![]() |
| PAI KUA Karanganyar, Muchotib, saat menyampaikan materi pentinya menjaga lisan di MT Nurul Istiqomah Ratambulu Jumat (28/11/2025) lalu. (Foto: Muchotib) |
Purbalingga-Majelis Taklim Nurul Istiqomah di Dusun Ratambulu, Desa Kalijaran, Kecamatan Karanganyar, menjadi tempat berlangsungnya kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan Majelis Taklim (BIMTAK) pada Jumat (28/11/2025) lalu.
Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Karanganyar, Muchotib, hadir memberikan pencerahan kepada jamaah tentang pentingnya menjaga lisan, mulut, dan hati dalam kehidupan sehari-hari.
BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGANYAR
Ia menguraikan bagaimana lisan, meski kecil, memiliki kekuatan besar yang dapat berdampak positif maupun negatif.
“Lisan ini kecil, tapi bisa menghancurkan persaudaraan, bahkan meruntuhkan rumah tangga,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa setiap ucapan manusia akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak, sehingga penting bagi setiap muslim untuk berhati-hati dalam berucap.
Lebih jauh, Ia menjelaskan bahwa menjaga lisan bukan sekadar menghindari ucapan kotor atau dusta, tetapi juga mengupayakan agar setiap perkataan yang keluar mengandung kebaikan.
Ia mengingatkan sabda Rasulullah SAW, “Berkatalah yang baik atau diam,” sebagai pedoman dasar dalam bermuamalah melalui lisan.
Selain lisan, Ia juga menyoroti pentingnya menjaga hati. Menurutnya, hati ibarat cermin yang memantulkan akhlak dan perilaku seseorang. Jika hati bersih, lisan akan terjaga, sebaliknya, hati yang kotor mudah mendorong seseorang mengucapkan hal-hal yang menyakitkan atau tidak bermanfaat.
Dalam sesi tanya jawab, seorang ibu mengajukan pertanyaan tentang bagaimana cara mengendalikan emosi agar tidak mudah melontarkan kata-kata yang menyakitkan. Muchotib menjawab dengan penuh kesabaran dan memberikan solusi praktis.
Ia menekankan pentingnya memperbanyak istighfar serta menghadirkan ingat kepada Allah SWT dalam setiap keadaan sebagai benteng pengendali diri.
Kegiatan BIMTAK ini dibuka oleh Ketua Majelis Taklim Nurul Istiqomah, Samini, yang menyambut kedatangan Muchotib dan seluruh jamaah dengan penuh kehangatan.
“Semoga kegiatan ini membawa berkah dan manfaat bagi kita semua,” ucapnya.
Melalui kegiatan ini, Majelis Taklim Nurul Istiqomah berharap dapat terus menjadi wadah pembinaan spiritual dan penguatan akhlak sehingga mampu membentuk pribadi muslimah yang lebih baik dalam menjaga lisan, hati, dan perilaku sehari-hari.(*)
Kontributor : Artanti Laili Zulaiha (Penyuluh Agama Islam KUA Karanganyar)
Editor: Imam Edi Siswanto

Tidak ada komentar:
Posting Komentar