Kamis, 16 April 2026

Kunci Keluarga Sakinah di Era Digital, Ini Penjelasan PAI KUA Kalimanah

PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto, (Kiri) dan Hasbiq Muzni (Kanan) foto bersama catin usai kepenyuluhan dan pembekalan kepada calon pengantin dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang digelar di Balai Nikah kantor setempat, Kamis (16/4/2026). (Foto: Rizal)

Purbalingga-KUA Kalimanah melalui Penyuluh Agama Islam (PAI), Imam Edi Siswanto, memberikan pembekalan kepada calon pengantin (catin) dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang digelar di Balai Nikah kantor setempat, Kamis (16/4/2026). 

Mengusung tema “Kunci Keluarga Sakinah di Era Digital”, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan pasangan muda agar mampu membangun keluarga yang kuat, harmonis, sekaligus adaptif terhadap tantangan zaman modern. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/IMAM%20EDI%20SISWANTO

Dalam materinya, Imam Edi menegaskan bahwa fondasi utama keluarga sakinah dimulai dari meluruskan niat pernikahan karena Allah SWT. Pernikahan bukan sekadar ikatan emosional atau romantisme sesaat, melainkan ibadah jangka panjang yang menuntut kesungguhan, tanggung jawab, dan komitmen. 

Di tengah era digital yang cenderung menampilkan kehidupan serba instan dan penuh pencitraan, niat yang lurus menjadi benteng agar pasangan tidak mudah terpengaruh oleh standar kebahagiaan semu di media sosial. 

Ia juga mengingatkan pentingnya mensyukuri nikmat dalam kehidupan rumah tangga. Dalam realitas digital saat ini, banyak pasangan muda terjebak pada budaya perbandingan atau membandingkan pasangan, gaya hidup, hingga kondisi ekonomi  melalui media sosial. 

Padahal, Allah SWT telah menegaskan dalam QS. Luqman: 12 bahwa siapa yang bersyukur, maka manfaatnya kembali kepada dirinya sendiri. Rasa syukur inilah yang menjadi kunci ketenangan batin dan keharmonisan keluarga.

Dari sisi ketahanan keluarga, Imam Edi menyoroti pentingnya manajemen keuangan. Tantangan era digital tidak hanya pada pola pikir, tetapi juga gaya hidup konsumtif akibat kemudahan transaksi online. 

PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto, saat kepenyuluhan dan pembekalan kepada calon pengantin (catin) dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang digelar di Balai Nikah kantor setempat, Kamis (16/4/2026). (Foto: Rizal)

Karena itu, catin didorong untuk bijak dalam mengelola keuangan, mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menyusun perencanaan ekonomi keluarga secara matang agar terhindar dari konflik rumah tangga akibat masalah finansial.

Selain itu, hubungan suami istri harus dibangun dengan prinsip mu’asyarah bil ma’ruf, yaitu pergaulan yang baik, lemah lembut, saling menghargai, dan penuh kasih sayang. Dalam konteks digital, komunikasi yang sehat tidak hanya dilakukan secara langsung, tetapi juga melalui media. 

Oleh karena itu, pasangan suami istri perlu menjaga etika komunikasi, menghindari konflik yang dipicu oleh kesalahpahaman pesan digital, serta tidak membuka aib rumah tangga di ruang publik.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keluarga sakinah harus berdiri di atas pondasi ibadah yang kuat, dengan menjaga shalat sebagai prioritas utama. Di tengah kesibukan dan distraksi teknologi, shalat menjadi penyeimbang spiritual yang menjaga ketenangan jiwa. 

Selain itu, pendidikan dalam keluarga juga harus menjadi prioritas, baik bagi orang tua dalam meningkatkan kualitas diri maupun dalam mendidik anak-anak agar tumbuh dengan nilai agama yang kuat di tengah arus informasi yang tidak terbendung.

Sebagai solusi menghadapi tantangan era digital, Bimwin ini menekankan beberapa langkah konkret, di antaranya: membangun komunikasi yang sehat dan terbuka, bijak dalam menggunakan media sosial.

Kemudian, memperkuat literasi digital keluarga, serta menjadikan rumah tangga sebagai ruang aman yang penuh nilai keimanan dan kasih sayang. Dengan demikian, keluarga tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang secara positif di tengah perubahan zaman.

Melalui pembekalan ini, para calon pengantin diharapkan menjadi pasangan yang tidak hanya siap secara emosional dan spiritual, tetapi juga cerdas dan tangguh dalam menghadapi realitas era digital. 

Keluarga yang dibangun dengan niat yang lurus, akhlak yang baik, serta manajemen kehidupan yang seimbang akan menjadi keluarga sakinah yang membawa keberkahan, baik di dunia maupun di akhirat.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kunci Keluarga Sakinah di Era Digital, Ini Penjelasan PAI KUA Kalimanah

PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto, (Kiri) dan Hasbiq Muzni (Kanan) foto bersama  catin usai  kepenyuluhan dan pembekalan kepada calon pen...