![]() |
| Ilustrasi: Suasana jelang sholat tarawih di musim hujan |
Oleh Imam Edi Siswanto
Menjelang dan sepanjang awal bulan suci Ramadhan 1447 H, umat Islam di Indonesia menunjukkan semangat yang tinggi dalam menjalankan ibadah puasa dan shalat tarawih berjemaah.
Berdasarkan penetapan pemerintah melalui sidang isbat, awal puasa Ramadhan tahun ini jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026 1447 H, dan umat Islam dianjurkan melaksanakan salat tarawih sebagai bagian penting dari amalan Ramadhan setiap malamnya.
BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/RAMADHAN%202026
Data
dari BMKG menunjukan bahwa fenomena cuaca pada periode Februari hingga
awal Maret di Indonesia masih dipengaruhi musim hujan, dengan potensi
hujan ringan hingga lebat di banyak wilayah, termasuk Jawa, Sumatera,
Kalimantan, dan Papua.
Meskipun demikian, kondisi tersebut tidak
mengurangi antusiasme kaum Muslim untuk tetap beribadah secara
berjemaah di masjid ataupun mushala.
Bahkan,
intensitas hujan yang sering turun justru dipandang sebagai karunia
langit yang menyegarkan suasana spiritual Ramadhan, mengingat Ramadan
kali ini bersamaan dengan waktu musim hujan.
Selain hujan, suhu
di Indonesia pada bulan ini masih relatif hangat dengan kisaran
rata-rata antara 23°C – 28°C, khas iklim tropis, dan terdapat periode
penurunan curah hujan seiring mendekati musim kemarau yang diperkirakan
akan berlangsung mulai April–Mei.
Bagi umat Islam, cuaca musim
hujan menjadi kesempatan untuk meningkatkan kualitas ibadah dengan
suasana yang tenang dan reflektif, sekaligus memperkuat rasa empati dan
kepedulian terhadap sesama yang mungkin menghadapi tantangan cuaca
ekstrem.
BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/IMAM%20EDI%20SISWANTO
Semangat berjemaah dalam tarawih dan puasa di tengah cuaca yang tidak selalu cerah menjadi inspirasi tersendiri.
Kisah-kisah
jamaah yang tetap datang ke masjid meski diguyur hujan menggambarkan
tekad untuk memanfaatkan bulan penuh rahmat, berkah, dan ampunan sebaik
mungkin.
Kondisi cuaca yang dinamis ini sekaligus mengingatkan
bahwa keteguhan dalam beribadah lebih ditentukan oleh niat dan disiplin
hati, bukan oleh kondisi fisik atau tantangan alam semata.
Sumber:
https://www.bmkg.go.id/cuaca/prospek-cuaca-mingguan/prospek-cuaca-mingguan-periode-20-26-februari-2026-waspada-potensi-hujan-lebat-di-awal-bulan-ramadhan-2026-monsun-asia-dan-gelombang-ekuator-masih-mempengaruhi?utm_source=chatgpt.com

Ok ❤️💪
BalasHapusinggih....
Hapus