![]() |
| PAI KUA Karangreja, Saryono saat menyampaikan kepenyuluhan remaja di gedung Posyandu RT 03 RW 01, Pokja IV Desa Karangreja (Dukuh Siaren), Selasa (23/12/2025). (Foto: Saryono) |
Purbalingga-Upaya membangun generasi muda yang sehat, berakhlak, dan siap menghadapi masa depan terus dilakukan melalui kegiatan Penyuluhan Kesehatan Remaja dan Pencegahan Pernikahan Dini oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Karangreja, Saryono di Gedung Posyandu RT 003 RW 001, Pokja IV Desa Karangreja (Dukuh Siaren), Selasa (23/12/2025).
Saryono menjelaskan bahwa, penyuluhan diikuti oleh sekitar 50 peserta yang terdiri dari remaja dan orang tua. Keterlibatan kedua unsur tersebut dinilai sangat penting, mengingat pencegahan pernikahan dini tidak hanya menjadi tanggung jawab remaja, tetapi juga membutuhkan peran aktif keluarga serta lingkungan sekitar.
BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search?q=karangreja
Hadir Ketua TP PKK Desa Karangreja, Ny. Ni’matun Sujarwo, bersama pengurus Posyandu Pokja IV Dukuh Siaren. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan kuatnya sinergi lintas sektor antara KUA, Puskesmas, PKK, dan Posyandu dalam mendukung pembinaan kesehatan remaja di tingkat desa.
Para peserta diajak memahami bahwa pernikahan bukan sekadar pemenuhan aspek hukum dan agama, tetapi membutuhkan kesiapan matang agar mampu membangun keluarga yang sehat dan sejahtera.
Lebih lanjut Ia menekankan bahwa dalam perspektif agama, pernikahan ideal dilaksanakan ketika calon mempelai telah siap secara lahir dan batin serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Ia juga mengingatkan bahwa pernikahan dini tanpa kesiapan berpotensi menimbulkan berbagai persoalan rumah tangga yang berdampak jangka panjang.
Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua TP PKK Desa Karangreja,
Ny. Ni’matun Sujarwo, menegaskan pentingnya edukasi berkelanjutan bagi remaja
dan orang tua.
“Penyuluhan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran keluarga agar mampu mendampingi remaja dalam merencanakan masa depan yang lebih baik,” ucapnya.
Materi penyuluhan mencakup pemahaman kesehatan reproduksi remaja, risiko pernikahan usia dini dari aspek kesehatan, sosial, dan psikologis, serta pentingnya kesiapan mental, pendidikan, dan ekonomi sebelum memasuki jenjang pernikahan.
Narasumber dari Puskesmas Karangreja menjelaskan berbagai risiko kesehatan dan sosial akibat pernikahan usia dini, termasuk risiko kesehatan ibu dan anak serta tantangan dalam pengasuhan. Materi disampaikan secara komunikatif dan mudah dipahami sehingga dapat diterima oleh seluruh peserta.
Ketua Pokja IV Desa Karangreja, Deta Ramadanti, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi remaja dan orang tua karena memberikan
pemahaman yang jelas tentang pentingnya kesehatan dan kesiapan sebelum
menikah,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengikuti pemaparan materi dan memanfaatkan sesi tanya jawab sebagai ruang diskusi. Untuk menambah semangat dan partisipasi, panitia juga menyediakan door prize bagi peserta yang aktif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran bersama antara remaja, orang tua, dan masyarakat untuk mengedepankan pendidikan, menjaga kesehatan, serta merencanakan kehidupan berkeluarga secara matang.
Penyuluhan ini menjadi bagian dari upaya preventif dalam menekan angka pernikahan dini sekaligus mendukung terwujudnya generasi sehat, berakhlak, serta keluarga yang sakinah, sehat, dan sejahtera di Desa Karangreja.(*)
Kontributor: Saryono (PAI KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar