Jumat, 13 Februari 2026

Catatan Redaksi D'Japri: Menjadi Garda Terdepan Dakwah dan Edukasi Umat, Inilah Peran Nyata Penyuluh Agama di Purbalingga

Ilustrasi
Dedikasi Sunyi Penyuluh Agama, Mengabdi Melalui Dakwah, Informasi, dan Literasi Umat
Oleh Imam Edi Siswanto
Ketua Tim Efektif Media Sosial Penyuluh Agama Islam Masa Bhakti 2025 sampai 2029

Di tengaha dinamika pelayanan keagamaan masyarakat, masih muncul pertanyaan sederhana namun penting: “Kerja Penyuluh Agama itu apa?” Pertanyaan tersebut menjadi refleksi bersama bahwa kerja-kerja penyuluhan agama sering kali berlangsung dalam senyap, tetapi dampaknya nyata dirasakan masyarakat. 

Para Penyuluh Agama Islam (PAI) di Kabupaten Purbalingga merupakan bagian dari ujung tombak pelayanan umat di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia, yang menjalankan fungsi pembinaan, edukasi, pendampingan, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis nilai keagamaan. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search?q=tim+efektif+media

Dalam pelaksanaannya, para PAI yang tergabung dalam Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Purbalingga aktif melakukan berbagai kegiatan pembinaan umat, mulai dari bimbingan perkawinan, pembinaan majelis taklim, pendampingan wakaf, literasi Al-Qur’an, penguatan moderasi beragama, hingga edukasi ketahanan keluarga dan sosial keagamaan. 

Aktivitas tersebut tidak hanya dilakukan melalui tatap muka, tetapi juga merambah ruang digital sebagai bagian dari adaptasi dakwah di era teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), yang menuntut penyampaian pesan agama lebih cepat, luas, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

Lebih dari sekadar menjalankan tugas penyuluhan, terdapat kerja-kerja pengabdian lain yang jarang tersorot publik. Para PAI Purbalingga juga berjibaku secara mandiri mengumpulkan informasi, mendokumentasikan kegiatan, hingga menghimpun dukungan swadaya untuk publikasi dan literasi dakwah. 

Upaya tersebut terwadahi dalam komunitas kontributor D’Japri Tim Efektif Media Penyuluh Agama Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga yang menjadi ruang kolaborasi penyuluh dalam menyebarluaskan informasi kegiatan, edukasi keagamaan, serta praktik baik penyuluhan kepada masyarakat luas.

Melalui kerja kolektif ini, D’Japri tidak hanya berfungsi sebagai media publikasi, tetapi juga menjadi ruang pengabdian. Para kontributor secara sukarela meluangkan waktu, tenaga, bahkan dukungan pendanaan mandiri untuk memastikan setiap aktivitas penyuluh dapat terdokumentasi dan tersampaikan kepada masyarakat. 

Langkah ini menjadi bentuk tanggung jawab moral agar masyarakat tidak miskin informasi terhadap peran strategis penyuluh agama dalam pembangunan spiritual dan sosial umat.

Catatan redaksi ini menjadi pengingat bahwa kerja penyuluh agama bukan sekadar ceramah di mimbar, tetapi pengabdian berkelanjutan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat. Dari pembinaan keluarga, penguatan literasi keagamaan, pemberdayaan sosial, hingga penyebaran informasi dakwah melalui media digital, semua dilakukan dengan semangat pelayanan dan ketulusan.

Melalui keberadaan D’Japri, diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa penyuluh agama adalah mitra umat yang bekerja dekat dengan masyarakat, hadir dalam berbagai persoalan kehidupan, serta berkomitmen membangun peradaban yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia. 

Redaksi meyakini bahwa kolaborasi, literasi, dan semangat pengabdian para penyuluh agama akan terus menjadi cahaya dakwah yang menerangi masyarakat, khususnya di Kabupaten Purbalingga.(*)

Kamis, 12 Februari 2026

Menguatkan Sinergi, Menata Langkah: Rakerda PD IPARI Purbalingga Perkuat Profesionalisme Penyuluh untuk Umat

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani didampingi Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Kasi Bimas) Islam, Moh. Nur Hidayat (kiri). saat menyampaikan sambutan dan arahan pada Rakerda PD IPARI Kabupaten Purbalingga di Sekretariat PD IPARI Purbalingga, di Kecamatan Mrebet, Kamis (12/2/2026).(Foto: Dok PD IPARI Purbalingga)

Purbalingga-Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Islam Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Purbalingga menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Sekretariat PD IPARI Purbalingga, Kecamatan Mrebet, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam menyatukan visi, mempererat silaturahmi, sekaligus menyusun arah program kerja penyuluhan keagamaan yang lebih terarah dan berdampak bagi masyarakat.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search?q=Zahid+Khasani

Ketua PD IPARI Purbalingga, Khikam Aziz, saat sambutan pada Rakerda PD IPARI Kabupaten Purbalingga di Sekretariat PD IPARI Purbalingga, di Kecamatan Mrebet, Kamis (12/2/2026).(Foto: Dok PD IPARI Purbalingga)

Rakerda secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Rakerda merupakan forum musyawarah penting untuk menyelaraskan langkah dan memperkuat komitmen para penyuluh agama.

Zahid juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Penyuluh Agama Islam (PAI) non-PNS yang telah purna tugas atas dedikasi dan pengabdian mereka selama ini, serta mengucapkan terima kasih kepada PD IPARI atas kontribusinya dalam mendukung program pembinaan umat.

Zahid Khasani mendorong seluruh pengurus untuk menyusun program kerja yang efektif dan efisien, dengan tujuan yang jelas, pemanfaatan waktu dan sumber daya manusia yang optimal, serta target yang terukur.

Ia juga berpesan agar para penyuluh terus menjaga profesionalitas, tanggung jawab, amanah, dan sikap ramah dalam menjalankan tugas. Menurutnya, keberhasilan penyuluh dapat dilihat dari meningkatnya kesadaran dan kualitas keberagamaan masyarakat yang dibina.

Sementari itu, Ketua PD IPARI Purbalingga, Khikam Aziz, dalam sambutannya menegaskan bahwa, Rakerda bukan sekadar forum pembahasan rencana kerja, tetapi juga sarana konsolidasi organisasi dan penguatan silaturahmi antarpenyuluh.

Ia juga menyampaikan rasa syukur atas capaian prestasi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga yang berhasil meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

“Terima kasih kepada seluruh pengurus dan rekan-rekan penyuluh non-PNS yang telah purna tugas. Semoga kerja sama dan silaturahmi yang telah terjalin tetap terjaga dengan baik,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 37 pengurus daerah dan delapan Penyuluh Agama Islam non-PNS yang masa kontrak kerjanya berakhir pada tahun 2025. Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars IPARI, pembacaan doa.

Melalui Rakerda ini, PD IPARI Purbalingga diharapkan semakin solid dan mampu meningkatkan peran strategis penyuluh agama dalam menebarkan manfaat bagi umat, sejalan dengan visi Kementerian Agama dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang berkualitas dan berintegritas.(*)

Kontributor: Fitriana Pusporini (PAI KUA Kutasari)
Editor: Imam Edi Siswanto

Maftuhatirrohmah dan Utami Fian Nurhanifa: Kunci Sukses Dunia dan Akhirat

 Penyuluh Agama Islam (PAI) Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga,  Maftuhatirrohmah (Kanan) dan Utami Fian Nurhanifa , saat siaran progra...