Sabtu, 28 Februari 2026

Semangat Puasa dan Tarawih 2026: Ibadah Kukuh Meski Cuaca Musim Hujan

Ilustrasi: Suasana jelang sholat tarawih di musim hujan

Semangat Puasa dan Tarawih 2026: Ibadah Kukuh Meski Cuaca Musim Hujan
Oleh Imam Edi Siswanto

Menjelang dan sepanjang awal bulan suci Ramadhan 1447 H, umat Islam di Indonesia menunjukkan semangat yang tinggi dalam menjalankan ibadah puasa dan shalat tarawih berjemaah.

Berdasarkan penetapan pemerintah melalui sidang isbat, awal puasa Ramadhan tahun ini jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026 1447 H, dan umat Islam dianjurkan melaksanakan salat tarawih sebagai bagian penting dari amalan Ramadhan setiap malamnya. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/RAMADHAN%202026

Data dari BMKG menunjukan bahwa fenomena cuaca pada periode Februari hingga awal Maret di Indonesia masih dipengaruhi musim hujan, dengan potensi hujan ringan hingga lebat di banyak wilayah, termasuk Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Papua.

Meskipun demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi antusiasme kaum Muslim untuk tetap beribadah secara berjemaah di masjid ataupun mushala. 

Bahkan, intensitas hujan yang sering turun justru dipandang sebagai karunia langit yang menyegarkan suasana spiritual Ramadhan, mengingat Ramadan kali ini bersamaan dengan waktu musim hujan.

Selain hujan, suhu di Indonesia pada bulan ini masih relatif hangat dengan kisaran rata-rata antara 23°C – 28°C, khas iklim tropis, dan terdapat periode penurunan curah hujan seiring mendekati musim kemarau yang diperkirakan akan berlangsung mulai April–Mei.

Bagi umat Islam, cuaca musim hujan menjadi kesempatan untuk meningkatkan kualitas ibadah dengan suasana yang tenang dan reflektif, sekaligus memperkuat rasa empati dan kepedulian terhadap sesama yang mungkin menghadapi tantangan cuaca ekstrem. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/IMAM%20EDI%20SISWANTO

Semangat berjemaah dalam tarawih dan puasa di tengah cuaca yang tidak selalu cerah menjadi inspirasi tersendiri. 

Kisah-kisah jamaah yang tetap datang ke masjid meski diguyur hujan menggambarkan tekad untuk memanfaatkan bulan penuh rahmat, berkah, dan ampunan sebaik mungkin.

Kondisi cuaca yang dinamis ini sekaligus mengingatkan bahwa keteguhan dalam beribadah lebih ditentukan oleh niat dan disiplin hati, bukan oleh kondisi fisik atau tantangan alam semata.

Sumber:
https://www.bmkg.go.id/cuaca/prospek-cuaca-mingguan/prospek-cuaca-mingguan-periode-20-26-februari-2026-waspada-potensi-hujan-lebat-di-awal-bulan-ramadhan-2026-monsun-asia-dan-gelombang-ekuator-masih-mempengaruhi?utm_source=chatgpt.com

2 komentar:

Ramadan 2026 di Luar Negeri Tetap Membara Meski Tantangan Waktu dan Cuaca Berbeda

Ilustrasi Ramadhan pada musim dingin Ramadan 2026 di Luar Negeri Tetap Membara Meski Tantangan Waktu dan Cuaca Berbeda Pewarta: Imam Edi Sis...