Sabtu, 28 Februari 2026

Ramadan 2026 di Luar Negeri Tetap Membara Meski Tantangan Waktu dan Cuaca Berbeda

Ilustrasi Ramadhan pada musim dingin

Ramadan 2026 di Luar Negeri Tetap Membara Meski Tantangan Waktu dan Cuaca Berbeda
Pewarta: Imam Edi Siswanto 

Ramadan 1447 H/2026 M telah dimulai di banyak negara di seluruh dunia, termasuk negara-negara dengan komunitas Muslim minoritas seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Swedia dan lainnya.

Penetapan awal puasa secara luas dilaksanakan pada pertengahan Februari hingga awal Maret 2026, dengan tradisi salat tarawih berjemaah tetap ramai diselenggarakan di masjid-masjid setempat meski umat Muslim jauh dari kampung halaman. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/RAMADHAN%202026

Fenomena unik Ramadan tahun ini adalah bagaimana komunitas Muslim di negara luar khatulistiwa menunjukkan keteguhan menjalankan ibadah puasa dan tarawih berjemaah.

Di negara-negara Eropa utara seperti Swedia, durasi puasa pada hari pertama tercatat sekitar 11 jam 52 menit, lebih singkat dibandingkan di Indonesia, karena posisi lintang utara dan waktu siang yang masih relatif pendek pada akhir musim dingin.

Sementara di negara seperti Korea Selatan, durasi puasa Ramadan 2026 diprediksi berkisar menurut variasi sekitar 12,5 hingga 13,5 jam karena pergeseran musim dari akhir musim dingin menuju awal musim semi.

Semangat beribadah di tengah perubahan iklim ini kerap dijalankan di masjid seperti Seoul Central Mosque, yang menjadi pusat aktivitas keagamaan umat Muslim di negeri tersebut.

Kondisi cuaca pada Februari–Maret di negara-negara ini umumnya masih dingin hingga sejuk karena transisi musim; namun suasana inilah yang justru memperkuat kekhusyukan ibadah.

Bagi Muslim di Swedia yang menghadapi angin dingin dan waktu siang yang masih singkat, ataupun bagi Muslim di Asia Timur yang menghadapi perubahan suhu dari dingin ke hangat, Ramadan menjadi momentum refleksi spiritual dan kebersamaan yang terjalin erat antar diaspora.

Semangat kaum Muslim di luar negeri untuk tetap melaksanakan ibadah puasa dan tarawih berjemaah ini memberi inspirasi penting bagi umat di Indonesia bahwa ibadah tidak terhalang oleh jarak, cuaca, atau kondisi geografis.

Ramadan tetap menjadi waktu untuk memperteguh iman, mempererat ukhuwah, dan berbagi makna kebaikan dengan sesama, menjadikan bulan suci ini sebagai momentum penanaman karakter serta rasa syukur yang mendalam.(*)

Sumber:
1. https://kumparan.com/berita-hari-ini/10-negara-dengan-durasi-puasa-tercepat-di-dunia-tahun-2026-26tIatSEz6U/3?utm_source=chatgpt.com
2. https://www.liputan6.com/islami/read/6284089/puasa-di-korea-berapa-jam-prediksi-durasi-dan-jadwal-ramadan-2026-di-seoul?utm_source=chatgpt.com

Semangat Puasa dan Tarawih 2026: Ibadah Kukuh Meski Cuaca Musim Hujan

Ilustrasi: Suasana jelang sholat tarawih di musim hujan

Semangat Puasa dan Tarawih 2026: Ibadah Kukuh Meski Cuaca Musim Hujan
Oleh Imam Edi Siswanto

Menjelang dan sepanjang awal bulan suci Ramadhan 1447 H, umat Islam di Indonesia menunjukkan semangat yang tinggi dalam menjalankan ibadah puasa dan shalat tarawih berjemaah.

Berdasarkan penetapan pemerintah melalui sidang isbat, awal puasa Ramadhan tahun ini jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026 1447 H, dan umat Islam dianjurkan melaksanakan salat tarawih sebagai bagian penting dari amalan Ramadhan setiap malamnya. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/RAMADHAN%202026

Data dari BMKG menunjukan bahwa fenomena cuaca pada periode Februari hingga awal Maret di Indonesia masih dipengaruhi musim hujan, dengan potensi hujan ringan hingga lebat di banyak wilayah, termasuk Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Papua.

Meskipun demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi antusiasme kaum Muslim untuk tetap beribadah secara berjemaah di masjid ataupun mushala. 

Bahkan, intensitas hujan yang sering turun justru dipandang sebagai karunia langit yang menyegarkan suasana spiritual Ramadhan, mengingat Ramadan kali ini bersamaan dengan waktu musim hujan.

Selain hujan, suhu di Indonesia pada bulan ini masih relatif hangat dengan kisaran rata-rata antara 23°C – 28°C, khas iklim tropis, dan terdapat periode penurunan curah hujan seiring mendekati musim kemarau yang diperkirakan akan berlangsung mulai April–Mei.

Bagi umat Islam, cuaca musim hujan menjadi kesempatan untuk meningkatkan kualitas ibadah dengan suasana yang tenang dan reflektif, sekaligus memperkuat rasa empati dan kepedulian terhadap sesama yang mungkin menghadapi tantangan cuaca ekstrem. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/IMAM%20EDI%20SISWANTO

Semangat berjemaah dalam tarawih dan puasa di tengah cuaca yang tidak selalu cerah menjadi inspirasi tersendiri. 

Kisah-kisah jamaah yang tetap datang ke masjid meski diguyur hujan menggambarkan tekad untuk memanfaatkan bulan penuh rahmat, berkah, dan ampunan sebaik mungkin.

Kondisi cuaca yang dinamis ini sekaligus mengingatkan bahwa keteguhan dalam beribadah lebih ditentukan oleh niat dan disiplin hati, bukan oleh kondisi fisik atau tantangan alam semata.

Sumber:
https://www.bmkg.go.id/cuaca/prospek-cuaca-mingguan/prospek-cuaca-mingguan-periode-20-26-februari-2026-waspada-potensi-hujan-lebat-di-awal-bulan-ramadhan-2026-monsun-asia-dan-gelombang-ekuator-masih-mempengaruhi?utm_source=chatgpt.com

Jumat, 27 Februari 2026

PJJ Angkatan I: Tingkatkan Kapasitas Digital, Penyuluh Agama Harus Siap Jadi Sumber Rujukan Umat

Tangkapan layar : Pelatihan Jarak Jauh (PJJ) Literasi Digital bagi Penyuluh Agama Angkatan I yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan Semarang pada 23–27 Februari 2026 melalui Zoom Meeting.

Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) Kemenag Purbalingga, Imam Edi Siswanto, mengikuti Pelatihan Jarak Jauh (PJJ) Literasi Digital bagi Penyuluh Agama Angkatan I yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan Semarang pada 23–27 Februari 2026 melalui Zoom Meeting.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas penyuluh agar mampu menjawab tantangan dakwah di era digital yang terus berkembang.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/IMAM%20EDI%20SISWANTO 

Pelatihan diawali dengan materi Building Learning Commitment dan pengenalan Sistem Pelatihan serta Pengembangan SDM Kementerian Agama, yang menanamkan pentingnya komitmen belajar berkelanjutan.

“Penyuluh tidak lagi cukup hanya menguasai materi ceramah konvensional, tetapi dituntut adaptif terhadap perkembangan teknologi dan pola komunikasi masyarakat digital,” ucapnya singkat saat diskusi santai bersama Ketua PD IPARI Purbalingga, Khikam Aziz via telpon .

Lihat Video: https://www.youtube.com/playlist?list=PLi-CfrxzrodPHC94ta24CRVQ56ZT6QDn5 

Materi inti pelatihan menekankan penguatan kompetensi literasi digital, mulai dari pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam tugas penyuluhan, analisis data sosial untuk memetakan kebutuhan umat, hingga penyusunan materi penyuluhan berbasis digital.

Peserta juga dibekali keterampilan teknis membuat media dakwah seperti infografis, blog, dan vlog, serta strategi optimalisasi media sosial sebagai sarana konseling dan informasi agama yang profesional dan bertanggung jawab.

Melalui pelatihan ini, penyuluh agama didorong untuk tidak sekadar hadir di media sosial, tetapi menjadi sumber rujukan yang kredibel, solutif, dan mencerahkan.

“Dengan perencanaan rencana tindak lanjut yang jelas, diharapkan setiap penyuluh agama mampu mentransformasikan ilmu yang diperoleh menjadi inovasi nyata di unit kerja masing-masing,” ucapnya.

Menurutnya, era digital bukan ancaman, melainkan peluang besar bagi penyuluh agama untuk memperluas jangkauan dakwah dan memperkuat literasi keagamaan masyarakat secara berkelanjutan.(*)

Pewarta: Imam Edi siswanto

The Most KUA Resmi Dimulai, KUA Karangreja Perkuat Ketahanan Keluarga di Bulan Ramadhan

Penyuluh Agama KUA Karangreja, Saryono (pegang speaker) dan Ngamali, saat mengisi Program The Most KUA yang dilaksanakan di Majelis Taklim Roudlotul Jannah Siwarak, di Musholla Nurul Hidayah RT 01 RW 03 Desa Siwarak, Jum’at (27/2/2026).(Foto: Saryono)

Purbalingga-Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M, Penyuluh Agama KUA Karangreja resmi mengawali Program The Most KUA (Move for Sakinah Maslahat). yang dilaksanakan di Majelis Taklim Roudlotul Jannah Siwarak, di Musholla Nurul Hidayah RT 01 RW 03 Desa Siwarak, Jum’at (27/2/2026).

Mengusung tema “Keluarga Sakinah”, materi disampaikan oleh Ngamali di hadapan jamaah majelis taklim dan seluruh Penyuluh Agama KUA Karangreja yang turut hadir.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGREJA

Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian program pembinaan keagamaan selama bulan Ramadhan yang difokuskan pada penguatan spiritual, ketahanan keluarga, serta peningkatan peran KUA di tengah masyarakat.

Dalam tausiyahnya, Ngamali menyampaikan bahwa bulan Ramadhan merupakan momentum terbaik untuk memperbaiki kualitas diri dan keluarga.

“Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang membangun ketenangan, kesabaran, serta memperkuat komunikasi dan kasih sayang dalam keluarga,” ucapnya.

Program The Most KUA di bulan suci ini diharapkan menjadi sarana penguatan nilai-nilai keagamaan sekaligus mempererat sinergi antara penyuluh agama dan masyarakat.

Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat dan antusiasme, ditandai dengan sesi diskusi interaktif yang membahas praktik membangun keluarga sakinah di era modern.

Melalui program ini, KUA Karangreja menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan pembinaan, pendampingan, dan pelayanan terbaik bagi umat, khususnya dalam membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.

Dengan dimulainya Program The Most KUA pada Ramadhan 1447 H ini, diharapkan semangat ibadah dan kebersamaan semakin tumbuh, serta membawa keberkahan bagi masyarakat Desa Siwarak dan sekitarnya.(*)

Kontributor : Saryono (Penyuluh Agama Islam KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto

PAI KUA Karangreja Perkuat Iman dan Kebersamaan Melalui Ngaji Bareng Kecamatan

PAI KUA Karangreja, Ngamali (Kanan) hadir pada acara Ngaji Bareng yang di kemas dalam "Jumat Curhat" oleh Polsek Karangreja dan Keluarga Besar Kecamatan Karangreja, Jumat (27/2/2026). (Foto: Ngamali)
 
Purbalingga-Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan dengan kegiatan yang bermanfaat, Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Karangreja, hadir pada acara Ngaji Bareng yang di kemas dalam "Jumat Curhat" oleh Polsek Karangreja dan Keluarga Besar Kecamatan Karangreja menggelar kegiatan bersama pada Jumat (27/2/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh unsur ASN, staf kecamatan, serta masyarakat sekitar ini, mengusung tema “Ramadhan Bulan Pendidikan”, kegiatan ini menjadi sarana penguatan spiritual sekaligus pembinaan mental dan moral bagi seluruh peserta. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGREJA

PAI KUA Karangreja, Ngamali, menyampaikan bahwa Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah ritual, tetapi juga momentum pembelajaran dan pembinaan diri.

“Bulan Ramadhan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga bulan pembinaan dan pembelajaran,” ujarnya di hadapan para peserta.

Acara berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh kekeluargaan. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Karangreja.

Dalam tausiyahnya, Ngamali menjelaskan bahwa Ramadhan merupakan madrasah ruhaniyah bagi umat Islam. Di bulan yang penuh berkah ini, setiap muslim dilatih untuk meningkatkan ketakwaan, menumbuhkan kedisiplinan, memperkuat kesabaran, serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama.

Ia juga mengingatkan firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 tentang kewajiban puasa yang bertujuan agar manusia menjadi pribadi yang bertakwa. Pesan tersebut menjadi penguat bahwa setiap ibadah di bulan Ramadhan memiliki dimensi pendidikan yang membentuk karakter dan akhlak mulia.

Melalui kolaborasi Ngaji Bareng ini, diharapkan nilai-nilai Ramadhan tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam menjalankan tugas sebagai aparatur maupun sebagai bagian dari masyarakat.(*)

Kontributor: Ngamali (PAI KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto

Rabu, 25 Februari 2026

Menguatkan Sinergi dan Profesionalitas, Penyuluh Agama Karangreja Siapkan Kinerja Terbaik 2026

PAI KUA Kecamatan Karangreja saat menggelar kegiatan ngaji bareng dan rapat penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) Tahun 2026 di KUA Karangreja, Rabu (25/2/2026). (Foto: Ngamali)

Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karangreja menggelar kegiatan ngaji bareng yang dirangkaikan dengan penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) Tahun 2026, Rabu (25/2/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan sekaligus menyatukan visi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGREJA 

Dijelaskan oleh PAI KUA Karangreja, Ngamali, bahwa dalam suasana penuh kekeluargaan, para penyuluh saling berbagi pengalaman lapangan, mendiskusikan tantangan dakwah, serta merumuskan strategi pembinaan umat yang lebih efektif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Setelah sesi penguatan spiritual melalui ngaji bersama, kegiatan dilanjutkan dengan penyusunan SKP Tahun 2026. Proses penyusunan dilakukan secara kolaboratif guna memastikan setiap program kerja tersusun secara terarah, terukur, dan selaras dengan kebijakan Kementerian Agama Republik Indonesia. 

"Perencanaan yang matang ini diharapkan mampu mendorong optimalisasi kinerja penyuluh dalam pembinaan keagamaan, layanan konsultasi, hingga pendampingan sosial keagamaan di tengah masyarakat," kata Ngamali.

Koordinasi dan sinergi menjadi komitmen bersama dalam menjalankan program kerja ke depan. Para penyuluh bertekad untuk terus meningkatkan profesionalitas, bersikap responsif terhadap kebutuhan umat, serta aktif berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan di wilayah Kecamatan Karangreja.

Melalui semangat kebersamaan dan tanggung jawab yang terbangun dalam kegiatan ini, diharapkan peran penyuluh agama semakin kuat sebagai garda terdepan dalam membimbing dan melayani masyarakat, serta mampu mewujudkan pelayanan keagamaan yang profesional, humanis, dan berintegritas sepanjang Tahun 2026.(*)

Kontributor: Ngamali (Penyuluh Agama Islam KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi siswanto

Sabtu, 21 Februari 2026

Kultum Ramadhan PAI KUA Kalimanah: Puasa Digital dan Target Ibadah

PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto, saat menyampaikan tausiyah atau kultum Ramadhan 1447 H di Mushala Al Haq Penaruban, Kamis (19/2/2026) lalu. (Foto: Ahza Farikh)

Purbalingga- Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kalimanah, Imam Edi Siswanto, menyampaikan tausiyah atau kultum Ramadhan 1447 H di Mushala Al Haq dan Mushala An Nuur pada Kamis dan Jumat (19–20/2/2026) lalu. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak jamaah untuk mensyukuri nikmat karena kembali dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan.

Menurutnya, wujud rasa syukur tidak cukup hanya dengan ucapan, tetapi harus dibuktikan dengan mengisi Ramadhan sebaik mungkin sesuai kemampuan masing-masing. Ia mengingatkan agar Ramadhan tahun ini meninggalkan atsar atau bekas kebaikan dalam diri.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/IMAM%20EDI%20SISWANTO

“Jangan sampai setelah Ramadhan berakhir kita justru menyesal karena melewatinya seperti hari biasa. Sungguh itu kerugian besar,” pesannya.
PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto, saat menyampaikan tausiyah atau kultum Ramadhan 1447 H di Mushala An Nuur Penaruban, Jumat (20/2/2026) lalu. (Foto: Ahza Farikh)

Imam Edi juga menekankan pentingnya meluruskan niat dalam setiap ibadah semata-mata karena Allah, sebab itulah yang dinilai dan menjadi sebab turunnya pahala serta ridha-Nya.

Kepada para remaja dan pemuda, ia berpesan agar menjaga akhlak, menjauhi gaya hidup boros dan pergaulan bebas, dan kompetisi gaya hidup hedonism (kepuasan materi belaka) serta tetap semangat menuntut ilmu yang bermanfaat.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/RAMADHAN%202026

“Puasa mengajarkan kita untuk hidup dengan penuh kesabaran, rasa syukur, sederhana dan ikhlas,” pesannya kepada para remaja dan pemuda mushala tersebut.

Selain itu, ia mengajak jamaah untuk menjalani “puasa digital” dengan membatasi penggunaan gawai hanya untuk hal yang perlu dan bermanfaat agar tidak melalaikan maupun mengurangi pahala puasa.

Diahir kultumnya, Ia mendorong setiap jamaah menetapkan minimal satu target ibadah selama Ramadhan, seperti tadarus dan khatam Al-Qur’an, shalat berjamaah, bersedekah, saling memaafkan, serta bekerja dan mencari nafkah halal.

“Satu target saja yang penting bernilai ibadah dan sesuai kemampuan, agar kita benar-benar merasakan nikmatnya bulan penuh rahmat, berkah, dan ampunan,” harapnya.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto

Jumat, 20 Februari 2026

Safari Ramadhan PAI KUA Karangreja, Menguatkan Langkah Menuju Majelis Ilmu

Penyuluh Agama Islam KUA Karangreja, Saryono (pegang speaker) sedang memandu bacaan khotmil qur'an Majelis Taklim Roudlotul Jannah di mushala Nurul Huda RT 001 RW 003 Desa Siwarak, Jumat (20/2/2026). (Foto: Saryono)

Purbalingga-Majelis Taklim Roudlotul Jannah Dusun 2 Desa Siwarak sukses menyelenggarakan pengajian rutin yang dirangkaikan dengan Safari Ramadhan 1447 H bersama tim Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Karangreja, Jumat (20/2/2026). 

Kegiatan ini menjadi awal agenda safari keliling mushala yang akan dilaksanakan para penyuluh selama bulan suci Ramadhan.

PAI KUA Karangreja, Saryono menjelaskan, acara dipusatkan di Musholla Nurul Huda RT 001 RW 003 Desa Siwarak, dimulai pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. 

Kegiatan diawali dengan penampilan Grup Hadroh Roudlotul Jannah. Lantunan shalawat Nabi yang diiringi tabuhan rebana menghadirkan suasana religius dan menyentuh hati para jamaah yang hadir. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGREJA

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para jamaah bersama tim penyuluh juga menyelesaikan bacaan Al-Qur’an sebagai bagian dari amaliyah utama di bulan Ramadhan. 

Tim PAI KUA Karangreja yang hadir lengkap terdiri dari Saryono, Ngamali, Shofa Nialin Na’im, Eva Lutfiati Khasanah, dan Irma In Shofiyana, memberikan pembinaan dan penguatan keagamaan kepada para anggota majelis taklim.

Dalam Mau’idlotul Hasanah, Ngamali menyampaikan materi tentang “Keutamaan Jarak dan Langkah Kaki Menuju Majelis Ilmu di Bulan Ramadhan.” Ia mengingatkan agar jamaah tidak mengeluh meski harus menempuh jarak yang cukup jauh. 

“Semakin banyak langkah kaki menuju majelis ilmu, semakin banyak pula catatan kebaikan yang Allah tuliskan,” pesannya. 

Melalui Safari Ramadhan ini, diharapkan terjalin silaturahmi yang semakin erat antara penyuluh dan masyarakat, serta menjadikan Ramadhan tahun ini lebih bermakna dengan ilmu dan kebersamaan.

Kontributor: Saryono (Penyuluh Agama Islam KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi siswanto

Kamis, 19 Februari 2026

Pesan Ramadhan PAI KUA Kalimanah untuk Santri: Rajin, Jujur, dan Hormat Orang Tua

PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto, saat memberikan motivasi kepada para santri TPQ Nurul Iman Penaruban di Mushala Al Haq, Selasa (16/2/2026) sore lalu. (Foto: Tyas)

Purbalingga-Suasana penuh semangat dan kebahagiaan mewarnai hari menyambut Ramadhan 1447 H di Mushala Al Haq pada Selasa (16/2/2026) sore lalu. Di hadapan para santri TPQ Nurul Iman Penaruban, PAI KUA Kalimanah, yang sekaligus Kepala TPQ Nurul Iman Penaruban, Imam Edi Siswanto, hadir memberikan motivasi yang menyejukkan hati. 

Menurutnya, momentum awal Ramadhan ini dijadikan sebagai penguat tekad atau niat karena Allah untuk menyambut bulan suci dengan hati yang gembira dan penuh harapan.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/IMAM%20EDI%20SISWANTO

PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto, saat memberikan motivasi kepada para santri TPQ Nurul Iman Penaruban di Mushala Al Haq, Selasa (16/2/2026) sore lalu. (Foto: Tyas)

Dalam pesannya dengan bahasa sederhana dan diselingi kisah para Nabi yang inspiratif, Imam Edi Siswanto mengajak para santri untuk merasa senang dan bangga karena dipertemukan kembali dengan bulan mulia yang penuh rahmat, berkah, dan ampunan. 

"Untuk anak-anakku semua, bahwa Ramadhan itu mengajarkan kita untuk menahan makan dan minum, tetapi juga kesempatan kita semua untuk belajar dan memperbaiki diri serta meningkatkan iman sejak usia anak-anak," katanya disambut jawaban semangat anak-anak. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KALIMANAH 

PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto, saat memberikan motivasi kepada para santri TPQ Nurul Iman Penaruban di Mushala Al Haq, Selasa (16/2/2026) sore lalu. (Foto: Tyas)

Ia juga memberikan apresiasi kepada anak-anak yang mulai belajar menahan makan dan minum. Menurutnya, itu adalah langkah awal yang sangat baik. 

Namun, perjuangan tidak berhenti di situ. Para santri diajak melanjutkan latihan dengan belajar menahan diri dari perilaku nakal dan kebiasaan berbohong, serta membiasakan berkata jujur dalam kehidupan sehari-hari.

Para santri TPQ Nurul Iman Penaruban pada acara silaturahmi menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H di Mushala Al Haq, Selasa (16/2/2026) sore lalu. (Foto: Tyas)

Di akhir motivasinya, Ia memberikan satu kuis dan hadiah kepada santri sebagai berpesan agar para santri semakin rajin belajar, taat beribadah, serta menghormati orang tua dan para ustadz. 

Dengan semangat Ramadhan, diharapkan tumbuh generasi yang tidak hanya cerdas secara ilmu, tetapi juga kuat iman dan indah akhlaknya.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

Sinergi KUA dan SMAN 1 Padamara Semarakkan Amaliah Ramadhan 1447 H

Guru Pendidikan Agama Islam SMA Negeri 1 Padamara, Muflikhudin (berkopiah), saat menjelaskan rencana kegiatan Amaliah Ramadhan 1447 H kepada Penyuluh Agama Islam di KUA Padamara, Kamis  (19/02/2026). (Foto: Siti Ubaidah).

Purbalingga-Semangat menyambut Ramadhan 1447 Hijriyah diwujudkan melalui sinergi pendidikan dan dakwah, yakni Kantor Urusan Agama Padamara dengan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SMA Negeri 1 Padamara-Purbalingga, Muflikhudin, Kamis (19/2/2026).

Kunjungan guru PAI SMAN 1 Padamara tersebut, dalam rangka koordinasi pelaksanaan program Amaliah Ramadhan 1447 H bagi para siswa. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/PADAMARA

Dari hasil pertemuannya tersebut menghasilkan kesepakatan kolaborasi antara PAI KUA Padamara, sebagai pemateri dalam menguatkan pemahaman keislaman, pembiasaan ibadah, serta pembentukan akhlakul karimah di kalangan pelajar.

“Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari, mulai 23 Februari hingga 3 Maret 2026, dengan partisipasi siswa kelas X dan XI,” ucap Muflikhudin.

Pelaksanaan program dipusatkan, sambungnya, akan dipusatkan di Masjid Baitul Hikmah komplek SMAN 1 Padamara, sehingga suasana pembelajaran diharapkan lebih khusyuk, religius, dan reflektif. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/Siti%20Ubaidah

Menurut Muflikhudin, kolaborasi dengan para penyuluh memberi warna pembelajaran yang lebih hidup karena siswa mendapatkan perspektif langsung dari praktisi dakwah di masyarakat.

Sementara itu PAI KUA Padamara, Siti Ubaidah mengatakan bahwa Ramadhan merupakan momentum emas pendidikan spiritual generasi muda. 

 Guru PAI SMA N 1 Padamara, Muflikhudin,(nomor 3 dari kanan) di dampingi para Penyuluh Agama Islam KUA Padamara, dari kiri, Yeni Nur Asiah, Siti Ubaidah, Novi Anggriawan Wijonarko, Imron Rosyadi dan Aziz Fahrurridlo foto bersama di halaman KUA Padamara, Kamis (19/02/2026). (Foto: Siti Ubaidah)

Amaliah Ramadhan bukan sekadar agenda tahunan, tetapi sarana menanamkan iman, memperindah akhlak, dan menumbuhkan kesadaran beribadah sejak dini.

“Kami siap mendampingi siswa agar nilai-nilai Islam tidak hanya dipahami, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Pihak sekolah menyambut baik sinergi ini dan berharap kehadiran penyuluh mampu menghadirkan materi keagamaan yang kontekstual, aplikatif, serta mudah dipahami siswa.

Kerja sama antara KUA Padamara dan SMA Negeri 1 Padamara sendiri bukan kali pertama terjalin. Berbagai kegiatan pembinaan keagamaan sebelumnya telah berjalan harmonis.

Melalui kolaborasi lanjutan ini, diharapkan Amaliah Ramadhan tahun ini tidak hanya sukses secara pelaksanaan, tetapi juga memberi dampak nyata dalam membentuk karakter religius, disiplin ibadah, dan kepedulian sosial peserta didik.(*)

Kontributor: Siti Ubaidah (PAI KUA Padamara)
Editor: Imam Edi Siswanto

Minggu, 15 Februari 2026

Geber BBM: Kebersamaan PAI, Santri, dan Takmir Menyambut Bulan Suci

PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto, saat melaksanakan Program Gerakan Bersama (Geber) Bersih-Bersih Masjid dan Mushala (BBM) yang diinisiasi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia di Mushala Al Haq Desa Penaruban, Kaligondang, Purbalingga, Ahad (15/2/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kalimanah, Imam Edi Siswanto, bersama para santri kelas Al-Qur’an dan kelas Ta’limul Qur’an Lil Aulad (TQA) Nurul Iman Penaruban serta Takmir Mushala Al Haq Desa Penaruban, Kaligondang, Purbalingga, menggelar kegiatan bersih-bersih mushala, Ahad (15/2/2026).

Kegiatan ini sekaligus menyukseskan Program Gerakan Bersama (Geber) Bersih-Bersih Masjid dan Mushala (BBM) Tahun 2026, yang diinisiasi oleh Direktur Jenderal Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama Republik Indonesia, dalam rangka meningkatkan kualitas pemberdayaan Rumah Ibadah (Masjid Berdaya Berdampak) jelang Ramadan 1447 H/2026 M. 

Santri dan remaja TQA Nurul Iman Penaruban bersam aTakmir Msuhala Al Haq Penaruban pada kegiatan bersih-bersih mushala di Mushala Al Haq Desa Penaruban, Kaligondang, Purbalingga, Ahad (15/2/2026). (Foto: Imam edi Siswanto)

Dijelaskan oleh Imam Edi, 
yang juga Kepala TPQ Nurul Iman dan Penasehat Takmir Mushala Al Haq, bahwa suasana kerja bakti berlangsung lancar, penuh semangat gotong royong dan kebersamaan. Anak-anak, remaja, dan orang tua berbaur tanpa sekat, bekerja sesuai kemampuan masing-masing. 

Pemandangan ini bukan sekadar aktivitas membersihkan bangunan, melainkan juga potret pendidikan karakter yang hidup di tengah masyarakat.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/IMAM%20EDI%20SISWANTO

Gotong Royong yang Bernilai Ibadah
Menurutnya, kegiatan kerja bakti telah menjadi tradisi masyarakat muslim.

“Gotong royong itu sudah menjadi ciri masyarakat desa, selain juga bernilai ibadah,” jelasnya.

Santri Kelas Al Quran TPQ Nurul Iman Penaruban pada kegiatan bersih-bersih mushala di Mushala Al Haq Desa Penaruban, Kaligondang, Purbalingga, Ahad (15/2/2026). (Foto: Imam edi Siswanto)

Pernyataan ini menegaskan bahwa kerja bakti bukan hanya kegiatan sosial, tetapi juga sarana memperkuat ukhuwah (persaudaraan) sekaligus ladang pahala.

Belajar dari Tindakan, Bukan Sekadar Teori
Anak-anak dan remaja dibagi dalam beberapa kelompok. Anak-anak bertugas menyapu lantai, membersihkan kaca jendela, serta menata kitab dan buku di lemari. 

Remaja menangani pekerjaan yang lebih menantang seperti membersihkan kipas angin, ventilasi, langit-langit, tempat wudhu, dan WC.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KALIMANAH

Sementara pekerjaan berat seperti memperbaiki kabel listrik, saluran air, sound system, dan peralatan lainnya dikerjakan oleh para orang tua.

Pembagian tugas ini bukan tanpa tujuan. Imam Edi menjelaskan alasan pentingnya melibatkan anak-anak TPQ dalam kegiatan tersebut:

1. Islam mengajarkan rajin bekerja sejak dini.
2. Melatih tanggung jawab.
3. Menumbuhkan rasa peduli dan memiliki terhadap rumah ibadah.
4. Membangun kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
5. Mendatangkan pahala karena bagian dari ibadah dan sedekah tenaga.
6. Membentuk karakter sukses anak yang gemar membantu di rumah dan di masyarakat.
7. Menunjukkan semangat menyambut Ramadhan sebagai salah satu ciri orang beriman.

Ketua Takmir Mushala al Haq, H. Mudasir (berkopiah) saat kegiatan bersih-bersih mushala di Mushala Al Haq Desa Penaruban, Kaligondang, Purbalingga, Ahad (15/2/2026). (Foto: Imam edi Siswanto)

Menanam Kenangan, Menuai Kerinduan
Lebih dari sekadar bersih-bersih, kegiatan ini menjadi pengalaman yang membekas di hati anak-anak. 

Di masa depan, kenangan menyapu lantai mushala atau membersihkan jendela bersama teman dan orang tua akan menjadi panggilan rindu untuk kembali memakmurkan masjid dan mushala.

Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang membersihkan hati, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan kepedulian. 

Ketika generasi muda diajak terlibat sejak dini, mereka tidak hanya belajar tentang ibadah, tetapi juga tentang cinta kepada Allah, kepada sesama, dan kepada rumah-Nya.

Semoga semangat gotong royong ini terus terjaga, menjadikan mushala bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan karakter dan kebersamaan umat.(*)

Pewarta: Imam Edi siswanto 

Jumat, 13 Februari 2026

PAI KUA Kalimanah Menjemput Kepastian Wakaf: Perjuangan 9 Tahun Berbuah Ikrar Penuh Keberkahan

Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) Kecamatan Kalimanah, Drs. H. Kholidin, MSI. (berbaju Korpri) saat diacara Ikrar Wakaf untuk Masjid Nurul Iman Desa Babakan, Rabu (12/2/2026). (Foto: Zamroni Irham)

Purbalingga-Rasa lega dan bahagia menyelimuti para pengurus dan jamaah Masjid Nurul Iman Desa Babakan setelah penantian panjang selama hampir sembilan tahun akhirnya berbuah manis dengan terlaksananya prosesi Ikrar Wakaf. 
 
Penyuluh Agama Islam (PAI) dari KUA Kalimanah, Zamroni Irham, mengatakan bahwa, momentum tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya mengamankan aset umat sekaligus membuka jalan menuju proses sertifikasi tanah wakaf agar lebih tertib secara administrasi dan terlindungi dari potensi penyalahgunaan. 
 
Prosesi Ikrar Wakaf dilaksanakan pada Rabu, 12 Februari 2026 pukul 13.00 WIB dengan pendampingan oleh  Penyuluh Agama Islam (PAI) dari KUA Kalimanah. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh haru karena menjadi puncak dari rangkaian proses panjang yang telah diupayakan oleh berbagai pihak.

Pelaksanaan ikrar dihadiri oleh Drs. H. Kholidin, MSI selaku Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) Kecamatan Kalimanah, Wakif Sigit Tri Hantoro, Ketua Nadzir Masjid Nurul Iman H. Ali Ma’ruf beserta jajaran pengurus, serta dua orang saksi yaitu Kadinah Maulana dan Miswanto. 
 
Sejumlah jamaah masjid juga turut hadir untuk menyaksikan momen bersejarah tersebut sebagai bentuk dukungan dan rasa syukur.

Keberhasilan terlaksananya Ikrar Wakaf ini tidak terlepas dari peran aktif penyuluh agama yang secara konsisten mendampingi, memberikan edukasi, serta memfasilitasi komunikasi antar pihak terkait. 
 
Pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh prosedur wakaf dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. 
Doa bersama pada diacara Ikrar Wakaf untuk Masjid Nurul Iman Desa Babakan, Rabu (12/2/2026). (Foto: Zamroni Irham)

"Dengan terlaksananya Ikrar Wakaf, langkah selanjutnya yang akan ditempuh adalah proses pengurusan sertifikat tanah wakaf," ucap Zamroni. 
 
Sertifikasi ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum terhadap aset wakaf sekaligus memperkuat tata kelola kemasjidan sehingga keberadaan masjid dapat terus memberikan manfaat bagi umat secara berkelanjutan.

Peristiwa ini menjadi bukti bahwa sinergi antara masyarakat, pengurus masjid, dan penyuluh agama mampu mewujudkan harapan besar umat. 
 
Semangat kebersamaan dan kesabaran dalam memperjuangkan legalitas wakaf menjadi inspirasi bahwa amanah umat harus dijaga dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.(*)

Kontributor: Zamroni Irham
Editor: Imam Edi Siswanto

Al Fiyar Bergema: Syahdunya Lantunan Barzanji di Tasyakuran WBK dan Nyadran Kankemenag Purbalingga

Grup hadroh Al Fiyar Purbalingga saat tampil pada  Tasyakuran suksesnya predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) 2025 sekaligus tradisi Nyadran Kankemenag Purbalingga di Gazebo Moderasi Beragama setempat, Jumat (13/2/2026). (Foto: Saryono)
PURBALINGGA–Ada yang istimewa di Gazebo Moderasi Beragama Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Purbalingga, Jumat (13/2/2026).

PAI KUA Karangreja sekaligus Kontributor D’Japri IPARI Purbalingga, Saryono menjelaskan bahwa, Group Hadroh Al Fiyar merupakan grup musik religi kebanggaan PD IPARI Purbalingga.

Beranggotakan para Penyuluh Agama yang bertalenta, grup ini aktif mengisi berbagai kegiatan resmi maupun keagamaan di lingkungan Kabupaten Purbalingga, membawa pesan-pesan moderasi beragama melalui seni musik islami.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/SARYONO 

Alunan terbang yang ritmis dan vokal yang jernih dari Group Hadroh Al Fiyar PD IPARI Purbalingga menjadi magnet utama dalam acara Tasyakuran suksesnya predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) 2025 sekaligus tradisi Nyadran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga.

“Kehadiran Group Hadroh Al Fiyar tidak hanya sekadar pengisi acara, namun menjadi ruh yang membawa suasana tasyakuran menjadi begitu khidmat dan religious,” jelasnya.

Grup hadroh Al Fiyar Purbalingga saat tampil pada  Tasyakuran suksesnya predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) 2025 sekaligus tradisi Nyadran Kankemenag Purbalingga di Gazebo Moderasi Beragama setempat, Jumat (13/2/2026). (Foto: Saryono)
Sejak pagi hari, sambungnya, para personel Al Fiyar yang merupakan para Penyuluh Agama ini telah bersiap. Di hadapan Kakankemenag Purbalingga, Kepala Kantor Urusan Haji dan Umroh, para Kasi, Pengawas, serta seluruh karyawan satu atap, Al Fiyar memimpin pembacaan Maulid Barzanji.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search?q=al+fiyar 

Pembacaan kitab Barzanji yang berisi riwayat agung Rasulullah SAW ini dibawakan dengan penuh penghayatan. Suasana mencapai puncaknya saat seluruh hadirin berdiri bersama (Mahallul Qiyam) diiringi tabuhan hadroh yang menggugah semangat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Bagi keluarga besar Kankemenag Purbalingga, pencapaian WBK di tahun 2025 adalah anugerah besar. Group Hadroh Al Fiyar menerjemahkan rasa syukur tersebut melalui rentetan Sholawat Nabi yang syahdu. Melalui sholawat, Al Fiyar mengajak seluruh pegawai untuk menjaga integritas kerja dengan landasan nilai-nilai spiritual.

"Kami ingin mempersembahkan yang terbaik melalui lantunan Barzanji ini. Bagi kami di PD IPARI, Group Hadroh Al Fiyar adalah sarana dakwah. Mengiringi syukuran WBK dan Nyadran dengan sholawat adalah bentuk syukur yang paling indah," ungkap Zaenal Mutaqin salah satu personel Al Fiyar.

Di sela-sela penampilan Al Fiyar, kegiatan Nyadran berlangsung dengan penuh keakraban. Tradisi yang dilaksanakan menjelang Ramadhan ini menjadi momen bagi seluruh pegawai satu atap untuk saling mempererat silaturahmi, sembari menikmati sajian khas tasyakuran di Gazebo Moderasi yang asri.(*)

Kontributor : Saryono (Penyuluh Agama Islam KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto

Menguatkan Peran Penyuluh, PD IPARI Purbalingga Susun Program Strategis Menuju Pembinaan Umat Berkelanjutan

Ketua PD IPARI Purbalingga, Khikam Aziz, dan Sekretaris, Edi Rudjito (kiri) pada acara Rakerda PD IPARI Kabupaten Purbalingga di Sekretariat PD IPARI Purbalingga, di Kecamatan Mrebet, Kamis (12/2/2026). (Foto: Dok PD IPARI Purbalingga)

Purbalingga-Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia Kabupaten Purbalingga terus berkomitmen memperkuat peran penyuluh agama dalam membina dan memberdayakan umat melalui penyusunan program kerja yang terarah, terukur, dan berkelanjutan. Program kerja tersebut menjadi pedoman strategis organisasi dalam menjalankan berbagai kegiatan pembinaan masyarakat sepanjang periode kepengurusan 2023–2027. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/2024/02/rapat-kerja-ipari-2024.html

Penyusunan program kerja pada Rakerda ke 2 tahun 2026 yang digelar di Sekretariat PD IPARI Purbalingga di Kecamatan Mrebet, Kamis (12/2/2026) ini, dirancang dengan mengedepankan penguatan kapasitas organisasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia penyuluh, penguatan etika profesi, perluasan jejaring kemitraan lintas sektor, hingga penguatan nilai moderasi beragama di tengah masyarakat. Melalui program yang sistematis, penyuluh agama diharapkan semakin profesional dan mampu menjawab tantangan pembinaan keagamaan di era modern.

Pada bidang organisasi, fokus kegiatan diarahkan pada penguatan soliditas internal melalui konsolidasi anggota secara berkala. Selain itu, berbagai kegiatan kebersamaan dan identitas organisasi turut dikembangkan sebagai upaya memperkuat rasa memiliki dan kebanggaan anggota terhadap organisasi. Sosialisasi kebijakan penyuluh agama juga menjadi agenda penting agar setiap anggota memahami arah kebijakan pemerintah sekaligus mampu mengimplementasikannya di lapangan. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/2024/02/susunan-pengurus-daerah-ipari.html

Sementara itu, pada bidang pengembangan sumber daya manusia, program difokuskan pada peningkatan literasi digital penyuluh agama melalui pelatihan pembuatan konten bimbingan dan penyuluhan keagamaan. 

Program “One Week One Content” menjadi salah satu inovasi untuk mendorong penyuluh lebih aktif memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah. Selain itu, peningkatan kapasitas penyuluh juga dilakukan melalui bimbingan teknis konseling dan resolusi konflik, guna memperkuat kemampuan penyuluh dalam menyelesaikan persoalan sosial keagamaan di masyarakat.

Pada bidang advokasi dan etika profesi, organisasi berupaya memberikan pendampingan kepada anggota dalam menghadapi berbagai persoalan tugas dan profesi. Penegakan kode etik juga menjadi perhatian utama agar penyuluh agama tetap menjaga integritas, profesionalitas, dan kepercayaan masyarakat. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/2026/02/menguatkan-sinergi-menata-langkah.html

Penguatan sinergi lintas sektor juga menjadi salah satu fokus penting program kerja. Melalui kemitraan dengan berbagai lembaga dan organisasi, penyuluh agama diharapkan mampu memperluas jangkauan pelayanan keagamaan sekaligus memperkuat kolaborasi dalam pembangunan masyarakat yang religius dan harmonis.

Selain itu, penguatan moderasi beragama menjadi program strategis yang terus dikembangkan melalui kegiatan jambore moderasi beragama, pendampingan kampung moderasi, serta pembentukan komunitas penggerak kerukunan. Program ini bertujuan menanamkan nilai toleransi, kebersamaan, dan kerukunan antarumat beragama di tengah masyarakat.

Melalui rangkaian program kerja tersebut, PD IPARI Purbalingga berharap keberadaan penyuluh agama semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Program-program yang disusun tidak hanya berorientasi pada kegiatan administratif, tetapi juga menitikberatkan pada pembinaan, pendampingan, dan pemberdayaan umat secara nyata dan berkelanjutan.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

The Most KUA di Radio: Idul Fitri Waktu Tepat Menguatkan Keluarga Sakinah, Ini Tipsnya

PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto, saat siaran Radio LPPL Gema Soedirman Purbalingga, Kamis (19/3/2026) . (Foto: Imam Edi Siswanto) The M...