Menjadi Orang Tua Bijaksana
(Mendidik dengan Kasih Sayang, Keteladanan, dan Nilai Islam)
Oleh: Sabrina Rizqi Amalia
Editor: Imam Edi Siswanto
Kembali Penyuluh Agama Islam (PAI) Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Sabrina Rizqi Amalia, Penyuluh KUA Bojongsari, menyampaikan materi “Menjadi Orang Tua yang Bijaksana” dalam program Lentera Hati melalui siaran radio LPPL Gema Soedirman 96,3 FM.
Dalam kesempatan ini, topik mendidik anak menjadi semakin menarik karena menurutnya bukan sekadar memenuhi kebutuhan duniawi, tetapi merupakan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Berikut rangkumannya.
BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search?q=siaran+radio
Anak adalah Amanah, Bukan Sekadar Anugerah
Islam memandang anak sebagai anugerah sekaligus amanah. Orang tua memiliki tanggung jawab untuk membimbing anak agar tumbuh menjadi pribadi yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi keluarga serta masyarakat.
Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap orang adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Karena itu, pendidikan anak merupakan bagian dari tanggung jawab orang tua.
Allah SWT juga mengingatkan dalam QS. At-Tahrim ayat 6: “Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”
Orang Tua adalah Pendidik Pertama
Pendidikan anak tidak hanya berkaitan dengan kecerdasan intelektual, tetapi juga mencakup pembentukan spiritual, emosional, karakter, dan kemampuan bersosialisasi.
Orang tua merupakan pendidik pertama dan utama. Apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan anak sejak kecil akan turut membentuk kepribadiannya ketika dewasa.
Karena itu, pendidikan tidak cukup hanya dengan memberikan nasihat. Anak membutuhkan kasih sayang, pembiasaan perilaku baik, keteladanan, bimbingan, serta komunikasi yang terbuka.
15 Prinsip Menjadi Orang Tua yang Bijaksana
Dalam menjalankan amanah pengasuhan, orang tua dapat berpegang pada prinsip-prinsip berikut:
1. Berlaku adil kepada semua anak.
2. Mendidik dengan kasih sayang, bukan dengan kebencian.
3. Menjadi teladan yang baik, karena anak belajar dari perilaku orang tua.
4. Memberikan pendidikan yang berkualitas sesuai kebutuhan anak.
5. Mendoakan anak agar senantiasa mendapat petunjuk Allah SWT.
6. Mengajarkan tanggung jawab sejak dini.
7. Menghindari kekerasan fisik maupun verbal dalam mendidik.
8. Menanamkan tauhid dan kecintaan kepada Allah SWT sejak dini.
9. Mengajarkan keteladanan melalui perilaku nyata, bukan sekadar kata-kata.
10. Memahami tahapan perkembangan anak dan menyesuaikan pola asuh.
11. Mengajarkan akhlak melalui kisah dan teladan.
12. Membangun komunikasi yang terbuka agar anak merasa aman untuk bercerita.
13. Mengajarkan kemandirian secara bertahap.
14. Melatih kesabaran dalam menghadapi proses tumbuh kembang anak.
15. Membangun lingkungan Islami di rumah sebagai tempat pertama anak belajar nilai kehidupan.
Bijaksana Menghadapi Tantangan Zaman
Menjadi orang tua bijaksana bukan berarti membiarkan anak tanpa aturan, tetapi mampu memberikan batasan dengan cara yang tepat. Perkembangan teknologi, pengaruh lingkungan pergaulan, dan gaya hidup menjadi tantangan yang membutuhkan pendampingan orang tua secara lebih bijaksana.
Karena itu, orang tua perlu terus belajar memahami kebutuhan anak sesuai zamannya, sekaligus menjaga nilai-nilai agama sebagai fondasi. Kasih sayang, keteladanan, komunikasi, dan doa harus berjalan bersama dalam proses pendidikan.
Allah SWT mengingatkan bahwa anak laki-laki maupun perempuan merupakan karunia yang diberikan sesuai kehendak-Nya (QS. Asy-Syura: 49–50). Karena itu, setiap anak perlu diterima, disyukuri, dan dididik dengan penuh tanggung jawab.
Mendidik dengan Hati, Membentuk Generasi
Pada akhirnya, menjadi orang tua bijaksana bukan tentang menjadi orang tua yang sempurna. Yang terpenting adalah mau belajar, bersabar, memberi teladan, mendengarkan anak, serta terus mendoakan kebaikan mereka.
Anak adalah amanah Allah SWT. Melalui pendidikan yang penuh kasih sayang, keteladanan, dan nilai-nilai Islam, semoga anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlak mulia, mandiri, bertanggung jawab, dan membawa keberkahan bagi keluarga serta masyarakat.
“Didiklah dengan kasih sayang, bimbinglah dengan keteladanan, dan iringilah setiap langkah anak dengan doa.”
Siaran radio tersebut dapat diakses melalui https://jogjastreamers.com/mobile/detail.php?radio=98 pada pukul 05.30 WIB dan Ba'da Adzan Maghrib setiap hari.(*)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar