Kamis, 02 April 2026

Menuju Sukses WBBM 2027, KUA Kalimanah Tetap Prima Layani Masyarakat

Kepala KUA Kalimanah, Kholidin tampak sedang melayani konsultasi masyarakat di ruang kerjanya, Kamis (2/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terus ditunjukkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga. Di tengah beragam kebutuhan layanan keagamaan, seluruh jajaran tetap bekerja dengan penuh semangat, profesional, dan humanis, Kamis (2/4/2026).

Sejak pagi hari, aktivitas pelayanan sudah tampak berjalan optimal. Kepala KUA Kalimanah, Kholidin, terlihat langsung turun tangan melayani masyarakat. Ia dengan ramah menerima tamu yang datang untuk berkonsultasi terkait rencana pernikahan, memberikan arahan dan solusi yang tepat guna mempersiapkan pernikahan yang sakinah.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KALIMANAH

Di sisi lain, para Penyuluh Agama Islam (PAI) juga aktif menjalankan tugasnya. Mereka tampak melakukan pembaruan (update) data lembaga Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) serta data wakaf. Langkah ini penting untuk memastikan data keagamaan tetap valid dan dapat mendukung program pembinaan umat secara berkelanjutan.
Pegawai KUA Kalimanah, Regina tampak sedang beraktivitas diruang kerja kantor setempat, Kamis (2/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)
Pelayanan administrasi pun berjalan dinamis. Staf KUA Kalimanah sigap melayani masyarakat yang mengurus permohonan surat rekomendasi nikah, dengan proses yang cepat dan transparan. Hal ini menjadi bukti nyata komitmen KUA dalam memberikan kemudahan akses layanan bagi masyarakat.

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/Pelayanan?m=0

Tak kalah penting, Penghulu Muda juga terlihat aktif melaksanakan bimbingan perkawinan (bimwin) bagi calon pengantin. Kegiatan ini menjadi bagian strategis dalam membekali pasangan dengan pengetahuan dan kesiapan membangun keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah.

Selain layanan inti, administrasi kehumasan juga terus diperkuat melalui berbagai media informasi. KUA Kalimanah secara aktif mengelola kanal digital untuk menyampaikan informasi, edukasi, serta publikasi kegiatan kepada masyarakat luas.
PAI KUA Kalimanah, Zamroni Irham dan Pujianto tampak sedang melakukan updating data Wakaf dan lembaga TPQ di ruang kerja kantor setempat, Kamis (2/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Adapun jam pelayanan KUA Kalimanah dibuka setiap hari Senin hingga Jumat, pukul 07.30 hingga 16.00 WIB, dan khusus hari Jumat hingga pukul 16.30 WIB. Kantor ini beralamat di Jalan Mayjend Sungkono No. 529, Kalimanah.

Lebih dari itu, semangat pelayanan yang ditunjukkan KUA Kalimanah tidak lepas dari komitmen besar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan melayani.
Dengan suasana kekeluargaan, Pegawai KUA Kalimanah, Prayitno dan Supriyono tampak sedang melayani tamu di ruang kerja kantor setempat, Kamis (2/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Setelah sukses meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), kini seluruh satuan kerja, termasuk KUA Kalimanah, terus berbenah dan berinovasi menuju pencapaian Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada tahun 2027.

Langkah ini diwujudkan melalui peningkatan kualitas layanan publik, penguatan integritas aparatur, serta optimalisasi pelayanan berbasis kebutuhan masyarakat. Dengan semangat tersebut, KUA Kalimanah siap menjadi bagian penting dalam mewujudkan birokrasi yang tidak hanya bersih, tetapi juga semakin responsif, transparan, dan berdampak nyata bagi umat.
Penghulu Muda KUA Kalimanah, Rizal tampak sedang melayani konsultasi di ruang kerja kantor setempat, Kamis (2/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Masyarakat juga dapat mengakses informasi dan layanan melalui berbagai media resmi KUA Kalimanah, di antaranya email: kuakalimanah1@gmail.com, serta media sosial Instagram, Facebook, TikTok, dan blog resmi KUA Kalimanah.

1. Instagram @kuakalimanah https://www.instagram.com/kuakalimanah?igsh=YzljYTk1ODg3Zg==
2. Facebook @kuakalimanah https://www.facebook.com/share/fVV7hsEveuzmB5PX/?mibextid=qi2Omg
3. Tiktok @kuakalimanah
https://vt.tiktok.com/ZSY3KtrX6/
4. Blogspot
https://kuakalimanah.blogspot.com/?m=1

Dengan semangat melayani sepenuh hati, KUA Kalimanah terus berupaya menjadi garda terdepan dalam pelayanan keagamaan yang profesional, responsif, dan berdampak positif bagi masyarakat. Komitmen ini menjadi wujud nyata transformasi layanan publik yang semakin adaptif di era modern serta langkah optimis menuju WBBM 2027.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto

Pelajar MAN Purbalingga Gali Rahasia Ketahanan Keluarga di KUA Kalimanah

Penghulu Muda KUA Kalimanah, Hasbiq Muzni (Kanan depan) dan Rizal Nur Ahmadi, saat menyampaikan penjelasan tentang perkawinan pada para pelajar Kelas XI MAN Purbalingga di KUA Kalimanah dalam acara kokurikuler, Kamis (2/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalimanah menerima kunjungan pelajar dari MAN Purbalingga dalam rangka kegiatan kokurikuler, Kamis (2/4/2026).

Kunjungan ini menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual dengan tema “Analisis Statistika Ketahanan Keluarga dan Kesehatan Remaja di Kabupaten Purbalingga.”

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KALIMANAH

Sebanyak delapan pelajar yang tergabung dalam satu kelompok studi disambut penuh keakraban dan kekeluargaan oleh Staf KUA Kalimanah, Supriyono dan Prayitno.
 
Pelajar kelas XI MAN Purbalingga, saat kunjungannya di KUA Kalimanah dalam acara kokurikuler, Kamis (2/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Kelompok yang dibimbing oleh guru MAN Purbalingga, Toin As'ad ini diketuai oleh Mohammad Zidan, dengan Naurah Darmawan sebagai sekretaris, serta anggota Alika Hanifah, Rose Dewi, Rifka Khoero, Syifa Anisaun, dan Kelandra Raissa. 

Kegiatan ini bertujuan untuk menggali pemahaman tentang pernikahan dini beserta dampaknya terhadap ketahanan keluarga, sekaligus sebagai bahan penyusunan laporan akademik.

Dalam sesi dialog, Penghulu Muda KUA Kalimanah, Hasbiq Muzni bersama Rizal Nur Ahmadi, memberikan penjelasan komprehensif terkait syarat dan administrasi pernikahan.

Mereka menegaskan bahwa dalam pernikahan harus terpenuhi unsur-unsur penting seperti adanya calon pengantin, wali, dua orang saksi, ijab qobul atau akad nikah serta mahar sebagai bagian dari rukun dan syarat sah pernikahan.

Lebih lanjut, keduanya mengulas dampak pernikahan dini yang dinilai berpotensi melemahkan ketahanan keluarga, baik dari aspek fisik maupun mental. Secara fisik, usia yang terlalu muda dinilai rentan terhadap risiko kesehatan reproduksi. 

Sementara dari sisi psikologis, ketidaksiapan dalam menjalankan peran sebagai pasangan maupun orang tua dapat memicu berbagai persoalan dalam rumah tangga.

“Ketahanan keluarga yang kuat harus diawali dari kesiapan usia, kematangan fisik dan mental, serta kesiapan spiritual dan administratif,” jelas Hasbiq Muzni dalam pemaparannya.

Selain itu, para pelajar juga diingatkan pentingnya menjaga akhlak dan kepribadian. Nilai-nilai moral dan spiritual dinilai menjadi fondasi utama dalam membangun kehidupan yang harmonis dan terhindar dari berbagai dampak negatif, baik di dunia maupun di akhirat.

Kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan pelajar, tetapi juga menjadi jembatan edukasi antara lembaga pendidikan dan KUA dalam membangun kesadaran generasi muda akan pentingnya perencanaan kehidupan berkeluarga yang matang.
 
Penghulu Muda KUA Kalimanah, Rizal Nur Ahmadi (Kiri) dan Hasbiq Muzni, saat menyampaikan penjelasan tentang perkawinan kepada Ketua kelompok Kokurikuler Kelas XI MAN Purbalingga, Mohammad Zidan (tengah) bersama para pelajar Kelas XI MAN Purbalingga di KUA Kalimanah dalam acara kokurikuler, Kamis (2/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Ketua Kelompok, Mohammad Zidan, mengaku puas atas pelayanan dan informasi yang disampaikan pada acara tersebut.

"Kami merasa puas, karena jelas dalam penyampaian informasinya. Dan kami mengucapkan terima kasih atas pelayanan dan informasi yang disampaikan oleh KUA Kalimanah," akunya singkat.

Ulasan Singkat:
Kegiatan ini mencerminkan sinergi positif antara dunia pendidikan dan institusi keagamaan dalam membekali generasi muda dengan pengetahuan yang aplikatif. Edukasi tentang pernikahan dini dan ketahanan keluarga menjadi sangat relevan di tengah tantangan sosial saat ini. 

Dengan pendekatan ilmiah dan nilai-nilai keagamaan, pelajar diharapkan mampu mengambil keputusan bijak dalam merencanakan masa depan, sekaligus menjadi agen perubahan dalam menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

Siswa MAN Purbalingga Kunjungi KUA Kutasari, Gali Informasi Pernikahan Dini dan Strategi Pencegahannya

PAI KUA Kutasari, Syukur Ariadi, SAg, saat menyambut hangat rombongan siswa–siswi MAN Purbalingga di ruang kantor setempat, Kamis (2/4/2026). (Foto: Fitriana Pusporini)  .

Purbalingga-Kantor Urusan Agama (KUA) Kutasari ramai dikunjungi empat siswa-siswi dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Purbalingga pada Kamis (02/04) pagi. Kunjungan ini bertujuan menggali informasi mendalam tentang pernikahan secara umum, fenomena pernikahan dini, serta strategi KUA dalam menghadapi isu tersebut di masyarakat. Kamis (2/4/2026).

Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kutasari, Syukur Ariadi, S.Ag, menyambut hangat rombongan siswa–siswi MAN Purbalingga. Dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, Syukur menjelaskan konsep pernikahan menurut ajaran Islam sebagai ikatan suci yang bertanggung jawab, bukan sekadar formalitas. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KUTASARI 

Ia juga membahas dampak negatif pernikahan dini, seperti gangguan pendidikan, kesehatan reproduksi, dan kesiapan emosional pasangan muda.

“Kami senantiasa memberikan bimbingan perkawinan kepada calon pengantin (catin) setelah conton, yaitu pemeriksaan berkas administrasi mereka,” katanya.

Ia menambahkan bahwa KUA membuka layanan konseling pranikah secara intensif untuk memastikan catin memahami hak dan kewajiban rumah tangga.

Selain itu, KUA memperkuat peran penyuluh agama dalam mengedukasi masyarakat tentang bahaya pernikahan di bawah umur melalui berbagai saluran, mulai dari majelis taklim di masjid dan musholla hingga kampanye online di media sosial.

Strategi ini terbukti efektif menekan angka pernikahan dini di wilayah Kutasari. Syukur menekankan pentingnya kolaborasi dengan sekolah dan lembaga pendidikan seperti MAN Purbalingga untuk menyebarkan pesan pencegahan sejak dini.

Di akhir kunjungan, Syukur menyampaikan pesan motivasi kepada siswa. “Jaga akhlak mulia, kuatkan iman dalam agama, dan tetap semangat belajar. Pendidikan adalah bekal utama menghadapi masa depan,” pesanya sambil tersenyum.

Kunjungan ini tidak hanya menambah wawasan siswa tentang isu sosial-religius, tapi juga mempererat sinergi antara KUA dan lembaga pendidikan di Purbalingga demi masyarakat yang lebih sehat dan berkualitas.(*) 

Kontributor : Fitriana Pusporini (PAI KUA Kutasari)
Editor: Imam Edi Siswant

Menuju Sukses WBBM 2027, KUA Kalimanah Tetap Prima Layani Masyarakat

Kepala KUA Kalimanah, Kholidin tampak sedang melayani konsultasi masyarakat di ruang kerjanya, Kamis (2/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)...