Desaner flyer : Artanti LZ
Setiap manusia tentu ingin menjadi lebih baik dan memperoleh kehidupan yang baik. Keinginan tersebut merupakan fitrah yang Allah Ta’ala tanamkan dalam diri manusia. Namun, keinginan yang tidak disertai usaha hanya akan berubah menjadi angan-angan kosong yang menghabiskan waktu dan melemahkan semangat ibadah.
Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali seseorang memiliki banyak rencana baik, tetapi berhenti hanya pada khayalan. Inilah salah satu tipu daya setan yang disebut tamanni.
Apa Itu Tamanni?
Tamanni berarti memperdaya manusia dengan angan-angan dan khayalan kosong. Secara istilah, tamanni adalah mengharapkan sesuatu yang mustahil tercapai atau berharap tanpa disertai usaha nyata.
Setan menjadikan manusia sibuk bermimpi, tetapi malas melangkah. Akibatnya, manusia lalai dari ketaatan kepada Allah dan tenggelam dalam harapan semu.
Contohnya sederhana. Saat hendak tidur, seseorang berniat bangun untuk shalat tahajud. Alarm pun dipasang. Namun ketika alarm berbunyi, ia mematikannya lalu kembali tidur. Hal ini terus berulang. Niat baik hanya menjadi angan-angan tanpa tindakan nyata. Inilah bentuk tamanni.
Tipu Daya Setan dalam Al-Qur’an
Allah Ta’ala menjelaskan tipu daya setan dalam Surah An-Nisa ayat 119–120:
“Dan sungguh akan aku sesatkan mereka, akan aku bangkitkan angan-angan kosong pada mereka…” (QS. An-Nisa: 119–120)
Ayat ini menjelaskan bahwa setan terus berusaha menyesatkan manusia dengan berbagai cara, di antaranya:
- Memalingkan Manusia dari Kebenaran. Setan berusaha mengaburkan petunjuk Allah sehingga manusia tersesat dari jalan yang benar.
- Menanamkan Angan-Angan Kosong. Manusia dibuat sibuk dengan khayalan yang tidak bermanfaat. Akibatnya, larangan terlihat indah dan kehidupan dunia dianggap sebagai tujuan utama.
- Membolak-balikkan yang Halal dan Haram. Setan menyesatkan manusia hingga menganggap yang haram sebagai hal biasa dan yang halal justru dipandang buruk.
- Mengubah Fitrah dan Ketentuan Allah. Sebagian ulama menafsirkan bahwa yang dimaksud mengubah ciptaan Allah adalah mengubah fitrah dan aturan agama yang telah Allah tetapkan.
Terlalu banyak berangan-angan dapat menjadi penyakit hati. Seseorang sibuk membayangkan masa depan, tetapi lupa memperbaiki amal hari ini. Ali bin Abi Thalib pernah berkata: “Panjang angan-angan akan membutakan hati dan menghasilkan amal yang buruk.”
Orang yang terlalu larut dalam angan-angan biasanya:
Agar tidak terjebak dalam tamanni, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:
Tamanni adalah salah satu senjata setan untuk melalaikan manusia. Angan-angan tanpa usaha hanya akan membuang waktu dan menjauhkan seseorang dari amal nyata.
Sebagai orang beriman, kita perlu mengubah angan-angan menjadi tindakan, niat menjadi amal, dan harapan menjadi perjuangan nyata dalam ketaatan kepada Allah Ta’ala.
Mari gunakan waktu untuk memperbanyak ibadah, amal saleh, dan usaha terbaik, bukan sekadar tenggelam dalam khayalan yang belum tentu menjadi kenyataan.
Semoga Allah Ta’ala menjaga hati kita dari tipu daya setan dan memudahkan langkah kita menuju kebaikan. Aamiin.
Orang yang terlalu larut dalam angan-angan biasanya:
- Menunda ibadah,
- Lalai dari kewajiban,
- Malas berusaha,
- Mudah kecewa,
- Bahkan stres ketika harapannya tidak tercapai.
Agar tidak terjebak dalam tamanni, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Menyadari Bahwa Dunia Hanya Sementara. Dunia hanyalah tempat singgah, bukan tujuan akhir. Ketika seseorang sadar bahwa kehidupan sejati adalah akhirat, ia tidak akan terlalu sibuk mengejar angan-angan duniawi.
- Mengarahkan Obsesi kepada Akhirat. Seorang muslim hendaknya menjadikan akhirat sebagai tujuan utama. Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa yang obsesinya adalah akhirat, maka Allah akan mengumpulkan urusannya…”(HR. Ibnu Majah). Ketika hati fokus pada akhirat, dunia justru akan mengikuti dengan sendirinya.
- Selalu Mengingat Kematian. Mengingat kematian dapat mematahkan angan-angan kosong. Sebab tidak ada yang tahu kapan ajal datang menjemput. Rasulullah ﷺ pernah menggambarkan manusia, ajal, dan angan-angannya dengan beberapa garis. Angan-angan manusia begitu panjang, padahal ajal bisa datang kapan saja sebelum semua harapan tercapai. (HR. Bukhari)
Tamanni adalah salah satu senjata setan untuk melalaikan manusia. Angan-angan tanpa usaha hanya akan membuang waktu dan menjauhkan seseorang dari amal nyata.
Sebagai orang beriman, kita perlu mengubah angan-angan menjadi tindakan, niat menjadi amal, dan harapan menjadi perjuangan nyata dalam ketaatan kepada Allah Ta’ala.
Mari gunakan waktu untuk memperbanyak ibadah, amal saleh, dan usaha terbaik, bukan sekadar tenggelam dalam khayalan yang belum tentu menjadi kenyataan.
Semoga Allah Ta’ala menjaga hati kita dari tipu daya setan dan memudahkan langkah kita menuju kebaikan. Aamiin.
Kontributor : Siti Suwarti (Penyuluh agama Islam KUA Purbalingga)
Editor : Artanti LZ (Penyuluh agama Islam KUA KAranganyar)
.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar