Minggu, 30 November 2025

PAI KUA Karangreja Warnai Makesta IPNU–IPPNU dengan Materi Keaswajaan

PAI KUA Karangreja, Saryono saat menyampaikan materi Keaswajaan diacara Makesta Pimpinan Ranting IPNU–IPPNU Karangreja di Madrasah Diniyah Nurul Ilmi desa Karangreja, Ahad (30/11/2025). (Foto: Saryono)

Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Karangreja, Saryono menyampaikan materi Keaswajaan diacara Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) Pimpinan Ranting IPNU–IPPNU Karangreja di Madrasah Diniyah Nurul Ilmi desa Karangreja, Ahad (30/11/2025).

Kegiatan yang diikuti oleh 35 peserta, terdiri dari 21 putra dan 21 putri ini merupakan sebuah gerbang penting yang harus dilewati sebelum menjadi bagian dari keluarga besar IPNU dan IPPNU.

“Satu per satu peserta datang dengan wajah penuh antusias, seolah membawa semangat baru untuk memulai perjalanan sebagai kader muda Nahdlatul Ulama,” ucapnya. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGREJA

Dijelaskan oleh Saryono, bahwa di antara rangkaian kegiatan yang padat, sesi yang paling mencuri perhatian adalah materi Keaswajaan.

“Materi ini menjadi titik penting karena menjadi pondasi awal dalam membentuk cara pandang kader muda NU, karena peserta bukan hanya belajar teori, tetapi juga diajak memahami bagaimana Aswaja diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya. 

 Peserta acara Makesta Pimpinan Ranting IPNU–IPPNU Karangreja di Madrasah Diniyah Nurul Ilmi desa Karangreja, Ahad (30/11/2025). (Foto: Saryono)

Menurutnya, memahami Keaswajaan secara menyeluruh adalah dimulai dari aqidah Asy’ari Maturidi, fikih empat mazhab, hingga konsep tasawuf ala Imam al-Ghazali dan Imam Junaid al-Baghdadi.

Ia menegaskan pentingnya akhlak, kedisiplinan, serta komitmen berorganisasi sebagai bekal utama seorang kader muda NU. Tidak hanya itu, ia juga menyampaikan peran strategis pelajar NU dalam menjaga tradisi keagamaan yang moderat, ramah, dan penuh toleransi, ciri yang menjadi identitas Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah.

Memasuki sesi tanya jawab, peserta tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari perbedaan amaliah, teladan ulama salaf, hingga adab bermedia sosial sesuai nilai Aswaja.

Mereka menyimak dengan serius, bahkan beberapa mencatat poin penting yang dirasa bermanfaat bagi kehidupan mereka sebagai pelajar maupun anggota organisasi.

Sementara itu, Ketua PR IPNU Karangreja, Rekan Galih, dalam sambutannya menegaskan bahwa Makesta bukan sekadar kegiatan tahunan, melainkan momentum penting untuk mengenalkan nilai dasar organisasi.

“Kami berharap peserta dapat mengamalkan nilai-nilai Aswaja dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi kader yang aktif di lingkungan masing-masing,” harapnya.

Makesta memberikan ruang bagi pelajar NU untuk memahami jati diri sebagai generasi muda yang berperan dalam merawat tradisi, menjaga akhlak, dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.

Materi ditutup dengan pembacaan doa sebagai penanda tekad para peserta untuk terus berkhidmah melalui IPNU–IPPNU. Namun satu hal yang pasti, Makesta hari ini telah menyalakan kembali api semangat di dada para pelajar NU Karangreja.(*) 

Kontributor: Saryono (PAI KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto


Sabtu, 29 November 2025

Program “Berlian” KUA Karanganyar: Gotong Royong Perbaiki Atap Dapur yang Bocor

Pegawai KUA Karanganyar saat memperbaiki atap dapur kantor yang bocor, melalui program BERLIAN (Bersih Lingkungan Asri dan Nyaman) pada Jumat keempat (28/11/2025). (Foto: Tarom).

Purbalingga-Agenda Jumat keempat di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karanganyar kembali diisi dengan kegiatan Program Berlian (Bersih Lingkungan Asri dan Nyaman). Namun, Jumat (28/11/2025) lalu suasananya sedikit berbeda. 

Jika biasanya kegiatan Berlian berfokus pada pembersihan lingkungan kantor, kali ini para ASN KUA Karanganyar kompak berganti mode menjadi “tukang dadakan”. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGANYAR

Perubahan fokus kegiatan terjadi karena atap dapur KUA mengalami kebocoran sehingga mengganggu kenyamanan aktivitas di lingkungan kantor. Tanpa menunggu bantuan dari luar, para pegawai laki-laki KUA Karanganyar langsung mengambil inisiatif untuk menangani kerusakan tersebut.

Dipimpin oleh Sayono, tim gotong royong yang terdiri dari Tusiman, Dirun, Basrowi, dan beberapa pegawai lainnya naik ke atap untuk melakukan pengecekan. 

Mereka bersama-sama memperbaiki titik-titik kerusakan, mengganti bagian yang bermasalah, hingga membersihkan sisa material perbaikan. Hasilnya, atap dapur kembali aman dan diharapkan tidak menimbulkan kebocoran lagi.

“Berlian ini aslinya ajang kompak-kompakan kita. Kalau ada masalah di kantor, ya kita beresin bareng-bareng. Pekerjaan berat jadi ringan dan cepat selesai, apalagi sambil guyonan begini,” ujar Sunarto, salah satu ASN KUA Karanganyar, sambil tersenyum.

Aksi spontan dan penuh semangat ini menjadi bukti bahwa KUA Karanganyar tidak hanya unggul dalam pelayanan publik, khususnya urusan pernikahan dan keagamaan, tetapi juga solid dalam kekeluargaan serta kepedulian terhadap kondisi lingkungan kerja. 

Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, suasana kantor kini menjadi semakin nyaman dan kondusif.(*) 

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar)
Editor: Imam Edi Siswanto

BIMTAK Majelis Taklim Nurul Istiqomah: Muchotib Tekankan Pentingnya Menjaga Lisan dan Hati

PAI KUA Karanganyar, Muchotib, saat menyampaikan materi pentinya menjaga lisan di MT Nurul Istiqomah Ratambulu Jumat (28/11/2025) lalu. (Foto: Muchotib)

Purbalingga-Majelis Taklim Nurul Istiqomah di Dusun Ratambulu, Desa Kalijaran, Kecamatan Karanganyar, menjadi tempat berlangsungnya kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan Majelis Taklim (BIMTAK) pada Jumat (28/11/2025) lalu.

Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Karanganyar, Muchotib, hadir memberikan pencerahan kepada jamaah tentang pentingnya menjaga lisan, mulut, dan hati dalam kehidupan sehari-hari. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGANYAR

Ia menguraikan bagaimana lisan, meski kecil, memiliki kekuatan besar yang dapat berdampak positif maupun negatif.

“Lisan ini kecil, tapi bisa menghancurkan persaudaraan, bahkan meruntuhkan rumah tangga,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa setiap ucapan manusia akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak, sehingga penting bagi setiap muslim untuk berhati-hati dalam berucap.

Lebih jauh, Ia menjelaskan bahwa menjaga lisan bukan sekadar menghindari ucapan kotor atau dusta, tetapi juga mengupayakan agar setiap perkataan yang keluar mengandung kebaikan.

Ia mengingatkan sabda Rasulullah SAW, “Berkatalah yang baik atau diam,” sebagai pedoman dasar dalam bermuamalah melalui lisan.

Selain lisan, Ia juga menyoroti pentingnya menjaga hati. Menurutnya, hati ibarat cermin yang memantulkan akhlak dan perilaku seseorang. Jika hati bersih, lisan akan terjaga, sebaliknya, hati yang kotor mudah mendorong seseorang mengucapkan hal-hal yang menyakitkan atau tidak bermanfaat.

Dalam sesi tanya jawab, seorang ibu mengajukan pertanyaan tentang bagaimana cara mengendalikan emosi agar tidak mudah melontarkan kata-kata yang menyakitkan. Muchotib menjawab dengan penuh kesabaran dan memberikan solusi praktis.

Ia menekankan pentingnya memperbanyak istighfar serta menghadirkan ingat kepada Allah SWT dalam setiap keadaan sebagai benteng pengendali diri.

Kegiatan BIMTAK ini dibuka oleh Ketua Majelis Taklim Nurul Istiqomah, Samini, yang menyambut kedatangan Muchotib dan seluruh jamaah dengan penuh kehangatan.

“Semoga kegiatan ini membawa berkah dan manfaat bagi kita semua,” ucapnya.

Melalui kegiatan ini, Majelis Taklim Nurul Istiqomah berharap dapat terus menjadi wadah pembinaan spiritual dan penguatan akhlak sehingga mampu membentuk pribadi muslimah yang lebih baik dalam menjaga lisan, hati, dan perilaku sehari-hari.(*) 

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar)
Editor: Imam Edi Siswanto

DWP Kecamatan Kalimanah Gelar “Dharmawanita Mengajar” dan Bhakti Sosial di BA Aisyiyah Blater

Dari kiri Eksi Fajriati, Eni Eka Purwati, Umi Hidayatun, Dwi Rina Suptiatin, Siti Khomsiyah, Nurul Hidayah, Estri Setyowati, Endah Cahyati, saat penyerahan APE diacara Dharmawanita Mengajar dan Bhakti Sosial di Bustanul Athfal (BA) Aisyiyah Blater Kalimanah, Jumat (28/11/2025). (Foto: Azizah Dwi Purba)

Purbalingga-Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Dharmawanita Persatuan (DWP) ke-26, DWP Kecamatan Kalimanah mengadakan kegiatan Dharmawanita Mengajar sekaligus Bhakti Sosial di Bustanul Athfal (BA) Aisyiyah Blater Kalimanah pada Jumat (28/11/2025) lalu.

Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian DWP terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam upaya memberikan edukasi mengenai pencegahan perundungan sejak usia dini.

Program ini diikuti oleh 38 siswa BA Aisyiyah Blater. Materi utama disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kalimanah, Azizah Dwi Purba, yang membawakan tema “Mencegah Perundungan Sejak Dini”. Para siswa diajak memahami bentuk-bentuk perundungan serta cara menghindarinya melalui pendekatan yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak. 

Dari kiri, Eni Eka Purwati, Dwi Rina Supriatin, dan Nurul Hidayah saat sedang menyapa seluruh siswa BA Aisiyah Blater, diacara Dharmawanita Mengajar dan Bhakti Sosial di Bustanul Athfal (BA) Aisyiyah Blater Kalimanah, Jumat (28/11/2025). (Foto: Azizah Dwi Purba)

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KALIMANAH

Suasana pembelajaran tampak hidup dan penuh antusiasme. Anak-anak dengan semangat mengikuti tayangan video edukatif tentang perundungan. Usai menonton, Azizah mengajak para siswa menyanyikan lagu anti-bullying dan berinteraksi melalui sesi tanya jawab.

“Kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga melatih kepekaan anak terhadap perilaku baik dan saling menghargai,” katanya, Sabtu (29/11/2025).

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua DWP Kecamatan Kalimanah, Ny. Nurul Hidayah Kholidin, beserta Pembina DWP Kecamatan Kalimanah, Eni Eka Purwati. Turut hadir pula pengurus DWP lainnya, yaitu Endah Cahyati, Eksi Fajriati, Mujiati, dan Estri Setyowati. 

PAI KUA Kalimanah, Azizah Dwi Purba saat sedang menyampaikan materi Anti Bullying kepada siswa BA Aisiyah Blater, diacara Dharmawanita Mengajar dan Bhakti Sosial di BA Aisyiyah Blater Kalimanah, Jumat (28/11/2025). (Foto: Azizah Dwi Purba)

Selain itu, Pengawas Pendidikan Madrasah Kecamatan Kalimanah, Aris Sumanto, serta perwakilan Tim Monitoring dan Evaluasi DWP Kabupaten Purbalingga, Umi Hidayatun, juga hadir dan memberikan sambutan serta apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Kepala BA Aisyiyah Blater, Dwi Rina Supriyanti, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas pelaksanaan kegiatan yang bermanfaat ini.

“Terima kasih banyak kepada pengurus DWP Kecamatan Kalimanah yang telah melaksanakan kegiatan DWP Mengajar di sini. Semoga alat peraga edukatif yang kami terima dapat bermanfaat untuk anak-anak,” ucapnya.

Melalui kegiatan ini, DWP Kecamatan Kalimanah berharap dapat terus berkontribusi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, ramah anak, dan bebas dari perundungan, sekaligus mempererat sinergi antara DWP dan lembaga pendidikan di wilayah Kalimanah.(*) 

Kontributor:  Azizah Dwi Purba (Penyuluh Agama Islam KUA Kalimanah)
Editor: Imam Edi Siswanto

Jumat, 28 November 2025

Penyuluh Agama KUA Kutasari Meriahkan Hari Dongeng Nasional dengan Kisah Inspiratif di TK Pertiwi Karangaren

Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kutasari, Fitriana Pusporini, saat mendongng di TK Pertiwi Desa Karangaren Kutasari, Jumat(28/11/2025). (Foto: Fitriana Pusporini) 


Purbalingga-Dalam rangka memperingati Hari Dongeng Nasional, dua Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kutasari, Fitriana Pusporini dan Mufti Marlina turut memeriahkan perayaan dengan menggelar kegiatan mendongeng yang sarat inspirasi dan nilai moral di TK Pertiwi Desa Karangaren, Jumat(28/11/2025). 

Acara ini bertujuan untuk menghidupkan kembali budaya mendongeng serta menanamkan nilai-nilai kebaikan dan keagamaan sejak usia dini bagi anak-anak di wilayah Kecamatan Kutasari. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KUTASARI

Fitriana Pusporini dan Mufti Marlina, membawakan kisah inspiratif tentang Usman bin Affan dan Sumur Raumah, kisah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal sebagai sosok dermawan dan penuh kepedulian sosial. Cerita tersebut disampaikan dengan gaya interaktif dan menarik, sehingga mampu memikat perhatian anak-anak sejak awal hingga akhir. 

Foto Bersama  dari Kiri Fitriana Pusporini Penyuluh Agama Islam, 2 Guru TK Pertiwi, Mufti Marlina dan Anak-anak TK Pertiwi Desa Karangaren Kutasari, Jumat(28/11/2025). (Foto: Fitriana Pusporini)

Kegiatan mendongeng berlangsung di TK Pertiwi Desa Karangaren ini, dihadiri oleh 27 siswa. Suasana belajar tampak hidup dan menyenangkan karena anak-anak tidak hanya mendengarkan dengan antusias, tetapi juga aktif menjawab pertanyaan serta berinteraksi dengan para penyuluh. 

Pesan-pesan kebaikan, toleransi, semangat belajar, dan pendidikan karakter disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam.

Menurut Fitriana, kegiatan mendongeng seperti ini sangat penting untuk memperkaya wawasan dan kreativitas anak. Selain itu, mendongeng menjadi media efektif dalam menanamkan karakter positif yang manfaatnya dapat dirasakan hingga dewasa. 


“Melalui cerita, anak-anak dapat belajar tentang nilai moral dengan cara yang menyenangkan,” ucapnya.

Peringatan Hari Dongeng Nasional setiap 28 November menjadi momentum bagi berbagai pihak untuk melestarikan tradisi cerita lisan dan mendorong minat baca generasi muda. 

Penyerahan kenang-kenangan buku Dongeng Karakter oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kutasari, Fitriana Pusporiniguru TK Pertiwi Desa Karangaren, Jumat(28/11/2025). (Foto: Fitriana Pusporini)

Melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Kutasari berharap dapat terus berkontribusi dalam mendukung pendidikan karakter serta mempererat hubungan emosional antara penyuluh agama dan masyarakat serta menjadi langkah berkelanjutan dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, cerdas, dan berkarakter.(*)

Kontributor: Fitriana Pusporini (Penyuluh Agama Islam KUA Kutasari)
Editor: Imam Edi Siswanto
 

DWP Kecamatan Kutasari Libatkan 33 Siswa dalam Program DWP Mengajar di BA Aisiyah

Dari kiri Wakil Ketua 1 DWP Kemenag Kecamatan Kutasari, Eli Nurhayati bersama anggota Rityami, Siti Nurhidayati, Mufti Marlina, dan Fitriana Pusporini, foto bersama saat acara program DWP Mengajar di BA Aisiyah Kutasari, Jumat (2811/2025). (Foto: Fitriana Pusporini)


Purbalingga-DWP Kecamatan Kutasari berpartisipasi aktif dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-26 Dharma Wanita Persatuan (DWP) dengan melaksanakan program DWP Mengajar di BA Aisiyah Kutasari, Jumat (28/11/2028). 

Kegiatan yang diikuti oleh 33 siswa ini didampingi langsung oleh Wakil Ketua 1 DWP Kemenag Kecamatan Kutasari, Eli Nurhayati, bersama anggota Rityami, Mufti Marlina, Fitriana Pusporini, dan Siti Nurhidayati.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KUTASARI

Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan DWP Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga yang digelar serentak di 18 kecamatan. 

Foto Bersama DWP Kemenag Kecamatan Kutasari, Guru dan Murid BA Aisiyah Kutasarisaat USAI acara program DWP Mengajar di BA Aisiyah Kutasari, Jumat (2811/2025). (Foto: Fitriana Pusporini)

Melalui kegiatan DWP Mengajar dan bakti sosial yang dilaksanakan di 18 Raudhatul Athfal (RA) dan Bustanul Athfal (BA), DWP berupaya menunjukkan kepedulian serta memberikan dukungan nyata terhadap pengembangan pendidikan dan sosial di daerah.

Pelaksanaan di BA Aisyah Kutasari berlangsung hangat dan penuh antusias. Para anggota DWP terlibat langsung dalam aktivitas belajar, memberikan materi edukatif, serta berinteraksi dengan para siswa.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari tiga guru pengampu Tari Winarti, Restu Nurokhmah, dan Sulis Setyaningrum yang selama ini membimbing siswa dengan kesabaran dan dedikasi tinggi. Mereka mengapresiasi kehadiran DWP karena dinilai mampu memberikan pengalaman baru, manfaat positif, dan meningkatkan semangat belajar anak-anak.(*)

Kontributor: Fitriana Pusporini (Penyuluh Agama Islam KUA Kutasari)
Editor: Imam Edi Siswanto


Selasa, 25 November 2025

PAI KUA Karanganyar, Sayono Lestarikan Kesenian Tradisional Braen

Ketua grup Braen Tunggak Semi, Sumirah (Kiri), Desa Grantung, Kecmatan Karangmoncol foto bersama usai latihan yang dilaksanakan tiap Senin malam, Selasa (24/11/2025). (Foto: Sayono)

Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Karanganyar, Sayono bersama grup kesenian adisional Braen Tunggak Semi Desa Grantung, Kecamatan Karangmoncol dalam latihan yang dilaksanakan tiap Senin malam, Selasa (24/11/2025).

Sebelum latihan dimulai, Sayono menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada anggota grup Braen tersebut. "Saya sangat gembira menyaksikan Ibu-ibu semua yang semangat dalam melestarikan budaya Braen ini," ucap Sayono mengawali sambutannya.

Menurutnya, kesenian tradisional Braen merupakan budaya warisan leluhur dari Mbah Mahdum Husen yang perlu kita lestarikan. 

"Mudah-mudahan dengan usaha dan kepedulian kita, Braen tetap lestari," harapnya.

 
Seni tradisionl Braen yang merupakan seni budaya peninggalan Syaikh Mahdum Husen ini, terdapat di peradilan Cahyana yang meliputi desa Grantung, Pekiringan, Tajug dan Rajawana. Ia merupakan seni pertunjukan yang hanya menggunakan satu alat musik yaitu terbang sebagai musik pengiring syair-syair yang dinyanyikan.
Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar, Sayono saat bersama grup kesenian Braen Tunggak Semi Desa Grantung, Kec. Karangmoncol dalam latihan yang dilaksanakan tiap Senin Malam, Selasa (24/11/2025). (Foto: Sayono)

Sebagai pemerhati seni tradisional Braen, Sayono berpesan untuk terus melakukan upaya pelestarian dengan melakukan kaderisasi, mengingat para praktisi Braen kebanyakan sudah usia lanjut. 
 
Itulah sebabnya grup Braen menggelar latihan tiap malam Selasa dengan mengajak generasi muda turut bergabung. Upaya yang lain juga ditempuh oleh Sayono dengan cara mengumpulkan catatan syair-syair Braen.

"Saya sedang berusaha mengumpulkan catatan syair-syair Braen. Hal ini mendesak untuk dilakukan karena ternyata mereka (pegiat Braen) hanya mengandalkan hafalan yang mereka dapatkan secara turun temurun. Saya khawatir kalau para pegiat Braen yang notabene sudah lanjut usia wafat akan susah mencari penerusnya karena ketiadaan catatannya," ungkap Sayono.

Dia menambahkan, bahwa melestarikan budaya adalah tugas kita semua,  termasuk Braen yang syairnya sarat makna. 
Grup kesenian tradisional Braen Tunggak Semi, Desa Grantung, Kecmatan Karangmoncol foto bersama usai latihan yang dilaksanakan tiap Senin malam, Selasa (24/11/2025). (Foto: Sayono)
 
"Mudah-mudahan usaha yang kita tempuh dapat menjadi sarana Braen lestari dan dikenal masyarakat luas," harapnya.
 
Sementara itu, Ketua group Braen Tunggak Semi , Sumirah mengungkapkan bahwa ia berharap seni Braen tetap lestari. 
 
"Kami mengambil upaya agar Braen tidak hilang dengan cara terus mengajak yang muda-muda bergabung. Kami adakan latihan tiap malam Selasa" ungkapya.(*)
 
Kontributor: Sayono (PAI KUA Karanganyar)
Editor: Imam Edi Siswanto 

Kolaborasi Lintas Ormas: 150 Peserta Hadiri Rakor Validasi dan Evaluasi Data Pesantren 2025 di Purbalingga

Kakankemenag Kabupaten Purbalingga, H. Zahid Khasani, dalam sambutannya Rapat Koordinasi Validasi dan Evaluasi Data Pesantren Tahun 2025 Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga digelar di Aula Andrawina Owabong, Purbalingga, Selasa (25/11/2025). (Foto: Dimas Kurniawan)

Purbalingga-Rapat Koordinasi Validasi dan Evaluasi Data Pesantren Tahun 2025 Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga di Aula Andrawina Owabong, Purbalingga, Selasa (25/11/2025).

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat pendataan sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pesantren di Kabupaten Purbalingga.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/Kepenyuluhan 

Plt. Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Lina Parwati, melaporkan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 150 peserta. 

Mereka berasal dari berbagai unsur, di antaranya Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Penyuluh Agama Islam, DPC FKPP Purbalingga, Pondok Pesantren se-Kabupaten Purbalingga, LDNU, RMI, DPC FKDT, BADKO, serta perwakilan dari Muhammadiyah, NU, dan LDII. Kehadiran berbagai organisasi keagamaan ini menunjukkan kuatnya semangat kolaborasi untuk memajukan pendidikan pesantren.

Sekretaris PCNU Purbalingga KH. Salim Effendi saat menyampaikan materi dalam Rapat Koordinasi Validasi dan Evaluasi Data Pesantren Tahun 2025 Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga digelar di Aula Andrawina Owabong, Purbalingga, Selasa (25/11/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Purbalingga, H. Zahid Khasani, dalam sambutannya menegaskan bahwa pesantren merupakan institusi yang lahir dari masyarakat dan dikelola dengan kearifan serta manajemen yang kuat dari para kiai.

“Pesantren lahir dari masyarakat, yang syarat dengan manajemen dari para Kiai,” ujarnya singkat namun penuh makna.

Ia menegaskan pula pentingnya penguatan data pesantren sebagai bentuk kepedulian bersama, terlebih setelah musibah di Ponpes Al-Khozini Sidoarjo, serta perlunya kebijakan khusus terkait sarana prasarana pesantren yang tumbuh secara mandiri dari masyarakat. 

Kakankemenag berharap hasil pertemuan ini dapat dirangkum menjadi rekomendasi untuk Kakanwil, sehingga fasilitas yang diberikan dapat berdampak nyata di Purbalingga. 

Ia juga mencatat bahwa pesantren yang terdata di EMIS sebanyak 97, sementara jumlah riil di lapangan lebih besar.

Sebelum membuka acara secara resmi, H. Zahid juga menyampaikan apresiasi kepada para Penyuluh Agama Islam yang telah bergerak cepat mengumpulkan data pondok pesantren di lapangan. Upaya tersebut menjadi fondasi utama dalam memastikan validitas dan akurasi data yang akan digunakan dalam penyusunan kebijakan di tahun mendatang.

Pimpinan Ma'had Islam Purwokerto/Pengurus PDMH. M. Nurkholis, saat menyampaikan materi dalam Rapat Koordinasi Validasi dan Evaluasi Data Pesantren Tahun 2025 Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga digelar di Aula Andrawina Owabong, Purbalingga, Selasa (25/11/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Setelah pembukaan, peserta mengikuti pemaparan dari dua narasumber yang mewakili Muhammadiyah, H. M. Nurkholis (Pimpinan Ma'had Islam Purwokerto/Pengurus PDM) dan Nahdlatul Ulama, KH. Salim Effendi (Sekretaris PCNU Purbalingga). Kedua narasumber memberikan penjelasan terkait strategi dan praktik terbaik dalam pengelolaan data pesantren, sehingga peserta mendapatkan perspektif yang lebih luas dan komprehensif.

Melalui rakor ini, diharapkan sinergi antar-lembaga dan ormas Islam semakin kuat, serta mampu menghasilkan data pesantren yang akurat dan bermanfaat bagi pengembangan pendidikan keagamaan di Purbalingga.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

Senin, 24 November 2025

Peduli Bencana Maribaya, Kakanwil Kemenag Jateng Turun Langsung Beri Dukungan dan Bantuan

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah H. Saiful Mujab, di saksikan oleh Kakankemenag Purbalingga, H. Zahid Khasani (Kanana) saat menyampaikan bantuan kepada para korban tanah bergerak di Desa Maribaya, Kecamatan Karanganyar, Purbalingga, Senin (24/11/2025). (Foto: Tarom).

Purbalingga-Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Dr. H. Saiful Mujab, MA, melakukan kunjungan kemanusiaan ke lokasi bencana tanah bergerak di Desa Maribaya, Kecamatan Karanganyar, Senin (24/11/2025).

Kunjungan ini sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan dukungan moral, spiritual, dan bantuan nyata bagi warga terdampak.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGANYAR

Rumah-rumah warga yang rusak akibat pergerakan tanah yang terjadi pada 14–15 November 2025 mengalami retakan dan amblasan sedalam 2–3 meter masih tampak di beberapa titik, menunjukkan bahwa wilayah tersebut masih berpotensi mengalami pergerakan tanah susulan. 

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah H. Saiful Mujab, saat menyampaikan sambutan dan dukungan moril kepada para korban tanah bergerak di Desa Maribaya, Kecamatan Karanganyar, Purbalingga, Senin (24/11/2025). (Foto: Tarom).

Sebagai bentuk kepedulian, Kakanwil Kemenag Jateng menyerahkan bantuan sebesar Rp 20.000.000,- yang diperuntukkan bagi warga terdampak. Bantuan ini diserahkan langsung kepada perwakilan warga dan pemerintah desa.

Dalam sambutannya, Dr. H. Saiful Mujab, MA menegaskan bahwa Kementerian Agama hadir dalam misi kemanusiaan.

“Kami datang untuk memastikan bahwa masyarakat Maribaya tidak menghadapi musibah ini sendirian. Kementerian Agama akan terus mendampingi, dan memberikan dukungan terbaik bagi warga,” ucapnya.

Ia mengajak seluruh jajaran Kemenag di Kabupaten Purbalingga untuk menjaga kolaborasi dalam penanganan bencana, terutama yang menyangkut kondisi psikologis para korban.

Warga Maribaya menyampaikan rasa haru dan syukur atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Bantuan tersebut diharapkan mampu meringankan beban mereka selama masa pemulihan. 
Para korban tanah bergerak di Desa Maribaya, Kecamatan Karanganyar Kabupaten Purbalingga diacara kunjungan kemanusiaan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah H. Saiful Mujab di lokasi bencana tanah bergerak di Desa Maribaya, Kecamatan Karanganyar, Senin (24/11/2025).(Foto: Tarom).

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakakankemenag) Kabupaten Purbalingga, H. Zahid Khasani, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Kakanwil di tengah warga terdampak.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian Bapak Kakanwil. Kehadiran beliau menjadi penguat bagi masyarakat dan bagi kami di jajaran Kemenag Kabupaten Purbalingga untuk terus bergerak membantu warga,” katanya.

Ia menambahkan bahwa Kemenag Purbalingga melalui KUA Karanganyar, penyuluh agama, penghulu, serta madrasah-madrasah di sekitar lokasi akan terus memberikan pendampingan berkelanjutan.

Kepala Desa Maribaya, Tarso Dwi Cahyanto mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Jawa Tengah.

“Atas nama warga Maribaya, kami ucapkan terima kasih atas kepedulian Kemenag. Warga kami sangat membutuhkan dukungan moral maupun material. Musibah ini berat, tetapi perhatian semua pihak membuat kami lebih kuat,” ucapnya.

Kunjungan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kepala KUA Karanganyar, Amin Nasirudin untuk keselamatan dan ketabahan warga serta agar bencana serupa tidak kembali terulang.(*)

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar)
Editor: Imam Edi Siswanto

Laporan PAI Kaligondang di Lapangan: Hujan Lebat Sebabkan Banjir di Dusun 2 Penolih, Akses Jalan Desa Sempat Terputus

Area sawah dan jalan desa di Dusun 2 Desa Penolih yang tergenang banjir akibat air hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Kaligondang pada Ahad, 23 November 2025 kemarin. (Foto: Wagino) 

Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kaligondang, Wagini melaporkan bahwa, hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Kaligondang pada Ahad, 23 November 2025 kemarin, menyebabkan banjir di Dusun 2 Desa Penolih.

“Curah hujan tinggi yang berlangsung sejak malam hingga dini hari membuat air sungai dan saluran permukaan meluap ke jalan desa serta area persawahan di sekitarnya,” katanya.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/Kaligondang

Melubernya air ke badan jalan mengakibatkan akses ke desa tidak dapat dilalui warga maupun pengguna jalan lainnya. Arus air yang cukup deras membuat warga harus berhati-hati, bahkan memilih menunggu hingga air surut untuk dapat melintas kembali dengan aman.

“Kendati banjir menggenangi ruas jalan dan sebagian lahan persawahan, alhamdulillah air tidak sampai memasuki permukiman penduduk. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” ucapnya.

Warga setempat, sambungnya, juga bergerak cepat bergotong royong membantu pengaturan lalu lintas, mengamankan area sekitar, serta memastikan lingkungan tetap dalam kondisi waspada.

Situasi berangsur kondusif setelah intensitas hujan menurun dan ketinggian air perlahan surut. Pemerintah desa mengimbau warga untuk tetap berhati-hati selama musim hujan dan memperhatikan potensi bencana yang dapat timbul sewaktu-waktu.(*)

Kontributor: Wagino, SH, MH (PAI KUA Kaligondang)
Editor: Imam Edi Siswanto

KUA Bojongsari Tinjau Lokasi Longsor di Desa Banjaran, Berikan Dukungan Moral dan Pendampingan kepada Warga Terdampak


Kepala KUA Bojongsari, H. Muthohir di dampingi PAI saat melakukan kunjungan ke lokasi bencana tanah longsor di Desa Banjaran, Kecamatan Bojongsari, Senin (24/11/2025). (Foto: Dariman)

Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bojongsari bersama Kepala KUA Bojongsari, H. Muthohir, melakukan kunjungan lapangan ke lokasi bencana tanah longsor di Desa Banjaran, Kecamatan Bojongsari, pada Senin (24/11/2025).

Kunjungan ini merupakan wujud kepedulian dan respon cepat KUA terhadap kondisi masyarakat yang terdampak bencana.

 
Rombongan yang hadir meliputi Camat Bojongsari, Kepala Desa Banjaran, Penyuluh Agama Islam KUA Bojongsari, Dariman, Tohar, dan Thofikkur Rokhman serta sejumlah unsur relawan.

Mereka meninjau langsung kondisi rumah Slamet dan Ibu Miskah di RT 16 RW 08, yang mengalami kerusakan cukup parah akibat tanah longsor pada Ahad, 23 November 2025 sekitar pukul 15.30 WIB. Longsoran tanah setinggi kurang lebih 4 meter mengakibatkan tembok belakang dua rumah tersebut jebol dan tidak dapat ditempati sementara waktu. 
 
Kepala KUA Bojongsari, H. Muthohir  dengan Camat Bojongsari, Tri Wahyu Dini Susanti, Forkompincam, dan Kepala Desa Banjaran, serta sejumlah unsur relawan saat melakukan kunjungan ke lokasi bencana tanah longsor di Desa Banjaran, Kecamatan Bojongsari, Senin (24/11/2025). (Foto: Dariman)

“Alhamdulillah, kami bersyukur tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam kejadian ini. Namun, kami melihat kerusakannya cukup memprihatinkan, terutama pada dinding belakang rumah Bapak Slamet,” kata Muthohir saat di lokasi.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Bojongsari
, Tri Wahyu Dini Susanti, berdialog dengan warga terdampak dan menyampaikan bahwa pemerintah kecamatan bersama BPBD, Pemerintah Desa, serta unsur terkait lainnya tengah melakukan koordinasi untuk langkah penanganan lanjutan.

Ia menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan bantuan yang diperlukan, mulai dari bantuan logistik, pemulihan rumah, hingga upaya mitigasi guna mencegah risiko bencana susulan.

“Pemerintah akan memberikan penanganan maksimal bagi warga terdampak. Selain bantuan darurat, upaya mitigasi juga menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak terulang,” ucapnya.

Sementara itu, PAI KUA Bojongsari, Tohar, memberikan pendampingan spiritual dan dukungan psikososial kepada keluarga yang terkena musibah. Ia menilai bahwa bencana tidak hanya membutuhkan penanganan fisik, tetapi juga penguatan mental dan ketabahan bagi warga.

“Kami berupaya memberikan ketenangan dan motivasi agar warga tetap tabah menghadapi musibah ini. Pendampingan keagamaan sangat penting dalam situasi seperti ini,” jelas Tohar.

Kehadiran unsur pemerintah, lembaga keagamaan, dan relawan diharapkan dapat menjadi bentuk empati sekaligus dukungan nyata bagi masyarakat terdampak, sehingga pemulihan dapat berlangsung lebih cepat dan menyeluruh.(*)

Kontributor: Dariman (PAI KUA Bojongsari)
Editor: Imam Edi Siswanto

Sabtu, 22 November 2025

Akhlak Mulia dari Rumah: Penyuluhan Inspiratif KUA Kaligondang untuk Keluarga Muda

PAI KUA Kaligondang Wagino (Kiri) saat foto bersama usai program pembinaan keagamaan yang ditujukan bagi orang tua dan siswa-siswi Bimba (bimbingan belajar) AIUEO Sidareja, di kawasan Small World Wisata Edukasi Purwokerto, Sabtu, (22/11/2025). (Foto: Wagino)

Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kaligondang Purbalingga, Wagino, SH, MH, laksanakan program pembinaan keagamaan yang ditujukan bagi orang tua dan siswa-siswi Bimba (bimbingan belajar) AIUEO Sidareja di kawasan Small World Wisata Edukasi Purwokerto, Sabtu, (22/11/2025).

Dalam penyuluhan tersebut, Wagino mengangkat tema besar tentang pentingnya penanaman nilai-nilai akhlak sejak usia dini.

Ia menjelaskan bahwa akhlak merupakan pondasi utama pembentukan karakter anak, sehingga perlu ditanamkan secara konsisten melalui contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/Kaligondang 

Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif dan disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak agar lebih mudah dipahami.

“Para siswa turut mendapatkan pembinaan ringan melalui metode yang menyenangkan, seperti cerita-cerita islami, permainan edukatif, serta ajakan untuk mencintai Allah dan Rasul-Nya,” ucapnya. 

PAI KUA Kaligondang Wagino (Kiri) saat foto bersama usai program pembinaan keagamaan yang ditujukan bagi orang tua dan siswa-siswi Bimba (bimbingan belajar) AIUEO Sidareja, di kawasan Small World Wisata Edukasi Purwokerto, Sabtu, (22/11/2025). (Foto: Wagino)

Melalui pendekatan ini, anak-anak diajak memahami nilai sopan santun, saling menghargai, serta pentingnya menjaga adab baik kepada sesama.

Pembinaan ini diharapkan dapat menumbuhkan karakter positif yang kelak menjadi bekal mereka dalam berinteraksi di lingkungan keluarga maupun sekolah.

Selain pembinaan kepada anak-anak, penyuluhan juga memberikan materi khusus bagi para orang tua. Ia menekankan bahwa pendidikan keluarga merupakan fondasi utama dalam perkembangan akhlak dan kepribadian anak.

Ia menyampaikan juga pentingnya menciptakan lingkungan rumah yang islami, membiasakan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, serta menjadikan ibadah harian sebagai rutinitas bersama yang mampu memperkuat kedekatan emosional dan spiritual dalam keluarga.

Selian itu, pentingnya kolaborasi antara orang tua, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.

Ia berharap kegiatan penyuluhan ini dapat menjadi pemantik semangat bagi keluarga untuk terus memperkuat pendidikan akhlak sejak dini.

Dengan sinergi yang baik, pembinaan karakter anak dapat terwujud secara optimal, sehingga melahirkan generasi yang berakhlak mulia dan membawa kebaikan bagi lingkungan sekitarnya.(*)

Kontributor : Wagino (Penyuluh Agama Islam KUA Kaligondang)
Editor: Imam Edi Siswanto

JUMPA Hadir Menyapa: KUA Karanganyar Perkuat Kedekatan dan Pembinaan Keagamaan di Masjid Al Huda Bungkanel

PAI KUA Karanganyar, Tarom saat khutbah Jumat pada program JUMPA di Masjid Al Huda Desa Bungkanel, Karanganyar, Jumat (21/11/2025). (Foto: Said Ali Setiyawan).

Purbalingga-Program JUMPA (Jumatan dan Pembinaan Agama) kantor Urusan Agama (KUA) Karanganyar kembali hadir hadir  di Masjid Al Huda, Desa Bungkanel, Kecamatan Karanganya, Jumat (21/11/2025) kemarin. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya proaktif KUA Karanganyar untuk menjalin kedekatan, membangun kebersamaan, dan membuka ruang dialog langsung bersama jamaah.

Setiap Jumat minggu ketiga, tim KUA Karanganyar secara bergilir mengunjungi masjid-masjid di seluruh wilayah kecamatan untuk memberikan pembinaan, penyuluhan, serta layanan informasi seputar urusan keagamaan.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGANYAR

Dalam kesempatan kali ini, Kepala KUA Karanganyar, Amin Nasirudin, menyampaikan sambutan sekaligus pembinaan keagamaan kepada jamaah. Tim JUMPA yang hadir terdiri dari Tarom sebagai khatib sekaligus imam salat Jumat, para penyuluh agama, penghulu, Tim Media Sinar KUA Karanganyar, serta beberapa staf pendukung lainnya. 

Kepala KUA Karanganyar, Amin Nasirudin, saat menyampaiakan kata sambutan pada program JUMPA di Masjid Al Huda Desa Bungkanel, Karanganyar, Jumat (21/11/2025). (Foto: Said Ali Setiyawan).

Amin menegaskan bahwa program JUMPA adalah jembatan penting antara KUA dan masyarakat.

“KUA ingin hadir lebih dekat, lebih membumi, dan lebih dirasakan manfaatnya. Melalui JUMPA, kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak hanya mengenal KUA sebagai kantor layanan, tetapi sebagai mitra yang siap membimbing dan membantu dalam urusan keagamaan,” ujarnya.

Sementara itu dalam khutbah Jumat, Tarom membawakan tema “Niat yang Benar Menjadikan Setiap Langkah Bernilai Ibadah.” 

Ia menekankan bahwa niat merupakan fondasi utama amal, yang menjadikan aktivitas sehari-hari bernilai ibadah jika diiringi dengan keikhlasan dan kesadaran untuk mendekat kepada Allah. Pesan ini menjadi pengingat bahwa pengabdian, baik kepada keluarga, masyarakat, maupun agama bermula dari niat yang lurus.

Usai pelaksanaan salat Jumat, KUA membuka ruang diskusi bagi jamaah. Forum ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan pertanyaan atau konsultasi terkait layanan KUA maupun persoalan keagamaan. Jamaah menyambutnya dengan antusias karena dapat berdialog langsung dengan para petugas. 

Pemberian kenang-kenangan dari Kepala KUA Karanganyar, Amin Nasirudin kepada Ketua Takmir Masjid Al Huda Desa Bungkanel, Puji Priyatno, Jumat (21/11/2025). (Foto": Said Ali Setiyawan).

Kepala Desa Bungkanel, Mukti Fatoni, turut memberikan makna lebih pada kegiatan ini. Ia menyampaikan apresiasinya atas program JUMPA.

“Ternyata KUA tidak hanya untuk urusan pernikahan, tetapi banyak layanan yang bisa dimanfaatkan untuk kemaslahatan masyarakat, terutama dalam hal keagamaan,” ucapnya.

Takmir Masjid Al Huda, Puji Priyatno, juga menyampaikan rasa syukurnya atas kehadiran tim JUMPA di Bungkanel.

“Kami sangat senang dan terbantu dengan hadirnya KUA Karanganyar. Jamaah merasa lebih dekat dengan para penyuluh dan petugas KUA. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” tuturnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan di Masjid Al Huda, KUA Karanganyar memberikan mushaf Al-Qur’an, buku Yasin, Juz ‘Amma, dan sarung kepada takmir masjid. Hal ini menjadi simbol komitmen KUA dalam menguatkan budaya literasi Al-Qur’an dan pelayanan keagamaan di desa.

Program JUMPA sekaligus menunjukkan implementasi nilai pelayanan SEHATI (Santun, Efektif dan Efisien, Humanis, Amanah, Tertib, dan Ikhlas) yang menjadi spirit pelayanan KUA Karanganyar.

Melalui pendekatan yang humanis, komunikatif, dan menyentuh langsung masyarakat, KUA Karanganyar berupaya menghadirkan layanan publik yang semakin dekat, inspiratif, serta bermanfaat.

Dengan langkah-langkah nyata seperti Program JUMPA, KUA Karanganyar kembali menegaskan komitmennya hadir bukan hanya di kantor, tetapi di tengah-tengah masyarakat siap melayani, membimbing, dan menyapa dengan penuh ketulusan.(*)

Kontributor : Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar)
Editor: Imam Edi Siswanto




Jumat, 21 November 2025

PAI KUA Kalimanah Perkuat Pembelajaran Huruf Hijaiyah di MIM Babakan 1

Salah satu siswi Kelas 6 MIM Babakan 1 Kalimanah saat praktik menulis huruf hijaiyah, Jumat (21/11/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)
Purbalingga- Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalimanah, Imam Edi Siswanto dan Moch. Agus Zaenal Abidin, kembali hadir di MIM Babakan 1 Kalimanah untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan pada Jumat (21/11/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Penyuluh Sahabat Madrasah Peduli Pendidikan (PSM–Peduli Pendidikan)”, sebuah inisiatif kolaboratif antara PAI KUA Kalimanah dan Kelompok Kerja Kepala Madrasah (KKKM) Kecamatan Kalimanah. 

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/PSM%20Peduli%20%20Pendidikan

Pada kunjungan keduanya ini, Imam dan Zaenal memberikan materi Bahasa Arab di kelas 6 A dan Kelas 6 B dengan fokus pada cara menulis, melafalkan, dan memberi harakat pada huruf hijaiyah.

Materi ini menjadi fondasi penting dalam pembelajaran Al-Qur’an sekaligus dasar bagi pemahaman bahasa Arab bagi peserta didik. 

Salah satu siswa Kelas 6 MIM Babakan 1 Kalimanah saat praktik menulis huruf hijaiyah, Jumat (21/11/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)
Imam menjelaskan bahwa kemampuan anak dalam menulis dan melafalkan huruf hijaiyah bukan hanya keterampilan teknis, tetapi menjadi pintu awal bagi mereka untuk membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/IMAM%20EDI%20SISWANTO

Pemahaman terhadap harakat, lanjutnya, sangat penting untuk menghindari kesalahan makna serta memperkuat dasar ilmu bahasa Arab sejak dini.

“Dengan memahami harakat, anak dapat melafalkan kata sesuai kaidah, meningkatkan ketelitian dan konsentrasi, serta menumbuhkan rasa percaya diri dalam belajar,” ungkapnya. 

Ia juga menambahkan bahwa pembiasaan ini mampu menumbuhkan karakter disiplin, melatih fokus, dan membentuk kebiasaan belajar positif yang akan bermanfaat sepanjang perjalanan pendidikan anak.

Kegiatan penyuluhan ini diharapkan tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga menanamkan semangat belajar dan kecintaan terhadap Al-Qur’an. 

Melalui program PSM–Peduli Pendidikan, penyuluh agama hadir sebagai sahabat bagi madrasah, mendampingi, menguatkan, dan menginspirasi generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, dan percaya diri.

Selain materi bahasa Arab, kegiatan penyuluhan juga mencakup Tahsin, Aqidah Akhlak, Qur’an Hadis, serta penguatan karakter siswa.

Selama periode November hingga Desember 2025, para Penyuluh Agama Islam dari KUA Kalimanah dijadwalkan untuk berkeliling ke berbagai madrasah, membawa semangat kolaborasi dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan keagamaan di tingkat dasar.

Sebelumnya, materi yang sama juga disampaikan di MIM Rabak pada Senin 17 November 2025 dan di MIM Rabak pada Rabu 19 November 2025.

Berikut, jadwal dan nama PAI KUA Kalimanah selama bulan November sampai Desember 2025.

Senin

MIM Jompo

Pujianto dan Azizah Dwi Purba

Bahasa Arab

MIM Rabak

Imam Edi Siswanto dan Moch. Agus Zaenal Abidin

Bahasa Arab

MIMA Rabak

Mughofar dan Zamroni Irham

Bahasa Arab

Rabu

MIMA Blater

Pujianto dan Azizah Dwi Purba

Bahasa Arab

MIM Grecol

Imam Edi Siswanto dan Moch. Agus Zaenal Abidin

Bahasa Arab

MIM Kalikabong

Mughofar dan Zamroni Irham

Bahasa Arab

Jum'at

MIM Babakan 1

Pujianto dan Azizah Dwi Purba

Bahasa Arab

MIM Babakan 2

Imam Edi Siswanto dan Moch. Agus Zaenal Abidin

Bahasa Arab

MIM Kalimanah Wetan

Mughofar dan Zamroni Irham

Bahasa Arab

 

Sebagai informasi: Untuk jadwal dan materi berikutnya, insyaallah akan dipublikasikan pada kesempatan mendatang.(*)

Pewarta/Editor: Imam Edi Siswanto

Penyuluh Agama KUA Karangreja Tekankan Pentingnya Sholat Lima Waktu pada Siswa MTs Ma’arif NU Gondang

PAI KUA Karangreja, Ngamali, S.H. , saat menyampaikan pesan keagamaan dalam peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar di MTs Ma...