![]() |
| PAI KUA Bobotsari, Subagyo, saat menyampaikan Kultum Ramadhan di Posko Masjid Ramah Pemudik (MRP) Masjid An Nadiyah, Desa Gunungkarang, Kecamatan Bobotsari, Rabu (18/3/2026). (Foto: Subagyo) |
Kegiatan yang digagas oleh Kementerian Agama bekerja sama dengan sejumlah Masjid di Kabupaten Purbalingga ini, merupakan bagian dari upaya memberikan pelayanan optimal bagi para pemudik yang melintas, khususnya selama bulan suci Ramadhan tahun 2026.
BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/BOBOTSARI
Menurutnya, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, arus mudik dari arah Kota Pemalang menuju Purbalingga dan sebaliknya pada hari tersebut terpantau masih relatif normal.
"Belum terlihat lonjakan signifikan jumlah kendaraan maupun pemudik yang singgah di posko Masjid An Nadiyah," katanya.
![]() |
| Suasana Kultum Ramadhan di Posko Masjid Ramah Pemudik (MRP) Masjid An Nadiyah, Desa Gunungkarang, Kecamatan Bobotsari, Rabu (18/3/2026). (Foto: Subagyo) |
Selain menjalankan tugas pelayanan di posko, Subagyo turut mengikuti rangkaian ibadah bersama masyarakat setempat. Ia melaksanakan shalat tarawih berjamaah di Masjid An Nadiyah, yang menjadi pusat kegiatan program tersebut.
Pada kesempatan itu, Subagyo diminta oleh takmir masjid untuk menyampaikan kultum (kuliah tujuh menit) usai shalat tarawih. Dalam tausiyahnya, ia mengangkat tema “Kesuksesan Ramadhan” yang disampaikan secara singkat namun penuh makna.
Dalam penyampaiannya, Subagyo menjelaskan bahwa kesuksesan Ramadhan tidak hanya diukur dari banyaknya ibadah yang dilakukan selama bulan suci, tetapi lebih pada sejauh mana amalan tersebut dapat terus dijaga dan diistiqomahkan setelah Ramadhan berakhir.
"Keberlanjutan amal menjadi indikator utama keberhasilan seseorang dalam menjalani ibadah Ramadhan," pesanya pada para jamaah shalat tarawih.
Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum pembiasaan diri dalam meningkatkan kualitas ibadah, seperti menjaga shalat tepat waktu, membaca Al-Qur’an, memperbanyak sedekah, serta berdzikir.
Kegiatan ini pun mendapat respons positif dari jamaah, sekaligus menjadi bentuk penguatan spiritual dalam program Masjid Ramah Pemudik, sehingga para pemudik tidak hanya memperoleh tempat beristirahat, tetapi juga siraman rohani selama perjalanan mereka.(*)
Kontributor: Subagyo (PAI KUA Bobotsari)
Editor: Imam Edi Siswanto


Mantap
BalasHapusSehat selalu... Aamiin
BalasHapusBerkah selalu
BalasHapusmantap
BalasHapusKerennnn
BalasHapus🔥🔥🔥
BalasHapusOk 👍💪🙏
BalasHapus