Purbalingga-Kantor
Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalimanah menerima kunjungan pelajar dari
MAN Purbalingga dalam rangka kegiatan kokurikuler, Kamis (2/4/2026).
Kunjungan
ini menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual dengan tema “Analisis
Statistika Ketahanan Keluarga dan Kesehatan Remaja di Kabupaten
Purbalingga.”
BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KALIMANAH
Sebanyak delapan pelajar yang tergabung dalam satu kelompok studi disambut penuh keakraban dan kekeluargaan oleh Staf KUA Kalimanah, Supriyono dan Prayitno.
BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KALIMANAH
Sebanyak delapan pelajar yang tergabung dalam satu kelompok studi disambut penuh keakraban dan kekeluargaan oleh Staf KUA Kalimanah, Supriyono dan Prayitno.
![]() |
| Pelajar kelas XI MAN Purbalingga, saat kunjungannya di KUA Kalimanah dalam acara kokurikuler, Kamis (2/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto) |
Kelompok
yang dibimbing oleh guru MAN Purbalingga, Toin As'ad ini diketuai oleh
Mohammad Zidan, dengan Naurah Darmawan sebagai sekretaris, serta anggota
Alika Hanifah, Rose Dewi, Rifka Khoero, Syifa Anisaun, dan Kelandra
Raissa.
Kegiatan
ini bertujuan untuk menggali pemahaman tentang pernikahan dini beserta
dampaknya terhadap ketahanan keluarga, sekaligus sebagai bahan
penyusunan laporan akademik.
Dalam
sesi dialog, Penghulu Muda KUA Kalimanah, Hasbiq Muzni bersama Rizal
Nur Ahmadi, memberikan penjelasan komprehensif terkait syarat dan
administrasi pernikahan.
Mereka
menegaskan bahwa dalam pernikahan harus terpenuhi unsur-unsur penting
seperti adanya calon pengantin, wali, dua orang saksi, ijab qobul atau
akad nikah serta mahar sebagai bagian dari rukun dan syarat sah
pernikahan.
Lebih lanjut, keduanya mengulas dampak pernikahan dini yang dinilai berpotensi melemahkan ketahanan keluarga, baik dari aspek fisik maupun mental. Secara fisik, usia yang terlalu muda dinilai rentan terhadap risiko kesehatan reproduksi.
Lebih lanjut, keduanya mengulas dampak pernikahan dini yang dinilai berpotensi melemahkan ketahanan keluarga, baik dari aspek fisik maupun mental. Secara fisik, usia yang terlalu muda dinilai rentan terhadap risiko kesehatan reproduksi.
Sementara
dari sisi psikologis, ketidaksiapan dalam menjalankan peran sebagai
pasangan maupun orang tua dapat memicu berbagai persoalan dalam rumah
tangga.
“Ketahanan keluarga yang kuat harus diawali dari kesiapan usia, kematangan fisik dan mental, serta kesiapan spiritual dan administratif,” jelas Hasbiq Muzni dalam pemaparannya.
Selain itu, para pelajar juga diingatkan pentingnya menjaga akhlak dan kepribadian. Nilai-nilai moral dan spiritual dinilai menjadi fondasi utama dalam membangun kehidupan yang harmonis dan terhindar dari berbagai dampak negatif, baik di dunia maupun di akhirat.
Kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan pelajar, tetapi juga menjadi jembatan edukasi antara lembaga pendidikan dan KUA dalam membangun kesadaran generasi muda akan pentingnya perencanaan kehidupan berkeluarga yang matang.
“Ketahanan keluarga yang kuat harus diawali dari kesiapan usia, kematangan fisik dan mental, serta kesiapan spiritual dan administratif,” jelas Hasbiq Muzni dalam pemaparannya.
Selain itu, para pelajar juga diingatkan pentingnya menjaga akhlak dan kepribadian. Nilai-nilai moral dan spiritual dinilai menjadi fondasi utama dalam membangun kehidupan yang harmonis dan terhindar dari berbagai dampak negatif, baik di dunia maupun di akhirat.
Kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan pelajar, tetapi juga menjadi jembatan edukasi antara lembaga pendidikan dan KUA dalam membangun kesadaran generasi muda akan pentingnya perencanaan kehidupan berkeluarga yang matang.
Ketua Kelompok, Mohammad Zidan, mengaku puas atas pelayanan dan informasi yang disampaikan pada acara tersebut.
"Kami
merasa puas, karena jelas dalam penyampaian informasinya. Dan kami
mengucapkan terima kasih atas pelayanan dan informasi yang disampaikan
oleh KUA Kalimanah," akunya singkat.
Ulasan Singkat:
Kegiatan ini mencerminkan sinergi positif antara dunia pendidikan dan institusi keagamaan dalam membekali generasi muda dengan pengetahuan yang aplikatif. Edukasi tentang pernikahan dini dan ketahanan keluarga menjadi sangat relevan di tengah tantangan sosial saat ini.
Ulasan Singkat:
Kegiatan ini mencerminkan sinergi positif antara dunia pendidikan dan institusi keagamaan dalam membekali generasi muda dengan pengetahuan yang aplikatif. Edukasi tentang pernikahan dini dan ketahanan keluarga menjadi sangat relevan di tengah tantangan sosial saat ini.
Dengan
pendekatan ilmiah dan nilai-nilai keagamaan, pelajar diharapkan mampu
mengambil keputusan bijak dalam merencanakan masa depan, sekaligus
menjadi agen perubahan dalam menciptakan keluarga yang sakinah,
mawaddah, dan warahmah.(*)
Pewarta: Imam Edi Siswanto



Tidak ada komentar:
Posting Komentar