasana Jumat pagi yang cerah. Dengan memanfaatkan kursi milik PPAI Kecamatan Kalimanah yang sedang dijemur, para penyuluh memanfaatkan waktu tersebut untuk bermusyawarah sekaligus menikmati udara dan sinar matahari pagi.

BACA:  https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KALIMANAH

Suasana sederhana tersebut justru menjadi ruang yang efektif untuk melakukan refleksi terhadap pelaksanaan program yang telah berjalan sekaligus menyusun langkah kepenyuluhan berikutnya.

Salah satu fokus pembahasan adalah peningkatan kualitas dan kemampuan penyuluh dalam menguasai materi serta metode bimbingan perkawinan. Para penyuluh didorong untuk terus memperkaya literasi, memperbarui wawasan, serta meningkatkan kemampuan memilih metode penyampaian yang sesuai dengan karakter audiens.

PAI KUA Kalimanah saat rakor dan evaluasi kegiatan di halaman kantor PPAI Kecamatan Kalimanah, Jumat (14/8/2026). (Foto: Rizal)

Penguasaan materi saja dinilai belum cukup. Penyuluh juga perlu memiliki kemampuan mengelola waktu secara efektif agar pesan yang disampaikan dapat diterima secara utuh, menarik, dan tidak membosankan. Karena itu, kemampuan mengemas materi menjadi singkat, padat, komunikatif, dan tepat sasaran menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas layanan penyuluhan.

Perluas Jangkauan Penyuluhan melalui Radio

Usai melakukan evaluasi internal, dipimpin oleh Imam Edi Siswanto, para Penyuluh Agama islam (PAI)  melanjutkan agenda dengan melakukan kunjungan nonformal ke Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Gema Soedirman Purbalingga mewakili PD IPARI Purbalingga.

Menurut salah satu pengurus PD IPARI Purbalingga, Imam Edi Siswanto, bahwa radio dipandang sebagai salah satu media yang masih memiliki daya jangkau kuat di tengah masyarakat.

Melalui siaran radio, Penyuluh Agama dapat hadir lebih dekat dengan publik, menyampaikan edukasi keagamaan, membuka ruang dialog, serta memberikan informasi dan pendampingan mengenai berbagai persoalan kehidupan.

Sebelumnya, Imam telah berkonsultasi dengan Ketua Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Purbalingga, Khikam Aziz, tentang rencana tersebut.

Ia merespons baik dan mendukung rencana kegiatan siaran tersebut sebagai program yang akan dikoordinasi langsung oleh PD IPARI Purbalingga. Menurutnya, kolaborasi dengan media menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan tugas dan fungsi Penyuluh Agama.

Dukungan serupa disampaikan Kepala KUA Kalimanah, Kholidin, yang menyambut sangat positif rencana tersebut. Ia berpesan agar Penyuluh Agama senantiasa dekat dengan publik dan mampu beradaptasi dengan berbagai ruang komunikasi.

Menurut Kholidin, kehadiran penyuluh tidak harus selalu dalam forum tatap muka. Dunia audio juga dapat menjadi ruang pelayanan dan dakwah yang efektif apabila dikelola dengan materi yang berkualitas dan metode komunikasi yang tepat.

Penyuluh Agama Islam yang tergabung dalam PD IPARI Purbalingga saat bersilaturahmi di radio LPPL Gema Soedirman di kantor setempat, Jumat (14/8/2026) (Foto: Imam Edi Siswanto)

Perkuat Data sebagai Basis Penyuluhan

Selain penguatan kapasitas dan perluasan media dakwah, rapat koordinasi juga membahas pentingnya pemutakhiran data keagamaan di wilayah kerja.

Para penyuluh akan melakukan survei sekaligus memperbarui data mengenai jumlah penduduk, jumlah pemeluk agama, tempat ibadah, majelis taklim, Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ), Madrasah Diniyah (Madin), pondok pesantren, hingga data wakaf.

Pemutakhiran data tersebut dinilai penting agar program kepenyuluhan benar-benar berbasis pada kondisi dan kebutuhan masyarakat. Dengan data yang akurat, penyuluh dapat memetakan persoalan, menentukan sasaran pembinaan, serta menyusun program yang lebih tepat dan terukur.

Rangkaian kegiatan Jumat tersebut menunjukkan bahwa tugas Penyuluh Agama tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan. Setiap program perlu dievaluasi, kapasitas penyuluh terus ditingkatkan, jangkauan dakwah diperluas, dan data masyarakat diperbarui secara berkala.

Dengan semangat tersebut, PAI KUA Kalimanah terus berupaya menghadirkan penyuluhan agama yang lebih berkualitas, adaptif, berbasis data, dan semakin dekat dengan masyarakat.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto

Jumat, 01 Mei 2026

Zahid Khasani: Remaja Saat Ini, Penentu Wajah Bangsa di Masa Mendatang

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga H. Zahid Khasani, (tengah), Kasi Bimas Islam sekaligus Ketua Panitia Moh. Nur Hidayat (dua dari Kanan), Kepala KUA Karangreja Abdul Ra’ub (dua dari Kiri), Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum Khoirur Rosid (Kanan), serta Khikam Aziz sebagai fasilitator BRUS (Kiri), pada acara Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) kembali digelar di MTs Ma’arif NU 15 Siwarak, Kecamatan Karangreja, Kamis (30/4/2026) kemarin. (Foto: Saryono) 

Purbalingga–Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga H. Zahid Khasani, menegaskan bahwa remaja saat ini merupakan penentu wajah bangsa di masa mendatang. 

Menurutnya, pembinaan generasi muda tidak cukup hanya melalui pendidikan formal, tetapi harus diimbangi dengan penguatan nilai keagamaan, akhlak, dan karakter. 

Demikian diungkapkan pada kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) kembali digelar di MTs Ma’arif NU 15 Siwarak, Kecamatan Karangreja, Kamis (30/4/2026) kemarin. 

Program ini diikuti oleh 59 peserta sebagai bagian dari upaya pembinaan generasi muda agar tumbuh menjadi remaja yang berkarakter, berakhlak, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGREJA 

Ia menyebut BRUS sebagai langkah strategis dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.

 Fasilitator BRUS, Khikam Aziz (Kanan berkopiah), saat mengisi acara Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) kembali digelar di MTs Ma’arif NU 15 Siwarak, Kecamatan Karangreja, Kamis (30/4/2026) kemarin. (Foto: Saryono) 


Ia juga memberikan motivasi kepada para peserta agar berani memiliki cita-cita tinggi dan memperjuangkannya dengan sungguh-sungguh. “Jangan pernah takut bercita-cita. Gantungkan cita-cita setinggi langit dan perjuangkan dengan sungguh-sungguh. Man jadda wa jadda, siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil,” pesannya.

Kegiatan tersebut dihadiri pula oleh Kasi Bimas Islam sekaligus Ketua Panitia Moh. Nur Hidayat, Kepala KUA Karangreja Abdul Ra’ub, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum Khoirur Rosid, serta Khikam Aziz sebagai fasilitator BRUS. 

Sementara itu, Moh. Nur Hidayat menjelaskan bahwa BRUS merupakan bentuk nyata perhatian Kementerian Agama dalam pembinaan generasi muda. Ia menekankan bahwa masa remaja adalah fase penting dalam pembentukan jati diri, sehingga membutuhkan pendampingan yang tepat agar tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan negatif.

“Melalui BRUS, kami ingin memberikan bekal kesiapan mental, sosial, dan spiritual kepada para remaja agar lebih siap menghadapi masa depan,” ucapnya.

Kegiatan diawali dengan doa yang dipimpin oleh Kepala KUA Karangreja Abdul Ra’ub, memohon kelancaran dan keberkahan seluruh rangkaian acara. Selanjutnya, Khoirur Rosid menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai BRUS sangat relevan dalam memperkuat pendidikan karakter siswa di madrasah.

Dalam sesi materi, Khikam Aziz menyampaikan tema “Konsep Remaja Islami”. Ia menjelaskan bahwa remaja Islami adalah mereka yang mampu menyeimbangkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual dengan berlandaskan nilai-nilai Islam. Menurutnya, karakter tersebut tidak hanya tampak dari penampilan, tetapi juga tercermin dalam sikap, pola pikir, dan pergaulan sehari-hari.

 Fasilitator BRUS, Khikam Aziz (tengah), foto bersama usai mengisi acara Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) kembali digelar di MTs Ma’arif NU 15 Siwarak, Kecamatan Karangreja, Kamis (30/4/2026) kemarin. (Foto: Saryono) 

“Remaja Islami adalah remaja yang cerdas, berakhlak, menjaga kehormatan diri, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman hidup,” ucapnya.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Para peserta aktif mengikuti sesi materi, diskusi interaktif, hingga refleksi bersama. Suasana hangat dan komunikatif terlihat dari semangat siswa dalam menyimak dan berpartisipasi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa MTs Ma’arif NU 15 Siwarak mampu tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan tangguh, serta siap membawa perubahan positif bagi masyarakat, bangsa, dan agama.(*)

Kontributor : Saryono (PAI KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto
 

Sabtu, 18 April 2026

PD IPARI Purbalingga Takziah dan Kuatkan Keluarga Duka di Kutasari

Sekretaris PD IPARI Purbalingga, Edi Rudjito (Kanan) bersama Sudirman (tengah) saat di rumah duka di Desa Karangreja Kecamatan Kutasari, Sabtu (18/4/2026). (Foto: Thofikkur Rokhman)

Purbalingga-Keluarga besar Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Purbalingga menunjukkan kepedulian dan solidaritas yang tinggi dengan melaksanakan takziah ke rumah duka salah satu anggotanya, Sudirman, di Desa Karangreja, Kecamatan Kutasari, Sabtu (18/4/2026).

Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua PD IPARI Purbalingga, Khikam Aziz, didampingi Sekretaris Edi Rudjito. Kehadiran mereka merupakan bentuk penghormatan terakhir sekaligus dukungan moril atas wafatnya ayahanda Sudirman yang meninggal dunia pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.

Suasana haru menyelimuti kediaman duka di Desa Karangreja. Dalam momen penuh khidmat tersebut, dilaksanakan doa bersama dan tahlil yang dipimpin oleh Rokhedi, rekan sesama Penyuluh Agama Islam di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KHIKAM%20AZIZ

Doa dipanjatkan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.

Dalam sambutannya, Sudirman selaku perwakilan keluarga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran dan perhatian yang diberikan oleh keluarga besar PD IPARI Purbalingga.

“Kami atas nama keluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ketua PD IPARI Purbalingga beserta seluruh jajaran yang telah hadir, mendoakan ayahanda kami, serta memberikan dukungan moril,” ungkapnya.

Kehadiran para penyuluh agama ini menjadi bukti bahwa PD IPARI bukan sekadar organisasi profesi, tetapi juga keluarga besar yang senantiasa hadir dan saling menguatkan dalam setiap kondisi, baik suka maupun duka. 

Ketua PD IPARI Purbalingga, Khikam Aziz (nomor tiga dari Kanan) saat bertakziah keluarga Sudirman di Desa Karangreja Kecamatan Kutasari, Sabtu (18/4/2026). (Foto: Thofikkur Rokhman)

Melalui momentum ini, nilai-nilai kebersamaan, empati, dan kepedulian sosial semakin terasa nyata di tengah kehidupan para penyuluh agama. Diharapkan, semangat kebersamaan ini terus terjaga sebagai kekuatan dalam menjalankan tugas pembinaan umat.

Semoga almarhum diberikan husnul khatimah, diampuni segala dosanya, serta diterima amal ibadahnya oleh Allah SWT.(*)

Pewarta: Thofikkur Rokhman
Editor: Imam Edi Siswanto

Koperasi Berkah Sehati Purbalingga Didorong Jadi Model Koperasi Ideal: Sehat, Profesional, dan Produktif

Kakankemenag Purbalingga, Zahid Khasani, saat menyampaikan kata sambutan pada acara Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Koperasi Konsumen Kemenag Berkah Sehati (KKKBS) di Aula Uswatun Hasanah, Sabtu (18/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani, menegaskan bahwa koperasi yang ideal harus dibangun di atas fondasi kepercayaan, profesionalitas, dan produktivitas. 

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Koperasi Konsumen Kemenag Berkah Sehati (KKKBS) di Aula Uswatun Hasanah, Sabtu (18/4/2026).

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search?q=Zahid

Menurut Zahid, aspek kepercayaan menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan sebuah koperasi. Ia menilai banyak koperasi yang tidak mampu bertahan karena lemahnya integritas pengurus.

“Banyak koperasi bubar karena pengurusnya tidak bisa dipercaya,” ucapnya singkat. 

Ketua KKKBS Kemenag Purbalingga, Sudiono, saat laporan kegiatan pada acara Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Koperasi Konsumen Kemenag Berkah Sehati (KKKBS) di Aula Uswatun Hasanah, Sabtu (18/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Lebih lanjut, Zahid menjelaskan bahwa koperasi yang sehat ditandai dengan manajemen yang profesional, pengelolaan yang transparan, serta pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang terarah dan akuntabel. 

Selain itu, koperasi juga harus mampu menjalankan fungsi produktif melalui pengembangan berbagai unit usaha yang dapat memenuhi kebutuhan anggotanya.

Sebagai langkah konkret, ia mendorong KKKBS untuk mengembangkan usaha produktif, seperti pendirian pom bensin mini maupun pembukaan gerai ekonomi lainnya yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan anggota. 

Perwakilan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkopukm) Kabupaten Purbalingga, Sunardi, saat menyampaikan kata sambutan pada acara Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Koperasi Konsumen Kemenag Berkah Sehati (KKKBS) di Aula Uswatun Hasanah, Sabtu (18/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Sementara itu, perwakilan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkopukm) Kabupaten Purbalingga, Sunardi, turut memberikan apresiasi atas perkembangan KKKBS yang dinilai cukup pesat. Dengan jumlah anggota yang telah mencapai 1.004 orang, koperasi ini memiliki potensi besar untuk tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang signifikan.

Ia juga menambahkan bahwa predikat koperasi sehat tidak hanya dilihat dari satu aspek, tetapi mencakup empat indikator utama, yakni tata kelola organisasi, kinerja keuangan, permodalan, serta profil risiko.

Ketua KKKBS, Sudiono, dalam kesempatan tersebut menyampaikan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola koperasi yang transparan dan profesional. 

Penasehat KKKBS Kemenag Purbalingga, Moh Nur Hidayat, saat menyampaikan kata sambutan pada acara Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Koperasi Konsumen Kemenag Berkah Sehati (KKKBS) di Aula Uswatun Hasanah, Sabtu (18/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Ia berkomitmen menjadikan KKKBS sebagai koperasi yang sehat, terpercaya, dan produktif. Ke depan, penguatan manajemen serta pengembangan unit usaha. 

Penasehat KKKBS, Moh Nur Hidayat juga menyampaikan apresiasi dan catatan yang positif melihat kinerja dan perkembangan koperasi yang cukup signifikan meskipun usia koperasi masih relatif muda.

Di sisi lain, Ketua PD IPARI Purbalingga, Khikam Aziz, didampingi Sekretaris Edi Rudjito beserta jajaran anggota, berharap KKKBS yang baru berusia satu tahun ini dapat terus memperkuat manajerial serta mengembangkan usaha produktif. 

Ketua PD IPARI Purbalingga, Khikam Aziz, saat mengikuti acara acara Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Koperasi Konsumen Kemenag Berkah Sehati (KKKBS) di Aula Uswatun Hasanah, Sabtu (18/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Menurutnya, langkah tersebut penting agar manfaat koperasi semakin dirasakan secara luas oleh para anggota.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi KKKBS untuk terus berbenah dan berinovasi. Dengan semangat kebersamaan serta pengelolaan yang amanah, koperasi diharapkan mampu tumbuh sebagai pilar ekonomi umat yang tangguh dan berkelanjutan di Kabupaten Purbalingga.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

Senin, 13 April 2026

Ini Tiga Penyuluh Agama Islam Purbalingga yang Jadi Agen Perubahan, Siap Sukseskan WBBM 2027

Dari kiri, Taufikkurrohman, Khikam Aziz, Dimas Kurniawan. Ketiganya adalah agen perubahan Pembangunan Zona Integritas WBK menuju WBBM 20207 Kankemenag Purbalingga Periode 2026 - 2027 , Senin (13/4/2026). (Foto: Istimewa) 

Purbalingga-Tiga Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga resmi dikukuhkan sebagai Agen Perubahan dalam upaya mewujudkan target Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2027. Pengukuhan tersebut dilaksanakan pada Senin (6/4/2026) lalu sebagai bagian dari komitmen penguatan Zona Integritas di lingkungan Kemenag Purbalingga.

Ketiga penyuluh tersebut adalah Khikam Aziz, Dimas Kurniawan, dan Taufikkurrohman. Sebelumnya, mereka masuk dalam nominasi agen perubahan dan terpilih melalui proses polling yang melibatkan partisipasi internal secara independen. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/2026/04/agen-perubahan-kemenag-purbalingga.html

Dalam penetapannya, Khikam Aziz dipercaya sebagai Agen Perubahan Penggerak Inovasi Berdampak dan Berkelanjutan, Dimas Kurniawan sebagai Agen Perubahan Penggerak Media Sosial dan Informasi Publik, serta Taufikkurrohman sebagai Agen Perubahan Penggerak Integritas dan Pelayanan Prima Sehati.

Pengukuhan ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga. Ketiganya diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan di unit kerja masing-masing, sekaligus menginspirasi ASN lainnya dalam meningkatkan kinerja, integritas, dan kualitas pelayanan publik.  

Peran agen perubahan dinilai sangat penting dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, transparan, dan akuntabel. Mereka diharapkan tidak hanya menjalankan tugas secara administratif, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi, memperkuat komunikasi publik, serta menanamkan nilai-nilai integritas dalam setiap lini pelayanan.

Dengan dikukuhkannya tiga penyuluh agama ini, Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga optimistis target WBBM Tahun 2027 dapat tercapai. Sinergi, komitmen, dan kerja nyata seluruh ASN menjadi kunci utama dalam mewujudkan pelayanan publik yang prima dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

Rabu, 08 April 2026

PD IPARI Purbalingga: Dari Halal Bihalal Hingga Porseni Tingkat Karesidenan Banyumas Mei 2026

Penampilan kolaborasi Group Hadroh Al Fiyar dan iringan orgen tunggal Arin Hidayat pada acara Halal Bihalal PD IPARI Purbalingga di Hasa Hall d’Pari Resto, Perumahan Grand Faza Babakan, Slatri, Kecamatan Kalimanah, Rabu (8/4/2026).(Foto: Saryono)

Purbalingga-Semangat kebersamaan dan kehangatan terasa kental dalam kegiatan Halal Bihalal Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Purbalingga di Hasa Hall d’Pari Resto, Perumahan Grand Faza Babakan, Slatri, Kecamatan Kalimanah, Rabu (8/4/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para penyuluh agama Islam untuk mempererat silaturahmi pasca Hari Raya Idulfitri sekaligus memperkuat soliditas dalam menjalankan tugas pembinaan keagamaan di tengah masyarakat.

Suasana religius langsung terasa sejak awal acara melalui penampilan kolaborasi Group Hadroh Al Fiyar bersama pengiring musik Arin Hidayat. Lantunan shalawat yang menggema menghadirkan nuansa syahdu sekaligus membangun semangat kebersamaan di antara para peserta. 

Sosialisasi e-PA (Elektronik Penyuluh Agama) Islam oleh Staf Bimas Islam, Rokhani, pada acara Halal Bihalal PD IPARI Purbalingga di Hasa Hall d’Pari Resto, Perumahan Grand Faza Babakan, Slatri, Kecamatan Kalimanah, Rabu (8/4/2026).(Foto: Saryono)

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh M. Miftahul Fikri yang menambah kekhidmatan, disusul doa oleh Umar Abdul Fattah yang memohon keberkahan dan kelancaran seluruh rangkaian acara.

Ketua Panitia Pelaksana, Arin Hidayat, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi tradisi tahunan, melainkan juga sebagai sarana memperkuat ukhuwah dan meningkatkan sinergi antar penyuluh agama.

Hal senada disampaikan oleh Ketua PD IPARI Kabupaten Purbalingga, Khikam Aziz, saat membuka acara secara resmi. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersamaan serta meningkatkan profesionalitas penyuluh agama sebagai garda terdepan dalam membina umat. 

Pengasuh Pondok Pesantren Muftahussholihin Banjarnegara, KH. Zahid Khasani, saat menyampaikan tausiyah pada acara Halal Bihalal PD IPARI Purbalingga di Hasa Hall d’Pari Resto, Perumahan Grand Faza Babakan, Slatri, Kecamatan Kalimanah, Rabu (8/4/2026).(Foto: Saryono)

“Melalui kebersamaan ini, kita perkuat komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan juga diisi dengan sosialisasi e-PA (Elektronik Penyuluh Agama) Islam oleh Staf Bimas Islam, Rokhani, yang menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pelaporan kinerja guna mendukung transparansi dan akuntabilitas.

Puncak acara diisi dengan tausiyah oleh KH. Zahid Khasani, Pengasuh Pondok Pesantren Muftahussholihin Banjarnegara.

Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa “puncak akal setelah iman adalah kemampuan seseorang dalam menyebarkan kasih sayang,” yang menjadi refleksi penting bagi para penyuluh untuk mengedepankan pendekatan humanis dalam berdakwah. 

Sekretaris PD IPARI Kabupaten Purbalingga, Edi Rujito, saat memimpin rapat koordinasi PD IPARI Purbalingga usai acara Halal Bihalal PD IPARI Purbalingga di Hasa Hall d’Pari Resto, Perumahan Grand Faza Babakan, Slatri, Kecamatan Kalimanah, Rabu (8/4/2026).(Foto: Saryono)

Sebagai penutup, dilaksanakan rapat koordinasi yang dipimpin oleh Sekretaris PD IPARI Kabupaten Purbalingga, Edi Rujito, dengan agenda penyampaian hasil Rapat Kerja PD IPARI serta persiapan pelaksanaan Porseni tingkat Karesidenan Banyumas yang direncanakan berlangsung pada bulan Mei mendatang. Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah yang semakin mempererat hubungan kekeluargaan antar peserta.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para penyuluh agama semakin solid dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam membina umat serta menyebarkan nilai-nilai keagamaan yang menyejukkan di tengah masyarakat.(*) 

Kontributor: Saryono (PAI KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto

Jaga Silaturahmi dan Terus Bergerak Mencerdaskan Umat, Pesan Ketua PD IPARI Purbalingga Khikam Aziz

Ketua PD IPARI (Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia) Kabupaten Purbalingga, Khikam Aziz, saat menyampaikan kata sambutan pada acara Halal Bihalal di Hasa Hall d’Pari Resto, Perumahan Grand Faza Babakan Slatri, Kecamatan Kalimanah, Rabu (8/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Ketua PD IPARI (Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia) Kabupaten Purbalingga, Khikam Aziz, mengajak seluruh penyuluh agama untuk menjaga dan melestarikan tradisi silaturahmi serta halalbihalal sebagai bagian dari budaya bangsa Indonesia yang sarat nilai kebersamaan. 

Demikian diungkapkanya pada acara Silaturahmi dan Halalbihalal bagi para penyuluh agama se-Kabupaten Purbalingga di Hasa Hall d’Pari Resto, Perumahan Grand Faza Babakan Slatri, Kecamatan Kalimanah, Rabu (8/4/2026). 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/2026/04/breaking-news-ipari-purbalingga-gelar.html 

Ketua Panitia Arin Hidayat, saat menyampaikan kata laporan pada acara Halal Bihalal di Hasa Hall d’Pari Resto, Perumahan Grand Faza Babakan Slatri, Kecamatan Kalimanah, Rabu (8/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat dan terus melangkah maju dalam mencerdaskan umat melalui program-program yang nyata dan berdampak di masyarakat.

Lebih lanjut, Khikam Aziz menegaskan bahwa penyuluh agama memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pembinaan keagamaan di masyarakat. Oleh karena itu, ia mendorong agar setiap kecamatan memiliki koordinator kegiatan penyuluh agama, sehingga program dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan terarah.

"Saya minta agar setiap kecamatan memiliki koordinator kegiatan," pesanya tegas.

Pesan tersebut mengandung makna bahwa kekuatan dakwah tidak hanya terletak pada materi yang disampaikan, tetapi juga pada soliditas dan sinergi antar penyuluh. Dengan komunikasi yang baik dan koordinasi yang kuat, program pembinaan keagamaan diharapkan semakin nyata dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Suasa acara Halal Bihalal di Hasa Hall d’Pari Resto, Perumahan Grand Faza Babakan Slatri, Kecamatan Kalimanah, Rabu (8/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/2026/03/pd-ipari-purbalingga-matangkan.html 

Acara yang mengusung tema “Menguatkan Ukhuwah dalam Khidmah Menebar Manfaat untuk Umat” dengan semangat “Bergerak Bersama, Berkhidmah Tanpa Batas.”  juga menghadirkan  Pengasuh Pondok Pesantren Miftahussholihin Sigaluh Banjarnegara, K.H. Zahid Khasani, sebagai narasumber utama dalam hikmah silaturahmi.

Sementara itu sebelumnya, Ketua panitia penyelenggara, Arin Hidayat, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sekaligus menjadi sarana mempererat komunikasi dan koordinasi antar penyuluh agama di lingkungan Kankemenag Purbalingga. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 110 peserta dan undangan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh penyuluh agama semakin memperkuat ukhuwah, meningkatkan profesionalitas, serta terus berkhidmah dalam menebar manfaat bagi umat.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

Breaking News: IPARI Purbalingga Gelar Halalbihalal, Perkuat Ukhuwah dan Khidmah untuk Umat

Silaturahmi dan Halalbihalal bagi para Penyuluh Agama se-Kabupaten Purbalingga di D'pari Resto Purbalingga, Rabu (8/4/2026). (Foto: Taufikkurrohman)

Purbalingga–Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Purbalingga akan menggelar kegiatan Silaturahmi dan Halalbihalal bagi para Penyuluh Agama se-Kabupaten Purbalingga pada Rabu (8/4/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Menguatkan Ukhuwah dalam Khidmah Menebar Manfaat untuk Umat” dengan semangat “Bergerak Bersama, Berkhidmah Tanpa Batas” ini dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Hasa Hall d’Pari Resto, Perumahan Grand Faza Babakan Slatri, Kecamatan Kalimanah, Purbalingga.

Acara ini akan menghadirkan K.H. Zahid Khasani, S.Pd.I, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Miftahussholihin Sigaluh Banjarnegara, sebagai narasumber utama.

Silaturahmi dan Halalbihalal bagi para Penyuluh Agama se-Kabupaten Purbalingga DI D'pari Resto Purbalingga, Rabu (8/4/2026). (Foto: Taufikkurrohman)

BACA:  https://iparipurbalingga.blogspot.com/2026/03/pd-ipari-purbalingga-matangkan.html

Ketua IPARI Kabupaten Purbalingga, Khikam Aziz, mengajak seluruh Penyuluh Agama untuk hadir tepat waktu serta mengenakan seragam batik IPARI dengan bawahan hitam sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin silaturahmi yang semakin erat antar penyuluh agama serta memperkuat semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas dakwah dan pelayanan keagamaan, guna menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

Senin, 06 April 2026

Penyuluh Agama Islam KUA Bobotsari, Sampaikan Pesan Inspiratif Kepada Siswa MAN Purbalingga

Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Bobotsari, Khikam Aziz foto bersama siswa MAN Purbalingga di ruang kantor setempat, Senin (6/3/2026). (Foto: Hari S)

Purbalingga-Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bobotsari menerima kunjungan sejumlah siswa dari MAN Purbalingga kelas XI IPS. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan ekstra kokurikuler yang bertujuan untuk menambah wawasan dan pengalaman praktis para siswa di bidang layanan keagamaan,.Senin (6/32026).

Kontributor KUA Bobotsari, Hari Setiadi menjelaskan bahwa kehadiran para siswa tersebut tidak hanya melakukan observasi, tetapi juga aktif menggali berbagai informasi layanan teknis yang ada di KUA. Mulai dari administrasi pernikahan hingga layanan keagamaan lainnya menjadi topik yang menarik untuk dipelajari secara langsung.
 

Selain itu, para siswa juga mendapatkan penjelasan mendalam mengenai layanan bimbingan dan penyuluhan keagamaan. 
 
Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Bobotsari, Khikam Aziz saat berdialog dengan para siswa MAN Purbalingga di ruang kantor setempat, Senin (6/3/2026). (Foto: Hari S)
 
Materi yang disampaikan mencakup peran strategis KUA dalam pembinaan masyarakat, termasuk program bimbingan bagi calon pengantin sebagai upaya membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Rombongan siswa MAN Purbalingga tersebut diterima langsung oleh Penyuluh Agama KUA Bobotsari, Khikam Aziz. Dalam kesempatan itu, ia memberikan pemaparan terkait layanan teknis, program penyuluhan agama dan pembangunan di KUA. 

Untuk layanan bimbingan perkawinan bagi calon pengantin, Khikam mengenalkan program inovasi Mpo' Sinta (Menanam Pohon Saksi Cinta). Program yang menumbuhkan kesadaran akan kepedulian calon pengantin pada alam. Cinta suci sepasang pengantin diharapkan juga berdampak postif untuk bumi.

Selain memberikan informasi terkait layanan KUA Bobotsari, Khikam juga menyampaikan motivasi inspiratif kepada para siswa.
 
"Saya mengajak para siswa MAN Purbalingga, untuk tetap fokus dalam menuntut ilmu serta menjaga semangat belajar sebagai bekal meraih masa depan yang lebih baik," ucapnya. 
 
Ia juga memberikan beberapa tips penting agar para siswa mampu menghindari pergaulan bebas, dengan menanamkan nilai-nilai agama sebagai benteng diri di tengah tantangan zaman.

Kegiatan berlangsung dalam suasana dialog yang komunikatif dan menyenangkan. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi, ditandai dengan banyaknya pertanyaan dan interaksi yang terjalin secara aktif.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih luas tentang peran KUA dalam kehidupan masyarakat sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.(*)

Kontributor: Hari S (KUA Bobotsari)
Editor: Imsm Edi Siswanto 

Agen Perubahan Kemenag Purbalingga Resmi Dikukuhkan dan Langsung Bergerak Sukseskan WBBM 2027

Kepala Kankemenag Purbalingga, Zahid Khasani saat foto bersama Agen Perubahan Kankemenag Purbalingga Periode 2026 - 2027 di halaman kantor setempat, Senin (6/4/2026) (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Semangat perubahan dan penguatan integritas terus digaungkan di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga. Hal tersebut disampaikan dalam apel pagi yang digelar di halaman kantor setempat, Senin (6/4/2026).

Dengan amanat utama terkait peran strategis agen perubahan dalam mewujudkan target Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) tahun 2027.

Dalam amanatnya sebelum pengukuhan agen perubahan, Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubag TU) Kankemenag Purbalingga, Sudiono, menegaskan bahwa para agen perubahan yang baru saja dikukuhkan harus segera bergerak dan bekerja nyata. 

Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubag TU) Kankemenag Purbalingga, Sudiono saat foto bersama Agen Perubahan Kankemenag Purbalingga Periode 2026 - 2027 di halaman kantor setempat, Senin (6/4/2026) (Foto: Imam Edi Siswanto)

BACA: https://purbalingga.kemenag.go.id/kemenag-purbalingga-kukuhkan-tim-pzi-wbk-menuju-wbbm-2026-2027/ 

Ia menekankan bahwa pengukuhan bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk menggerakkan seluruh lini organisasi.

“Agen perubahan inilah yang akan menggerakkan semua bidang yang ada untuk mewujudkan suksesnya WBBM,” tegas Sudiono saat menjadi pembina apel.

Ia juga mengingatkan bahwa seluruh ASN Kemenag Purbalingga sebelumnya telah berkomitmen melalui penandatanganan dukungan menuju WBBM. 

Kepala Kankemenag Purbalingga, Zahid Khasani saat menyampaikan pembinaan pada apel di halaman kantor setempat, Senin (6/4/2026) (Foto: Imam Edi Siswanto)

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/Zahid%20Khasani

Oleh karena itu, para agen perubahan diharapkan menjadi motor penggerak yang mampu bersinergi dengan tim Zona Integritas (ZI) WBK-WBBM agar program berjalan efektif dan terarah. 

Menurutnya, dalam waktu dekat, tepatnya 13 April 2026, juga akan dilaksanakan launching penerapan pin WBK sebagai simbol komitmen integritas bagi seluruh ASN.

Sementara itu, Kepala Kankemenag Purbalingga, Zahid Khasani, dalam pembinaannya turut menyampaikan apresiasi kepada para agen perubahan yang telah terpilih melalui mekanisme polling independen. 

Tangkapan layar acara pengukuhan kepada Khikam Aziz sebagi Agen Perubahan Kankemenag Purbalingga Periode 2026 - 2027 di halaman kantor setempat, Senin (6/4/2026)

Ia menegaskan pentingnya langkah cepat dalam menyusun program kerja yang nyata dan berdampak langsung.

“Agen perubahan harus segera membuat program riil dan efektif untuk mensukseskan WBBM 2027,” ujarnya. 

LIHAT VIEO: https://www.youtube.com/watch?v=0II3WqU9i-g 

Tangkapan layar acara pengukuhan kepada Taufikkurohman Agen Perubahan Kankemenag Purbalingga Periode 2026 - 2027 di halaman kantor setempat, Senin (6/4/2026) 

Lebih lanjut, Zahid juga mengingatkan bahwa komitmen menuju birokrasi bersih tidak hanya menjadi tanggung jawab agen perubahan, tetapi seluruh ASN Kemenag Purbalingga. Integritas, profesionalitas, serta pelayanan terbaik kepada masyarakat harus terus dijaga dan ditingkatkan sebagai wujud pengabdian.

Amanat apel ini menegaskan bahwa perubahan tidak cukup hanya dengan komitmen di atas kertas, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata. Agen perubahan menjadi ujung tombak dalam membangun budaya kerja yang berintegritas, kolaboratif, dan berorientasi pelayanan. 

Tangkapan layar acara pengukuhan kepada Dimas Kurniawan Agen Perubahan Kankemenag Purbalingga Periode 2026 - 2027 di halaman kantor setempat, Senin (6/4/2026)

Keberhasilan WBBM 2027 sangat ditentukan oleh kesungguhan seluruh ASN dalam bekerja secara profesional, jujur, dan melayani dengan hati.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto

Senin, 30 Maret 2026

Ketua PD IPARI Purbalingga: Jihad Terbesar ASN Adalah Menjaga Integritas Pasca Ramadhan

Ketua PD IPARI Kabupaten Purbalingga, Khikam Aziz, saat tausiyah di acara Pembinaan ASN dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan ukhuwah keluarga besar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M di Aula Uswatun Hasanah, Senin (30/3/2026).

Purbalingga-Jihad akbar atau perjuangan melawan hawa nafsu terbesar adalah menjaga semangat dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Purbalingga.

Demikian diungkapkan oleh Ketua Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Purbalingga, Khikam Aziz, dalam tausiyah di acara Pembinaan ASN dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan ukhuwah keluarga besar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M di Aula Uswatun Hasanah, Senin (30/3/2026).

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/2026/03/kakankemenag-purbalingga-zahid-khasani.html

Ia menjelaskan, bahwa jihad akbar tidak berhenti saat Ramadhan usai, justru tantangan sesungguhnya adalah bagaimana mempertahankan nilai-nilai kebaikan tersebut dalam kehidupan pasca Ramadhan.

Ia berharap semangat pengendalian diri, kejujuran, dan kedisiplinan tetap melekat dalam aktivitas sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai ASN.

Lebih lanjut, ia mengingatkan lima hal yang sering melalaikan manusia. Pertama, kecenderungan mencintai dunia secara berlebihan hingga melupakan akhirat.

Kedua, terlalu mencintai kehidupan hingga lalai mengingat kematian. Ketiga, sikap bermegah-megahan yang membuat manusia lupa menyiapkan bekal untuk kehidupan setelah mati.

Keempat, kesibukan mencari nafkah yang berlebihan hingga mengabaikan ibadah kepada Allah SWT. Dan kelima, lebih mencintai makhluk dibandingkan Sang Pencipta. 

Ketua PD IPARI Kabupaten Purbalingga, Khikam Aziz, saat tausiyah di acara Pembinaan ASN dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan ukhuwah keluarga besar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M di Aula Uswatun Hasanah, Senin (30/3/2026).

Menurutnya, kelima hal ini menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi dengan kesadaran spiritual dan penguatan iman.

Khikam juga menyampaikan pesan inspiratif melalui kisah seorang ulama yang memenuhi undangan bukan karena manusia, melainkan karena ketaatan kepada Allah SWT.

Hal ini, menurutnya, menjadi pelajaran bahwa setiap amal dan aktivitas hendaknya dilandasi niat karena Allah, bukan semata-mata karena kepentingan duniawi.

Melalui kegiatan yang bertema “Membangun Etos Kerja ASN yang Profesional dan Berintegritas Menuju ZI WBBM 2027” ini, ia berharap para ASN, khususnya penyuluh agama, mampu memperkuat integritas dan profesionalisme dalam bekerja, sekaligus menjaga keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat.

Dengan demikian, cita-cita mewujudkan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dapat tercapai secara optimal.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto

Pujianto dan MA Zaenal Abidin: Silaturahmi Menguat, Kedamaian Rumah Menjadi Fondasi Masyarakat

PAI Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Pujianto dan Moh Agus Zaenal Abidin, dalam program Lentera Hati yang disiarkan melalui LPPL Gem...