Kamis, 02 April 2026

Siswa MAN Purbalingga Kunjungi KUA Kutasari, Gali Informasi Pernikahan Dini dan Strategi Pencegahannya

PAI KUA Kutasari, Syukur Ariadi, SAg, saat menyambut hangat rombongan siswa–siswi MAN Purbalingga di ruang kantor setempat, Kamis (2/4/2026). (Foto: Fitriana Pusporini)  .

Purbalingga-Kantor Urusan Agama (KUA) Kutasari ramai dikunjungi empat siswa-siswi dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Purbalingga pada Kamis (02/04) pagi. Kunjungan ini bertujuan menggali informasi mendalam tentang pernikahan secara umum, fenomena pernikahan dini, serta strategi KUA dalam menghadapi isu tersebut di masyarakat. Kamis (2/4/2026).

Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kutasari, Syukur Ariadi, S.Ag, menyambut hangat rombongan siswa–siswi MAN Purbalingga. Dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, Syukur menjelaskan konsep pernikahan menurut ajaran Islam sebagai ikatan suci yang bertanggung jawab, bukan sekadar formalitas. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KUTASARI 

Ia juga membahas dampak negatif pernikahan dini, seperti gangguan pendidikan, kesehatan reproduksi, dan kesiapan emosional pasangan muda.

“Kami senantiasa memberikan bimbingan perkawinan kepada calon pengantin (catin) setelah conton, yaitu pemeriksaan berkas administrasi mereka,” katanya.

Ia menambahkan bahwa KUA membuka layanan konseling pranikah secara intensif untuk memastikan catin memahami hak dan kewajiban rumah tangga.

Selain itu, KUA memperkuat peran penyuluh agama dalam mengedukasi masyarakat tentang bahaya pernikahan di bawah umur melalui berbagai saluran, mulai dari majelis taklim di masjid dan musholla hingga kampanye online di media sosial.

Strategi ini terbukti efektif menekan angka pernikahan dini di wilayah Kutasari. Syukur menekankan pentingnya kolaborasi dengan sekolah dan lembaga pendidikan seperti MAN Purbalingga untuk menyebarkan pesan pencegahan sejak dini.

Di akhir kunjungan, Syukur menyampaikan pesan motivasi kepada siswa. “Jaga akhlak mulia, kuatkan iman dalam agama, dan tetap semangat belajar. Pendidikan adalah bekal utama menghadapi masa depan,” pesanya sambil tersenyum.

Kunjungan ini tidak hanya menambah wawasan siswa tentang isu sosial-religius, tapi juga mempererat sinergi antara KUA dan lembaga pendidikan di Purbalingga demi masyarakat yang lebih sehat dan berkualitas.(*) 

Kontributor : Fitriana Pusporini (PAI KUA Kutasari)
Editor: Imam Edi Siswant

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pelajar MAN Purbalingga Gali Rahasia Ketahanan Keluarga di KUA Kalimanah

Penghulu Muda KUA Kalimanah, Hasbiq Muzni (Kanan depan) dan Rizal Nur Ahmadi, saat menyampaikan penjelasan tentang perkawinan pada para pe...