Selasa, 30 Desember 2025

Refleksi Akhir Tahun: Menguatkan Peran Keluarga, Profesi, dan Pengabdian Umat

Refleksi Akhir Tahun: Menguatkan Peran Keluarga, Profesi, dan Pengabdian Umat
Oleh : Artanti Laili Zulaiha (PAI KUA Karanganyar)
Editor: Imam Edi Siswanto


Akhir tahun merupakan momentum untuk melakukan refleksi, evaluasi, dan penguatan komitmen dalam menjalani peran kehidupan, baik secara personal maupun profesional. Penghujung tahun menjadi ruang renungan untuk mensyukuri perjalanan pengabdian sekaligus menata langkah menuju tahun 2026 dengan semangat yang lebih matang dan terarah.

Refleksi Pribadi: Bertumbuh dalam Nilai dan Integritas
Sebagai pribadi, tahun yang dilalui menghadirkan beragam dinamika kehidupan yang sarat pembelajaran. Setiap proses, baik keberhasilan maupun tantangan menjadi sarana pendewasaan diri. Nilai kesabaran, keikhlasan, dan konsistensi dalam menjaga integritas menjadi fondasi utama dalam menjalani peran-peran di tengah masyarakat. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/Artikel%20Penyuluh

Sebagai Anak dan Istri/ suami: Menjaga Harmoni Keluarga
Keluarga merupakan basis utama pembentukan karakter. Sebagai seorang anak, refleksi tahun ini menegaskan pentingnya bakti kepada orang tua sebagai sumber keberkahan hidup. Sementara sebagai istri/ suami, perjalanan rumah tangga menjadi ruang belajar tentang tanggung jawab, komunikasi, dan kebersamaan. Keharmonisan keluarga dipahami sebagai hasil dari komitmen bersama untuk saling mendukung dan menguatkan.

Sebagai Penyuluh Agama Islam: Mengabdi dengan Pendekatan Humanis
Dalam kapasitas sebagai Penyuluh Agama Islam, memaknai tugas penyuluhan bukan sekadar penyampaian materi keagamaan, tetapi sebagai proses pendampingan umat secara berkelanjutan. Kehadiran penyuluh di tengah masyarakat dituntut mampu menjadi jembatan antara nilai-nilai keagamaan dan realitas sosial.

Pendekatan humanis, komunikatif, dan kontekstual menjadi kunci dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan agar dapat diterima, dipahami, dan diamalkan oleh masyarakat. Setiap interaksi dengan umat menjadi cermin untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan profesionalitas sebagai aparatur dan pelayan publik.

Peran dalam Masyarakat dan Pengabdian
Keterlibatan aktif dalam kehidupan masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari peran sebagai penyuluh agama. Pengabdian tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan formal kelembagaan, tetapi juga melalui kehadiran nyata di tengah masyarakat—mendengar, memahami, dan turut menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial dan keagamaan.

Melalui pendekatan yang komunikatif dan penuh empati, pengabdian dimaknai sebagai proses membangun kepercayaan dan menumbuhkan kesadaran kolektif. Sinergi dengan tokoh masyarakat, lembaga keagamaan, serta berbagai elemen sosial menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang harmonis, religius, dan berdaya. Peran ini dijalani dengan kesadaran bahwa pelayanan terbaik lahir dari ketulusan, konsistensi, dan komitmen untuk terus belajar dari masyarakat itu sendiri.

Menyongsong Tahun 2026: Komitmen dan Harapan
Menutup tahun dengan refleksi merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk melangkah lebih baik ke depan. Menyongsong tahun 2026, mari bersama berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat pengabdian kepada masyarakat, serta menjaga sinergi antara peran keluarga, profesi, dan organisasi.

Semoga tahun 2026 menjadi momentum yang baik untuk menghadirkan pelayanan keagamaan yang semakin berkualitas, responsif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Hal ini sejalan dengan nilai-nilai integritas, profesionalitas, dan moderasi beragama.(*) 

Senin, 29 Desember 2025

PAI KUA Karanganyar Dorong Literasi Digital Kader Fatayat NU Purbalingga

Foto bersama peserta Pelatihan IT oleh PC Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Purbalingga bekerja sama dengan Sifanu Purbalingga di MI Ma’arif NU Kajongan, Bojongsari, Sabtu (27/12/2025). (Foto: Fitriana Pusporini)


Purbalingga-Upaya peningkatan kapasitas kader terus dilakukan oleh Fatayat NU Purbalingga melalui kegiatan pelatihan Teknologi Informasi (IT). Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat peran kader perempuan dalam menghadapi tantangan era digital, khususnya dalam mendukung aktivitas organisasi dan pelayanan kepada masyarakat.

Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Karanganyar, Artanti Laili Zulaiha yang juga tercatat sebagai 
Wakil Ketua III pengurus Pimpinan Cabang Fatayat NU Purbalingga ini, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut difokuskan pada penguasaan keterampilan dasar teknologi informasi yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan organisasi. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/ARTANTI%20LAILI%20ZULAIHA

Materi yang disampaikan meliputi pemanfaatan email sebagai sarana komunikasi resmi, pengelolaan dokumen digital melalui Google Drive, hingga penggunaan Google Docs untuk mendukung kerja kolaboratif. Peserta juga dibekali keterampilan dasar desain grafis sederhana, seperti pembuatan flyer dan banner kegiatan sebagai media publikasi. 

“Teknologi akan terus berubah, namun semangat belajar harus tetap menyala. Jadilah insan IT yang adaptif, kreatif, dan siap bersaing secara positif," jelasnya pada Pelatihan IT bertema Fatayat NU Melek Digital: Cerdas, Kreatif, dan Berdaya di Era Teknologi yang diselenggarakan PC Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Purbalingga bekerja sama dengan Sifanu Purbalingga di MI Ma’arif NU Kajongan, Bojongsari, Sabtu (27/12/2025) lalu.

Seluruh materi, sambungnya disampaikan secara sistematis dan mudah dipahami, disertai praktik langsung agar peserta dapat segera mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan komunikatif, ditandai dengan antusiasme peserta dalam bertanya, berdiskusi, serta saling membantu selama proses pembelajaran.

Salah satu peserta Wahyuni, mengaku bahwa pelatihan ini memberikan wawasan baru sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam memanfaatkan teknologi digital untuk kebutuhan organisasi. Kegiatan ini dinilai mampu menjawab kebutuhan kader dalam menghadapi tuntutan administrasi dan komunikasi yang semakin berbasis digital.

“Materinya benar-benar membuka wawasan kami. Penjelasannya mudah dipahami dan langsung praktik. Saya jadi lebih percaya diri menggunakan email, menyimpan dokumen di Google Drive, bahkan membuat flyer kegiatan sendiri,” akunya.

Melalui pelatihan ini, diharapkan kader Fatayat NU memiliki bekal yang memadai untuk mengelola administrasi organisasi secara lebih efektif, memperkuat dakwah melalui media digital, serta meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat. 

Penguasaan teknologi informasi dipandang sebagai kebutuhan penting agar kader mampu beradaptasi dan berperan aktif di tengah dinamika zaman.

Antusiasme peserta juga menunjukkan bahwa pelatihan serupa masih sangat dibutuhkan untuk tahap lanjutan, guna memperdalam keterampilan dan memperluas pemanfaatan teknologi secara positif dan produktif dalam aktivitas keorganisasian.(*) 

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar)
Editor: Imam Edi Siswanto

Sabtu, 27 Desember 2025

Tetap Mengabdi di Hari Libur, Penyuluh KUA Karangreja Gelar Dakwah dan Aksi Kemanusiaan

PAI KUA Karangreja, Saryono saat membersamai PAC GP Ansor Karangreja di Gedung BLKK MWC NU Karangreja.  Jumat (26/12/2025). (Foto: Saryono)

Purbalingga-Di tengah libur cuti bersama Hari Raya Natal 2025, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Karangreja, Saryono, tetap melaksanakan tugas pelayanan keagamaan dan sosial di wilayah Desa Siwarak dan Kecamatan Karangreja, Jumat (26/12/2025). Berbagai kegiatan dilaksanakan sebagai bentuk komitmen pelayanan kepada masyarakat, meskipun berada dalam suasana libur nasional.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan khutbah dan imam Shalat Jumat di Masjid Jami’ Baitussalam, Desa Siwarak. Dalam khutbahnya yang mengangkat tema Keutamaan Bulan Rajab, Saryono mengajak jamaah menjadikan bulan Rajab sebagai momentum meningkatkan keimanan, memperkuat spiritualitas, serta menumbuhkan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGREJA

Usai pelaksanaan Shalat Jumat, kegiatan dilanjutkan dengan bimbingan dan penyuluhan keagamaan di Majelis Taklim Roudlotul Jannah, Desa Siwarak. Pada kesempatan tersebut, Saryono menyampaikan materi bertema Muhasabah di Penghujung Tahun 2025 Masehi. Jamaah diajak untuk melakukan evaluasi diri, memperbaiki kualitas ibadah, serta memperkuat tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik di tahun mendatang.

Ketua Majelis Taklim Roudlotul Jannah, Ibu Kastirah, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran dan pembinaan yang diberikan.

Bendahara Masjid Amirul Mukminin (Kiri) Warsono, saat menyerahkan hasil infak sesuai Surat Edaran dari BAZNAS kepada PAI KUA Karangreja, Saryono, Jumat (26/12/2025). (Foto: Saryono)

“Penyuluhan ini sangat bermanfaat dan memberikan penguatan rohani bagi jamaah, khususnya dalam melakukan muhasabah di akhir tahun,” katanya.

Pada hari yang sama, Penyuluh Agama Islam KUA Karangreja juga memulai kegiatan Penjemputan Gerakan Dana Kemanusiaan melalui infak Jumat, sebagai tindak lanjut Surat Edaran BAZNAS Kabupaten Purbalingga Nomor: 152/BAZNAS-PBG/XII/2025. Penghimpunan infak difasilitasi oleh takmir masjid dan selanjutnya disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Purbalingga.

Bendahara Masjid Amirul Mukminin Desa Siwarak RT 06 RW 05, Bapak Warsono, menyampaikan bahwa infak yang terkumpul mencapai Rp2.500.000.

PAI KUA Karangreja, Saryono saat memberikan penyuluhan pada Majelis Taklim Roudlotul Jannah Desa Siwarak di Rumah Ibu Sarkinah RT 04 RW 06, Jumat (26/12/2025). (Foto: Saryono)

“Infak ini merupakan wujud kepedulian jamaah Masjid Amirul Mukminin kepada sesama. Kami berharap penyalurannya melalui BAZNAS dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan,” ucapnya.

Selain itu, Saryono juga melakukan pendampingan Rapat Koordinasi PAC GP Ansor Kecamatan Karangreja terkait persiapan Peringatan Harlah Nahdlatul Ulama Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara penyuluh agama dan organisasi kepemudaan dalam pembinaan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Karangreja menegaskan komitmennya untuk terus hadir melayani umat, memperkuat nilai keagamaan, serta menumbuhkan kepedulian sosial, meskipun berada di tengah masa libur cuti bersama nasional.(*)

Kontributor: Saryono (PAI KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto
 

Rabu, 24 Desember 2025

PAI KUA Kalimanah Perkuat Sinergi dengan Kepala Desa Klapasawit dan Selabaya

Papan Nama Kantor Kepala Desa Klapasawit, Kecamatan Kalimanah, Rabu (24/12/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kalimanah, Imam Edi Siswanto, melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan Kepala Desa Klapasawit, Catur Sutanto, serta Kepala Desa Selabaya, Sukarman, Rabu (24/12/2025).

 

Kegiatan tersebut berlangsung di balai desa masing-masing sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara KUA, Penyuluh Agama Islam dan Pemerintah Desa (Pemdes) dalam pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat.

 

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search?q=program 

 

Dalam pertemuan tersebut, Imam Edi Siswanto menyampaikan secara komprehensif tugas pokok, fungsi, serta program-program Penyuluh Agama Islam KUA Kalimanah. Langkah ini dilakukan agar para pemangku kebijakan di tingkat desa memiliki pemahaman yang utuh mengenai peran strategis penyuluh agama sebagai ujung tombak Kementerian Agama di tengah masyarakat.

 

Ia menjelaskan bahwa Penyuluh Agama Islam memiliki tugas utama melaksanakan bimbingan dan penyuluhan agama Islam serta pembangunan masyarakat melalui pendekatan bahasa agama yang sejuk, moderat, dan solutif. Peran ini dijalankan tidak hanya dalam ruang ibadah, tetapi juga menyentuh berbagai aspek kehidupan sosial kemasyarakatan.

 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/IMAM%20EDI%20SISWANTO 

 

Dalam kesempatan tersebut, Imam juga memaparkan empat fungsi utama Penyuluh Agama Islam.

 

Pertama, fungsi informatif, yakni menyampaikan informasi kebijakan dan program pemerintah di bidang keagamaan, moderasi beragama, serta isu-isu religiusitas aktual kepada masyarakat.

 

Kedua, fungsi edukatif, yaitu mendidik dan membimbing umat agar memahami ajaran Islam yang benar sesuai Al-Qur’an dan Sunnah, sekaligus menanamkan nilai moral dan etika dalam kehidupan sehari-hari.

 

Ketiga, fungsi advokatif, di mana penyuluh berperan sebagai penengah, pelindung, dan pembela umat dari berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu akidah, ibadah, dan akhlak, serta menjaga keharmonisan antarumat beragama.

 

Keempat, fungsi konsultatif, yakni menjadi rujukan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan keagamaan, keluarga, dan sosial secara bijak dan bertanggung jawab.

 

Papan Nama Kantor Kepala Desa Selabaya, Kecamatan Kalimanah, Rabu (24/12/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Selain itu, Imam juga menyampaikan berbagai program konkret yang selama ini dijalankan PAI KUA Kalimanah, antara lain pembinaan majelis taklim, pelatihan pemulasaran jenazah, tahsin Al-Qur’an, khutbah Jumat, pendataan lembaga keagamaan seperti ormas Islam, TPQ, madrasah diniyah, dan pondok pesantren. 

 

Program lainnya meliputi pendataan tempat ibadah, wakaf, zakat, infak, dan sedekah, pembinaan lansia, pembinaan remaja termasuk pencegahan pernikahan dini, serta silaturahmi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat.

 

Selain menyampaikan tugas dan fungsi Penyuluh Agama Islam, Imam juga menegaskan kepada para kepala desa bahwa seluruh layanan di KUA Kalimanah adalah gratis atau nol rupiah

 

Ia menjelaskan bahwa satu-satunya layanan yang dikenai biaya adalah nikah di luar kantor KUA, dengan tarif resmi sebesar Rp. 600.000 yang dibayarkan langsung melalui bank, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

 

Penegasan ini disampaikan untuk memberikan pemahaman yang jelas kepada Pemerintah Desa dan masyarakat, sekaligus mencegah terjadinya kesalahpahaman terkait layanan KUA.

 

Silaturahmi ini disambut baik oleh Kepala Desa Klapasawit dan Kepala Desa Selabaya. Keduanya menyampaikan apresiasi atas peran aktif Penyuluh Agama Islam dalam mendampingi masyarakat dan berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan demi terciptanya kehidupan beragama yang rukun, moderat, dan berdaya.

 

Melalui kegiatan ini, PAI KUA Kalimanah menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai mitra strategis pemerintah desa, sekaligus penggerak pembangunan berbasis nilai-nilai keagamaan, sejalan dengan visi Kementerian Agama Republik Indonesia dalam memperkuat moderasi beragama dan ketahanan sosial umat.(*)

 

Pewarta/Editor: Imam Edi Siswanto

Menanam Nilai, Merawat Bumi: Inovasi KUA Karanganyar Lewat Jumat Berakar dan Program BERLIAN

Kepala KUA Karanganyar, Amin Nasirudin memberikan bibit pohon manggis kepada pengguna layanan yang hadir pada Jumat pertama di KUA Karanganyar. (Foto: Tarom).

Purbalingga-Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karanganyar terus berikhtiar menghadirkan wajah pelayanan publik yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga sarat nilai, makna, dan keberlanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dua program unggulan, yakni Jumat Berakar (Jumat Berkah KUA Karanganyar) dan BERLIAN (Bersih Lingkungan Asri dan Nyaman). 

Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Karanganyar, Artanti Laili Zulaiha menjelaskan, bahwa kedua program ini menjadi representasi nyata upaya KUA Karanganyar dalam mengintegrasikan pelayanan keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup, sekaligus menjawab tantangan pelayanan publik yang berdampak dan berkelanjutan. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGANYAR

ASN KUA Karanganyar bersama-sama membersihkan lingkungan KUA Karanganyar. (Foto: Artanti).
Jumat Berakar: Pelayanan Keagamaan Berbasis Ekoteologi

Program Jumat Berakar lahir dari kesadaran bersama bahwa pelayanan keagamaan memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar ritual dan administrasi. Agama dipahami sebagai fondasi moral yang menuntun manusia untuk menjaga harmoni dengan alam sebagai amanah Tuhan.

Jumat Berakar sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama RI, khususnya penguatan Ekoteologi, yakni etika lingkungan berbasis nilai-nilai agama. Program ini juga selaras dengan gerakan Kemenag ASRI (Aman, Sehat, Rindang, Indah) yang diinisiasi oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga dengan slogan “Nandur Becik, Ati Resik”, yang menginspirasi KUA Karanganyar untuk menghadirkan inovasi serupa di tingkat kecamatan.

Program Jumat Berakar dilaksanakan setiap Jumat pertama dengan membagikan bibit pohon manggis kepada pengguna layanan, khususnya pasangan pengantin baru. Pemilihan pohon manggis memiliki makna filosofis dan ekologis: tanaman produktif, bernilai ekonomi, dan berumur panjang. Pohon ini diharapkan menjadi amal jariyah, kebaikan yang manfaat dan pahalanya terus mengalir hingga generasi berikutnya. 

Tujuan dan Manfaat Jumat Berakar 

Melalui Jumat Berakar, KUA Karanganyar berupaya mewujudkan KUA berbasis ekoteologi, yakni menjadikan kantor KUA sebagai ruang edukasi publik bahwa menjaga alam merupakan bagian dari ibadah. Selain itu, program ini berkontribusi dalam meningkatkan ruang terbuka hijau produktif, memperbaiki kualitas lingkungan, serta mendukung ketahanan pangan keluarga.

Dari sisi sosial dan edukatif, Jumat Berakar menanamkan kesadaran bahwa membangun rumah tangga berarti juga merawat kehidupan dan lingkungan. Sementara dari sisi spiritual, setiap pohon yang tumbuh, berbuah, dan memberi manfaat menjadi sumber pahala yang terus mengalir bagi penanamnya. 

ASN KUA Karanganyar tampak sedang melakukan kegiatan menjaga kebersihan halaman Kantor. (Foto: Aris Sungkowo).

BERLIAN KUA Karanganyar: Merawat Lingkungan Kerja, Menguatkan Pelayanan

Selain Jumat Berakar, KUA Karanganyar juga menjalankan program BERLIAN (Bersih Lingkungan Asri dan Nyaman) sebagai wujud komitmen menciptakan lingkungan kerja yang bersih, tertata, dan nyaman. Program ini dilaksanakan melalui kegiatan rutin bersih-bersih, penataan ruang kerja, serta perawatan taman dan area hijau di sekitar kantor.

Lingkungan kerja yang bersih dan asri diyakini mampu meningkatkan produktivitas, semangat kerja aparatur, sekaligus menghadirkan rasa nyaman dan kepercayaan bagi masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan.

Program BERLIAN mencerminkan budaya kerja KUA Karanganyar yang menjunjung tinggi kerapian, keindahan, dan kepedulian terhadap detail. Pembiasaan nilai-nilai positif ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan pengalaman pelayanan publik yang ramah, profesional, dan berkesan.

Melalui program Jumat Berakar dan BERLIAN, KUA Karanganyar menegaskan bahwa pelayanan keagamaan dapat berjalan seiring dengan kepedulian lingkungan dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan. KUA tidak hanya hadir sebagai tempat mengurus administrasi, tetapi juga sebagai ruang penebar nilai, kesadaran, dan keberkahan, bagi manusia, alam, dan generasi masa depan.(*)

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar)
Editor: Imam Edi Siswanto
 

Perkuat Integritas dan Profesionalisme, Kankemenag Purbalingga Bekali 278 PPPK

Kepala Kankemenag Kabupaten Purbalingga, H. Zahid Khasani, saat memberikan arahan kepada 278 orang PPPK pada acara Pembinaan dan Penguatan Kinerja Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Aula Uswatun Khasanah Kankemenag Kabupaten Purbalingga Rabu,(24/12/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga menyelenggarakan kegiatan Pembinaan dan Penguatan Kinerja Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Aula Uswatun Khasanah Kankemenag Kabupaten Purbalingga Rabu,(24/12/2025).

Kegiatan pembinaan tersebut dipimpin oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Purbalingga, H. Zahid Khasani, yang memberikan arahan dan penguatan kepada 278 orang PPPK di lingkungan Kankemenag Kabupaten Purbalingga. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search?q=zAHID+KHASANI

Dalam pembinaannya, Kakankemenag menekankan pentingnya peningkatan kinerja, kedisiplinan, profesional serta komitmen dalam menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kualitas kinerja, integritas, dan profesionalisme PPPK.

Melalui pembinaan ini, para peserta diharapkan mampu memahami secara lebih mendalam peran dan tanggung jawabnya, sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan publik yang prima, akuntabel, dan berorientasi pada nilai-nilai keagamaan.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/IMAM%20EDI%20SISWANTO

PPPK mendapatkan pembekalan terkait disiplin kerja, etos pelayanan, serta penguatan nilai-nilai dasar ASN, meliputi integritas, loyalitas, dan tanggung jawab.

Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi dan mempererat sinergi antarpegawai dalam mendukung pencapaian visi dan misi Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga.

Melalui kegiatan pembinaan dan penguatan kinerja ini, diharapkan seluruh PPPK Kankemenag Kabupaten Purbalingga dapat terus meningkatkan kompetensi dan dedikasi, sehingga mampu berkontribusi secara optimal dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik serta pelayanan keagamaan yang berkualitas bagi masyarakat.(*)

Pewarta/Editor: Imam Edi siswanto 

Selasa, 23 Desember 2025

Sinergi KUA, Puskesmas, dan PKK Cegah Pernikahan Dini di Desa Karangreja

PAI KUA Karangreja, Saryono saat menyampaikan kepenyuluhan remaja di gedung Posyandu RT 03 RW 01, Pokja IV Desa Karangreja (Dukuh Siaren), Selasa (23/12/2025). (Foto: Saryono)

Purbalingga-Upaya membangun generasi muda yang sehat, berakhlak, dan siap menghadapi masa depan terus dilakukan melalui kegiatan Penyuluhan Kesehatan Remaja dan Pencegahan Pernikahan Dini oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Karangreja, Saryono di Gedung Posyandu RT 003 RW 001, Pokja IV Desa Karangreja (Dukuh Siaren), Selasa (23/12/2025).

 

Saryono menjelaskan bahwa, penyuluhan diikuti oleh sekitar 50 peserta yang terdiri dari remaja dan orang tua. Keterlibatan kedua unsur tersebut dinilai sangat penting, mengingat pencegahan pernikahan dini tidak hanya menjadi tanggung jawab remaja, tetapi juga membutuhkan peran aktif keluarga serta lingkungan sekitar.

 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search?q=karangreja

 

Hadir Ketua TP PKK Desa Karangreja, Ny. Ni’matun Sujarwo, bersama pengurus Posyandu Pokja IV Dukuh Siaren. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan kuatnya sinergi lintas sektor antara KUA, Puskesmas, PKK, dan Posyandu dalam mendukung pembinaan kesehatan remaja di tingkat desa.

 

Para peserta diajak memahami bahwa pernikahan bukan sekadar pemenuhan aspek hukum dan agama, tetapi membutuhkan kesiapan matang agar mampu membangun keluarga yang sehat dan sejahtera.

 

Lebih lanjut Ia menekankan bahwa dalam perspektif agama, pernikahan ideal dilaksanakan ketika calon mempelai telah siap secara lahir dan batin serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Ia juga mengingatkan bahwa pernikahan dini tanpa kesiapan berpotensi menimbulkan berbagai persoalan rumah tangga yang berdampak jangka panjang.

 

Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua TP PKK Desa Karangreja, Ny. Ni’matun Sujarwo, menegaskan pentingnya edukasi berkelanjutan bagi remaja dan orang tua.

“Penyuluhan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran keluarga agar mampu mendampingi remaja dalam merencanakan masa depan yang lebih baik,” ucapnya.

 

Materi penyuluhan mencakup pemahaman kesehatan reproduksi remaja, risiko pernikahan usia dini dari aspek kesehatan, sosial, dan psikologis, serta pentingnya kesiapan mental, pendidikan, dan ekonomi sebelum memasuki jenjang pernikahan.

 

Narasumber dari Puskesmas Karangreja menjelaskan berbagai risiko kesehatan dan sosial akibat pernikahan usia dini, termasuk risiko kesehatan ibu dan anak serta tantangan dalam pengasuhan. Materi disampaikan secara komunikatif dan mudah dipahami sehingga dapat diterima oleh seluruh peserta.

 

Ketua Pokja IV Desa Karangreja, Deta Ramadanti, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut.


“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi remaja dan orang tua karena memberikan pemahaman yang jelas tentang pentingnya kesehatan dan kesiapan sebelum menikah,” ungkapnya.

 

Kegiatan berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengikuti pemaparan materi dan memanfaatkan sesi tanya jawab sebagai ruang diskusi. Untuk menambah semangat dan partisipasi, panitia juga menyediakan door prize bagi peserta yang aktif.

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran bersama antara remaja, orang tua, dan masyarakat untuk mengedepankan pendidikan, menjaga kesehatan, serta merencanakan kehidupan berkeluarga secara matang.

 

Penyuluhan ini menjadi bagian dari upaya preventif dalam menekan angka pernikahan dini sekaligus mendukung terwujudnya generasi sehat, berakhlak, serta keluarga yang sakinah, sehat, dan sejahtera di Desa Karangreja.(*)

 

Kontributor: Saryono (PAI KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto

PD IPARI Purbalingga Perkuat Moderasi Beragama lewat Silaturahmi Lintas Iman di Gereja Baptis Rahmani

Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Purbalingga foto bersama usai kunjungan ke Penyuluh Agama Kristen, Rahel Cynthia Hutagalung di Gereja Baptis Indonesia Rahmani Purbalingga Senin, (22/12/2025). (Foto: Dok. Rahel Cynthia Hutagalung).

Purbalingga-Nuansa kebersamaan dan kehangatan terasa kental di Gereja Baptis Indonesia (GBI) Rahmani Purbalingga pada Senin, 22 Desember 2025. Bertempat di serambi gereja yang sejuk, Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Purbalingga melaksanakan kunjungan silaturahmi lintas iman kepada Penyuluh Agama Kristen, Rahel Cynthia Hutagalung.

Kunjungan ini menjadi wujud nyata keharmonisan dan persaudaraan lintas iman yang terus tumbuh dan terawat di Kabupaten Purbalingga. Rombongan PD IPARI Purbalingga dipimpin langsung oleh Ketua PD IPARI, Khikam Aziz, didampingi Edi Rujito, Ahmad Muntaqo, Siti Suwarti, Artanti Laili Zulaiha, Siti Ubaidah, Yeni Nur Asiah, Sabrina, Wiwit Aryati, serta Taufiqurrahman. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search?q=khikam+aziz

Kehadiran para penyuluh agama tersebut disambut dengan penuh keramahan dan keterbukaan oleh Rahel Cynthia Hutagalung bersama suami. Suasana dialog berlangsung hangat, cair, dan penuh rasa saling menghormati, mencerminkan semangat kebhinekaan yang hidup di tengah masyarakat.

Silaturahmi ini bertujuan untuk mempererat jalinan persaudaraan antarpenyuluh lintas agama, menyampaikan ucapan Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2026, sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam menumbuhkan dan merawat moderasi beragama. 

Dalam kesempatan tersebut, PD IPARI Purbalingga menegaskan peran strategis penyuluh agama sebagai perekat sosial, penanam nilai toleransi, serta penjaga kerukunan umat beragama di tengah keberagaman masyarakat. 

Penyuluh Agama Kristen, Rahel Cynthia Hutagalung (dua dari Kanan) di Gereja Baptis Indonesia Rahmani Purbalingga Senin, (22/12/2025). (Foto: Wiwit Aryati).

Ketua PD IPARI Purbalingga, Khikam Aziz, menyampaikan bahwa silaturahmi lintas iman merupakan implementasi nyata program prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia.

“Moderasi beragama tidak cukup disampaikan melalui ceramah atau tulisan, tetapi harus diwujudkan melalui perjumpaan langsung, dialog, dan saling mengenal. Kunjungan ini menjadi bagian dari implementasi Asta Protas Kemenag RI dalam memperkuat harmoni dan persaudaraan lintas iman,” ujarnya.

Percakapan yang berlangsung dalam suasana santai namun sarat makna tersebut mengangkat pentingnya kerja sama lintas agama, baik dalam pelayanan keagamaan maupun sosial kemasyarakatan. 

Sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, serta membangun ruang kebersamaan menjadi benang merah diskusi, sekaligus menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search?q=PD+IPARI

Rahel Cynthia Hutagalung menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas kunjungan PD IPARI Purbalingga. Ia mengaku merasa dihormati dan dikuatkan melalui pertemuan tersebut.

“Saya merasa dihormati dan tersentuh. Kunjungan ini menunjukkan bahwa penyuluh agama hadir sebagai sahabat, bukan sebagai pembatas. Inilah wajah moderasi beragama yang sesungguhnya. Rasa hangat, terbuka, dan saling menguatkan,” akunya.

Rahel menambahkan bahwa silaturahmi lintas iman semacam ini menjadi sumber energi positif dalam menjalankan tugas kepenyuluhan, sekaligus memperkokoh semangat pelayanan yang inklusif dan berorientasi pada perdamaian.

Menutup rangkaian kegiatan, Khikam Aziz berharap semangat kebersamaan lintas iman ini terus terjaga dan berkelanjutan.

“Kami berharap pertemuan seperti ini tidak berhenti pada satu kesempatan saja, tetapi menjadi inspirasi bagi masyarakat luas bahwa perbedaan keyakinan bukan alasan untuk menjauh, melainkan peluang untuk saling belajar dan bekerja sama demi Purbalingga yang rukun dan damai,” ucapnya.

Melalui kegiatan ini, PD IPARI Kabupaten Purbalingga menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan wajah agama yang ramah, menyejukkan, dan membangun, sejalan dengan semangat moderasi beragama serta Asta Protas Kementerian Agama Republik Indonesia.(*)

Kontributor: Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam/PAI KUA Karanganyar)

Editor: Imam Edi Siswanto 

Penyuluh Agama KUA Karangreja Tekankan Pentingnya Sholat Lima Waktu pada Siswa MTs Ma’arif NU Gondang

PAI KUA Karangreja, Ngamali, S.H. , saat menyampaikan pesan keagamaan dalam peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar di MTs Ma...